Previous Chapter~
Sehun terus saja menghubungi jongin. Ia ingin membantu kekasihnya untuk mencari baekhyun kembali. Saat sehun menjemput jongin di rumah kecil jongin, tidak ada siapa-siapa disana. Sepi dan kosong.
Sehun ingin saja membanting ponselnya kalau saja ia punya banyak ponsel untuk cadangan. Pasalnya, ia menghubungi jongin sedari tadi dan jongin tidak mengangkat panggilan sehun. Sehun mulai geram, ia lebih memilih untuk mencari baekhyun sendirian dan meninggalkan tempat tinggal jongin.
Kalau saja sehun tau rumah jongin tidak di kunci dan masuk ke rumah jongin, maka ia dapat menemukan tumpukan tulang belulang yang menggunung dengan darah segar maupun kering yang masih menempel pada tulang tersebut.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
NIGHTMARE
Main Cast :
Byun baekhyun
Park chanyeol
Support cast :
Xi luhan
Oh sehun
Do kyungsoo
Kim jongin
Junmyeon
Yixing
Kawanan Samjok-o/?
Ibu baekhyun/?
GARING ! ABAL-ABAL ! NGGA SERU ! MBOH OPO MENEH/?
NIGHTMARE
NC AREA ! NO CHILD ! /NGAA SADAR DIRI LU THOR :''V
POKOKNYA YANG NGGA SUKA CHANBAEK ENA ENA JANGAN BACA
SKIP AJA GAPAPA NC NYA JUGA GA BAKAL HOT
AING MAH SETRONG/?
Baekhyun menutup wajahnya ketika chanyeol sudah mengambil ancang-ancang untuk menyetubuhinya. Ini adalah pengalaman pertama baekhyun dalam hal sex. What the hell ! baekhyun masih sekolah, dan dia masih suka payudara perempuan. Bukan seperti sekarang, ia harus berada di bawah dan mendesah agar permainan ini cepat selesai.
Chanyeol menatap baekhyun lama terlebih dahulu. ia tau, ini adalah pengalaman pertama baekhyun. Maka dari itu, ia akan membuat baekhyun merasa relax dan tidak terlalu takut saat ia berada di dalamnya.
Tangan baekhyun nampak bergetar. Ia benar-benar siap fisik, tapi tidak dengan hatinya. Ia sudi melakukan hal ini karena ia ingin kembali bersama ibunya dan terbebas dari rumah keparat ini.
Tangan besar chanyeol meraih tangan baekhyun, meletakkannya di leher chanyeol dan kini,mata baekhyun bertemu dengan mata biru yang menenangkan itu. Baekhyun menghela nafas, berusaha menenangkan diri lagi, tapi ia tidak bisa. Perasaan gugup menyelimuti dirinya.
''kenapa lama sekali? Cepat lakukan,chanyeol.''
Chanyeol menyeringai tajam. Baekhyun ngeri melihat senyuman itu. Matilah kau, byun baekhyun. Chanyeol mengira dirimu sudah terlalu nafsu dengannya.
Chanyeol langsung saja menyambar bibir baekhyun dengan gairahnya yang sudah mencapai ubun-ubun. Baekhyun membelalakkan matanya, ia tidak siap. Bibir chanyeol begitu hangat dan memabukkan, membuat baekhyun memejamkan mata dan mengikuti alur permainan yang di buat chanyeol.
Tangan baekhyun sudah melingkar sempurna di leher chanyeol. Mengelus rambut chanyeol untuk memuncakkan kembali libido chanyeol. Baekhyun melakukan hal ini karena bukan ia menyukainya, tapi ia ingin agar hal ini cepat selesai. Itu saja.
''cpkhh cpkhh.. eumhh,''
Suara decakan yang di timbulkan oleh dua benda kenyal ini menghiasi seisi ruangan. Baekhyun mengeratkan pelukannya, memperdalam ciuman chanyeol yang ia akui begitu menggairahkan.
Lidah chanyeol mulai mencoba untuk melilit lidah baekhyun. Mengajaknya perang untuk bertukar saliva dan menghangatkan goa mulut baekhyun. Baekhyun terlena akan ciuman dan sentuhan chanyeol. Sungguh, baekhyun mulai menyukai hal ini.
