THE STORY ABOUT YIXING LIFE
Author -Takii_yuuki-
Genre [ angst, drama, hurt/comfort, yaoi,family, friendship, romance]
Main cast :
Zhang Yixing/Lay,
Wu Yifan/Kris
Xi Luhan
Oh Sehun
Kim Junmyeon
and Other Character...
Rating : M
Length : Chaptered
Dislaimer : mereka milik orang tua mereka dan SMent, saya hanya pinjam nama.
Pin bb saya, siapa tau ingin berteman dengan saya : 5189737F
Warning : cerita ini mengandung unsur boys x boys,M-PREG! DON'T LIKE DON'T READ, Shonen-Ai, BL, Typo(s), typo bertebaran, ooc, author masih amatiran. Mohon maaf. #deepbow kalau tidak suka silahkan di[x] ya, jangan bash author ya, saling menghargai. author menulis juga gak mudah. terima kasih pengertiannya.
Terinspirasi drama ICE ADONIS, dengan sedikit perubahan alur cerita, cerita ini menjadi versi Yixing.
#Kemarin saya menulis Yoora itu namja tapi seteah dipikir2 dia lebih cocok jadi Yeoja. maaf kan saya.
Happy reading...
CHAPTER 3
.
.
Yixing mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.
Tut-tut-tut! Pip! "Yeoboseyo, Jay, ini aku Yixing, apa kau ada waktu? Aku ingin bicara denganmu, ini mengenai design dan konsep panggungmu besok."
"Oh Yixing, Nde, aku sedang tidak sibuk, aku di studio baru saja menyelesaikan rekaman. Ada yang bisa aku bantu Xing?"
"Apa ada laptop yang tersambung webcam? Lebih baik kita bicara lewat webcam karena aku ingin menunjukkan design awalnya padamu."
"Laptop? Ada. Baiklah tunggu sebentar aku akan mengambil laptopku dulu."
"Ya, aku tunggu. Kalau begitu aku matikan teleponku kita bicara lewat webcam saja."
"Ok." Pip! Yixing menutup teleponnya. Tak lama kemudian mereka saling tersambung lewat webcam.
.
"Design awalku begini apa kau suka?" Tanya Yixing menunjukkan designnya pada Jay, Jay manggut-manggut.
"Bagus Xing. Aku suka."
"Tapi aku kurang sesuatu dan sepertinya hanya kau yang bisa membantuku."
"Kau minta bantuan apa? Katakan padaku."
"Aku butuh videomu di beberapa konser, aku akan mengedit beberapa untuk aku jadikan VCR saat kau konser nanti, kalau aku cari di youtube semua sudah editan. Tapi kau tidak usah khawatir aku akan kembalikan kalau sudah selesai. Aku tidak akan menjualnya ke pihak luar."
"Ah itu, baiklah. Kau mau minta video itu dikirim sekarang atau kau kemari mengambilnya?"
"Aku akan ke studio untuk mengambilnya, boleh kan?"
"Tentu saja, aku tunggu di studio."
"Terima kasih Jay." Dan mereka melanjutkan perbincangan mereka.
.
.
Jam makan siang, Yixing pergi ke studio TRAX untuk mengambil DVD yang dibutuhkan Yixing, pulangnya ia diantar oleh Jay. Saat Yixing keluar dari mobil Jay, tak sengaja Yifan melihatnya. Yifan mengamati mereka dengan seksama apalagi saat Jay dengan manly-nya membukakan pintu untuk Yixing. entah kenapa dadanya berdesir, ia merasa jengkel saat melihat mereka. Yifan pun segera meninggalkan tempat itu.
.
.
"Yixing…" panggil Tao.
"Ya.." balas Yixing.
"Tolong mintakan tanda tangan pada Presdir Yifan, aku minta maaf karena aku harus ke percetakan mengambil pesanan kita yang kemarin. Ini proposal revisi yang diminta Presdir."
"Ah… baiklah." Yixing menerima proposal yang diserahkan Tao padanya. Kemudian ia pergi ke kantor Yifan.
Tok-tok-tok! "Ya masuk." Ucap Yifan dari dalam. Yixing pun masuk dan menghampiri Yifan.
