You're My Hunhun (Sequel My Lovely Hunhun)

Author : PandaYehet88 & Pinkupinku00

Cast : Sehun, Luhan, Suho, Moon Ga Young, EXO's Members

Pairing : HunHan, HunMoon, MoonHo.

Genre : Drama, Romance, Little Comedy(Maybe)

Rated : T

Length : Chapter

WARNING! This is YAOI, BOYxBOY, GAJE, TYPO dan seterusnya.

Desclaimer : Fanfic ini murni karya ASLI kita. Buah dari pemikiran kita. Seluruh cast milik Tuhan YME, milik Orang tua mereka dan milik SM Ent.

Summary: Ini cerita sequel dari Fanfic My Lovely Hunhun. Hunhun, anjing putih kesayangan luhan. Karena kebaikan Tuhan, dan pengorbanan Hunhun. Hunhun terlahir kembali menjadi manusia. Tapi sayang, Hunhun tak mengingat akan kenangannya bersama Luhan bekas majikannya. Akankah Hunhun bersatu dengan luhan yang notaben pemilik terdahulunya? Ataukah malah Hunhun memiliki jalan hidupnya sendiri?

DON'T LIKE, DON'T READ

R&R

Happy Reading. ^^

Chapter 4

Tao sangat cemas melihat sang gege pingsan. Luhan dibawa ke kamarnya dan para Pelayan merawatnya. Tuan Jang, yang menjabat sebagai Kepala Pelayan di rumah keluarga Xi merasa khawatir dengan keadaan Luhan.

"Sebenarnya apa yang terjadi Tuan Muda Tao?" Tanya Tuan Jang pada Tao yang tampak menangis.

"Aku juga tidak begitu tahu Tuan Jang. Sepertinya gege tak suka aku bermain kuda - kudaan dengan Kris ge setiap malam jika kita menginap bersama" Jawab Tao polos.

Mendengar perkataan polos Tao, Tuan Jang tersedak ludahnya sendiri. Ia sampai terbatuk - batuk.

Uhuk! Uhuk! Uhuk!

Tuan Jang mengambil air minum yang ada di kamar Luhan. Kamar Luhan merupakan kamar yang sangat lengkap, bahkan didalamnya terdapat mini kulkas dan juga dispenser. Tuan Jang menuangkan air putih ke dalam gelas dari dispenser. Tuan Jang hanya bisa menarik nafasnya dan menghembuskannya dengan kasar melihat kelakuan anak muda jaman sekarang. Pastilah Luhan shock dengan penuturan polos Tao. Luhan sangat menyayangi adik sepupunya ini. Dilihatnya Tao masih sedih dengan gegenya yang belum sadar.

"Gege, maafkan Tao kalau Tao nakal dan salah. Kalau gege sudah sadar Tao tak akan main kuda - kudaan lagi dengan Kris ge, walaupun itu enak tapi Tao tak akan melakukannya lagi." Ucap Tao sambil memegang tangan gegenya.

Tiba – tiba Kris datang karena saat Luhan pingsan Tao menyalahkan dirinya terus - menerus. Tao yang melihat Kris datang langsung menghampiri Kris.

"Kris ge, lihatkan?! Lulu ge pingsan gara - gara mendengar permainan kita. Aku tak mau bermain lagi dengan Kris ge. Aku tak ingin melakukannya lagi!" Bentak Tao dengan mata sembab. Kris terkejut tapi dia tak bisa marah. Kris hanya bisa pasrah menerima nasibnya tak akan mendapat jatah dari sang kekasih polosnya.

"Baiklah, Baiklah sayang. Maafkan gege ya.." Ucap Kris dengan nada menyesal yang dibuat – buat. Kemudian Kris merengkuh tubuh Tao.

.

.

.

.

.

Keesokan harinya Kris merasa Pusing, ternyata Luhan sampai sekarang belum sadar. Dikampus, Kris di introgasi dan Tao mulai sedikit menghindar darinya. Kedua hal itu membuat Kris merasa semakin pusing tujuh keliling.

