"The Moment.."
.
.
.
Cast:
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Do Kyungsoo
Kim Jongin
Others.
RATED : T
GENRE : SCHOOL LIFE, COMEDY, ROMANCE, YAOI
IF YOU DON'T LIKE YAOI, BETTER YOU DON'T READ IT!
I'VE TOLD YOU BEFORE!
THIS IS BOYS LOVE STORY!
ALL OF STORY IS MINE A.K.A AH RIN
JIKA KALIAN MENEMUKAN ALUR CERITA YANG SAMA, ITU HANYALAH KEBETULAN SEMATA
TIDAK ADA UNSUR PLAGIAT ATAU SEMACAMNYA
CERITA INI MURNI HASIL PEMIKIRAN AUTHOR PRIBADI
Summary:
Park Chanyeol adalah seorang siswa SMA yang sebenarnya cerdas, tapi karena alasan tertentu dia rela merubah dirinya hampir 100% menjadi orang bodoh dan idiot. Sampai akhirnya dia bertemu seseorang yang mampu merubahnya menjadi normal kembali. Siapakah dia? Sebesar apa pengaruhnya terhadap kehidupan Chanyeol? (Hanya Dewa yang tau akhirnya...)
.
.
.
.
.
HAPPY READING ^^
.
.
.
"Byun sebenarnya... aku sangat tidak menyukai membaca, kau tahu? Aku buta saat membaca buku pelajaran, tidak ada gambar dan tidak menarik seperti kehidupan benda mati di sekitar kita yang jauh lebih menarik perhatianku"
"Astaga Dobi, aku tidak mengerti dengan cara berpikirmu itu, tapi kau tetap harus belajar mulai sekarang, menegrti?"
"Eung... tidak? Chanyeol hanya menggeleng bodoh
"Iya"
"Tidak"
"Iya. Kau harus belajar"
"Tidak Byun"
"Kenapa kau sangat keras kepala?"
"Entahlah, aku bosan"
"Baiklah, terserahmu saja"
"Kau marah?"
"Tidak"
"Iya, kau marah"
"Tidak Dobi, aku tidak marah"
"Lihat? Kau marah"
"Aku lelah"
"Mau ke kantin?"
"Sudahlah, lupakan"
Baekhyun pun berjalan keluar di ikuti oleh Chanyeol di belakangnya. Terlihat Chanyeol megikutinya seperti orang idiot di belakangnya. Mengekori kemanapun langkah kaki Baekhyun berjalan. Bahkan mengikutinya sama persis. Gerakan-gerakan kecil yang di buat oleh Baekhyun pun juga di tirunya. Dasar bodoh.
Sampailah mereka di halaman belakang sekolah mereka yang cukup sepi. Baekhyun berhenti disana. Dia sendiri bingung kenapa bisa berhenti disana. Baekhyun pun menoleh ke belakang dan masih mendapati Chanyeol yang masih setia mengikutinya. Belum sempat Bakhyun berbicara padanya, Chanyeol sudah melenggang melewatinya menuju sebuah pohon disana. Sepertinya ada yang lebih menarik perhatiannya sekarang. Baekhyun menghela nafasnya berat.
"Byun lihatlah, ini indah..." Chanyeol berkata sambil menunduk memperhatikan tumbuhan yang tumbuh di bawah pohon tersebut
"Sekarang apalagi?" Baekhyun hanya mengalah dan menghampirinya.
Entah kenapa membuat Chanyeol supaya mau belajar sangat susah. Baekhyun sendiri juga heran kenapa dirinya berusaha keras ingin merubah Chanyeol. Yang dia tau, dia hanya tidak ingin Chanyeol di anggap bodoh dan idiot lagi. Hanya itu saja. Ya, begitulah pikirnya. Mungkin Baekhyun harus tau apa kesukaan lelaki ini agar dia bisa membujuknya untuk belajar.
"Sangat indah bukan?" tanya Chanyeol sambil menunjukkan tumbuhan yang sedang berbunga itu.
Baekhyun memperhatikannya, bunga itu memiliki kelopak berwarna merah muda dan putik berwarna kuning cerah. Sangat indah. Baekhyun baru menyadari jika ada tumbuhan seindah ini yang tumbuh di tempat seperti ini.
"Sangat indah... aku belum pernah melihat bunga yang seperti ini sebelumnya"
"Tentu saja, bunga ini hanya tumbuh di tempat-tempat tertentu. Indah bukan? Ini namanya Columbine"
"Uhum, namanya juga sangat asing, apakah ini bunga liar?" tanya Baekhyun sambil terus memandang bunga itu, bahkan dia hampir saja memetiknya sebelum tangan Chanyeol menahannya
"Jangan di petik, seperti yang ku bilang, bunga ini hanya tumbuh di tempat tertentu, jadi biarkan dia tumbuh dengan tenang" kata Chanyeol menjelaskan, bahkan tangannya masih memegang tangan Baekhyun.
Baekhyun memandang Chanyeol dengan tatapan yang sulit di artikan. Perlahan Baekhyun menjauhkan tangannya dari Chanyeol.
