Loving You, My Saengi...
Chap : 4
Cast :
- Heo Young Saeng a.k.a Saengi
- Kim Hyun Joong a.k.a Joongie
Kim Hyung Jun a.k.a Baby (Maknae)
Pairing : Hyunsaeng (Hyun Joong x Young Saeng)
Rating : M
Genre : Romance,Yaoi
Summary : Aissshhhh... THIS IS JUST SO COMPLICATED
Author errorre mw lanjutin fic yang amburadul. Mianhe buat para reader low bahasanya aneh, gaje and boring gila
Yang udah review... Jeongmal Gamsahamnida... Author sangat berterima kasih sekali...
Jeongmall Mianhaeyo.
Jika ceritanya jadi ngawur and aneh abis
Happy Reading
Preview Chapter 3
"Baiklah jika kau tak mau mengatakannya, aku hanya ingin mendengarnya lagi... tapi kalau kau tak mau mengatakannya juga tak apa-apa," kata Saengi lalu menyembunyikan wajahnya di balik selimut.
"Ah.. mianhe Saengi-ah... " Kata Joongie seraya mengguncang-guncangkan tubuh Saengi.
Saengi yang bersembunyi di dalam selimut hanya bisa menahan tangisnya. Ia merasa dipermainkan oleh Joongie.
"Apa-apaan dia…. Tak punya perasaan…", batin Saengi dalam tangisnya
"Saranghaeyo... neomu Saranghaeyo... jeongmall Saranghanika"
CHAPTER 3
Kamar Joongie x Kyu
"Saranghaeyo... neomu Saranghaeyo... jeongmall Saranghanika" kata Saengi lirih di sela tangisnya.
Ia merasa dipermainkan oleh Joongie hingga rasanya ia ingin menghilang dari muka bumi ini. Ia menangis dibalik selimutnya tanpa tahu apa yang Joongie fikirkan atasnya.
Joongie POV
'Aku sepertinya mendengar Saengi mengatakan sesuatu. Tapi...' aku sangat ingin memegang bahunya. Mengapa ia menyembunyikan wajah cantiknya dibalik selimut.
Aku ingin meminta maaf padanya atas apa yang kulakukan.
'Saengi-ah... aku sungguh tak bermaksud melukaimu...' batinku ... aku sedih sekali.
Bagaimana nanti jika Saengi malah makin menjauhi dan jadi membenciku..?
Apa yang harus aku lakukan...?
Aku terus saja memikirkan hal-hal yang bisa terjadi pada kami. Dari semua hal yang mungkin akan terjadi tak ada satu kemungkinan pun yang akan menjadi baik bagiku. Sudah pasti Saengi akan membenci orang yang telah mempermainkannya.
'Aku sungguh tak bermaksud Saengi-ah...? aku hanya tak berani mengungkapkannya padamu...' batinku ingin menangis saat ini.
Aku lalu kembali melihatnya yang masih tertidur. Ia masih membelakangiku.
'Ottokhe..."
Jantungku mulai berdetak kencang saat tiba-tiba mencium wangi Saengi. Meski ia memakai bajuku tapi tetap saja wangi tubuhnya berbeda bagiku.
'Aishhhhh... ini sangat mengganggu ...'
Aku sungguh tak bisa tidur. Ya bayangkan saja jika kau sedang satu ranjang dengan orang yang sangat kau cintai... pasti kau akan mengerti bagaimana hatiku saat ini.
Jantungku seperti akan keluar sebentar lagi. Aku kembali menatap Saengi yang masih bersembunyi di balik selimut itu.
Joongie POV end
Author POV
"Aku mencintaimu Saengi-ah... kuharap kau mendengarnya kali ini." Kata Joongie saat ia melangkahkan kakinya menghadap Saengi.
Ia lalu membuka selimut yang menutupi wajah Saengi, namun Saengi kini sudah tertidur dalam lukanya. Ia terlalu lelah. Joongie hanya bisa tersenyum melihat Saengi yang tertidur dengan lelapnya.
Tapi raut wajahnya berubah ketika menyadari ada air mata yang tersisa di pipi Saengi, ia merasa sangat bersalah.
Chuuu~~
Joongie mencium kening Saengi.
"Mianhe... aku sangat mencintaimu Saengi-ah" kata Joongie lalu ia mencium bibir Saengi sekilas.
Ia lalu kembali ke tempatnya tidur semula. Mencoba memejamkan mata dan tidur. Ia masih kalut dalam pikirannya, namun tak berapa lama ia juga tertidur dengan lelap.
Saengi POV
Aku merasa pusing sekali. Kepalaku benar-benar berat. Aku mencoba untuk bangun tapi rasanya aku tak kuat.