"Maaf Presdir, saya membawa proposal revisi yang anda minta." Yixing meletakkan proposal itu di meja Yifan. Yifan mendongak dan melihat Yixing berdiri di hadapannya.
"Baiklah nanti akan aku periksa, kau boleh pergi." Yixing mengangguk kemudian berbalik. "Sebaiknya kau tidak menjalin hubungan dengan klien kita. Nanti akan merusak citra perusahaan." Yixing menghentikan langkahnya. Ia menoleh ke belakang.
"Maksudmu?" Yixing mengerutkan dahinya dan kemudian ia tersenyum remeh, "Jay? Kau takut aku berhubungan dengan Jay? Kau takut aku menggoda dia seperti yang Yoora lakukan padamu dulu?"
"A…" belum sempat Yifan bicara Yixing sudah menyelanya / "Kami professional Presdir Wu tidak seperti yang kau pikirkan."
"Kau pikir aku cemburu padamu?" Tanya Yifan menghentikan kegiatannya.
"Memang siapa yang menganggap dirimu cemburu padaku? Atau kau memang cemburu padaku Presdir Wu." Sindir Yixing.
"Jaga bicaramu Zhang Yixing."
"Wae? Kau ingin memecatku? Pecat saja tapi ku pastikan Jay akan membatalkan kontrak dengan perusahaan ini."
"Zhang Yixing!" Yifan bangkit dari kursinya, tangannya mengepal marah. Ia berjalan menghampiri Yixing. mereka saling berhadapan dengan jarak sangat dekat.
"Jangan karena kau kesayangan Suho dan dewan direksi, kau bisa bertindak seenaknya, aku tetap Presdir disini. aku bisa memecatmu kapan saja. aku bahkan bisa mencari klien lain yang lebih menguntungkan dari TRAX."
"Oh silahkan, do it. I don't care, kau pecat aku sekarang, keesokan harinya kau yang akan dipecat dewan direksi." Tantang Yixing.
Yifan menggeram marah, dan tiba-tiba CKLEK! Yoora memasuki kantor Yifan. Ia terkejut melihat posisi Yifan dan Yixing yang begitu intim, begitu dekatnya hingga kelihatan seperti ingin berciuman. "Yi-Yifan, apa yang kalian lakukan?" Tanya Yoora dengan nada bergetar.
"Yoora!"Yifan tak kalah terkejutnya dengan Yoora sedangkan Yixing,ia tersenyum tipis.
"Apa yang kalian lakukan? Zhang Yixing, apa yang kau lakukan? Kau menggoda suamiku?" Tanya Yoora marah.
"Maaf sekretaris Kang, sepertinya anda salah paham. Aku hanya mengantar proposal revisi yang Presdir Wu butuhkan tapi terjadi sedikit insiden kecil yang membuat…" ucapan Yixing terpotong bentakan Yoora.
"Cukup! Keluar sekarang. Keluar!" Usir Yoora. Yixing hanya tersenyum, "Tidak perlu kau suruhpun aku akan pergi tapi kau terlanjur masuk jadi…"
"Keluar, aku tidak mau mendengar apapun darimu." Yixing mengedikkan bahunya dan kemudian meninggalkan ruangan Yifan. Setelah Yixing pergi, Yoora menatap nyalang Yifan, nafasnya terengah-engah karena marah.
"Apa yang kau lakukan dengan Yixing? kau berselingkuh dengannya?" Tanya Yoora marah.
"Kau salah paham Yoora,aku tidak melakukan apapun dengan Yixing, justru aku ingin mengusirnya keluar tapi kau keburu masuk."
"Apa maksudmu?"
"Aku hanya memperingatkannya agar tidak menjalin hubungan dengan klien kita, hal itu akan merusak citra perusahaan kita tapi dia malah menantangku, aku.."
"Siapa yang menjalin hubungan dengan klien? Yixing menjalin hubungan dengan siapa? Kenapa kau begitu peduli padanya?"
"Yoora, bukan begitu maksudku, aku hanya.."
"Hanya apa? Kau cemburu Yixig menjalin hubungan dengan namja lain? Kau..kau masih menyimpan rasa padanya? Kau masih mencintainya?"
"Yoora, dengarkan aku. Aku tidak selingkuh dengan Yixing."
