WARNING : CHAPTER INI TERDAPAT SCENE NC! BAGI YANG GASUKA SAMA YAOI SILAHKAN KLIK 'BACK'! NC KURANG HOT! TYPO! OOC
happy reading~
Chapter 4
CHANYEOL POV
Assalamualaikum. Dengan Chanyeol disini, ada yang bisa saya banting? Canda ah.
Yo yo yo! Sekarang aku sedang berada di Nami Island! Tau Nami Island kaga? Gatau ya? USE deh lo. Alias Udik SEkali /gaploked/. Ne~ hari ini aku di Nami Island bersama dengan Baekhyun. Pasti lo lo pada bingung kan ngapa gue bisa sama Bacon?
Engh~ gimana ya? Inget pas si cadel nyampein salam dari Baekhyun buat aku kan? Nah pas pulang sekolah, langsung dah tuh aku samperin si Baekhyun. Awalnya dia malu-malu pudel gitu disamperin sama namja kece(bong). Ehehehe. Nah sekarang, mumpung hari minggu aku sama Baekhyun jalan ke Nami Island. Maklum udah musim gugur, jadi ini tempat indah banget dah. Udah ah, cerita mele!
"Sunbaenim, sampai kapan kita mau jalan terus?" aduh si imut ini akhirnya berkoar juga. Tiap jalan sama aku, pasti dia jadi pendiem. Malu kali ya. Padahal kata temen sekelasnya, dia ini paling berisik kalo di kelas. Kerjaannya tiap hari tereaaaaakkk mulu. Wah cocok banget nih sama aku demen tereak. KYAAAAAAAAAAA
"A- kau tidak perlu memanggilku sunbae. Formal sekali rasanya." Aku garuk-garuk kepala. Duh nih kutu gatau sikon banget. "Eh? Lalu aku harus memanggilmu apa sunbae?" "Panggil 'beb' aja cukup" ku kedip-kedipin nih mata. Hehehe tersepona nih pasti si Baekhyun.
"A-aigo" KYAAAAAAAAAA si Baekhyun malu-malu pudel gitu. Ke~ke~ke~ imut sekali. Tabok pake bibir juga nih #sadapChanyeol. "Nah, ayo kita duduk di bangku itu" aku dan Baekhyun duduk dibangku dibawah pohon rindang. Bagus deh pohonnya, kalau musim gugur, warnanya berubah-rubah gitu. Mana romantis lagi. Cocok banget deh buat pacaran.
"Aku beli minum dulu ya. Kau jangan kemana-mana. Aku pasti kembali. Tunggu aku ne."
"Ne hyung. Fighting!"
Halah kayak mau ngapain aja diFightingin -_-
LUHAN POV
Hello hello #jogetSHINee
Hari ini hari minggu, waktunya hang out bersama my innocent seme. Hari ini aku akan memasak beberapa makanan buat bekal nanti. Rencananya kita akan piknik di Nami Island. Aigo, tahu tidak? Yang mengusulkan ini Sehun lho~~~~
"Hyung, kau thedang apa?" aahhh my deareast prince akhirnya keluar dari kamar juga. "Sedang membuat bekal untuk piknik nanti. Kau ingat 'kan?" aahh jangan sampe Sehun bilang ga inget. "Ne. jam berapa kita berangkat?" "Jam 11. Sana kau mandi dulu, aku akan menyiapkan makanan dan minumannya"
Lah? Si Sehun kok kaga pergi-pergi? Dia malah gigitin kuku begitu. "Kenapa Hunnie?" "Emm.. hyung tidak member ku morning kithth(kiss -_-)?"
A-apa? Sehun minta morning kiss? Aduh dapet ajaran darimana itu dia? Ah tapi biarin dah. Aku berjinjit mendekati wajah Sehun. CUP. Satu kecupan manis di bibir Sehun ^^
"Go-gomawo hyung. Aku mandi dulu ne~" kemudian dia ngibrit ke kamar mandi. Aigo tiap hari ada aja tingkahnya.
KAI POV
Hai. Aku Kai. Sekarang aku sedang berada di taman komplek rumahku. Sungguh bosan. Hampir setiap hari aku habiskan sendiri. Dulu, pasti ada Sehun yang menemaniku. Ya, aku merasa sedikit kehilangan dia. Aku jadi berfikir, aku keterlaluan tidak ya dengan Sehun? Bagaimana menurut kalian?
