Kyuubi menggeram jengkel. Kesal karena orang yang menjadi musuhnya kini itu sudah seperti seorang raja. Yang tidak mungkin bisa dikalahkannya secara terang-terangan. Kyuubi harus memakai taktik jika ingin mengalahkan Uchiha, taktik yang tidak perlu menyeret nama kedua orangtuanya dan keluarganya yang lain.

Kenapa Naruto harus berurusan dengan orang seperti itu, sih?

"Kudengar, Naruto bahkan tidak bisa keluar dari sekolah." Shukaku melanjutkan ceritanya, "Sebelum, ia bersujud dan mencium kaki Uchiha Sasuke."

"Bersujud?" Kyuubi membeo, setelah berpikir beberapa saat kemudian ia menyeringai dan menjilat bibir bawahnya. "Baiklah... akan kuperlihatkan bagaimana cara para Namikaze untuk bersujud."

Dan kata-kata terakhir Kyuubi, membuat Shukaku bersemangat karena sudah tahu hal apa yang akan terjadi.

Permainan... baru dimulai.

Disclaimer

Mashashi Kishimoto sensei have Chara. Yang lainnya asli dari pemikiran otak bebal Nay. Nyontek drama korea dikit sih. hehehe

Rating

T

Pairing

SasuNaru – ItaKyuu

Slight

SasoDei, GaaNaru, ShukaGaa

F4 : Uchiha Sasuke, Uchiha Itachi, Sabaku Gaara, Akasuna Sasori

Warning

OOC, BL, BoyXBoy, gay story, miss typos, sedikit lime mungkin?

Peringatan!

Fanfic ini hanya mengambil sedikit alur dari drama super keren BBF. Alur cerita, setting tempat, karakter, penokohan, semuanya murni dari pemikiran Nay. Jadi jangan aneh kalo nih fic beda jauh sama drama aslinya.

NO LIKE DON'T READ

Sasuke, Naruto, Gaara, Deidara = 17 tahun dan duduk kelas 11.

Itachi, Kyuubi, Sasori, Shukaku = hampir 19 kelas 12. Jadi Mikoto ma Kushina itu lahirannya tuntu alias setahun satu. Wkwkwkwkwk

Chapter 3 - Hy Uchiha… My Name Is Namikaze Kyuubi

.

..

"Shu!" panggil Kyuubi tiba-tiba, ia duduk di samping Shukaku sambil berpikir. Mengeluarkan segala kemampuan jeniusnya untuk menganalisa keadaan yang tengah di hadapi adiknya. Tidak boleh salah langkah… Kyuubi benar-benar tidak boleh salah langkah.

"Hn?" Shukaku masih santai. Merebahkan tubuh atletisnya di atas kasur.

"Bisa kau memberiku biodata para Uchiha itu?" Kyuubi mengangkat sebelah alisnya. Yah! Hal pertama yang harus dilakukan Kyuubi adalah mengetahui segala informasi tentang para Uchiha, dari sana… baru ia bisa menyimpulkan suatu hal dan langkah ke depan yang bisa diambilnya. Memutar keadaan, strike back!

"Aku sudah menduganya…" Shukaku merogoh saku celananya, ia mengeluarkan sebuah flashdisk lalu menyerahkannya pada Kyuubi. "Di sini ada beberapa, aku tidak bisa mendapatkan semuanya… kau tahu kan? Mereka Uchiha…"

Kyuubi mengangguk mengerti. Walau bagaimana pun menjebol keamanan informasi pribadi para Uchiha memang bukan hal yang mudah. Kyuubi memang tidak butuh semuanya terlalu banyak, ia bukan ingin menghancurkan perusahaan Uchiha, terlalu cepat lima puluh tahun bagi dirinya. Ia hanya ingin membalas dendam, membalas para Uchiha yang sudah mempermainkan bahkan nyaris membunuh adik semata wayangnya.

Kyuubi menerima flashdisk dari tangan Shukaku lalu berdiri, ia berbalik dan berjalan menuju meja belajarnya. Duduk di kursi dan memasukkan benda kecil itu ke salah satu lubang CPU komputernya yang sudah menyala. Menunggu beberapa saat, sampai akhirnya ada peringatan bahwa data dalam flashdisk itu bisa terbaca.