"Apakah kau menyukai bunga?" tanya Baekhyun
"Tentu, mereka sangat indah" Jawab Chanyeol, 'Sepertimu...' lanjutnya dalam hati.
"Jadi kau menyukai hal-hal yang seperti ini, begitu?"
"Ya, dan juga hal-hal lain yang kau pasti tidak bisa menebaknya"
"Apa itu?" tanya Baekhyun penasaran
"Kau akan tau sendiri nanti Byun.."
"Huh pelit sekali"
"Kau tau tidak? Bunga Columbine ini memiliki arti kebodohan"
"Benarkah?"
"Ya, meskipun begitu bunga ini tetap terlihat indah bukan? Arti kebodohan yang melekat padanya tidak dapat merubah keindahannya. Bahkan banyak sekali yang memuji keindahannya. Seperti itulah, arti kebodohan yang sebenarnya tidak ada artinya karna tertutup oleh keindahannya. Layaknya manusia, yang suka menutupi sifat aslinya dan menampilkan keindahannya saja"
"Maksudnya?" Baekhyun mulai tertarik dengan pembicaraan Chanyeol
"Ah tidak, hahaha lupakan saja" Chanyeol pun kembali tertawa layaknya orang idiot
"Huh aneh sekali"
Mereka pun berjalan meninggalkan halaman belakang sekolah mereka. Ada perasaan aneh yang di rasakan mereka berdua jika sedang bersama. Baekhyun berjalan dalam diam, begitu juga dengan Chanyeol. Biarkan mereka memikirkannya sendiri.
.
.
.
Akhir pekan ini, sesuai dengan ajakan Kris kemarin Baekhyun keluar bersamanya. Dan disinilah mereka sekarang. Taman bermain pusat kota. Terletak jauh memang, tapi karna Baekhyun yang merengek kepada Kris dengan alasan dia ingin bermain bianglala, akhirnya Kris pun menyetujuinya.
Kris tidak habis pikir dengan sikap hyper Baekhyun. Seberapa banyak dia berjalan dan menaiki wahana yang tersedia, tidak sedikitpun terlihat raut kelelahan di wajahnya, malah yang terlihat raut wajah Baekhyun makin bersemangat jika melihat wahana baru yang akan di naikinya. Berbeda dengan Kris, yang sudah sangat lelah berjalan, diajak berputar kesana kemari seperti pengawal pribadinya. Tapi melihat keceriaan di wajah Baekhyun membuat Kris sedikit menghilangkan rasa lelahnya, baginya Baekhyun benar-benar bisa membuatnya nyaman. Mukanya yang teduh dan juga sangat polos.
"Baek, apa kau tidak lelah?" Kris menanyakan Baekhyun yang sedang menaiki komedi putar, sedangkan Kris sudah menyerah dan memilih menunggunya saja
"Eoh? Kenapa Kris?" Baekhyun menjawab dengan berteriak
"Kau tidak lelah Baek?" Kris pun berteriak lebih keras lagi agar Baekhyun mendengarnya
"Tidak, sama sekali tidak. Ini sangat menyenangkan Kris" Baekhyun menjawab sambil tersenyum, terlihat jelas jika Baekhyun sangat menikmatinya.
Setelah selesai menaiki komedi putar, Kris mengajak Baekhyun untuk istirahat dan makan karna sedari tadi mereka hanya berjalan dan bermain, mungkin mereka hanya membeli minuman kaleng saja tadi. Awalnya Baekhyun menolak, dengan alasan dia belum lapar dan ingin melanjutkan petualangannya, tapi Kris memaksanya dan akan pulang jika Baekhyun tidak menurut. Akhirnya Baekhyun pun menurut.
Sungguh perkataan di bibir dan di hati Baekhyun sangat berbeda. Karna setelah makanan mereka tersiap di meja, justru Baekhyun lah yang bersemangat menyantapnya. Melupakan fakta bahwa tadi dia mengatakan jika perutnya tidak lapar.
"Makanlah dengan pelan Baek"
"Heheh ini sangat enak Kris, perutku tidak sabar ingin merasakan semuanya"
"Tapi kau bisa memakannya dengan pelan, kau bisa saja tersedak nantinya. Kita masih punya banyak waktu disini"
"Hum baiklah" Baekhyun menyantap makanannya menggunakan sumpitnya, mengunyahnya dengan pelan. Bibirnya yang mengerucut itu terlihat sangat lucu di mata Kris.
"Baek, sejak kapan kau imut seperti ini?"
"Sejak aku lahir mungkin" jawab Baekhyun seadanya
"Dan juga, sejak kapan kau bertingkah menggemaskan seperti ini?"
"Eoh? Kau ini kenapa Kris? Tentu saja sejak aku lahir aku sudah seperti ini"
"Benarkah?"
"Benar, sekarang lanjutkan makannya supaya kita bisa melanjutkan permainan kita"
"Baiklah.."
.
.
.
.