Chanyeol terus melumat bibir baekhyun tanpa ampun. Ia memiringkan kepalanya ke kiri dan kekanan untuk mencari kenikmatan di bibir manis milik baekhyun. Ia kecanduan, dan sudah tidak sabar lagi. Miliknya sudah menegang di bawah, seakan-akan berteriak ingin masuk kedalam hole hangat baekhyun.
Baekhyun kualahan, ciuman chanyeol benar-benar ganas dan panas. Pasokan oksigennya mulai habis, entah ini ciuman keberapa, baekhyun tidak begitu ingat. Semua pikirannya hanya ada chanyeol chanyeol dan chanyeol.
''cppkkhhh..hhh..hh..''
Ciuman itu berakhir sudah. Chanyeol menyeringai puas ketika melihat wajah baekhyun nampak merah merona dengan keringat dingin membasahi pelipisnya. Begitu cantik dan sexy, membuat chanyeol benar-benar tidak tahan.
Sedangkan baekhyun, dengan susah payah menghirup udara sebanyak-banyaknya. Oksigen yang ada di paru-parunya seakan-akan dihisap habis oleh chanyeol. Baekhyun kerasukan setan, karena ia ingin sekali melanjutkan permainan ini.
Kini, bibir chanyeol bergerak turun ke leher baekhyun. Menciuminya dengan lembut, membuat baekhyun kegelian campur sensasi nikmat yang ia rasakan. Tubuhnya memanas, reflek ia menjenjangkan lehernya agar chanyeol dengan mudah menyesapi leher mulus miliknya.
Bibir chanyeol tidak berhenti main, ia terus mengecupi leher mulus baekhyun dengan nafsu. Kemudian, perlahan bibir itu merambat naik menuju telinga baekhyun. Mengulum telinga baekhyun dengan sensual, membuat baekhyun kembali merasakan sensasi geli dan nikmat secara bersamaan.
''aku akan bermain lembut, tenang saja. Kali ini, kau hanya perlu diam dan ikuti alurnya,''
Bisikan chanyeol seperti menghipnotis dirinya. Spontan, baekhyun mengangguk pasrah dan chanyeol kembali dengan aksinya.
Chanyeol mulai melucuti pakaian baekhyun. Ia melepas baju dan celana baekhyun dengan cepat, membuat baekhyun merasa malu karena dia telanjang bulat saat ini. Sedangkan chanyeol belum melepas bajunya.
''kenapa hanya bajuku yang di lepas? Bajumu juga,''
''lepaskan,''
''a-apa?,''
''kau tuli?,''
''b-baiklah, aku akan melepaskannya. Tidak romantis sekali,''
Baekhyun juga mulai melepaskan pakaian chanyeol dan mereka telanjang bulat bersama. Baekhyun membulatkan matanya, tubuh chanyeol benar-benar sexy luar biasa. Abs nya berbentuk sempurna, dan junior chanyeol yang begitu besar membuat baekhyun menggeleng pelan, begitu menggoda dan membuat baekhyun tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia begitu terpana dengan semua yang chanyeol miliki.
Bibir chanyeol turun ke bawah, menghisap nipple mungil baekhyun, membuat baekhyun membusungkan dadanya. Chanyeol terus menghisap kedua nipple yang menegang itu secara bergantian.
Tangan baekhyun meremas kuat sprei putih tak berdosa itu. Dirinya sudah tidak tahan, chanyeol benar-benar menggoda. Ia ingin langsung ke permainan inti.
''eunghhh..chanyeol-ah, bisakah kita langsung ke inti? Aku shhhh…sudah tidak tahan lagihhhh,''
Chanyeol menyudahi hisapan nya di nipple baekhyun. Matanya beralhir melihat wajah baekhyun yang memerah sempurna, benar-benar cantik dan menggoda. Lihatlah wajah yang terangsang itu, membuat chanyeol sudah tidak sabar.
Chanyeol menganggukkan kepalanya pelan, kemudian ia membalikkan badan baekhyun spontan. Baekhyun mulai menungging, dan tanpa permisi junior chanyeol langsung masuk ke dalam hole hangat baekhyun, membuat baekhyun merasakan sakit yang amat sakit dan perih secara bersamaan.