"Arrgghh…" Yoora pun meninggalkan Yifan. BRAK! Ia membanting pintu sebagai pelampiasan rasa kesalnya. Yifan hanya bisa menghela nafas, "Hahh kenapa semua jadi seperti ini." Ia memijat keningnya yang terasa nyeri tiba-tiba.
.
.
Pulang kerja, Yixing menyempatkan diri pergi ke Carnel House,mengunjungi Kyungsoo. Ia membawa boneka kecil dan ia letakkan di tempat Kyungsoo.
"Hai Kyungie, maaf baru mengunjungimu hari ini sejak aku keluar dari penjara. Bukan maksudku melupakanmu tapi aku sedang berjuang Kyungie mencari keadilan untukku. Kyungie, maafkan aku. Andai saja waktu itu aku datang tepat waktu mungkin kau masih hidup sampai saat ini. Maafkan aku." Yixing menangis di depan makam Kyungsoo. Ia mengusap foto Kyungsoo sambil terus meminta maaf.
Setelah cukup lama berada di makam Kyungsoo, Yixing pun memutuskan untuk pulang. Saat ia berbalik, tak sengaja ia melihat Sehun yang berdiri di belakangnya, ia tak tau sejak kapan Sehun disana tapi sepertinya Sehun sudah lama berada disana dan melihat pengakuan Yixing. "S-Sehun-na…"
"Ceritakan padaku apa yang terjadi malam itu." Pinta Sehun, Yixing menatap Sehun dengan mata berkaca-kaca dan kemudian mengangguk pelan.
.
.
Flashback on
.
20:15 kst
Malam itu aku mendapat telepon dari Kyungsoo. Aku agak terkejut awalnya karena setahuku Kyungsoo tidak ingin bicara denganku lagi
Tut-tut-tut! Pip! "Yixing kau dimana? Kita harus segera bertemu Xing. Ada sesuatu yang harus aku bicarakan." nada bicara Kyungsoo terdengar panic, ia seperti dikejar-kejar seseorang.
"Aku-aku sedang di minimarket, ada apa Kyungie? Kau kenapa?" tanyaku tak kalah panik
"Aku tidak bisa menjelaskannya di telepon, kita harus segera bertemu. Temui aku di Jamsil, jalan dekat rumahmu. Cepat Xing, aku tunggu disana."
"Nde-nde aku segera kesana. Tunggulah aku, 10 menit lagi aku sampai disana." Aku buru-buru keluar dan pergi ke tempat yang ditentukan Kyungsoo
"Nde aku tunggu… cepat Xing."
.
20:45 kst
Baru setelah jalan terjadi kemacetan hingga lebih dari 10menit, aku berulang kali melihat jamku dan ternyata kemacetan itu lebih dari 30 menit, aku bingung dan takut, aku pun mencari ponselku dan menelpon Kyungsoo.
"Ah ada apa ini kenapa macet? OMO! Aku terlambat. Ponsel-ponsel.." Tut-tut-tut! Pip! "Yeoboseyo Kyungsoo, maafkan aku, aku terjebak macet sepertinya terjadi kecelakaan di depan, aku akan sedikit terlambat." ucapku dengan nada panic.
"Cepatlah Xing… kita tidak banyak waktu lagi." Ucapan Kyungsoo membuatku semakin panic.
"I-Iya Kyungie. Mungkin satu belokan lagi aku sampai, tunggulah sebentar lagi." Mobil mulai berjalan, meskipun pelan tapi setidaknya sudah bisa bergerak.
"Xing..kau harus cepat."
"Nde aku akan kesana.."
"Yixing.. aku-aku… Arrrggghhh…" Duagghh! Srakk! Aku mendengar Kyungsoo berteriak dan mendengar suara benturan. Aku memanggil Kyungsoo berkali-kali tapi tak ada jawaban, kemudian ponsel pun mati.
"Kyungsoo.. Kyungsoo…!" Tut-tut-tut-tut-tut! Aku semakin panic tapi tak bisa berbuat apa-apa karena mobil tak bisa berjalan lebih cepat.
.
21.00 kst.
15 menit kemudian aku sampai di tempat yang diberitahu Kyungsoo sebelumnya. Aku terkejut melihat seseorang tergeletak di jalan dengan posisi tertelungkup. Aku pun menghentikan mobilku dan berjalan keaarah orang itu dan ternyata orang itu adalah Kyungsoo.
