Brother Prisoner
©Blue Exorcist Kazue Kato
Story by Me
Warning: Crossdressing!Rin, Yandere Yukio, Hide!Rin, No Bashing.
Brother Zone
Semakin lama Rin semakin bosan dirumah besar itu namun Yukio masih saja melarangnya untuk kemanapun lama-lama semuanya terasa mencurigakan bahkan kali ini Rin juga akan mencari tahu secara diam-diam. Hari ini Yukio sedang libur dan juga kebetulan tidak ada misi jadi sepanjang hari ini dia hanya diam bersama Rin dirumah itu.
"Nii-san bisakah kau berhenti menatapku sepeti itu". Kata Yukio rishi.
"Tidak bisa! Kau mencurigakan dank au juga menyebalkan". Kata Rin.
"Ayolah hal apa yang membuatmu curiga?". Tanya Yukio kalangkabut namun tetap tenang.
"Kau selalu bilang aku akan bisa bertemu teman-teman saat aku sembuh tapi sekarang aku sehat tapi kau selalu saja menyebutku belum pulih dan jujur saja obatmu hanya membuatku lemas saja". Kata Rin panjang lebar.
"Itu hanya efek samping saja dan juga daripada kau aku lebih tahu kesehatanmu aku adalah doktermu". Jawab Yukio tenang.
"Tidak! Yukio untuk pertama kalinya bagiku kau berbohong aku sudah mengenalmu dari kecil". Kata Yukio.
"Memangnya kau tahu apa Nii-san bahkan saat aku melakukan pelatihan Exorcist diusia tujuh tahun kau sama sekali tidak tahu bahkan saat kita SMP kau pernah melihat jas Exorcistku kan tapi kau percaya saja kalau itu hanya jaket baruku". Kata Yukio tersenyum menyeringai.
"Baiklah aku akui kalau aku memang tidak peka dan bodoh untuk menyadarinya itu karena terlalu percaya padamu tapi kali ini aku tidak percaya lagi padamu sebelumnya kau dan Otou-san juga membohongiku selama delapan tahun". Kata Rin.
"Jadi kau masih marah soal itu". Kata Yukio.
"Tidak, percuma marah karena kau akan selalu mendapat mendapat cara untuk membuatku bungkam akan tetapi kurasa kau mulai berubah". Kata Rin.
"Oh ya? Dibagian mana Niisan?". Tanya Yukio kalem.
Dalam hati Yukio yakin kalau Rin mulai mencurigainya.
"Entahlah Yukio saat aku melihatmu saat ini kau seperti bukan Yukio semenjak aku menjadi manusia utuh lagi kau malah menjadi mengurungku". Kata Rin.
Yukio mencoba tersenyum saja seperti biasa namun yang dikatakan Rin memang hampir benar walaupun sebenarnya Yukio memang sudah mengharapkan mendapatkan Rin untuknya sendiri jauh sebelum itu.
"Dan Yukio aku mau pulang aku sangat kangen teman-temanku dan juga aku belum berterima kasih pad Hendrick sensei yang mengajariku agar bisa lulus ujian". Kata Rin.
Kerutan didahi Yukio seketika muncul dan jujur saja dia ingin sekali berteriak membentak Rin karena menyebut nama Hendrick diakhir.
Kenapa dari semua yang kudengar harus nama itu yang kau ucapkan
Tapi Yukio yang seorang poker face hebat dia menutupinya dengan senyumnya.
"Ngomong-ngomong sedekat apa Niisan dengan Hendricksan bukankah kalian baru kenal beberapa bulan?". Tanya Yukio.
"Entahlah Yukio saat sidang Grigori itu dia ikut membelaku padahal kami tidak saling kenal dan gagasannya tentang sisi manusia dalam diriku entah kenapa aku mengaguminya dan tak kusangka dia juga kebetulan Exorcist yang ditransfer kejepang.
"Oh benarkah". Kata Yukio cemburu.
"Ya!. Dan juga dia satu-satunya guru selain dirimu yang peduli padaku dan dia juga mau mengajariku dengan sabar dan juga dia menawarkan diri untuk mengajariku secara privat bahkan dengan pelajaran diluar Exorcist". Kata Rin berkata dengan antusias.
"Jadi apa kau suka padanya?". Kata Yukio.
"Entahlah". Kata Rin memerah Yukio mengepalkan tangannya dengan marah.
"Bagaimana dia menurutmu". Kata Yukio.
"Dia keren dan baik". Kata Rin antusias lagi.
"Ha Ha Ha". Kata Yukio tertawa lemah.
Hening sesaat Rin tersenyum-senyum mengingat Hendrick tapi Yukio nampak marah dan Rin tidak menyadarinya.
