Ciao!

Maaf kalau update kelamaan, saya harus mempersiapkan diri untuk masuk ke SMA favorit di Jakarta pusat atau timur. Aaaarrrggghhh! Saya gak percaya si om Hide ngebuat Netherlands jadi kayak gitu! Aneh banget! (jika ingin tahu silahkan lihat episode ke 94 hetalia axis powers, dimana si belgia ehem yang ngeselin½ mati itu ehem mengunjungi ehem kakak ehem spain dan my lovely romano#dihajarkarenakebanyakanbatuk)

Disclaimer : Sampai si Francis tobat 100% ataupun dajjal persis banget sama Ivan -?- ataupun Lovino jadi pacar author#lah? ataupun Antonio jadi berantem ama bantengnya *oke ini makin gak nyambung*, Hetalia tetetp punya om Hidekaz.

Warning : Mungkin ada typo atau miss typo karena saya males ngeceknya #dihajar. Dan jangan lupa, disini selalu ada OOC dan OC.

Sebelum ke kelompok II lebih baik kita amati lagi kelompok I yang berusaha mendapatkan bendera di lantai 5 itu. Kini mereka berlima sudah ada di depan mading besar dan mereka bersusah payah mendapatkan bendera itu.

"Berhasil, ve!" kata Feliciano yang dapat mengambilnya.

"Jadi kita kembali ke tempat semula?" tanya Alfred yang sudah sadar.

"Iya. Jadi apa lagi yang kita tunggu. Ayo kita kembali." kata Arthur.

Saat mereka berbalik, ternyata masih ada satu rintangan yang harus mereka lalui. Berdirilah tiga sosok manusia yaitu Gilbert yang penuh darah, Lovino yang juga terlihat sangat mengerikan serta Silvana yang masih terpenuhi darah seperti Gilbert. Dengan sigap, Gilbert menahan Ludwig dari belakang dan tidak di sadari oleh semua lalu menghilang. Kemudian Lovino menangkap Feliciano dan menghilang. Kini tinggal satu orang lagi yang harus di ambil, dan ternyata Arthurlah yang tertangkap. Alfred dan Ivan hanya bisa merinding disko kemudian Ivan menggendong Alfred (bridal style) lari dari lokasi itu. Sementara setelah mereka berdua sudah agak jauh…

"Bruder! Lepasin! Kan mereka udah ngacir!" protes Ludwig.

"Gak mau! Udah lama aku gak meluk west kayak gini. Ahhh, jadi kangen deh pas ngerawat kamu masih kecil dan imut-imutnya itu~" kata Gilbert dan malah mendapatkan sebuah pasta melesat ke kepalanya.

"Ve! Doitsu selingkuh!" kata Feliciano sambil menangis.

"Bu-bukan gitu Feli." jelas Ludwig.

"Jangan dekati adikku, potato bastard!" bentak Lovino sambil menenangkan adiknya.

Mari kita kembali ke Ivan dan Alfred yang kini udah sampe di tempal awal.

"Mmmm, I-ivan." panggil Alfred yang masih di gendong.

"Ada apa, da?" tanya Ivan.

"Gu-gue…"

"Lo kenapa, da? Lo suka ama gue? Maaf ya gue sudah sama Yao Yao."

"Geer lo!"

"Iya, iya maaf deh. Emang tadi kamu mau bilang apa?"

"Gu-gue… gak sengaja…"

"Gak sengaja apa, da?"

"Gue gak sengaja ngompol pas lo gendong gue."

Ivan langsung menjatuhkan Alfred dengan tak elitnya kemudian cepat-cepat membuka mantelnya. Kini Ivan terpaksa mengenakan kemeja putih berlengan pendeknya dan celana coklat yang ia pakai. Untunglah syal putih miliknya selamat dari air seni Alfred yang bocor tadi.

"Alfred kok lo jorok banget sih, da?" protes Ivan sambil nyuci bajunya#lah.

"Hehehe, sorry. Abis tuh setan nyeremin banget, dah gitu gue lagi kebelet plus udaranya juga dingin di sini, nyong." kata Alfred dengan santainya.

"Nyang nyong nyang nyong aja lu, emangnya gue monyong." balas Ivan yang masih meratapi nasibnya.

"Minta maaf dong." kata Ivan lagi.

"Gak mau! Masa Hero seperti gue minta maaf ama lu!" protes Alfred.

"Ya udah nanti mereka bakal tau." ancam Ivan.

"Eh? Ja-jangan! Please jangan ya!" pinta Alfred.

"Ya udah deh gak gue kasih tau." kata Ivan yang masa bodo.

"Okelah kalo begitu." kata Alfred.

Tak lama semuapun kembali termasuk para hantu-hantunya.

"Hola~~" (Antonio)

"Ciao~~" (Feliciano)

"Hallo!" (Gilbert)

Mereka semua terlihat seperti biasa dan tak terlalu menyeramkan walau masih ada beberapa bercak darah di pakaian mereka.

"Huuuaaa!"