"Sebelum Lu ge sadar aku tak mau berdekatan denganmu ge." Ucap Tao sambil menyilangkan tangannya didepan dada.

"Aigoo. . lain kali aku harus bisa mengendalikan diriku pada panda manis ini. Dasar rusa merepotkan. Kenapa juga ada acara pingsan segala. Merepotkan saja!" Gerutu Kris.

"MWO?! Luhan pingsan? Bagaimana bisa?" Tanya Baekhyun yang baru bergabung dengan mereka.

"Ceritanya panjang kali lebar kali tinggi Baek. Aku jadi pusing." Jawab Kris dengan wajah frustasi.

"Apa sebuah cerita memiliki rumus matematikan seperti itu Tuan Wu?! Sepertinya Pusing yang kau derita menjadikan otakmu sedikit bergeser!" Jawab Baekhyun.

"Hmmm... Bagaimana kalau nanti kita semua menjenguk Luhan. Mungkin dengan begitu Luhan akan sadar." Komantar Suho tanpa mempedulikan ocehan Baekhyun.

"Baiklah, aku setuju." Sahut Chanyeol.

.

.

.

.

.

Di Kediaman keluarga Xi, Luhan ternyata dari semalam sudah sadar. Ia hanya berpura - pura sakit untuk mengerjai pasangan TaoRis. Alasannya melakukan semua ini karena Tao sudah berjanji padanya tak akan melakukan hubungan itu lagi. Membayangkannya saja ingin rasanya ia menancapkan tanduk rusanya pada si Naga Buluk karena telah mengotori adiknya yang polos itu.

Kriett. . .

Pintu kamar Luhan terbuka. Tuan Jang menyembulkan kepalanya dipintu.

"Tuan Muda, sepertinya ada beberapa teman Tuan Muda datang menjenguk." Ucapnya dengan sopan.

"Mwo?! Aratseo, aratseo. Sepertinyanya aku harus berakting lagi. Aku harus memberikan pelajaran pada mereka, terutama Naga Buluk bin jelek itu. Sekali - kali melakukan hal seperti ini tak apa kan Tuan Jang? Hahahaha. . . " Ucap Luhan dengan tawa evilnya.

Luhan langsung berbaring diranjangnya, berpura - pura pingsan. Dan Tuan Jang beranjak dari kamar Tuan Mudanya itu. Ia hanya tersenyum melihat tingkah laku Tuan Mudanya yang terkadang memiliki sifat jail bin usil itu.

Tuan Jang menemui teman - teman Luhan. Diruang tamu itu ada Kris, Baekhyun bersama Chanyeol dan Suho. Tao tak ikut karena ia masih ada jam pelajaran. Mereka semua masuk ke dalam Kamar Luhan yang super luas.

"Aigoo. . Lulu, ada apa denganmu? Kenapa kau bisa seperti ini?" Ucap Baekhyun cemas.

Luhan yang hanya berakting pura - pura tidur rasanya ingin tertawa, ternyata sahabat - sahabatnya mencemaskan keadaannya.

BRAK!

Tiba - tiba saja pintu di buka dengan kasar oleh seseorang. Semua yang ada di dalam Kamar langsung menoleh kearah tersangka. Orang itu berwajah kusut dan keringat membanjiri seluruh tubuhnya. Teman - teman Luhan sempat terkejut karena ada seseorang dengan tubuh pendek, berwajah bulat, memiliki pipi seperti bakpao yang tak lain adalah Minseok yang biasa dipanggil Xiumin muncul dengan nafas tersenggal - senggal.

"Luhannie. ." Panggil sang namja tersebut seraya menghampiri Luhan yang berbaring tak sadarkan diri di kamar.

"Minseok!" Panggil Kris tak kalah kagetnya.

"Kapan kau datang? Dan siapa yang memberitahumu kalau Luhan sakit?" Tanya Kris lagi.

"Aku baru saja sampai dan aku ada urusan disini selama beberapa hari. Aku ingin bertemu dengan Luhan, tapi saat aku menghubungi Luhan, ponselnya tak aktif lalu aku menghubungi Tao. Tao menangis disambungan telepon, katanya Luhan sakit, ia pingsan dan sampai sekarang belum sadar. Maka dari itu aku langsung kemari. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Luhan? Kenapa ia bisa pingsan seperti ini?" Tanya Minseok cemas.