Baekhyun menangis, dirinya begitu penuh dengan chanyeol saat ini. Milik chanyeol benar-benar sakit dan mungkin saja holenya robek, tangannya mencengkeram kuat bantal putih untuk melampiaskan rasa sakitnya.
''shhh, bergeraklah, eunghhh, cha-chanyeolhhh,''
Chanyeol menuruti semua permintaan baekhyun. Ia mulai bergerak maju mundur dengan perlahan, membuat baekhyun kembali merasakan sakit nya lagi. Gerakan chanyeol lambat laun makin cepat. Baekhyun sampai terhentak-hentak dan terdengar suara decitan ranjang yang ikut menghiasi kegiatan panas mereka.
''shhh, ku semptihh baek, ouuhhh ini nikmat, bitchh,''
''ahh ahh eungghh,''
Desahan baekhyun maupun chanyeol makin mengeras. Chanyeol mulai menurunkan badannya dan mengecupi leher baekhyun dengan ganas, membuat baekhyun merasakan sensasi nikmat kembali.
Baekhyun menyempitkan lubangnya, agar chanyeol mencapai klimaksnya. Genjotan chanyeol membabi buta, dan membuat baekhyun merasakan titik kenikmatannya.
Baekhyun sudah mencapai klimaksnya, cairan spermanya juga darah keperjakaannya sudah membasahi sprei putih polos itu. Di susul oleh chanyeol, ia mencapai klimaksnya dan menembakkan spermanya jauh dalam diri baekhyun. Membuat baekhyun merasakan ada ribuan kupu-kupu berterbangan menggelitik perutnya. Sungguh sesi percintaan yang luar biasa.
Baekhyun langsung ambruk begitu saja, sedangkan chanyeol mulai berbaring di samping baekhyun dan memeluk tubuh mungil yang kelelahan itu. Baekhyun berusaha mengontrol nafasnya yang tak beraturan, ia lelah, dan ingin tidur. Tapi sebelum memejamkan mata, ia merasakan chanyeol memeluk baekhyun dan berbisik di telinganya.
''sepertinya, aku tidak bisa berpisah denganmu, bagaimana kalau aku ikut ke rumahmu dan kita akan tinggal bersama?,''
''a-apa?,''
NIGHTMARE
Pihak kepolisian mulai menyerah. Mereka belum menemukan jejak baekhyun sama sekali. Mereka berpendapat bahwa baekhyun di culik atau di bawa keluar negeri, membuat kyungsoo menolak keras pendapat konyol itu. Kenapa dunia ini makn lama makin sinting?
Kyungsoo selalu mengecek keadaan ibu baekhyun setiap malam. Ia khawatir melihat ibu baekhyun yang makin lama seperti mayat hidup. Ibu baekhyun terus saja menggenggam ponsel baekhyun dan terus mengatakan, dimana anakku, dimana anakku. Membuat kyungsoo merasa iba setiap harinya.
Malam semakin larut, dan kyungsoo memutuskan untuk membeli bahan-bahan persediaan rumah untuk ibu baekhyun sebelum ia meninggalkannya sendirian. Kyungsoo pergi ke supermarket sendirian, karena Luhan tidak bisa menemaninya dikarenakan acara keluarga.
Saat kyungsoo ingin kembali ke rumah baekhyun, ia melihat ada seorang laki-laki sedang berjongkok dan memakan sesuatu. Kyungsoo memasuki gang tersebut, penasaran dengan apa yang ia lihat dari kejauhan. Ia ingin melihatnya dari dekat.
Kyungsoo menjatuhkan kantung belanjaannya ketika melihat pria itu berusaha memakan manusia yang tubuhnya sudah hancur entah bagaimana bentuknya, kyungsoo tidak bisa mendeskripsikannya.
Laki-laki itu menoleh, kemudian ia berlari dengan cepat, meninggalkan kyungsoo dan mayat itu. Kyungsoo mendekati mayat tersebut, dan benar-bnar tragis. Tangannya sudah terlepas dari tubuhnya, kakinya tinggal satu, dan tulangnya mencuat keluar membuat kyungsoo membekap mulutnya sendiri.
Karena langit agak mendung, kyungsoo tidak begitu jelas melihat monster apa tadi yang berusaha memakan mayat ini. Tapi kyungsoo mengingat matanya. Pancaran matanya sangat kyungsoo kenal. Seperti, kyungsoo sangat dekat dengan pancaran mata itu.
