Disclaimer © Masashi Kishimoto
Rating : T
Genre : Adventure/Romance/Fantasy/Friendship
Pairing : Uzumaki Naruto & Haruno Sakura and the other main cash
Summary : Kembali ke Konoha adalah hal yang kutunggu karena aku bisa bertemu dengan Sakura. Membawa kekuatan baru! Aku akan segera menjadi Hokage. Organisasi Akatsuki sudah mulai menyegel para Bijuu. Aku tidak akan mati sebelum impianku tercapai.
Warning (s) : AR, Semi-Canon setting, OOC, Typo( s ), Bahasa Tidak sesuai dengan EYD, OverPower!Naruto, Smart!Naruto. Ganti sudut pandang. Etc.
.
.
『Naruto vs Pria bertopeng』
.
.
.
.
"Siapa kau?" Ucap Sakura.
Orang itu hanya diam dan tak menjawab pertanyaan Sakura. Kemudian orang itu memandangi Naruto lekat-lekat. Kakashi menghelah nafas dengan sikap acuh tak acuh orang di sampingnya itu pada ke empat muridnya. "Perkenalkan dirimu Tenzo!" Ucap Kakashi penuh penekanan terutama pada kata 'Tenzo'
Orang yang di panggil Kakashi dengan sebutan Tenzo mengangguk. Sebenarnya Sai sudah kenal dengan orang itu tapi dia tetap diam saja.
"Namaku Yamato. Aku adalah sensei pembimbing kalian dan tugasku adalah membatu Kakashi-senpai untuk melatih kalian dan menemani kalian dalam misi." Ucap Yamato.
Sasuke terlihat tidak peduli akan perkenalan sensei baru, dia malah memandang ke atas langit. Sai tetap pada posisinya dengan senyum palsunya. "Perkenalan sudah selesai.. jadi aku akan pergi! Ayo Tenzo aku ada misi untukmu." Ucap Kakashi.
Akhirnya Kakashi dan Yamato pergi dari Training Ground 63. Kini keadaan kembali hening di antara empat orang shinobi muda itu.
Tiba-tiba Naruto berdiri dan memandang Sai. "Hoi.. Sai? Sekarang tunjukkan keahlian tinta mu padaku."
Sai tersenyum dan mulai membuka tas punggung yang selalu dia bawah. Dia mengeluarkan alat-alat yang di buat untuk melukis dan gulungan kertas kosong. Naruto yang melihat itu menaikkan sebelah alisnya bingung.
"Dia mau melakukan apa Sakura-chan?" Bisik Naruto ke Sakura. Sakura merasa geli saat bibir Naruto sempat menyentuh daun telinganya saat berbisik. "Jangan dekat-dekat seperti ini Baka! Geli tau." Ucap Sakura ketus dan agak mengurangi jarak antara dirinya dan Naruto.
Naruto terkekeh sebentar lalu kemudian meminta maaf ke Sakura. Memang sifat mereka berdua itu seperti Kucing dan Tikus, tapi ... itulah keistimewaan dari mereka berdua.
Sai sudah bersiap melakukan jutsunya kemudian ia bertanya pada Naruto, "Ne, Naruto-san! Lihatlah ini.."
Kemudian, Sai mulai melukis harimau dari gulungan kertas khususnya. Lalu di membentuk heandseal dan berkata,
Ninpõ: Chõju Giga
Naruto terkejut saat Harimau yang di lukis Sai.. tadi keluar dari gulungan kertas. "Sugoi... ini keren sekali-ttebayo"
Sai tersenyum, karena tekniknya di sukai oleh temannya. Naruto.
Sasuke hanya memandang Naruto dan Sai dengan tatapan bosan, kemudian dia memilih memejamkan mata. Sasuke duduk di dekat pohon sakura yang mulai berguguran, dia memilih menjauh dari ketiga temannya yang sedang mempertunjukan jutsu kebanggaan milik masing-masing. Tapi yang terlihat sedang memamerkan jutsu kebanggaan hanya Sai seorang dan dua temannya hanya sebagai audiance.