"Ngoomong-ngomong Yukio, Kulihat kau selalu punya banyak penggemar tapi adakah diantara mereka ada kau suka". Kata Rin memecah keheningan.
"Kurasa tidak ada". Kata Yukio lemah.
"Tapi aku menyukai seseorang tapi dia sama sekali tidak menyadarinya padahal aku dekat denganya". Kata Yukio.
Sejenak Rin berpikir.
"Itu pasti Shiemikan aku tahu kau kenal dia lebih lama dariku". Kata Rin.
Yukio hanya terdiam mendengar apa yang dikatakan kakaknya yang tidak menyadari bahwa orang yang Yukio suka adalah dirinya sendiri.
"Jika kau menyukainya cobalah mendekatinya perlahan dan juga aku yakin kau sangat cocok dengannya". Kata Rin.
"Bukan Nii-san bukan dia". Kata Yukio.
"Lalu siapa?". Kata Rin.
"Kau akan tahu nanti, aku tak sabar untuk mendapatkannya Nii-san". Kata Yukio tiba-tiba saja memeluknya.
"Kau masih seperti anak kecil Yukio seingatku kau memeluk terakhir kali saat kecil". Kata Rin mengusap punggung Yukio.
Ekspresi Yukio hampa kata-kata Rin memang telah membuat cemburu dan juga disisi lain juga terasa mendukungnya untuk melakukan cara yang lebih jauh.
"Nii-san apa kau ingat saat kecil kau selalu membelaku, memanjakanku, dan menuruti apapun keinginanku apa sekarang kau masih begitu". Kata Yukio.
"Tentu saja Yukio aku akan selalu begitu apa yang tidak untukmu". Kata Rin.
"Aku senang kalau begitu". Kata Yukio senyumnya mengembang namun terasa menyeramkan.
Melepaskan pelukannya Rin terlihat bersemangat.
"Baiklah Yukio ayo makan sesuatu bagaimana, kau makan apa?". Kata Rin.
Rin telah berdiri dan akan kedapur tapi tangan Yukio menahannya.
"Tunggu Nii-san". Kata Yukio.
"Aku ingin jujur padamu". Kata Rin.
"Baiklah apa itu Yukio". Kata Yukio.
"Begini Nii-san apa kau janji mengabulkan keinginanku". Kata Yukio.
"Baiklah kau ingin apa". Kata Rin.
"Aku ingin dirimu". Kata Yukio.
"Ha. Apa maksudmu". Kata Rin tak mengerti.
"Yang kusukai adalah Nii-san sejak kecil". Kata Yukio mendekat namun Rin mundur ketakutan.
"Kau bercandakan". Kata Rin.
"Tidak Nii-san aku sangat mencintaimu sejak kecil aku selalu mengagumimu". Kata Yukio menempelkan telapak tangan Rin kedadanya Rin bisa merasakan detak jantungnya yang sangat kencang hal yang membuatnya ketakutan.
"Hmm Yu-yukio kau kan populer diantara para gadis dan juga bukankah tidak normal kalau kau denganku". Kata Rin.
Yukio tetap diam saja dengan ekspresi senyumnya yang dingin. Melihatnya membuat Rin merinding dia merasa ingat beberapa bulan lalu sebelum dia kembali menjadi manusia Yukio juga sempat menunjukan wajah itu, ancang-ancang Rin ingin sekali lari sekuat tenaga namun tangan Yukio dengan cepat menariknya hingga membanting keranjang mereka.
"Yu-Yukio. Apa yang kau lakukan". Kata Rin ketakutan.
"Hal yang sangat kuinginkan dari dulu". Kata Yukio.
"Yukio kumohon jika kau ingin lakukan saja dengan seorang gadis". Kata Rin mulai meneteskan air matanya.
Yukio malah mengusap air mata dipipinya saat itu Rin dengan kuat mendorongnya tapi usahanya gagal karena kembali mendorongnya lebih kuat kali ini Yukio lebih kuat dari Rin dan dapat Rin rasakan kalau tenaga Yukio membuatnya punggungnya kesakitan.
"Yukio kau mau apa sebenarnya". Kata Rin.
"Aku ingin memilikimu". Kata Yukio mencoba membuka kancingnya.
Rin memberontak namun dengan cepat Yukio mengikatkan dasinya hingga tangan Rin terikat di dashbor ranjang.
"Kau tahu kita suadarakan jadi tolong henti hummf". Kata Rin terpotong Yukio menciumnya dengan paksa dan Rin mengunci mulutnya rapat dan Yukio mencubit nipplenya agar Rin membuka mulutnya dan berhasil Yukio bisa memasukan lidahnya.
