My Lovely Bodyguard

Jika pekerjaan memilihmu maka kau harus
mengikutinya dan menjalankan aturannya.

DISCLAIMER: MASA SIH KASIH MOTOR ( #DIGOROK
OM MASASHI KISHIMOTO)

Author: Cahaya Fellyanthony

MAIN PAIR: NARUHINA Slight Sasuhina
GENRE: CRIME, ROMANCE, ACTION
RATE: Mature (violence and gore)
Hy minnaaaaaaaaah(?) aku bawa kembali fic
jadulku. Tapi ini ku-remake kembali jadi fic yang
super duper gaje moga minna suka fic-ku ini.

Happy reading

.

.

perkenalan Oc (enemy): 8

The Shadow: rambut spike Biru dongker, mata merah,kulit kuning . sifat: anti sosial, suka membawa pisau lipat, sosiopatik, suka menyendiri.

Ichigo Haka: rambut putih poni menutupi mata sebelah kiri, mata hitam, hidung mancung, bibir tipis, kulit kuning. sifat: suka menyeringai, sosiopatik, psycho, suka memakai revolver untuk membunuh sesuka hati.

Ralph Zons: rambut afro, kulit hitam, tinggi. sifat: bertarung tanpa kenal ampun, wajah selalu datar, sosiopatik, petarung tipe capoeira dan kick boxing.

Big Joe: rambut plontos, kulit putih, badan besar kekar dan tinggi,sifat: kalem namun brutal, suka memandang lawan tajam, tipe: wrestler.

Shin Dragster (leader): Rambut raven putih, mata Hijau, kulit putih. sifat: pendiam, bringas dalam bertarung, wajah tanpa expresi, tipe: taek won do

Hyun Law dan Hyun Ki( kembar identik): Kulit putih, mata hitam, rambut hitam (law: rambut emo menutupi mata kanan, lee: rambut slick), sifat: ceria namun mematikan, suka melakukan tugas bersama dalam membunuh, lebay, terorganisir tipe: Old kungfu chinese.

Tayuya: kalian dah tau... nb: tayuya bisu

.

.

.

.

Chapter 4: Dead Fighting
.

.
sudah seminggu Hinata mendapat kawalan dari Naruto, Keistimewaan? menurut Hinata: Naruto orang yang suka pamer senyum dan paling suka diam Tanpa ekspresi, freak.
"makhluk astral",itulah julukan Hinata pada Naruto, Namun tanpa disadari Hinata.
Hinata sudah terjerat pesona Namikaze Naruto yang sederhana dan apa adanya.
Hinata akui sering kehilangan akal menghadapi Naruto yang sering "Lolos" dari jebakannya. dan 2 kali lipat juga kekesalan Hinata Pada Naruto yang selalu mampu membuatnya bungkam akan tatapan matanya.
"menjengkelkan sekali",umpat Hinata pelan.
Kali ini Dia Harus ke sekolah kembali didampingi Makhluk astral a.k.a Naruto.
oke, Ketampanan Naruto hampir sama dengan Len Kagamine, aktor Film "Vocaloid" yang sedang digandrungi Masyarakat Negara Konoha saat ini.
Tapi kenapa Harus Naruto? Dan kenapa Ketampanan kekasihnya Uchiha Sasuke tersaingi karena adanya Naruto.
Dan lagi-lagi Hinata sedikit gerah lantaran Naruto Dekat dengan salah satu teman perempuan sekelasnya yang diincar oleh para lelaki satu sekolah,Rias Gremory.
Gadis bermata hijau dan berambut merah itu tengah Duduk di taman menyodorkan bekalnya pada Naruto.
Meskipun baru kenal Tiga hari, Naruto Dan Rias begitu Dekat bahkan seperti sepasang kekasih. Lho Hinata Cemburu?
"aarrrgghh",teriak kecil Hinata malah sedikit kerepotan dengan hatinya kini.
hey, Hinata! kau tak sadar akan bahasa hatimu sayang...

(Sepulang sekolah)
Hinata melangkahkan kakinya dengan keras dan kesal pasalnya sang kekasih ada urusan keluarga mendadak dan tidak bisa ditinggalkan begitu saja.
Dan parahnya ketika belum mencapai Mobil, Dirinya disuguhi pemandangan memanaskan hatinya.
Naruto dan Rias kini Sedang mengobrol, Lha Hinata Cemburu Lagi?
'sial Kenapa sih makhluk astral itu mengobrol dengan Rias?",Gumam Hinata dalam hati.
dengan Cepat Hinata mendekati Naruto lalu menyeret lelaki Pirang itu Pergi dan membuat Rias yang tadi mengobrol dengan Naruto kebingungan akibat tingkah Hinata yang super aneh hari ini.
"kau masuk mobil!",perintah Hinata dengan nada menekan pada Naruto, dan membukakan Pintu mobil.
"anda kenapa Hinata-sama?",Jinrei juga sedikit bingung dengan Tingkah Hinata yang sudah aneh selama seharian penuh ini.
"CEPAT MASUK!".perintah Hinata kali ini dengan nada Tinggi.
mau tak mau Naruto dan Jinrei masuk kedalam Mobil, tapi Langkah Naruto terhenti kala Hinata memegang pergelangan tangannya.
"kau duduk denganku dibelakang",Perintah Hinata membuat Naruto tambah Bingung setengah mati.
'kenapa Nona Hinata? apa kesambet setan sadako ya?',Batin Naruto mengikuti perintah Hinata.
yah, ada yang aneh dengan Hinata? dan keanehan itu disebabkan oleh seorang berambut pirang bermata biru.

(Sasuke Side)
Sasuke terpaksa berbohong pada Hinata saat Pulang sekolah, lantaran kekasihnya Sakura ingin menemuinya di Restoran dekat taman Kota konoha.
dan Sasuke hanya Bisa menuruti kekasihnya berambut soft pink tersebut, karena 2 hari Sasuke tak menemuinya karena tugasnya sebagai ketua Osis di sekolah.
"Sasuke-kun",Panggil seseorang pada Sasuke di sebuah Bangku dekat jalan trotoar taman Kota.
Sasuke mendatangi asal suara yang memanggilnya yang tak Lain Sakura.
"lama?",tanya Sasuke singkat lalu mengecup kening Sakura, Sakura hanya menggeleng kepalanya pelan.
mereka berdua Duduk berdekatan, dan memesan Minuman pada sang waitress restoran.
"ada apa kau memanggilku kesini Sakura-chan?",tanya Sasuke.
"kau ini? kau tak kangenn padaku?",Sakura mengembungkan kedua Pipinya tandan Ngambek, manis sekali.
"Hmm Gomen, ya kangen Saku-chan",jawab Sasuke sedikit tersenyum simpul.
"Bagaimana soal pertunangan kita besok, sudah siap?",Tanya Sakura menyenderkan kepalanya Dibahu Sasuke.
"Sudah, Besok keluarga Uchiha juga datang ke pesta pertunangan Kita",Jawab Sasuke datar.
"haaah Leganya, setidaknya kau sudah kuikat dengan tali pertunangan. kau tak mengecewakanku kan Sasuke-kun?",tanya Sakura dengan Mata berkaca-kaca.
"Tenang saja, aku akan selalu Setia untukmu",Jawab Sasuke lalu mencium Bibir Sakura.
'Gomenasai Hinata-Honey',gumam Sasuke dalam Hati.

(Naruhina Side)
Naruto hanya terdiam selama perjalan pulang menuju Kediaman Hyuuga, Bahkan Hinata malah menyandarkan kepalanya pada Bahu Naruto entah itu sengaja atau tidak.
yang Jelas Gadis itu sangat aneh Hari ini, Marah tidak Jelas padanya dan juga pada Jinrei. (padahal Naruto yang terus kena Omel)
gadis itu hanya kelelahan Plus tak ingin diganggu ketenangan hatinya.
Naruto menemani Hinata ditaman PINGGIRAN Kota tadi sebelum kembali ke kediaman Hyuuga.
Gadis itu 2 jam berayun-ayun di salah satu ayunan, dan memerintah Naruto seenak jidatnya, beli ini, beli itu, ambil ini dan ambil itu.
Naruto Hanya menuruti Gadis itu dan Pulang dengan mata sembab yang tak tahu kenapa.
Tapi Naruto tetap Diam dan lebih memilih bungkam serta tak bertanya karena putri Hyyuga Hiashi itu tengah badmood.
Naruto merasakan Hinata sudah Tidur dalam sandaran Bahunya, Naruto memandangi wajah Hinata yang damai akan tidurnya itu.
benar-benar Cantik dimata Naruto.
sesudah sampai Di kediaman Hyuuga, Naruto terpaksa menggendong Hinata dengan gaya bridal style kedalam kamar Pribadi Hinata.
Gadis itu tampak kelelahan, sementara para maid membantu Naruto memindahkan Hinata keatas tempat tidur dengan melepas sepatu dan kaos kaki Hinata.
Naruto kemudian menyelimuti Hinata dan segera keluar dari Kmar Hinata.
"apa yang terjadi pada Nona Hinata?",gumam Naruto seperti merasakan kesedihan Hinata, entah apa itu.
Tapi Pria pirang itu merasakan, Hinata kesepian dan hanya Sasuke tempat sandaran hati malah menghilang entah kemana.
setidaknya Naruto sudah meminjamkan bahunya untuk Hinata bersandar dari semua kesedihan yang melanda Hinata tadi.

