Chapter 4
Leeteuk pov
Beberapa hari ini aku mulai mengingat sesuatu. Seperti perkataan yang seperinya pernah di ucapkan oleh seseorang, aku juga seklias melihat memoriku yang hilang. Aku tahu aku mengalami amnesia dan hanya mengingat kejadiaan saat aku bangun. Dan yang membuat ku penasaran adalah Kyuhyun.
Suara namja itu yang muncul dalam ingatan ku. kali ini aku sengaja memanggilnya ke ruangan ku untuk menyocokan karangan lagu ku untuk nya. Aku ingin memastikan apakah akan ada sesuatu yang terjadi jika hanya ada aku dan Kyuhyun? Ataukah Kyuhyun pernah terlibat dalam masa lalu ku?
"Leeteuk-ssi"
"ne" jawab ku "silahkan duduk Kyuhyun-ssi"
Aku memberikan beberapa partiture lagu, ia hanya melihatnya sekilas. Dari sikapnya bisa ku baca bahwa dia menyukai semua lagu yang kubuat, dia tidak pernah protes atau apapun, ia cukup pendiam. Berbeda dengan artis-artis yang pernah ku tangani sebelumnya."bagaimana?" tanya ku
"yah seperti biasa, kau saja yang urus aku hanya perlu rekaman kan" jawabnya dengan nada yang dingin.
"kalau begitu bagaimana kalau kau kerumah ku" ajak ku, aku tahu ini terlalu mendadak tetapi tidak masalah "sudah ayo" kutarik tangan nya untuk bangkit dari sofa. Ia tidak melawan sama sekali atau bahkan menolak, ia menurut apa yang kuperintahkan.
Sesampainya di rumah, ia memandang sekeliling ruangan. Ia menatap foto-foto yang terpampang didinding "itu dongsaeng ku Donghae dan juga Yesung"
Kyuhyun mengangguk pelan, matanya menatap nanar foto itu. aku memandang Kyuhyun yang bersikap aneh, tatapnnya seakan menyatakan ia merindukan rumah. "kau duduklah dulu akan ku buatkan masakan "
"masakan mu yang terbaik hyung"
Lagi!
Aku mematung mendengar kata-kata itu, aku yakin aku pernah mendengar kata-kata serupa tapi dimana dan kapan? Tuhan bantu aku mengingat nya, Kyuhyun,Donghae dan Yesung membuat ku gila. Tidak ada satupun dari mereka yang membantuku menyusun puzzle ingatan ku.
"Leeteuk-ssi"
"eh?" Kyuhyun berhasil menyadarkan ku kembali. "miahne.. miahne.." ucapku bingung sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal "sambil menunggu kau boleh berkeliling rumah ku, anggap saja rumah sendiri"
Aku tersnyum kearahnya dan langsung menuju dapur
Leeteuk pov end
0o0o0o0o0o
Kyuhyun tidak perlu berkeliling,ia tahu seluk beluk rumah yang di tinggalinya bertahun-tahun itu. kini ia menuju sebuah kamar yang terkunci. Yaitu kamarnya yang berada di lantai dua, kamar Leeteuk tetap berada di lantai satu dan tentu saja Donghae menempati kamar di lantai satu juga.
Kyuhyun memaksa pintu itu untuk terbuka "sial!" umpatnya, kamar itu terkunci sejak 3 tahun lalu "ini pasti perbuatan Yesung sunbae, aku tahu ia berniat baik tapi tidak begini caranya" Kyuhyun akhirnya mengakui juga ia masih menyayangi Leeteuk. "semua fotoku hilang entah kemana, lalu kamar ku terkunci dan juga muncul sosok Donghae ini terlalu aneh untuk sebuah kebetulan. Ini sudah di rencanakan"
"apa yang kau lakukan di depan kamar itu?"
Kyuhyun langsung melepaskan genggaman tangan nya yang berada di kenop pintu. Ia menoleh bingung kearah Leeteuk "bukan.. bukan apa-apa"
"kamar itu sudah terkunci 3 tahun yang lalu, aku tidak tahu isinya apa yang pasti aku tidak berminat membuka nya"
Nyut!
Rasa sakit itu datang lagi, Kyuhyun menatap nanar punggung Leeteuk yang membelakangi nya. Mungkin ini hukuman baginya karena dulu telah membuat Leeteuk sakit hati. Kyuhyun menahan emosinya agar tidak mengungkap siapa dirinya sebenarnya.