DUK DUK DUK DUK
Ku pantul-pantulkan bola basket orange ini. Aku akan mencoba menshoot bola ini. Masuk tidak ya?
SWIINNNGGGG TAK
Prok Prok Prok
Eh? Ada yang tepuk tangan ya? Kuputar badanku untuk melihat siapa yang memberikan ku applause.
Ah, ternyata dia.
Eh?
Kok bisa ya? Dia tersenyum manis dengan mata bulat indah yang mengagumkan. DEG. A-aku jadi gugup begini. Shit! Dia tertawa.
"Hello, Kai. Kita bertemu lagi"
LUHAN POV
Sekarang, aku dan Sehun sedang dalam perjalanan menuju Nami Island. Sepanjang perjalanan di bis, si Sehun ngegandeng aku….. terus deh. Terus dia juga ngelus-ngelus rambut aku. Aneh banget. Gara-gara minum minuman yang eommanya Sehun kasih nih dia jadi begini. Ya semoga aja Sehun jadi pervert beneran. Aamiin (˘ʃƪ˘)
"Hyung, jangan melamun teruth. Kita thudah thampai. Jja! Kita turun!" Sehun membuyarkan lamunanku. Sekarang dia menggandengku turun dari bis. Aigo~ karena sekarang musim kemarau, dedaunan disini jadi berubah warna. Ada yang merah, kuning, hijau dilangit yang biru #halah.
Aku dan Sehun berjalan sambil bergandengan tangan. Aigo~ rasanya aku mau pipis #lah? Dan disinilah kami berada. Di bawah pohon rindang. Kita gelar tiker kaya orang mau jualan pecel, terus aku keluarin bekel yang aku masak tadi. Waaahh berasa piknik sama suami. Kyahahaha #handstand
"Hyung, kita poto dulu yok!" "Ne. nih pegang kamera nya!" aku menyerahkan kamera pada Sehun. Kami mulai berpose. 1 2 3
CUP
KLIK
SEEETTT(ceritanya suara poto yang keluar gitu dari kameranya ya)
Di poto ini, aku sedang tersenyum dan disampingku ada Sehun yang sedang menempelkan bibirnya di pipi ku. Sehun? Dia berpose dengan mencium pipi ku seperti ini? Ku hadapkan wajah ku kearahnya. Dia tampak gugup. Aigo
"Sehun?"
"N-ne?"
"Gomawo"
CUP
Aku mencium bibirnya sekilas. Aku bahagia karena akhir-akhir ini Sehun lebih sering menciumku. Terimakasih Tuhan #sujudsyukur
CHANYEOL POV
Hari sudah beranjak sore #bahasaluYeol!
Iye iye. Nah sekarang udah sore nih, aku sama Baekhyun masih aja ngejogrog dimari. Pemirsah, rencananya pas matahari tenggelem aku mau nembak Baekhyun. Prepare udah mateng banget nih. Udah bawa air aqua sama air mineral vit. Duh… cepet-cepet kek tenggelem tuh matahari.
AUTHOR POV
"Sedang apa kau disini?" Kai bertanya sinis pada namja dihadapannya. Entar juga lo demen tem!
"Hehe. Aku sedang bermain di taman kemudian aku melihatmu bermain disini sendirian. Apa tidak boleh?"
"Kenapa kau bisa di taman komplek ini?"
"Aku tinggal di kompek ini. rumah ku nomor 14. 2 blok dari rumah mu! Apa kau tak pernah melihatku Kai?"
"Tidak." Kai berkata dingin pada namja dihadapannya. Dalam hati ia merutuki kelakuan jantungnya yang berdebar kencang melihat namja di depannya ini. Kai berusaha mengalihkan debaran jantungnya dengan kembali bermain basket. Udah deh Kai, bilang aje kalo suka mah. Aduh si Item laga banget lu nyuekin cowok cakep. Gigit nih, gigit! -_-
"Kau suka pada Luhan sunbaenim ya?"
