WAITING

Disclaimer : Belong to SM, God, and theirselves :D

Author : Lee Rae Ra / Iqlima

Genre : Drama, Family

Rate : T

Length : Sequel

Summary : Seorang wanita bernama Kim Heechul yang menjadi guru baru di sebuah SMA khusus lelaki, hingga disana dia merasa penantiannya tentang masa lalunya akan segera berakhir. RnR? Genderswitch

A/N : Mungkin tema cerita ini banyak digunain, tapi author lagi pengen buat fic dengan tema kayak gini, semoga aja readers suka ^^

WAITING

Akhirnya tiba juga bulan kedua pada semester ini. Saatnya Heechul mengumumkan tentang Kontes Bakat. Setelah rapat dengan semua guru kelas sepuluh juga setelah berunding dengan Jung songsaenim, akhirnya tibalah juga saat Kontes Bakat.

Setelah mendengar pengumuman dari speaker yang dipasang di semua ruangan, seluruh siswa kelas 10 berbondong-bondong pergi ke gedung ketiga, tempat auditorium yang luasnya cukup untuk menampung sepuluh ribu orang tersebut. Disanalah Heechul akan menyampaikan informasi tentang Kontes Bakat kali ini.

Kyuhyun, Ryeowook, dan Kibum termasuk dalam gerombolan siswa yang pergi ke gedung ketiga. Ryeowook dan Kibum bercanda seperti biasanya, sedangkan Kyuhyun masih setia dengan PSP nya.

Perlu diketahui, setelah hipotesa Kyuhyun tentang Ms. Heechul adalah Umma nya, sikap Kyuhyun pada Ms. Heechul berubah 180 derajat. Kini Kyuhyun sudah akrab dengan Ms. Heechul, bahkan Kyuhyun sering membantu Ms. Heechul membawakan barang bawaannya. Heechul tentu saja senang menerima perlakuan dari anak satu-satunya ini.

Kyhyun, Ryeowook, dan Kibum sampai di auditorium. Mereka duduk di kursi yang ada di deretan terdepan. Di panggung auditorium sudah ada Kepala Sekolah, Ms. Heechul, dan semua guru.

"Baiklah, tentu semua sudah tahu apa tujuan kalian ada di auditorium. Bulan ini adalah bulan kedua dalam semester ini, saatnya Kontes Bakat dilaksanakan." Kata Kepala Sekolah.

Seluruh auditorium langsung riuh.

"Untuk selengkapnya, Ms. Heechul sebagai Ketua Pelaksana Kelas Sepuluh akan menjelaskannya. Silahkan, Ms. Heechul." Kepala Sekolah mundur dan Ms. Heechul maju.

"Okay, I will explain about our.."

"KOREAN PLEASE!" koor dari siswa kelas 10 berkumandang.

Heechul tersenyum tipis. "Baiklah. Kami seluruh guru sepakat bahwa Kontes Bakat kali ini bertemakan Romance." Jelas Ms. Heechul.

Seluruh auditorium riuh.

"Maka dari itu, kalian para siswa kelas sepuluh harus menunjukan bakat kalian yang bertemakan Romance. Seperti biasa, setiap kelas mengirimkan perwakilan maksimal lima belas orang." Jelas Heechul.

Suasana di auditorium riuh lagi. Semuanya membicarakan tentang Kontes Bakat kali ini.

"Sekarang kalian boleh kembali, tapi apabila ada yang mau tetap tinggal ya silahkan karena hari ini free, tidak ada pelajaran." Kata Ms. Heechul.

Beberapa siswa keluar, tapi masih banyak sekali siswa yang ada di dalam auditorium, mengobrol. Karena hawa di auditorium sangat enak untuk mengobrol.

"Appa.. Aku telah menemukan Umma.. Apakah Appa tidak mau menemui Umma?" lirih Kyuhyun sambil menatap foto keluarganya saat dia masih kecil.

Tanpa diketahui Appa nya, pada malam Kyuhyun menemukan dompet Appa nya, dia langsung men-scan tiga foto yang ditemukannya, setelah itu Kyuhyun mencetaknya sendiri di studio foto. Dan kini tiga foto itu bertengger manis di dompet Kyuhyun. Dan jika suasana hati Kyuhyun sedang buruk, dia akan menatap ketiga foto itu dan seketika suasana hatinya akan membaik.

"Bagaimana pera.. Ah! Itu apa?!" seru Ryeowook nyaring.