Kris hanya diam, tetapi tiba - tiba Tuan Jang datang membawa cemilan dan beberapa kue kering. Tuan Jang berkata kalau Luhan hanya mengalami kelelahan saja. Kris yang mendengar penuturan Tuan Jang merasa tertolong, karena ia tak ingin di adili oleh teman - temannya.

Setelah beberapa jam berada di Kediaman keluarga Xi, akhirnya teman – teman Luhan memilih untuk pulang karena Luhan tak kunjung sadar dari pingsannya. Suho sudah menyarankan pada Tuan Jang untuk memanggil Dokter pribadi keluaga Xi agar luhan cepat sadar. Setelah mereka benar – benar meninggalkan Rumah keluarga Xi, Luhan langsung terbangun dan duduk diranjangnya dengan muka kesal.

"Aish...mereka lama sekali disini. Membuat badanku pegal karena tak bergerak sama sekali. Untung saja aku tak ketiduran." Gerutu Luhan

.

.

.

.

.

Suho baru saja pulang dari Rumah Luhan dengan wajah sedih. Suho berjalan menuju kamarnya di lantai dua dengan tak bertenaga.

Sang eomma yang melihat putra sulungnya, ia langsung menghampirinya.

"Suho sayang, ada apa denganmu? Kenapa kau terlihat murung begitu?" Ucap Nyonya Oh dengan nada sangat lembut. Suho menoleh ke arah eommanya.

"Hmm..Luhan sedang sakit dan sudah dua hari ia tak sadarkan diri eomma." Jawab Suho memasang wajah sedih.

"Luhan temanmu yang beberapa hari yang lalu kemari itu kan? Aigoo. . kasihan sekali, eomma berharap ia cepat sembuh. Eomma menyukainya, ia sangat cantik dan imut sekali. Eomma bahkan mengira dia itu yeoja dan yeojachingumu. Ternyata dia seorang namja, tetapi wajahnya benar - benar menipu sekali. Aigoo. . . " Ucap Nyonya Oh panjang lebar.

"Memang banyak yang mengira ia yeoja eomma, tetapi dia namja tulen. Hahaha. . " Jawab Suho tertawa.

Tak tahukah mereka bahwa di belakang mereka ada namja yang diam - diam mencuri dengar pembicaraan Suho dan Nyonya Oh? Yup, dia adalah Sehun. Namja itu juga baru pulang setelah mengantarkan Moon Ga Young. Ia sangat terkejut mendapatkan kabar bahwa Luhan sakit.

"Sehun, kau sudah pulan sayang?" Tanya sang eomma yang melihat Sehun sedang melamun dibelakangnya.

"Ne." Jawab Sehun singkat lalu berjalan ke Kamarnya.

Nyonya Oh tak terkejut akan jawaban Sehun yang singkat. Ia bahkan bersyukur Sehun bersedia membalasnya, terkadang ia hanya membalas dengan gumaman saja. Nyonya Oh tahu bahkan sangat tahu kalau putra bungsunya ini sangat hemat bicara kecuali pada Kai. Tak seperti hyungnya yang banyak bicara dan juga ramah. Berbeda dengan Sehun yang lebih pendiam, cuek, dan terkesan cool.

Sehun sudah berada di Kamarnya yang didominasi oleh warna putih.

"Luhan, Xiao Lu." Tanpa sadar Sehun menggumamkan nama itu.

Mendengar kabar Luhan sakit dan tak sadarkan diri selama dua hari membuat Sehun merasa cemas. Sehun ingin menjenguk Luhan, tetapi untuk saat ini ia hanya bisa berdoa semoga Luhan sembuh. Entah mengapa ia merasakan hal seperti ini. Tetapi tak dapat dipungkiri bahwa ia benar – benar ingin sekali bertemu dengan Luhan dan melihat keadaan Luhan sekarang juga. Ia menjambak rambutnya kesal.