Terlihat Chanyeol yang sedang mondar-mandir mengantarkan pesanan ke meja pelanggannya. Seperti inilah kegiatannya di akhir pekan. Bekerja di kedai milik keluarga Kyungsoo. Meskipun gajinya tidak seberapa, tapi dia tetap menikmati pekerjaannya di tempat Kyungsoo. Selain bisa mendapatkan makanan gratis, kedua orang tua Kyungsoo juga sangat baik padanya. Bahkan mereka sudah menganggap Chanyeol sebagai keluarga. Makanya Chanyeol merasa nyaman bekerja disana. Sebenarnya, selama ini Chanyeol juga memiliki pekerjaan lain, yakni pengajar secara online. Karena kecerdasannya, dia membuka situs belajar online untuk umum. Siapapun bisa belajar padanya tanpa tau identitas aslinya. Dan dari situ juga dia mendapatkan penghasilan tambahan yang lumayan. Karena pengikut situsnya sudah mencapai angka 6,2M. Menurutnya, membagi ilmunya dengan orang lain juga sangat bermanfaat. Selain membantu orang lain, dia juga bisa menambah wawasannya sekaligus belajar, selain di sekolah. Tentu saja karna di sekolah yang sebenarnya Chanyeol tidak pernah belajar.
"Pelayan" seorang pria yang baru saja datang tersebut memanggil Chanyeol.
Dengan segera Chanyeol datang menghampirinya
"Ne tuan, anda mau pesan apa?"
"Aku mau ini satu, ini dua, dan ini juga" kata pelanggan tersebut
"Ne, mohon di tunggu sebentar"
Di kedai milik keluarga Kyungsoo tidaklah besar, hanya saja setiap akhir pekan selalu saja ramai oleh pengunjung. Meskipun begitu, orangtua Kyungsoo tidak memperkerjakan karyawan di tempat mereka, kecuali Chanyeol tentunya.
"Kau sudah bekerja keras Yeol, ini minumlah" ucap Kyungsoo sambil memberikan segelas minuman kepada Chanyeol.
Karna kedainya sudah mau tutup, Kyungsoo pun mulai membersihkan meja dan kursinya di bantu dengan Chanyeol.
"Kyung, aku pulang duluan. Sampai ketemu besok di sekolah" ucap Chanyeol
"Hm arasseo, hati-hati Yeol"
"Eh Chanyeol-ah tunggu sebentar, ini bawalah untukmu" Eomma Kyungsoo menghampiri Chanyeol sambil memberikan beberapa bungkus makanan untuknya.
"Kamsahamnida Eomonim, aku pamit pulang dulu" Chanyeol mengambil bungkusan pemberian Eomma Kyungsoo dan segera pulang kembali ke apartemen miliknya.
.
.
.
Baekhyun berjalan sambil memakan permen kapasnya. Sedangkan Kris berjalan di sampingnya sambil membawa beberapa boneka yang berhasil dia menangkan dari permainan di taman bermain tadi. Mereka berjalan menuju air mancur yang tak jauh dari pandangan mereka. Disana terlihat beberapa anak kecil yang sedang bermain air dan juga beberapa pasangan yang sedang berkencan. Baekhyun dan Kris duduk di salah satu bangku yang kosong disana.
"Kris, kaki ku pegal" Baekhyun mengeluhkan kakinya yang sedari di pakai untuk berjalan dan berlari kesana kemari
"Bagaimana tidak pegal jika sedari tadi kau hanya berlari kesana kemari"
"Huh, aku kan hanya bersemangat, lagipula pergi ke taman bermain disini tidak setiap hari bisa ku lakukan"
"Baiklah, sekarang berikan kakimu" Kris menyuruh Baekhyun merebahkan kakinya di paha Kris, dia berniat untuk memijitnya.
"Untuk apa? Kau mau memijitnya?"
"Tentu saja, memangnya apalagi? Aku tidak mau?"
"Hehe baiklah, kau sangat baik Kris" Baekhyun tersenyum cerah kemudian membiarkan kakinya berselonjor di atas paha Kris dan membiarkan dia memijat kakinya sambil menghabiskan sisa permen kapasnya.
"Baek, apakah kau pernah berkencan sebelumnya?"
"Hum? Kenapa kau menanyakannya Kris?"
"Tidak, aku hanya penasaran saja"
"Heum, bagaimana ya.. belum pernah sih. Selama ini aku belum pernah memikirnya, bahkan tertarik kepada seseorang.." jawabnya –Yah, kecuali Chanyeol mungkin. Baekhyun pernah bilang dia tertarik pada Chanyeol kan?
"Bagaimana denganku?"
"Heh? Maksudmu?"
"Maukah kau berkencan denganku Baek?" Kris langsung mengatakannya to the point.
"Eh.. ohh itu.. eung.. bagaimana yaa?" Baekhyun sedikit terkejut dan juga bingung harus menjawab apa
Kris yang saat itu masih memijit kakinya, beralih memegang lengan Baekhyun dan menariknya mendekat, otomatis posisinya sekarang menghadap Kris sedangkan Kris memiringkan kepalanya untuk menatap wajah Baekhyun dari dekat.
Baekhyun sedikit kaget dan hampir saja terjatuh jika saja Kris tidak memegang punggungnya. Kris pun mendekatkan wajahnya ke arah Baekhyun. Baekhyun refleks memundurkan wajahnya, bermaksud menghindari tatapan Kris yang mulai mendekatinya.
