Drabbel DJ (Teman Rasa Pacar)
DaeJae
By will
WARNING ! AREA BOYXBOY. DON'T LIKE DON'T READ. BL
Sorry for Typo ^^
Daehyun terus menatap teman sekelasnya yang terlihat lesu padahal ada semangkuk besar ice cream favorit youngjae.
"youngjae-a.. kenapa? Dari tadi kau terlihat tak bersemangat hmm" daehyun menyentuh tangan mungil youngjae.
"hanya kesal sedikit" ketus melahap rakus ice cream didepannya. Seolah melampiaskan rasa kesal yang bercokol di hatinya.
Daehyun tersenyum menahan gemas. Ingin rasanya ia memeluk youngjae yang kini dalam mode merajuk entah karena apa. Diam-diam ia mengarahkan ponselnya guna merekam aksi menggemaskan youngjae.
Kekehan daehyun akhirnya meledak saat melihat sudut bibir youngjae basah oleh lelehan ice cream. Hazel indah temannya itu memandang garang kearah daehyun
"apa yang kau tertawakan?"
"tingkah menggemaskan mu" jawab daehyun kalem. Ibu jari nya mengusap ice cream yang bertengger nyaman disudut bibir youngjae. Sebenarnya itu modus sih.
"tsk! Jangan pegang-pegang!" sungut youngjae sebal. Ia menampik tangan daehyun, memalingkan wajahnya yang berubah warna.
Tawa tampan daehyun terdengar makin keras, beberapa pejalan kaki yang lewat sempat mencuri pandang sosok tampan daehyun.
"tsk! Bisa kau hentikan tawa jelek mu?!" bentak youngjae sengit. Ia menghentikan acara makan ice cream nya
"hei.. kau ini kenapa hm? Ada yang mengganggu mu?" daehyun meraih tangan youngjae untuk di genggam.
"ada! Kau lah yang mengganggu ku" decih youngjae
"aku?" daehyun menunjuk dirinya sendiri.
"iya! Kau jung daehyun" jari youngjae yang kecil namun masih terlihat sisi kelaki-lakian-nya menunjuk wajah tampan daehyun
"ini, sikap mu yang seperti ini mengganggu ku jung daehyun" jelas youngjae
"sikap ku yang mana?" dahi tan daehyun mengeryit bingung
"semua sikap mu. Kau terlalu perhatian pada ku untuk ukuran seorang teman. Membelikan ku ice cream, mengantar-jemput ku padahal arah rumah kita berbeda, selalu memperlakukan ku begitu lembut seolah aku ini akan retak jika menenkan ku sedikit saja. Ini membingungkan bodoh!" ungkap youngjae kesal. Ia mengaduk mangkuk ice cream yang masih tersisa setengah.
"bagian mana yang membuat mu bingung? Tanya daehyun masih tak mengerti
"tsk! Aku kan sudah bilang semua nya! Semua sikap mu membuat ku kesal! Kita hanya teman dan kau bersikap melebihi seorang teman!
Perhatian mu itu seperti seorang kekasih tapi status kita hanya sebatas teman! Kau paham itu?
Dan karena sikap mu, kau membuat ku terlalu berharap brengsek!" teriak youngjae penuh amarah. Ia bahkan kini berdiri dari duduknya. Tak ayal banyak penjalan kaki yang menatap mereka penuh minat.
Sosok manis youngjae tengah berteriak marah itu sungguh menggemaskan. Rasanya daehyun ingin mengurung youngjae dibalik kamar hangat miliknya.
Ya tuhan… dia imut sekali ratap daehyun dalam hati. Ia harus bisa mengontrol diri, isitilah kerennya stay cool
"kalau begitu jadilah kekasih ku dan kau tidak akan bingung lagi dengan semua sikap ku" daehyun ikut berdiri, menggenggam kedua tangan youngjae
"aku fikir hanya dengan tindakan kau bisa mengerti perasaan ku. Ternyata memang perlu secara lisan juga ya. i love you " senyum tampan daehyun menaikkan suhu tubuh youngjae. Tiba-tiba ia merasa sekujur tubuhnya dialiri daya listrik kasat mata. Ia merasa begitu malu dan juga bahagia disaat yang bersamaan.
"aku merasa seperti mendorong nya agar mengatakan cinta pada ku" gumam youngjae malu.
"aku mencintai mu.. dari dulu youngjae pabo" tangan besar daehyun menarik youngjae. Memeluk tubuh yang sedikit lebih kecil darinya itu kedalam pelukan.
Rasa nyaman menjalar memenuhi rongga tubuh mereka berdua.
"ahh aku lega sekarang bisa memeluk mu dengan bebas seperti ini"
"kenapa baru sekarang? Kenapa tidak dari dulu kau mengatakan mencintai ku?" youngjae bertanya tanpa menatap daehyun. Mereka masih asik berpelukan didepan sebuah toserba. Tak peduli akan pandangan segelintir orang yang berlalu lalang.
"aku fikir tindakan saja cukup menyampaikan seberapa dalam aku mencintai mu"
Hahahaha –youngjae tertawa lebar.
"bodoh! Itu hanya omong kosong. Tidak semua orang merasa puas hanya dengan tindakan. Setidaknya sedikit penegasan dari kata-kata itu jelas diperlukan"
Daehyun tersenyum mendengar sanggahan youngjae, ia memegang dagu sang terkasih, tinggi badan mereka yang tak jauh berbeda memudahkan daehyun menjangkau bibir kenyal youngjae
Cup
"aku mencintai mu, kau milikku. Milik seorang jung daehyun"
Degup jantung youngjae meningkat drastis, ia tak pernah mengira kalimat manis daehyun bisa menjadi alat pemacu jantung yang sangat efektif untuknya.
Kecupan hangat itu masih begitu terasa, hangat lembut dan gurih.
oh youngjae! Jernihkan fikiran mu!
"aku juga mencintai mu. I'm yours " bisik youngjae, ia menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher daehyun. Enggan membiarkan si pemacu jantung memergoki wajah merahnya.
Sekarang kita bukan lagi teman rasa pacar, tapi benar-benar berpacaran layaknya pria dan wanita. Masa bodoh dengan gender!
"mari kita berjuang menguatkan ikatan yang baru terhubung ini" lirih daehyun tepat ditelinga kiri youngjae. Sang empu menggelijang geli.
-terima kasih sudah membuat 'kode keras' yang menarik ku keluar dari zona pertemanan kita. Teman rasa pacar… goodbye—jung daehyun
**END**
ini udah agak panjangan kan? wkwk yang kemaren emang pendek banget si, yaa namanya juga drabble.. #ngeless
ohh iya, di chapter ini ada beberapa kata yang indonesia banget kata aku. wkwk gak tau kenapa lagi suka aja.
btw readersnim makasih banget yaa udah mau baca dan bahkan banyak yang rajin nge-review perchapter.. aku terhura bangettt TT setelah sekian lama jarang up aku fikir gak ada lagi yang mau baca coretan ku TT. dan baca review kalian juga bikin aku ketawa ngekek sendiri. gak bisa mingkem kalo baca jejak kalian wkwk makasih yaa '3' #tebarkecupan
sekali lagii... makasih yang udah R&R di chap sebelumnya.
see You ^^
