After Rain

Marriage Life/Hurt Comfort/ Crack Pair and Official Pair/GS/Broken/ EXO

Cast : Baca dan temukan

Warn : Typos bertebaran, Cerita abal, Nggak suka cabut aja haha

Dianjurkan sambil dengerin "Paper Heart" versinya dek Kukie ~~

Happy Reading~~ :*

Rewind

Kyungsoo menghembuskan nafasnya kasar setelah laki-laki bernama Sehun itu pergi dari butiknya. Sungguh laki-laki itu benar-benar menyebalkan, mimpi apa hingga hari ini moodnya harus hancur karena melihat muka angkuh itu. Kyungsoo kembali ke ruangannya dan melihat skesta yang setengah jadi dengan tatapan sedih. Pasalnya sketsa gaun itu tidak lagi menarik dimatanya. Laki-laki memang selalu menyebalkan bagi Kyungsoo ketika mengingat ejekan Sehun padanya. Kyungsoo jika tidak mengerti kenapa lelaki itu masih melihatnya layaknya bocah SMA. Lihat Kyungsoo itu seorang wanita dewasa bahkan dia janda. Kyungsoo juga memakai make-up meskipun tidak tebal, mana ada anak SMA yang memakai make-up bahkan mengecat rambutnya.

Kyungsoo melirik ke atas meja kerjanya dan mengambil sebuah undangan bewarna hitam dengan desain yang mewah membuat undangan tersebut terlihat ekslusif. Undangan pernikahan sahabatnya Luhan dan Minseok. Kyungsoo menarik ujung bibirnya ke atas sehingga sebuah senyuman terlihat. Kyungsoo baru menerima undangan itu tadi pagi setelah beberapa minggu yang lalu mengirimi Minseok email bahwa dirinya sudah di Korea. Kyungsoo sedikit kecewa ketika balasan emailnya adalah undangan pernikahan Minseok bukan orangnya langsung.

Semua orang menginginkan pernikahan begitu juga dengan Kyungsoo. Pernikahan yang bahagia kemudian hidup dengan bahagia pula. Hal itulah yang membuat Kyungsoo akhirnya menikah di usianya yang masih muda. Apakah Kyungsoo menyesalinya? Jawabannya adalah tidak karena jika ia menyesal berarti ia menyesali kehadiran Lovy di hidupnya. Bukankah memang tidak semua rencana yang kita rencanakan berjalan dengan baik. Tatapan mata Kyungsoo menerawang jauh saat ia mengingat semua rencana indahnya dulu.

4,5 tahun sebelumnya..

"Ani.. tapi aku selingkuhan Jongin eomma appa" jawab Kyungsoo parau

Hah kau benar-benar hebat membuat orang jantungan Kyung, berapa banyak orang yang kau buat kaget hari ini. Chanyeol sangat terkejut bahkan mulutnya mengangga lebar. Baekhyun langsung membawa putrinya itu ke dalam pelukannya saat tubuh Kyungsoo kini bergetar.

"Bagaimana bisa Kyung? Bukankah Jongin single?" tanya Chanyeol setelah sadar dari keterkejutannya.

"Ani appa, Jongin sudah menikah sebelumnya dan sekarang istrinya sedang hamil" Kyungsoo masih berusaha menjawab di sela tangisnya. Hatinya terasa tersengat hantaran listrik kala mengucapkan kalimat itu. "Ak aku bukan wanita jahat yang egois Appa. Aku tidak tega jika Jongin harus menceraikan istrinya yang sedang hamil dan aku juga tidak mau jadi yang kedua" Kyungsoo menghapus kasar air matanya. Ia bertekad menjelaskan semuanya kepada kedua orang tuanya ia tidak akan pernah berbohong karena berbohong akan selalu berakhir menyakitkan bukan?

"Lalu bagaimana denganmu sayang bagaimana dengan Lovy heum?" Baekhyun memeluk Kyungsoo dari samping.

