Wah, udah chapter keempat nih. Padahal baru sehari posting udah ada yang review makasih bangeet. Padahal ini fict kurobasu yang pertema ssu...
Kise: makasih sudah baca ssuu! *peluk kisa
Kisa:sesaaak-
Kise:woa! Maaf,ssu! Ne, daijoubu ka?
Kisa:daijoubu desu
Kuroko:Kisa-san, jawab review dulu untuk reviewer kita
Kisa: ha'iiii...
.
.
.
.
Untuk psychoarea: wah, himuroaholic nih *plak! Tapi aq masih belum nonton yang season 2, jadi sabar aja yaaa. Kalo ngga, kamu kasih tau aku lewat pm, dia tuh sifatnya bagaimana. Aku hanya tahu kalau dia temannya Kagami waktu di Amerika
.
.
Untuk : itu masih rahasia. Rahasianya itu juga absolut revo! Hahahahaha *ditancepin gunting
.
.
Untuk Retatsu Namikaze: hmm, kayaknya iya (?). Maklum, artis ceritanya. Jadi, dia tau kalo ada pairing dia sama Kuroko. Dan itu favoriteku setelah pairing KamuixFuuma dari fandom bawah.
.
.
.
justweirdo: udah lanjut nih
.
.
.
yacchan: ada kah? Aku ga tau, kalau pu official photobook kan bahasa Jepang tuh. Jadi malas baca
.
.
.
Aomine Tetsuya: Maaf, typo emang ada dikit karena ngetik di tab itu agak susah. Jadi, maklumilah. Soal Kise, ceritanya dia itu muncul tiba-tiba saat Kagami ditanyain sama Kuroko. Nah, pas Kuroko bilang kalau Kagami cemburu dia langsung teriak pake toak disamping telinga Kagami. Nah, saking kagetnya dia, dia jadi tuli seketika. Gimana mau teriak wong Kise teriak pake toak kok.
.
.
.
InfiKiss: saking normal dan datarnya dia yaah, kayak gitu. Baca sendiri setelah inu. Untuk Akashi, saya belakangi dulu biar greget. Because the last is beauty and absolute revo! *digampargunting/lo pikir iklan ape?
.
.
.
LollyettaClark: Akashi belakangan biar greget. Hehehehe...
.
.
.
: udah lanjut nih. Akashi belakangan yaaa...
.
.
.
LeoniaOtaku: minta dunks fotonyaa
.
.
.
Nah, sudah dibalas semua kan reviewnya? Ayo kita lanjut untuk sesi membaca fanfict ini oleh para readers sekalian. Oke?
All:Oookee!
.
.
.
The Basketball Which Kuroko's Play's fanfiction by kisafuuma
Disclaimer: ©Tadatoshi Fujimaki
Warnings: typo(s) maybe, OOC, I don't take advantage by this fanfciction
.
.
.
.
.
Just have Fun!
Fourth! Midorima Shintarou
Pagi hari yang cerah, seorang pemuda bersurai hijau bangun dari tidurnya dan duduk dikasurnya seraya menyesuaikan matanya dengan cahaya matahari yang masuk ke dalam kamarnya. Lalu, ia mengambil kacamatanya dan mengaktifkan smartphone miliknya dan menyalakannya. Dan seperti biasa, menyetel siaran oha asa hari ini. Mari kita dengarkan siarannya hari ini.
"Yayayaya! Oha asa hadir kembali dalam menghadirkan siaran peruntungan hari ini! Ayo ayo! Semangat! Nah, peruntungan pertama hari ini adalaaahhhh...Cancer! Selamat ya! Lucky itemmu hari ini adalah gantungan ponsel berbentuk semanggi warna hijau! Semoga harimu menjadi lucky hari ini!"
Oke. Itulah siaran paling berisik menurut author, tapi tidak menurut Midorima. Pemuda ini tersenyum penuh kemenangan atas peruntungannya hari ini. "Oha asa tak pernah salah, ..."gumamnya sambil menghela nafas lega sambil senyum sendiri.
Ia turun dari tempat tidurnya untuk ganti baju dan sarapan. Setelah memakai seragamnya dengan rapi, ia memasang sebuah strap ponselnya yang berbentuk clover berwarna hijau terang yang dulu ia pernah beli untuk lucky itemnya waktu itu. Ia pun mengambil tasnya dan turun ke bawah untuk sarapan. Disana sudah ada adik perempuannya yang masih SMP kelas dua bersama ayah dan ibunya di ruang makan.
"Oh! Pagi, Shintarou"sapa ibunya hangat sambil memegang wajan yang isinya telur dadar gulung.
"Pagi, aniki (kakak)!"sapa adiknya menyusul.