Angin berhempus cukup kencang di tempat latihan tim 7 sekarang. Tiba-tiba suasana di tempat itu menjadi tidak bersahabat. Naruto merasakan ada tekanan cakra orang lain selain tim 7, dan tekanan cakranya sangat kuat. Insting ninja-nya mulai bekerja dan sedetik kemudian Naruto mengintrupsikan kepada ketiga temannya untuk bersiaga. Terima kasih pada teknik sensoriknya untuk memberi kalau ada tekanan cakra asing tadi.
"Ternyata kau juga ninja tipe sensor eh, Naruto?" Ucap orang misterius. Tapi kali ini Naruto tau suara siapa ini. Orang itu masih belum menunjukkan keberadaannya pada tim 7.
Naruto meremas kedua tangannya kuat-kuat serta menggertakkan giginya. "Kalau kau bukan seorang pengecut. Tunjukkan dirinu di hadapanku...
...Uchiha Madara."
Sasuke terbelalak saat mendengar kalimat Naruto yang terakhir. Sasuke sedikit menegang lalu dia berbicara, "Bicara apa kau Dobe! Kau tau sendiri kan kalau Klan Uchiha hanya tinggal aku dan 'dia'" Ucap Sasuke menginterupsi.
Pandangan Naruto beralih ke Sasuke, lalu kembali menatap ke arah depannya. Tiba-tiba muncul sebuah pusaran distorsi dimensi di hadapan tim 7. "Kau salah Sasuke! Tidak hanya kau dan 'dia' tapi ada lagi yaitu dia." Ucap Naruto sambil menunjuk orang dihadapannya yang baru saja datang entah dari mana.
"Akatsuki" Gumam Sakura. Sayang masih bisa di dengar oleh anggota tim 7 lainnya dan juga orang yang di sebut Madara.
Madara menyeringai, "Ah, iya aku juga termasuk anggota Akatsuki." Ucap Madara santai dengan menunjukkan cincin ke anggotaan pada tim 7.
"Sekarang tidak ada lagi Jiraya maupun Kakashi. Sekarang ikutlah denganku... Naruto!" Ucap Madara lagi.
Naruto sudah menahan agar tidak emosi kali ini, tapi kalau berhadapan dengan Madara? Siapa pun pasti akan geram dan marah. "Cih. Aku tidak sudi ikut dengan kalian."
Katon: Gōkakyo no Jutsu
Tiba-tiba ada bola api melesat ke arah Madara. Naruto terkejut dan dia mengalihkan pandangannya ke arah asal bola api tadi. 'Teme'
Bola api itu dengan cepat menerjang Madara, tapi sia-sia saja serangan Sasuke hanya bisa menembus tubuh dari Madara. Sai dan Sasuke terbelalak akibat jutsunya hanya melewati tubuh musuhnya dan tidak meninggalkan bekas luka apapun. "Ini seperti waktu itu." Ucap Sakura entah pada siapa.
Ninpou: Chōju Giga
Tiba-tiba muncul empat singa dari belakang Naruto dan langsung menyerang brutal Madara. Tapi dengan mudahnya Madara menghindar dari serangan empat singa itu.
Menatap bosan pada kelompok Naruto, Madara berjalan ke arah Naruto dengan seringaian. Tapi tubuh Madara tiba-tiba terbakar oleh api berwarna hitam.
"Amaterasu" Ucap Sasuke dengan menutupi mata kanannya yang mengeluarkan darah. Madara terlihat sedikit menegang karena dia terbakar oleh api abadi, api hitam Amaterasu.
Dengan sigap Madara membuat distorsi dimensi ruang dan waktu pada tubuhnya dan dia mencoba menghisap api hitam pada tubuhnya itu. Ternyata berhasil di hisap. Madara kemudian kembali menyeringai. "Ternyata kau sudah membangkitkan Mangekyo Sharingan eh, adik Itachi."