(Keesokan harinya)
hari minggu seperti biasa Naruto memakai pakaian Biasa dan melakukan push up dan sit up di pagi buta dikamarnya.
setelah selesai, pemuda itu melakukan sedikit gerakan beladiri.
Naruto melihat jarum jam dinding, Pukul 05.30 Naruto keluar dari kamarnya dan merasakan angin pagi yang begitu menyejukkan.
Mata Naruto melihat siluet seseorang di taman sedang bermain ayunan sendirian.
"Nona Hinata",Gumam Naruto
Seorang itu menoleh pada Naruto, Dan menatapnya dengan Tatapan Kosong.
"Nona apa yang anda Lakukan pagi Buta seperti ini?",Tanya Naruto menghampiri Hinata.
"Kau, apa yang kau lakukan dipagi Buta seperti ini?",tanya Hinata Balik dengan Nada Pelan.
"Saya sudah terbiasa Bangun pagi Buta, ini sudah kebiasaan saya mulai dari saya kecil Nona",ujar Naruto hanya mendapat tanggapan Datar dari Hinata.
"Kau mau kemana?",tanya Hinata lagi.
"Saya mau jalan-jalan Nona",jawab Naruto
"Aku ikut",Hinata bangkit dari tempat ayunan dan mulai berjalan menuju Naruto.
Naruto mengangkat kedua alisnya,
"Tapi...",belum sempat berkata, Hinata menggandeng Naruto.
"Aku bosan Dirumah",ucap Hinata.
Dengan sedikit gugup Naruto hanya menuruti putri Hyuuga Hiashi itu. Naruto melihat tangannya dipegang oleh Hinata.
'kami-sama kenapa Nona Hinata hari ini?',gumam Naruto dalam Hati tampak kurang enak dengan keadaannya sekarang.
(skip time)

Akari tampak mencoba merebut bola basket dari Itachi dengan usaha kerasnya.
nampak sekali Gadis itu tampak susah payah mengimbangi permainan Itachi dalam olahraga itu.
tiba-tiba mata Itachi menagkap suatu Objek dikejauhan.
"Hinata dengan siapa?",Gumam Itachi namun Dia lengah saat Akari merebut Bola itu dan memasukan dalam keranjang Basket.
"yeeeeiii aku dapat 2 poin",teriak gadis itu kegirangan.
namun kesenangan Gadis tak bertahan lama saat kekasihnya melihat sesuatu.
"Ita-kun kau melihat apa?",tanya Akari bingung.
"eh, tidak. tidak melihat apa-apa",elak Itachi
Akari melihat arah Itachi tadi melihat, Jalan Trotoar: nothing.
"dasar, ayo lanjutkan lagi",senyum Akari mencium pipi Itachi.
"hei, kau ini",Itachi mulai mengejar Akari.

(NaruHina side)
Naruto melangkahkan kakinya dengan tenang bersama Hinata.
tanpa disadari mereka berdua, 2 orang berbadan besar tengah membuntuti mereka berdua.
Naruto tahu akan hal itu, mulai menggandeng Hinata menuju gang sempit.
"Kita mau kemana makhluk astral?",tanya Hinata bingung takut diapa-apakan Naruto.
"Kita diikuti 2 orang dibelakang Kita Hinata-sama",jawab Naruto datar.
belum sempat menoleh kebelakang, Naruto melarang Hinata menoleh kebelakang.
"jangan menoleh kebelakang",perintah Naruto mempercepat langkahnya bersama Hinata.
Hinata hanya menuruti kata Naruto.
Naruto melihat sedikit menjauh dari 2 orang itu mulai mengambil inisiatif untuk bersembunyi bersama Hinata digang Kecil dekat Toko pecinan.
"anda tunggu disini, Biar saya urus mereka",Kata Naruto.
"Tapi...",belum sempat berkata-kata, Hinata disodori Handphone oleh Naruto.
"telepon Kediaman Hyuuga sekarang",perintah Naruto lalu pergi menghadapi 2 orang yang membuntutinya tadi.
2 orang yang membuntuti Naruto kebingungan tak menemukan Naruto dan Hinata.
"mencariku",tanya Naruto dibelakang 2 orang berbadan besar dengan nada datar.
dua orang itu hanya diam, kemudian mengeluarkan katana dari balik baju mereka.
dengan cepat Naruto bergerak dan mengunci tangan kedua orang berbadan besar itu dengan sekali gerak.
tapi 2 orang berbadan besar itu lalu melepas jaket hitam mereka dan lolos dari kuncian Naruto.
dengan leluasa 2 orang berbadan besar itu mengeluarkan katana dari sarung pedang mereka.
Naruto dengan siaga melakukan kuda-kudanya.
Hinata yang melihat Naruto berjuang sendirian hanya berharap Naruto tak apa-apa.
"ada kata-kata terakhir sebelum mati?",seringai 2 orang berbadan besar itu
"ada, kalian saja yang mati",balas Naruto dengan seringai serigalanya.
2 orang itu menyerang Naruto dengan Katana mereka, Namun dengn sigap Naruto menghindar dan mengelak serangan yang dilancarkan kedua orang itu.
Hinata menelpon Kediaman Hyuuga dan beruntung ada yang yang mengangkatnya.
'kediaman Hyuuga',salah seorang suara perempuan yang dapat dikenali Hinata.
"Aurora cepat bawa Kakashi ke gang sempit pecinan dekat taman kota, Naruto diserang 2 orang tak dikenal",ucao Hinata panik.
'baik Nona, akan saya lakukan perintah nona secepatnya',kata Aurora mengakhiri hubungan telepon tersebut.
sementara Naruto Kini tengah menghindari serangan katana yang dilancarkan 2 orang besar itu.
'aku mohon jangan ada kematian lagi didepan mataku',batin Hinata Cemas.

.

.

.