"Pagi.."jawab Shintarou lalu ikut sarapan bersama keluarganya.
"Oya, kak. Hari Sabtu ini aku ada pertandingan basket putri antar SMP lho!"ujar adiknya tersenyum antusias
"Oya? Lawan siapa?"tanya Midorima mulai tertarik pada topik pembicaraan adiknya yang juga merupakan anggota basket di sekolahnya.
"Teikou lawan Horitsuba, kak. Kudengar murid-murid disana cukup hebat dalam basket meski itu basket putri"jawab adiknya yang merupakan siswi SMP Teikou, sekolahnya dulu.
"Hmm...kalau begitu berjuanglah"ucap Midorima sambil mengelus pelan rambut hijau adiknya yang panjang dan halus itu. Adiknya sendiri hanya tersipu malu, lalu menepis pelan tangan kakaknya itu dan memalingkan wajahnya yang memerah.
"I-iya...aku akan berjuang..."ucapnya gugup. Ternyata virusnya Midorima tertular adiknya, yakni virus tsundere. Sedangkan dia sendiri hanya bisa tersenyum melihat reaksi adiknya yang sangat manis ini. Tunggu...Midorima tersenyum? Terus adiknya manis? Ternyata selain tsundere, Midorima juga sister complex yaa.
Oke, selesai makan ia membawa kotak bekal yang tadi disiapkan ibunya dan berpamitan pergi ke sekolah bersama adiknya tercinta.
.
.
.
.
-skip jalan ke sekolah-
"Ohayoooouuu, Shin-chan!"sapa seorang pemuda yang julukannya 'Mata Elang dari Shuutoku'.
"Hm, ohayou, Takao"sahut Midorima malas. Biasa, tsundere akut-ups!
"Ne, Shin-chan. Hari ini kamu kenapa? Keliatannya senang banget,"tanya Takao sambil menyikut lengan Midorima
"Bukan apa-apa"ucap Midorima tak acuh
"Hee, beneran nih? Kupikir kamu lagi kasmaran gimanaa gitu,"sahut Takao lalu duduk dibangkunya.
"Ha?"sahut Midorima sambil mengerutkan dahinya. Namun sayang, dia dikacangi.
.
-skip time-
.
Istirahat makan siang...
"Itadakimasu!"ucap Takao sambil membuka bekalnya
"Itadakimasu"ucap Midorima menyusul
"Woa! Enak banget kayaknya tuh"ujar Takao sambil berdecak kagum melihat isi kotak bekal Midorima
Mau tau isinya?
Isinya: wortel kukus dipotong memanjang, brokoli, telur dadar gulung, nugget ayam, tomat ceri yang disate (karena author ga ngerti gimana jelasinnya), dan telur puyuh rebus.
Udah gitu aja? Terus dimana enaknya?
Tanyakan pada yang Maha Kuasa *dilempar lucky item. Midorima: Oi! Mana nasinya, nanodayo?!
Oya, lupa. Tentunya ada nasi di dalamnya, masa' makan bekal ngga ada nasinya sih? *author dicincang dibikin lemper
"Memangnya kenapa?"
"Tukeran dong telur dadarmu dengan kentang milikku..."ucap Takao sambil mengambil telur dadar gulung milik Midorima.
"O-oi!"
"Sudahlah, nih kuganti dengan kentangku,"ucap Takao sambil memberikan kentangnya. Sedangkan Midorima hanya diam tak bisa membalas Takao. Dalam hal apapun dia memang selalu kalah kalau berurusan dengannya.
"Oya, Shin-chan. Nanti sore kamu langsung pulang atau makan dulu?"tanya Takao sambil memakan bekalnya
"Langsung pulang,"jawabnya singkat
"Hee? Gimana kalau hari ini ke Maji Burger aja dulu? Aku lagi ingin makan disana,"ujar Takao
"Terus aku harus temani kamu gitu?"tanya Midorima
"Ya lah"
"Dua orang bajingan pergi ke restoran berduaan...huh, aku jadi mual.."sahut Midorima sambil memakan wortelnya
"Kenapa kamu jahat sekali, Shin-chan! Padahal aku ingin pergi bersamamu!"jerit Takao tidak jelas
"Itu sih deritamu,"sahutnya cuek
"Hidoiiiii!"tangisnya ketularan Kise
'Ada Kise kedua disini' batin Midorima
.
-skip time-
.
Akhirnya, dengan segala perjuangan merajuk sang three shooter ini, Takao berhasil menyeret Midorima untuk makan di Maji Burger. Kasihan, sabar yah...
