Serdin Private Highschool – Summon The Beast!

A/N: Yo, Minna! Kembali dengan saya, Shirokawa Hazuki! Ok! Akhirnya saya menemukan bagaimana cerita saya ini akan berlanjut setelah beberapa waktu yang lalu melalui masa Author Block dan…well, kegiatan MOS disekolah. By The Way, Ada beberapa murid baru lho (OC), Here's the chapter!

-School IV: Saatnya Bersiap Untuk Perang!-

Somewhere

Normal POV

Jin berjalan maju, saat ini ia tidak mengenakan seragam sekolahnya, melainkan memakai Shihakushou – pakaian yang dikenakan saat pemakaman – berwarna putih dengan hiasan berbentuk segitiga di atas kepalanya. Tampak dari sudut pandang Jin, ia berada didekat sebuah rawa dengan kabut yang sangat tebal.

Setelah beberapa lama berjalan, Jin menghentikan langkahnya saat ia melihat sebuah sungai terbentang dihadapannya. Disamping sungai itu, terdapat beberapa spanduk dengan tulisan 'Sungai Sanzu, Lewati Sungai Ini Untuk Menebus Dosamu Atau Kembali Ke Kehidupan'.

Jin tampak bingung, kepalanya masih pusing karena efek makanan (beracun) Amy sehingga ia hanya bisa membaca satu dua kata. Saat itulah tiba-tiba terdengar beberapa suara dari seberang sungai itu.

"Jin, ayo kesini, disini enak lho," tampak Sieghart yang mengenakan pakaian yang sama seperti Jin melambaikan tangannya untuk memanggil Jin.

"Iya, ayo kesini bareng kita," disamping Sieghart, tampak Lass – yang entah karena apa juga mengenakan pakaian yang sama seperti Sieghart dan Jin – melambai kearah Jin, ikut memanggilnya juga.

Barulah saat otaknya mulai jernih, ia menyadari apa 'Sungai Sanzu' itu. dengan segera, Jin berlari kearah sebaliknya, menjauhi sungai itu. sayangnya, 'Sieghart' dan 'Lass' tiba-tiba saja tampak memanjangkan leher mereka dan mengejar Jin.

"Tidaaaak! Aku belum mau mati!" teriak Jin sambil terus berlari.


Real World

Normal POV

"Tidaaaak!" Jin langsung terbangun dengan posisi duduk tegak, tangan kanannya mengarah ke depan seakan ingin menarik sesuatu. Jin dengan was-was memeriksa pakaiannya dan kemudian bernapas lega saat tahu ia masih mengenakan seragamnya.

"Yo, Jin, hampir menyebrangi Sungai Sanzu?" Tanya seorang laki-laki dengan rambut hitam jabrik, yang duduk di depan meja Amy, Sieghart. Sepertinya dia mengalami pengalaman yang sama.

"Uh…kalau yang kau maksud adalah Sungai pembatas neraka itu, jawabannya iya," jawab Jin gemetar karena teringat kembali dengan sungai itu.

"Baguslah kalau begitu," celetuk Lass yang duduk disamping Sieghart. Jin dan Sieghart mengacungkan jari telunjuk mereka kearah Lass secara serempak.

"Kau Ini Siapa SIIIIIIIIIIH?!"

Anggap saja setelah ini, Jin dan Sieghart mengalami Near-Death Experience lagi.

~Few Minutes Later~

"Ah! Jinny! Yokatta, untung sudah bangun, pelajaran sudah mau mulai nih," ucap suara milik Amy saat melihat kesadaran Jin sudah pulih, meski wajah Jin masih terlihat sangat pucat. Yang dia ingat Cuma kilasan rambut silver dan rasa nyeri di belakang tengkuknya.

Jin menelengkan kepalanya sambil menghadap Amy dengan bingung.

"Baru mau mulai belajar?" Tanya Jin yang disambut dengan anggukan antusias Amy.

"Heh, dasar laki-laki, datang kesekolah bukannya belajar, malah tiduran," celetuk seorang perempuan dengan rambut coklat bergelombang sepanjang bahunya yang duduk tept di samping kanan Jin – karena di kiri itu Amy.

Amy menghadap perempuan itu dan dengan antusias mulai memperkenalkannya pada Jin.

"Jinny! Ini murid yang baru pagi ini masuk kesini! Namanya Shion Scotthill!"


Student ID Card!

Name: Shion Scotthill (Female)

'Parent': Shion Miyano a.k.a NatNia

Class: 'F'

Status: Active

An Sherlockian


Shion membuang mukanya saat diperkenalkan pada Jin, membuat Jin agak kesal karena saat berkenalan malah dicuekin. Amy yang menyadari ini hanya bisa sweatdrop sambil tertawa garing.