NIGHTMARE
''bibi, maafkan aku jika aku terlalu lama, aku…''
''kyungsoo? Yaaa kyungsooooo ! Aku merindukanmuuuuu !''
Kyungsoo tercengang ketika melihat baekhyun kembali memeluknya. Kyungsoo masih terdiam, tidak percaya dengan apa yang dialaminya saat ini. Ya, baekhyun sudah kembali.
''b-baek? Kau kembali?,''
''iya, aku sudah kembali. Jadi jangan khawatirkan aku lagi ya.''
''dimana bibi?,''
''ibu? Ibuku memasak bersama chanyeol,''
''chan-chanyeol? Siapa chanyeol?,''
''dia-''
''aku kekasih byun baekhyun,''
Kyungsoo terlonjak kaget ketika melihat chanyeol datang membawa piring dan gelas ke meja makan. Kyungsoo melihat chanyeol dari atas sampai bawah, chanyeol begitu tinggi dan agak aneh. Ya, itulah pendapat kyungsoo pertama kali melihat sosok chanyeol.
''kyungsoo? Sudah pulang? Ayo makan bersama, untuk menyambut kepulangan baekhyun. Ayo duduk, chanyeol duduklah. Baekhyun ! Duduk,''
''iya bu iya,kenapa ketika menyuruhku tidak manis sekali,''
Kyungsoo senang, senang bukan main ketika melihat ibu baekhyun kembali menjadi segar seperti dulu. Ia tidak habis fikir, bagaimana bisa baekhyun kembali dengan mudah? Bukankah dia di culik? Dia juga pulang bersama pria aneh.
''kyungsoo, kenapa diam? Kau masih terkejut dengan kedatanganku, ya?,''
Kyungsoo tersadar dan menggelengkan kepalanya sambil tersenyum aneh.
''aku memang sempat diculik, tapi chanyeol menyelamatkanku dan membawaku pulang bersamanya. Aku masih trauma berjalan keluar, jadi aku ikut chanyeol saja.''
Kyungsoo menatap chanyeol, benarkah itu cerita yang sebenarnya? Kyungsoo merasakan ada keanehan di antara baekhyun dan chanyeol.
''o-oh, begitu, syukurlah kalau kau selamat. Besok kau kembali sekolah kan?,''
''untuk besok, mungkin aku tidak sekolah dulu. Mungkin lusa, aku masih trauma, ya kan chanyeol-ssi?,''
Baekhyun menekankan kata-kata chanyeol-ssi dan mendesis kearah chanyeol. Chanyeol memutarkan bola matanya dengan malas. Ia terpaksa mengangguk untuk meyakinkan kyungsoo.
Selama makan malam berlangsung, baekhyun terus saja mengoceh dan sesekali bertengkar dengan ibunya juga chanyeol, membuat kyungsoo menghembuskan nafas lega karena ia mengetahui baekhyun tidak apa-apa.
Selesai makan malam, kyungsoo memilih untuk berpamitan dengan baekhyun dan ibu baekhyun untuk pulang. Baekhyun kembali memeluk sahabatnya dan mengucapkan terima kasih karena selama dirinya tidak ada, kyungsoo lah yang menjaga ibu baekhyun.
''ibu, apa aku boleh tinggal disini?,''
Baekhyun yang sedang minum air di dapur tersedak langsung ketika mendengar ucapan chanyeol pada ibunya. Lebih kagetnya lagi, ibu baekhyun dengan senang hati menerima chanyeol, membuat baekhyun ingin memuntahkan semua isi perutnya.
''kenapa ibu mengizinkannya?,''
Baekhyun berjalan terhentak-hentak ke arah ruang keluarga karena ibunya dengan seenaknya menyuruh chanyeol tinggal disini. Ia berkacak pinggang dan menatap chanyeol tajam.
''kenapa tidak boleh? Chanyeol anak yang baik, dia juga sangat tampan. Tidak salah kan jika aku menganggapnya sebagai anak juga? Dia juga menyelamatkanmu dari malapetaka. Sudah jangan banyak protes, mulai sekarang chanyeol juga anakku. Dan dia akan tidur bersamamu.''