'Eoh? Apakah dia akan menciumku?' pikir Baekhyun
Merasa Baekhyun memundurkan kepalanya, Kris pun memegang kepala Baekhyun dan menahannya. Dia pun kembali mendekatkan wajahnya semakin dekat dan mulai menutup matanya. Baekhyun hanya berkedip-kedip di depannya.
'KYAAAA! ANDWAEEE' hatinya memberontak
DUARRR! CTARRR CTARRR!
"Eoh! Lihat! Kembang api!" Baekhyun langsung menjauhkan tubuhnya dan berdiri melihat kembang api yang sedang bertebaran di langit.
Kris mendesah kecewa. 'Hampir saja...' pikirnya
Baekhyun sedikit meremas ujung bajunya ketika Kris berdiri di sampingnya, takut-takut jika Kris akan melakukan hal yang aneh-aneh lagi. Kris merangkul pundak Baekhyun. Baekhyun menegang seketika. Mereka menyaksikan kembang api itu dalam diam. Setelah tidak ada lagi kembang api yang bertebaran, Kris pun mengajak Baekhyun pulang.
"Kajja kita pulang, sebelum Jongin mengomeliku"
"Eum"
Akhirnya mereka pun pulang. Kris mengantar Baekhyun ke rumah Jongin dengan selamat. Setelah mengantarkan Baekhyun dan juga mendapat introgasi dari Jongin tentunya, Kris kembali ke rumahnya.
Setelah seharian menghabiskan waktu bersama Baekhyun, Kris merasa benar-benar menyukainya. Bahkan lebih dari sekedar suka, mungkin Kris mencintainya. Tapi apakah secepat itu?
'Byun Baekhyun, aku pasti akan mendapatkanmu. Kau hanya akan menjadi milikku'
.
.
.
.
.
Ada yang sedikit berbeda dengan tampilan seorang Park Chanyeol hari ini. Apakah dia mengubah gaya rambutnya? Oh tentu saja tidak, rambutnya masih tetap saja keriting. Kacamata itu juga masih menghiasi mata bulatnya. Lalu apakah yang membuatnya berbeda hari ini? Bukan perubahan yang besar, hanya sedikit..sedikit sekali perubahannya. Biasanya Chanyeol yang selalu menggunakan sepatu layaknya Michael Jackson mulai menggunakan sepatu yang sedikit normal layaknya yang di pakai oleh anak-anak di sekolahnya. Kenapa begitu? Alasannya adalah karena sepatunya yang mulai kekecilan karena ukuran kakinya yang bertambah lebar begitu juga tingginya. Dia mencari model sepatu seperti sepatu lamanya tapi tampaknya dia tidak menemukannya, akhirnya dia pun membeli sepatu yang umum saja. Meskipun begitu, tidak mungkin akan ada yang menyadarinya kan? Terlebih lagi sepatunya. Yang benar saja, siapa yang akan memperhatikan sepatumu di sekolah? Terlebih lagi mereka di pakai di kaki. Jadi, Chanyeol membiarkannya saja.
"Pagi Dobi!" sapa Baekhyun ketika mereka berpapasan di pintu gerbang.
"Eoh pagi Byun! Bagaimana akhir pekanmu kemarin? Apakah menyenangkan?"
"Eum sangat sangat menyenangkan! Kemarin aku pergi ke taman bermain di pusat kota bersama Kris"
'Oh tentu saja, Kris kan waktu itu mengajak Baekhyun pergi. Apakah mereka hanya berdua?' pikir Chanyeol
"Benarkah? Wah pasti sangat menyenangkan haha" Chanyeol pun ikut bersemangat mendengarkan cerita Baekhyun
"Iya, kita menaiki semua wahana dan bermain banyak permainan disana haha. Kris juga memenangkan banyak hadiah untukku. Lain kali kau harus pergi kesana juga. Pasti akan sangat menyenangkan jika kita pergi bersama-sama"
"Kedengarannya menyenangkan sekali Byun, aku jadi penasaran ingin bermain juga disana hahaha"
"Hum, dan juga malamnya kita..." Baekhyun tiba-tiba terhenti dan kembali memikirkan kejadian semalam bersama Kris.
"Dan juga malamnya...?" Chanyeol bertanya memastikan
"Malamnya kita melihat kembang api di dekat air mancur. Sangat indah sekali" Baekhyun kembali membayangkan indahnya kembang api yang dilihatnya semalam, berusaha menghapus kejadian dimana Kris yang mungkin hendak menciumnya. Baekhyun tiba-tiba menggelengkan kepalanya pelan untuk mengusir pikirannya tentang Kris.
Chanyeol yang melihat Baekhyun menggelengkan kepalanya, merasa ada yang aneh dengannya. 'Oh apakah terjadi sesuatu padanya bersama Kris semalam?' pikirnya
"Kau baik-baik saja Byun?"
"Eh iya aku baik-baik saja hehehe. Lain kali mari kita pergi melihatnya bersama-sama!"
"Tentu" Chanyeol tersenyum menanggapi ajakan Baekhyun tersebut.