'Kenapa aku sakit sih...' batinku
Lalu aku mencoba memegang dahiku sendiri, tapi karena tanganku juga terasa panas jadi sepertinya percuma jika aku menyentuh dengan tanganku sendiri. Rasanya sama saja.
Aku melihat Joongie yang masih tertidur pulas disisiku. Tapi lihatlah...
'Ommona... apa yang dia lakukan...' teriakku dalam hati.
Ia tidur hanya dengan celana pendek saja. Segera saja aku melihat diriku dan mengecek bagian bawah yang masih tertutupi selimut.
"Oh... leganya..." kataku lirih. Aku tak mau membangunkan Joongie.
Aku lega sekali ternyata pakaianku masih utuh. Aku ingin mengetahui suhu tubuhku yang semakin terasa panas. Aku mencoba duduk dan menyandarkan punggungku sendiri yang rasanya sangat berat ini ke dinding ranjang. Aku mencoba membangunkan Joongie.
Tapi rasanya usahaku takkan pernah berhasil. Ia hanya menggeliatkan tubuhnya saja hingga aku melihat dadanya yang sedikit terbuka.
Deg
Deg
Deg
Aku merasakan wajahku memerah dan makin panas saja. Jantungku seakan berhenti bekerja karena terhentak sangat kaget tadi. Entah mengapa dia yang seperti ini terlihat sangat tampan dan errrr ...
SEKSI...
Blushhhh
Hanya memandangnya saja bisa membuatku segila ini, bagaimana jika...
"Andwe... .!" teriakku tanpa ku sadari.
Ups...
Aku langsung membungkam mulut bodohku ini yang bisa-bisanya berteriak tak jelas seperti tadi. Aku kembali menatap wajah tampan Joongie yang masih tertidur.
Tanpa kusadari tanganku mulai mengusap rambutnya yang acak-acakan itu. Aku kembali berbaring dan menghadap wajah tampan itu.
"Omona Joongie-ah... Kau tampan sekali." Kataku lirih.
Tanpa kusadari aku mendekati wajahnya... dekat... sangat dekat...
Chu~~~~
Aku menciumnya dan entah mengapa aku sangat menginginkannya. Aku menjilati bibirnya yang kering itu hingga menjadi basah. Tangankupun ikut menekan tengkuknya yang karena posisi tidurnya miring hingga dengan leluasa aku memperdalam ciuman ini.
Joongie adalah monster tidur yang sangat susah bangun. Jadi aku semakin yakin menciumnya. Aku menekan tengkuknya untuk merasakan sensasi lebih darinya. Aku masih sibuk menjilati bibir yang sangat manis ini. Lalu aku sedikit beralih dan menggigit ujung hidungnya.
Aku merasa jantungku sudah berlari entah kemana, aku sangat senang dan , ah... tak bisa kukatakan apa-apa lagi. Ini lebih dari segalanya.
Rasanya juga tubuhku lebih panas dari tadi tapi entah mengapa panas ini terasa sangat nyaman bagiku.
Aku kembali sibuk mencium dan menjilati bibir seksi ini. Menekannya lembut dan menjilatinya lagi. Hatiku menuntut lebih dari ini. Maka aku mengerahkan tanganku yang satunya untuk membantuku membuka mulutnya. Aku lalu menekan kedua pipinya hingga mulutnya membuka.
Oh... rasanya sangat menakjubkan. Aku bebas menjelajahi yang tersembunyi di balik bibir yang menggoda itu. Aku memasukkan lidahku untuk merasakan setiap detail dari mulut yang sangat aku inginkan ini.
'Sungguh aku memang sudah gila karena mencintaimu Joongie-ah.'
Aku masih menelusuri seluruh mulutnya dengan lidahku dan aku mendengar Joongie yang yang melenguh, mungkin ia sedang bermimpi dicium olehku.
'Aishhhh... aku tak peduli'
Aku kembali mencium dan melumat bibir bawahnya. Rasanya sungguh membuatku merinding sendiri karena sensasi ini telah membangunkan seluruh aliran darahku. Aku memasukkan lidahku lagi dan entah ini perasaanku atau memang Joongie yang memang sudah terbangun dan ia membalas lidahku.
'Ommo...!' batinku seraya menghentikan gerakan lidahku didalam mulutnya
Saengi POV end
Joongie POV
"Andwe... .!"
Aku agak kaget mendengar teriakan dari Saengi. Jujur aku memang tak nyaman tidur kali ini. Ya kalau bukan karena saat ini ada malaikat yang tidur di sisiku mungkin aku takkan segelisah ini. hingga aku terus saja terbangun meski aku mencoba memejamkan mataku.
