Hai~ saya datang lagi
Sejujurnya saya menyelesaikan chap ini dengan kepala seberat beton karna hasil UN dan SNMPTN saya yang ancur beratakan. Sedih DX jadi maaf kalau chap ini membosankan -^_^-
WARNING : YUNJAE GS, DON'T LIKE DON'T READ, IDE PASARAN, MEMBOSANKAN,NO BASH, NO FLAME, NO PLAGIAT, KRITK DAN SARAN JUSEYOO~ TYPO BERTEBARAN
Joongiekitty present~
Chapter 3
Yunho tersenyum tipis pada satpam di pintu gerbang yang tengah menikmati kopi pagi, memasuki mansion megah Jin dengan wibawa seorang pangeran yang dilahirkan bersama karisma mutlak. Berjalan tenang dengan peluh menghiasi wajahnya membuat pelayan-pelayan muda yang sibuk membawa nampan-nampan sarapan hampir tersandung.
Wajahnya tenang, bersinar namun berubah menjadi merah bersama keluarnya sebuah pekikan gembira begitu pintu kamarnya tertutup. Yunho tidak dapat menahan diri untuk melompat lompat gembira karena paginya yang diawali kutukan nikmat bernama mimpi basah berujung janji temunya dengan Jaejoong besok.
Pagi itu ia menghabiskan waktu lebih lama di kamar mandi, menyanyikan setiap lagu cinta dari semua album yang dapat diingatnya. Memakai pakaian terbaiknya dan turun dengan aura berkali lipat lebih terang dari hari-harinya yang lain. Jangan menganggapnya aneh, kalian akan tau saat jatuh cinta.
"Selamat pagi" sapanya riang pada sang ayah dan Yihan yang sudah duduk berbincang ringan di meja makan. Jung Il Woo melongo menatap senyum lebar anaknya
"Kau sehat ?" Il Woo menyahut tidak nyambung, namun Yunho terlalu senang untuk merasa tersinggung dengan pertanyaan setengah ejekan dari ayahnya.
"Wow hyung kau terlihat err….berkilau" alis Yihan mengerut aneh melihat keriangan Yunho yang seratus delapan puluh derajat berbeda dengan sikap kalemnya kemarin. Jawaban kedua orang itu hanya membuatnya tertawa.
Yunho memang bukan pria dingin berhati batu dengan ketampanan melebihi normal yang menjadi tokoh utama setiap novel-novel yang ia baca (read : dipaksa Jaejoong) namun Yihan juga yakin Yunho bukan pria hiperaktif pencari masalah seperti Yoochun.
Melihat kepribadian Yunho yang kemarin begitu hangat namun tertutup membuat Yihan mau tidak mau sependapat dengan ayah Yunho bahwa pagi ini pemuda itu terlihat, entahlah..aneh ?
Tak berselang lama pasangan Jin bergabung di meja makan. Memulai sarapan mereka yang lebih ramai dari biasanya karena bertambah dua orang.
"Apa kau ada rencana hari ini Yun ?" Il Woo bertanya
"Aku berencana ikut Yihan untuk melihat-lihat Toho lalu setelahnya kami akan berkeliling sekaligus mencari apa saja yang kira-kira kubutuhkan papa" jawabnya diiringi anggukan sang ayah
"Kau memutuskan masuk Toho Yun ?" Gong Yoo menimpali
"Sepertinya iya samchon, Yihan merengek padaku untuk masuk ke sekolah yang sama dengannya"
"Hey…" Yunho tertawa mendapat protes dari Yihan
"Itu bagus Yun, imo juga mendukungmu masuk Toho. Lagipula akan lebih mudah mengurus semuanya karena kepala yayasannya adalah teman samchonmu" bahkan Taeyeon terlihat antusias dengan pilihan Yunho, membuat Yunho semakin mantap.
"Baiklah kalau begitu. Hati-hatilah di jalan dan jangan merepotkan Yihan" Il Woo menatap anaknya yang terlihat lebih ceria sejak mereka tiba di Seoul, membuatnya senang karena pindah adalah pilihan yang tepat.
Dan disinilah Yunho duduk di samping Yihan yang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Kau akan suka sekolahku hyung, Toho benar-benar hebat." Sejak tadi Yihan memang sudah berbicara panjang lebar tentang Toho membuat Yunho tersenyum
"Kalau kau berkata seperti itu aku jadi tambah semangat"
"Hyung akan merengek untuk segera bersekolah disana saat melihat sekolahku" Yihan jelas berbangga saat mengatakannya
"Hahaha..apa kau tidak lelah mempromosikan sekolahmu dari tadi hm ?"
"Hey..aku bicara kenyataan hyung, ah kita sampai"
Yunho menegakkan duduknya begitu mereka memasuki area Toho. Gerbang besar melengkung yang terbuat dari kayu setebal 20 cm dengan gapura batu sebagai penyangga, sangat unik. Hanya dimiliki oleh Toho. Toho adalah komplek taman pendidikan dengan satu gedung utama berada di tengah. Sementara gedung-gedung lain dengan ukuran lebih kecil mengitarinya berurutan sesuai jenjang pendidikannya.
Orang-orang mengenakan seragam olahraga yang sama dengan Yihan, seragam olahraga memang sengaja dibuat sama dari murid Junior High hingga mahasiswa. Hari sabtu adalah hari santai, hari olahraga.
"Bagaimana ? hyung benar-benar terpana aniya ?"
