Disclaimer: Kubo Tite
Author: Kurosaki Usawari
Chara: Grimmjow Jegaerjaques, Ulquiorra Schiffer, Sousuke Aizen, Kurosaki Ichigo, Inoue Orihime, Kuchiki Rukia, Hitsugaya Toushirou, etc.
Warning: (hampir) Tidak mengandung OOC dan ke-gaje-an.
Previous Chapter
Sampai di lorong asrama lantai 3 yang seperti hotel itu, tampak seorang laki laki tersungkur. Ulquiorra yang sembunyi sembunyi mengintip mereka, kaget.
TALE OF POOR BROTHERS
Chapter #4
~Deliberate~
"Ulquiorra..."
Ulquiorra yang baru mau menunduk, mengangkat mukanya.
"Kakak? I... Noue?" Ulquiorra terkejut, tapi ekspresinya tidak ada sama sekali.
"Oh ya, Inoue, ini adikku," kata Grimmjow pada Inoue. Inoue mengulurkan tangannya.
"Inoue. Inoue Orihime."
Ulquiorra menerima uluran tangan itu.
"Aku Ulquiorra. Ulquiorra Schiffer."
"HAH! Masa' sih!" teriak Inoue histeris.
"Inoue, dia Ulquiorra satu satunya di Hueco Mundo..." kata Grimmjow menenangkan.
"Oh... Jadi kamu ya?" kata Inoue, masih sedikit bingung.
"Yah... Begitulah. Ngomong ngomong, anak itu siapa?" tanya Ulquiorra mengalihkan pembicaraan.
"Itu? Itu Ouji, yang suka menggangguku," kata Inoue dengan kesal mengingat Ouji.
"Hum? Tidak seperti namanya," gumam Ulquiorra.
"WOIII...!" Panggil Grimmjow.
"Apa?"
"Sudah 15 menit aku dan Inoue ngobrol, dan kalian ngobrol 5 menit. Laper nih, mau makan di luar?" kata Grimmjow dengan wajah cemberut.
"Maaf Grimm-chan," kata Inoue membungkuk.
"Ya."
"Mau makan dimana, Grimm-chan, Ulquiorra? Mau di bakery-nya Kuchiki-san?" tawar Inoue.
"Wah, roti! Sebelum kita bersama kak Aizen, kita makan pun jarang, apalagi roti," kata Ulquiorra dengan wajah cerah pada kakaknya.
"Maksudnya?" tanya Inoue.
"Bukan apa apa kok. Kami..."
"Kami dulunya adalah Arrancar lemah yang tidak berdaya," kata Grimmjow menghentikan. Suasana hening. Grimmjow yang merendahkan dirinya dan adiknya baru sadar.
"Hnn... Soal yang Grimm-chan ucapkan tadii... Jangan dipikirkan ya?" kata Inoue membuka suara. Ulquiorra mengangguk.
"Err... Ulquiorra... Aku mau ke tempat lain saja ya," kata Grimmjow.
"Aah, kakak, bilang aja mau cari cewek," ledek Ulquiorra. Pipi Grimmjow memerah.
"Ngg... Grimm-chan belum punya pacar?" tanya Inoue tiba tiba.
"Belum sih."
"Ikut aku ke bakery yuk! Disana ada Kuchiki-san, Kurosaki, Ishida dan Nel," ajak Inoue dengan sedikit memaksa.
"Siapa Nel?"
"Udah... Nanti juga Grimm-chan tau sendiri," kata Inoue sambil tersenyum misterius.
Sesampainya di Kuchiki Bakery...
"Permisiii," kata Ulquiorra memberi salam.
"Inoue? Itu pacarmu?" goda Rukia.
"Cuma teman lama. Ah, ini Ulquiorra, dan ini kakaknya, Grimmjow. Nel ada?" kata Inoue.
"Di-si-ni!" sahutnya dari samping Ishida.
"Oh, Nel! Perkenalkan, ini Grimmjow," kata Inoue. Kemudian Inoue mengirim sms kepada Rukia, Ichigo, dan Ishida secara serentak. Isinya, berusaha menyingkir dari ruangan itu...
Ulquiorra dibisiki rencana Inoue langsung dari komandannya.
"Ishida!" suara Rukia memecah keheningan.
"Apa?" tanya Ishida pura pura ketus.
"Anterin aku belanja di minimarket depan yuk!" kata Rukia.
"Kenapa aku harus..."
"Habisnya, mereka memberi diskon 50% kalau bersama sahabat atau pacar karena ini bulan Februari. Ichigo, kamu juga ikut!" Rukia mengambil dompet Chappy-nya, lalu menggeret Ichigo dan Ishida yang masih memakai seragam bakery itu.
"Ulquiorra, bagaimana kalau kamu belajar di rumahku?" tanya Inoue.
"Ah, yah..."
"Ulquiorra nggak mau? Kurikulum di sini dan di SMU Las Noches beda lho."
"Apa? Kalau begitu aku harus belajar mulai sekarang. Tapii... Aku nggak punya buku cetak. Boleh pinjam?"
"Ufufu, tentu saja."
Inoue dan Ulquiorra bangkit dari kursi dan berjalan menuju pintu keluar.
"Inoue! Aku juga ikut!"
"Grimm-chan, aku nggak punya buku cetak untuk kelas 2..."
BRAK.
Tinggallah Grimmjow dan Nel di bakery yang sepi itu.
~To Be Continued~
More Footnote
Terima kasih untuk yang sudah rela RnR fic saya... Sebenarnya kalau dihitung tidak sampai 1 jam, sebuah chapter Tale of Poor Brothers sudah selesai. Jadi mungkin bisa publish 2-4 kali sehari. Tapi karena banyak yang harus diedit ulang, kegiatan wajib sehari hari dan jadwal di kelas 6 yang padat, serta waktu mengetik yang tidak continue, belum lagi sering ketiduran, membuat saya harus bisa membagi waktu antara mengetik dengan kegiatan lain agar tidak bertabrakan.
Sebenarnya saya punya niatan membuat (paling tidak) 10 buah chapter Tale of Poor Brothers dan setidaknya tamat bulan ini, dan sequelnya pada volume kedua. Bukan memaksakan diri sih, tapi, yaah, karena saya belakangan ini sering bertemu dan suka membaca pairing GrimmUlqui, jadi akhirnya saya semangat juga :) Sabar ya, sequel baru di-launch bulan depan ;) Untuk sementara nikmati saja dulu fanfic ini...