"None of your business"
"Lupakan dia, dia mencintai Sehun. Jangan rusak kebahagiaan lain hanya karena kebahagiaan sesaat mu. Sehun sahabat mu 'kan? Minta maaf padanya, dan kembalilah bersahabat dengannya. Jangan ganggu Luhan lagi. Dia tidak mencintaimu. Dia tidak pernah mencintaimu Kai! Aku! Aku yang mencintaimu! Bukan dia! Tapi aku Kai! Aku mencintaimu. Haah kurasa aku sudah gila. Aku pergi dulu. Annyeong" namja itu berlalu dari tempatnya berdiri meninggalkan Kai yang mematung sendiri.
"D.O hyung, aku.. aku tidak tahu. Siapa yang aku suka. Akhir-akhir ini aku sering mengingatmu. Ap-apa aku menyukaimu? Tapi itu tidak mungkin! Aaaaaaaaaaahhh aku pusing" Kai yang sakit kepala langsung pulang kerumah saya eh kerumahnya ^^
SEHUN POV
Aku dan Luhan hyung thedang berjalan di jalanan yang berbatu, licin. Jorok iyuh boong deng. Hehe. Karena hari thudah hampir gelap. Aku dan Luhan beranjak pulang. Aigo pacarku ini thangat cantik. Ne, aku mau cerita nih! Waktu itu, aku lagi nonton tipi. Teruth ada acara tentang orang pacaran, kayak aku sama Luhan begini. Teruth, di acara terthebut dibilang kalo pathangan kita itu theneng dicium thama digandeng. Yaudah aku jadinya thuka nyium Luhan teruth gandeng Luhan. Tangan Luhan haluth banget. Pathi gak pernah nyuci piring nih.
Nah path Negara api menyerang, boong deng hehe. Nah path lagi jalan, aku liat itu kok mirip tiang lithrik eh Chanyeol makthudnya. Tapi itu Chanyeol thedang apa ya? Aigo aigo aigo! Kok Chanyeol hyung gigitin bibir Baekhyun hyung ya? Baekhyun hyung malah bilang 'engghh~ enghh~ engh~' doang~! Aku haruth teriak nih!
"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA"
CHANYEOL POV
AHA! Matahari sudah mulai tenggelam. Siap-siap nembak Baekhyun nih. Jederrrr jederrrrr. Duh jantung aku lompat-lompat nih. Saking tegangnya aku sampe pengen pup. Huhhhh hhaaaaa. Tarik napaaasssss buaaannnnggg. Hhuuuuhhhh hhhaaaahh. Oke! I'm ready too bingo!
Aku ambil tangannya Baekhyun. Ku genggam terus aku usap-usa. Ajib! Alus bener!
"Baekhyun. Aku mau ngomong sesuatu sama kamu. Boleh nggak?" si Baekhyun diem aja. Terus dia miringin kepala gitu. Duielah, gigit nih! "kalo aku bilang nggak boleh, pasti hyung bakal tetep ngomong. Jadi, silahkan mau ngomong apa?!"
"Aku. Suka sama kamu. Would you be ma girlfrie- eh boyfriend?" si Baekhyun kaga ngejawab. Duh jangan-jangan baekhyun bisu. Lalu aku harus apa? Apa? Apa?
"Kenapa?"
"Eh?"
"Kenapa hyung suka sama aku?"
"Ga perlu kamu Tanya, kenapa aku suka sama kamu. Karena berapa kali pun kamu Tanya, jawabannya tetep sama. Aku gak tahu! Andai jantung, otak dan hati hyung bisa ngomong, pasti mereka bakal cerita kenapa hyung bisa deg-degan tiap liat kamu, hyung selalu mikirin kamu, dan kenapa hyung bisa suka sama kamu."
"Yes, I will"
"Eh?"
"Yaudah kalo gak denger!"
Tadi? Tadi Baekhyun bilang 'yes' kan? Iya kan? IYA KAN? YA TUHAN TERIMAKASIH #sujudsyukur
"Go-gomawo" tanpa terasa, air mata ku menetes. Ku raih dia dalam dekapanku. Kukecup lembut helaian rambutnya. Akhirnya dia jadi milikku. "Saranghae. Byun Baekhyunnie" ku pandang wajahnya. Kemudian ku kecup bibirnya. Lembut dan… manis, stroberi.