"Aku hanya heran kenapa kau tidak sekeren mereka" Yunho menunjuk sekelompok anjing kecil dengan pakaian olahraga yang manis
"Aish…Hyung ! aku species berbeda percayalah" Yihan memberengut
"Aku tahu, karena itu kau tidak sekeren mereka" Yunho masih tertawa geli sembari mengikuti langkah Yihan menuju lapangan utama
"Kau perlu obat pencuci mata kalau definisi kerenmu adalah yang seperti 'itu' hyung" pemuda tampan yang ia goda menyahut datar sambil menyerahkan tasnya pada Yunho karena jam masuk sebentar lagi berbunyi. Disambut kekehan puas Yunho.
"Aku akan selesai jam 10 hyung, hyung bisa berkeliling terlebih dahulu atau hyung bisa menungguku di kafetaria Senior High yang bercat biru" Yihan menunjuk kafetaria yang dimaksud "Aku akan menemui hyung disana nanti."
"Baiklah, hyung rasa akan berkeliling sebentar"
Mereka berpisah saat terdengar bunyi bel, semua orang mulai menuju lapangan utama yang ada di belakang gedung utama, tepat di depan gedung Senior High. Yunho mengamati dengan penuh minat. Ketaatan mereka pada peraturan patut diacungi jempol. Seragam olahraganya juga di desain dengan baik sehingga meskipun dipakai oleh jenjang dengan usia berbeda-beda tetap terlihat pantas. Sekolah hebat , Yunho mengurungkan niatnya untuk berkeliling. Lebih tertarik melihat siswa yang tengah melaksanakan senam masal. Beberapa orang terlihat duduk di bangku-bangku di sekeliling lapangan utama.
Yunho memutuskan untuk duduk di kursi kafetaria yang berada di bawah pohon memesan Americano. Beberapa gadis terlihat saling berbisik satu sama lain bukannya mengikuti gerakan senam dari instruktur. Well, tentang kedisiplinan mungkin Yunho harus menarik kata-katanya. Ngomong-ngomong soal gadis, Yunho jadi penasaran dimana Jaejoong menuntut ilmu. Dilihat dari penampilan gadis itu seusia dengan Yihan. Dan jika memang benar maka bagus sekali karena Yunho tidak suka gadis yang lebih tua.
Yunho kembali mengedarkan pandang lalu menyipitkan mata saat menatap wajah yang mulai familiar dalam ingatannya. Gadis cantiknya, Kim Jaejoong. Sedang mengikuti gerakan asal-asalan sambil berbicara dengan gadis yang ia ingat adalah teman jogging Jaejoong.
Yunho terkekeh, sepertinya Tuhan terburu-buru sekali menjodohkan kami.
Memangku dagu Yunho terus menatap Jaejoong yang masih sibuk sendiri dengan Junsu, lalu seorang pemuda dengan gigi gingsul dan senyum lebar terlihat menginterupsi perbincangan mereka, terlihat pemuda itu mencondongkan tubuhnya berbisik pada Jaejoong membuat gadis itu tersenyum lebar sambil melompat-lompat kecil, kegirangan. Belum lagi tangannya yang bertaut dengan pemuda itu lalu menggoyang-goyangkannya riang.
Yunho semakin terbakar saat melihat satu lagi pemuda dengan tampang dingin ikut dalam perbincangan ketiga orang disana. Berdiri di belakang Jaejoong sambil berbicara pada Junsu, yang juga dihadiahi senyum dari Jaejoong.
Kenapa banyak sekali laki-laki yang mendekatinya ? oh, tikam saja jantungku sekalian Kim Jaejoong
Sampai kemudian gadis itu kembali mengalihkan perhatiannya kedepan, lalu tertawa manis setelah Junsu mengatakan sesuatu yang membuat kedua pemuda yang bersamanya tersentak dengan wajah serius. Sementara Jaejoong memutar matanya malas dan tanpa sengaja pandangan gadis itu berlabuh padanya. Membuat keduanya sama-sama tersentak.
Beberapa saat terdiam, Yunho akhirnya menyunggingkan satu senyum tipis membuat gadis yang berpandangan dengannya mengerjap lucu. Yunho tertawa pelan, sepertinya gadis itu masih tidak percaya melihat Yunho di tempat ini.
Mereka hanya berpandangan selama beberapa saat sebelum gadis itu ikut tersenyum. Senyum malu-malu yang manis, dengan kepala menunduk. Yunho bahkan bisa melihat pipi gadis itu memerah dan Yunho yakin itu bukan karena matahari.
Mau tidak mau membuat Yunho berdebar juga, jarang sekali Yunho menemui gadis malu-malu yang manis, maksudku ayolah kalian tahu kan sikap malu-malu menjijikkan yang dibuat-buat khas gadis asing. Itu memuakkan.
Gadis itu terlihat melirik Yunho berkali-kali sementara Yunho sendiri memang terang-terangan mengamatinya. Gadis itu terlihat menawan seperti yang Yunho ingat. Jaket olahraganya di tarik hingga ke siku. Rambutnya di cepol asal membuat beberapa anak rambut tergerai keluar. Dan panas matahari pagi hanya membuat kulit gadis itu makin bersinar.
Gadis itu kembali menatapnya dengan senyum, sebelum menoleh pada pemuda dengan tampang dingin. Pemuda yang menatapnya tajam secara terang-terangan.
Well, Yunho sadar pria disini tidak mungkin membiarkan gadis secantik Jaejoong menganggur. Mungkin saja dirinya adalah pria keseribu yang menginginkan Jaejoong, atau bahkan lebih.
Jaejoong terlihat mengatakan sesuatu yang membuat pemua itu mengalihkan tatapannya dengan enggan. Jaejoong menatapnya dengan tatapan maaf dan ia balas dengan senyum maklum.