"Ada apa denganku sebenarnya?" Gumamnya sebelum ia pergi ke alam mimpi.

.

.

.

.

Luhan sudah tak tahan lagi dengan permainan ini. Ditambah Tao menangis seharian dan terus bergumam bahwa ia sangat menyesal. Luhan juga mendengar berkali - kali Tao menyalahkan Kris, dan Kris hanya bisa diam dan merasa menyesal. Sepertinya ia harus menghentikan semua ini. Luhan melenguh ditidurnya, ia membuka mata perlahan lalu memanggil nama Tao. Tao yang mendengar Luhan memanggil namanya lirih langsung menghampiri gegenya.

"Gege sudah sadar? Puji Tuhan." Ucap Tao senang dan memeluk sang gege tersayang. Tao menangis di pelukan sang gege.

"Kau sudah sadar Lu. Aku sangat bersyukur" Ucap Minseok. Luhan mengurungkan niatnya untuk bertanya pada Minseok karena melihat Tao yang terlihat tak ingin melepaskan pelukannya.

"Gege, aku sungguh cemas dan rasanya aku ingin bunuh diri di pohon Semangka (?) melihat gege tak sadarkan diri. Hiks hiks hiks, Gege. . . Huhuhuhu. . Tao tak kan nakal lagi, Tao akan menjadi penurut pada gege. Jika gege menyuruh Tao putus dengan Kris ge, Tao akan lakukan. Asalkan gege tak meninggalkanku. Hiks hiks hiks. . . " Ucap Tao menangis dipelukan gegenya ini.

Luhan membalas pelukan Luhan dan Kris yang berdiri di belakang mereka membelalakkan matanya dan hanya bisa pasrah walaupun hatinya merasa sangat ketakutan. Kris tak ingin putus dan berpisah dengan Tao.

"Tak apa Tao, gege tahu kau mencintainya, gege hanya berpesan agar kau berhati - hati jangan mudah terpancing rayuannya, dan kau Kris!" Ucap Luhan seraya menatap Kris dengan sorot mata tajam walaupun menurut Kris, Luhan tak menakutkan sama sekali.

"Kau harus menjaga Tao, kalau kau berani mengotori adikku lagi, AWAS SAJA KAU! Kupastikan nyawamu takkan selamat Tuan Wu!" Ancam Luhan.

"Kau bisa mengandalkanku Xiao Lu dan kau terlihat seperti psikopat. Hahaha" Ucap kris tertawa.

"Ya! Jaga ucapanmu Naga Buluk!" Teriak Luhan.

"Ampun Rusa cant—emm maksudku rusa tampan" Ucap Kris menahan tawa.

Luhan tersenyum dan menatap mereka berdua, Tao merasa senang karena dia tak harus putus dengan kekasihnya. Mereka berbaikan dan berciuman di hadapan Luhan. Luhan mendengus, ia benci adegan di hadapannya.

Minseok yang sedari tadi menjadi obat nyamuk tersenyum melihat tingkah laku sahabatnya ini. Luhan mempoutkan bibirnya tanda ia kesal.

"Sudahlah Luhannie, suatu saat kau juga akan seperti itu." Hibur Minseok dan tiba – tiba ia melangkah mendekatkan wajahnya pada wajah Luhan.

"Atau... Kau mau aku yang menciummu?"- Ting. Ucapnya sambil ber-wink ria ke arah Luhan. Luhan mendorong Minseok sampai Minseok hampir terjungkal. Luhan merinding melihat tingkah Minseok yang membuatnya ingin mengeluarkan seluruh isi perutnya.

"Hentikan candaanmu itu Xiumin! Kau menjijikan! Aku ini masih normal, I'M STRAGHT. YOU SHOULD KNOW THAT! Aku masih doyan dada wanita, huh!" Kesal Luhan mendorong tubuh Minseok dengan keras. Minseok terjatuh dan ia mengusap bokongnya dengan sayang.

"Aigoo. . Kau sangat sadis Lu. Kalau kau begini terus mana ada yang mau denganmu." Cibir Minseok pada Luhan.