Naruto sedikit kewalahan menghindari serangan para penjahat yang menyerang Dirinya,
dengan gesit Naruto menghindari sebuah tebasan yang mengarah pada lehernya dengan gerakan menunduk.
namun belum sampai disitu sebuah sabetan katan mengarah dari arah belakang Naruto.
dengan cepat Naruto menghindari dan berguling-guling ditanah dengan cepat.
sebuah sabetan katana kembali menyerang Naruto dengan cepat dan lagi-lagi dia harus kewalahan menghindari serangan yang ditujukan padanya.
SRAATT
sebuah goresan tipis berhasil mengenai pipi Naruto sebelah kiri, membuat jantung Hinata 2 kali lebih cepat memompa darahnya.
Naruto bergulingan kebelakang, 2 orang yang menyerang Naruto terdiam sedikit kelelahan.
"hehehe bagaimana anak muda?, itu baru Goresan kecil. selanjutnya kau akan kami cincang",ucap 2 orang penjahat itu terkkekeh senang.
"mungkin ini goresan pertama...",Naruto tertunduk dan mengusap darah yang mulai mengucur dari pipinya dengan ibu jari tangan kirinya.
"dan juga terakhir untuk kalian",Naruto mendongak menatap tajam kedua lelaki besar itu dan menjilati darah yang ada di ibu jarinya.
2 Lelaki itu sedikit menaikan kedua alisnya dan memandang Naruto dengan pandangan Meremehkan.
"berarti kau siap untuk mati",salah satu dari 2 lelaki tersebut menyerang Naruto.
sebuah serangan tebasan katana dari atas kepala Naruto,
"Naruto awas!",teriak Hinata pada Naruto, Namun mata seorang penjahat itu membelalak kaget.
TEP
serangan katananya dihentikan Naruto dengan menggunakan jari jempol dan telunjuk saja diujung katana tersebut.
"Ketika Kau merasa sudah merasa menang, lebih baik kau liat arah kekalahanmu saja",Ucap Naruto Dingin membuat 2 penjahat tersebut Ciut nyalinya..
"KATSU",Teriak Naruto
KRANGG
seketika itu Juga Katana itu dipatahkan oleh Naruto, dan patahan katana Ditangan Naruto dipegang DAN...
JLEB JLEB JLEB JLEEB
Naruto menusuk perut lelaki besar itu dengan cepat nan bringas.
Lelaki besar itu mengeluarkan darah segar dari mulutnya serta badannya,sementara kawannya membelalak melihat pemandangan mengerikan itu begitu juga Hinata.
"K-Kau... Siapa Kau?",tanya Lelaki itu sedikit Mundur kala Badan kawannya sudah ambruk bersimbah darah ditanah.
"Aku..", Naruto menyeringai dan mulai mendekati lelaki besar satunya yang masih hidup.
"Hanya Bodyguard yang kebetulan numpang lewat",jawab Naruto lalu mengambil katana yang tadi dia patahkan dari tangan seorang penjahat yang tadi dia bunuh.
"dan sekarang kau jadi korbanku selanjutnya",ucap Naruto datar.
dengan pelan Narutomelangkah menuju seorang yang masih hidup itu dengan potongan katana ditangan kanan dan katana yang tinggal setengahnya ditangan kirinya.
Hinata memandang Naruto dengan tatapan Ngeri.
dengan Penuh rasa kemarahan Naruto mendatangi penjahat yang memandangnya dengan penuh ketakutan.
"Takutlah pada kematianmu...",ucap Naruto sekali lagi lalu berlari menuju penjahat itu.
Naruto memulai sabetannya pada tubuh sebelah kiri sang penjahat dengan cepat, namun penjahat itu menahan serangan Katana tangan kanan Naruto dengan katananya.
tanpa diduga sebuah potongan yang ada ditangan kirinya, dengan cepat penjahat itu menghindari dan menelak serangan Naruto.
Naruto membalik arah Mata pedang katananya setengah (membalik seperti menyerang menggunakan ganggang katana yang setengah, tapi menggunakan mata tajam katana dibaliknya.).
dengan cepat Naruto menggunakan serangan kombinasi pedang terbalik dan potongan katana ditangan kanannya yang membuat tangan kanan Naruto berdarah.
penjahat itu kewalahan menghadapi Permainan pedang Naruto, bahkan serangan Naruto hampir mengenai leher penjahat itu jika penhat itu tak mundur.
Namun kali ini Serangan Naruto Benar-benar kalap bahkan tak bisa terbaca baik dimata penjahat itu.
Dengan cepat Naruto mendaratkan tebasan di bahu kanan penjahat itu, dan hasilnya tebasan Naruto ditahan dengan katana penjahat itu namun karena kalah tenaga dari Naruto, Potongan katana itu berhasil mengenai Bahu penjahat itu dan membuat luka menganga pada bahu penjahat itu.
Naruto tanpa ampun mendaratkan serangan dari tusukan tangan kirinya menuju perut penjahat itu.
JLEB JLEB JLEB JLEB JLEB.
Naruto dengan Bringas menusuk perut penjahat itu dengan cepat.
penjahat itu memuntahkan darah yang banyak dari mulutnya dan saat katana penjahat itu sudah lemah dari genggaman tangannya, dengan cepat Naruto membuang kedua "katana" ditangannya dan merebut katana itu dari tangan penjahat itu.
dengan cepat Naruto menuju arah belakang Punggung dan mengarahkan Katana tersebut kearah leher penjahat itu.
"Ini karena kau mencoba menyakiti Nona Hinata",lalu dengan cepat Naruto menggorok leher penjahat tersebut hingga penjahat itu jatuh dengan pelan didepan Naruto.
Hinata hanya terpaku dengan pemandangan mengerikan didepan matanya.
segera mungkin Naruto menghampiri Hinata, dan menyapa Hinata kembali.
"Nona",panggil Naruto pada Hinata.
Hinata melihat banyak Orang dibelakang Naruto, Hinata melihat arah belakang Naruto.
"N-naruto",Hinata melihat banyak Orang berpakaian Preman dibelakang Naruto, 25 orang. dengan segera Naruto menoleh kearah belakang.
"pasukan back up ya?",Gumam Naruto lalu mengambil Katana yang setengah dan yang Utuh.
Semua penjahat dihadapan Naruto membawa Tongkat baseball, Besi tongkat dan rantai.
"Nona Hinata, anda Mundur",perintah Naruto mulai menyiapkan diri untuk kemungkinan yang terburuk, Hinata hanya menuruti perintah Naruto.
Naruto berlari dan menyerang para penjahat Back up itu semua.
Seorang penjahat memakai senjata Rantai mencoba menyerang tapi Naruto dengan Cepat menebas kepala Penjahat itu hingga tak bersatu dengan Kepalanya.
SRAAAT
Naruto melakukan Gerakan berputar-putar kebawah sambil menebaskan kedua katana-nya kearah kaki semua penjahat.
SRAT SRAT SRAT SRAT
"AAAAARRRRRGGGHHH",teriak para penjahat itu kesakitan.
4 Kaki penjahat tertebas serangan Naruto. lalu Naruto menginjak-injak Tubuh para penjahat dengan cepat lalu melompatt mendaki dada seorang penjahat yang hendak menyerangnya dan menusukkan kedua katana-nya pada Dada Kiri penjahat itu serta mulut penjahat itu.
JLEB
Naruto segera menoleh ke arah para penjahat yang lain dan menyerang para penjahat yang seakan tak takut mati itu.
dengan cepat Naruto menunduk saat sebuah pukula ditujukan pada wajahnya, Naruto menyerang balik dengan menendang perut penjahat itu dengan keras.
"G-Gila",Gumam Hinata takut setengah Mati dengan Naruto yang sudah berubah 180 derajat dari biasanya.
Namun belum puas menghabisi semua penjahat itu, 2 mobil SUV Hitam datang dari arah belakang para penjahat- penjahat itu.
Hinata bernafas lega mendapat Bantuan Klan Hyuuga yang datang tepat Waktu.
"semua Mundur!",perintah seorang penjahat pada yang lainnya lalu berlari menuju gang sempit lainnya.
seorang bermasker dengan rambut melawan gravitasi menghampiri Naruto dan Hinata bersama para pengawal Klan Hyuuga
"Tuan Naruto, Nona Hinata",panggil orang itu tak lain Kakashi.
dibelakang Kakashi, Aurora mendatangi Hinata dan merangkul hinata dari sebelah.
"anda tak apa-apa nona Hinata?".tanya Aurora.
"Tidak apa-apa Aura-chan, aku baik-baik saja",ucap Hinata, Mata Hinata tertuju pada Naruto.
Sementara Naruto sedang berbicara dengan Kakashi, Tiba-tiba saja pandangan mata mereka berdua bertemu dan Wajah Hinata memerah seketika menatap Mata Naruto.
sementara Naruto hanya tersenyum simpul pada Hinata, Hinata mengalihkan pandangannya kearah lain.
"Semua kejar para penjahat tadi dan tangkap",perintah Kakashi pada semua anak buahnya.
"HA'I !", jawab semua bawahan Kakashi lalu berlari mengejar para penjahat yang menyerang Naruto dan Hinata tadi, sementara penjahat yang terluka parah dibawa ke kantor polisi terdekat.
"anda sebaiknya Pulang Tuan Naruto, Nona Hinata",Pinta Aurora lalu dijawab anggukan oleh Naruto dan juga Hinata. Mata Hinata menangkap Intens darah yang berada di telapak tangan Kiri Naruto yang terus menetes.
Tanpa Pikir panjang Hinata menghampiri Naruto lalu memegang pergelangan tangan Naruto dan melihat Luka tersebut.
"eh",Naruto bingung plus wajahnya memerah saat Hinata memegang tangan Kirinya.
dengan cepat Hinata merobek T-shirt Baju-nya bagian Bawah dan melilitkan kain tersebut ke tangan Kiri Naruto.
Hinata tak peduli bila perutnya yang ramping sekarang sedikit kelihatan oleh Kakashi dan Naruto serta yang lainnya.
setelah selesai, Hinata menghampiri Aurora kembali dan bergegas melangkah menuju Mobil.
Naruto hanya melongo kagum dan menatap Hinata dengan pandangan yang sulit diartikan juga.

