Michi: tanya bnyak kata kita lanjutkan saja cerita ini…..
SELAMAT MEMBACA …
Title: Sehati.
Chapter 3
Pairing: Juumonji X OC
Disclamier: RIICHIRO INAGAKI & YUUSUKE MURATA
Warning: ooc,oc,typo,dan kesalahan lain yang ada di cerita ini.
Matahari yang cerah menghiasi langit sampai sinar matahari itu masuk ke jendela kamar Yunna. Yunna yang masih nyenyak enggan untuk bangun dari tidurnya tapi karna kesilauan bias cahaya matahari yang masuk ke kamarnya melalui jendela akhirnya ia mau tidak mau harus bangun.
"Hoaam,aduh masih ngantuk banget, jam berapa ya?" Yunna melihat jam weker di meja samping tempat tidurnya.
"Jam sembilan, em… kayanya aku lupa sesuatu apa ya," Yunna mengingat kejadian kemarin dengan kepala mendongak.
'Yunna tunggu! Yunna,' Yunna mengingat-ingat suara ayahnya yang memanggilnya. "Ah! Bukan itu," Yunna mengibas-gibaskan tangannya lalu mendongak lagi untuk mengingat. 'Ok! Besok aku tunggu di stasiun Deimon jam 10 pagi,' Yunna menjentikkan jarinya. "Oh,iya ke tempat hiburan bareng Juumonji kun jam sepuluh,tapi kan sekarang…..oh my god jam 9, Kyaaaaaa!" Yunna teriak sangat kencang mungkin kalo tetangga apartementnya berani mungkin Yunna sudah di marah-marahi tapi sayang dia adik dari seorang Hiruma Youichi yang di takuti orang banyak.
Hiruma yang lagi minum kopi di dapur hampir saja jantungan(?) karna suara teriakan adiknya yang gaje*bletak* di hari minggu yang cerah itu*lebay*.
"Uhuk uhuk…tch,sialan tu anak ngapain sih teriak-teriak gaje kaya orang kesurupan aja," Hiruma mengelap kopi yang ada di mulutnya.
'Kedebrak kedebruk kedebrak kedebruk,' itulah suara yang ada di kamar Yunna yang telat 1 jam baginya seperti telat 1 detik saja itu karna di karenakan yah, kalian tahu lah kalo anak cewek pasti lama mesti dadan dulu, milih baju yang mau dipakai lama, dan segala hal lainnya. 'Drap drap drap,' kini Yunna melangkah menuju dapur menghampiri kakaknya.
"Kakak!" Yunna berteriak.
"Apaan sih? Ga usah teriak-teriak gw juga denger kali," Hiruma sewot karna acara minum kopinya di ganggu untuk yang ke dua kalinya oleh sang adik yang sekarang duduk di sampingnya.
"Kak, anterin aku ya? Kakak kan ada motor,anterin ya please aku buru-buru nih," Yunna memohon-mohon pada kakaknya.
"Mau kemana emangnya?" Hiruma meminum kopinya.
"Di ajak Juumonji kun mau ke tempat hiburan," jawab Yunna polos.
"Hah! Sama si tanda X sialan itu maksudnya ngapain dia ngajakin lo jalan-jalan, hah!" Hiruma berkata.
"Ga ada apa-apa kok kemarin itu dia ngehibur aku kak waktu aku nangis waktu bertemu ayah terus kemarin dia bilang ngajak aku ke tempat hiburan biar aku ga sedih ," Yunna berkata.
'Tch, dasar kesempatan dalam kesempitan tu si tanda X sialan tapi ga pa pa lah gw liat Yunna juga ga murung atau sedih setelah kemarin ketemu sama tu pak tua sialan, awas lo tanda X sialan kalo ga bisa ngehibur adik gw ini,' Hiruma berkata dalam hatinya.
"Anterin ya kak,please aku udah telat nih," Yunna menunjuk jam tangannya.
"Tch, iya-iya cerewet," Hiruma bangkit dari tempat duduknya lalu langsung mengambil jaket dan kunci motornya.
DI STASIUN KERETA DEIMON
Juumonji yang mengajak Yunna jalan-jalan sudah menunggu Yunna di stasiun kereta deimon 5 menit yang lalu.