Leeteuk dan Kyuhyun duduk bersama di meja makan dan mulai menyantap masakan yang di buat Leeteuk. Kyuhyun merindukan masakan Leeteuk, rasanya masih sama "tidak ada yang berubah"gumam Kyuhyun pelan
"apa?"
"ah.. tidak"
"ngomong-ngomong bagaimana keluarga mu? Aku tidak pernah melihat keluargamu"
"aku tidak punya siapa-siapa"
Leeteuk menghentikan makan nya dan malah fokus menatap Kyuhyun "hyung atau saudaramu?"
"aku tidak punya hyung,noona, atau apapun itu. aku juga tidak tahu aku berasal darimana" jelas Kyuhyun singkat. Leeteuk pun tidak bertanya lebih lanjut lagi, ia tahu ini hal sensitif yang tidak seharusnya di bahas. "terima kasih atas undangan makan nya" Kyuhyun meneguk segelas air putih dan segera berdiri. Leeteuk pun ikut berdiri "aku permisi"
"tunggu!" Leeteuk mencengkram pergelangan tangan Kyuhyun
"apa yang kau lakukan" bentak Kyuhyun sambil menatap Leeteuk.
"jangan pergi" ucap Leeteuk. Leeteuk sendiri tidak tahu apa yang ia ucapkan, ia hanya mengikuti memori nya yang tiba-tiba muncul "ku mohon jangan pergi, aku membutuhkan mu. Kau tahu kalau aku tidak bisa hidup tanpamu"
Degh!
Kyuhyun ingat kata-kata itu. leeteuk dulu pernah mengatakan hal itu saat ia pergi dan sekarang Leeteuk mengucapkannya lagi. Berarti Leeteuk mulai mengingat "aku bukan siapa-siapamu Leeteuk-ssi! Hentikan semua ini"
Leeteuk perlahan menangis.
"Kyuhyun!" donghae tiba-tiba muncul dan berusaha melepaskan genggaman tangan Leeteuk "lepaskan tangan nya"
"bukan aku yang mencengkram bodoh, tapi dia" Kyuhyun balas membentak Donghae
"jangan pergi..." racau Leeteuk. Donghae berdecak pelan lalu perlahan berusaha melepaskan jari jemari Leeteuk yang mencengkram pergelangan Kyuhyun. Setelah terlepas Kyuhyun berjalan pergi
"aku akan bicara dengan mu nanti" kata Donghae sambil membantu Leeteuk untuk berdiri. Kyuhyun langsung menutup pintu dengan kencang. Ia melihat pergelangan tanganya yang memerah akibat Leeteuk.
Yesung berpapasan dengan Kyuhyun saat keluar dari Leeteuk "aku mau bicara dengan mu Sunbae"
Yesung segera menuruti kemauan Kyuhyun, ia tahu Kyuhyun suatu saat akan bertanya atau menanyakan segalanya.
Donghae merebahkan Leeteuk di kasur, namja itu masih terisak pelan. Donghae hanya bisa duduk di tepi kasur sambil menggenggam tangan Leeteuk
"Donghae..." ucap Leeteuk lirih. Belaian tangan Donghae yang mengelus-elus kepalanya membuatnya kembali sadar "aku kenapa? "
Donghae diam. Ia sendiri bingung, mengatakan yang sebenarnya atau tetap diam bahwa tadi Kyuhyun di rumah dan menyebabkan kekacauan ini. Kalau pun memberitahunya, ia yakin Leeteuk akan terus mencari tahu tentang ingatannya.
Donghae pun memantapkan hatinya "kau hanya kelelahan hyung"
"kau tidak akan pergi kan?"
"tidak hyung.. tidak akan. Sekarang tidurlah dengan nyenyak karena aku akan disini menjagamu"
0o0o00o00o0
"KAU GILA SUNBAE!" teriak Kyuhyun ketika selesai mendengar penjelasan Yesung. Daripada Kyuhyun banyak bertanya lebih baik Yesung menceritakan semuanya yang terjadi. yesung mengerutkan kening nya mendengar teriakan Kyuhyun
"KAU YANG GILA!" Yesung balas membentak, namun nada bicaranya kembali melembut "aku yang gila atau kau? Apa kau tidak sadar kenapa semuanya menjadi seperti ini? Itu karena ke egoisan mu Kyuhyun. Sekarang kau tidak bisa berbuat apa-apa"
"tapi kau membohonginya"
"dia bisa bunuh diri kalau aku menceritakan yang sebenarnya, apa kau tidak mengerti penderitaannya Kyu? aku melakukan ini karena menyayangi nya juga,bukan kah kau yang waktu itu mati-matian menyatakan Leeteuk bukan lah hyung mu?lalu kenapa kau marah-marah?"