Clek!Brak! "OMO! Kyungsoo.. Kyungsoo bangun-bangunlah.. darah.. apa yang terjadi padamu? Siapa yang melakukan ini padamu? Kyungsoo bangun. Bangun..!" Kyungsoo sudah tak sadarkan diri, darah mengucur deras dari kepalanya, darahnya juga keluar dari teling, hidung dan mulutnya. Kyungsoo sudah meninggal karena pendarahan hebat di otaknya
.
Flashback off
"Aku terlambat datang. saat aku datang aku sudah menemukan Kyungsoo tergeletak bersimbah darah dan tiba-tiba tak berapa lama kemudian polisi datang dan menangkapku, menuduhku menabrak Kyungsoo hingga Kyungsoo tewas. Ponselku dan ponsel Kyungsoo hilang, padahal itu bukti kalau saat kecelakaan itu terjadi aku tidak berada disana."
"Apa kau tahu apa yang ingin Kyungsoo bicarakan padamu?" Yixing menggeleng.
"Aku tidak yakin tapi aku menduga Kyungsoo tahu siapa yang menjual design XOXO ke Jegguk dan dia ingin memberitahuku tapi sebelum itu terjadi Kyungsoo lebih dulu meninggal."
"Saat kecelakaan itu terjadi, apa kau masih bekerja di XOXO?"
"Aku sudah dipecat. Aku cukup terkejut dia menelponku dan mengajakku bertemu karena setauku saat itu dia benar-benar membenciku karena kejadian itu. Dari nada bicaranya dia terlihat panic dan sedikit ketakutan. Aku tidak tahu kenapa. Percayalah padaku Sehun, aku bukan pembunuh, aku tidak membunuh Kyungsoo." Sehun menatap Yixing dengan tatapan sulit diartikan.
"Apa kau punya bukti lain yang menguatkan kesaksianmu?"
"CCTV di jalan itu. Ya ada CCTV disana tapi mereka bilang saat itu sedang ada perbaikan jadi CCTV itu mati. Aku tidak percaya hal itu, aku harus mendapat rekaman itu."
"Apa kau melihat mobil Kyungsoo?"
"Mobil? Aku tidak tahu. Aku terlalu panic saat melihat keadaan Kyungsoo, aku tidak melihat keadaan sekitarnya."
"Aku belum bisa percaya sepenuhnya padamu tapi aku akan membantumu mencari bukti."
"T-terima kasih Sehun. Terima kasih." Ucap Yixing dengan mata berkaca-kaca.
.
.
Keesokan paginya, hari presentasi.
"Kau sudah siap Xing?" Tanya Suho saat mereka berjalan bersama menuju ruang rapat.
"Tentu saja, terima kasih telah memberiku kesempatan untuk masuk ke perusahaan ini."
"Itu tidak seberapa Xing daripada yang telah kulakukan dulu padamu."
"AKu sudah melupakannya direktur Jun, kau tenang saja." mereka pun masuk ke ruang rapat, para dewan direksi sudah berkumpul, member TRAX, begitu juga dengan Yifan dan Yoora. Yoora menatap Yixing dengan tatapan marah tapi ia hanya bisa memendamnya.
Tak berapa lama kemudian rapat pun dimulai.
"-…Berikutnya, Presentasi dari Creative Designer, saudara Zhang Yixing. dipersilahkan." Yixing pun berdiri dan berjalan menuju tengah ruangan. Ia meminta tolong pada Kai, Tao dan Minseok untuk menyiapkan alat-alat yang diperlukan. Tao membagikan kacamata 3D pada semua orang. Mereka bertanya-tanya apa guna kacamata itu tapi Yixing hanya menjawab nanti kalian akan melihatnya sendiri.
Lampu di matikan dan ia mulai presentasinya. "Tema konser band TRAX adalah 'TRAX : 3D Concert Experience'.." Dan Yixing pun mulai menjelaskan hasil presentasinya.
Mereka sangat kagum dengan design yang dibuat Yixing. "-… tapi kita kan di stadion terbuka bagaimana kalau nanti hujan?" Tanya Yoora sinis. "Kau tidak mungkin membiarkan mereka kehujanan kan?"