Suara Ryeowook yang melengking tinggi membuat semua yang ada di auditorium menoleh ke arah mereka. Kibum pun buru-buru minta maaf kepada semuanya.

"Aish, kau ini! Suaramu turunkan sedikit!" kata Kyuhyun kesal.

"Maaf maaf.. Memang seperti ini suaraku.. Habisnya aku kaget sekali sih. Kau tadi sedang lihat apa?" tanya Ryeowook.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. "Bukan apa-apa." Kilahnya.

"Tidak mungkin! Aku melihat dengan jelas tadi itu foto keluarga! Yang jelas ada foto Hangeng ahjussi, seorang wanita, dan seorang bayi yang pastinya itu kau waktu masih kecil!" seru Ryeowook.

Kibum terkejut mendengar perkataan Ryeowook. "Foto keluarga? Benarkah?" tanyanya pada Kyuhyun.

"Ah, ya. Itu memang foto keluargaku. Saat aku masih kecil." Jawab Kyuhyun akhirnya.

"Jadi sekarang kau tahu siapa Umma mu?" tanya Ryeowook dan Kibum bersamaan.

Kyuhyun mengangguk. "Iya.. Tapi maaf, aku belum bisa memberitahukan pada kalian karena aku pun masih belum yakin. Nanti, kalau saatnya sudah tepat dan wanita itu sudah pasti adalah Ummaku, pasti aku akan beritahukan pada kalian. Aku janji."

Kibum dan Ryeowook mengangguk mengerti. Mereka tahu, jika Kyuhyun sudah berjanji, dia tidak akan mengingkarinya.

"Kita ke kantin yuk!" ajak Ryeowook.

Kedua sahabatnya mengangguk. Baru saja mereka berdiri, Ms. Heechul sudah ada di depan mereka.

"Kalian ikut Kontes Bakat?" tanya Heechul.

"Semester lalu kelas kami mengirim Kyuhyun, Ryeowook, aku, Donghae, Eunhyuk, dan yang lainnya." Jelas Kibum.

"Jadi kalian berempat ikut semua?" tanya Heechul.

"Ne. Dulu, aku dan Kyuhyun menyanyi, Kibum bermain drama." Jawab Ryeowook.

"Ms. Heechul!" panggil Kyuhyun tiba-tiba ketika melihat Ms. Heechul lewat.

Ms. Heechul menoleh. "Ada apa, Kyuhyun?"

"Apakah Ms mau bertemu dengan Appa ku? Barangkali kalian mau membicarakan tentang Kontes Bakat ini, atau Olimpiade Matematika yang akan kuikuti dua bulan lagi.." kata Kyuhyun.

Heechul tersentak. "Appa-mu? Ah.. Untuk apa?"

"Kan sudah kubilang tadi. Biasanya para guru berunding dengan Appa ku karena aku ini sangat susah diatur dan dimengerti."

Sontak Ms Heechul menggelengkan kepalanya. "Ah! Tidak usah! Aku tidak hebat dalam berbicara dengan orangtua siswa! Lagipula kau kan ikut Olimpiade Matematika, jadi seharusnya kau meminta guru Matematika yang berunding dengan Appa mu. Jika kau ikut debat Bahasa Inggris, baru kau datang padaku." tolak Heechul.

Kyuhyun kecewa. "Ya sudahlah kalau begitu. Ayo ke kantin. Kami permisi, Ms. Heechul."

Ketiga anak laki-laki itu membungkuk pada Ms. Heechul, yang hanya dibalas dengan senyuman tipis oleh Ms. Heechul.

: Waiting :

"Jadi, kalian kali ini akan mengadakan Kontes Bakat lagi?" tanya Hangeng.

Kyuhyun menyendok sup dan memasukannya ke dalam mulutnya. "Ys. Seperti tiap semester yang lalu."

"Kelasmu bagaimana?"

"Tema kali ini adalah Romance. Aku dan Ryeowook akan berduet menyanyi. Ryeowook nanti pakai baju perempuan, kami mau menyanyi medley dengan beberapa lagu romantis. Kami belum tahu mau menyanyi apa, nantilah kami pikirkan. Lalu nanti ada Kibum dan teman-teman lain yang akan memainkan drama romantis, tapi belum tahu drama apa. Mungkin Romeo Juliet, atau malah drama lain. Donghae dan Eunhyuk menari, Eunhyuk nanti pakai baju perempuan. Mereka mau menari couple, dan beberapa temanku akan menjadi penari latarnya." Jelas Kyuhyun.