Ku kecup bibirnya, kemudian ku lumat. Ku tahan tengkuknya agar aku bisa leluasa mengeksplorasi mulutnya. Kujulurkan lidah ku, sepertinya dia ragu untuk membalas pagutanku. Menit telah berlalu, dia tampak kehabisan nafas. Ku tarik wajhku menjauh. Dia mengambil nafas sebanyak-banyaknya seakan takut mati.
"Hosh hosh hosh, kau gila Park Chanyeol! Hosh hosh hosh" dia terengah-engah dengan wajah memerah. How wonderful he is!
"Hey! Kau bicara tidak sopan padaku!" ku cubit hidungnya. Dia meringis kesakitan.
"Aish. Sakit tahu!"
Lama dari kami terdiam, kemudian dia berbicara.
"Emm.. Chanyeol…"
"Ne?"
"Saranghae. Nado saranghae" dia menundukkan wajahnya yang memerah. Kutarik lembut wajahnya kemudian aku tersenyum. Ku kecup lagi bibirnya. Kali ini dia membalas pagutan ku. Lidah kami bertarung didalam hangatnya rongga mulut. Ku gigiti bibir bawahnya. Kemudian berganti ku kecup bibir atasnya. Dia melakukan hal yang sama. Sepertinya dia menikmati. Ku arahkan wajahk ke lehernya. Kutenggelamkan kemudian aku menyesap aroma parfume yang ia kenakan. Sungguh membuatku mabuk. Ku jilat, ku hisap dan ku gigit. Begitu berkal-kali.
"Enghh. Enghh.. enghh. Chanyeol, s-stop. Engh~ it's so damn wonderful! Ah ah.. engh, aaaahh berhenti. Enghh. Enggghh" Baekhyun mendesah sambil menarik-narik rambutku. Kemudian tanganku merambat ke bagian intimnya. Ku elus perlahan. Saat ingin ku buka resleting celananya, tiba-tiba….
"KYAAAAAAAAAAAAAA" terdengar suara menjerit. Ku arahka pandangan ku kearah suara itu berasal. Ya Allah! Si cadel! Aaaaaaaaaahhhh gangguin aja nih bocah!
AUTHOR POV
Luhan yang mendengar pacarnya menjerit sontak kaget kemudian melihat kearah yang sama dengan Sehun. Ia membelalakkan matanya kemudian menarik Sehun menjauh dari lokasi kejadian.
Chanyeol sama Baekhyun yang kaget kayak kepergok satpam kemudian pulang dengan hati gembira #lah?
Di perjalanan pulang, Chanyeol ama Baekhyun nyengar-nyengir kayak orang gila di depan rumah saya. Ya walaupun tadi kepergok lagi ngelakuin hal yang 'iya-iya' ya namanya lagi dimabuk asrama eh asmara ya begini. Si Chanyeol megangin tangan Baekhyun mulu sampe si Baekhyun kram. Si Bakhyun juga nyengar nyengir mulu ngeliatin muka Chanyeol. Yaoloh yang lagi jatuh cinte.
Luhan sama Sehun udah nyampe dirumahnya. Saat ini, mereka berada di kamar Luhan. Terus si Sehun tiba-tiba ngomong.
"Lu, yang tadi itu yang namanya ciuman ya? Ya ampun, kok Baekhyun hyung digigitin thi thama Chanyeol hyung? Kan kathian hyung"
"Iya. Itu tadi namanya ciuman, kamu mau nyobain?" walah si Luhan kesempatan.
"Tapi aku gak bitha, Lu."
"Yaoloh, tenang nanti hyung ajarin. Nah, sekarang kamu ikuti apa yang aku bilang ya"
Luhan menatap intens mata Sehun. Kemudian mencondongkan kepalanya mendekati kepala Sehun. Sehun hanya bisa memperhatikan wajah kekasihnya yang tengah menatapnya lembut sambil tersenyum manis. Jantungnya sudah berdegup kencang. Mengira-ngira apa yang akan Luhan lakukan.
Luhan sedikit memiringkan kepalanya kearah kiri. Tadinya, Sehun diam saja, tapi karena hidungnya bertabrakan, maka reflex Sehun memiringkan kepalanya kearah yang berlawanan.