"Dia ini memang seperti itu pada laki-laki," Amy berbisik pada Jin, berusaha menghilangkan gambaran negative yang terlanjur dibuat Jin karena sikap Shion barusan. Jin memasang wajah Shock dan seakan tahu apa yang ada dipikiran Jin, Amy langsung menjawab.

"Tidak, bukan Androphobia, tidak separah itu,"

Baru saja Jin akan mengutarakan isi pikirannya, pintu kelas 'F' terbuka, menampakkan Knight Master yang membawa setumpuk buku pelajaran kelihatannya sih enteng, tapi saat Knight Master meletakkannya diatas meja, meja itu langsung patah.

'WTF?!' begitulah mayoritas isi pikiran seisi kelas 'F' saat melihat meja Knight Master patah. Knight Master menghela napas.

"Yah, patah lagi," gumamnya enteng sambil mengeluarkan sebotol lem super. Semuanya cengo. Masa iya mau memperbaiki mja itu pake lem? Tunggu, ternyata benar-benar diperbaiki pake lem! Pantas mudah patah!

Sekali lagi, seantero kelas 'F' cengo. Kualitas fasilitas kelas mereka benar-benar rendah! Bahkan lebih rendah dari kata 'rendah' jika memungkinkan! Yah, meski begitu, pelajaran tetap dijalankan. Sungguh mengharukan perjuangan hidup mereka untuk memperoleh ilmu.

"KAU MEMBUAT SEAKAN KAMI INI MURID SEKOLAH PENGUNGSI BENCANA ALAM!" -Author dilempari alat tulis dan semacamnya- hey! Pelanggaran Fourth Wall! Tunggu sampai aku – Author ditahan FFF dengan pakaian serba hitam dan juga membawa-bawa sabit.

"Terdakwa, Shirokawa Hazuki, Pengadilan: Langsung dieksekusi,"

…em…readers ada yang mau nolong nggak?

~SKIP – End of School~

Euh, catatan untuk diri sendiri: jangan pernah membuat Organisasi FFF marah. Anyway, setelah sekolah, beberapa murid dikelas itu mulai mengerjakan jadwal piket mereka. Kebetulan, jadwal piket hari ini jatuh pada Jin, Amy, Sieghart, Lass, Elesis, dan Shion.

"Ok, pelan-pelan ngangkat mejanya, kau lihat meja Knight Master tadi? Aku yakin meja murid juga sama lapuknya,"

"Elesis! Jangan latihan Kendo menggunakan sapumu!"

"…Hm…lanjutin 'A Study In Scarlet' aja deh …"

"Er, Shion, kita ini lagi piket, bacanya nanti saja,"

…well, paling tidak seperti itulah percakapan yang terjadi diantara mereka. Dapat kita lihat disini Jin tengah meminggirkan meja mereka agar mudah disapu bersama Sieghart yang disaat bersamaan memarahi Elesis karena 'penyalahgunaan hak asasi' sapu.

Disisi lain, Shion malah tetap duduk sambil terpaku pada salah satu novel karangan Arthur Conan Doyle, yang juga pengarang Novel Sherlock Holmes – A Study In Scarlet, sementara Lass berusaha membuat Shion agar ikut membantu namun tentu saja dicuekin oleh orang yang bersangkutan.

Lalu Amy? Dia terlihat sudah mulai menyapu bagian belakang kelas 'F'. Baru saja Amy mengibaskan sapunya, debu-debu sudah berterbangan membentuk asap kecil yang membuat Amy terbatuk-batuk.

Saat inilah, Jin memperhatikan hal itu. Ia mulai berpikir bahwa Amy layak mendapatkan fasilitas yang lebih baik daripada yang saat ini dipergunakannya. Jin berpikir keras tentang bagaimana memperbaiki semua masalah itu hingga pikirannya terhenti saat mendapat satu solusi.

'…Patut dicoba,' pikirnya.

Sebelum pulang, Jin menghampiri Sieghart dan membicarakan sesuatu. Kira-kira, apa ya?


~Serdin Private Highscool – Summon The Beast!~

Pertanyaan 1:Lanjutkan Peribahasa berikut ini: 'Air beriak….'?

Jawaban Amy: 'Air Beriak Tanda Tak Dalam'

(Komentar Guru: Benar sekali Amy! peribahasa ini berarti 'Orang yang terlalu banyak omong kadang-kadang pikirannya dangkal')

Jawaban Sieghart: 'Air Beriak Tanda Tak Tersumbat'!

(Komentar Guru: tampaknya kau menyamakan peribahasa ini dengan katup toilet =_=")

~Serdin Private Highschool – Summon The Beast!~


~Next Day~

BRAK!