Hangeng mengangguk-anggukkan kepalanya. "Pakai sistem tiket lagi?"

Kyuhyun mengangguk. "Ne."

"Huh, nanti pasti banyak yeoja yang ribut." Keluh Hangeng.

Kontes Bakat SM High School terbuka untuk umum. Semua siswa bisa menonton dengan menunjukkan Kartu Pelajar mereka, dan untuk para orangtua akan diberi undangan, nanti waktu di tempat, undangannya ditunjukkan. Selain itu, SM High School menjual tiga ribu tiket untuk umum. Yang biasanya dibeli para wanita yang ingin melihat penampilan para murid laki-laki keren yang ada di SM High School. Setiap kontes tiket selalu sold out, dan setiap kontes pula akan banyak wanita yang menangis meraung-raung karena tidak kebagian tiket.

Sistem penjualan tiket pun melalui sistem online. Yang ingin memesan tiket harus membuat profil dulu di website SM High School, lalu masuk ke Kontes Bakat. Selanjutnya tinggal masuk Pembelian Tiket. Tinggal masukkan jumlah tiket yang diinginkan, lalu akan muncul harganya. Para calon penonton harus mengeprint bukti pembelian tiket, lalu para calon penonton tinggal mentransfer uang ke rekening SM High School, lalu bukti transfer serta bukti pembelian tiket itu harus ditunjukkan saat akan menonton kontes, baru nanti kedua bukti itu akan ditukar dengan tiket. Kontes Bakat SM High School memang sekelas dengan konser-konser artis nasional maupun internasional.

Walaupun auditorium SM High School cukup untuk menampung sepuluh ribu orang, tapi pihak sekolah tidak mau acaranya dipenuhi orang-orang yang saling berdesakan. Apalagi para orangtua siswa berasal dari kalangan atas. Maka dari itu, sekitar seribu orang tua siswa akan duduk di kursi depan, kursi tengah diisi oleh siswa yang tidak ikut berpartisipasi di Kontes Bakat, dan yang paling belakang diisi oleh para penonton.

Jika jumlah orang tua murid sekitar seribu orang, dan biasanya jumlah siswa yang tidak ikut berpartisipasi di panggung dan di belakang panggung itu jumlahnya sekitar lima ratus lima puluhorang, dan ditambah dengan tiga ribu penonton, maka masih ada ruang yang luas, agar mereka semua tidak berdesakan. Karena kapasitas yang terpenuhi hanya lebih sedikit dari setengahnya.

"Memangnya kenapa sih Appa? Aku senang kok, banyak gadis cantik. Tapi sayangnya mereka semua suka berteriak-teriak, membuat telingaku sakit. Tapi tetap saja cantik, bisa cuci mata. Khekhekhe.." kekeh Kyuhyun.

"Dasar playboy!" rutuk Hangeng.

Kyuhyun hanya tertawa-tawa saja melihat Appa nya.

"Appa saja hanya pernah mencintai seseorang! Kenapa kau jadi mata keranjang begini sih?" gerutu Hangeng.

"Eits, Appa! Jangan begitu! Aku memang suka melihat wanita cantik, tapi belum pernah sekalipun aku jatuh cinta."

"Hah? Benarkah?" tanya Hangeng tak percaya.

Kyuhyun mengangguk. "Ne. Eh, Appa, menurut Appa kalau aku masuk ke Klub Bahasa Inggris cocok tidak?" tanya Kyuhyun.

"Bahasa Inggris? Menurut Appa cocok-cocok saja. Tapi kan kau sudah ada di Klub Matematika dan Klub Musik, untuk apa bergabung di Klub Bahasa Inggris?"

Kyunhyun menaikkan kedua bahunya. "Aku hanya ingin saja. Aku jenuh kalau Matematika terus, sekali-kali aku ingin yang berbeda."

"Yah, terserah kau saja. Asal positif pasti Appa mendukung." Kata Hangeng.

Kyuhyun mengangguk. "Hmm.. Ne, ne, nanti aku pikirkan lagi."

"Eh Kyu.. Kakek dan Nenekmu akan pergi ke Paris untuk berlibur."