Sasuke geram akan Madara lalu dia berteriak pada Madara. "Tau apa kau tentang Itachi. Hah!" Kemudian Sasuke membuat heandseal dan berucap.
Cipp cipp cipp cipp
Terdengar suara seperti kicauan burung dari tangan kiri Sasuke.
"Chidori"
Lalu Sasuke berlari menerjang Madara, berisaha menghantamkan Chidori-nya ke dada Madara. Tapi... seperti serangan sebelumnya, Sasuke menembus tubuh Madara dan malah serangannya mengenai pohon di depannya.
Bllaarrrr
Ledakan keras terdengar akibat chidori Sasuke mengenai salah satu pohon di area latihan itu.
"Sekarang aku tidak akan main-main dengan kalian bocah." Ucap Madara.
Bersiaga. Itulah yang di lakukan oleh Naruto dan teman-temannya. "Sakura-chan" Ucap Naruto. Sakura menoleh ke arah Naruto kemudian mengangguk. Sakura kini tengah memasang sarung tangan di kedua tangannya lalu dia terlihat menyeringai ke arah Madara.
Shanaroo. !
Sakura memukul tanah yang ada di depannya dengan keras. Setelah itu tanah mulai retak dan hancur hingga ke tanah pijakan Madara. Tapi tanpa di ketahui oleh tim 7. Madara menghindar dengan cara melompat ke atas pohon di dekatnya.
Naruto sedari tadi hanya diam itu ternyata sedang berkonsentrasi mengumpulkan cakra Senjutsu. Sasuke dan Sai sedang mencari posisi musuhnya yang tiba-tiba menghilang. "Di atas pohon itu" Ucap Naruto saat sudah mulai membuka matanya. Kini Naruto sudah dalam mode sage katak.
"Mode Sage!" Ucap Sai terkejut. Naruto membuat handseal, kemudian dia bergumam.
Kage Bhunsin no Jutsu
Muncul dua kage bhunsin di sebelah kiri da kanan Naruto. Tangan kanan Naruto di angkat ke atas lalu kemudian kedua bhunsin-nya membantu membentuk Rasengan.
"Kau yang pertama akan merasakan prototipe dari jutsu baruku. Madara sialan."
Tiba-tiba Rasengan, Naruto membentuk seperti sebuah shuriken dengan aliran cakra angin.
"Fuuton: Rasen Shuriken"
Dengan itu, Naruto melemparkan jutsu-nya ke arah pohon yang ada sosok musuhnya.
Blaaarrr
Serangan Naruto, mengakibatkan ledakan yang sangat besar dan mengakibatkan hancurnya sebagian besar pohon di sekitar area serangan Naruto tadi. Ketiga temannya memandang jurus Naruto dengan shock.
"Benar-benar mengerikan" Gumam Sakura tanpa sadar. Sai menganggukkan kepala setuju dengan pendapat Sakuara. Sedangkan Sasuke hanya ber 'hn' ria.
"Itu tadi sangat berbahaya kau tau, Naruto." Ucap seseorang yang keluar dari pusaran dimensi yang di buatnya sendiri.
Shock.
Itulah yang di rasakan oleh semua anggota tim 7.
Naruto mulai geram dengan orang bodoh yang gila kekuatan itu yang juga mengklaim dirinya sebagai Uchiha Madara. Bagaimana seseorang yang ikut andil dalam mendirikan desa Konohagakure no Sato, masih hidup sampai sekarang. Tidak mungkin bukan, itu sebuah kebohongan publik.
'Tidak ada cara lain. Aku harus menggunakan 『Pika Pika no Mi』sekarang, semoga tidak lepas kontrol.'
"Pathetic." Ucap pria bertopeng a.k.a Madara.