(Sasuke Side)
dilain Tempat Sasuke tengah mempersiapkan Tuxedo Hitamnya untuk pertunagannnya Nanti malam, sebuah Dering Hnadphone membuyarkan kegiatan Sasuke dan dengan pelan Sasuke menggeggam handphone tersebut dan memencet Tombol Hijau pada Handphone-nya.
"ada apa?",tanya Sasuke pada Orang Diseberang yang kurang diketahui itu siapa.
"APA!, baiklah aku akan kesana sekarang",Ucap Sasuke lalu mengambil Kunci mobilnya diatas meja Belajarnya.
Sasuke berpapasan dengan Sakura dan membuat Sasuke terdiam sesaat
"Sasuke-kun kau mau kemana?",Tanya Sakura.
"Itu ada Urusan Kecil dengan teman-temanku sebentar, Kau urusi Dulu semua keperluan yang ada untuk pesta ya",ucap Sasuke lalu mengecup sesaat Bibir Sakura.
Sasuke lalu berlari kecil menuju Halaman Depan Rumah dan segera mengemudikan Mobil Lamborghini aventador-nya menuju suatu tempat.
"Ada sesuatu yang disembunyikan Sasuke-kun padaku?",Gumam Sakura.
(Skip time)
Hinata hanya berdiri menunggu diruang Tunggu kantor Polisi dengan tenang.
Namun Tiba-Tiba saja Seseorang memeluk Hinata Dari Belakang, Hinata terkejut Dan menoleh keraha sebelahnya dan mendapati Sebuah tatapan khawatir dari orang itu.
"Sasuke-kun",ucap Hinata pelan.
"Kau baik-Baik saja kan sayang, Apa yang terjadi?",Tanya Sasuke masih memeluk Hinata dari Belakang dan mencium Pipi Hinata.
"Tadi aku Diserang Penjahat saat berjalan-jalan Dengan salah Satu Bodyguard-ku ditaman",Ucap Hinata.
"Dengan makhluk astral Pirang itu?",Tebak Sasuke
Hinata hanya menganggukkan kepala, Namun rahang Sasuke mengeras mendapat jawaban HiNATA seperti itu.
"Bitch, Dia memang pembawa Sial",Umpat Sasuke tanpa sadar membuat Hinata sedikit Emosi. dengan tidak Sabaran Hinata melepas Pelukan Sasuke.
"Bukan Dia yang salah, Aku yang tadi menyuruhnya mengawalku untuk jalan-jalan bersamaku ditaman",Ucap hinata seakan-akan tak suka ucapan "pembawa sial" Sasuke yang ditujukan pada Naruto.
"Tapi kau hampir Mati gara-gara Dia bukan?",ucap Sasuke lagi, membuat Sedikit memincingkan Matanya.
"Dia yang menyelamatkan aku Baka!, Lalu kemana saja kau Seharian kemarin? kenapa kau Sulit untuk Ku hubungi? Dan darimana kau tau aku sekarang berada di kantor Polisi?",Hinata mencecar berbagai pertanyaan kepada Sasuke, Sasuke sedikit terdiam akan perubahan Hinata sekarang.
"aku sudah BILANG honey, aku ada Urusan Keluarga yang sangat Penting",Elak Sasuke hanya dibalas dengusan Hinata, Hinata menemukan Kebohongan Dimata Sasuke.
"cih!",Hinata mulai sedikit menjauhi Sasuke namun Tangan Hinata ditahan Sasuke. sebuah Ciuman Mendarat Dibibir Hinata.
"Kumohon kau jangan marah, Aku minta maaf Honey",Ucap Sasuke meminta maaf pada Hinata.
Hinata hanya Diam dengan wajah Datar namun Jurus Puppy eyes milik Sasuke membuat Hinata mengalah.
"Baiklah, Tolong lepaskan pelukanmu. aku mau masuk Ruangan interogasi sekarang",Pinta Hinata membelai wajah Sasuke.
Dengan tidak rela Sasuke melepas pelukannya dan melepas Hinata menuju Ruang Interogasi.
Belum ada DuA atau lebih tepatnya Tiga langkah, Seorang berambut Pirang Keluar Dari ruangan Interogasi.
Hinata mendekati Naruto dan menanyakan bagaimana...
"Bagaimana?",tanya Hinata sedikit khawatir.
"apa Anda kenal Moryo?",tanya Naruto balik. Hinata hanya menggeleng pelan.
"menurut Para polisi mereka yang menyerang kita tadi Adalah anak Buah Moryo, Dan menurut Polisi juga mereka punya Dendam dengan Klan Hyuuga termasuk ayah anda Nona",terang Naruto pada Hinata, membuat Hinata Diam.
"lalu Para penjahat tadi bagaimana? apa mereka mau Bicara tentang keberadaan Atasan mereka?",tanya Hinata.
Naruto hanya menggeleng kepalanya pelan, Hinata hanya mengeratkan kepalan tangannya.
"kenapa aku yang harus jadi Sasarannya sih",Ucap Hinata menunduk kecewa.
Naruto menepuk Pundak Hinata sebelah Kiri, dan membuat Hinata mendongak menatap Naruto.
"Saya akan selalu menjaga Nona Hinata, meskipun itu dengan Nyawa saya sekalipun",Ucap Naruto tersenyum lima jari PADA Hinata, membuat Hinata Terkesima.
Sasuke memutar bola matanya dan kemudian menyingkirkan tangan Naruto dari pundak Hinata.
"Lebih baik kau awasi pacarku ini, dan kau juga jaga jarak darinya",Sasuke merangkul Hinata serta menatap Naruto dengan pandangan Tak suka.
"Ha'i Tuan, akan saya laksanakan",ucap Naruto sambil menunduk Hormat.
Sasuke menarik sebelah Bibirnya, Namun Hinata hanya memandang Naruto Sendu.
'Naruto',gumam Hinata dalam Hati kemudian mengikuti Sasuke pulang menuju kediaman Hyuuga, Naruto hanya memandangi kepergian Hinata dengan tatapan sedikit sendu nan... Kecewa.
'Aku Hanya Bodyguard Biasa yang ditugaskan untuk melindungi Nona Hinata',Batin Naruto.
Sebuah tepukan di pundak kanan Naruto membuat Naruto menoleh pada seseorang yang menepuk pundaknya.
"Rubah?",tanya Orang itu
Naruto menaikan kedua alisnya, seorang dihadapan Naruto memiliki Rambut Potongan Bob dan pakaian Polisi sedikit Ketat dengan Alis tebal serta mata Bundar.
"Alis tebal?",tebak Naruto.
kedua Orang itu berpelukan, dan menampilkan cengiran pada bibir mereka masing-masing
"apa yang kau lakukan disini, Rubah?",tanya Orang itu pada Naruto.
"Aku sedang menjalani serangkaian interogasi dari polisi disini, karena tadi aku dan majikanku diserang sekelompok orang tak dikenal. kau sudah jadi polisi di kota ini Lee?",tanya Naruto.
"iya Dan siapa majikanmu itu?",Tanya Rock lee penasaran.
"Hyuuga Hiashi",ucap Naruto membuat Lee membelalakan matanya.
'apa yang dipikirkan Hyuuga itu? Bukankah paman Minato sudah meminta pada Orang itu untuk Tidak menjadikan Naruto bawahannya',Batin Lee merasakan ada kejanggalan...
Naruto hanya terdiam karena tak ada tanggapan dari Rock Lee...

.

.

.

entah bagaimana Lee mau membicarakan semua ini pada Naruto, pasalnya Dia ragu untuk memberitahu kebenaran 5 tahun lalu tentang kematian Ayah Naruto.
'lebih baik aku sembunyikan saja dulu rahasia ini',batin Lee.
"woi Lee, Jangan melamun",Naruto menlambaikan tangannya didepan wajah Lee.
"Eh, Gomen rubah hehehe",Lee Hanya memamerkan cengiran tak bersalahnya.
Naruto hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, Lee ingat pada sesuatu dan membuat Lee segera cepat memutar akalnya.
"Oh ya Rubah maaf aku ada tugas, Lain kali kita bertemu lagi ya",Lee mengeloyor pergi dan membuat Naruto hanya mendengus geli.
"dasar Alis tebal",Gumam Naruto lalu meninggalkan kantor polisi dan segera kembali menuju kediaman Hyuuga.
setelah Naruto pulang Rock lee melangkah menuju ruangannya dengan tergesa-gesa.
Rock Lee sudah tampak Menunjukkan Muka Marah yang entah kenapa saat menuju Ruangannya, dengan cepat Lee mengambil ponsel dari saku celananya.
dengan Gerakan kasar Lee memencet Tombol pada ponselnya dan segera menghubungi seseorang.
'ada apa Lee?',tanya seseorang yang ada diseberang sana
"Kau lebih baik pulang NEJI, dan jelaskan kenapa ayahmu merekrut Naruto menjadi Bodyguard-nya sekarang!",Rock lee meninggikan nada suaranya dan membuat Neji terbelalak terkejut.
'apa?! Naruto ada dirumahku',tanya Neji dengan sedikit kecewa
"Iya baka, dan Jika sampai Naruto tahu semua Rahasia Hyuuga dan Paman Minato, keluargamu dalam masalah besar",Rock lee menekan tombol merah pada ponselnya secara kasar dan Lee masuk ruangannya serta menutup Pintu dengan kasar

(Disuatu tempat)
seorang tua berpakaian acak-acakan berlari pontang-panting seperti dikejar oleh sesuatu.
DORR
sebuah letusan tembakan mengenai kaki sebelah kirinya, orang tua itu terjatuh terjerembab.
"aaarrrrggghhh!",teriak orang tua itu kesakitan.
"Kau mau kemana hah?",seringai seseorang berambut poni putih menutupi mata kirinya.
orang itu kemudian menodongkan Pistolnya kearah kepala orang tua itu.
"Haka, jangan kau bunuh orang tua itu dulu. bos masih butuh dia bodoh",seorang berambut raven putih melangkah santai sambil memasukan tangannya kedalam saku.
"cih",dengus Haka lalu menendang wajah orang tua itu.
"hmmm dasar Haka Baka",Ucap seorang berbadan besar dengan rambut plontosnya.
"diam kau Big Joe!, dan kau Shin selalu merusak kesenanganku",umpat Haka.
"Ralph kau yang bawa orang tua ini",perintah Shin pada seorang berambut afro tinggi.
"hn",jawab Ralph
tiba-tiba saja Haka mengarahkan pistolnya kearah shin, dengan cepat seorang berambut spike biru dongker melempar pisau kearah tangan Haka.
gerak reflek Haka yang cepat menghindari pisau yang menuju arah tangannya.
"dasar Banci, beraninya dari belakang",Ucap Orang berambut spike tersebut meremehkan sambil memutar pisau yang berada ditangannya.
Kedua Orang seolah siap bertarung, namun ada 2 orang kembar menahan mereka berdua.
"sudahlah kalian berdua seperti anak kecil saja",ucap 2 orang kembar berbeda gaya rambut itu.
"Hyun Ki, Hyun Lee hajar saja mereka sampai mereka jera dan kau tayuya siapkan Mobil",perintah Shin datar pada seorang gadis berambut bubble gum merah bertopi.
gadis itu hanya mengangguk dan mulai berlari menuju arah mobil Hammer.