Ivan dan Alfred teriak. Saking kagetnya Alfred sampai-sampai melompat ke pelukan Ivan dan tak sengaja mencium pipi si kolkhoz itu *Yes ada rusame numpang lewat! #authorfoto-foto.

"Al-Alfred..." kata Arthur yang syok.

"Huuaaa! Iggy! Ini gak sengaja kok! Sumpah deh!" kata Alfred berusaha meyakinkan Arthur.

"Lah, Ivan. Baju lu kenapa? Gak awesome banget sih pake di jemur segala kayak gitu." kata Gilbert.

"Oh ini karena kena- hmmmpppff" sebelum Ivan menyelesaikan kata-katanya, Alfred langsung ngebekep mulutnya Ivan.

"Enggak kok. Tadi dia ketumpahan air aja. Gak ada apa-apa kok, Hehehe." jelas Alfred dan tentu saja bohong.

'Dasar tukang boong kelas sempak lu! Seenak jidat lu aja maen ngebekep mulut gue!' batin Ivan.

Semua hanya mengangguk antusias dan tak ingin tahu apa yang terjadi. Arthur hanya terdiam melihat kejadian itu dan tak ingin membahasnya lagi.

~.~.~

Mari kita mulai sekarang tentang kelompok II, di sana sudah ada Gilbert, Matthew, Vash, Roderich, Sadiq, Gupta, dan Heracles. Yup mereka sudah menunggu di sana, dan kemudian datanglah Elizaveta yang akan memberi tahu petunjuk pertama.

"Yo! Ini baca. Itu adalah petunjuk kalian yang pertama, sisanya cari lagi ya~ Bye~~~" kata Elizaveta singkat.

Vash membaca kertas itu dan terlihat wajahnya merah karena…

"APA-APAAN INI?" teriaknya sambil mencak-mencak gak jelas. (semua senjatanya di sita demi keamanan)

"THE HELL? DEMI APAPUN KOK TANTANGANNYA KAYAK GINI?" teriak Heracles dan Sadiq hampir bersamaan.

Sini Heracles gak usah marah-marah, author peluk aja ya~#dihajarreaders.

Disana tertulis

'Kalian harus pergi ke lab. bahasa lantai 4, nanti kalian pasti akan menemukan suatu petunjuk disana. Sebelum masuk, kalian harus mengetuk pintu sekali lalu di dekat papan tulis kalian semua harus meniru gaya cheerleaders seperti di amerika.'

'Gue bunuh si Alfred sialan itu!' Kira-kira itulah isi pikiran para nation yang ada di kelompok II.

Mereka semua pergi menuju ruangan itu. Tanpa mereka ketahui, terlihatlah sosok seseporang di dekat jendela lab. bahasa. Sosok itu tersenyum senang melihat mereka menuju tempatnya. Padahal keempat fujoshi kita belum hadir sama sekali, ruangan itu masih kosong dan belum ada seorangpun.

TBC

Ehem, maaf kalo pendek banget atau ngegantung banget, saya sedang meratapi nasib di sini karena sudah mau ujian. Kalau boleh, saya minta saran kalian ya. Kira-kira ruangan di sekolah kalian yang paling mengerikan itu dimana ya? Kalau bisa jangan sama seperti chapter sebelum-sebelumnya ya~

Voodka : Ampun mak! #dihajar. Gue dah usahain tuh RusAme jadi tabah saja #apahubungannya? Coy, RusAme dah ada kan walau ada unsur humornya dan tentu saja bayangkan Alfred di gendong Ivan ala bridal style getoh *bayangin#nosebleed dan juga pas Alfie gak sengaja . Eh kalo seruangan UN gue minta ajarin lo ya kayak UUB waktu itu.

Tatiana Kyznestov : Kakakkan maunya si Alfie yang nabrak tiang, sabar ya si Alfie ngompol di sini *sebenernya saya ngakak#plak. Mungkin di entah chapter keberapa, Francis yang nabrak. Tapi bukan nabrak tiang, aku akan buat dia nabrak setan ampe pingsan ato gak ampe koma selama 5000 abad! #. Btw, kayaknya kamu ngutang banyak ama aku *ngitung utang.

America 50states Hero : Spiacente (maaf)! USUKnya hilang karena kamu kalah voting #sujudmintamaaf. Yang mau RusAme ada dua tapi cuma kamu yang mau ada USUK. Maafkan saya #nangiskejer#sujudsujudmintamaaf.

Just-Silence97 : Garize~ Emangnya dewi persik itu goyangnya gimana? Sumpah saya gak tau sama sekali#ditabok. Gilbertnya emang keren sampe-sampe di godain ama mbak kunti, Hehehehe. Grazie per recensione ^^

Chiarii : Chapter depan ada lanjutan chapter ini dan tentunya di sambung dengan kelompoknya AusiexIndo jadi siapkan kamera 100 giga dan tissu lima roll *banyak amat. Iya, si Alfie emang takut setan sampe-sampe ngompol ngeliat setan boongan, kalo beneran gimana ya#dilemparburger.