Sai, Sasuke dan Sakura merasakan tekanan cakra yang kuat dari sahabat kuningnya. Mereka bertiga menoleh ke Naruto.. sedetik kemudian mata mereka melebar saat pandangan mereka bertiga melihat tubuh Naruto menjadi partikel-partikel cahaya dan menghilang seperti di tiup angin.
"Jangan meremehkan musuhmu"
Terdengar suara yang menggema di area tempat latihan 63. "I-ini... suara N-naruto.."
Sasuke menoleh ke Sakura dengan pandangan bertanya. "Di atas!" Teriak Sai kepada dua temannya. Seketika itu semua pandangan orang di lapangan tempat latihan 63, mendongakkan kepala ke atas.
"Terbang" Ucap Madara.
Lagi-lagi anggota tim 7 di buat shock oleh sebuah manusia yang sedang terbang dan yang mereka kenal.
Kemudian, Naruto menghilang lagi dan tiba-tiba sudah muncul di depan Madara. "Rasengan!" Teriak Naruto dengan melayangkan Rasengan-nya ke dada Madara.
Dan,
Madara terlempar ke belakang cukup jauh, dia tidak sempat membuat tubuhnya menjadi tidak tersentuh akibat pergerakan Naruto yang amat cepat. Naruto menyeringai,
Madara mencoba berdiri, tubuhnya sempoyongan akibat jurus Naruto yang bisa di bilang sangat kuat.
"Tak ku sangka kau akan sehebat ini. Kau tau aku kedua kalinya terkena jurus seperti tadi.. biar ku ingat..." Ucap Madara dengan pose berpikir. "Aa, saat aku melawan Yondaime Hokage dulu." Lanjutnya lagi.
Naruto menggeram marah, kemudian dia menghilang lagi dan muncul di samping Madara. Tangan Naruto mengepal kuat kemudian ia layangkan pukulannya ke wajah Madara. Tapi sayang... pukulannya menembus tubuh dari Madara.
'Sial, Sage Modeku sudah non-aktif sejak aku menggunakan kekuatan Devil Fruit.'
Sementara di tempat Sakura, Sasuke dan Sai. Mereka terlihat sangat khawatir pada Naruto, tapi mereka tidak bisa melakukan apa-apa karena pertarungan antara temannya dan Madara sangat berbahaya. Sasuke sempat akan membantu tapi dia dihentikan oleh Sakura dan menyuruhnya untuk percaya pada Naruto.
'Semoga kau berhasil mengalahkannya Naruto-kun!' Sakura bicara dalam hati.
【Naruto: Hero's Come Back 】
"Kau tidak akan bisa mengalakanku Naruto. Kau itu masih belum cukup benci pada penduduk Konoha dan teman-teman mu, benci lah pada semua orang... senantiasa pasti kau akan mendapat kekuatan yang sangat besar."
Naruto mendecih tidak suka pada sosok Madara. Dia berani bersumpah kalau musuh yang di hadapannya ini sungguh kuat. Dari tadi serangannya hanya dapat menembus melewati tubuh musuhnya. Tapi setelah mengobservasi sebentar, dia mendapat suatu celah di mana dia dapat menyerangnya. Menurut hipotesanya, tubuh musuhnya akan dapat di sentuh saat dia menyerang dengan cepat atau bisa di katakan serangan kejutan, seperti dia tadi saat menyerang dengan menggunakan Rasengan-nya.
Tiba-tiba Madara melompat ke atas, dia melihat ke bawah.. tepatnya pada ketiga teman Naruto. "Kita akhiri ini."
Mata sharingan-nya berputar dan secara bersamaan muncul pusaran distorsi ruang dan waktu di depan tubunya yang keluar dari dalam matanya. Tiba-tiba muncul banyak Fuma Shuriken dari pusaran distorsi ruang dan waktu milik Madara. Sedetik kemudian Fuma Shuriken itu berjatuhan ke arah ketiga teman Naruto. Sasuke sangat kesal, lalu dia mengaktifkan Mangekyo Sharingan miliknya. Sakura dan Sai hanya dapat memandang Fuma Shuriken dengan diam, tubuh mereka tak bisa di gerakan karena shock.