(Naruto)
Naruto Pulang sendirian bersama Kiddo yang menemani dirinya.
ditengah perjalanan menuju kediaman Hyuuga tiba-tiba saja sebuah truck tronton menabrak mobil yang dikendarai kiddo bersama dia dari arah samping, atau lebih tepatnya dari arah berlawanan.
BRAAAAAKKKKK
mobil tersebut terseret .
Kiddo tak sadarkan diri dengan cepat Naruto menendang kaca depan Mobil Hingga Pecah.
Naruto menyeret tubuh kiddo keluar dari mobil yang sedang terseret truck tersebut serta melempar tubuh kiddo kearah sungai kecil.
BYUUR
"maaf Kiddo-san demi keselamatanmu",gumam Naruto lalu melompat dari mobil tersebut dan berguling-guling ditanah.
belum sempat Naruto bernafas lega karena selamat, datang dari arah lain 6 sepeda motor mengejar dirinya.
dengan cepat Naruto berlari kearah gang kecil dan menghindari para penyerang bersepeda motor tersebut.
"Sial apa mau mereka?",umpat Naruto lalu melihat celah dinding untuk dibuat sebuah lompatan pantulan.
Naruto berlari dan tiba-tiba penyerang bersepeda motor mencoba menyerang Naruto dengan Pedang Katana.
Naruto mulai melakukan lompatan Pantulan dan menghindari serangan katana dari sebelah kiri.
tanpa ampun Naruto melompat melakukan salto terbalik dan memberikan serangan lutut pada kepala penjahat tersebut hingga helmnya terbelah dua dan membuat kepala penjahat itu mengeluarkan darah segar.
melihat ada pengendara lainnya yang mengejarnya, Naruto berlari dan melakukan Rencana dengan cepat.
"brengsek, kalau begini, aku kali ini ta ada maaf lagi",umpat Naruto masih berlari.
segera Naruto mengambil sebuah tali digang untuk berjemur orang-orang dan mencabut tali itu.
Naruto menarik tali tersebut searah dengan Leher pengendara motor yang hendak menyerangnya.
BRAATTTT
2 pengendara Motor itu langsung terjatuh dengan Leher terjerat tali dan Motor mereka terguling-guling. Naruto melompat dan menginjak dada kedua pengendara penyerang itu tanpa ampun hingga tewas.
Mata Naruto melihat motor itu dan tanpa pikir panjang segera menstarter dan mengendarai motor tersebut.
Naruto menaikan kecepatan sepeda motornya kala ada 3 pengendara sepeda motor menembakinya dari belakang.
DOR DOR DOR
Naruto membelokkan arah setir sepedanya ketika melihat sebuah truck dari arah perempatan jalan dan pada saat tepat truck langsung menghantam 1 penyerang bersepeda motor dari arah berlawanan dan melindas tubuh penyerang tersebut.
"satu mati", seringai Naruto. dengan cepat melakukan rem tangan dan men-gas motornya serta memutar arah motornya 360 derajat dengan kaki kirinya.
Naruto dengan arah berlawanan menaikan kecepatan motornya mencoba melakukan sesuatu dan 2 pengendara penyerang tersebut menembaki Naruto.
Naruto segera berdiri dari sepeda motornya dan melompat. para pengendara motor itu terkejut bukan main atas kenekatan Naruto yang melompat ke arah mereka.
"HYAAAAAAA!",Teriak Naruto lalu mendaratkan serangan Lutut pada 2 pengendara penyerang itu tepat pada dada mereka secara bersamaan.
BUUAAAGGGH
tubuh 2 pengendara itu terjatuh serta terseret karena serangan Lutut Naruto.
Naruto berdiri, namun sebuah Mobil Pickup berhenti dibelakangnya dan menurunkan sekitar 30 orang berpakaian punk dan Emo.
"Kalau begitu, akan kulayani kalian",Naruto membalikkan badannya dan menatap 30 orang penjahat itu dengan pandangan Membunuh.
Naruto Berlari melakukan serangan sliding tackle dan tepat saat kepala penjahat itu diantara lutut Naruto.
Naruto mengapit kepala penjahat itu dengan kedua lututnya dan mematahkan leher penjahat berambut mohawk itu hingga tewas.
para penjahat mencoba menyerang Naruto bersamaan, Namun tanpa ampun Naruto mengaitkan lengan tangannya keleher seorang penjahat dan melakukan tendanagan berputar 360 derajat pada semua penjahat.
BAKK BAKK BAK BAKK BAKK
Naruto mematahkan Leher penjahat yang tadi dia kaitkan dengan lengannya.
sebuah Pukulan dari seorang penjahat dari arah belakang mencoba menyerang Naruto, namun Naruto menunduk mengelak,
tanpa ampun Naruto menyikut tepat arah perut ulu hati penjahat tersebut, dan menendang wajah penjahat tersebut dengan serangan telapak kaki kanan.
Naruto meraih rambut Emo seorang penjahat berkuncir dan menarik kepalanya pada diri Naruto, tiba-tiba Naruto mendaratkan sebuah Pukulan Keras nan cepat tepat kearah tenggorokan penjahat itu hingga penjahat itu mengeluarkan darah dari mulutnya dan tewas seketika.
Naruto melakukan tendangan putaran dan mendaratkan punggung kakinya diwajah seorang penjahat.
belum Puas Naruto melompati 2 Orang penjahat dan menarik kerah belakang baju seorang punk berambuk double mohawk serta melakukan melempar penjahat itu hingga sedikit terbang diudara.
BATTTSSS
Naruto kembali melompat dan menendang dada seorang penjahat punk tadi yang dilemparnya.
BUAAKKK
penjahat itu terjatuh sangat keras dan pingsan seketika, namun tiba-tiba dari arah lain sebuah kendaraan bermotor CBR datang dan menabrak 2 penjahat dari belakang.
Naruto hanya terkejut sekaligus bingung siapa yang membantunya, karena orang itu memakai helm Hitam gelap.
Orang misterius itu melepas helm hitamnya dan nampaklah wajah rupawannya dengan rambut merah darah dengan tato ai didahi sebelah kirinya.
orang tersebut langsung membantu Naruto bertarung, Orang tersebut berlari ke arah Naruto dan membantu Naruto bertarung.
"anda siapa?",tanya Naruto tanpa melepas pandangannya dari semua penjahat dan kuda-kudanya.
"Namaku Sabaku Gaara, aku mata-mata Tuan Hiashi yang disuruh untuk mengawasimu Tuan bila kau dalam kesulitan",ujar gaara datar.
"Mohon bantuannya",balas Naruto datar Lalu menghajar penjahat dihadapannya bersama Gaara.
Gaara mengunci tangan seorang penjahat didepannya lalu membanting tubuh penjahat itu dengan keras serta menendang wajah penjahat itu dengan sangat keras.
Sementara Naruto bergerak cepat mengelak pukulan para penjahat itu, saat semua penjahat mencoba menyerang bersamaan dengan cepat Naruto menunduk melakukan gerakan tendangan reverse sweep (menendang bagian kaki lawan dengan tungkai kaki) secara cepat dan berurutan, Naruto berdiri lalu melakukan pukulan jab kearah wajah 3 orang secara cepat.
"Hyaaaaa!",Naruto melompat dan mendaratkan sebuah pukulan tangan kirinya tepat kearah dada lawannya.
"KUHABISI KALIAN SEMUA!",Teriak Naruto garang melemparkan Direksi pandangannya pada semua penjahat.

(Ditempat lain, Negara Suna)
Neji mengemasi pakaiannya dalam lemari dan juga adiknya yang berambut cokelat sama sepertinya.
"Neji-nii kenapa mendadak sekali sih kita pulangnya?",tanya gadis itu sambil mengemasi barangnya dengan cepat.
"Gomen hana-chan, Kita ada urusan penting dengan ayah di Konoha sekarang",jawab Neji singkat.
"Urusan apa Nii-san?",tanya Hanabi penasaran.
"Nanti kau akan tahu setelah mencapai rumah, sekarang kau cepat bawa pakaianmu seperlunya dan Kakak sudah urus surat pindah sekolahmu juga",ucap Neji lalu memasukan sebuah Photo yang ada seorang lelaki berambut pirang panjang bermata biru bersama dirinya, Hinata dan Hanabi dipandanginya sebentar.
'Gomen paman Minato, aku lengah',Batin Neji dengan pandangan sedih lalu dengan cepat memasukan photo tersebut dalam kopernya.
"kak,aku sudah siap",ucap Hanabi membawa koper serta tas punggungnya.
"Baiklah ayo",ucap Neji lalu meninggalkan apartmen-nya dan berangkat menuju bandara Suna.
'Naruto aku datang',batin Neji lalu memasuki mobil yang sudah menunggu dirinya dan Hanabi.

.

.

.

.