"Nii-san kau bilang mau memberikan segalanyakan". Kata Yukio dengan senyum psikopatnya,
"Yukio kenapa harus aku, aku ini saudaramu". Kata Rin.
"Aku sangat mencintaimu Nii-san dan aku tak ingin kau dimiliki siapapun". Kata Yukio dan aku ingin diterima olehmu.
"Aku akan mengabulkan keinginanmu apapun itu tapi ini aku tidak bisa kau adikku dan aku menyukai orang lain". Kata Rin menangis.
"Apa kau tidak mencintaiku?". Kata Yukio.
"Aku sangat menyayangi Yukio". Kata Rin Yukio senang mendengarnya
"Karena kau adik kesayanganku". Kata Rin.
"Apa kau hanya anggap aku adikmu". Kata Yukio.
"Ya". Kata Rin.
Wajah Yukio tertunduk beberapa saat dan Rin melihat tetesan air mata dari wajah Yukio sampai Yukio kembali menatap Rin kemnbali senyuman psikopat itu menatapnya dengan jarak sangat dekat Rin sangat ketakutan.
"Tapi aku ingin lebih dari itu Nii-san". Kata Yukio mencumbui lehernya Tubuh Rin meronta.
Beberapa bercak merah tertinggal dileher Rin tangisannya sangat semakin keras seumur hidupnya Rin tak pernah menyangka adiknya sendiri akan melakukan ini padanya dan kini kecupan berada didada kirinya dan tangannya kananya memilin nipple satunya, lenguhan sakit dan desahannya terdengar mengisi ruangan itu dan Yukio semakin bersemangat saat itu dia akan melepas celana Rin.
"Jangan Yukio! Kumohon padamu!". Kata Rin wajahnya penuh air mata.
Namun Yukio tak memedulikannya dan mencium kembali bibirnya sampai Rin sadar tubuhnya telah naked dan Yukio mengakhiri ciumannnya.
"Yukio tolong hentikan". Kata Rin.
"Tapi tubuhmu menginginkannya Nii-san". Kata Yukio melihat bagian itu mulai menegang.
Rin mencoba menutup kakinya sedangkan Yukio mulai melepas pakaiannya saat itu Rin benar-benar tak kuasa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Aku senang Nii-san walaupun kau menolakku". Kata Yukio menindihnya dan membuka kaki Rin yang dilingkarkan dipinggangnya.
Rin menutup mata dan memalingkan wajahnya dari Yukio namun Yukio tidak suka dan memaksanya melihatnya dan menciumya kasar jarinya telah mencoba memasukinya.
Uhh- ahhh ahhh
Air mata semakin deras tak kala merasakan sakit saat jari Yukio memasukinya terutama saat Yukio menambah jarinya tak lama Rin mendapatkan klimaksnya dan Yukio mengeluarkan jarinya menyisakan Rin yang lemas dengan napasnya memburu Rin tahu bahwa penderitannya belumlah berkhir.
"Nii-san bertahanlah ini pasti akan sakit". Kata Yukio menciumnya keningnya yang berkeringat.
Yukio mengangkat sebelah kakinya dan mencoba memasukinya dan terasa sakit sekali tapi setidaknya Yukio telah memberinya pelumas menahan sakitnya dengan menarik dasi yang mengikatnya menbuat tangannya merah.
"Yukio! Kunohon hentikan itu sa kh uh kit". Kata Rin.
Berhasil memasukinya Yukio terdiam sesaat.
"Yukio aku membencimu". Kata-kata itu terlontar tanpa Rin sadari.
Yukio mulai bergerak dengan perlahan sambil mencium Rin lagi dan Rin menjadi membalas ciumannya sebagai pengalih rasa sakitnya beberapa lama kemudian akhirnya mereka mendapatkab klimaksnya saat itu Rin langsung jatuh tertidur atau lebih tepat pingsan sedangkan Yukio tidur disampingnya sambil memelumnya peluh membasahi tubuh mereka.
"Nii-san kuharap setelah ini kau akan menganggapku lebih". Kata Yukio.
Hari-hari berlanjut sejak malam itu juga Yukio mengubah hidup Rin dan Rin juga seolah kehilangan identitasnya.
"Nee-san kau sangat cantik". Kata Yukio mengusap seseorang
Namun seseorang itu tak menanggapinya wajahnya kosong bersandar didada Yukio penampilannya benar-benar Lolita katakan saja dia seperti boneka.
Author Note
Lama gak ketemu dengan kalian kuharap kalian jangan anggap saya tak akan melanjutkan ff saya ini maka dari itu review kalian ditunggu dan saya harap ff ao no exorcist bahasa indonesia makin banyak dan tolong dilarang bashing. Dan saya juga update dua sekaligus dengan Polysitemia.
