Hai lagii..

Aku udah kirim balesan review di inbox author masing2.. ^^ makasih atas sarannya.. Celi akan tetep berusahaa.. ^^ FIGHT ! Walaupun cerita yang pertama nggak terlalu bagus..

Juga, makasi berat buat senpai Akera Raikatuji, 4ntk4-ch4n, Matsukawa Aru-chan, Uchiha Kluke Ai-Chan sama senpai Hatake-sama yang udah ngereview.. ^^ aku akan terus berusahaa ~ ^^

Matsukawa Aru-chan : haloo juga ^^ waah kita sama dong kalo gitu.. Aku juga paling suka SasuSaku ^^ aku pengen coba baca fic Aru-chan ~ kita sama2 berusaha yaaah! Ganbatte juga buat kamu, Aru-chan ^^ makasih udah review..

Violetz Eminemers : makasii ^.^ sedih ya? Celi-chan baru nyadar lhoo.. Hehehe.. soal update, secepatnya makasih uda review ^.^

This is the final chapter of SasuSaku : MY LAST PRESENT

ENJOY !

NARUTO

Disclaimer : Masashi Kishimoto

MY LAST PRESENT : CHAPTER 4

SASUKE'S POV ~

Hari ini hari yang dinantikan Sakura. Hari Minggu.. Aku bersiap untuk menjemputnya.. Segera kustarter motorku, dan berangkat kerumahnya. Dalam sekejap, aku sampai didepan pagarnya.

"Pagi, Asuma-san, Kabuto-san.. "sapaku sopan. Mereka hanya mengangguk sambil membukakan pagar untukku.

"Pagi, Sasuke.."sapa Sakura didepan.. Aku sedikit melongo. Dia … Cantik sekali.. Dengan blus pink yang sewarna dengan rambutnya dan celana jeans pendek serta bando kain berwarna merah darah.

"Sasuke… Sasu ?"tanyanya. Aku segera kembali tersadar. Oh.. Dia sudah siap.

"Jadi, kita kemana ?"tanya Sakura sebelum naik kemotorku.

"Hn."jawabku. Dia menggembungkan pipinya.. Hn. Semakin lucu saja dia.

"Uuuuh ~ Sasuke selalu begituuu ~"manyunnya. Aku cuma nyengir menyaingi kuda.

-ooOooOoo-

Tak berapa lama, kami sampai di Konoha PlayLand, taman terbesar di Konoha dengan berbagai macam wahananya yang menggoda. Mata Sakura langsung berbinar-binar menatapnya.

"Sasuke.. Ini… Menakjubkan ! Ayo kita naik roller coaster !"ajaknya langsung.

"Saku, kau sakit. Kau yakin?"tanyaku khawatir. Dia memutar bola matanya bosan.

"Haaaaa ~ Aku akan baik saja, Sayang."katanya, sedikit mengerling.

"Apa?"tanyaku cengo.

"Boleh ya, kalau hari ini kau jadi pacarku? Sehariiiii saja."pintanya memelas. Oh ~ Jangankan sehari. Selamanyapun aku mau!

"Hn"jawabku, sok dingin.

"Yaaaaaaaay! Ayo kita naik yang itu!"ajaknya bersemangat. Aku hanya mengikutinya. Kami terus bersenang-senang disana. Aku menanti sore tiba. Ada kejutan lain yang kusiapkan untuknya.

"Sasuke.. Bisa kita berhenti sebentar? Aku sedikit pusing."katanya. Aku menuruti. Kami duduk sebentar.

"Sasuke.."panggilnya.

"Hn?"

"Menurutmu… Bagaimana rasanya mati?"tanyanya tiba-tiba yang membuatku jantungan.

"Ha?"tanyaku, terkesan cengo.

"Bagaimana rasanya mati? Aku… Takut.."

"Tenanglah, Sayang.. Kami-sama takkan pernah berniat buruk.."kataku, sambil merangkulnya.

"Hmm.."balasnya riang. Cepat sekali dia berubah mood.

"Ayo main lagi !"ajaknya sambil tertawa. Kami-sama.. Betapa aku akan merindukan suara itu..

-ooOooOoo-

Akhirnya sore mulai menggeser posisi siang dibumi. Aku mengajak Sakura kesuatu tempat. Tempat yang sudah aku siapkan dengan serapi mungkin.

"Kita kemana?"

"Udah.. Diem dulu.."balasku.

"….."balasnya tak berkata apa-apa.

Tak lama, kami sampai disebuah kebun sakura. Kebetulan karena ini musim semi,bunganya bermekaran banyak. Kelopaknya banyak diterbangkan angin sore yang sepoi sepoi. Kuajak dia piknik dibawah pohon sakura. Kuparkir motorku agak jauh.

"Sasu.. Sasu.."dia sepertinya speechless.

"Apa, Nona?"tanyaku.

"Terima kasih…"ucapnya, tulus. Aku hanya tersenyum manis. Aku menyiapkan hadiahku untuknya.

"Saku.. Tutup matamu, Sayang."pintaku. Dia menutup matanya. Kupakaikan hadiahku kelehernya yang jenjang. Yup, kalian pasti tahu hadiahku apa. Sebuah kalung. Kalung dari emas putih berinisialkan namanya. HS untuk Haruno Sakura.

"Sasuke.. Ini… Ini indah sekali.. Terima kasih yaa…"ucapnya sambil memelukku. Aku kaget, tapi kubalas juga pelukannya.

'Ini saatnya', batinku. Aku menghela nafas.

"Sakura, ada yang ingin kukatakan padamu."ucapku sangat pelan ditelinganya.

"Apa itu?"tanyanya sambil tetap memelukku. Aku menahan nafas.