Naruto dan Gaara mengelilingi satu penjahat punk tersisa karena yang lainnya sudah tergeletak tak berdaya dan sebagian pula sudah tewas, sementara 1 penjahat itu melihat Naruto dan Gaara dengan pandangan ketakutan.
Mata Naruto dan Gaara saling berpandangan dan saling menganggukan kepala masing-masing.
Dengan cepat Gaara maju dan memukul Wajah sebelah Kiri penjahat itu
BUAAGGGHH
Naruto yang sudah melihat sebuah celah segera memegang pergelangan tangan KANAN penjahat itu begitu juga gaara memegang pergelangan tangan KIRI penjahat itu.
Naruto dan Gaara menarik tangan penjahat itu dan memukul wajah penjahat itu dengan keras secara bersamaan.
penjahat itu mundur karena pukulan keras Naruto.
Namun secara bersama-sama Gaara dan Naruto memegang kembali pergelangan tangan penjahat itu dan menarik kembali penjahat itu.
Naruto dan Gaara menendang perut penjahat itu secara bersamaan dan kemudian diakhiri serangan tendangan telapak kaki kearah wajah penjahat itu secara bersama-sama.
BUUAAAGGHHH
Serangan Terakhir Naruto dan Gaara mengakhiri pertarungan tersebut.
Naruto teringat sesuatu dan segera berlari, namun tangannya ditahan oleh gaara.
"Maaf aku segera menolong Kiddo-san...",ucap Naruto khawatir namun terpotong ucapan Gaara
"Tenang saja Tuan Naruto, Kiddo sudah ditolong oleh bawahanku, sebaiknya kita interogasi salah satu dari mereka dulu",Ucap Gaara lalu dijawab anggukan Naruto.
Naruto memegang kerah salah satu penjahat berambut mohawk, dan menepuk wajah penjahat itu dengan cukup keras. Sementara Gaara mengawasi sekelilingnya.
"Bangun, Siapa yang menyuruhmu?",Tanya Naruto masih menepuk Pipi penjahat yang masih stengah sadar itu.
Mata Gaara terbelalak melihat sebuah titik merah tertuju pada punggung sebelah kiri Naruto.
"Tuan Awas!",Gaara berlari dan menyabet tubuh Naruto untuk menghindari tembakan tersembunyi.
DOR DOR DOR DOR DOR DOR
Tembakan yang menghujani para penjahat yang tergeletak secara brutal dan membabi buta sementara Naruto dan Gaara bersembunyi dibalik Toko Kosong.
Naruto memandangi para penjahat yang sudah tewas dengan pandangan sedikit marah.
Naruto segera mencari sesuatu ditanah, Gaara sedikit terheran-heran dengan tingkah Naruto yang sangat tidak wajar itu.
"Anda mencari apa Tuan?",Tanya Gaara heran.
"Carikan Batu kecil atau batu sebesar genggaman tangan, kumohon",Pinta Naruto dijawab anggukan oleh Gaara.
Setelah berhasil menemukan sebuah batu, dengan cepat Naruto membuat Rencana pada Gaara.
"Apa akan berhasil Tuan?",tanya Gaara
"pasti",ucap Naruto mantap.
Dengan Cepat Naruto berlari Menuju sebuah Toko kosong lainnya. Berondong peluru kembali berdesing menghujani Naruto.
Setelah selamat di toko kosong diseberangnya, Naruto dan Gaara mengintip perlahan-lahan dimana musuh berada.
Namun mereka bersembunyi kembali kala tembakan menghujani tempat mereka bersembunyi.
Gaara memberi aba-aba melalui tangan, Dan Naruto mengerti maksud Gaara.
Gaara perlahan-lahan mengintip kembali dan Hujan peluru kembali menghujani tempat Gaara bersembunyi, Naruto segera melihat letak dimana musuh berada.
"Gotcha",Gumam Naruto lalu kembali bersembunyi dibalik tembok toko kosong.
Naruto memberi aba-aba Gaara, Gaara mengangguk lalu melemparkan BATU tersebut keatas. Naruto berlari dan Peluru kembali menghujani Naruto.
Namun Naruto yang sudah berlari sudah mencapai Batu itu akan jatuh segera melompat dan menendang Batu tersebut kearah penembak misterius.
BUUUUGGGHHH WUSSSSSSHHH
Batu itu melesat cepat dan berhasil mengenai kepala penembak misterius tersebut.
DUASSSHHH
Penembak itu tewas seketika dengan kepala tertancap batu "pemberian" Naruto.
Gaara segera menelpon para bawahannya untuk menjemput dirinya dan Naruto. dan Naruto menatap langit Biru.
"Ayah, apa yang sebenarnya terjadi?",Gumam Naruto.

(Bandara Konoha)

Neji dan Hanabi langsung disambut beberapa orang bodyguard-nya yang menunggu diluar.
"Apa ayah sudah pulang?",tanya Neji pada salah satu Bodyguard-nya.
"Belum tuan",jawab Bodyguard itu singkat.
"Baiklah kau jangan beritahu ayah jika aku telah datang ke Konoha",perintah Neji lalu masuk kedalam mobil diikuti sang adik, Hanabi.
'Naruto',Batin Neji.
(Skip Time)

Neji dan Hanabi memasuki Rumah bersama dengan Hanabi dan mengacuhkan beberapa maid yang menunduk hormat pada mereka berdua.
"Hana kau masuk dulu ke ruanganmu, Nii-san ada Urusan sebentar diluar",Pinta Neji lantaran teringat kata Rock lee.
"hai Nii-san",jawab Hanabi lalu masuk kedalam Rumah.
Neji kembali melangkah menuju mobil, namun langkahnya terhenti kala Neji bertemu seseorang yang dikenalnya bersama Gaara.
"Naruto",panggil Neji menebak.
Surai Pirang itu menatap Neji dengan tatapan bingung.
"kau Naruto kan?",Tanya Neji dengan senyum sesaat.
Naruto hanya mengangguk pelan, Neji meraih tangan kanan Naruto dan menyalaminya.
"A-anda siapa?",tanya Naruto membuat senyuman Neji hilang seketika dan membuat Neji Jawdrop dibuatnya.
"Dasar Rubah pelupa, aku Neji baka",Neji menghadiahkan Naruto sebuah Jitakan yang maut ke kepala Naruto
BLETAK
"Ittai! Gomen girly boy. aku tak tahu itu kau",Naruto mengusap-usap kepalanya yang sakit akibat Jitakan Neji yang cukup keras itu.
"Sesama kawan SMA kau tak tahu, dasar baka Rubah",ucap Neji kepalanya sudah tertera 4 sudut siku mengerikan.
"Kenapa kau ada disini Girly boy?",tanya Naruto menyelidik.
Neji terdiam ragu, namun Dirinya tak mau menyembunyikan lagi identitasnya didepan Naruto.
"Ini Rumahku",jawab Neji datar.
Naruto menaikkan sebelah alisnya, dia hanya tersenyum.
"kau bercanda kan Neji?",tanya Naruto masih senyum mengejek.
"Ini benar Rumahku, aku Putra sulung Hyuuga Hiashi",jawab Neji datar.
Wajah Naruto seketika menjadi Datar, entah kenapa expresinya berubah drastis pada Neji.
"Jadi saat kau menumpang Dirumahku selama 3 tahun, kau membohongiku dengan Nama Neji Kurosatsuki",ucap Naruto dengan nada datar.
"Maaf Naruto, Ayah-ku inginkan Keselamatan Diriku dengan mengubah nama Marga saja. sebab banyak yang mengincar nyawaku , Nyawa adikku Hinata dan Hanabi. kau tahu kan ayahmu bahkan melindungiku dengan memindahkan aku ke desamu",jelas Neji panjang Lebar.. Naruto hanya tersenyum simpul, mengerti maksud Neji.
"Aku memaafkanmu Neji, dan... kau Bilang Hinata itu adikmu?",Naruto Kembali bertanya.
Neji hanya menganggukan kepala pelan, Naruto terdiam sesaat

.
1

.

2

.

3

.

"UAAAAAPPAAAAAAAA!? JADI HINATA ITU ADIKMU?",ucap Naruto terkejut.
Neji tertawa mengejek bahkkan Gaara hanya sedikit bingung dengan percakapan ini.
"Kenapa, kau masih Teringat adikku yang dulu berambut Bob yang kini sudah jadi Bidadari itu?",tanya Neji mengejek.
Wajah Naruto memerah, Dia masih ingat Gadis yang dibawa ke desa-nya dan tinggal dirumahnya selama 1 tahun saja itu.
"Aku masih ingat Naruto tentang Ciuman Pertama Adikku dengan siapa? hehehehe",Ucap Neji dengan seringai mautnya.
Wajah Naruto semakin terbakar, Dia masih Ingat dengan siapa Ciuman pertamanya itu direbut. Dan juga pada saat itu juga dia mendapat Julukan Si Rubah Kuning.

(Flashback 5 YEARS ago)
"KAU ITU DASAR RUBAH SIALAN",umpat seorang gadis berambut Bob dengan mata ametysh itu.
"Kau sendiri bagaimana sih rambut mangkok?, sudah kubilang jangan berurusan dengan mereka. mereka itu hanya Gadis-Gadis penyebar Gosip",balas Naruto dengan sengitnya.
Naruto masih memakai Seragam SMA-nya memakaikan Jaket-nya kepada Gadis SMP kelas 2 itu karena basah kuyup karena tercebur ke sungai kecil dekat sekolah .
"JANGAN PANGGIL AKU DENGAN PANGGILAN GADIS MANGKOK BAKA",umpat Gadis itu.
"Dan kamu jangan panggil aku RUBAH, Hinata",Balas Naruto pada Hinata.
"kau Dengarkan aku, jangan Dengarkan GOSIP mereka dan ucapan mereka. kau Itu gampang sekkali dibodohi, hasilnya begini kan, kau basah kuyup dikerjain mereka",omel Naruto dengan Nada datar. Naruto tau Hinata itu Polos dan marah karena Naruto dekat dengan gadis lain.
"Gomen",Gadis itu hanya menunduk sedih.
"sudahlah ayo kita Pulang, kau jangan sedih lagi. lagipula aku tak akan mendekati Gadis-gadis macam seperti mereka",lanjut Naruto lalu menggandeng Hinata.
Wajah Hinata memerah, dan menunduk.
karena tak memperhatikan jalan Naruto tersandung batu dan terjatuh, tak ayal Hinata ikutan terjatuh dan menimpa badan Naruto yang sudah jatuh terlentang.
CUP
Sebuah Ciuman Bibir Hinata mendarat di Bibir Naruto.
dan dikejauhan itu pula Kiba, Rock lee dan NEJI melihat pemandangan "tabu" tersebut.
Kiba dengan Hidung sudah keluar Liquid Merah dari lubang Hidungnya, Lee dengan mata melotot sejadi-jadinya dan Neji dengan alis sebelah terangkat.
"KYAAAAA DASAR RUBAH MESUMMMMM!",teriak Hinata dengan Kerasnya lalu menampar pipi Naruto berkali-kali.
(flashback end)

"hehehe... kenapa wajahmu memerah seperti Itu?",ejek Neji sekali lagi.
"DIAM KAU!",balas Naruto.
"Maaf Tuan Naruto, Tuan Neji jika saya menyela, sebaiknya Kita masuk kedalam membicarakan tentang serangan tadi",sela Gaara.
Neji terkejut dengan perkataan Gaara, dan mulai bertanya-tanya.
"memangnya tadi sebenarnya ada apa?",tanya Neji pada Gaara.
"Tuan Naruto dan Kiddo diserang sekelompok Orang tak dikenal setelah pulang dari Kantor Polisi",ucap Gaara membuat Neji terkejut bukan kepalang.
"baiklah ayo",ucap neji cepat dan melangkah masuk bersama-sama menuju rumah Hyuuga.