Naruto terbelalak saat melihat begitu banyak Fuma Shuriken berjatuhan ke arah ketiga temannya. 'Sialan kau.. ternyata kau mengincar temanku untuk memancingku dan memojokanku.'
Naruto mengarahkan telunjuk tangan kanannya ke arah Madara yang masih berada di udara lalu, Naruto berkata, "Pika Pika no...
Muncul cahaya berwarna kuning ke emasan di jari telunjuk Naruto.
...Cero."
Detik berikutnya, setelah mengucap sebuah mantra. Cahaya yang tadi terkumpul di ujung jari telunjuk Naruto, tiba-tiba memanjang dan menembus tubuh Uchiha Madara.
Sakura dan Sai terpejam ketika Fuma Shuriken yang sangat banyak itu telah menghujani mereka. Tapi setelah cukup lama tidak merasakan sakit terkena hujan Fuma Shuriken, mata Sakura terbuka dan alangkah terkejutnya saat dia melihat raksasa berwarna biru melindunginya dari shuriken-shuriken raksasa itu.
Sasuke menolehkan pandangannya ke belakang untuk melihat keadaan dua temannya. "Kalian tidak apa-apa!"
Sai tersenyum dan berkata, "Thank you, Sasuke-san." Sasuke mengangguk lalu menatap Sakura.
"Aku juga baik-baik saja Sasuke-kun.. berkat Susanoomu."
Sasuke terlihat tersenyum tipis saat melihat temannya baik-baik saja.
Naruto masih terus memandangi musuhnya yang berada di udara. Lalu dia menyipitkan matanya saat melihat musuhnya tidak terkena luka akibat jurusnya tadi. "Kuso. Lagi-lagi menembus tubuhnya"
Kemudian Madara turun, lalu memandang Naruto dengan malas. Kemudian dia mengambil Gunbai yang sedari tadi bertengger di punggungnya. Gunbai adalah senjata milik Madara, bentuknya seperti kipas.
"Hah, kau sungguh merepotkan. Hingga aku menggunakan senjataku."
Naruto memandang sosok musuhnya dengan pandangan tidak suka, dia tau kalau kekuatannya tidak dapat mengalahkannya.. tapi dia tidak akan menyerah sebelum bertindak...
Terlihat Naruto mengambil sebuah shuriken, tiba-tiba dia ingat mendiang Sandaime Hokage. Naruto tersenyum, lalu dia melemparkan kunai-nya ke Madara.. Naruto membuat handseal kemudian berkata, "Aku akan menggunakan jutsu yang kau ajarkan jiji. Shuriken Kage Bhunsin no Jutsu."
Shuriken yang di lempar Naruto, tiba-tiba menjadi sangat banyak. Madara sedikit terkejut saat melihat shuriken dari Naruto menjadi banyak.
Naruto tersenyum menyeringai, tapi detik berikutnya seringaian itu hilang di gantikan dengan raut kesal yang amat sangat. Karena shuriken-shurikennya hanya dapat menembus tubuh Madara lagi.
Madara tersenyum di balik topengnya, lalu ia melompat ke arah Naruto dan dia mencoba memukulkan senjata Gunbai-nya ke tubuh Naruto. Dengan sigap Naruto menahan Gunbai milik Madara dengan kedua lengannya. Kemudian Naruto melompat mundur untuk memberi jarak dirinya dengan Madara.
'Ini harus cepat di akhiri, sebelum Kakashi dan ninja Konoha lainnya datang kemari.' Ucap Madara dalam hati.
Naruto terlihat kelelahan akibat banyak menggunakan jutsu, kini dia berlari-lari kecil menuju ke arah ketiga temannya. Sesampainya Naruto di tempat teman-temannya dia langsung menyuruh Sakura untuk mengobatinya dengan Ninjutsu medis.