"Tentu saja tidak, aku baru saja menemukan bahan yang cocok untuk membuat pelindungnya. Bahan yang kuat tapi harganya terjangkau, kalian tidak perlu khawatir. Kamera akan ditempatkan dari berbagai sudut untuk mendapat angle yang bagus, kacamata 3D ini juga berguna untuk membuat efek seolah-olah TRAX bernyanyi di depan para penonton meskipun penonton itu dari tribun belakang."
Yixing mendemonstrasikan design yang dia buat, membuat para dewan direksi dan member TRAX terkagum-kagum. Kecuali Yifan dan Yoora. Sebenarnya Yifan terkesan dengan design Yixing tapi karena harga dirinya terlalu tinggi dia tak berkata apa-apa, sedangkan Yoora, tidak mungkin ia mau mengakui bahwa design Yixing begitu bagus, ia hanya mendengus.
"-… Selamat Yixing, persentasimu sukses, mereka semua terkesan. Bahkan karena presentasimu yang luar biasa itu, ada klien baru yang mendaftar untuk dibuatkan design olehmu." Ucap Suho memberi selamat.
"Aku hanya melakukan yang terbaik untuk perusahaan."
"Sebentar lagi kau akan naik gaji Xing."
"Aku baru bekerja beberapa minggu Jun, jangan berlebihan."
"Aku tidak berlebihan tapi kau hebat Xing." Puji Suho. Yixing hanya tersenyum menanggapi pujian Suho.
.
.
Yixing menunggu pintu lift terbuka. Tak lama kemudian pintu terbuka dan terlihatlah Yifan berada didalam sendirian. Sebenarnya Yixing sedikit enggan tapi dia terburu-buru jadi terpaksa ia masuk.
Yixing memutuskan untuk masuk dan berdiri di depan Yifan. Mereka tak saling bicara, dan saat lift berada di lantai 3 tiba-tiba lift berhenti mendadak hingga membuat guncangan, Yixing terhuyung kebelakang dan reflek Yifan menangkapnya. Lampu pun mati, Yixing tanpa sadar merengkuh Yifan dan memeluknya karena takut. Yixing memang takut jika berada di dalam ruangan terkunci dan gelap.
"Takut.. aku takut." Yixing menutup matanya dan memeluk Yifan semakin erat, ia tak sadar kalau saat itu yang dia peluk adalah Yifan karena ketakutan akan gelap membuatnya lupa semuanya. Yifan sendiri tak menolak saat dipeluk Yixing, ia teringat bahwa Yixing memang memiliki rasa takut saat berada di ruang gelap dan terkunci seperti ini.
Yifan membalas pelukan Yixing, mencoba menenangkannya. "T-tenang Xing, ada aku disini." Yifan menepuk punggung.
Flashbcak on
"Yifan aku takut." Ucap Yixing saat mereka terjebak di lift yang macet dan gelap karena lampu mati.
"Kau tenang saja, ada aku disini Xing, peluk aku dan kau tidak akan takut lagi Xing." Yixing pun memeluk Yifan erat, awalnya tubuh Yixing bergetar karena takut tapi lama kelamaan Yixing sudah lebih tenang."Sudah lebih baik?"Tanya Yifan sambil mengusap kepala Yixing. Yixing mengangguk tapi ia masih memeluk Yifan. Yifan hanya tersenyum dan mereka terus berpelukan hingga lift terbuka.
Flashback off
30 menit kemudian,
"Apa masih lama?" Tanya Yoora pada mekanik yang sedang memperbaiki lift.
"Sebentar lagi Noona." Yoora menghela nafas sambil terus melihat jam tangan-nya. "Nah selesai Noona. Saya pergi dulu, lift sebentar lagi turun." Ucap si mekanik yang kemudian pergi. jadi tinggallah Yoora sendiri.
TING! lift terbuka. Saat pintu terbuka hal pertama yang Yoora lihat adalah Yifan dan Yixing berduaan dan mereka masih berpelukan. Yixing begitu erat memeluk Yifan sedangkan Yifan begitu nyaman ketika dipeluk Yixing.
"Yifan…!" seru Yoora. Yifan terkejut, tangannya masih berada di pinggang Yixing. "Y-Yoora." Ucap Yifan. Yixing yang saat itu mendengar nama Yoora mencoba membuka matanya. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali, ternyata lampu sudah menyala dan lift sudah terbuka. Yixing mencium aroma parfum yang sering dipakai seseorang yang dia kenal, dan orang itu adalah Yifan.