(aNOTHER PLACE)
"kalian bodoh!",umpat seorang berpakaian jas Hitam dan memakai kacamata bundar.
"maaf Kabuto-sama, Bodyguard itu sangat hebat dan kami...",belum menyelesaikan kata-katanya, orang yang bernama Kabuto itu menembak kepala bawahannya dengan kemarahan.
DOR
"aku tidak peduli, pokoknya singkirkan Orang pirang ini atau nasib kalian sama seperti teman kalian ini!",ancam Kabuto lalu meyuruh anak buahnya semua keluar dari ruangannya.
"bastard, Minato masih Hidup",Kabuto menggebrak meja-nya dan menatap nanar Photo didepan mejanya.
photo pemuda dengan rambut pirang dan kumis kucing diantara dua pipinya.

Nampaknya sebuah sasaran salah mengancam seorang nyawa...

.

.

.

.

"Jadi begitu Kejadiannya, Bagaimana dengan Hinata?",tanya Neji.
"Dia sudah 2 kali ini di serang kelompok tak dikenal itu",jawab Naruto.
Neji menggertakkan Giginya, dan Merasa Bersalah meninggalkan Hinata "Sendirian" Di Konoha.
"Tapi Tuan Naruto yang Menyelamatkan Nona Hinata Tuan", Ucap Gaara.
"Arigatou Naruto",Ucap Neji tersenyum.
"Douita",Balas Naruto tersenyum juga.
"Sekarang Dimana adikku?",Tanya Neji melihat-lihat sekeliling Ruangan tamu.
"Bukankah Nona Hinata sudah Pulang Dengan Sasuke-sama tadi?",Timpal Gaara.
"HEEH? kenapa adikku pulang bersama playboy bangsat itu?",Umpat Neji.
"Hoi Girly Boy, Jangan Suka men-cap Jelek Orang lain baka",Ujar Naruto sambil memberikan Jitakan mautnya ke kepala Neji.
BLETAK.
"Ittai, Kau tidak tahu bagaimana Sifat Sasuke, Anak itu Playboy. Aku Punya Kawan Bernama Sakura Haruno, Dia itu Kekasih Uchiha Sialan itu",Kata Neji membela Diri.
Mata Naruto Melotot tak percaya, Neji Menceritakan Bagaimana Dia Bisa berteman Dengan Sakura dan Sakura menceritakan Kehidupan Pribadinya pada Neji.

.

.

.

Naruto hanya terdiam, Dan sedikit marah setelah mendengar penjelasan Neji.
"Aku tidak Suka Uchiha Sialan Itu mendekati adikku, Kalau Hinata Sampai Tahu, Dia akan Kecewa Sekali",Ujar Neji dengan kening mengkerut tanda kesal.
"Naruto, aku tahu kau masih menyimpan Perasaanmu untuk Hinata Bukan?",Tanya Neji Serius.
Naruto hanya Diam tanpa Menjawab, Baginya Hinata itu Separuh Dirinya Dan...
"Aku sudah menganggap RAMBUT MANGKOK seperti adikku sendiri, aku sudah tak ada perasaan lagi terhadap dia",Ucap Naruto Pelan.
'Kau Pembohong Rubah, Kau masih menyukai Imotou-ku',Gumam Neji dalam Hati.
"Sebaiknya aku berganti Baju Dulu, dan Jangan Beritahu Hinata, bahwa aku Rubah itu",Naruto pamit pergi menuju kamarnya, sementara Neji hanya menatap Naruto yang sudah Hilang di balik Pintu kamar.
'Harusnya kau Tahu Rubah, Adikku Merindukanmu setengah mati sampai saat ini. Dia selalu bercerita padaku di telefon. Dia ingin sekali melihatmu dan menemuimu', gumam Neji dalam Hati.
Bagaimana Dengan Hati Naruto saat ini...? Tiada yang tahu Tentang perasaannya sekarang. Hanya Tuhan yang tahu.

(Sasuke Side)
Hinata menatap makanan didepannya dengan tatapan datar, Melamun.
Sementara Sasuke sudah memakan Spagheti Saos tomatnya dengan Pelan, matanya melihat Hinata yang terdiam tanpa menyentuh makanan sekalipun.
'Saya akan selalu menjaga Nona Hinata, meskipun itu dengan Nyawa saya sekalipun',Ucapan Naruto Terngiang-ngiang di dalam pikiran Hinata.
Namun Ucapan Sasuke Juga teringat baik dibenaknya.
'Lebih baik kau awasi pacarku ini, dan kau juga jaga jarak darinya',kata-kata Sasuke pada Naruto membuat Hinata merasakan hal Aneh pada Hatinya.
"Honey kenapa Tidak dimakan, Nanti dingin Lho",Ucap Sasuke.
"Antar Aku Pulang Sasuke-kun",Pinta Hinata lalu berdiri dari kursinya.
"Kau makan Dulu Honey...",belum sempat melanjutkan kata-katanya, Hinata mengeluarkan perintah mutlak yang tak bisa di tolak Oleh Sasuke.
"Se-ka-rang",Ucap Hinata dengan nada menekan lalu meninggalkan Meja yang ditempatinya bersama Sasuke tadi.
"Haah",Sasuke mendengus Kesal dan menyusul Hinata keluar.
(Skip Time)

Mobil Sasuke memasuki Rumah kediaman Hyuuga, Setelah mencapai Garasi Depan. Hinata langsung membuka Pintu Mobil dan berlari meninggalkan Sasuke.
"Kenapa Gadis Itu?",Gumam Sasuke bingung, namun pemuda Raven itu acuh, kemudian dia menutup pintu mobilnya yang tadi dibiarkan Hinata terbuka dan mengemudikan mobilnya pulang.
Hinata berlari menuju kamarnya dan masuk ke dalam kamarnya serta mengunci pintu kamarnya. Hinata menghempaskan tubuhnya dan menatap langit-langit kamar.
Entah kenapa Hinata sekarang perasaannya aneh, bahkan lebih aneh dari yang kemarin-kemarin.
"Rubah",Gumam Hinata pelan. Entah kenapa dia merindukan nama itu dibenaknya.
Hinata menenggelamkan wajahnya pada bantal guling disebelahnya, dan memilih tidur serta memimpikan seseorang yang teramat dia rindukan.

(Ruang Pribadi Hyuuga)
Neji memandang Gelas berisi jus jeruk dengan tatapan datar, lalu ekor matanya melirik sang ayah menyeruput tehnya pelan.
"Ayah",panggil Neji pelan.
"Hn",jawab Hiashi singkkat.
"Kenapa Ayah merekrut Naruto menjadi Bodyguard Hinata?",tanya Neji.
"Hn, jadi kau sudah tahu. bagus kan untuk dia",jawab Hiashi dengan entengnya
"Apa ayah telah lupa, janji ayah pada paman Minato? jangan sampai Naruto terlibat masalah ini dan jangan sampai jadikan Naruto bawahan ayah. Itu adalah permintaan Paman Minato Bukan?",ucap Neji dengan penuh penekanan.
"Apa yang ayah lakukan demi kebaikan Naruto Dan keluarganya...".Ucapan Hiashi terpotong oleh suara Neji.
"KEBAIKAN APA?! ayah Mau membuat Naruto terbunuh, Mau Naruto tahu masalah yang sebenarnya terjadi?",Neji mulai meninggikan Nada suaranya, wajahnya yang tadi datar berubah menjadi raut kemarahan.
"Ayah melakukan ini karena Ingin membalas kebaikan Minato, Apalagi Naruto tak keberatan dengan pekerjaan ini. Naruto sudah ayah anggap sepertia anak kandung sendiri",balas Hiashi panjang lebar.
"membalas kebaikkan? ayah hanya mementingkan Ego ayah yang tinggi. Jika Naruto tahu paman Minato bukan meninggal karena kecelakaan, melainkan terbunuh. Dia akan marah besar ayah. dan Ayah sudah membuat segalanya menjadi Rumit dengan penyerangan yang menimpa Hinata akhir-akhir ini",Balas Neji, kedua alisnya saling bertautan serta mata melotot.
"Ayah melakukan ini demi kebaikan Hinata",Ucap Hiashi mulai berdiri dan menggebrak meja.
"Dengan mengorbankan Naruto?! Hati ayah sudah MATI! kukira dengan kematian paman Minato ayah akan sadar, ternyata Tidak. ayah ternyata lebih kejam dari pembunuh paman Minato",Neji meninggalkan Ruangan Pribadi Hyuuga dan menutup Pintu Ruangan tersebut dengan keras.
BRAAAKKKK
Hiashi menghela Nafas pelan, Tampaknya Dirinya membuat satu kesalahan kembali..