Kyuubi segera menggerakkan mouse dan mengatur kursor. Membuka disk F dan segera mencari data yang dibutuhkannya. Ada beberapa file di sana.

Uchiha Sasuke

Begitu membaca name file itu, Kyuubi segera membukanya. Ia mulai membaca setiap baris kalimatnya dengan teliti. Berusaha agar tidak ada satu kata pun yang terlewat.

Nama : Uchiha Sasuke

Umur : 17 tahun

Kelas : XI Konoha High School International

Berambut raven, tinggi 175, berat 60, kulit putih pucat, bungsu dari Uchiha Fugaku – Uchiha Mikoto. Bersikap jutek, pemimpin F4, salah satu anak yang paling disegani dan ditakuti di Konoha. Termasuk seseorang yang cuek namun memiliki hobi yang aneh. Sasuke suka membully teman-teman sekolahnya.

Penyuka tomat, selalu tampil elegan, harus dinomor satukan, tidak suka dibantah, dan suka memerintah. IQ 185, salah satu jenius yang dikabarkan akan menjadi penerus Uchiha Group.

Uchiha Group:

1000 minimarket yang ada di Konoha

100 supermarket di seluruh Jepang

Uchiha Plaza berjumlah 100 di seluruh dunia

40 perusahaan konveksi di seluruh dunia

200 pertambangan minyak di seluruh dunia

Dan Kyuubi langsung menutup kedua matanya dengan telapak tangan kanannya, tidak sanggup membaca lebih banyak lagi kekayaan para Uchiha yang mungkin bisa menghabiskan satu atau dua lembar halaman.

Gila! Mereka sangat-sangat kaya.

"Ah, mungkin ada satu hal yang tidak tertulis di sana!" kata Shukaku yang tiba-tiba muncul dan berdiri di samping kanan Kyuubi. Kyuubi mendongak dengan sorot memelas. Jangan bilang itu hal yang lebih mengerikan dari ini.

"Dia itu… selalu berlindung di ketiak kakaknya." Shukaku mendengus geli. "Sulit dipercaya bukan? Seorang Uchiha begitu bergantung pada kakaknya. Mungkin… karena selama ini ia hanya hidup dengan kakaknya saja, orangtuanya pulang setahun sekali."

Sedikit tertegun, Kyuubi mulai memaklumi kenapa si bungsu itu begitu arogan karena harta yang dimilikinya. Mungkin… di matanya dengan uang ia bisa membeli kekuasaan, segalanya.

Kyuubi segera mengenyahkan pikiran naifnya. Walau bagaimanapun Sasuke adalah manusia brengsek yang sudah menyakiti adiknya. Kyuubi segera meng-close biodata Sasuke, lalu mencari dan meng-klik file yang diberi nama Uchiha Itachi.

Uchiha Itachi

Nama: Uchiha Itachi

Umur : 19

Kelas: XII Konoha High School International

Berambut raven, Tinggi 183, berat 65, kulit putih, putra sulung Uchiha Fugaku – Uchiha Mikoto, brother complex, bla-bla-bla.

Kyuubi hampir menguap saat membaca biodata Itachi, semuanya di matanya sangat membosankan. Selain IQ-nya yang ternyata mencapai 200. Berbeda 15 dengan Kyuubi. Kyuubi sudah akan meng-close file tersebut, sampai akhirnya di kalimat akhir ia menemukan satu baris kalimat yang membuatnya tertegun.

Yah… ini adalah kelemahan Uchiha Itachi…

Dan Kyuubi sadar baik dari segi fisik mau pun otak ia tidak bisa menyaingi Itachi…

Kecuali…

Ia bisa memanfaatkan kelemahan Itachi itu dengan baik dan rapi…

Sasuke bergantung pada Itachi. Tidak bisa apa-apa tanpa Itachi bukan?

Sooo… sebaiknya orang pertama yang disingkirkan Kyuubi itu adalah pelindung dari si bungsu dulu.

"Well…" kata Kyuubi menyeringai iblis. Membuat Shukaku mendadak gemetar dan merasakan hawa yang kurang nyaman. Ini firasat buruk.

"A-apa? Jangan bilang kau mau memintaku-" kata Shukaku yang membaca juga kalimat yang sempat membuat Kyuubi tertarik.