"Heh? Haraboeji dan Halmeoni ke Paris? Mereka kan sudah tua, kalau lelah bagaimana? Mereka kan tidak bisa Bahasa Perancis?" tanya Kyuhyun kaget.
"Ada beberapa staf yang akan mendampingi mereka, tentu saja. Nicole akan bersama mereka, dia kan orang Perancis. Lengkap dengan bodyguard dan tim kesehatan."

"Tapi dengan keadaan Halmeoni yang seperti itu?" tanya Kyuhyun khawatir.

Hangeng menghela nafas. "Itulah sebabnya Kakekmu ingin membawa Nenekmu berlibur, agar suasana hatinya lebih tenang sedikit. Kau tahu kan keadaan Nenekmu selama enam belas tahun ini."

Kyuhyun menarik nafas panjang. Selama enam belas tahun ini, Neneknya, Kim Jungsoo, menderita sedikit gangguan jiwa karena depresi berat berkepanjangan. Alasannya karena Neneknya menyesal telah mengusir Umma nya.

"Kenapa sih, Appa tidak mencari Umma saja?" tanya Kyuhyun.

Hangeng menjatuhkan sendok yang sedang dipegangnya. Selama ini, Kyuhyun tidak pernah membicarakan tentang Umma nya karena dia sangat membenci Umma nya. Tapi, kenapa kali ini dia malah menanyakan tentang Umma nya?

"Appa kenapa sih? Jawab dong!" desak Kyuhyun.

"Ah, ne. Sebenarnya Appa sudah mencari Umma ke seluruh Korea dan Amerika, tapi tidak ketemu."

"Apa sekarang di Korea masih belum ketemu juga?" pancing Kyuhyun.

"Ahh.. Akhir-akhir ini Appa melihat orang yang mirip dengan Umma mu, tapi Appa yakin pasti itu bukan Umma mu." Jawab Hangeng berbohong.

"Kenapa Appa menyimpulkan seperti itu?"

"Wajahnya.. Sedikit berbeda." Kali ini, Hangeng berkata jujur.

Kyuhyun termenung. Appa nya benar. Wajah Ms. Heechul yang sekarang dengan yang di foto sedikit berbeda, tapi tetap saja mirip!

"Apakah Appa tidak merindukan Umma?"

"Pertanyaanmu bodoh sekali, Kyu. Tentu saja Appa sangat merindukan Umma mu. Enam belas tahun lebih kami tidak bertemu. Appa sangat merindukannya. Appa merindukan bau harum tubuhnya, Appa merindukan senyumannya, Appa merindukan wajahnya yang cemberut saat marah, Appa merindukan segalanya tentang Umma mu." kata Hangeng sambil menerawang.

Kyuhyun tersenyum tipis. Walaupun hampir setiap hari dia bertemu dengan Umma nya, sampai sekarang dia masih merindukan Umma nya. Dia ingin sekali Umma nya tinggal seatap dengannya dan Appa nya. Tapi sepertinya keinginannya itu tidak akan terwujud dalam waktu dekat ini, mengingat bahwa Appa nya berbohong mengenai Umma nya.

: Waiting :

"Aku sekolah dulu ya, Appa!" kata Kyuhyun sambil keluar dari mobil.

"Belajar yang baik!" balas Hangeng.

Hangeng menatap punggung anaknya sampai punggung Kyuhyun sudah tidak terlihat lagi.

"Ke kantor sekarang, Tuan?" tanya supir.

"Jangan sekarang. Diam disini dulu."

"Baiklah, Tuan."

Hangeng memperhatikan orang-orang yang berseliweran di depan SM High School. Para siswa yang berseragam sekolah, para orangtua siswa yang lalu lalang di depan sekolah, dan beberapa pejalan kaki.

Akhirnya yang ditunggu Hangeng pun tiba. Seorang wanita berambut cokelat panjang dan memakai setelan kemeja dan rok berwarna putih pun akhirnya tiba. Wanita itu membalas sapaan setiap orang yang menyapanya. Senyumnya yang manis bertengger di wajahnya yang cantik tiap dia membalas setiap sapaan.

Hangeng tersenyum bahagia. "Chullie..." desahnya.

Hangeng masih terus menatap punggung istrinya sampai punggung istrinya tidak terlihat lagi.

"Jalan." Perintah Hangeng pada supirnya.

Hangeng sudah cukup bahagia, setiap hari menatap istrinya dengan cara seperti ini. Dia masih menunggu saat yang tepat. Saat dia akan menampakkan diri di depan istrinya.

.

.

To Be Continued..