"..."
Kyuhyun diam. Apa yang di katakan Yesung semuanya memang benar "kau mau membuatnya mengingat mu? Lalu apa gunan nya kau menghilang selama 3 tahun lalu merubah sikapmu kalau akhirnya kau menginginkan yang dulu kau buang menjadi milik mu lagi? Kau tidak hanya membuat Leeteuk hyung terluka tetapi kau juga membuat Donghae terluka juga"
Yesung menghela nafas "aku sudah mengatakannya dari awal, kau tidak biisa membuat semuanya kembali seperti semula meskipun kau memohon"
Kyuhyun memang menginginkan semuanya kembali seperti dulu. tetapi ia tidak bisa memutar waktunya kembali. "melihat Donghae dan Teuki-hyung bersama-sama, tertawa membuat ku merasa sangat kehilangan, aku sadar bahwa aku membutuhkan Teuki hyung lebih dari yang ku bayangkan. Donghae saja bisa bahagia bersama dengan orang yang bukan hyung kandung nya lalu kenapa aku tidak bisa"
"kalau kau menyayangi Teuki hyung, maka menghilang lah lagi. Maka semuanya akan kembali normal"
Ide Yesung membuat Kyuhyun membelalakan matanya shock "sunbae" gumam nya. Yesung hanya menepuk bahu Kyuhyun "tetapi semuanya terserah padamu.."
"sunbae" panggil Kyuhyun lagi
"aku tidak akan berbuat banyak lagi. Mulai detik ini semuanya ku serahkan padamu dan juga Donghae, aku hanya akan mengawasi kalian tetapi tidak akan ikut campur lagi"
Yesung langsung pergi meninggalkan Kyuhyun. Setelah ini ia punya jadwal untuk melihat hyung kesayanganya. Hyung yang sudah membiayai pendidikannya hingga ia menjadi pelatih vokal terkenal, kalau bukan Leeteuk yang memberinya semangat, Yesung tidak akan pernah menemukan bakatnya. Maka dari itu dengan melakukan hal ini merupakan salah satu bentuk rasa terima kasihnya. Ia tidak mau melihat Leeteuk menderita dan sekarang ia sudah memutuskan untuk tidak andil dalam hal ini.
"meski kau tidak membantuku, aku tetap menganggap mu sebagai hyung ku. dengan kata-kata bijak mu pun sudah merupakan hal yang lebih dari apapun." Gumam Yesung pelan. Ia tersenyum dan menghirup udara lalu menghembuskannya "apa yang akan terjadi ya.. aku tidak akan membiarkan dua manusia bodoh itu melukai Leeteuk hyung. awas saja! Akan ku lempar mereka berdua kejurang"
0o0o0o0o0o0
Setelah memastikan Leeteuk tertidur,Donghae beranjak dari kamar Leeteuk. Ia tidak lupa tujuannya, yaitu membuka kamar yang selama 3 tahun tidak pernah terbuka. Ia ingin tahu apa yang ada di dalam sana.
Donghae sudah bisa menebak ada sesuatu yang di sembunyikan Yesung dan itu pasti berada di kamar itu. donghae mengambil sesuatu untuk mencongkel kamar itu,ia sudah membawa sebuah pisau lipat kecil. Donghae mulai mencoba mencongkel pintu kamar itu, butuh waktu lama untuk mencongkel sebuah pintu tanpa meninggalkan goresan agar tidak ada yang curiga. "susah sekali sih"
"apanya yang susah Lee Donghae?"
Donghae buru-buru menyembunyikan pisau kecilnya dan menatap Leeteuk shock. Ketahuan? Donghae memutar otaknya untuk berbohong, tapi apa? Ia jelas-jelas berdiri di depan pintu itu. "itu.. aku susah tidur jadi aku naik kesini untuk menghitung langkah ku agar aku mengantuk" jelas Donghae berbohong. "lalu hyung kenapa ada disini, bukan kah tadi hyung tidur"
"aku haus tapi saat mendengar suara ribut-ribut aku naik ke lantai dua, eh ternyata kau"
Donghae menggaruk kepalanya yang tidak gatal "mau tidur dengan ku? siapa tahu kau bisa tertidur"
"ne hyung" Donghae tersenyum "sedikit lagi padahal" gumam nya pelan. Ia menghela nafas lega karena Leeteuk tidak menyadari perbuatannya tadi.