"Aku? Aku akan baik-baik saja selama ada appa dan eomma, selama Lovy bersamaku" Air mata Kyungsoo sepertinya memang berlebih karena air mata itu terus jatuh walau Kyungsoo mencoba menghapusnya. "Aku yang bodoh, aku yang terlalu terburu-buru menerima laki-laki sialan itu. Harusnya.. harusnya aku tidak langsung percaya begitu saja" ucapan Kyungsoo terputus-putus.

"Appa akan segera mengurus perceraianmu. Appa akan menyelesaikan semuanya dengan cepat sayang" Chanyeol kini membawa putrinya itu ke dalam pelukannya. Kyungsoo terisak semakin keras saat mengingat hari itu.

Hari pertengkaran Kyungsoo dan Jongin

Kyungsoo sudah duduk di sofa ruang tamu sejak beberapa jam yang lalu. Tepatnya sejak melihat suaminya bersama seorang wanita hamil tengah berada di salah satu gerai baju bayi. Kyungsoo yang tadinya akan mengajak Lovy jalan-jalan ke mall pun harus memutar tubuhnya pulang kala melihat suaminya yang sedang tersenyum bahagia itu. Kyungsoo menangis? Tidak air matanya tidak semurah itu apalagi untuk menangisi sebuah pemikiran yang bahkan dirinya tidak tahu kebenarannya.

Pintu terbuka menampilkan sosok laki-laki tampan yang baru pulang dari bekerja. Kyungsoo tidak menyambut suaminya seperti biasa. Mata bulatnya menatap suaminya dari ujung kepala hingga ujung kakinya. Kyungsoo berdiri dari duduknya dan mendekat ke arah suaminya. Mencium aroma yang sudah Kyungsoo tahu bukan murni aroma suaminya.

"Kau tidak menyambutku?" tanya suaminya yang merentangkan kedua tangannya dan membawa Kyungsoo ke dalam pelukannya.

"Kau menganti parfummu sayang?" Kyungsoo balik bertanya yang membuat senyum suaminya menghilang.

"Tidak, ah mungkin bercampur dengan parfum Umma. Tadi umma datang ke kantor" jawab Jongin kemudian.

"Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu mandi Love, setelah itu aku menunggumu di meja makan" Kyungsoo mengenggam jemari Jongin. Memainkan jemari itu dan menutup matanya sebentar saat jemari Kyungsoo meraba cincin di jari manis Jongin. Jongin mengecup kening Kyungsoo kemudian melepaskan tautan tangan mereka dan meninggalkan Kyungsoo yang mulai gelisah.

Saat Jongin masuk ke kamar mandi, Kyungsoo segera memeriksa apapun yang bisa ia periksa. Ponsel Jongin menjadi sasaran utamanya karena Kyungsoo memang tidak pernah menyampuri privasi suaminya. Mereka saling mempercayai satu sama lain sehingga tidak pernah saling mencurigai apalagi ponsel. Kyungsoo mengeser screenlock suaminya yang ternyata tidak memiliki pasword khusus. Kyungsoo membuka pesan dan kembali ia harus mengigit bibirnya kala menemukan pesan yang membuat hatinya berjengkit sakit. Kyungsoo kembali melanjutkan pencariannya ke dalam tas kerja Jongin. Mengeluarkan semua isinya yang membuat isinya berceceran di lantai.

"Ting"

Sebuah benda perak jatuh berdenting di lantai. Kyungsoo memungut benda itu dan menghela nafasnya lagi. Masih terus berfikir bahwa praduganya itu tidak berdasar. Masih dengan rasa penasarannya Kyungsoo membuka lemari pakaian Jongin yang tidak pernah Kyungsoo buka karena Jongin melarangnya. Bukan melarang namun menegaskan bahwa lemari itu hanya berisi baju lama Jongin. Kyungsoo menarik semua baju dalam lemari itu dan kini air matanya turun.

Jongin yang baru selesai mandi kaget melihat kamarnya yang berantakan. Kyungsoo yang mendengar pintu terbuka seketika itu berdiri. Dengan langkah kecilnya ia menghampiri Jongin dan menghadiahi satu tamparan keras di pipi Jongin.