"Yak! Enak saja kau! Akan ku buktikan padamu kalau aku bisa mendapatkan seseorang yang sangat mempesona. Tidak seperti kekasih trollmu itu, Huh!" Balasnya.

"Dasar rusa galak, tak laku, sok imute, tak manly sama sekali. For your info, Jongdae jauh lebih manly dari pada kau. Dia pujaan hati kaum yeoja dan namja uke sepertiku. Lihat dirimu." Menunjuk ke arah Luhan. "Tampangmu saja seperti yeoja daripada namja. Yeoja yang berpacaran denganmu akan merasa tersaingi." Cibir Minseok.

"Yak! Minseok!. . Apa kau sudah tak sayang pada nyawamu, Hah?!" Luhan saat ini sudah sangat kesal ia meremas - remas kedua tangannya, ia sudah tak sabar ingin memberi pukulan sayangnya pada namja satu ini.

'Gleg' Minseok menelan ludahnya.

'Mati aku' Gumamnya dalam hati. Ia mulai menghitung dan pada hitungan ke terakhir ia lari. 'Hana, dul, set! lari. . . '

Luhan berteriak keras dan mengejar Minseok. Aksi kejar – kejaranpun tak dapat dihindari lagi. Luhan yang marah melempar bantal, boneka, dan guling kearah Minseok. Ia tak henti - hentinya mengumpat. Disisi lain, KrisTao yang sedang berlovey dovey ria menjadi sweatdroped dengan tingkah XiuHan. Oke tinggalkan mereka.

.

.

.

.

.

Greb!

Suho memeluk Luhan dengan erat. Ia sangat senang sahabatnya ini telah sembuh dan Luhan tampak segar bugar. Tahukah Suho bahwa Luhan tertawa di dalam hati? Jika belum tahu tolong beritahu dia #oke abaikan. Luhan merasa beruntung ternyata sahabat - sahabatnya sangat baik di kala ia sakit, coret 'Pura - pura sakit.'

"Oh, Luhan. Syukurlah akhirnya kau sudah sembuh dan bisa berkumpul dengan kita lagi." Ucap Suho bahagia.

"Lulu. . . . " Panggil Baekhyun. Baekhyun tak kalah hebohnya dari Suho. Baekhyun bahkan sangat mencemaskan sahabat rusanya.

"Aigoo. . Lulu, kau tahu. Tanpamu rasanya sangat sepi. Aku sangat kesepian." Ucap Baekhyun.

"Bakkie-ya, aku kan selalu menemanimu dan membuatmu tak kesepian lagi." Sahut Chanyeol.

"Tapi tetap saja beda yeolie, tanpa Luhan rasanya kurang."-Pout. Chanyeol hanya bisa menghembuskan nafas. Ia tahu BaekHan adalah sahabat sejak Senior High School, maka Chanyeol mengerti kalau Baekhyun sangat menyayangi Luhan.

Mereka terus bercengkrama tanpa mepedulikan waktu yang terus berjalan. Seperti inilah persahabatan mereka. Satu orang saja tak hadir diantara mereka maka mereka akan merasa sangat kehilangan.

.

.

.

.

Setiap waktu istirahat berlangsung, Sehun selalu berada di atap Sekolah. Kali ini Ga Young membawakannya bekal. Mereka selalu bertemu di Stasiun. Sehun mulai memakan bekalnya.

'Enak' Ucapnya dalam hati.

'Ga Young adalah calon istri yang ideal.' Sehun tersenyum - senyum membayangkan jika kelak ia dan Ga Young membina rumah tangga bersama, memiliki anak yang manis dan imut. Sungguh membahagiakan.

Plak!

Sebuah pukulan sayang dilayangkan Kai tepat dikepala Sehun. Sehun mendeathglare Kai, tapi maaf saja Kai sudah kebal dengan tatapan membunuh Sehun. Sudah tak berefek padanya.

"Kkamjong! Kenapa kau memukul kepalaku!" Kesal Sehun karena imajinasinya dengan Ga Young buyar karna pukulan Kai.