Sebelum suara riuh siswa membuat Yunho mengalihkan pandang ke panggung, terlihat seorang wanita cantik menaiki tangga menuju panggung. Siswa laki-laki makin heboh saat wanita itu sudah sampai di atas panggung.
Go Ahra….Go Ahra…Go Ahra…..
Sejenak Yunho melihat kilatan sombong dan bangga dari matanya. Memang wanita itu sangat cantik, Yunho mengakuinya. Matanya besar senyumnya manis dan kontur wajahnya yang apik membuatnya terlihat seperti boneka. Pria yang memilikinya tentu boleh berbangga.
Ah…Jaejoongku lebih manis
Saat Yunho kembali menatap Jaejoong gadis itu tengah memandangnya dengan mata melotot lucu dan bibir mengerucut. Membuat Yunho menaikkan sebelah alisnya, bertanya secara non verbal. Jaejoong segera membuang muka dengan wajah semakin ditekuk.
Kalau gadis itu berniat marah maka dengan senang hati Yunho mengatakan gagal total. Bukannya menyeramkan pose Jaejoong malah membuatnya semakin menggemaskan.
"Apa kalian mau sesuatu yang lebih seru ?" suara Go Ahra membuatnya kembali mengalihkan pandang kepanggung.
"Karena kalian sudah menjalani minggu ujian dengan baik dan nilai kalian memuaskan maka kali ini aku akan memberikan hadiah menarik pada kalian" nada suaranya yang sedikit genit membuat sorak sorai lebih ramai lagi.
"Kita akan mengadakan sedikit kompetisi, aku akan memilih beberapa dari kalian dan kalian akan melakukan sedikit lari halang rintang seperti yang kalian lihat di pinggir lapangan." Menunjuk tempat yang ia maksud "Setelah kalian menyelesaikannya kalian harus duduk di meja yang ada dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disediakan. Dan pemenangnya akan mendapat hadiah menarik di akhir acara. Bagaimana ?"
Siswa dari berbagai jenjang itu pun langusng berteriak penuh semangat
"Baiklah kalau begitu aku akan mulai memilih. Hmm…peserta tidak harus semuanya murid jadi kupikir aku akan memilih beberapa orang luar" wanita itu berjalan membelah barisan siswa. Beberapa siswa terang-terangan berteriak sambil mengacungkan tangan namun diabaikannya.
Ahra terus berjalan lalu menunjuk seorang pria paruh baya dengan sopan, diiringi tepuk tangan pria itu mengambil tempat di garis start. Lalu Ahra memutar langkah dan menunjuk seorang siswa high school yang disambut girang.
Ahra terus menunjuk secara acak tiga siswa lain "Hmm…baiklah tinggal satu ya" wanita itu mengedarkan pandang sebelum menangkap bayangan tampan yang duduk tenang, oh ia suka lelaki tampan "Ah kau si tampan yang duduk sendirian. Silahkan mengambil tempat terakhir" wanita itu menunjuk Yunho membuat gadis-gadis yang sejak tadi menyadari keberadaan Yunho memekik centil.
Sejujurnya Yunho sama sekali tidak berniat ikut acara apapun itu namun karena sudah terlanjur ditunjuk mau tidak mau Yunho pun berdiri dari duduknya. Menghembuskan napas malas Yunho berjalan mengambil posisi di garis start setelah sebelumnya menyerahkan ranselnya pada Yihan yang sudah menunggunya di dekat garis start. Tentu saja karena Yihan satu-satunya yang kenal dengan Yunho, lagipula ransel itu memang milik Yihan.
Kehadiran Yunho yang tampan memang selalu mengundang perhatian, seperti bagaimana cepatnya ia menjadi pusat perhatian sekarang ini.
"Baiklah mari berkenalan dengan satu persatu dari mereka. Silahkan sebutkan nama dan profesi atau kelas"
"Park Hee Soon, wartawan Seoul Magazine"
"Waaah…sepertinya sekarang gantian anda yang diliput ya..selamat berjuang. Lalu selanjutnya.." Ahra menanggapi
"Byun Baekhyun, kelas 2B junior high school" diiringi tepuk tangan dan gadis-gadis yang iseng meneriakkan 'kawaii..'
"Kim Jongin, kelas 1F senior high school" seorang siswa berkulit tan seksi
"Soon Joongki, mahasiswa semester 3 fakultas tekhnik" oh pria imut lagi
"Lee Donghae, mahasiswa semester 3 fakultas seni" gadis-gadis kembali berteriak untuk pria dengan senyum charming ini
"Wah wah,,kalian para gadis semangat sekali ya…" Ahra ikut tertawa "Baiklah lalu peserta terakhir kita" teriakan dan jeritan para gadis makin menjadi saat Ahra mendekati Yunho
"Sepertinya kau peserta favorit disini, baiklah sebutkan nama dan kelasmu tampan" sikap genit Ahra memang sudah menjadi rahasia umum dan bahan cibiran gadis-gadis disini
"Jung Yunho, mm….bisa dibilang calon mahasiswa disini" Yunho menjawab dengan sedikit ragu
"Apa kalian dengar itu ? dia calon mahasiswa" Ahra dengan sengaja memegang lengan berotot Yunho, membuat suara 'Huu' bersahutan sedangkan Yunho hanya tersenyum miring.
Dikejauhan Jaejoong mengamati dengan jengkel, hatinya panas melihat Ahra yang berada di samping Yunho. Apalagi tadi pria itu memperhatikan Ahra sejak dosen genit itu naik ke atas panggung. Jung Yunho hanya pria brengsek penggoda. Bibir Jaejoong mencebil sebal
Pantas baru bertemu denganku langsung merayu, ternyata dia lelaki brengsek. Dasar playboy. Kenapa aku tidak sadar?