"Kau membohongiku?" tanya Kyungsoo parau

"Apa maksudmu Kyung? Kenapa kau tiba-tiba menamparku?" Jongin yang tak mengerti apa salahnya kini bertanya balik pada Kyungsoo.

"Kau memang benar-benar laki-laki sialan" geram Kyungsoo

"Kau kenapa sayang heum?" Jongin masih mencoba bersabar dan tidak emosi menghadapi istrinya

"Kau pura-pura bodoh atau kau memang bodoh Kim Jongin sialan" teriak Kyungsoo. Satu tamparan mendarat di pipi mulus Kyungsoo hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah.

"Aku bertanya kenapa tapi kau malah memakiku" balas Jongin yang kini sudah ikut tersulut emosi

"Kau membohongiku. Dan ini apa? Jelaskan padaku ini apa?" Kyungsoo melempar sebuah buku pernikahan tepat ke wajah Jongin. Kyungsoo tidak pikun buku pernikahannya dan Jongin dia yang menyimpannya dan jelas buku pernikahan yang ia lempar itu bukan miliknya.

"Kenapa kau membongkar barangku tanpa ijin hah?" Jongin memegang pundak Kyungsoo hingga Kyungsoo meringis kesakitan. Jongin yang marah memang menakutkan. Kyungsoo melepaskan dengan paksa dan memukul Jongin tepat dipelipisnya.

"Kau membohongiku Jongin. Kau sudah menikah dan aku juga melihatmu dengan wanita hamil tadi siang. Dan ini buku pernikahanmu 3 tahun yang lalu. Ini cincin pernikahan kita" tangis Kyungsoo pecah saat mengucapkan semuanya. Sungguh hatinya sangat sakit. Kyungsoo marah sangat marah ia marah pada dirinya sendiri. Kyungsoo keluar dari kamar itu. Mengambil stik golf milik Jongin dan menghancurkan apapun yang bisa ia hancurkan.

"Sekarang kau hanya diam Kim? Kau tidak bisa menjelaskan semuanya padaku?" Teriak Kyungsoo lagi

"Apa yang kau lakukan Kyungsoo! Kenapa kau menuduhku dengan hal-hal yang tidak masuk akal seperti itu?"

"Prang!" satu guci pecah begitu saja ketika Kyungsoo mendengar jawaban suaminya. Apa tadi tidak masuk akal? Hah Kyungsoo rasa Jongin yang tidak punya akal.

"Kau membohongiku selama bertahun-tahun? Kau membohongiku karena aku masih kecil bagimu? Aku tidak sebodoh itu Kim Jongin aku sudah menduganya dari awal. Saat kau selalu pulang tengah malam dengan bau parfum itu aku tau kau tidak meeting karena aku datang ke kantor siang itu. Tapi aku mencoba terus percaya padamu Kim " Kyungsoo menangis kencang kemudian memukul dan menendang Jongin sebisanya.

Selanjutnya Kyungsoo masih harus mendengar bentakan dari Jongin kepadanya dan umpatan-umpatan. Jongin memang tidak membalas pukulannya tapi cengkaraman kuat dari tangan pria itu sudah bisa membuat bilur-bilur luka di tubuh mungil Kyungsoo. Kyungsoo mendorong tubuh Jongin dan membuat tubuh yang lebih tinggi darinya itu jatuh terduduk di lantai.

"Jongin kenapa kau lakukan semua ini padaku hah? Kau tahu kan bahwa aku membenci kebohongan dan penghianatan. Bagimu cintaku apa Kim?" Kyungsoo masih mengejar jawaban dari Jongin.