Yixing terbelalak, ia mendongak dan melihat wajah tampan Yifan buru-buru ia melepas pelukannya. Jantungnya berdetak kencang.
"Apa yang kalian lakukan? Zhang Yixing dasar kau pelacur. Beraninya menggoda suamiku.." Yoora masuk ke dalam lift dan mengarahkan tasnya kearah Yixing untuk memukulnya tapi dengan sigap Yifan menghalanginya.
"Yoora tenangkan dirimu, ini tidak seperti kelihatannya. Yoora.." Yixing berlindung dibalik badan Yifan.
Dug-dug! Yoora mencoba memukulkan tasnya ke Yixing tapi malah mengenai Yifan. "Hentikan Yoora, hentikan. Yixing keluarlah, keluar." Yixing yang sedari tadi bersembunyi di belakang tubuh Yifan segera berlari keluar, Yifan menahan Yoora yang masih mengamuk.
"berhenti kau Zhang Yixing, berhenti dasar pelacur. Berhenti..!" Teriak Yoora seperti orang gila,.
"Yoora hentikan." Yifan pun membawa Yoora kembali ke ruangannya.
.
.
Yixing berlari keluar sambil menangis. Ia tak tahu kenapa ia menangis, tapi airmatanya mengalir begitu saja. Yixing berhenti di sebuah taman dan duduk disana.
"Kenapa denganku? Kenapa aku menangis?"
Flashback on
"Xingie.." panggil Yifan pada Yixing yang saat ini sedang tidur di pangkuannya.
"Heum.." Yixing mendongak melihat Yifan. "Ada apa?"
"Aku sedang merancang rumah untuk kita nanti."
"Benarkah? dimana rumah itu?"
"Setelah kita menikah, aku akan membawamu pindah kesana."
"Kau ingin menikahiku? Sungguh?" Tanya Yixing menggoda Yifan.
"Yak Zhang Yixing,aku serius." Jawab Yifan serius. Yixing tersenyum dan bangun dari paha Yifan.
"Kapan kau akan melamarku? Cepat lamar aku sebelum aku dilamar orang lain."
"Kalau ada yang berani melamarmu, aku akan menculikmu di hari pernikahan-mu."
"Aku menunggumu Yifan." Yifan merengkuh Yixing dan menciumnya.
Flashback off
"Kau pembohong Yifan, kau pembohong." Ucapnya sambil menangis.
.
.
CKLEK! "Aku pulang.." sapa Yixing.
"Sudah pulang?" Tanya Baekhyun dari ruang tamu. Yixing pun segera masuk setelah melepas sepatunya.
"Hai Xing." Sapa Chen saat melihat Yixing memasuki ruang tamu.
"Chen,kau disini?" Tanya Yixing sedikit terkejut.
"Nde, aku menemukan satu hal yang mungkin membuatmu tertarik."
"Kau menemukan apa?" Tanya Yixing antusias, ia mendekati Chen dan Baekhyun.
"Ini, aku melihat Yoora, bertengkar dengan seorang namja. Namja kecil tapi aku tidak tahu siapa, Baekhyun bilang kalau namja itu Kyungsoo tapi aku ingin memastikannya padamu. Mereka bertengkar di tempat parkir." Chen memutar rekaman di tempat parkir.
Terlihat Yoora dan Kyungsoo bertengkar, Kyungsoo mencoba menyelamatkan sesuatu dari tangannya. "Iya itu Kyungsoo, tapi apa yang dia bawa?" Tanya Yixing.
Chen memperbesar tampilannya, "Sepertinya itu Flashdisk."
"Iya Xing itu flashdisk." Baekhyun menambahkan.
"Kapan itu terjadi?"
"kalau dilihat tanggalnya, sama dengan kecelakaan Kyungsoo tapi ini sore hari."
"Apa mungkin itu bukti kejahatan Yoora?" Chen menggeleng tidak tahu.
"Jadi Yoora membunuh Kyungsoo karena Kyungsoo memiliki bukti kejahatan Yoora?" Baekhyun menyimpulkan.
"Apa kau punya rekaman lain Chen?"