Entah perasaan Baekhyun saja atau memang pikirannya sedang eror pagi itu. Dia melihat senyuman Chanyeol berbeda seperti yang biasanya dia lihat, senyum idiot Chanyeol berubah menjadi sedikit lebih menawan mungkin? Baekhyun kembali menggelengkan kepalanya pelan dan melanjutkan langkahnya menuju kelasnya bersama Chanyeol.
.
.
.
Bel istirahat telah berbunyi. Semua siswa pun berhamburan menuju keluar kelas. Sedangkan Baekhyun berjalan menghampiri bangku Chanyeol. Berniat mengajaknya menuju halaman belakang sekolah –lagi. Entahlah, setelah pergi bersama Chanyeol kesana kemarin, Baekhyun merasa tertarik pergi kesana lagi. Siapa tau dia akan menemukan tumbuhan baru yang belum pernah di temuinya. Ternyata dia telah memikirnya dari kemarin, bahkan Baekhyun telah menyiapkan beberapa roti untuk mereka makan disana. Karena mereka tidak akan ke kantin bukan?
"Dobi, kajja kita mencari tumbuhan baru!"
"Eoh? Kemana?"
"Ke halaman belakang sekolah, aku ingin mencari tumbuhan baru disana, ayolah.."
"Baiklah kajja!" Chanyeol yang memang menyukai hal-hal seperti itu langsung saja mengiyakan ajakan Baekhyun, tak lupa dia bilang kepada Kyungsoo untuk pergi bersama Baekhyun "Kyung, aku pergi dulu, kau pergilah ke kantin"
"Hm arasseo"
Kyungsoo mengerti niat Chanyeol mendekati Baekhyun adalah untuk mncari tahu keberadaan Eommanya, jadi dia membiarkannya saja dan pergi ke kantin seorang diri.
Sesampainya di kantin, Kyungsoo duduk di bangku pojokan sendirian. Tumben sekali sepi, pikirnya. Tiba-tiba saja Jongin duduk di depannya sambil meletakkan makanan dan minuman pesanannya.
"Tumben kau sendiri, dimana sahabatmu itu?" tanya Jongin memulai percakapan
"Dia sedang bermain dengan sepupumu itu" jawab Kyungsoo seadanya, sambil terus memakan makanannya
"Wah tidak kusangka Baekhyun sangat akrab dengan sahabatmu yang sedikit tidak normal itu-"
Kyungsoo langsung menatap Jongin tajam, tidak terima jika Chanyeol di katakan tidak nrmal, meskipun hanya sedikit.
"Ups maaf, aku tidak bermaksud hehe" Jongin mengoreksi ucapannya yang sepertinya agak sedikit menyinggung perasaan Kyungsoo
"Terserahmu saja"
"Apakah kau cemburu?" tanya Jongin tiba-tiba
"Uhuk.. uhuk" sontak saja Kyungsoo tersedak akibat pertanyaan Jongin barusan. Jongin langsung menyodorkan minumannya dan Kyungsoo meminumnya
"Makanya jika makan pelan-pelan, waktu istirahatnya masih lama jadi santai saja"
"Apa katamu?"
"Makanlah dengan pelan, kau tidak mengerti ucapanku barusan?"
"Tidak, bodoh. Tentu saja aku mengerti, jika tidak aku tidak akan membalas ucapanmu dari tadi. Maksudku, apa maksudmu menanyakan apakah aku cemburu? Hah yang benar saja"
"Ah itu, maksudku kau kan selalu bersama-sama dengan Park Dobi itu, semenjak ada sepupuku kau malah jarang terlihat bersamanya, jadi aku menanyakannya, apakah kau cemburu melihat kedekatan mereka"
"Kau memperhatikanku?"
"Uhuk.. uhuk" sekarang gantian Jongin yang tersedak, tapi Kyungsoo membiarkannya tanpa memberikannya minuman. Setelah Jongin meminum minumannya sendiri, dia pun melanjutkan ucapannya "Ehem, kenapa aku harus memperhatikanmu?"
"Kalau begitu yasudah, tidak perlu kujawab kan pertanyaanmu itu. Itu bukan urusanmu"
"Baiklah aku mengalah"
'Dingin sekali orang ini' pikir Jongin.
.
.
.
"Dobi lihat, aku menemukan satu lagi" Baekhyun tersenyum senang ketika menemukan tanaman yang di carinya, Maidenhair Fern. Memang bentuknya hampir sama dengan tumbuhan biasa, dan juga warnanya hijau hampir sama dengan rumput, jadi kau harus ekstra teliti untuk menemukannya.
Chanyeol yang awalnya ingin mengerjai Baekhyun untuk mencari Maidenhair Fern sebanyak-banyaknya dan berpikir bahwa Baekhyun akan kesulitan mencarinya ternyata salah. Baekhyun sangat bersemangat dan menemukan lebih banyak dari perkiraannya.
"Byun, ternyata kau cukup teliti juga mencarinya, baiklah aku mengaku kalah"
"Itulah keahlianku, aku cukup teliti ketika mengerjakan sesuatu hal apapun itu heheh"
"Iya aku mengerti, tapi apakah kau tau arti dari tumbuhan Maidenhair Fern?" Chanyeol mulai meledek Baekhyun, dia tahu Baekhyun kurang mengerti tentang tumbuhan, tanaman, bunga sekalipun, mungkin dia hanya tau yang umu-umum saja, pikirnya.