"Mianhae Soo.. Mianhae" ucap Jongin akhirnya

"Katakan alasannya Kim kenapa kau meninggalkan istrimu dan menikahiku? Ya ampun kau begitu pandai berakting hingga kau menyembunyikan semuanya dariku dengan sangat rapi" susul Kyungsoo lagi dengan pertanyaan yang lain

"Mianhae soo, mianhae, mianhae" hanya kata itu yang keluar dari mulut Jongin

"Berhenti mengucapkan maaf Kim Jongin, permintaan maafmu membuatku semakin buruk kau tahu aku adalah selingkuhanmu dan aku benar-benar wanita paling buruk. Ya Tuhan ini sakit sekali" Kyungsoo bermonolog sendiri dengan tangis yang makin keras. Telinga Kyungsoo bahkan masih bisa mendengar ucapan maaf Jongin berkali-kali. Ia benci kalimat itu. "Kita berakhir saja Kim. Seharusnya pernikahan ini memang tidak pernah terjadi" lirih Kyungsoo.

Suara tangisan bayi kini makin terdengar jelas kala kedua orang ini diam dan berhenti saling berteriak.

"Oke, kalau kau ingin semuanya berakhir aku akan mengabulkannya" desah Jongin itu frustasi

"Aku yang ingin berakhir? Hah kau lucu sekali Kim jelas-jelas kau yang membuat ini semua berakhir" teriak Kyungsoo sambil mengusap air matanya kasar.

Dengan tertatih Kyungsoo menuju kamarnya dan mengendong bayi cantiknya yang menangis. Ada sobekan disudut bibirnya dan tentu saja beberapa memar dibagian tubuhnya yang lain. Kyungsoo menenangkan Lovy sambil memasukkan beberapa potong baju ke dalam tas yang agak besar. Sambil menimang-nimang Lovy yang tak kunjung berhenti menangis Kyungsoo juga mengemas beberapa potong perlengkapan sang bayi.

Butuh waktu sekitar 30 menit untuk melakukannya. Bayi mungilnya sudah cukup tenang dipelukannya. Semakin susah kini Kyungsoo berjalan dengan membawa koper dan satu tas besar dipundaknnya.

"Sampai bertemu di pengadilan Kim Jongin" ucap Kyungsoo parau dengan air mata yang kembali jatuh di pipi gembilnya.

~AfterRain~

Dering ponsel menyadarkan Kyungsoo dari lamunan panjangnya. Kyungsoo mendesah saat masih menemukan pipinya basah hanya dengan mengingat kehidupannya beberapa tahun yang lalu. Kyungsoo segera mengangkat ponselnya dan menempelkan ditelinganya yang disambut dengan teriakan sebelum dirinya berhasil mengucapkan hallo.

"Moommm, Mom lupa menjemputku lagi? Aku menunggumu di cafe seberang cepatlah Mom" teriak suara di seberang dengan kesal yang justru membuat Kyungsoo mengembangkan senyumnya. Putrinya itu memang suka sekali berteriak. Kyungsoo segera bergegas menjemput princessnya itu sebelum gadis cilik itu marah dan menangis.

Kyungsoo sampai 20 menit kemudian di cafe depan sekolah Lovy. Kyungsoo menyipitkan mata bulatnya ketika melihat putrinya duduk bersama pria yang tidak asing untuknya. Dan mata Kyungsoo semakin membulat kala melihat putrinya mencium pipi pria itu sayang. Kyungsoo sedikit berlari untuk memasuki cafe itu dan segera menuju meja putrinya. Kyungsoo ingin menangis sekarang ketika melihat pria itu di depannya.

"Oh, Mom sudah datang?" seru Lovy riang. "Mom Lovy tidak sengaja bertemu Daddy disini" Kyungsoo rasanya ingin menenggelamkan dirinya sekarang.

"Daddy? How did you know that he is your Daddy?" tanya Kyungsoo yang diangguki yakin oleh Lovy "Lovy bahkan belum bertemu Daddy setelah pulang dari Paris" tambah Kyungsoo yang masih shock

"No, even I was never meet him I know that he is my Daddy. Mom, I saw Daddy's picture once I will never forget Daddy's face " balas Lovy sambil memeluk lengan Daddynya.

"Hai Soo, long time no see kau mendidiknya dengan sangat baik" Kyungsoo meremang saat suara berat itu menyapa indera pendengarannya.