Jaejoong sakit hati dan merasa seperti gadis rendahan karena merona saat Yunho menggodanya tadi pagi, lelaki itu pasti juga melakukannya pada gadis-gadis lain
Baru saja tadi pagi jantungnya berdebar menyenangkan dan sekarang berdebar menyakitkan, sialnya lagi untuk lelaki yang sama dalam hari yang sama pula. Double shit.
Tidak disangkanya lelaki pertama yang membuatnya berdebar adalah orang brengsek seperti si Yunho itu. Benar kata Seunghyun, banyak sekali lelaki jahat diluar sana. Ia menyesal karena tertarik pada Yunho, seharusnya ia minta pendapat sahabat-sahabatnya terlebih dahulu.
Bahkan tadi pria itu masih berbagi senyum dengannya dan sekarang sudah bermesraan di depan sana-menurut Jaejoong-benar benar lelaki tidak tau diri.
Dia pasti senang dipegang-pegang ahjumma genit seperti Ahra huh-
Jaejoong sebal, sedih dan marah membuat matanya mulai berair. Oh ayolah, ia terbiasa diperlakukan seperti tuan putri yang berharga dan sekarang hatinya hancur dalam waktu sehari hanya karena pria asing yang kebetulan menolongnya.
"Kalau boleh tau kau akan masuk jurusan mana Yunho-ssi ?" Ahra kembali bertanya
"Entahlah aku masih mempertimbangkan karena ada beberapa yang aku minati" jawab Yunho jujur
"Kalau boleh kusarankan lelaki tampan sepertimu harus jadi pebisnis, itu sangat cocok untukmu"
"Hahaha..entahlah" Yunho tertawa hambar
"Peluang bisnis sangat besar di era sekarang ini Yunho-ssi. Kemampuan bebisnis benar-benar dibutuhkan hampir di segala bidang" Ahra si genit masih terus berbicara
Siswa siswi yang menonton mulai tidak sabar berteriak protes dan ber 'huu' pelan, membuat Ahra mengeluarkan tawa yang dibuat-buat semanis mungkin.
"Baiklah,ayo kita mulai"
Keenam peserta yang ada pun mulai bersiap. Yunho menyingsingkan lengan kaosnya hingga siku membuat beberapa gadis merona menatap lengan kokohnya, termasuk Ahra
"Eh..karena meja soal hanya ada 2 itu berarti empat orang akan langsung gugur, jadi larilah sekencang mungkin karena hadiah special menunggu kalian. Apa kalian siap?" suara Ahra disambut sorakan yang lebih ramai
"Hana..dul…set.. GO !"
Dan keenam pemuda beda usia itu mulai memacu langkah mereka. Lelaki bernama Donghae memimpin di depan, sebelum Yunho dengan kakinya yang panjang mendahului. Apalagi mengingat jogging yang biasa ia lakukan membuat Yunho memiliki stamina lebih. Sementara empat peserta lain tertinggal di belakang.
Sejujurnya bukan hal penting memenangkan pertandingan konyol macam ini, namun Yunho tetaplah remaja lelaki yang menyukai tantangan dan kompetisi. Jelas kompetisi tidak akan menyenangkan jika kau tdiak memenangkannya. Karena itu saat memutuskan ikut acara ini, Yunho juga memutuskan untuk menang.
Bahkan sejujurnya Yunho menganggap perlombaan ini sungguh konyol, bisa saja ia berlari santai dan semuanya akan berakhir dengan segera. Namun saat matanya melirik kearah gadis yang sedari tadi memandanginya dengan wajah ditekuk berganti dengan wajah merona ketika melihatnya menyingsingkan lengan membuat ego Yunho melambung sekejab dan ingin gadis itu memandangnya sebagai lelaki pejuang dan tentu saja pemenang.
Dan napas Yunho bahkan masih teratur saat tangannya menyentuh meja diujung lintasan ini diikuti Donghae beberapa detik kemudian.
Suara tepuk tangan dan teriakan mewarnai kemenangan Yunho pada perlombaan kekanakan ini, dan Yunho terkekeh puas saat melirik Jaejoong dan mendapati gadis itu melongo dengan mulut sedikit terbuka, kalau saja mereka tidak sedang berada di tempat umum yang ramai sudah dipastikan Yunho akan menggigit bibirnya yang ranum.
"Aigo…kalian benar-benar cepat ne, ah senang sekali melihat dua lelaki tampan ini berlari dengan gagah ne ?" Ahra kembali memancing histeria para gadis. Disambut senyum malu Donghae dan senyum datar Yunho. Astaga wanita ini selalu mengganggu acaranya saat memandangi Jaejoong.
"Kalian para lelaki tampan pemenang ronde pertama silahkan duduk disana" katanya menunjuk bangku-bangku yang berderet di depan panggung "Kali ini adalah giliran para gadis yang akan menunjukkan kemampuannya" para lelaki bersorak makin girang tentu saja
Jaejoong tidak percaya setelah mengetahui bahwa Yunho tidak lebih dari lelaki brengsek ia masih saja terpesona saat pria itu berlari dengan rambut yang tersibak angin. Apalagi lengannya yang berotot namun tidak berlebihan begitu seksi membuatnya terlihat seperti campuran Ares dengan percikan cinta dari Aprodhite, memukau sekaligus berbahaya.
Kenapa lelaki brengsek harus tampan sih, menyebalkan
Jaejoong menggigit bibirnya dengan pipi merona saat membayangkan reka ulang Yunho yang sedang berlari dan dengan lincah melompati rintangan yang ada. Astaga ia juga baru sadar bahwa lelaki itu tinggi sekali. Selama ini Seunghyun lah yang tertinggi.