Mata baekhyun hampir saja keluar mendengar chanyeol akan tidur bersamanya. Kenapa malah menjadi seperti ini? Seharusnya, baekhyun sudah terbebas dari makhluk aneh ini. Tapi sekarang, dia malah makin dekat dengan chanyeol.
Ibu baekhyun berjalan ke kamar dan untuk beristirahat, mengabaikan baekhyun yang mengomel tidak jelas karena keputusan ibunya nya yang konyol.
''apa lihat-lihat? Kau puas? Kau kan punya rumah yang besar, kenapa harus tinggal di rumah ku yang kecil dan jelek seperti ini?,''
Chanyeol tersenyum tipis, ia menarik tangan baekhyun hingga baekhyun duduk di pangkuannya. Tangan kekarnya memeluk baekhyun dengan erat, nafas hangatnya menerp leher mulus baekhyun. Oh tidak, baekhyun tidak ingin melakukan hal itu lagi. Lubangnya masih terasa sakit karena chanyeol telah membobolnya.
''karena aku ingin bersamamu, sayang,''
Chanyeol meletakkan dagunya di bahu baekhyun. Ia memejamkan mata, menghirup aroma manis yang menguar dari tubuh baekhyun.
''berhenti memanggilku seperti itu,chanyeol. Aku bukan kekasihmu, dan kita tidak akan menjadi sepasang kekasih.''
''kenapa,hm?,''
''mmm, kenapa ya? Pokoknya tidak akan,''
''kalau begitu kata tidak dalam kalimatmu akan kuhapus dengan cepat.''
''dalam mimpimu!''
Suasana kembali menjadi hening. Baekhyun menelan salivanya kuat-kuat, ia tidak suka posisi ini. Membuatnya terlihat sedikit lebih manis dalam kungkungan chanyeol. Chanyeol masih setia memejamkan matanya dan menghirup aroma manis baekhyun.
''baek?,''
Baekhyun menolehkan kepalanya sedikit.
''apa aku boleh ikut bersekolah denganmu?,''
''A-APA?,''
''bisakah kau kecilkan suaramu yang cempreng itu,sayang? Ibu sedang tidur di kamarnya,''
''hey, itu ibuku bukan ibumu!''
Terlihat chanyeol terdiam dan perlahan melepaskan pelukannya. Apa baekhyun salah bicara?
Baekhyun berdiri, beralih dan duduk di samping chanyeol dengan wajah yang sedikit agak cemas. Apa baekhyun menyinggung chanyeol? Baekhyun sendiri tidak tau dimana orang tua chanyeol.
''m-maafkan aku chanyeol, aku tidak bermaksud untuk menyinggungmu. Kau boleh menganggap ibuku sebagai ibumu juga, maaf jika aku menyakiti hatimu dengan perkataanku tadi,''
''tidak apa. Besok, aku akan bilang ke ibu kalau aku juga ingin sekolah denganmu,''
''APA? YAKKK CHANYEOL ! KU TARIK KATA-KATAKU TADI !''
NIGHTMARE
''baekhyun kembali? Tapi kenapa dia tidak sekolah? Aku merindukannya,''
''besok dia baru sekolah. Aku juga merasa ada yang aneh dengan baekhyun. Kenapa dia pulang dengan cepat? Maksudku, dia bisa pulang kapan saja kan kalau dia baik-baik saja seperti itu? Trauma dengan penculikan itu hanyalah trauma untuk anak anak sekolah dasar.''
''sudahlah kyungsoo. Jangan terlalu difikirkan. Aku tau, kau sangat mencemaskan baekhyun. Begitu juga denganku dan yang lain. Seharusnya kita senang kan kalau baekhyun bisa kembali dengan selamat?,''
''hmm, baiklah. Mungkin aku hanya terlalu khawatir dengan baekhyun. Anak itu memang sangat ceroboh.''
''hey, kalian berdua. Kenapa suka sekali menggosip?,''
Asik berbicara berdua, tiba-tiba sehun dan jongin datang menghampiri bangku kyungsoo dan luhan. Kyungsoo nampak memperhatikan jongin dari atas sampai bawah. Benar-benar aneh. Sejak awal, ia mencurigai jongin, seperti ada yang mengganjal dalam diri jongin, sama seperti saat ia melihat chanyeol untuk pertama kalinya.