"Huh kau sombong sekali, mentang-mentang kau pintar dalam hal seperti ini, kau mau meledekku eoh?"
"Eh tidak tidak, aku hanya bertanya Byun"
"Huh bohong! Aku tau kau pasti akan meledekku kan? Jujur saja. Memang benar aku tidak tau artinya, tapi aku akan menanyakannya pada PCY nanti, jadi kau tidak perlu menjawabnya untukku"
DEGG!
'PCY? Itu kan...aku' batin Chanyeol
"PCY siapa Byun?" tanya Chanyeol pura-pura menanyakannya, padahal dia sudah jelas tau siapa PCY itu.
"Dia adalah guru favoritku hehe. Bukan guru asli sih, lebih tepatnya PCY itu adalah pemilik situs belajar online yang sangat populer beberapa tahun ini. Dia akan menjawab semua pertanyaan yang kau ajukan meskipun pertanyaannya aneh-aneh. Aku yakin dia pasti orang yang sangat pintar di kehidupan nyata" Baekhyun mulai membayangkan seperti apa wujud asli dari sosok PCY. Tidak tahukah kau Byun Baekhyun? Orang yang kau bicarakan ada di depanmu. "Hahh, aku sangat ingin bertemu dengannya dan menanyakan banyak hal kepadanya secara langsung. Kau cobalah belajar padanya, aku yakin kau pasti akan ketularan kepintarannya"
"Benarkah? Aku yakin PCY itu hanya mengada-ada tentang kepintarannya. Siapa yang tahu jika dia sebenarnya orang yang sangat bodoh?"
"Mwo? Tidak mungkin. Pengikutnya saja banyak begitu. Kau cobalah bertanya langsung kepadanya. Aku akan menunjukkan situsnya"
"Tidak perlu Byun, aku tidak percaya pada yang seperti itu"
"Baiklah terserah kau saja, yang pasti aku akan tetap menjadi pengikut setianya hihihi"
Chanyeol tersenyum mendengarnya. Sepertinya nanti dia akan segera mengecek daftar followersnya dan menambahkan Baekhyun kedalam list followers favoritenya.
"Dobi, kau kan banyak tau tentang tumbuhan dan tanaman seperti ini, kenapa tidak mendaftar dalam kompetisi SAINS sekolah saja? Siapa tau kau menjadi juara dan membuktikan pada orang-orang yang selalu mengataimu itu bahwa kau sebenarnya pintar"
"Tidak Byun, aku tidak sepintar itu"
"Kenapa? Kau pasti bisa, aku yakin itu" Baekhyun benar-benar semangat mengatakannya
"Kenapa kau bersemangat sekali?"
"Karena aku ingin melihatmu di pandang sebagai orang normal seperti yang lainnya"
"Apakah aku terlihat tidak normal di matamu?" tanya Chanyeol sambil menatap mata Baekhyun
Baekhyun yang di tatap seperti itu merasa ada yang berbeda. Berbeda dengan tatapan mata yang di lakukan oleh Kris semalam. Entahlah apa itu. Padahal Kris dan Chanyeol sama-sama menatapnya. Hanya saja, Chanyeol menatapnya tidak terlalu dekat seperti yang di lakukan Kris semalam. Tapi tetap saja, tatapan Chanyeol terasa lebih menusuk ke dalam hatinya.
"Eung, tidak. Menurutku kau terlihat normal" Baekhyun mengucapkannya dengan lancar meskipun dalam hatinya berdebar-debar dan sedikit gugup.
"Baguslah, itu cukup untukku"
"Eh maksudnya?"
"Tidak ada maksud apapun Byun, kajja kita kembali ke kelas, sebentar lagi kelas akan di mulai"
Chanyeol pun berjalan di depan di ikuti Baekhyun di belakangnya yang masih memikirkan jawaban Chanyeol tadi.
'Apa maksudnya? Cukup untuknya? Cukup apanya?' begitulah pikirnya
Memikirkannya membuat Baekhyun jauh tertinggal di belakang. Akhirnya dia mengejar Chanyeol untuk berjalan berdampingan dengannya.
"Dobi tunggu aku!"
Sepanjang perjalanan menuju kelasnya Baekhyun terus saja berceloteh. Memang dasar anaknya yang cerewet. Dan itu malah mebuat keduanya tertawa bersama-sama. Tidak mempedulikan pandangan aneh dari siswa yang lainnya.
Sedangakan di seberang sana, terdapat seseorang yang sedang memperhatikan Chanyeol dan Baekhyun yang sedang tertawa bersama. Dia merasa kesal melihat kedekatan keduanya. Terlebih lagi, mereka tertawa bersama.
'Sial, kenapa si idiot itu terus saja menempel pada Baekhyun-ku?' pikirnya 'Lihat saja nanti. Akan ku buat perhitungan dengannya'
Dia pun berjalan pergi dan menuju kelasnya. Berada disana terlalu lama justru akan membakar hatinya.
.
.
.