Bibir merah itu bergetar menahan rasa sebal yang menumpuk karena merasa dipermainkan
Dasar jahat ! lain kali kalau berlari ya berlari saja tidak usah pasang wajah tampan begitu
Aigo…Jaejoongie, sebal karena terpesona eoh ?
Saking asyiknya melamun Jaejoong tidak sadar bahwa Ahra sudah berada disampingnya dan menepuk bahunya
"Hey nona ini melamun rupanya, aigo..anak muda jangan melamun. Kha~ ambil posisi agar kau tidak melamun" Ahra berkata sedikit ketus
Ternyata ia gadis terakhir yang terpilih "Oke, seperti tadi silahkan sebuutkan nama dan kelas kalian" kali ini Ahra memilih semua pesertanya murid Toho.
"Jeon Seonyeong, fakultas hukum semester 5"
"Im Yoona, design grafis semester 2"
"Lee Hyorin, kelas 2 F senior high school" para siswa bersorak girang saat salah seorang primadona mereka yang terkenal dengan tubuh seksinya itu menjadi peserta. Membuat Ahra sedikit menyesal karena perhatian orang-orang teralih darinya
"Sepertinya kau salah nomor untuk bajumu Lee-ssi. Lain kali pakailah yang lebih sopan" sindir Ahra dengan dada membusung, mecoba bersaing dengan Hyorin yang memang berlebih di bagian itu. Iri ne nenek sihir ?
"Chaelin, fakultas seni semester 7"
"Kwon Boa, kelas 2A senior high school"
"Hmph..khh..Kim Jaejoong, kelas 2A senior high school" Jaejoong menjawab sembari menahan tawa, gadis itu bahkan menekan perutnya karena geli
"Ada apa denganmu Kim Jaejoong-ssi. Apa yang kau tertawakan ? seingatku tak ada yang melawak" Ahra memang terkenal sinis pada gadis, terutama gadis cantik
"Khee~ karena saem sangat lucu saat melakukannya" Jaejoong tidak dapan menahan kekehan kecil keluar dari bibirnya
"Seingatku aku tidak melakukan sesuatu yang lucu" wanita itu merasa sebal karena ditertawakan bocah belia seperti Jaejoong
"Saem sangat lucu saat mencoba menyaingi keseksian Hyorin hahahaha…" tawanya lepas tanpa terkendali. Membuat semua orang disana sontak meledak dalam tawa yang sama. Merasa geli dengan ucapan aneh dari Jaejoong. Mereka yang kenal tentu tahu bagaimana polos dan blak-blakannya gadis itu, sosok periang yang kerap kali membuat mereka tertawa.
Lain mereka lain pula Ahra, wajah wanita itu memerah merasa malu sekaligus marah
"Apa menurutmu menertawakan orang lain adalah hal yang baik Jaejoong-ssi"
"Kalau lucu kenapa tidak boleh tertawa saem ?" jawaban gadis itu yang asal membuat semua orang membungkuk menahan geli karena tawa
"Tak usah mengomentari orang lain sebelum kau memastikan dirimu baik Jaejoong-ssi" Ahra berkata bijak. Jaejoong yang dituju malah sibuk menunduk lalu menatap Ahra dengan mata bulat berbinar
"Sudah saem, punyaku lebih besar dari saem" Ahra menepuk kening saat semua orang kembali terpingkal. Hah..bagaimana mungkin gadis ini begitu innocent dan ceria mengatakan hal seperti itu, benak Ahra membatin kesal
Dari tempatnya duduk Yunho tersenyum lebar sembari menggigit bibir menahan gemas pada gadis yang masih tersenyum lebar diseberang sana. Dalam mimpinya gadis itu begitu nakal, tadi pagi galak lalu berubah menjadi gadis pemalu yang manis, tapi sekarang gadis itu terlihat polos dan lucu. Astaga…Yunho jadi makin cinta
Cinta ?
Secepat itu ?
Yunho meraba tepat di jantungnya yang berdetak liar, dan bertambah gila saat menatap wajah cantik Jaejoong.
Cinta tidak buruk juga
.
.
.
.
.
Begitu aba-aba diteriakkan Jaejoong berlari dengan kaki-kaki jenjangnya. Posturnya memang lebih tinggi dari gadis kebanyakan, tubuhnya tidak seperti gadis-gadis sekarang yang menyukai tubuh tongkat. Pipinya membulat lucu, bibirnya penuh lembab seperti buah persik, tubuhnya berisi di tempat-tempat yang tepat. Membuat Yunho menggigit bibir, seksi sekali.
Tubuh gadis itu indah, tipe bentuk tubuh yang akan terlihat bagus memakai apapun. Menyenangkan untuk dilihat.
Dan Jaejoong menang dengan mudah, diikuti Boa. Gadis mungil itu lincah juga rupanya, jelas karena gadis itu adalah seorang dancer dan lumayan jadi incaran di Toho.
Ahra merengut kesal karena melihat gadis yang mempermainkannya berhasil lolos ke babak selanjutnya. Dengan tampang tidak bersahabat Ahra menyuruh mereka mengambil tempat disamping Yunho dan Donghae.
Boa dengan malu-malu segera mengambil tempat disamping Yunho, memang sedari tadi ia mengincar untuk berkenalan dengan pemuda tampan ini. Lain halnya dengan Jaejoong yang merengut melihat tingkah genit Boa. Ia tahu Yunho tampan tapi kenapa harus Boa yang duduk disana harusnya ia si juara satu memilih dulu kan. Kucing manis ini cemburu rupanya.