(Keesokan harinya)
Naruto seperti Biasa menunggu Hinata didepan Garasi dan Mobil pribadi Hinata selalu siap parkir di situ.
Naruto melihat Hinata melangkah Gontai dan seperti tak punya Semangat untuk bersekolah.
"Pagi nona Hinata",sapa Naruto.
Hinata memandang Naruto datar kemudian Hinata masuk ke dalam Mobil dan mengacuhkan pemuda pirang itu.
Naruto menghela nafas, seperti Biasa Hinata tak menjawab sapaannya.
Naruto segera Masuk dan duduk di kursi depan dekat supir.
"Kita tak usah ke sekolah",ucap Hinata pelan.
"Gomen?",tanya Naruto belum paham maksud Hinata.
"Aku mau, Kau dan Aku jalan-jalan, Aku mau bolos sekarang",perintah Hinata.
"dan soal Ayah, kau tenang saja. Aku yang tanggung Jawab, dan Kau Jinrei kau lebih baik Libur sekarang",lanjut Hinata.
"Ha'i Hinata-sama",jawab Jinrei lalu keluar dari kursi supirnya.
Dengan segera Hinata mengambil alih kemudi mobilnya dan segera mengemudikan Mobil tersebut ke suatu tempat.

.

.

.

"Kita Akan kemana Nona?",Tanya Naruto penasaran.
"Lebih baik kau Diam Naruto, kau pengawalku dan kau ikuti saja perintahku mengerti..",jawab Hinata, Naruto hanya mengangguk pelan.
Naruto memilih Diam dan menuruti Hinata kemanapun Mereka akan Pergi.
Mobil Yang Hinata kendarai menuju keluar Kota, Naruto hanya merasa Hinata sedang kacau pikirannya.
'Kenapa Rambut Mangkok memasuki tempat makam ini?',batin Naruto ketika Mobil yang dikendarai Hinata memasukki daerah Taman Pemakaman.
Mobil tersebut berhenti tepat diantara 2 makam yang ditumbuhi bunga tulip dan bunga lavender disekelilingnya.
Hinata keluar dan berjalan menuju kedua makam tersebut, Naruto mengikuti Hinata dari Belakang.
Mata naruto terbelalak ketika menemukan batu nisan bertuliskkan Nama ayahnya.
"Paman Minato, Ibu. bagaimana kabar kalian? aku kangen dengan senyum dan candaan kalian",Gadis bermata amethyst itu menangis memandangi kedua batu nisan tersebut.
Naruto yang terkejut hanya bisa terdiam, untuk pertama kalinya dia bisa pergi ke makam sang ayah.
'Ayah, akhirnya aku bisa mengunjungi-mu juga',Batin Naruto lalu bibirnya mengulum sebuah senyum kerinduan.
Hinata memejamkan mata dan mulai berdoa dengan menautkan kedua telapak tangannya.
Naruto juga berdoa dengan berdiri dibelakang Hinata sambil memejamkan matanya.
Setelah selesai berdoa, Naruto dan Hinata meninggalkan makam orang tua mereka.
Naruto mengikuti Hinata dari belakang, Namun langkah Pemuda Pirang itu terhenti sejenak setelah ada hembusan angin yang menyejukkan raganya. Pemuda itu menoleh ke belakang dan menemukan siluet Bayangan Orang yang di sayanginya, Bayangan itu kemudian Lenyap seketika.
Naruto tersenyum dan kemudian menyusul Hinata yang sudah hampir mencapai Mobil.

.

.
Hinata bermain ayunan Ditaman kota bersama Naruto, Gadis itu sudah 2 jam bermain ayunan semenjak dari pemakaman.
Gadis itu nampak mengacuhkan Naruto, yang daritadi Duduk di kursi taman DEKAT tempat ayunan Hinata bermain, mengawasinya.
"Naruto, Apa kau Punya Keluarga?",tanya Hinata secara Tiba-Tiba
"Iya Nona, saya Punya",Jawab Naruto seadanya.
"Kau Punya Ayah?",Tanya Gadis itu lagi.
"Iya saya Punya, tapi Beliau Meninggal 5 tahun Yang lalu",Sahut pemuda itu.
"Apakah ayahmu sangat perhatian padamu?",Tanya Gadis itu Kemudian memandang Mata Biru safir Naruto.
"Iya Nona, Beliau sangat perhatian padaku, bahkan Beliau juga sangat perhatian pada semua orang",Jawab Naruto Tersenyum
"Kau beruntung ya, Punya Ayah semacam itu. Sementara Ayahku, Dia sibuk dengan Dunia-nya sendiri",Lirih Gadis Itu.
"Yang Mengerti aku hanya ada 3 orang saja, Kak Neji, Hanabi dan 1 lagi aku sudah lupa Namanya dan aku yang menjulukinya RUBAH KUNING",Curhat gadis Itu masih memainkan Ayunannya. Naruto tercengang, namun Raut wajahnya tertutup sempurna oleh Raut wajah Datar.
"Bahkan 1 Orang Itu First Love-ku, Sampai sekarang aku Rindu dengan caranya membuatku Tertawa",lanjut Gadis Itu.
"Apa Dia masih Ingat denganku ya?",Gadis Itu memandang langit Biru Diatas.
Naruto Terdiam, Pemuda Itu Mengerti Maksud Hinata.
'Akulah Rubah itu, Rambut Mangkok',Gumam Naruto dalam Hati.
"Naruto ayo Kita Cari makanan, Aku Lapar",Gadis itu Lalu menuju Naruto dan menggandeng tangan Kanan Naruto. Wajah Naruto sontak memerah bukan main akibat perlakuan Hinata.
"H-Ha'i Nona",jawab Naruto tergagap.
Sementara Ada seseorang yang Diam-Diam membuntuti mereka Berdua dari kejauhan.
"Bastard, kenapa Bodyguard sialan itu menggandeng Hinata-Chan",Gumam seorang berambut Raven bersembunyi dibalik pepohonan.

.

.
"Hahaha jadi Nona Hinata Juga suka makan Ramen di kedai-kedai jalan seperti ini",Ejek Naruto membuat Hinata memanyunkan Bibirnya.
"Diam kau mahkluk astral!, aku Suka Ramen dari Orang yang Kusukai",ujar Hinata memukul Lengan tangan kanan Naruto.
"Ittai... Gomen Nona, Tapi kalau boleh tahu siapa yang membuatmu Suka dengan Ramen? Biasanya Orang kaya seperti anda pasti sukanya ke restoran",Ujar Naruto.
"Jangan Bandingkan aku dengan Orang kaya lainnya Baka. Aku berbeda Dari Mereka. Orang Itu "Rubah", Yang kuceritakan tadi padamu, Dia yang membuatku Suka makan Ramen",ucap Hinata Tersenyum Sendiri dan menunduk. Lagi-lagi Naruto terdiam akan penuturan Hinata.
Hinata dengan segera memesan Ramen pada salah seorang penyaji Ramen.
"eeeh, Ramen Pedas Paman 1 porsi jumbo",Pinta Hinata.
"Siap Nona",Balas seorang penyaji Ramen itu.
Naruto mendelik kaget, pasalnya Gadis yang sexy seperti Hinata mempunyai Nafsu makan yang Tinggi.
"Kau mau pesan Ramen juga Naruto, aku yang traktir",Ucap Gadis Itu.
"Baiklah, Terserah Nona Hinata saja",kata Naruto.
"Oke, Paman 1 Lagi Ramen yang sama seperti yang kupesan tadi",Ucap Hinata.
"Baiklah Nona, Tunggu sebentar lagi",Balas sekali lagi orang itu dengan senyumnya.
Naruto memandang Hinata dengan tatapan kagum. sementara Hinata sendiri menunggu Ramen yang dipesannya dengan antusias.

.

.

Selesai makan Dikedai ramen tersebut, Naruto dan Hinata Keluar dari Kedai tersebut dengan Perut Kenyang.
Namun Seorang berambut Raven dengan mata Onyx-nya menghadang Hinata Dan Naruto di depan kedai Ramen tersebut.
"Hinata-chan",panggil Orang Itu.
"Sasuke-kun",Hinata terperangah karena Sasuke Kini ada Dihadapannya.
Mata Sasuke memandang Naruto seperti merendahkan.
"Apa yang kau lakukan Dengan Bodyguard Bastard Ini?",Tanya Sasuke Mulai mengeluarkan Aura kebencian pada Naruto.

TbC

.

.

.

.

.

hehehe Gomen telat update moga kalian gak marah ya :)

Buat semua Gomen aku gak bisa balas reviewnya coz aku gak sempet nulis balasan reviewnya hehehe *ditampol reader

ok see you at chapter 5 minna