Sieghart menggebrak meja guru – untungnya tidak roboh – dan membuat seluruh pandangan seisi kelas 'F' terarah padanya. Setelah mengkonfirmasi bahwa seluruh perhatian sudah mengarah padanya, Sieghart mulai buka suara.

"Aku saat ini ingin bertanya pada kalian…apakah kalian sudah puas dengan fasilitas kita saat ini?" Sieghart menekan tiap perkataannya, membuat perhatian penghuni kelas itu benar-benar terpaku padanya.

"Atau," Sieghart melanjutkan.

"Kalian ingin fasilitas yang lebih baik daripada ini?" saat Sieghart mengatakan ini, seluruh penghuni kelas 'F' langsung bersorak 'OUU!'. Sieghart menyeringai.

"Apakah kalian ingin segera keluar dari kelas ini dan mendapatkan fasilitas yang lebih baik?" sekali lagi, seisi kelas 'F' bersorak.

"Apakah kalian benar-benar akan melakukannya meskipun itu mempertaruhkan nasib kalian?" sekarang, bukan hanya bersorak, seisi kelas 'F' berdiri dengan tangan dikepalkan keatas.

Sekali lagi, seringai muncul di wajah Sieghart.

"Aku mendengar jawaban kalian, maka dari itu, sepulang sekolah nanti, kita akan mengadakan Perang Pemanggilan Beast! Kita akan menantang kelas 'E' sebagai permulaan, mengingat kita baru saja mengawali semester 1 ini," jelas Sieghart. Tiba-tiba, Entah darimana, Lass dengan mulut yang ditutup (bayangin Avatar Dark Assassin) muncul dengan Ninja-Style tanpa menimbulkan suara.

"Bagaimana?" Tanya Sieghart tanpa mengalihkan pandangannya dari teman-teman sekelasnya. Lass membuka penutup mulutnya.

"Surat tantangan sudah aku kirim," jawab Lass dengan bangganya.

~Sementara Itu~

"Iincho! Ada surat tantangan tertancap di papan tulis!" ujar seorang murid kelas 'E' memanggil ketua mereka. Si ketua – seorang laki-laki dengan rambut Jingga – yang sedari tadi menyirami Bonsai yang terjejer di jendela kelas mereka, langsung menghentikan kegiatannya.

Ia melihat papan tulis kelasnya dan benar saja, disitu ada secarik kertas yang ditancapkan menggunakan beberapa buah Kunai – Pisau lempar.

Tulisan dikertas itu sangat simple, namun membuat si ketua tersenyum lebar.

"Menyerang kita di awal semester? Mereka benar-benar bodoh," ucapnya sambil melanjutkan kegiatan yang sempat dihentikannya tadi.

~Balik ke Kelas 'F'~

Sementara seluruh kelas 'F' bersiap, beberapa anggota kelas duduk mengerumuni Sieghart.

"EEEH?! Kau mau kami menjadi kapten tiap kelompok?!" ujar Jin saat mendengar penjelasan Sieghart. Sieghart – yang menutup telinganya karena Jin berteriak tepat di depannya – langsung mengkoreksi perkataan Jin.

"Tidak semuanya, Cuma kau, Lass, dan juga Elesis. Shion akan menjadi Back-Up kalau kelompok kalian terdesak,"

"Lalu aku?" Amy menunjuk dirinya sendiri. Sieghart tersenyum lebar.

"Kau akan jadi senjata rahasia dalam rencanaku," ucap Sieghart santai.

"Kalau begitu," Jin berdiri. Semuanya – Amy, Jin, Lass, Elesis, dan Shion – mengalihkan pandangan mereka pada Jin.

"Ayo rebut kelas mereka!"

-To Be Continued-


~Serdin Private Highschool – Summon The Beast!~

Pertanyaan 2: ubahlah kalimat Bahasa Inggris ini menjadi bahasa Indonesia: Konnichiwa, Minna! Watashi Namae Wa Hazuki Desu!

Jawaban Jin: sensei, ini kan bahasa Jepang…jawabannya 'Halo Semuanya! Namaku adalah Hazuki!'

(Komentar Guru: Benar sekali Jin, tapi karena itu adalah bahasa Jepang dan bukan bahasa Inggris, maka semua jawaban akan saya anggap benar –…)

Jawaban Lass: *Tidak nampak oleh orang biasa*

Jawaban Sieghart: *hanya terlihat untuk orang beriman*

(Komentar Guru: – ralat, sepertinya itu pengecualian untuk kalian berdua -.-a)

~Serdin Private Highschool – Summon The Beast!~


A/N: Huwaa! Selese Juga! setelah sekian lama terkena author block, akhirnya saya selesai mengerjakan Fic ini! baiklah, tanpa banyak bacot lagi, saya meminta review and sekalian, reader-san!