Dengan kasar Jaejoong mendudukkan tubuhnya di sebelah Donghae
"Anyeong Jaejoong-ssi, kau hebat sekali. Aku baru tahu ada gadis selincah kau" sapaan ramah Donghae mau tak mau membuatnya tersenyum juga
"Hehe terimakasih, sunbaenim juga keren. Jjang !" Jaejoong mengangkat kedua jempolnya
"Aku hanya yang kedua" dengan tangan menggaruk kepalanya yang tentu saja tidak gatal Donghae mencoba berendah diri, malu mendapat senyum Jaejoong.
"Menurutku sunbaenim tetap keren, apalagi ekspresi serius sunbaenim saat berlari. Itu membuat gadis-gadis disana menjerit. Astaga..telingaku sampai sakit" dengan ekspresi lucu gadis manis itu membuat wajah seolah-olah tertekan. Membuahkan tawa Donghae
Oh Kim Jaejoongie kau melupakan beruang besar yang menatapmu sedari tadi.
"Jaejoongie..anyeong. kita bertemu lagi" Yunho mencoba menarik perhatian gadisnya dengan senyum manis. Calon Jung, masih calon.
"Oh, ne" gadis itu menatapnya sambil menyahut cuek, lalu segera mengalihkan pandangan. Pura-pura menikmati peserta ronde ketiga yang baru saja berlari dari garis start. Membuat Yunho menghela napas, bingung dengan kepribadian gadis itu yang berubah-ubah.
Jaejoong masih sebal dengan lelaki genit tukang tebar pesona yang sialnya memang mempesona itu, apalagi melihat Boa yang duduk menempel padanya membuat Jaejoong makin gerah ditengah panas matahari yang mulai terik.
Tak menyerah Yunho berdiri dan pindah duduk di samping Jaejoong, lalu kembali memasang senyum manis. Meninggalkan Boa yang merengut.
"Kenapa ketus sekali Jaejoongie ?" perilaku Yunho membuat Jaejoong makin sebal karena jantungnya jadi berdegup kencang.
"Aku memang seperti ini asal kau tau saja. Dan jangan memanggilku dengan panggilan sok akrab begitu. Kita bahkan baru sekali bertemu, aku memang berterimakasih kau sudah menolongku tetapi tetap saja kita adalah orang asing. Dan mommy selalu mengajariku utnuk tidak terlalu dekat dengan orang asing" balasan panjang lebar dari gadis itu membuat Yunho melongo sesaat sebelum tertawa dengan begitu tampan. Gadis ini benar-benar!
Yunho sampai harus kepayahan menahan rasa gemas karena gadis yang tengah menatapnya dengan mata dipicingkan ini bersedekap dan memasang gesture marah yang lucu.
"Lalu kenapa tadi pagi kau manis sekali hm ?" Yunho kembali bertanya, kali ini semakin mendekat pada Jaejoong yang tanpa diketahuinya membuat gadis itu semakin panic karena berdebar.
"Aku selalu manis hmmpp…" gadis itu menutup mulutnya sendiri karena keceplosan, salahkan sifat narsisnya yang selalu meng-iya-kan kata-kata orang yang mengatainya manis, cantik dan sebagainya.
Yunho tidak tahan untuk tertawa mendapat jawaban spontan seperti itu. Membuat Jaejoong dan orang disekitarnya melongo. Apakah kalian tahu Yunho tampan ? oh sudah yah, baiklah. Pemuda itu tertawa hingga matanya menyipit membentuk lengkungan manis, bibirnya merekah memperlihatkan gigi-giginya yang rapi.
"Aigo….kenapa kau lucu sekali sih" diacaknya rambut Jaejoong membuahkan rengekan sebal.
"Jung Yunho-ssi yang sok tampan kau membuat rambutku berantakan" Jaejoong menggerakkan tangannya acak, mengusir tangan Yunho dikepalanya
"Apa ? Aku ? Sok tampan ?" dahi Yunho terangkat
"Ne, kau playboy sok tampan! Tadi pagi kau menggodaku lalu kau bermain mata dengan Ahra saem apalagi kau baru saja menempel dengan Boa. Dan apa-apaan cara larimu. Kalau kau mau lari ya lari saja eoh tidak perlu sok tebar pesona, pakai menggulung lengan kaos segala. Dasar tukang pamer, kau tahu disini bukan hanya kau saja yang punya tangan bagus dan seksi. Banyak yang.." mata lebar si cantik ini semakin melebar dengan sendirinya saat tanpa sadar mengeluarkan gerutuan panjang lebar yang secara tidak langsung malah berisi pujian untuk laki-laki disampingnya.
Kim Jaejoong bodoh
Yunho hanya mengerjab seperti orang idiot mendengar perkataan Jaejoong sebelum berganti dengan senyum lebar karena gadis yang ia sukai memujinya yah walaupun berbalut nada ketus seperti tadi.
"Jadi kau mengakui kalau aku tampan hm ?" Yunho tersenyum menggoda pada gadis yang memalingkan wajah semerah kepiting rebus
"Tidak, aku bilang kau sok tampan" sanggahnya
"Baiklah tapi kau mengakui kalo aku memiliki lengan bagus dan seksi. Benar kan ? Jaejoongie ?"
"Kau bukan satu-satunya jadi jangan besar kepala. Dan meniyingkirlah.." Jaejoong berucap ketus sambil mendorong-dorong tubuh Yunho yang dirasa makin menempel padanya. Langkah yang salah Jaejoongie yeoppo…apa kau merasakan otot-otot Yunho dibalik kaosnya ?