Sasuke kmmudian bertanya pada Naruto perihal dia bisa menghilang dan terbang, "Itu tadi jutsu apa?"
"Itu tidak penting sekarang, yang lebih penting kita harus mengalahkan orang itu dulu dan nanti akan aku jelaskan perihal kekuatanku." Ucap Naruto.
"Hn"
Naruto tak menghiraukan Sasuke lagi, kemudian dia menatap kekasihnya. "Sudah... Sakura-chan." Ucap Naruto. Lalu kemudian Sakura menghentikan jutsu medisnya. Sakura masih menatap Naruto dengan pandangan khawatir, tapi saat melihat Naruto tersenyum dia merasa lebih tenang. "Arigatou.. Hime! Lanjut Naruto.
Sakura menganggukan kepala dan berkata, "Jangan sampai kalah.. Baka!" Naruto hanya tersenyum lalu tubuhnya menjadi partikel-partikel cahaya dan menghilang.
Tiba-tiba Madara memegang perutnya seperti kesakitan, Sai , Sakura , Sasuke memandang Madara dengan tatapan bingung. Kemudian mereka mendengar teriakan seseorang yang mereka kenal menggema di tempat pertarungan.
YATA NO KAGAMI !
Mereka bertiga dan Madara mendongak ke atas kemudian mata mereka melebar saat melihat ada dua buah cahaya yang sangat besar dan padat melesat menuju tubuh Madara. Dengan sigap Madara menangkis semua serangan Naruto dengan senjata Gunbainya, tapi Madara tetap terseret ke belakang akibat kuatnya jurus Naruto. Alahasil Madara terjatuh tidak elit ke tanah dan juga lengan kirinya terkena sedikit dari jurus Naruto.
Madara berdiri lalu berkata kepada Naruto. "Mungkin kali ini aku tidak bisa mendapatkanmu, tapi suatu saat nanti ku pastikan Kyuubi akan menjadi milikku." Kemudian muncul pusaran di depannya dan detik berikutnya Madara menghilang dari pandangan anggota tim 7.
Sakura kemudian menghembuskan nafas lega karena pria yang memakai topeng yang menyebut dirinya sebagai Madara telah pergi. Sakura merasa De Javu dengan kejadian ini. Lalu dia menghampiri Naruto dan memeluknya. "Syukurlah kau selamat Naruto."
Sasuke memandang kepergian Madara dengan pandangan datar, tapi dalam hatinya dia sangat kesal pada orang yang bernama Uchiha Madara. Setelah ini dia akan latihan mengendalikan Mangekyo Sharingan.
Sedangkan Sai, dia terlihat sedang memikirkan sesuatu dan mungkin setelah dari sini dia akan melapor kejadian ini kepada pemimpinnya yaitu Shimura Danzo.
Tempat latihan 63 terihat sedikit berantakan disana sini. Pohon-pohon banyak yang hancur dan tumbang, tanah banyak yang berlubang.
Setelah dari tempat ini mereka akan langsung melaporkan kejadian ini kepada Godaime Hokage, Senju Tsunade.
"Dobe?" Panggil Sasuke kepada Naruto. Menoleh sebentar lalu Naruto kembali menatap ke depan. "Hn, apa Teme!"
Sasuke menyipitkan mata saat melihat Naruto acuh tak acuh padanya, "Apa kau lupa, hah?" Bentak Sasuke.
Naruto hanya menaikkan sebelah alisnya tidak mengerti. Kemudian kembali berjalan tanpa menghiraukan Sasuke. "Besok saja.. Sasuke!" Ucap Naruto. Kemudian Naruto mengajak Sakura pergi dari tempat latihan 63 dan di ikuti oleh Sai dan Sasuke.
【Naruto: Hero's Come Back 】
"APA!" Teriak Tsunade.
Naruto baru saja menjelaskan kepada Tsunade, penyerangan Madara pada anggota tim 7 lebih tepatnya Naruto seorang.