''kenapa melihatku seperti itu, sayangku? Kau terpesona denganku,hm?,''
Jongin yang dengan tidak sopannya langsung memeluk kyungsoo dari belakang dan mengecup pipi kyungsoo sekilas. Kyungsoo langsung menyikut perut jongin dengan keras sampai terdengar rintihan dari mulut jongin.
''jangan panggil aku dengan kata menjijikkan itu. Aku tidak suka,''
Sehun menghampiri jongin, menepuk bahu jongin bermaksud untuk memberi semangat kepada jongin.
''kalian tidak tau? Baekhyun sudah kembali,''
Ucapan luhan membuat sehun dan jongin menoleh kepada luhan.
''benarkah? Kenapa bisa? Dimana dia ditemukan?,''
''kata kyungsoo, dia pulang sendiri bersama seorang pria. Siapa tadi namanya kyung?,''
''siapa ya? Aku lupa,''
Sehun dan jongin yang awalnya penasaran langsung memutarkan bola matanya dengan malas melihat cengiran dari kyungsoo. Tak lama setelah itu, bel masuk berbunyi. Sehun dan jongin kembali ke tempat duduknya, membuat kyungsoo melihat jongin dari belakang.
''aneh,''
NIGHTMARE
Kamar baekhyun hancur berantakan, karena chanyeol memaksanya untuk bercinta lagi dengan baekhyun. Baekhyun jelas menolaknya, karena milik chanyeol benar-benar besar dan memuat selangkangannya mati rasa setelah melakukan hal 'itu'.
Baekhyun melempari chanyeol dengan semua benda yang ada di kamar baekhyun. Mulai dari yang ada di ranjangnya seperti bantal, guling, bahkan figura fotonya. Semua ia lempar ke arah chanyeol agar chanyeol berhenti mengejarnya.
Chanyeol mengalah, baekhyun benar-benar gesit dan ganas jika sedang marah seperti ini. Ia memutuskan untuk tidur dan mengabaikan baekhyun yang kembali mengomel, sampai akhirnya baekhyun ikut tertidur di samping chanyeol.
''pagi my princess,''
Chanyeol berusaha mengecup bibir baekhyun, tapi baekhyun segera menutup mulutnya dengan tangannya.
''apa? Kau panggil aku princess? Aku laki laki, kau tidak lihat saat kita bercinta aku memiliki sama seperti kepunyaanmu?,''
''setidaknya milikku jauh lebih besar darimu,''
''t-terserah kau saja. Jangan panggil aku princess, atau aku akan membunuhmu,''
''alasan klasik, nyonya Chanyeol.''
''a-apa kau bilang?,''
''sudahlah, aku mau mandi. Atau kita mandi bersama?,''
''keparat ! mandi saja sendiri,''
Baekhyun langsung bangun dan meninggalkan chanyeol sendirian dikamar. Chanyeol mengendikkan bahunya, dan lebih memilih untuk membersihkan badannya yang lengket dan kotor.
Baekhyun berjalan ke arah dapur dan mendapati ibunya sedang memasak. Ia mengambil pisau yang ibunya bawa untuk memotong sayuran, dan menggantikan posisi ibunya bermaksud untuk membantu.
''chanyeol sudah bangun?,''
Baekhyun memanyunkan bibirnya.
''sudah, dia mandi sekarang.''
''suruh dia pakai pakaian ayahmu. Pasti sangat cocok,''
''ibu?,''
Ibu baekhyun hanya berdeham.
''apa ibu akan menyekolahkan chanyeol juga?,''
''memangnya kenapa ? kan bagus anak anak ibu menjadi terpelajar nantinya,''
''ibu tidak akan mengerti,''
''hust diam, bantu saja ibu memasak, tidak usah banyak bicara.''
Baekhyun mempoutkan bibirnya. Ia melanjutkan memotong bahan bahan yang di gunakan untuk ibunya memasak sarapan pagi ini.
Hanya butuh waktu 15 menit, sarapan pagi sudah siap dimeja makan. Baekhyun dan ibunya sudah duduk manis di meja makan, menunggu chanyeol yang sedari tadi belum keluar dar kamar baekhyun.