Jarak antara wajah Luhan dan Sehun sudah sangat dekat, Luhan menutup matanya begitu pula Sehun. Membiarkan imajinasi melayang. Merasakan sensasi yang luar biasa. Terlihat bahwa Luhan sangat berkonsentrasi pada ciumannya. Dia juga relax, berbeda dengan Sehun yang sudah tegang setengah mati.
Luhan membuka mulutnya perlahan. Kemudian ia kecup bibir Sehun denga sangat lembut. Menunjukkan betapa ia menyayangi Sehun. Luhan menikmati bibir Sehun dengan sangat perlahan. Ia hisap bibir Sehun dengan lembut. Tidak ada reaksi dari Sehun, Luhan membuka matanya.
"Ikuti gerakanku. Jika aku mengecup bibir bawahmu, kau kecup bibir atas ku. Begitu sebaliknya, apa kau mengerti?" Sehun mengangguk.
Luhan kembali mengecup bibir Sehun. Luhan menjilat bibir Sehun. Tangannya mengelus pundak dan tangan Sehun berkali-kali. Berusaha memberikan motivasi kalau ini akan baik-baik saja. Luhan dan Sehun sama-sama menutup mata, mencoba merasakan sensasi yang tercipta. Luhan mengulum bibir bawah Sehun. Kemudian bibir atas.
Sehun sedikit demi sedikit menggerakkan bibirnya mengikuti gerakan Luhan. Ia melumat bibir lembut Luhan. Jantungnya berdegup kencang. Baru kali ini, ia merasakan bibir orang lain. Ternyata bibir Luhan sangatlah lembut, juga manis.
Luhan senang bukan main saat Sehun membalas ciumannya. Perlahan, ia membuka mulut lebih lebar. Luhan memajukan lidahnya ke dalam mulut Sehun. Sehun juga membuka mulutnya setelah mendapat cubitan kecil pada pinggangnya. Setelah lidahnya berada di dalam rongga mulut Sehun, Luhan tetap melakukannya dengan lembut. Ia tidak mau Sehun merasa tersakiti.
Luhan terus mengeksplorasi Sehun dengan lidah. Tampak Luhan dan Sehun menikmati sekali. Luhan melakukannya dengan lembut, sehingga tanpa sadar, Sehun mendesah. Nikmat.
"Ngh…"
Luhan memeluk pinggang Sehun. Ia ingin menunjukkan rasa sayangnya pada Sehun. Jarak semakin dekat. Hanya pakaian yang menjadi penghalang mereka. Tangan Luhan beralih merangkul leher Sehun. Sehun kemudian memeluk pinggang Luhan. Sepertinya ia sangat menikmati cara Luhan menciumnya. Luhan menggelitik ujung lidah Sehun, bergerak naik turun dan hisap. Merasa sesak, ia menghentikan ciumannya. Matanya sayu, nafasnya naik turun.
"K-kenapa berhenti Lu?"
"Kau ingin melanjutkannya lebih? A-aku sudah tidak tahan."
"Ter-terserah kau saja"
Luhan keluar kamar meninggalkan Sehun yang sekarang terduduk di ujung ranjang. Tak lama, Luhan kembali membawa lilin dan korek api. Sehun yang bingung lalu bertanya apa yang akan dilakukan Luhan dengan lilin itu. Luhan hanya tersenyum. Kemudian ia mematikan lampu kamarnya. Tampaklah cahaya dari 2 batang lilin. Sepertinya akan menjadi malam yang romantis. Dan bergairah.
Luhan kini melepas seluruh bajunya. Sehun memperhatikannya dengan mata terbelalak. Ia tak menyangka bahwa pacarnya sungguh indah. Luhan berjalan mendekati Sehun yang terduduk di pinggir ranjang. Luhan berlutut kemudian mengelus Sehun jr. yang terbungkus celana jeans. "Wanna making love with me, baby enghhh ?" masih dengan terus mengelus Sehun jr. Luhan berkata dengan nada eksotis. Mendesah di akhir kalimat. "Sure."
Mendapat izin, Luhan segera membuka celana beserta dalaman Sehun. Luhan menatap Sehun jr. dengan seksama. Kemudian ia menjilat bibirnya. Merasa bahwa dihadapannya terhidang pisang coklat #lah?