"Lovy ya, habiskan makanmu Mom akan berbicara dengan Daddy disana. Sebentar saja" mengerti maksud Kyungsoo pria itupun meminta hal yang sama pada Lovy.

Meja paling ujung yang jauh dari Lovy menjadi pilihan kedua orang yang masih saling bungkam. Kyungsoo menghela nafasnya kasar sebelum membuka suara, ia sangat benci situasi seperti ini.

"Bagaimana kau tahu bahwa itu adalah Lovy? Kau membuntuti kami?" ucap Kyungsoo dingin yang membuat pria di depannya tersenyum.

"Kau tetap sama tidak menyukai basa basi. Tentu saja aku membuntuti kalian bagaimana lagi caranya saat kau selalu menyembunyikannya dariku"

"Aku tidak menyembunyikannya darimu aku hanya tidak ingin dia tahu bahwa Daddynya adalah laki-laki paling brengsek" Kyungsoo menyandarkan tubuhnya kasar saat melihat senyum menyebalkan yang tercetak di wajah mantan suaminya itu.

"Apa bedanya Kyungsoo? Lovely tetap harus tahu bahwa dia adalah putriku dan aku Daddynya jadi aku berhak bertemu dengannya" Pria itu masih saya menyunggingkan senyum menantang yang membuat Kyungsoo ingin memukul hingga bibir itu tidak dapat tersenyum lagi.

"Mana aku tahu bahwa Daddynya tidak berniat jahat padanya jadi lebih baik aku melindunginya " ejek Kyungsoo dengan suara yang jelas menyebalkan.

"Aku tidak akan menyakitinya dia kan putriku dan aku menyayanginya" bela pria di depannya yang nampaknya mulai geram. Bernegosiasi dengan mantan istrinya memang tidak pernah mudah.

"Tidak, kau tidak boleh menemuinya lagi. Jangan pernah kau muncul di depan kami lagi Kim!" putus Kyungsoo menyelesaikan ucapannya dalam satu tarikan nafas. Suara cukup keras untuk di dengar orang lain yang duduk tidak jauh dari mejanya. Kyungsoo meninggalkan mantan suaminya itu kemudian segera membawa Lovy pulang. Bahkan Kyungsoo tidak memberi kesempatan Lovy untuk berpamitan dengan Jongin.

Kyungsoo memacu vespanya tidak menuju butik namun langsung menuju rumah. Pikirannya kacau dan dia tidak akan bisa konsen melanjutkan desainnya. Kyungsoo merutuki kebodohannya yang membiarkan Jongin memiliki celah untuk menemui putrinya seperti ini. Bagi Kyungsoo tidak mudah mempertahankan Lovy untuk bersamanya butuh waktu setengah tahun untuk benar-benar berpisah dengan mantan suaminya itu.

Kyungsoo membawa Lovy masuk dengan buru-buru. Membawa putrinya menuju kamarnya tanpa menyapa eommanya yang sedang duduk di ruang tengah. Kyungsoo memeluk Lovy posesif bahkan air matanya kini luruh.

"You miss your Daddy?" Tanya Kyungsoo menahan tangisnya, perasaannya sungguh berantakan.

"Sure, Aku merindukan Daddy sangat" jawab Lovy lantang dengan mengangguk kecil bingung kenapa tiba-tiba Momnya bertanya tentang Daddynya."Lovy-ya, Maafkan Mom ya?" kini Kyungsoo sudah tidak bisa menahan air matanya lagi. Kyungsoo mencium kening putrinya panjang kemudian meninggalkan Lovy yang masih menatapnya bingung.

Kyungsoo masuk ke kamar mandi dan mengunci dirinya di dalam. Menangis? Tentu saja hanya dengan menangislah perasaannya akan menjadi lebih baik. Kyungsoo hanya merasa takut jika harus kehilangan Lovy. Kyungsoo begitu takut Jongin datang dan membawa Lovy pergi darinya itulah kenapa ia menyembunyikan Lovy dari Jongin. Kyungsoo memang egois namun ia benar-benar tidak bisa jika Lovy juga pergi dari hidupnya.