"Yang penting kau mengakuinya. Dan aku tidak bermain mata atau menempel dengan siapapun itu." Yunho memutuskan untuk kembali menjaga jaraknya
"Jelas-jelas aku meliatnya sendiri, masih berani bilang tidak" gadis itu meliriknya dengan tatapan sadis
"Aku tidak. Dan jika memang iya, kenapa kau harus mempermasalahkannya Kim Jaejoongie-ssi ?" dan mulut gadis itu kembali terkunci seakan kucing menggigit lidahnya.
Jaejoong sendiri tidak mengerti mengapa ia harus merasa sebal pada pemuda yang bahkan belum genap ditemuinya 12 jam ini. Jaejoong tidak sepolos itu untuk tidak dapat mengartikan debaran jantungnya, namun ayolah..pada lelaki ini ?
Memang Jaejoong ingin ada lelaki yang mendekatinya seperti teman-teman yang lain, bahkan ia sering kali iri melihat Yoochun dan Junsu berkencan. Namun kalau yang mendekatinya membuat jantung serasa mau copot begini yang ada bukannya bahagia selama-lamanya ia malah mati muda.
"Baiklah, maaf kalau aku sok tampan dan memiliki lengan seksi" Yunho terkekeh sendiri "Tetapi aku tidak berniat menunjukkannya pada siapapun oke ? dan aku tidak berniat menempel atau bermain mata dengan gadis manapun. Jadi bisakah kau bersikap manis lagi ?" ditatap dengan pandangan yang oh-sial-membuat-meleleh oleh Yunho membuat Jaejoong semakin berkeringat dingin
"Terserah, aku tak perduli. Itu bukan urusanku" masih ketus
"Aku serius, lagipula seingatku aku hanya bermain mata denganmu pagi tadi" nada Yunho yang santai malah membuat Jaejoong menundukkan wajahnya, memerah, malu bukan main.
"Menyebalkaaaaaan !" suara gadis itu teredam telapak tangannya membuat Yunho tertawa pelan dengan suara beratnya
"Apanya yang menyebalkan ? ah..kau malu ? manis sekali, sini biar aku lihat wajahmu" Yunho kembali menggodanya dengan menarik-narik pelan tangan Jaejoong membuahkan rengekan sebal yang hanya membuat Yunho makin semangat menggodanya.
"Berhenti menggodakuuuuu.."gadis itu menghentakkan kakinya yang terbalut sepatu sport lucu dengan gambar gajah
"Ah..jadi kau merasa tergoda olehku ya ?" Yunho dengan tidak berperasaan menertawakan gadisnya ini, ekhm…calon Tuan Jung.
Yunho tidak menyangka gadis ini akan membuatnya menjadi seorang pria cerewet penggoda seperti ahjussi hidung belang di luar sana. Yunho selalu bisa mengendalikan dirinya, bersika tenang dan berpikir matang sebelum melakukan apapun. Namun pesona gadis ini membuatnya menjadi pribadi yang 180o berbeda. Untuk pertama kalinya Yunho bersikap tidak sopan dengan membuka barang milik orang lain, mengamati seseorang selama beberapa detik lamanya, bahkan bermimpi basah. Dan sekarang ia seperti playboy yang menggoda gadis-gadis cantik. Memandang gadis manis yang memandanginya dengan bibir kerucut dan muka merah Yunho tersenyum tulus, tampan sekali.
Apa lagi warna yang akan kau bawa dalam hidupku Kim Jaejoong ?
Memandangi wajah Jaejoong yang kini merunduk mengingatkan Yunho akan kenangannya di masa kecil
.
.
.
Yunho kecil berlari memacu kaki kecilnya yang dibalut celana jeans, sesekali tangan gempalnya menaikkan celananya yang hampir melorot karena gerak lincahnya. Mengabaikan teriakan sang ayah yang tertinggal jauh di belakang. Sebelum akhirnya langkahnya berhenti pelan ketika tiba di depan ruang rawat ibunya. Kamar yang biasaya dihuni grandma dan grandpa begitu Yunho memanggil pasangan tua itu, terlihat ramai dengan dokter yang berlalu lalang. Melihat si kakek duduk sendirian Yunho kecil menggerakkan kakinya menghampiri
"Grandpa.. where's grandma ? look I pick a flower for her and mama" bunga kecil dengan tangkai panjang Yunho tunjukkan pada kakek tua dengan rambut putih yang tersenyum tipis memandangnya.
"She's asleep boy" tersenyum sendu
"it's weird, she usually loves to walking in outside. Is she tired or something ?" Yunho kecil menaikkan celananya yang melorot, kedua tangan gempalnya yang mungil kesulitan membawa bunga-bunga yang bahkan lebih panjang dari lengannya. Membuat si kakek tersenyum dan meraih beberapa, membuat Yunho tersenyum lebar karena terbantu.
"She's gone Yunho, now grandma is happy in the heaven" lelaki tua dengan suara parau, sayangnya Yunho terlalu kecil untuk mengerti
"Heaven ? where is it ? is it far grandpa ?" mata sipitnya mengerjap polos
"Sure, someday I'll be there. Gather with her"
"Can I come too ? I want to see how's heaven look like"
Lelaki tua dengan sweater lembut tersenyum membelai rambut tebal bocah yang sering menemaninya dan istrinya ini
"We'll gather someday there, but it will take a long time, so long time"
"Why ?" Yunho mengayunkan nada suaranya "I miss her already" membuat sang kakek tua mendekap tubuh hangat Yunho
"You'll always have her in your heart, like me. Keep her as a beautiful memory. So when you miss her you can lock it up and you won't miss her anymore. Because we love her"
"What is love ?" Yunho kecil menggoyangkan tubuhnya ke kanan dan kiri
"Love is a little bit complicated, you'll know someday. But, gardma and granpa is love, so your mama and papa. We are love Yunho"
"Ookaaaayy" Yunho terlalu kecil.