"Belum Xing, aku masih harus memeriksanya satu persatu."
"Bagaimana dengan Taeyong? apa ada kabar?"
"Pengurus panti bilang padaku kalau anakmu di adopsi dan dibawa ke Afrika."
"Afrika?" seru BAekhyun dan Yixing bersamaan.
"Heum, tapi aku tidak percaya, karena saat itu ada 3 orang anak yang diadopsi bersamaan. Aku akan memeriksanya lagi Xing. Kau tenang saja."
"Terima kasih Chen. Chen, mulai besok kau akan dibantu seseorang."
"Maksudmu?"
"Oh Sehun, tunangan Kyungsoo, dia akan membantu kita."
"Benarkah Xing, Oh Sehun akan membantu kita." Tanya Baekhyun senang.
"Nde Baek, dia akan menolong kita. Sehun akan memberi kita akses ke kepolisian, kau bisa mencari rekaman tanggal itu tanpa perlu membobol kantor polisi."
"Ok, bebanku lebih ringan sekarang." Yixing mengambil sesuatu dari tasnya dan itu adalah amplop berisi uang.
"Ini untukmu, memang belum seberapa, tadi aku mendapat bonus dari klienku. Semoga cukup." Yixing menyodorkan amplop itu pada Chen.
"Tapi.. bagaimana denganmu?"
"AKu masih ada. Kau tenang saja. dan ini untukmu Baek, terima kasih kau sudah meminjamkan uangmu untuk Chen." Yixing menyodorkan uang untuk Baekhyun.
"Xing…" ucap Baekhyun dengan mata berkaca-kaca.
Yixing tersenyum, "Ambilah, kau satu-satunya orang yang mau membantuku saat yang lain membenciku, kau sahabat terbaikku Baek, terima kasih."
Baekhyun mengangguk dan mengambil uang itu, kemudian ia memeluk Yixing erat, Chen tersenyum melihat kedekatan mereka berdua.
.
.
"Ini password yang bisa kau gunakan untuk akses database kepolisian." Sehun menyerahkan kertas berisi password ke Chen. Saat ini Chen, Sehun dan Yixing bertemu di kafe untuk membahas rencana selanjutnya.
"Kau bilang Kyungsoo memiliki flashdisk yang coba direbut Yoora?"
"Nde, lihat saja rekaman ini Sehun." Chen memutar rekaman yang dia dapat kemarin. Sehun melihatnya dengan seksama.
"Flashdisk itu hilang."
"Bukan hilang, tapi pasti dibawa Yoora."
"kalau sudah dibawa Yoora pasti kita tidak akan bisa mendapatkannya." Ucap Yixing pasrah.
"Kita bisa meminta tolong Suho, mereka kan tinggal serumah."
"Suho?"
"Aku akan meminta tolong pada Suho untuk mencari flashdisk milik Kyungsoo, pasti disembunyikan Yoora di dalam rumah."
"Nde, aku percaya padamu Sehun."
.
.
At Office
Saat Yixing sedang mengerjakan design tiba-tiba komputernya hang. "Lo kenapa lagi komputerku." Yixing pun segera memanggil teknisi untuk memperbaiki komputernya.
"Apa yang terjadi?" Tanya Yixing.
"Sepertinya komputermu kena virus tapi sekarang sudah normal. Oh iya password mu apa? Aku ingin mengganti antivirusnya."
"061190"
"Itu tanggal lahir seseorang ya?"
"Nde.."
"Lebih baik cari yang lebih rumit, itu terlalu mudah apalagi itu adalah tanggal lahir. hal itu agar komputermu tidak mudah di bobol oleh orang lain.
"Nde besok aku ganti." Setelah di repair computer Yixing kembali normal dan Yixing kembali bekerja.
.
.
Keesokan paginya, 2 jam sebelum presentasi. Yixing memeriksa kembali data yang akan dia presentasikan namun saat ia membuka computer datanya hilang.
"Loh kenapa hilang? Kemarin aku simpan disini." Yixing terlihat kebingungan.
CKLEK! Pintu ruang kerja Yixing terbuka, "Xing, kau sudah siapkan presentasi-nya?" Tanya Tao.
"A..a.. su-dah tenang saja."
"Baiklah, aku siapkan bahan-bahannya dulu ya."