Luhan memasukkan Sehun jr. ke dalam mulutnya. Ia bergumam merasakan nikmatnya Sehun jr. ini. Sehun menutup matanya mencoba merasakan kenikmatan yang Luhan berikan. Ditambah dengan Luhan yang bergumam saat melahap . Luhan menjilat Sehun jr. hingga pangkalnya. Kemudian dia menggenggam . mengusapnya perlahan dan naik turun. Luhan membuka semua pakaian Sehun hingga kini mereka berdua full naked. Luhan menidurkan Sehun ke ranjang, kemudian ia menindih Sehun. Menggesekkan dengan Sehun Jr.
"Engghh.. Ge-geli thekali Lu"
"Aaahh.. ooohh. Uuhh i-ini nik- aahh mat. Nikmat. Uuuhh"
"Enghh. Oooh ooohhhhh"
"Ak-aku masukan. Engh~"
Luhan berjongkok di depan kejantanan Sehun yang tengah berdiri. Walau tidak sebesar punya Kris, tapi milik Sehun putih dan bersih. Sebelumnya, ia berdiri dan mengambil lotion. Kemudian ia kembali ke ranjang. Mengoleskan lotion ke kejantanan milik Sehun. Setelah dirasa cukup, ia memasukkan hole nya ke dalam kejantanan Sehun. Tanpa persiapan. Ia tahu ini sakit, tapi tidak apa. Asal Sehun nantinya bisa memanjakannya.
"Ngghh~"
"Ooohh. Ini sungguh.. ngh~ it's so tight~ Luhan. Oohh. Aahh uuhh." Sehun mendesah menikmati hangat dan sempitnya hole Luhan yang menjepit kejantanannya.
Luhan menaik turunkan hole nya dengan penuh nafsu. Ia menyebut nama Sehun disela kegiatannya. Luhan memutar pinggulnya seperti mengaduk teh. Sehun mengerang nikmat. Sungguh ia tak pernah merasakan sensasi ini sebelumnya.
"Nghh~ Sehun, bergantilah posisi denganku. Ayo!" Luhan membalikkan badan Sehun. Hingga kini posisi Sehun di atas tubuhnya. Tanpa melepas hubungan mereka.
"Aku haruth apa?" "Maju mundurkan ! ikuti kata hatimu. Buat aku puas Sehun. Bergeraklah."
Sehun memundurkan kejantanannya dengan perlahan. Ia takut Luhan merasa sakit.
"Ohhhhh Faster Hun! FASTEEERR. Oooohhh. Ngghhh! Yeah! Like that. Ahh iya! Disitu! Aahh oohhh Sehun. Aah aaahh oouuuhhh aaaahh" Luhan mendesah hebat saat Sehun meng'in-out'kan .
Sehun menggenjot hole Luhan semakin kencang. Luhan pun menaik-turunkan pinggulnya. Menginginkan Jr. Sehun sepenuhnya di holenya.
"Hyung~~~ aku ingin pipith… ooouuuhhh aaaaahhhhhh Xiao Luuuuu… ouuuuuhhhh"
"aaaaaahhhh. Sehun.. I wanna Cum. oouuuuhhh"
"Aaaaahhh aku pipith Lu. Ooouuuuuhhhh"
"Hosh hosh hosh hosh"
Sehun menyemburkan benihnya di dalam hole Luhan. Mereka berdua tampak kelelahan. Sehun sudah menutup matanya. Menetralkan deru nafasnya. Sampai kemudian Luhan berkata.
"Ronde dua, baby?"
Oh yeeaahhh mereka akan menghabiskan malam yang sangat panjang.
TEBECE... KYAHAHAHHA
AIGOOOOO. SAYA MIMISAN BUAT SCENE INI! KYAHAHHA. AKHIRNYA MEREKA NC-AN! Gomawo buat reader yang mau ngereview #lemparcelanadalemSehun. Nah sebentar lagi END. Nanti, saya mau publish FF EXO Couple juga. Tapi thrillernya dulu ya, mau liat gimana antusiasmenya.
Aigo. Saya mau pamit, mungkin nanti lama updatenya karena saya sibuk buat persiapan LKS. Karena saya terpilih -_-"
Nee minna~ review ne
Bye~