"Ne, Shi-chan. Kamu mau pesan apa?"tanya Takao
"Hmm, Premium burger dengan cola dan kentang goreng. Itu saja deh,"ucapnya memesan makanannya
"Yosh! Oke, kalau begitu aku dua cheese burger dengan white float dan kentang goreng yaaa!"ujar Takao
Setelah mereka mendapat makanannya, mereka mencari tempat duduk yang kosong. Dan lagi-lagi adegan yang sama pun terjadi. Dari jauh, Takao melihat empat orang duduk di sebelah jendela yang menghadap jalan raya. Dan tak salah lagi, disana ada pemuda rambut biru langit, merah tua, pirang, dan hitam sedang berbicara dengan asyiknya. Dan mata Takao langsung tertuju pada pemuda yang berambut hitam yang alis matanya tebal dan tegas.
"Ne, Shin-chan. Bagaimana kalau kita bergabung dengan mereka?"tanya Takao sambil menunjuk tempat duduk empat orang yang dibicarakan tadi.
"Ja-jangan bilang kalau kau-"
"Aah! Kau yang namanya Kasamatsu dari Kaijou itu kan?"tanya Takao langsung tancap gas ke tempat duduk empat orang tadi tanpa mempedulikan Midorima yang masih mematung atau mau jadi patung di tempat.
"I-iya, darimana kamu tahu?"tanya Kasamatsu heran
"Kamu kan pernah muncul di majalah bulanan olahraga nasional! Kamu muncul sebagai point guard yang kuat lho. Eh, gimana kalau kita duduk di sini saja, aku ingin ngobrol denganmu,"cerocosnya lalu mengajak Kasamatsu ke tempat duduk lain.
Hasilnya...
.
.
.
.
"Hei kenapa kita harus mengulang episode 15 waktu Seirin sudah mengalahkan Shuutoku-ssu? Aku jadi agak mual mengingatnya-ssu,"ujar Kise agak canggung mengingat episode itu merupakan episode terabsurd sepanjang masa.
"Salahkan author yang membuat kita seperti ini, nanodayo"sahut Midorima sambil memperbaiki posisi kacamatanya -maklum pesek, ups!-
(author: kalau aku ngga bikin, kalian mau jadi apa hah? Aku punya kekuasaan penuh di fict ini)
(All: hai')
(author: lanjut sana!)
Oke, kembali ke cerita. Dimana Midorima duduk bersama Kuroko, Kise, dan Kagami. Sedangkan Takao dan Kasamatsu berada di bangku yang tak jauh dari mereka berempat. Dan jangan salahkan Oha Asa tentang lucky item yang ia bawa hari ini, salah sendiri kenapa kamu mau saja membawanya seakan tanpa lucky item hidupmu akan sial terus.
"Kuso, nanodayo. Aku benci mengulang episode yang menurutku paling absurd, nanodayo"rutuknya sambil membuka bungkus burgernya
"Sudahlah, Midorimacchi. Tak usah terlalu keras berpikir seperti itu. Lagipula apa sih ruginya bertemu dengan teman lama?"ujar Kise
"Ruginya adalah aku harus ketemu kamu yang berisiknya minta disumpel. Kau tau telingaku sakit kalau kamu teriak-teriak kayak monyet kesurupan, nanodayo"balas Midorima ketus sambil pasang pokerface.
"Huweee! Midorimacchi jahat-ssu! Dia membenciku-ssu!"isak Kise nangis buaya sambil meluk Kuroko
"Ki..se...kun...se..s...hak...aakh..."
-skip sebentar. Pertolongan pertama sedang diberikan pada Kuroko-
.
.
.
''Ne, Midorimacchi. Kira-kira sekarang ada cewek yang kamu taksir tidak?''tanya Kise
Dan pertanyaan itu sukses membuat Midorima yang tengah minum cola jadi keselek. Sedangkan Kagami yang berada disebelahnya menepuk-nepuk punggungnya untuk menenangkannya. Kasihan sekali kau, Midorima.
"Ke-kenapa kau menanyakannya tiba-tiba?"sahut Midorima disela-sela batuknya
"Soalnya, selama kita muncul di anime ngga ada cewek yang terlihat mau naksir sama kita. Lagipula kalau pun ada itupun hanya ada Momoicchi yang suka sama Kurokocchi ssu.."ujar sambil melipat tangannya didepan dadanya.
"Karena kalau ada beneran nanti genrenya terancam, Kise-kun"sahut Kuroko sambil menyeruput kembali vanilla shakenya.
"Hmm...untuk saat ini tidak ada. Karena aku masih harus fokus pada basketku,"ucap Midorima sambil menaikkan kacamatanya yang melorot -dan lagi-lagi karena pesek, ups!.