Kyungsoo masih ingat dengan jelas bagaimana proses perceraian yang menyita seluruh energinya. Berapa banyak air mata yang harus ia keluarkan untuk proses melelahkan itu. Mantan suaminya benar-benar menyebalkan. Appanya bahkan harus menyewa pengacara paling mahal untuk menyelesaikan perceraiannya. Jongin sering mangkir dari jadwal persidangan mereka berkali-kali hingga Kyungsoo ingin melemparkan palu sang hakim ke mukanya. Belum lagi pengajuan-pengajuan banding tidak masuk akal yang membuat proses itu semakin lama. Sampai saat ini Kyungsoopun tidak tahu alasan Jongin melakukan itu semua. Toh, Jongin tidak pernah menjelaskan alasannya kenapa menikahi Kyungsoo padahal sudah memilki istri, intinya Jongin tidak punya itikat baik untuk menjelaskan. Kyungsoo juga tidak ingin terlalu percaya diri bahwa Jongin ingin mempertahankan hubungan mereka pada akhirnya mereka memang berpisah setelah membuat Kyungsoo mengeluarkan jutaan won.

Ketukan pintu kamar mandi memaksa Kyungsoo untuk sadar dari lamunannya. Kyungsoo mencuci mukanya sebentar sebelum membuka pintu dan menemukan Lovy yang sedang menatapnya. Seulas senyum tercetak di bibir heartshapenya.

"Are you okay Mom?" tanya Lovy lirih

"Tentu saja Mom baik-baik saja. Bagaimana sekolah Lovy hari ini?" Kyungsoo membawa putrinya duduk di salah satu sofa di kamar mereka berdua. Lovy langsung saja duduk dipangkuan sang ibu.

"Mom, apakah hari ini Mom harus pergi ke sekolah?" bukannya menjawab Lovy justru balik bertanya.

Kyungsoo merapikan anak rambut Lovy yang menutupi matanya sepertinya sudah waktunya memotong poni Lovy "Iya nanti pukul 6 Mom ada kelas. Kenapa heum?" Lovy kini menyenderkan kepalanya ke pundak Kyungsoo.

"You're always busy" keluh Lovy yang membuat Kyungsoo menghela nafasnya.

"Lovy-ya kau ingin makan sesuatu? Bagaimana kalau kita membuat cookies?" bujuk Kyungsoo.

"chocolate cookies?" tawar Lovy yang kini sudah turun dari pangkuan Kyungsoo

"Sure, with my pleasure princess" Lovy tersenyum kemudian berjalan mendahului Kyungsoo.

Itulah cara Kyungsoo untuk sedikit menebus rasa bersalahnya karena terlalu sibuk dengan aktivitasnya. Soal sekolah, Kyungsoo harus mengambil jurusan bisnis karena permintaan orang tuanya. Ingat waktu itu Kyungsoo sudah berjanji untuk memenuhi semua permintaan orang tuanya. Kyungsoo mengambil kelas malam yang dikhususkan untuk para pekerja. Menempuh sarjana dua kali benar-benar membuang waktu. Untung saja Lovy sudah besar sehingga ia tidak begitu pusing mengurusnya.

~AfterRain~

Pagi itu Kyungsoo memutuskan untuk berangkat ke butik lebih awal karena ada janji bertemu kembali dengan Wu Sehun. Kyungsoo memang menerima tawaran Sehun saat itu karena dirasa menguntungkan untuk butiknya. Dan hari ini Sehun akan datang untuk melihat desain Kyungsoo dan beberapa baju yang memang sudah jadi. Kyungsoo membalut tubuh mungilnya dengan kemeja tanpa lengan yang dipadukan dengan celana skinny jeans. Rambut ungunya ia gulung ke atas memperlihatkan leher jenjangnya. Tampilan Kyungsoo memang selalu membuatnya lebih fresh dan tidak akan memperlihatkan bahwa dia adalah seorang janda.