"Berhentilah memikirkan hal - hal mesum Sehun. Kau makan tapi kau senyam – senyum tak jelas seperti itu. Apa otak pandaimu itu sudah sedikit bergeser eoh? kkk. . " Goda Kai.

Sehun hanya bisa memasang wajah datarnya.

"Yak! Siapa yang kau bilang mesum eoh? Aku tak berpikir yang tidak – tidak, tapi kau KKAMJONG yang mesum. Enyahlah kau mesum!" Ejek Sehun.

"Haisst. . Terserah kau saja lah! Hmm, akhir - akhir ini kau membawa bekal terus. Apa itu dari yeojachingumu, si Nenek Gayung?" Tanya Kai.

"Ya! Namanya Ga Young jika kau lupa. Menyebalkan! Setiap hari ia selalu mengantarkan bekal untukku. Hihihi. . . " Jawab Sehun tersenyum senang.

"Oh, sudahlah. Aku akan menemui Kyungie dulu. Kau lanjutkan saja makan bekalmu dari si Nenek Gayung." Balas Kai langsung berlari dengan senyum mengejeknya sebelum Sehun menyemburkan angin Topan padanya.

"Awas kau kkamjong! Ingatkan aku untuk membuat kulitmu semakin gosong!" Kesal Sehun.

.

.

.

.

.

Setelah mengantar Ga Young pulang, Sehun mampir ke Kedai Bubbletea tempat dimana Sehun tanpa sengaja bertemu dengan Luhan. Sehun duduk di pojok menghadap jendela. Ia menikmati Bubbletea rasa cokelatnya.

'Hah, sungguh nikmat minuman ini' Monolog Sehun.

"Chogiyo, bolehkah aku duduk disini? Sepertinya hanya disini saja yang masih kosong" Ucap seseorang yang tiba - tiba menghampiri meja Sehun.

Sehun mendongak, dan ia terkejut melihat namja yang ada dihadapannya sedang tersenyum manis. Yap! Namja itu Luhan, Luhan sengaja menggoda Sehun. Seperti Dejavu Sehun hanya menganggukan kepalanya dua kali. Sekali lagi Luhan tersenyum manis. DEG! Jantung Sehun berpacu dengan cepat. Membuat Sehun merasa ada sedikit perasaan bahagia kala ia melihat senyuman manis itu.

Luhan duduk di seberang Sehun. Ia menghisap sedotan yang terbenam di gelas berisikan Bubbletea rasa taro yang menjadi rasa favoritnya.

"Bagaimana kabarmu?" Tanya mereka bersamaan. Mereka terlihat terkejut tetapi tak lama Luhan tertawa.

"Kau dulu Sehunnie." Ucap Luhan dengan nada manja dan lembut. Jantung Sehun semakin terpacu cepat. Aliran darahnya mengalir lebih deras. Entah mengapa saat Luhan memanggilnya dengan sebutan Sehunnie membuat Sehun sangat – sangat bahagia.

"Aku baik. Bagaimana kabarmu hyung? Aku dengar kau sakit ya?" Tanya Sehun dengan nada sedikit datar walaupun sebenarnya dia sangat khawatir dengan keadaan Luhan.

"Ah ne, (walaupun hanya pura-pura) tapi sekarang aku sudah baik – baik saja Sehunnie.. Hanya sedikit kelelahan. Jangan terlalu mengkhawatirkanku" Bohong Luhan.

"Oh, syukurlah kalau begitu." Balas Sehun datar. Luhan benar, Sehun sangat mengkhawatirkannya.

'Kenapa ia bisa tahu kalau aku mengkhawatirkannya? Apa ia bisa membaca pikiran orang?' Ucap Sehun dalam hati.

"Oh ya, bagaimana hubunganmu dengan kekasihmu? Tak terjadi hal burukkan?" Tanya Luhan.

"Baik, kami baik." Jawab Sehun dingin.

Melihat mata Luhan yang berbinar - binar seakan Luhan merasa bahagia bahwa dirinya baik - baik saja dengan Ga Young, membuat Sehun sedikit kesal. Entah apa alasannya, Sehun juga tak mengetahuinya. Yang pasti Sehun tak ingin jika bersama dengan Luhan membahas Ga Young ataupun yang lainnya.