Setelah membereskan peralatan sekolahnya Chanyeol buru-buru meninggalkan ruangan. Dia lupa jika beberapa hari yang lalu meninggalkan beberapa buku di lokernya. Dia berniat mengambilnya dan mengembalikannya ke perpustakaan sebelum ruangan itu benar-benar di tutup.
Setelah selesai mengembalikan bukunya, Chanyeol berjalan sendiri di lorong sekolah yang sudah mulai sepi. Biasanya, hanya akan ada tim basket yang masih tertinggal di sekolah karena mereka memang latihan setelah semua pelajaran selesai.
Chanyeol berniat menuju lapangan basket, siapa tau dia akan bertemu Baekhyun karena terakhir kali dia melihat Baekhyun yang sedang menunggu Jongin, sepupunya.
Belum sempat menuju lapangan basket, dia berpapasan dengan Kris. Chanyeol berusaha menampilkan ekspresi yang wajar dan tersenyum layaknya orang idiot seperti biasa. Padahal sebenarnya dia sangat ingin menatap tajam kearah Kris. Chanyeol yang sangat peka itu, dia tahu jika Kris bukanlah orang yang baik untuk Baekhyun.
Kris yang ditatap dengan senyum bodohnya hanya memutar matanya malas.
"Heh beruntung sekali kita bertemu disini, ada yang ingin ku bicarakan padamu, cepat ikuti aku" tanpa menunggu jawaban Chanyeol pun Kris langsung saja mencengkram lengan Chanyeol dan menariknya ke tempat yang lebih sepi agar tidak di curigai banyak orang.
"Kenapa Kris?" Chanyeol bertanya dengan bodohnya.
"Dengar, selagi aku tidak bermain kasar padamu, lebih baik kau menjauhlah dari Baekhyun"
"Memangnya kenapa?"
"Dasar idiot! Kau tidak tau jika Baekhyun itu tidak pantas berteman dengan orang bodoh sepertimu hah?" Kris mulai meninggikan sedikit nada bicaranya
"Tapi Byun tidak keberatan berteman denganku" Suara Chanyeol sedikit merendah dan kepalanya menunduk
Kris mulai mencengkram rahang Chanyeol dengan keras dan mengangkat wajahnya agar menatapnya.
"Apa kau tidak sadar hah? Baekhyun itu terlalu baik. Kau yang seharusnya sadar diri dan menjauhinya. Kau mengerti?"
"Tapi..."
"TAPI APA HAH?" Kris mulai emosi dan melepaskan cengkramannya, dia mulai menarik kerah baju Chanyeol. "Sekali lagi aku melihatmu mendekati Baekhyun-ku, aku tidak akan segan-segan untuk menghajarmu, apa kau mengerti hah?"
Chanyeol hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Kris, dia malah menatap mata Kris, meskipun tidak menatapnya tajam.
"YAK IDIOT! KAU MENGERTI TIDAK?" Kris mendorong kepala Chanyeol menggunakan telunjuknya "MENGERTI TIDAK? EOH?"
Chanyeol masih tetap saja diam. Kris menghela nafasnya berat. Dia mulai melepaskan cengkraman tangannya di kerah baju Chanyeol.
"Hahh percuma saja bicara padamu. Membuang waktuku saja" Kris meninggalkan Chanyeol yang masih terdiam disana. Baru beberapa langkah Kris berjalan, dia menambahkan lagi "Ingat! Jangan berani mencoba untuk mendekati Baekhyun atau aku akan mebuat perhitungan denganmu" kali ini perkataan Kris terdengar lebih menusuk dan dingin, sebelum akhirnya Kris benar-benar pergi dari sana. Meninggalkan Chanyeol seorang diri.
Chanyeol masih terdiam disana. Tangannya mengepal menahan amarahnya. Hampir saja dia akan meninju tembok di depannya jika saja dia tidak bisa mengontrol emosinya.
"ARGGGHH SIAL" Chanyeol hanya menggeram setelahnya.
.
.
.
.
.
Setelah membersihkan seluruh badannya. Chanyeol berjalan menuju mejanya. Dia mulai membuka laptopnya dan memeriksa webitenya. Mencoba mencari tahu username Baekhyun. Kira-kira apakah usernamenya. Chanyeol menebak-nebak. Di mulai dari mengetikkan nama asli Baekhyun, tapi tidak di temukannya. Mungkin sesuatu yang manis? Lucu? Dia mencoba semuanya. Sangat susah memang mencari satu orang dari milyaran pengikutnya. Bayangkan saja kalian mencari satu jarum di tumpukan jerami. Tapi Chanyeol tidak akan menyerah begitu saja. Dia mulai membuka notifikasinya dan ternyata ada beberapa pertanyaan baru disana. Langsung saja dia membacanya satu-persatu pertanyaannya sebelum akhirnya menjawabnya.
Diantara pertanyaan-pertanyaan baru yang muncul di notifikasinya, dia menemukannya. Yah, dia menemukan Byun Baekhyun, dengan pertanyaan mengenai tumbuhan yang dicarinya tadi. Usernamenya adalah CottonCandyByunB. Sangat manis, pikir Chanyeol.
Chanyeol pun membaca kata demi kata pertanyaan Baekhyun tersebut.