"Tidak!" Kyuubi mendengus geli. "Uchiha Itachi… serahkan dia padaku. HAHAHAHAHAHA!"

Tawa Kyuubi yang seperti orang sinting itu membuat Shukaku semakin merinding disko. Well, ia yakin permainan Kyuubi ini bukan hanya akan membuat KHSI gempar, tapi juga menjerumuskan semua orang yang ada di dekatnya.

.

Naysaruchikyuu

.

.

"ITU DIAAAA! KEJAAAAAAR!"

"HAJAAAR!"

"BANTAAAAIIII!"

Setelah satu hari bolos dengan alasan demam. Hari ketiga menginjakkan kaki di sekolah Naruto mengulang peristiwa yang sama. Benar-benar de'javu. Berlarian mengelilingi sekolah berusaha menghindari kejaran masa.

Bedanya kali ini Deidara bergabung dengan para pengejarnya.

Bukan! Bukan untuk ikut menghajar Naruto.

Melainkan karena jengkel si blonde itu berlari tak berarah itu tanpa mengajaknya. Ia yang larinya jauh lebih lamban itu tersusul Suigetsu dan Kiba serta beberapa orang lainnya. Mulutnya sejak tadi terus melontarkan segala umpatan untuk sang sepupu tercinta.

Di tikungan, Deidara berhenti, ia berusaha mengatur napasnya. Ia kini bahkan sudah tertinggal para rombongan Naruto bullier. Menggerutu sambil menyandarkan punggungnya ke tembok.

"Aish! Kenapa mereka cepat sekali berlari?" dumel Deidara dengan napasnya yang terengah. "Aku jadi tidak bisa mengejar si pirang menyebalkan itu!" imbuhnya. Tidak menyadari bahwa ia sendiri juga berambut pirang. Jika ia memanggil si 'pirang menyebalkan', bukan kah itu bisa diartikan jamak? Dan jika memang diartikan jamak, itu artinya dirinya sendiri juga tak kalah menyebalkan.

"Arrrrgggh… harusnya aku menghajarnya saja agar dia tidak nekad masuk sekolah!" kali ini Deidara berteriak jengkel. Suaranya yang cempreng dan membahana itu sukses membuat seseorang yang sedang tiduran di dalam kelas di atas meja itu tersentak kaget dan…

Bruk! Suara orang terjatuh pun langsung menginterupsi kegiatan Deidara.

"Sialan!" maki si korban nista akibat teriakan cetar Deidara. Membuat Deidara segera menutup mulutnya saking shock.

Deidara mengedarkan pandangannya ngeri, takut bahwa suara orang itu adalah suara hantu penunggu sekolah. Apalagi di sekitarnya itu amat hening dan sepi. Tidak menyadari… ada sosok jangkung yang kini berdiri di belakangnya jengkel.

"Hantu kah?" Tanya Deidara dengan suara gemetar.

Orang di belakangnya mengangkat sebelah alisnya jengkel. Lucu sekali! Setelah dibangunkan dari tidur siangnya dengan tidak hormat, sekarang ia dianggap hantu begitu? Ckckck! Si pirang panjang di depannya ini memang harus diberi pelajaran.

"Kau yang hantu brengsek!" kata seorang pemuda bersuara serak itu menyela. "Siapa kau sudah berani mengganggu tidur siangku?"

Secepat mungkin Deidara berbalik. Matanya sedikit terbelalak saat melihat siapa sosok yang berdiri di depannya.

Orang yang kini di depan Deidara pun sedikit tertegun. Terpesona pada bola mata sebiru laut yang terbuka indah –read : bego- di depannya. Seolah hendak menenggelamkan mata coklat madunya, si biru itu benar-benar amat mempesona.

"Huh!" kata Sasori mendengus. Mengalihkan pandangannya dengan memutar kepala. Berusaha menetralisir debaran aneh di balik dada. Ia tidak mau terpesona pada si pirang itu. "Kalau bukan gadis, sudah kuhajar kau!"

Sasori pun melangkah pergi tanpa beban, jantungnya masih saja berdegup tak karuan, perasaannya mendadak kacau tak tertahan. Entah mengapa? Ia merasa hari ini menjadi hari paling indah sedunia. Belum pernah ia melihat 'gadis' secantik si pirang tadi. Sasori tanpa sadar bersiul pelan, Meninggalkan Deidara yang semakin terbelalak karena kata-kata pemuda itu.