"Syukurlah, aku juga merasa senang. Aku berharap kau bahagia bersamanya. Kulihat kalian pasangan yang cocok." Balas Luhan dengan senyuman manisnya lalu menghisap minumannya lagi.

Disisi lain ada suatu perasaan tak suka kala Luhan mengucapkan kata - kata tadi. Sehun hanya bisa tersenyum pahit. Aneh teramat aneh. Jika ia bersama Luhan, Sehun merasakan pernah mengenal Luhan. Ada perasaan bahagia dan entah mengapa jantung Sehun selalu berdesir setiap saat ia bersama Luhan. Mendengar perkataan Luhan yang lembut dan juga mata beningnya serta senyuman Luhan, Sehun merasa tak asing. Seperti sudah lama ia mengenalnya. Berbagai putaran – putaran film tak jelas menghinggapi kepalanya.

"Luhan." Panggil Sehun tanpa embel - embel Hyung. Luhan mendongakkan kepalanya. Tatapan mereka bertemu. Iris deer dan iris setajam silet saling pandang. Sekejap mereka mengagumi satu sama lain.

"Ada apa Sehun?" Balas Luhan. Luhan melihat sorot mata keseriusan disana. Sepertinya Sehun ingin bertanya cukup penting padanya.

"Luhan...Aku...

TBC

Halo Halo...Kita kembali lagi dengan Chap 4. Gimana Reader-dul? Kurang memuaskan ya? Mianhe...Kami masih terus berusaha sebaik mungkin kok. Ucapan Terimakasih selalu kita berikan ke younlaycious88.

Apa yang akan Sehun tanyakan Pada Luhan?

Penasaran penasaran?Ikuti terus kelanjutannya dan jangan bosen bosen review ne... hehehe. .

Bye bye di chap depan ne. .

Pyong! ^^

Reply For Review Chap 3

.58 : Biasa kan anak Luhan gituuuh..oke oke

Rili kim : Kan panda polos bngt..hahaha emmm..kapan ya? Ikutin terus

Baby Lu : Hahahaha...siiip deh

Ohluhan07 : Oke...kita pertimbangkan dulu ya...

Viiyoung : Tao emang pantes buat karakter polos hehehe iya dong...kan Hunhan. Hihi hmm...nanti coba aku tlpn Suho dlu dia ngretuin nggak hihihi

Amelia2004 : siiip dah...

Lianavita146 : Gomaweo..kita terus berusaha bikin ni cerita jadi

AprilianyArdeta : Masih nunggu Tuhan nurunin hidayah ke :v

Whitechrysan : Okeeee...kita pertimbangin dulu ya... hehehe

Fifioluluge : Mianhe ya...updatenya kelamaan. Kita tetep usahain update Gomaweo selalu nunggu ff kita..oke oke... putus ngga ya? Hihihi :v

Younlaycious88 : Iya niih...kemarin kurang teliti editnya...hehehe sepertinya itu kelebihan gtu hehehe kmrn bnr2 kurang teliti. Mungkin kamu benar kalo bahasanya emang kya gtu...haduuh... kedepan kita terus perbaiki deh..hehehe oke oke. HWAITING!

Hantuurp : okelah...maaf ya baru

SFA30 : Yup

RZZHH 261220 II : Iya tuh... entahlah...besok aku bbm si suho

Re-Panda68 : Hahaha...okee..

Elisyesihombing07 : okeee

Ssnowish : Hmmm...kita tetep pertimbangin SuHan...banyak bngt yang minta mrka

: Iya dia belum nyadarin

Kjungxox88 : Iya...tapi sehun blm iya kasian dia. Tp sekarang kan sama author #gubrak

Maple fujoshi2309 G.A.N : oke...kita tetep pertimbangin kok... HWAITING!

Novey : Iya niih...

Makasih buat yang udah review chap 3...

DON'T FORGET TO REVIEW THIS CHAPTER ^^