Sehun datang tepat pada waktunya. Kyungsoo yang tidak ingin berlama-lama bertemu manusia datar itu buru-buru menemui Sehun. Sehun datang bersama sekertarisnya yang Kyungsoo tahu bernama Seulgi. Gadis yang sangat ramah dan cerewet berbeda sekali dengan atasannya.

"Baiklah, Kyungsoo-ssi aku sungguh menyukai desainmu. Aku harap desain itu segera diproduksi dan selesai tepat waktu" ucap Sehun ketika mereka selesai berkeliling. Saat ini mereka berdua sedang di ruangan Kyungsoo tanpa sekertaris mereka tentu saja.

"Tentu saja, aku akan segera menyelesaikannya" balas Kyungsoo singkat

"Soal waktu itu aku minta maaf" ucapan Sehun membuat Kyungsoo mengerutkan alisnya bingung "Pertemuan pertama kita" lanjut Sehun yang diangguki oleh Kyungsoo.

"Tidak masalah Sehun-ssi" Kyungsoo tersenyum tulus kali ini pertama kalinya ia tersenyum seperti itu kepada Sehun.

"Kau memang benar-benar seperti anak SMA, aku tidak menyangka bahwa kau sudah memiliki putri dan ka kau mantam istri Kim Jongin?" kalimat terakhir Sehun terdengar lirih namun masih mampu di dengar oleh Kyungsoo.

"Bagaimana kau?" Kyungsoo memiringkan kepalanya penasaran karena Sehun mengetahui statusnya. "Ah waktu itu aku memang punya janji bertemu dengan Kim Jongin. Aku dan dia sudah lama bekerjasama dan cukup tahu kehidupannya. Aku datang terlalu cepat jadi aku melihat kalian" Sehun mengaruk tengkuknya canggung, sungguh ia merutuki kebodohannya yang berbicara hal yang tidak mengenakkan seperti ini.

"Hah, baguslah kau sudah tahu statusku jadi kau tidak akan mengejekku anak SMA lagi" sahut Kyungsoo sambil memasang seulas senyum.

"Aku tidak bermaksud.."

"Mooomm~~~"

Ucapan Sehun terpotong teriakan seorang gadis yang kini sudah memeluk ibunya posesif. Kyungsoo sedikit kaget dengan kedatangan putrinya yang tiba-tiba, padahal belum waktunya pulang sekolah.

"Oh, uncle Sehun" seru Lovy yang melihat Sehun ada di ruangan ibunya. Sehun hanya melambaikan tangannya kemudian tersenyum.

"Lovy, Do you know him?" Kyungsoo kembali dikejutkan dengan putrinya yang mengenal Sehun. Sepertinya putrrinya akhir-akhir ini banyak mengenal orang baru.

TBC/DELETE

Hah chap ini random bangett, gaje dan maybe kurang ngefill. . T,T Nggak panjang juga mo gimana kalo panjang-panjang chap depan author harus nulis apa dong..

Review untuk chap sebelumnya tidak terlalu banyak tapi aku malah update cepet. Seneng banget sama respon kalian yang ngedukung ini ff meskipun crack pair.

Sebenarnya author suka banget sama Kyungsoo jadi dia mau pair sama siapa aja tetep suka. Bagaimana menurut kalian dengan berita soal warna rambutnya EXO? Hah aku sebenarnya tidak terlalu menyukai warna blonde, tapi apalah dayaku yang cuma partikel debu di hpnya Kyungsoo yang selalu ditiup dan dibersihkan. :v #apasih

Lagi-lagi author hanya bisa ngucapin terimakasih dan belum bisa bales review sekarang, sebodoh amat kalian bosen sama ucapan terimakasihnya author bakalan tetep berterimakasih.

Ditunggu next reviewnya jangan bosan ya.. buat Sider aku berharap kalian mau meluangkan waktu buat review.. hihihi

Gomawo.. thank you... reader...

See you di next chap kalo masih mau ketemu...

Sweetsugarvee

17 Mei 2016, Surakarta, Indonesia