He-hei!

Barusan dia bilang apa?

Gadis?

Sasori menganggap Deidara itu seorang gadis.

"AKU LAKI-LAKI! BRENGSEK!" teriak Deidara akhirnya. Tidak terima karena gendernya dipertanyakan. Enak saja! Walau cantik begini, Deidara itu kan lelaki sejati.

Sementara Sasori yang sudah terlanjur berbunga-bunga sama sekali tidak menghiraukan teriakan Deidara, jangankan menghiraukan, mendengar saja tidak.

.

Naysaruchikyuu

.

.

Bruak!

Tepat saat berbelok, Naruto menabrak seseorang. Mereka berdua sama-sama terdorong mundur walau tidak sampai jatuh. Naruto cepat-cepat memasang kuda-kuda, emosinya langsung naik ke ubun-ubun saat melihat siapa orang yang sudah ditabraknya. Jantungnya yang sudah berdebar cepat dengan keringat dingin mengucur deras disekujur tubuhnya itu seolah dikejar waktu. Naruto sedang tidak punya banyak waktu.

Lain Naruto, lain Sasuke. Ia justru memasang wajah datar lalu menyeringai saat melihat si blonde, menghentakkan kakinya beberapa kali lalu mengangkat dagunya angkuh. Menatap sosok berkeringat di depannya meremehkan.

"Berubah pikiran?" Tanya Sasuke dingin.

"Dalam mimpimu, brengsek!"

Buk!

Satu tendangan Naruto bisa di tahan Sasuke, tendangan itu langsung mengarah ke pipi kanan wajah super tampannya. Sasuke yang sudah lebih siaga itu menarik kaki Naruto lalu kemudian memutarnya ke atas. Naruto yang tidak siap kakinya patah langsung melompat-memutar lalu mendarat dengan selamat.

"Ahh… kau hanya bisa mengerahkan pasukanmu. Takut melawanku… sialan?" Naruto mencibir. Ia mendelik pada orang-orang di belakangnnya yang mendadak berhenti berlari. Segan saat melihat Sasuke berdiri di depan mereka.

"Takut?" beo Sasuke terhina. Ia mengangkat sebelah alisnya lalu terkekeh. "Aku raja, dan terlalu mulia untuk menghadapi manusia sampah sepertimu. Men-ji-ji-kan!" imbuhnya semakin sombong.

Walau tersinggung Naruto tetap ikut terkekeh, berusaha tidak terbawa suasana yang semakin panas. Berhadapan dengan Sasuke langsung ada fungsinya juga. Ia bisa mengistirahatkan tubuhnya sebentar dari kejaran manusia-manusia yang kini sudah punya hobi baru. mengejar dan membullinya.

"Aish… itu alasan yang sering dilontarkan para pengecut!" Naruto semakin memanasi. Ia tahu sebenarnya Sasuke juga sudah mulai terbakar. Sedikit lagi… sedikit lagi Sasuke pasti akan lebih marah padanya. "Ayo… lawan aku."

"Kau!"

"Sudahlah Namikaze!" Gaara yang sejak tadi berdiri diam di samping kanan Sasuke mulai bicara. Berusaha menengahi. Tidak mau si blonde itu terus-terusan dibully. Sekalipun raut lega di wajahnya memang cukup kentara. Ia senang karena si blonde ternyata tidak apa-apa. Luka-lukanya kemarin itu tidak terlalu parah. Malahan sudah bisa masuk sekolah. "Pergilah ke kelasmu!"

"Gaara!" desis Sasuke murka. Ia mendelik dan meng-glare Gaara tidak suka. Gaara bergeming, ia hanya menatap Naruto dengan sorot datarnya, sedikit menggerakkan kepalanya mengisyaratkan agar Naruto menuruti perintahnya.

Naruto tersenyum dalam hati. Ia senang karena di antara F4, masih ada orang waras seperti Gaara. tanpa memedulikan Sasuke yang kini menggeram jengkel, Naruto bersiul-siul lalu berjalan santai melewatinya, berbisik merdu di telinga Gaara sekilas mengucapkan kata terima kasih sebanyak-banyaknya. Yah! Ini kedua kalinya Gaara menolongnya bukan?