"Aku sayang kamu. Aku mencintaimu selama ini. Aku selalu menyayangimu selama beberapa tahun terakhir ini."ucapku pelan malu-malu.

"…" Sakura tak berkata apa-apa. 'CUP' Sakura mencium bibirku. Ciuman pertamaku. Aku menikmatinya. Kubalas ciumannya.

"Aku juga.. Sayang padamu, Sasuke.. Aku mencintaimu."katanya, kemudian menciumku lagi. Ciuman yang dalam dan lama. Sesudah ciuman kami, kuantar dia pulang. Perasaanku berbunga-bunga, semekar bunga sakura ditaman ini.

xXx-didepan rumah Sakura-xXx

"Terima kasih, Sasuke.. Ini hari terindah dalam hidupku."ucapnya gembira. Aku tersenyum, merasa sangat bahagia. Namun, senyumku lenyap begitu melihat Sakura tiba-tiba sesak nafas.

"Sakura! Kamu kenapa?"tanyaku khawatir. Wajahnya sangat pucat. Bibirnya membiru lagi. Tak lama, Bibi Tsunade membukakan pintu untukku. Wajahnya terlihat shock melihat kondisi Sakura yang drop seperti ini.

"Sasuke, bawa kedalam saja! Bibi periksa!"seru Bibi Tsunade sambil membuka pintu kamar Sakura. Kuletakkan Sakura dengan hati-hati diranjangnya. Mata Sakura sedikit terbuka.

"Sas… Sasukee.. Sasuke.."panggilnya. Aku mengelus pipinya lembut. Dia terbatuk.

"Semua akan baik-baik saja, Sakura."kataku lembut, walaupun aku sendiri tak yakin dengan apa yang kukatakan. Aku berdoa sementara Bibi Tsunade memeriksa Sakura. Aku berdoa untuk Sakura. Untuk hubungan kami. Tak lama kemudian, Bibi Tsunade keluar dari kamar Sakura. Aku nyaris menangis.

"Sakura ingin bicara berdua denganmu."kata Bibi Tsunade lemas. Aku melangkah gontai kekamar Sakura.

"Sakura…"kali ini aku menangis. Ya, aku, Uchiha Sasuke, menangis didepan gadis yang kucintai. Kutumpahkan seluruh emosi dan kekhawatiran yang kutahan daritadi. Sakura menghapus air mataku dengan jarinya. Oh Kami-sama! Dia lemah sekali! Air mataku kembali bergulir. Kupegang tangannya yang dingin.

"Saku… Sakuraa… Sembuhlaah… Aku mohooon…"rengekku padanya. Sakura terbatuk-batuk. Air mataku makin deras.

"Maaf.. Maafkan aku, Sasuke.. Maaf… Aku… Uhuk! Aku.. Mencintai… Uhuk! Mencintaimu…"ucapnya untuk yang terakhir kali, kemudian menutup mata untuk selamanya. Aku menangisinya. Menangis diatas tubuhnya yang tak bernyawa. Tak sadar, aku tertidur sambil memeluknya.

-ooOooOoo-

Aku terbangun dan melirik jam. Sudah jam 9 malam. Kurasakan tubuhku masih memeluk tubuh Sakura. Hatiku sakit, masih belum rela melepaskan Sakura. Pasrah, kukecup bibirnya untuk yang terakhir kali. Mencoba merelakannya.

"Sakura.. Terima kasih.. Kau sudah membuatku merasakan cinta, walaupun hanya satu hari. Terima kasih untuk semuanya.. Aku mencintaimu.. Aku pulang dulu."pamitku padanya. Wajahnya begitu damai..

"Sasuke…" kata Bibi Tsunade melihat mataku yang bengkak dan sembab bekas air mata. Bibi Tsunade memelukku lembut. Aku mulai menangis lagi.

"Bibi minta maaf.. Bibi tidak mengira akan lebih cepat.. Maaf.." bisik Bibi Tsunade ditelingaku.

"Tak usah, Bibi.. Hiks.. Aku tidak apa-apa kok."jawabku sambil menghapus air mata. Aku menyiapkan motorku kemudian pulang.

Dijalan, aku teringat semua tentang dia. Rasa ciuman pertama kami yang penuh cinta. Wajah cerianya. Rambut pinknya yang menawan. Tawanya, tangisnya, amarahnya. Semuanya. Aku terus melamun sampai bunyi klakson truk menyadarkanku. Aku banting setir kekiri, namun terlambat. Truk itu menabrakku dan setelah itu aku hanya melihat kegelapan.

-ooOooOoo-

Pagi itu aku dimakamkan. Disebelah makam Sakura. Kemarin aku melihat berita kematianku dikoran.

'Putra bungsu keluarga Uchiha, Uchiha Sasuke, meninggal kemarin. Motornya ringsek ditabrak truk. Diduga, Sasuke tertabrak karena menyetir sambil mengantuk…' begitu bunyi sepenggal beritanya. Aku yang melihat cuma nyengir. Koran tidak tahu apa-apa.

"Sasu?" tanya sebuah suara. Suara yang sangat aku kenal.

"Sakura!"balasku sambil memeluknya.

"Bagaimana kau…"

"Sssshh ~ Nanti aku ceritakan.. Aku merindukanmu, Sayangku!"kataku sambil terus memeluknya. Kami melepas pelukan, lalu kukecup bibirnya. Lama sekali. Yah, akhirnya aku bisa terus bersama Sakura. Walaupun caranya agak melenceng. Yang penting, sekarang kami akan terus bersama.

END OF SASUKE'S POV ~

OWARI

Gimana?

Seru nggak?

Terharu nggak?

^^ hihihi..

kalo gitu,,

Celi hanya minta reviewnya ajahh yaa ^^

Maaf kalo masih banyak kesalahan..