Aku sedang membayangkan wajah manis Saengi saat ia tersenyum, saat ia sedang tertawa dan saat ia menarikan Dance Gee milik SNSD di salah satu konser kami. Aku memejamkan mataku untuk menghayati lekuk wajah cantiknya dalam memoriku
'Aish... dia cantik...'
"Omona Joongie-ah... Kau tampan sekali."
Aku seperti mendengar Saengi berkata lirih, tapi biarlah aku hanya ingin memejamkan mataku ini, aku masih malu untuk menatapnya karena kejadian semalam yang mungkin membuatnya menjadi membenciku.
Aku merasa ada nafas yang berhembus diwajahku dan rasanya panas.
'Omo... apa dia sakit... demam...' batinku dalam hati
Tapi lamunanku terhenti lagi ketika merasakan ada sesuatu yang lembut yang menempel dibibirku.
Chu~~~~
'Omona...! dia menciumku...' teriakku dalam hati.
Jujur aku sangat ingin melompat-lompat kegirangan saat ini tapi niatku terhenti ketika aku merasakan ciuman Saengi ini akan menjadi ciuman yang takkan aku lupakan.
Karena aku adalah aktor yang baik dan aktingku juga sangat bagus... ha... ha.. ha... aku terus saja pura-pura tertidur. Aku takut ia akan menghentikan ciumannya saat menyadari aku tak lagi tertidur.
'Ommo... dia menjilati bibirku... ' batinku sangat senang.
Aku merasakan ia menekan tengkukku...
'Aawwww... Saengi-ah aku tahu kau sangat menginginkan aku'
Saengi menekan kuat tengkukku untuk memperdalam ciuman kami dan terus saja sibuk menjilati bibirku.
Jujur aku sudah tak tahan dengan perlakuannya ini yang membuatku seperti akan meledak karena jantungan.
'Aaawwww... kau mau bermain Nae Sexy Princess ' batinku saat merasakan Saengi menggigit ujung hidungku.
Aku khawatir ketika merasakan tubuhnya yang panas, kurasa dia memang benar-benar demam.
Chuu~~
Ia kembali menciumku dan menekannya lembut lalu menjilatinya lagi.
'Ommo... kau sudah tak tahan Saengi-ah...' batinku saat merasakan ia menekan pipiku hingga aku dengan senang hati membuka bibirku untuknya.
"Eunghhh..." lenguhanku terdengar lirih. Untung saja tak sekeras yang kubayangkan.
Aku sudah tak tahan lagi ingin membalas ciumannya. Aku merasa Saengi yang prevert seperti ini sungguh sangat menggoda.
Aku lalu membuka mataku dan melihatnya sedang sibuk menciumku. Matanya yang terpejam seakan sangat menikmati ciuman ini.
"eunghhhh..." tanpa kusadari aku melenguh lagi... rasa ini sungguh sukses membangunkan darahku hingga mendidih pagi ini.
'Aaawww... sexy my otter boy... aku sungguh takkan bisa mengontrol diriku kali ini. lihat saja apa yang akan aku lakukan. Salahmu sendiri telah membangunkan aku' batinku dalam hati.
Aku sungguh-sungguh sudah tak bisa menahan sensasi yang tiba-tiba mengaduk perutku. Rasanya ada yang sangat ingin keluar dari perutku.
Aku merasakan bagian bawahku sudah mengeras saat ini. dan entah benar atau tidak aku juga merasakan kalu Saengi juga sudah mengeras.
Aku lalu mencoba membalas ciumannya. Aku balik menjilati lidahnya yang ada di dalam mulutku. Dan mencoba untuk menghisapnya. Namun tiba-tiba lidah itu berhenti bergerak.
'Ha... he... he... ' tawaku dalam hati
Aku tahu ia pasti sangat terkejut karena tiba-tiba aku membalas ciumannya. Ia lalu membuka matanya dan segera melepaskan tautan bibir kami.
"Kau telah mencuri ciumanku... naughty Saengi..." kataku seraya menjilat hidung mungilnya.
Wajahnya kini sudah sangat merah, aku yakin dia pasti malu sekalli karena mengetahui aku yang sudah sadar.
"Mianhe..." katanya liri seraya menundukkan kepalanya.
Namun takkan ada kata maaf lagi karena dia sudah membangunkan aku. Aku tersenyum sekilas lalu memegang dagunya.
"Ap.. apa ... yang akan kau lakukan... kenap-pa... me-memandangku sep-per-ti itu, " katanya terbata-bata dengan mata yang menyiratkan tanya dan kebingungan.