"Dan kalian… kembali ke kelas, ini waktunya jam pelajaran!" kata Gaara dingin. Membuat semua orang yang hendak mengejar Naruto lagi itu bergidik ngeri. Mau tidak mau, mereka harus menuruti perintah sang Sabaku.

Sasuke diam saja, ia berbalik lalu menatap Gaara aneh. Tidak menghiraukan Itachi di sisinya yang lain itu sedang bersandar ke dinding sambil menonton sesuatu di i-padnya. Memasang handsfree agar hanya dirinya sendiri yang bisa mendengar suara dari i-pad itu.

Ada yang bisa menebak apa yang ditonton Itachi?

Yups! Itu adalah salah satu video bokep dari actrees idolanya. Mikabi…

"Sebenarnya ada apa denganmu Gaara?" Tanya Sasuke aneh. Ia memicingkan matanya menatap intens sang Sabaku muda. "Kau berbeda…"

"Ini sudah waktunya jam pelajaran Sasuke." Gaara yang kebingungan dengan tingkahnya sendiri menjawab seadanya. Berusaha tetap mempertahankan raut wajah datarnya. Tidak ingin membuat Sasuke curiga dan semakin banyak bertanya, memojokannya. "Mereka harus masuk kelas."

"Ga-"

"Sasuke!" potong Itachi yang ternyata masih bisa menguping pembicaraan SasuGaa yang menguarkan atmosfir tidak enak. Sasuke dan Gaara menoleh pada Itachi yang masih menunduk menatap i-padnya. "Gaara benar, bully si pirang saat jam istirahat saja."

"Tapi Itachi-"

"Mereka… adalah calon pembantu kita Sasuke!" kata Itachi sambil menghela napas, "Para calon kacung Uchiha Group!" imbuhnya sadis.

"Dan Uchiha… sama sekali tidak membutuhkan kacung yang bodoh! Perusahaan kita bisa rugi. Jadi… biarkan mereka belajar jika memang waktunya belajar. Ini untuk kebaikan kita semua juga kan?"

Kalah telak! Walau sering memperbudak Itachi, tapi Sasuke sama sekali tidak pernah bisa membantah kata-katanya. Itachi… selalu mengutarakan hal bijak namun bisa diterimanya. Membuat Sasuke tidak punya lagi alasan untuk membantah.

"Yasudahlah! Kita juga kembali ke kelas!" kata Sasuke akhirnya. Walau jengkel, ia tetap menuruti pendapat Itachi dan Gaara.

Well… sekali pun Sasuke tidak akan pernah mengakuinya…

.

Naysaruchikyuu

.

.

Naruto berdiri dari bangkunya, ia sudah memasukan seluruh buku-bukunya ke dalam ransel, siap berlari saat melihat gerombolan Suigetsu sudah berkumpul dan saling berbisik hendak mulai membully. Begitu Asuma hendak keluar, Naruto segera melangkah menghampirinya, membuat si guru killer itu sedikit mengernyit karena tingkahnya.

Melihat itu Sui hanya tersenyum jengkel, ia memberi isyarat pada teman-temannya agar berjalan mengikutinya. Mereka mulai membuntuti Naruto yang keluar dari kelas. Ikut berlari mengejarnya saat Naruto mulai mempercepat langkahnya, menubruk setiap orang yang berani menghalangi jalannya.

Bruk!

Saat berbelok, lagi-lagi Naruto harus menabrak seseorang. Ia benar-benar mengutuk dirinya yang hari ini sudah dua kali menabrak orang, dan sialnya... ia selalu saja menabrak orang yang sama. Orang yang paling harus bertanggung jawab karena insiden pembulliannya.

"Kenapa kau suka sekali menabrakku sih?" tanya Naruto jengkel. Ia mendengus saat Sui cs kembali menghentikan pengejaran mereka. "Kalo memang naksir bilang saja!" imbuhnya narsis. Membuat Itachi yang berdiri di samping Sasuke itu langsung mengambil selangkah mundur, ia menatap Naruto sengit.