"Mana Yunna,udah jam 9 lewat 50 menit nih," Juumonji melihat jam tangannya. Tiba-tiba ada yang memanggil Juumonji.
"Juumonji kun!" Yunna memanggil Juumonji. "Maaf aku baru datang ya," Yunna berkata.
" Ya tak apa," Juumonji menjawab. "Kenapa dia ikut juga," Juumonji heran melihat Hiruma ada di samping Yunna.
"Kakak hanya mengantarku,karna aku tadi bangun kesiangan hehe," Yunna berkata.
"Emank kenapa kalo gw ikut hah! Ga boleh?" tanya Hiruma ketus.
"Ahh, udah-udah jangan ribut, nah udah kakak pulang aja makasih udah mau nganterin aku dagh," Yunna menyeret Juumonji tiba-tiba.
"O..oi," Juumonji memprotes karna di seret tiba-tiba.
"Tch," hanya itu suara yang di keluarkan oleh Hiruma. 'Semoga harimu menyenangkan Yunna,' Hiruma berbalik dan memacu motornya untuk pulang ke apartementnya.
Di kebun binatang deimon ya disinilah sekarang Yunna dan Juumonji berada tepatnya mereka sedang berada di kandang panda.
"Ya ampun lucu banget ya Juumonji pandanya," Yunna melihat panda dengan mata berbinar-binar.
"Biasa aja," Juumonji melipat tangan di dadanya.
"Terserah," Yunna menanggapi Juumonji dengan sewot.
"Huwa…ibu hiks hiks ibu," seorang anak kecil perempuan menanggis. Tangisan anak kecil menarik perhatian Yunna. Yunna menghampiri anak kecil begitu dengan juga Juumonji.
"Adik kecil kenapa menanggis?" tanya Yunna dengan ramah menyamai posisi berdirinya dengan anak kecil itu.
"Hiks hiks ibu..ibu hilang saat aku mau lihat panda hiks kukira ibu tahu kalo aku mau melihat panda jadi hiks aku terpisah dengan ibuku," anak kecil tadi menjelas masih dengan menanggis.
"Sudah ya aku akan membantumu menemukan ibumu,nah sudah ya jangan menanggis lagi, ah kakak ada permen kau mau?" Yunna mengambil permen di tas tangannya lalu memberikannya pada anak kecil itu.
"Terima kasih kak," anak kecil itu menerima permen dari Yunna.
"Namamu siapa adik kecil," Yunna mengandeng tangan anak kecil itu untuk mencari ibunya.
"Namaku Reina," anak kecil itu memakan permennya.
"Oh, nah ayo kita cari ibumu Reina chan," Yunna menyemangati Reina.
"Yaa!" Reina mengangkat permennya ke udara.
'Mereka berdua benar-benar mirip cepat bersemangat dari kesedihan,' batin Juumonji yang berjalan di belakang Yunna dan Reina.
Beberapa menit kemudian…..~jreng~…
"Huh," Yunna menghela nafas. "Sulit juga ya kalau mencari di tempat rame begini, oh iya kita ke tempat informasi saja ya Reina," Yunna berkata pada Reina yang di gendong oleh Juumonji.
"Um," Reina menyetujui.
"Kenapa tidak dari tadi saja," Juumonji berkata sepertinya capek karna keliling-keliling dan di tambah beben seorang anak kecil yang berada di punggungnya.*Karena itu untuk kepentingan fanfic ini Monji kun. Hehe… #plak*
"Hehe, maaf. Nah ayo," Yunna berkata.
Tak lama mereka akhirnya sampai di tempat informasi mereka melihat seoarang petugas sedang menenangkan seorang ibu-ibu yang sepertinya sangat panik.
"Ah, itu ibu," Reina menunjuk ibu-ibu yang sedang panik itu.
"Hah," Juumonji ber'hah'.
TO BE COUNTINUE….
Michi: Reina sepertinya melihat ibunya, apakah benar itu ibunya atau ibu-ibu yang lain yg juga
kehilangan anak mereka di kebun binatang ragunan(?) –ralat- Deimon.
Nichi: readers jangan lupa reviewnya ya…. Sampai jumpa di chapter selanjutnya….