Kemudian ayah Yunho telah sampai, menucapkan beberapa kata pada pria tua itu dan meninggalkan Yunho di kamar bersama ibunya
"Mama, what is love ?" sambil bermain dengan pesawatnya Yunho bertanya kembali pada sang ibu
"Love is a feeling baby. The reason of your smile, your tears, your breath it'a all love"
"I don't get it." Suara mungilnya membuat sang ibu mengangkatnya ke pangkuan dan menggelitiki si anak, si kecil gempal tergelak
"Someday sweetheart…someday"
.
.
.
"Yunho-ssi !" suara manis bersama tepukan di bahunya menyadarkan Yunho dari kilas masa lalunya. Berkedip beberapa kali Yunho membagi senyum tipis pada gadis yang masih memegang pundaknya
"Kita dipanggil untuk mengikuti kuisnya. Apa kau baik-baik saja ? kau melamun sedari tadi" nada cemas dan raut khawatir gadis itu membuat senyum Yunho melebar. Tentu saja Jaejoong khawatir, pemuda ini tiba-tiba diam seperti patung dengan pandangan menerawang. Kosong. Seakan-akan pemuda yang baru saja menggodanya hilang entah kemana. Mereka seperti dua orang yang berbeda.
"Aku baik. Terimakasih sudah mengkhawatirkanku Jaejoongie" nah ini dia si tampan penggoda. Jaejoong langsung berbalik tanpa menunggu pemuda itu.
"Kau terlalu percaya diri. Dan jangan sok akrab" ketusnya kembali lagi
Namun senyum Yunho masih bertahta di bibirnya. Bertahun setelah apa yang baru saja ia putar kembali, Yunho akhirnya mengerti.
Cinta…
Gadis ini ada di depannya, hidup berjalan dan bernapas. Dan Yunho bahagia.
Now I get it mom, I found my love.
.
.
.
.
.
Sepuluh orang telah dikumpulkan, di depan mereka terdapat meja dengan tombol merah besar. Oh kuis.. Yunho hanya menatap datar. Sungguh ia malas melakukan semua ini.
"Kalian yang sudah berjuang di babak pertama selamat !" tepuk tangan membawa Yunho dan Jaejoong ikut menepuk tangan.
"Selanjutnya kalian akan bersaing untuk menjawab pertanyaan umum yang di sediakan. Dan lima orang pemenang akan diambil serta mendapat hadiah special dari sekolah" Ahra sangat bersemangat melihat banyak lelaki tampan di hadapannya. Apalagi pemuda bermata musang yang terlihat cuek itu. Oh tidak tahu saja kau ahra, pemuda cuekmu itu baru saja menggoda habis-habisan gadis yang kau benci.
Yunho yang mengambil tempat disamping Jaejoong berbisik "Apa kau butuh bantuan Jaejoongie ? pengetahuan umumku cukup bagus" menggoda Jaejoong dengan senyum menyebalkan, hingga harus dihadiahi cubitan galak dari Jaejoong di lengannya
"Dalam mimpimu Yunho-ssi. Aku akan mengalahkanmu" tudingnya, membuat Yunho terkekeh puas
Seunghyun tahu ada yang tidak beres dari pemuda yang tengah berdiri di damping Jaejoong. Karena itu ia memutuskan untuk membelah kerumunan dan menemui Yihan karena pemuda itu terlihat menyerahkan tasnya pada Yihan. Seunghyun berasumsi mereka saling kenal. Karena ia tahu Yihan tidak akan peduli pada orang yang tidak dikenalnya.
"Ia Jung Yunho, anak teman abeoji Jung Il Woo. Yang sekarang tinggal di rumahku , pindahan dari Kanada" jawaban Yihan sama sekali tidak memuaskan
"Lalu bagaimana ia bisa mengenal Jaejoongie ?" matanya masih mengawasi pemuda yang kelihatan memandang Jaejoong dengan mata berbinar
"Entahlah. Aku juga tak tahu, kita Tanya mereka begitu acara bodoh ini berakhir" Seunghyun hanya mengangguk
"Yunho hyung adalah orang yang baik. Aku tak keberatan kalau ia mendekati Jaejoongie" lirihnya lagi
Penuturan Yihan lantas membuat Seunghyun kembali memandang Yunho. Pemuda tampan yang memandang Jaejoong mereka dengan pandangan sayang dan satu pandangan lain yang tidak mereka berempat-penjaga Jaejoong-miliki, pandangan yang hanya dimiliki Choi Siwon. Namun saat melihat Jaejoong membalas ucapan pemuda itu dengan wajah merah padam Seunghyun tahu bahwa mungkin pemuda itu akan memiliki apa yang diinginkan seorang Choi Siwon sejak lama. Hal yang sangat sulit didapatkan Choi Siwon sahabatnya mungkin akan didapatkan pemuda itu. Cinta Jaejoong.
TBC
Nyahahaahaaaa….saya ngga bisa sebutin yang review satu-satu. So ini lanjutannya~
Saya sudah memutuskan, walaupun hanya satu orang yang menunggu saya tetap akan melanjutkan fic ini sampai ending. Saya juga akan sangat senang menerima kritik dan saran dari kalian. Agar saya menjadi lebih baik dan membawa lebih banyak kebahagiaan buat kalian /apasih/
Okeeeh…berminat tinggalkan jejak ?