Sedangkan Naruto hanya mencibir saat melihat tingkah Itachi yang mendadak lebih ekspresif. Tapi hanya sedetik, sebelum Sasuke berkata, "Kau tahu, kau itu orang paling menjijikkan yang pernah kulihat." Ia mengeluarkan cairan antiseptik dari saku jasnya lalu menyemprotkannya pada Naruto. Membuat Naruto bersin-bersin.

"Atas dasar apa aku harus menyukai makhluk aneh sepertimu? Lagipula... kita sama-sama lelaki." Sasuke mendesis jijik. "Dan... sekali pun harus homo, tentunya aku pilih-pilih dan hanya cocok dengan orang yang sepadan." Imbuhnya sambil sedetik melirik Itachi.

Itachi yang mulai mengalami alarm gay incest syndrom itu semakin bergidik ngeri. Ia sedikit menjauhkan dirinya dari Sasuke. Tidak berminat dengan hubungan sesama jenis apalagi incest. Itachi masih menaruh minat besar pada Mikabi. Ia bahkan sudah ada rencana liburan musim panas kali ini akan mengajaknya berkencan.

"Kau memang menyebalkan, ya?" Naruto tersinggung. Walau dia tidak tertarik pada Sasuke dan sadar diri kedudukkan mereka memang tidak sepadan, tetap saja ia merasa direndahkan. "Wajah brengsekmu itu memang cocok dengan kelakuanmu."

"Apa pedulimu?"

"Jangan bilang kau jatuh cinta pada kakakmu sendiri."

Grep!

Mendengar celotehan Naruto tanpa sadar Itachi naik pitam, tidak berpikir dua kali, ia langsung melayangkan kaki kanannya hendak menendang wajah Naruto. Tapi dengan gerakan yang tak kalah cepat, seseorang menangkap kakinya, bibir tipisnya menyeringai sambil memasang wajah setan andalannya.

"Hati-hati dengan tingkahmu Ita-chan!" kata pemuda bersurai orange kemerahan itu sambil menggeleng sok prihatin. Ia melepaskan cengkeramannya saat Itachi menarik kembali kakinya, menatapnya horor karena masih tidak yakin dengan pendengarannya.

A-apa dia bilang?

Ita-chan?

"Siapa kau?" bentak Itachi marah. Ia menatap si orange itu nyalang, ia sudah sangat bernafsu. Bernafsu untuk membunuh orang di depannya itu. Sementara Sasuke, hanya diam tetap memasang wajah datar andalannya, sekalipun tidak dapat dipungkirinya, ia memang sedikit speechless karena ada orang yang bisa menangkap tendangan Itachi.

"Introduce myself..." pemuda itu tersenyum sok ramah. "My name is Namikaze Kyuubi."

Hening!

"Aku gay... dan aku adalah penggemar beratmu sejak dulu, mulai hari ini... kau menjadi kekasihku, Ita-chan."

Kedip

Kedip

Ked-

"KAU PIKIR KAU ITU SIAPA?!" teriak Itachi dengan wajahnya yang semakin menatap Kyuubi horror. Ia mengambil langkah mundur saat Kyuubi berusaha mendekat. "Menjauh dariku, brengsek."

"Honey..."

"KUBILANG MENJAUH DARIKU! AAAARGGGGGHHH!"

Dan Kyuubi, hanya tertawa dalam hati saat melihat Itachi lari tunggang langgang menjauh darinya, tidak peduli pada semua orang yang hanya menatapnya aneh bercampur kaget. Tidak ada yang menyangka memang bahwa seorang Itachi... ternyata adalah homophobia akut.

"Well..." kata Kyuubi, kali ini ia menatap Sasuke sinis. Ditatap dengan sorot sedemikian membunuh, tanpa sadar Sasuke menelan ludah ngeri. Hatinya mengutuk Itachi yang memilih melarikan diri, meninggalkan dirinya menghadapi iblis di depannya ini. "Kau Uchiha Sasuke?"

"..." Sasuke tetap diam, ia hanya menatap Kyuubi datar. Berusaha tidak terlihat takut.

"Aku akan membalasmu dan orang-orangmu itu."

"..."

"This is new fair games." Kyuubi menyeringai, ia mundur beberapa langkah lalu menarik kerah baju Naruto. Menyeretnya yang langsung dibuntuti oleh Shukaku.

Tebese

Oke, di chap ini Nay udah panjangin banget loh. Jadi jangan pada protes yooo... hehehe.