"Nde, nanti aku menyusul Tao." Tao keluar dari ruangan Yixing. Yixing berusaha untuk tenang, "Pasti ada yang mengambil designku." Yixing mengambil ponselnya dan menelpon Chen.
"Chen, aku butuh bantuanmu."
"…"
"Ya, tolong aku."
"…"
"Terima kasih." Yixing menghela nafas panjang. "Ok, siapapun kau yang ingin bermain denganku, aku akan meladenimu." Yixing mengambil data yang lain dan menyiapkan presentasi barunya.
.
.
Di ruang rapat, Yixing terlihat santai meskipun hasil kerjanya hilang.
"-… berikutnya tim 2 pimpinan Sekretaris Kang Yoora akan mempresentasikan hasil design yang mereka telah buat."
Hoojon maju dan mempresentasikan hasil design-nya. Kai, Minseok, Tao dan Suho terkejut dengan design yang dipresentasikan oleh tim Yoora, design itu adalah milik Yixing, mereka mencoba protes tapi Yixing menggeleng pelan.
Yixing mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Yoora.
To : Yoora
Kalau kau tidak mau mengatakan pada dewan direksi kalau itu adalah design-ku, kau akan menyesal Kang Yoora.
Yoora hanya tersenyum sinis. Ia membalas pesan Yixing.
To : Yixing Bitc*
Dalam mimpimu…
Yixing menyeringai
To : Yoora
Baiklah, Showtime!
"-… berikutnya presentasi dari tim 1 yang dipimpin Creative Design Zhang Yixing."
Yixing berdiri dan membawa laptopnya. Kai, Tao dan Minseok menatap Yixing dengan tatapan bingung, takut dan putus asa karena design yang harusnya mereka presentasikan dicuri oleh tim Yoora.
Yixing membuka laptopnya dan mengambil data yang ingin ia presentasikan.
"Maaf, karena terjadi suatu insiden, aku mengganti design yang harusnya aku presentasikan hari ini." Yixing meng-klik link presentasinya dan video-nya diputar.
"Tema dari design ku adalah.." mendadak layar berubah gelap dan kemudian tampilah video lain yang membuat para dewan direksi dan yang hadir di rapat terbelalak. Termasuk Yoora, mendadak keringat dingin keluar dari pelipisnya, tubuhnya bergetar ketakutan.
Di video itu ada seorang yeoja mengendap-endap masuk ke ruang kerja seseorang. Ia menghidupkan computer yang ada di ruangan itu.
'Passwordnya 061190 ya? Tanggal lahir Yifan rupanya. Masih belum bisa melupakan mantan calon suamimu? Heh.." yeoja yang tak lain dan tak bukan adalah Yoora itu terkekeh.
"Sorry Zhang Yixing, sepertinya kau tak akan lama disini. Presentasimu tidak akan menjadi milikmu lagi tapi menjadi milikku. Terima kasih Stupid Yixing." Yoora mencabut flashdisk-nya dan mematikan computer Yixing.
"Hei Hoojon-ah, bisa kita bertemu di kafe, aku punya design baru. Buang design kita, kita akan menggunakan design ini. Aku tunggu di tempat biasa." Kemudian Yoora keluar dari ruang Yixing. dan video itu berganti menjadi presentasi Yixing.
Mereka semua terdiam, Yixing mem-pause video presentasinya. Ia tak mengucapkan sepatah kata-pun. Yifan mengepal menahan marah, sedangkan Yoora dia menggigil ketakutan.
"Sebenarnya design itu milik siapa?" Tanya seorang dewan direksi yang kebetulan memegang 20% saham di XOXO, Tuan Seo Minho. "Zhang Yixing, apa itu milikmu? Apa itu designmu?"
"Awalnya itu milikku sebelum berpindah tangan ke Sekretaris Kang." Jawab Yixing datar.
"Kang Yoora, benarkah itu design aslimu? Design milikmu?"
"I-It-itu.. a-aku.." jawab Yoora tergagap.
"Sekretaris Kang Yoora, KAU DIPECAT!"
"MWO!" seru Yoora terbelalak. Yixing menyeringai tipis.
.
.
TBC
Maaf kalau ceritanya semakin gaje. terima kasih buat semua yang review dan menunggu kelanjutan FF ini, sekali lagi terima kasih banyak.
