"Aku berharap kau akan datang lagi kesini... saat itu aku pasti akan menyapamu pertama kali..." teriak Miku pada langit berbintang.
If Ghost Fall In Love
Disclaimer : Vocaloid Milik Yamaha
Warning : Gaje, Alur Maju-Mundur, Juga Alur Gak Jelas.
Setelah hari dimana dia lari dari pemuda yang menyadari keberadaannya begitu saja, Miku selalu menunggu di balik pohon yang menjadi tempat favoritnya itu, sudah 3 hari dia menggu kedatangan pemuda itu, setiap orang yang baru masuk ke taman itu pasti dia perhatikan, tapi selalu saja bukan orang yang dia cari.
"Apa dia tidak akan datang lagi ya?" Miku bertanya pada dirinya sendiri. Ini adalah hari ke-4 dia menunngu kedatangannya, hari sudah hampir gelap, taman yang semula ramai perlahan sepi. Miku duduk di pohon besar, sambil memperhatikan orang- orang yang masih berada di sekitar taman tapi yang menjadi objek pencariannya tetap tak muncul, hari semakin menjelang malam, tapi seseorang yang ditunggunya tak terrlihat olehnya.
"Kumohon datanglah, aku benar- benar ingin bertemu sekarang..." Miku sudah hampir putus asa, dia duduk di balik pohon besar yang selalu menemaninya dan tentu saja sambil memasang wajah sedihnya.
CRING...
Tiba- tiba Miku seperti tersadar akan sesuatu, seperti ada yang memanggilnya, dengan segera dia beranjak dari posisinya, sambil mengintip dari balik pohon, dia memperhatikan seluruh penjuru taman untuk memastikan hal yang tak pasti, atau mungkin dia berharap bahwa seseorang yang di tunggunya datang. miku masih saja mengamati keadaan sekelilingnya, tapi tetap saja tak menemukan apapun. Miku hampir menyerah dengan kegiatannya, tiba- tiba matanya menemukan apa yang dia cari.
DEGH...
Seorang pemuda berambut biru masuk ketaman itu. Dia berjalan menuju bangku yang ditempatnya kemarin dan dengan santainya duduk disana, dia mengambil buku dan earphone dari tasnya yang diletakkannya di sampingnya. Dan sama seperti beberapa hari yang lalu dia membaca buku sambil mendengarkan lagu dari handphonenya. Miku yang dari tadi memperhatikannya dengan deg-degan dan wajah yang memerah. Seseorang yang ditunggunya dari beberapa hari lalu dan sangat ingin ditemuinya sekarang sudah di depannya. Sekarang perasaan Miku benar- benar kacau, rasa deg-degan, bingung panik dan senang saling bergantian.
"Dia benar-benar datang, bagaimana ini...?" Tanyanya pada diri sendiri dengan panik.
"Kenapa aku jadi bingung begini? Bukannya aku mau menyapanya sekali lagi kalau dia datang...? Ayolah Miku..." Miku mencoba menyemangati dirinya sendiri, tapi bingung tetap saja bingung.
"Tapi bagaimana kalau dia marah karena aku kabur kemarin...?" katanya panik sambil memukul mukul pohon besar disebelahnya itu.
"Tapi aku ingin menyapanya sekali lagi. Baiklah, ayo Miku." Miku lagi-lagi menyemangati dirinya.
Sebelum menghampiri pemuda itu Miku memperhatikan sekelilingnya memastikan sesuatu, dia menggerakkan kepalanya kekiri dan kekanan berulang kali, setelah benar-benar memastikan dan yakin tak ada orang lain disitu, Miku mulai mendekat kearah pemuda itu dengan perlahan dan dengan ragu-ragu.
"Se... Selamat malam..." sapanya saat sudah didepan pemuda itu. Cukup lama Miku menunggu reaksi dari orang yang disapanya, tapi tak ada hasil.
"Hei, apa kau bisa mendengarku...?" Tanya Miku lagi, tapi tetap saja pemuda itu tak menanggapi pertanyaanya. Miku yang heran memandang kearah pemuda tadi.
"Apa kau tidak bisa mendengarku lagi?" Tanya Miku cenderung pada dirinya sendiri, dia menatap pemuda didepannya dengan tatapan sedih. Kalau benar begitu berarti keberadaan Miku tidak akan ada lagi yang menyadarinya, padahal hanya orang ini yang bisa mendengar Suaranya juga menyadari keberadaanya.
"Kalau aku membalas sapaanmu apa kau akan kabur lagi?"
Tiba-tiba pemuda tadi balik bertanya pada Miku, Miku yang mendengarnya lagi-lagi terkejut, dia melihat pemuda tadi masih fokus pada bukunya dan tidak melihat kearah Miku sama sekali.
"Tidak, Aku tidak akan lari lagi." Jawab Miku setelah dapat mencerna kata-kata pemuda tadi.
"Sungguh?" pemuda tadi meletakkan bukunya diatas tasnya dan mentap mata Miku langsung yang membuat Miku tambah deg-degan.
"Iya, Maafkan aku yang kemarin." Katanya sambil menahan rasa senangnya.
"Baguslah, Kalau kau kabur seperti kemarin aku tidak bisa ngobrol denganmu kan?" Kata pemuda tadi sambil tersenyum kearah Miku. Miku yang mendengarnya merasa sangat senang dan membalas senyuman kaito.
"Hei, Aku belum tahu namamu. Namamu siapa?" Kata miku sambil tersenyum kearahnya.
"Aku Kaito Shion, Salam kenal Miku." Jawab Kaito.