THE BIG THANKS FOR MY REVIEWERS :

urfan, AsHa Lightyagami kisslicksucks, naabaka, alma . blue, Jisung Hwang, Euishifujoshi, Riza, Baka Mamarthy, dhea . namikaze10, tiwi, namikaze miku, Akira Naru-desu, Yamaguchi Akane, TheBrownEyes'129, Vermthy, Guest(3),Calico Neko, reincanz anquezz, stefarakyuuchan, Qhii0110, Reviewer Nyasar, 7D, MyLullaby's, Billaster, Iians Troui, Guest(2),

Indahyeojasparkyuelfsaranghae Kim Hyun Joong, Amach cie cerry blossom,Neroritsu, mae and jae-chan, kinana, ana . karina . 12576, Augesteca, devilojoshi, Rizuki is stupid Uchiha, NiMin Shippers, Frilia269, Azure'czar, Wookie, Malachan12, who am I, Sung so joon, who am I, ceve, Namikaze Hikari, Toples kaca, ukkychan, 989seohye, Astri407, Karin Vulpecula Bluesky, RaFa LLight S . N amega futteiru, Kiyomi Hikari, kkhukhukhukhudattebayo, LaChoco Latte,

IndoSedSarSupMie Ichiraku, Achiez, aya-chan, Sasunaruchan, Guest(1), Dee chan - tik, dame dame no ko dame ku chan, miszshanty05, madness break, Uzumaki Prince Dobe-Nii, Nametaku, himawari . wia, Icha Clalu Bhgia, tsamadzah

Balesan review:

Akira Naru-Desu bilang, ia lagi suka sama pair GaaNaru, apa Nay minat bikin ff pair mereka? Nay udah bikin kok. Tapi GaaNaruko. Hehehe

Salam kenal juga Malachan, Jisung Hwang,

Sasuke kok kayaknya lebih lemah dari Naruto? No body perfect Minna. Nay di fic ini gak ada sosok yg sempurna. Itachi aja yg sayang adik sama kuat banget punya kelemahan. hehehe

Yamaguchi Akane tanya, chara di sini sinting2 gak? Dia maunya banyak adegan anehnya. Oh, kalo itu tergantung tingkat kewarasan Nay pas nulisnya aja. Hehehe. Makasih udah bilang fic Nay bagus2.

Pertanyaan dari TheBrowneyes'129 My Lovely Uke dilanjut gak? Mph... kayaknya sih dilanjut, tapi gak tau kapan? Soalnya Nay lagi keseringan kena WB. Hehe

Reincanz anquezz say: alurnya kayaknya kecepetan. Aduh, kalo masalah itu kan objektif ya? Kalo biasa baca yg perchapnya panjang2 emang pasti mikir gitu. Soalnya kan fic Nay itu dijatah perchapnya paling banyak 3k. Kecuali yg The Kings Of Uzumaki Kingdom mungkin. Hehehe

Panjangin ceritanya dong. Ini udah Nay panjangin loh

Gaara kayak Ji hoo? Emang iya. Hehe

Kapan Sasu suka Naru? Ngh... Nay belum tau. Kayaknya ini fic bakalan agak panjang. Nay gak mau buru2. Lagian kan rated T. Jadi nyantai. Hahahaha

Untuk saran dari MyLullaby's, Kyuubi kan emang masuk sekolah Naruto and bantu ngelawan F4. Tapi kalo buat punya alat2 aneh rasanya Nay malah inget ficnya Kak KucingPerak. Hehehe. Untuk itu mungkin Nay gak pake. Soalnya di sini Kyuubi jenius pun bukan ilmuwan. Hohoho

Iians Troui akhirnya bisa review... hehehe. Ini emang rate T and mungkin kapan2 ada lime. Mungkin. Hohoho

Makasih buat Guest yg udah jelasin masalah bento itu. Nay baru ngerti. Hehe. Itachi OOC? Ngh... di sini lebih OOC lagi. Hahaha

Neroritsu ask : Apa perusahaan Namikaze bisa lebih besar dari Uchiha? Ngh... kayaknya enggak deh. Soalnya di ff ini Nay berusaha banget pengen nekenin real worldnya, jadi gak terlalu absurd. Secara Uchiha kaya banget sedangkan Minato Cuma punya travel. Jadi Uchiha tetep yg terkaya. Hehe

Kinana say : aura semenya pada kurang kerasa. Ngh? Di sini kan emang scene SN masih pada dikit2. Nay mau nonjolin karakter agak kesusahan, soalnya kebatas sama jumlah worldnya. Huahahaha. Mau manjangin lagi rasanya kok males banget ya?