'Annyeong PCY! Aku ByunB pengikut setiamu heheh.. kali ini aku ingin bertanya tentang tumbuhan ini, namanya Maidenhair Fern. Apakah kau mengetahui artinya? Pasti kau tau kan? Kkkkk.
Baekhyun juga menyertakan gambar tumbuhannya. Chanyeol tersenyum membaca kata demi kata pertanyaan dari Baekhyun.
Temanku yang memberitahukannya padaku tadi, dia sangat pintar menganalis tumbuhan. Sepertinya dia banyak tahu tentang tumbuhan liar yang sangat langka dan jarang di ketahui banyak orang. Dia sangat pintar bukan? Hehehe meskipun aku tau kau bahkan lebih pintar darinya.
Chanyeol sedikit terkejut mengetahui fakta bahwa Baekhyun baru saja menyebut dirinya pintar.
Aku bahkan sudah menyarankannya padanya untuk belajar padamu juga, tapi dia menolaknya. Dia memang sangat keras kepala. Dasar bodoh.
Baru saja Baekhyun menyebutnya pintar dan sekarang mengatainya bodoh lagi. Chanyeol tersenyum sekilas. Dasar anak labil, pikirnya.
Jika kau sempat tolong jawab secepatnya yah hihihi. Aku akan menunggu balasannya. Pyoongg! ^^
From : CottonCandyByunB
Chanyeol tertawa diakhir pertanyaan Baekhyun. Ternyata di dunia maya pun Baekhyun tetap saja cerewet, pikirnya. Segera saja Chanyeol menjawab pertanyaan Baekhyun itu.
To : CottonCandyByunB
Annyeong ByunB! Aku senang kau telah menjadi pengikut setiaku selama ini.
Baiklah aku akan menjawab pertanyaanmu. Maidenhair Fern adalah tumbuhan yang sering tumbuh di tempat yang lembab dengan intensitas matahari rendah atau di bawah naungan. Apakah kau menemukannya di tempat yang rindang seperti di bawah pohon misalnya? Fern sendiri memiliki arti ketulusan, daya tarik, percaya diri maupun perlindungan. Sedangkan Maidenhair Fern memiliki arti rahasia ikatan cinta. Apakah kau dan temanmu itu memiliki rahasia ikatan cinta? Kkkkk.
Jika temanmu memang pintar dalam menganalisis tumbuhan, kenapa tidak kau suruh saja dia berkebun dan membuat tamannya sendiri? Pasti akan sangat menyenangkan bukan? Kau juga bisa belajar darinya setiap hari.
Kenapa temanmu menolak belajar padaku? Apakah dia sudah sangat pintar? Jika memang iya, aku merasa mempunyai saingan sekarang hahaha.
Nah, aku sudah menjawab pertanyaanmu kan ByunB? Apakah kau puas dengan jawabanku? Jika ada lagi yang ingin kau tanyakan padaku, silahkan saja bertanya kapanpun kau mau.
Terimakasih sudah bertanya! Aku akan menunggu pertanyaanmu selanjutnya!
PCY -
Chanyeol tersenyum sendiri membaca jawabannya terhadap Baekhyun. Bagaimana bisa dia membalasnya seperti itu? Konyol memang.
Setelah membalasnya, Chanyeol segera memasukkan Baekhyun kedalam list followers favoritenya. Dia membuat list sendiri yang hanya ada Baekhyun di dalamnya. Dengan sengaja dia juga mengikuti Baekhyun di akunnya. (Anggap saja ini seperti akun , kalian tidak akan mengetahui siapa-siapa saja pengikut kalian, tapi kalian bisa melihat jumlah pengikut kalian)
Chanyeol mulai melihat akun Baekhyun. Disana banyak sekali postingan Baekhyun yang hampir sebagian besar berisi fotonya. Tanpa sadar, Chanyeol menyimpan beberapa foto Baekhyun ke dalam laptopnya.
"Apakah aku mulai tertarik padanya...?" Chanyeol berbicara kepada dirinya sendiri.
"Baiklah ByunB, bersiap-siaplah untuk..."
.
.
.
.
TBC
.
.
.
Author's Note:
Annyeong!
Gimana? Gimana? Apakah chapter ini cukup untuk Chanbaek momentnya? Apakah masih kurang? Tenang... author masih menyimpan moment moment yang lain kekeke. Awalnya mau buat full Chanbaek moment, tapi ternyata malah muncul ide lain heheh. Maafkan yahh.
Sekedar info aja nih, kayaknya FF ini bakalan panjang banget ceritanya, karna author masih memikirkan akhirnya nanti seperti apa. Author pengen bikin Chanbaek bener-bener ngefeel banget disini. Genre pun mulai berubah sepertinya, awalnya pengen bikin Comedy karna permintaan temen tapi gagal haha. Tapi yasudahlah, biarkan ceritanya mengalir apa adanya.
Oh ya, bocoran lagi nih.. disini Chanbaek gak incest kok, jadi endingnya mereka pasti bareng meskipun bakal ada beberapa konflik nantinya. So, buat yang penasaran sama kelanjutannya, tetep stay aja yahh..
Thankchuuuu :*