Kaito mengambil bukunya lalu menyingkirkan tasnya dan meletakkannya dibawah. "Mau duduk disini?" Tawar Kaito pada Miku yang dari tadi berdiri didepannya. Miku terdiam mendengar tawaran kaito, Apa dia bisa duduk disitu? Itulah pertanyaan yang ada dikepalanya. Kaito yang melihat Miku terdiam hanya bisa heran.
"Kalau Tidak mau tidak apa." Katanya dengan nada sedikit iseng dan pura-pura mengambil tasnya lagi. Miku yang sadar dari lamunannya segera menjawab.
"Iya, aku duduk..." dengan panik Miku duduk di bangku tepat disamping kaito. Sebenarnya Miku tidak benar-benar duduk, dia hanya memperlihatkan seolah dia benar-benar duduk tapi sebenarnya dia hanya memposisikan tubuhnya seperti duduk dan melayang disana. Miku tidak bisa menyentuh apapun ditaman ini bahlan didunia ini, yang bisa disentuhnya hanya pohon besar yang ada di teman itu saja. Miku yang memperhatikan Kaito yang mulai sibuk lagi dengan bukunya.
"Kau suka sekali ya baca buku?" tanyanya, Kaito menghentikan kegiatan membacanya dan menolehkan kepalanya pada seseorang disebelanya.
"Hmmm... tidak juga." Jawabnya singkat. "kau mau coba baca?" Lanjutnya.
Dan tentu saja miku tidak bisa melakukannya, dia tidak mungkin bisa memegang buku itu dan membalik halaman-halamannya. "Tidak, aku tidak suka membaca buku." Tolaknya dengan sedikit berbohong.
"Hmm..."Kaito menanggapinya hanya dengan anggukan singkat.
Membaca buku ditaman pada malam hari hanya alasannya saja, sebenarnya dia hanya ingin bertemu dengan gadis yang menyapanya beberapa hari lalu, karena dia berpikir mungkin bisa bertemu kalau dijam yang sama, tapi tak mungkin dia ketaman itu tanpa kegiatan sama sekali, tidak mungkin dia hanya akan duduk melamun sendirian ditaman itu, jadinya alasan itulah yang dia pakai. Tapi sepertinya kaito tidak berniat mengatakannya pada Miku.
Kaito tidak lagi membaca bukunya, dia hanya diam memperhatikan keadaan taman yang benar-benar sepi. Sedangkan Miku hanya duduk dengan gugupnya disebelah kaito. Merasa tidak enak dengan situasi ini kaito mencoba mencari topik pembicaraan, dan tiba-tiba dia teringat sesuatu tentang beberapa hari yang lalu.
"Oh ya, Kenapa kau terlihat panik saat aku pertama kali menanggapi sapaamu Miku?" Tanya Kaito. Miku yang mendengarnya segera menoleh dengan paniknya.
"I... Itu..." Miku bingung harus jawab apa, apa dia harus mengakui kalau dia itu hantu. "Apa..."Miku menjeda jawabannya. Kaito yang penasaran dengan jawaban Miku mendekatkan wajahnya pada Miku menunggu jawabannya, berkat tindakan kaito. Miku semakin panik dan mengalihkan pandangannya.
"Apa kau bisa Lihat hantu!?" tanya Miku dengan panik, dan tidak menjawab pertanyaan Kaito sama sekali.
"Hantu...?" Kaito memasang wajah bingung kearah Miku. "tentu saja Tidak bisa." Jawabnya.
Miku yang mendengar jawaban kaito entah kenapa sedikit merasa Lega.
"Kalau begitu apa kau percaya hantu?" tanya Miku lagi.
"Melihat saja belum pernah bagaimana bisa percaya." Jawaban Kaito. Mendengarnya benar-benar membuat Miku lega, karena kalau begitu berarti Kaito tidak menyadari kalau sebenarnya Miku itu hantu.
"Hei, Kau belum menjawab pertanyaanku." Kaito yang merasa Miku menghindari pertanyaanya mulai bertanya lagi. Pengalihan Miku tadi sepertinya tidak berhasil.
Dengan cepat Miku mencari alasan lagi, dia mengitari sekitar taman itu dengan matanya. Pada akhirnya dia melihat kearah jam taman yang yang sudah menunjukkan pukul 8 malam.
"Akh, sudah jam segini..." Katanya sambil menunujuk jan taman itu. "Aku harus pulang..." Katanya sambil tersenyum senang karena berhasil menemukan alasan.
"Oh, kalau begitu biarku..." belum selesai Kaito berbicara Miku sudah berada cukup jauh dari tempatnya semula, Kaito terdiam melihat Miku yang begitu cepat menjauh kesana.
"Daaahhh..." Kata Miku sambil melambaikan tangan pada kaito tanpa menoleh.
Kaito hanya menghela napas, dia membereskan buku dan handphonenya lalu mulai berjalan keuar dari taman itu.
~~~To be continue
Hikari' note:
Setelah beberapa lama (tahun) nggak d update akhirnya aku bisa mengaupdate lagi...
Maaf ya para reader yang sudah menunggu kelanjutan cerita ini...
Aku baru sempat menulis ulang lagi ficnya, kemarin fic ini filenya sempet rusak dan harus diketik ulang dari awal...
Karena sudah terlalu lama nggak dilanjutin jadinya jalan ceritanya tidak sesuai rencana awal...
Sekali lagi benar-benar maaf untuk update cerita yang terlalu lama.
Dan terakhir...
Jika ada yang punya pendapat, kritik atau saran silakan sampaikan lewat review...