'Aish... ia sungguh menggoda...'
"Kau tahu my Princess... kau telah membangunkan Lion Prince pagi ini..." kataku dengan memberikan wink padanya.
"Li- lion ...Prin-ce... ap-pa maksudmu Joongie-ah... aku tak mengerti." Katanya terbata-bata.
'Aigo... dia benar-benar menggemaskan ... lihatlah mata bulat yang sedang bingung itu, membuatku tak tahan lagi. Dan bibirnya itu... aku... aku sungguh... ' batinku yang kini sedang menjerit karena aku sudah tak dapat mengontrol diriku lagi.
"Kau tahu bibir ini begitu menggoda..."
Chuu~~~~
Aku menciumnya lembut dan tanganku dengan setia memeluk pinggangnya dan yang satunya menekan tengkuknya. Aku menekannya begitu keras.
""Eunghhh... ahh..."
Aku mendengar lenguhan Saengi yang seperti perintak bagiku untuk memperdalam ciuman kami. Aku melihat ia juga menutup matanya untuk lebih menikmati ciuman kami.
"Aaaahh... eunnnnnnghhhh..." ia melenguh lagi ketika aku menggigit bibir bawahnya dan menghisapnya kuat.
'Aku sungguh sudah tak tahan ingin melakukan yang "iya iya " padanya. Oh... Saengi... salhkanlah dirmu yang telah membangunkan aku.'
Aku lalu menggigit bibir bawahnya lagi dan memasukkan lidahku kedalam mulutnya yang hangat ini. mengajaknya bergelut dan saling mendorong.
'Aww... kau pintar Saengi-ah'
Aku lalu menyusuri tiap sudut dari mulut yang sangat aku inginkan ini mengajak lidahnya saling menekan dan mendorong. Sungguh aku sangat menginginkan ini. lalu saat mulutnya terbuka aga lebar aku langsung menangkap lidahnya dan menghemutnya (?) dengan liar. Tanganku kini sibuk memegangi pipinya untuk mempersalam hisapanku pada lidahnya.
" Euunghhhhh ... aah..." Saengi mendesah lagi dan kali ini lebih keras.
Aku juga merasakan Saengi mulai memelukku dengan erat. Dan kami pun menautkan kaki kami untuk merasakan gesekan dari badan kami yang bersentuhan hingga membuatku makin tak tahan.
'Oh... kami sudah gila... !'
Aku melepaskan ciuman kami. Aku melihat ada raut kecewa bercampur malu diwajahnya.
"Just take it out baby... lets make it... " kataku dengan nada seduktive .
Tanpa melihat apa reaksi Saengi yang akupun sudah tak perduli lagi karena aku sudah sangat tak bisa menahan diriku sendiri.
Aku langsung menjilati mulutnya lagi dan mencoba memasukkan lidahku lagi kedalam mulutnya. Dan terasa mudah saat mulut Saengi yang tanpa diminta seperti sudah mempersilahkan aku untuk masuk dan mengabsen setiap sudutnya.
"Aaaahhhnnn... ahhhh..." terdengar lenguhan lirih Saengi yang membuatku makin tak tahan.
Aku melepaskan ciuman pada bibir itu lalu mengangkat dagu Saengi hingga terlihat leher putih yang seakan memanggilku. Aku beralih ke lehernya dan menjilati seluruhnya. Memberikan butterfly kiss pada leher yang cantik itu dan saat menemukan titik yang bisa membuat Saengi menggila aku lalu menghisapnya kuat. Dan Saengi dengan setia menekan kepalaku seraya meremas rambutku seakan meminta yang lebih dari sekedar ini.
"Aaahhhh... Joongi... his... shhaphh,, ah,,, lebih... ah..."
Perintah itu seperti keharusan yang harus benar-benar aku lakukan dan dengan senang hati aku akan melakukannya. Aku menghisap lagi spot sensitive itu dan memberikan kissmark dimana-mana. Aku memeluknya erat dan menggesek-kesekan tubuhku pada tubuhnya
'Rasanya aku sudah terbakar sekarang...'
"Please... Joongie- ahhhh... akuhh ... Please... Just make me Yours..."
'Baik Saengi-ah... jangan menyesal telah memintaku...' batinku.
Joongie POV end
TBC
Hadehh... author keringetan + jantungan + ketawa-ketiwi sendiri. #Gag jelas banget deh lu thor #
Jadi mw NC gag nih...? Bagi yang mw tolong reviewnya...
Biar Author semangat bikinnya. Tenang ajah ... akun author udah diatur sehingga anonymous review juga diterima.
Mohon reviewnya...
Gomawo