Scene shukagaa apa bakalan kocak? Ngh... belum tau. Kita liat nanti. Apa kiba jadi temennya Naru? Kayaknya di sini enggak deh. Apa Kushina ma Mikoto fujoshi? Itu juga enggak. Kan jarang2 gitu ada orang yang seneng anaknya jadi gay kan Kinana? Hehehe.

Buat devilojoshi, oh, yg jun pyo kecelakaan itu? Gak bakalan ada kayaknya. Nay kan berusaha banget walo judul sama ma inti alur sama, tapi gak sampe runtutan ceritanya juga sama. Jadi semua yg ada di BBF asli 80% gak bakalan ada di fic ini. Hehe. Kalo untuk trio pecinta F4 kayaknya gak ada juga. Hahaha

Salam kenal juga Rizuki is stupid Uchiha, Sasuke dinistain kalo udah ada Kyuubi. Hahaha

Azure'czar minta ni fic jangan genre hurt. Tenaaaang. Gak kok. Hehehe

Wookie, buat fic Nay yg lain selama belum ada warning DISCONTINUE pasti ada harapan dilanjut. Hehehe

Malachan12 salam kenal juga say. Hehe

Who am I ask : yg pertama bikin F4 siapa? Kayaknya udah dibahas di chap sebelumnya kan? Yg bikin Sasuke.

Kapan Sasu cemburu sama GaaNaru? Nay belum tau. Kan mereka masih saling benci. Hehe

Khukhukhukhudattebayo, di sini gak ada scene Naruto disuruh dirape, pada takut ama dia. Hahahaa. Kalo masalah kenapa Kyuubi gak suka Uchiha, alasannya kan Uchiha ngebully Naruto.

To IndoSedSarSupMie Ichiraku, ini kan cerita YAOI say, ato BoyXBoy, MaleXMale, CowokXCowok. Jadi emang dari pairingnya aja kan udah ketauan yg pacaran cowok sama cowok lagi.

For Achiez, WB alias Writers Block itu artinya bisa dibilang penulis yg kehilangan inspirasi.

Dee chan – tik, aku udah biasa dicipok Naru, jadi gak ngefeel ma Sai. Hohoho

Apa dichap selanjutnya Naruto masih dibully? Masih dong. Kalo gak dibully nanti ending. Hahaha

Kyuubi awalnya sekolah di mana? Dia dapet beasiswa di London

Apa GaaNaru bakalan jadi deket? Pasti dong. Hehehe

Himawari . ria tanya, apa Namikaze group bakalan bangkrut? Gak kok. Mungkin? Hehe

Deidara kok kesannya lembek? Oh, belum kok. Hehe

Kalo di BBF asli kan ibunya Junpyo yang jahat, di sini siapa? Oh, di sini kan para orangtua gak bakalan terlalu ikut campur. Lagian ini fic ringan, jadi problemnya pun gak berat2. hehe

Betewe, beberapa readers ada yg bilang fic ini reviewnya udah rame, jangan lari dari tanggung jawab dong! Aduh, gini ya minna. Nay itu punya fic multichip bukan ini doang. Tiap fic punya readersnya sendiri yg masing2 juga pengen dilanjut. Meski Nay juga gak bisa ngelanjut semua sama rata sih. Muahahahahaa. Tapi-tapi kan Nay juga punya kesibukan di dunia real #ngeles. Intinya sih, Nay bakalan berusaha nyelesain fic ini, walo postingnya telat.

Yosh! Ini balesan buat semua review. Yg gak kesebut namanya, itu artinya pertanyaan kalian juga ditanyain sama minna yg lain. Kalo ada yg gak kejawab Nay mohon maaf. Soalnya ini udah ngabisin lebih dari 800world. Hahaha

Makasih reviewnya semua... jangan bosen ngasih review ya, biar Nay juga makin semangat ngelanjutnya.

Mind to Review?

RnR peliiiis?