Dinner Festive
Seusai penyeleksian, Kepala sekolah memberikan peringatan - peringatan, seperti untuk berhati - hati di koridor terlarang. "Little one,keluarkan sihirmu sedikit dan sebarkan di koridor terlarang. Kau akan tahu ada apa disana." kata Vesta dikepalanya. Persephone pun melakukan hal yang disuruh salah satu tetua phoenix. Persephone mengeluarkan inti sihirnya dan membiarkan sihir menuju ke koridor terlarang. "Hmm Cerberus" bisik Persephone.
"Kau mengatakan sesuatu?" tanya Pansy membuat Draco,Daphne dan Theo melihatnya Persephone. Gadis itu meminta mereka mendekat. "Mahluk yang ada di koridor terlarang adalah Cerberus" bisik Persephone. Sahabat - sahabatnya tersentak kaget. Butuh mental baja agar mereka tidak bersikap aneh. Mereka menunggu kepala sekolah membuka makan malam untuk meneruskan pembicaraan ini.
Begitu makanan terhidang di meja, Pansy langsung mendekat. "Darimana kau tahu soal itu?" tanya Pansy pelan. Persephone terdiam. "Kau lupa namaku, Persephone. Ratu dari dunia bawah. Aku mengenali tanda mahluk dunia bawah Pansy. Jika mahluk itu Hippogrif, aku tidak akan bisa menduganya. Lagipula keberadaan mahluk itu bukan urusan kita. Itu untuk mempersiapkan gadis itu" jawab Persephone sambil melihat ke arah meja Gryffindor. Draco mengambilkan sosis untuk Persephone. Jika dilihat cara makan Slytherin begitu penuh sopan santun dan tata krama berbanding terbalik dengan Gryffindor yang urakan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, bagaimana pewaris Malfoy yang juga mengambil posisi sebagai pangeran Slytherin dan dengan posisi Persephone yang duduk di sebelah kanannya. Bisa dipastikan bahwa posisi pasangan akan jatuh pada gadis Levianconis itu.
Seusai makan malam, Para prefect mengantarkan para siswa dan siswi tahun pertama menuju asrama mereka masing - masing. "Your Highness, aku Blasie Zabini. Senang berkenalan dengan anda" kata pemuda berkulit cokelat manis sambil mengecup punggung tangan Persephone. Draco meletakkan tangannya di pinggang Persephone. "Bangsawan Zabini, senang berkenalan dengan anda"balas Persephone dengan anggukkan. Di common room Slytherin, kepala asrama mereka Professor Snape sudah menunggu. Ia memberikan dan menjelaskan beberapa peraturan. Professor Snape mempersilahkan yang lain untuk beristirahat, kecuali Draco, Theo, Pansy, Persephone dan Daphne. Persehone sadar ia masih memiliki utang pada paman Severus penjelasan.
Setelah memastikan bahwa mantra privacy terpasang. Persephone pun memulai ceritanya bagaimana Hera membawanya dan membiarkan dirinya diadopsi oleh keluarga kerajaan Lyon. "Apa kau bahagia?" tanya Severus Snape. Persephone memberikan senyuman yang sangat lebar untuk orang yang senantiasa melindunginya kala ia di sia-siakan oleh keluarganya sendiri. "Sangat. Di Kota Lyon aku belajar banyak. Ayah dan ibu selalu memenuhi keinginanku selama itu tidak membuat rakyat menderita. Aku bahkan memiliki sepupu sepupu yang baik. "kata Persephone bersemangat.
"Pernahkah membunuh seseorang?" tanya Daphne. Putri sulung keluarga Greengrass tahu betul seperti apa kehidupan pewaris tahta,bahkan ada yang bilang jalan tahta adalah jalan darah. Siapa pun yang memiliki gelar tersebut harus siap sendirian. Persephone mengganguk kalem. "Sembilan tahun, saat itu ada pembunuh bayaran di kamar pribadiku. Aku melemparkan pisau makan ke leher orang itu" jawab Persephone lirih.
"Lupakan itu. Lebih baik kita beristirahat"kata Draco yang disetujui oleh kepala asrama mereka.