''baek? Coba susul chanyeol, suruh dia agak cepat.''
Baekhyun mengangguk dan berdiri, berjalan menuju kamarnya. Saat tangannya membuka pintu kamar, nampak chanyeol berpakaian santai dengan handuk kecil di lehernya. Rambutnya mulai mengering, dan baekhyun terpaku melihat chanyeol memang tampan, seperti kata ibunya.
Chanyeol menghentikan aktifitasnya untuk mengeringkan rambut dengan handuk kecilnya. Ia melihat baekhyun yang agak menganga melihat wajahnya yang luar biasa tampan. Chanyeol tersenyum tipis, ia mendekatkan wajahnya dan kembali mengecup bibir manis baekhyun, membuat baekhyun membelalakkan matanya dan mendorong bahu chanyeol.
''kenapa melihatku terus? Kau terpesona denganku?,''
''t-tidak, ah sudahlah. Ayo makan, aku dan ibu sudah memasak untuk sarapan,''
Baekhyun menelan rasa gugupnya. Ia tidak mau terlihat memalukan dengan wajah memerahnya di depan chanyeol. Ia berjalan mendahului chanyeol, kemudian chanyeol mengikuti baekhyun dan mereka makan bersama dengan suasana yang santai.
NIGHTMARE
Baekhyun kembali, kembali kesekolahnya lagi. Baekhyun benar benar merindukan sekolah tercintanya ini. Sudah berminggu minggu ia tidak masuk, karena ia menjadi budak chanyeol.
Baekhyun melangkahkan kakinya menuju kelas, sedangkan chanyeol sudah berada di ruang guru untuk menentukan dimana kelasnya nanti.
Kyungsoo dan luhan yang mengetahui baekhyun masuk kelas langsung saja memeluk baekhyun dengan erat, membuat baekhyun terkaget awalnya, kemudian mereka semua tertawa.
''baek ! kau kembaliiii ! aku senang sekali,'' pekik luhan dengan senangnya.
''aku juga merindukan rusa kecilku ini,''
''baek? Kau sungguh kembali? Wah aku tidak percaya ini,''
Baekhyun meninju bahu jongin cukup keras.
''jadi kau tidak senang jika aku kembali?,''
''bukan begitu, hanya saja agak aneh melihat kelas terisi olehmu lagi,''timpal sehun dengan jongin yang tertawa keras.
''bajingan kau, albino !''
''hey, kalian baru bertemu kenapa bertengkar seperti ini? Oh iya baek, aku sudah merangkumkan catatan selama kau tidak masuk, nanti istirahat aku berikan catatannya.''
Baekhyun langsung berhambur memeluk kembali kyungsoo dengan erat.
''iya baek, aku sudah menganggapmu sebagai saudaraku sendiri.''
Bel masuk berbunyi, semua murid di kelas baekhyun kembali duduk di tempatnya. Han saenim mulai masuk kekelasnya, bersamaan dengan murid bertubuh tinggi dan tampan di belakang han saenim, membuat nafas baekhyun tercekat.
''selamat pagi, anak anak. Kali ini kalian kedatangan teman baru,''
''chanyeol, salam kenal.''
Tatapan mata itu bertemu. Sudah lama ia tidak menemukan nya,, sekarang ia menemukan apa yang di suruh pemimpnnya. Menimbulkan seringaian tipis di bibirnya, membuat kesan menyeramkan ada di wajahnya. Sangat berbeda dari wajah konyolnya.
''kau akan mati, chanyeol!''
NIGHTMARE
Halooooooooooo akhirnya chapter ini selesai juga /peluk sehun/
Gimana nc nya? Ga hot kan ya? Maklum authornya masih labil jadi belum bisa bikin nc yang hot kkk~
Masih ada typo? Ga kan ya? Ahhh kutau tanganku ini ga selihai yang kalian kira /elapingus/
Yang udah baca nc nya, jangan kecewa ya kalo ga hot maaf banget maaf /bow/
Oh iya readers, kalau misalkan author update nya lama maafkeun ya
Bentar lagi author masuk sekolah full day lagi jadi yaa agak nyebdat/?
Udah ah cuap-cuapnya, yang mau deket sama author add aja Dinnda Byun II :''V
Last, review please *-*