Tsunade terlihat sedang memijit keningnya karena dia sedang dalam masalah yang bisa di bilang rank-S. "Anda baik-baik saja Tsunade-sama!" Ucap Shizune, asisten dari Senju Tsunade.
"Naruto... mulai sekarang jangan sering keluar dari area desa. Ini sangat berbahaya bagi keselamatanmu... kau tau kan." Ucap Tsunade memberi nasehat ke Naruto.
"Itu ti—" Ucapan Naruto terpotong oleh suara dari kekasihnya. "Itu benar Naruto! Sekarang kau incaran para anggota Akatsuki." Ucap Sakura.
Kemudian Naruto hanya menurut saja. "Oh, ya Bocah! Apa kau menggunakan 'itu'" Tanya Tsunade.
Naruto mengangguk dan berkata, "Sepertinya aku sudah bisa sedikit mengontrolnya. Baa-san."
Sasuke yang mendengar pembicaraan antara Naruto dan Godaime segera menolehkan wajahnya menghadap Naruto. "Kau bisa jelaskan periahal kemampuanmu yang bisa terbang tadi... Dobe?"
Tsunade terkejut atas pernyataan Sasuke barusan, kemudian dia menatap Naruto dengan pandangan bertanya. Naruto menelan ludah saat melihat tatapan Tsunade.
Gleekkk
Setelah itu dengan susah payah Naruto menjelaskan perihal kekuatannya pada ketiga temannya. "Itu adalah Kekkei Genkai milikku Elemen Cahaya."
Naruto terpaksa berbohong karena dia sempat mengingat perkataan dari Kyuubi.
Naruto berada di dalam alam bawah sadarnya, dia terlihat sedang berbicara pada Bijju-nya yaitu Kyuubi no Yoko. "Apakah aku boleh menggunakan kekuatan dari Devil Fruit ini.. hah, rubah bodoh."
Kyuubi masih diam dengan mata terpejam tak menjawab pertanyaan dari Naruto. Kemudian Kyuubi mulai membuka matanya dan mengibaskan ke sembilan ekornya. Terdengar geraman dari mulut Kyuubi. Naruto masih setia menunggu jawaban dari Kyuubi. "Terserah kau bocah sialan.. tapi ingat jangan pernah sekali pun kau memberitau kan kekuatanmu pada semua orang. Ingat itu, karena kekuatanmu sekarang adalah ancaman besar bagi semua orang."
Semua anggota tim 7 percaya akan perkataan Naruto, minus Kakashi dan Yamato. Naruto dan Sakura terlihat tidak puas akan perkataan Naruto. Mereka tau kalau Naruto itu tidak pandai berbohong dan Hokage juga tau perihal kekuatan Naruto. Mereka berasusmi bahwa ada yang di rahasiakan Naruto dan Hokage pada semua orang.
【Naruto: Hero's Come Back 】
Terlihat dua orang berpakaian serba hitam dengan motif awan berwarna merah. Mereka sedang berjalan di sebuah gurun pasir di daerah Negara Angin. Mereka berdua adalah anggota Akatsuki yang sedang menuju ke sebuah desa shinobi yang bernama Sunagakure no Sato.
Dua orang itu sedang di tugaskan oleh pemimpin Akatsuki untuk menangkap Bijju ekor satu, Shukaku atau bisa di bilang Tanuki.
Godaime Kazekage, Sabaku no Gaara sedang dalam bahaya.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued
A/N:
Ya... akhirnya chapter ini kelar juga walaupun word-nya dikit gak kayak chapter sebelumnya... tapi semoga kalian menyukainya dan mengikutinya.
Untuk yang bertanya tentang buah setan di sini akan aku jawab..
Ya .. di dunia Naruto juga saya buat banyak terdapat buah setan tapi tidak semua orang mengetahuinya dan memilkinya. Ya .. nanti pasti ada yang memakan buah setan selain Naruto, tapi belum saatnya sekarang.
Oke sekarang tinggal menungu review dari kalian semua.