"Kalau belum ada setidaknya kamu kan ada punya tipe cewek kesukaanmu kan?"tanya Kagami giliran memanasi Midorima -bukan nasi dipanasi lho ya-
"Aku ingin mendengarnya Midorima-kun. Cewek kesukaanmu seperti apa?"tanya Kuroko
Hening. Hening. Hening...
"Ke-kenapa kalian menatapku seperti itu, nanodayo?"tanya Midorima agak risih
"Sudahlah, Shin-chaan. Jawab saja...lagipula ngga perlu takut image kita rusak kalau kita sudah bukan pairing lagi di doujin yaoi"ujar Takao.
"Diam kau, Bakao!"seru Midorima
"Ternyata disamping alim, ternyata kamu juga baca doujin yaoi ya, Midorima-kun,"ucap Kuroko
"Kuroko, tolong hentikan itu. Bukannya pairingmu juga banyak? Selain dari anggota Kiseki no Sedai yang menjadi pairingmu, Kagami pun juga masuk pairing favorit bukan, nanodayo?"ucap Midorima jawdrop
"Kok kamu tahu?"tanya Takao
"Teman-teman cewek kelasku ribut soal itu. Dan sering ditanyain hubunganku denganmu itu beneran apa tidak, nanodayo. Dan aku selalu berusaha menghidari sejuta pertanyaan yang sama dan membuatku mual,"ujar Midorima sambik menyesap colanya.
"Aaah, sudah sudah! Midorimacchi jadi ngga bisa jawab nih ssu! Padahal aku penasaran dengan tipe cewek kesukaan Midorimacchi, ssu! Ayo Midorimacchi! Jawab saja!"ujar Kise menghentikan pembicaraan berbau doujin yaoi.
Semua kembali diam dan menunggu jawaban Midorima. Midorima berdeham sebentar. Lalu memulai pembicaraannya...
"Uhmm...bagaimana ya? Aku suka wanita yang lebih tua dariku, beda umurnya antara 2-5 tahun dariku. Aku suka yang tipikalnya alim, cerdas, dan dewasa. Karena pikirannya yang dewasa bisa meyakinkanku untuk bisa berhubungan dengannya tanpa harus terjadi hal yang tak diinginkan,"jelas Midorima dengan wajah merona merah.
Midorima kalau merona imut sekali, batin semuanya.
"Yang tentunya tidak tsundere seperti Shin-chaan,"tambah Takao.
"Diam saja kau, BakaoTalk!"seru Midorima
Olokan baru, produk baru nih, tinggal nunggu peluncuran aplikasi BakaoTalk yang merupakan teman baru SimSimi itu. Dijamin sekali install bakal ketagihan untuk nistain Takao. Semua berpkiran sama seperti author.
"Realis sekali tipemu, Midorima-kun. Suka yang lebih tua wajar saja karena yang pikirannya paling dewasa diantara kita hanya Midorima-kun saja. Aku salut padamu, Midorima-kun,"komentar Kuroko.
"Bu-bukan berarti aku senang dengan komentarmu, Kuroko."ucap Midorima kembali menaikkan kacamatanya.
Midorima benar-benar manis ya, batin semua termasuk author.
To be continued...
Bagaimana? Tambah ngga jelas ya? Aku aja merasa seperti itu lho. #dilemparluckyitem
Midorima: darimana kamu tahu tipe cewek kesukaanku?
Kisa: aku nanya di grup facebook. Ada yang membrerikan alamat website yang memuat tentang segala hal tentang kalian termasuk tipe cewek kesukaan kalian. Karena mepet ide, kubacalah profil tentang kalian dan dapatlah tipe cewek kesukaan kalian menurut wawancara dengan Tadatoshi-sensei. Hasilnya, kamu suka cewek yang lebih tua dari kamu karena tau kamu itu lebih dewasa diantara semua anggota Kiseki no Sedai.
Midorima: (speechless)...
Akashi: kapan giliranku?
Kisa: oh, kebetulan sekali kamu disini Akashi-kun. Sudah banyak yang nanyain dan request ke aku dan kebanyakan minta bikin fict tentang kamu. Selanjutnya kamu yang bakal muncul, tapi settingnya beda. Ngga apa-apa ya?
Akashi: memang settingnya bagaimana?
Kisa: settingnya waktu kamu masih SMP. Maaf, soalnya aku belum nonton anime kalian yang season dua. Mencarinya susah banget tau. Sabar ya...
Akashi: (keluarin gunting)
Kisa: (keluarin cutter) kayaknya bakal perang bentar deh. Woi triple K (Kagami, Kise, Kuroko) tutup fictnya!
Triple K (Kagami, Kise, Kuroko): Mind to RnR?
Midorima: benar-benar berisik, nanodayo.
