March, 14th
Jika kata orang-orang white day itu adalah saat dimana orang yang menyukaimu memberikan hadiah balasan dari valentine kemarin, maka definiskan ulang jika kamu menjadi diriku.
Gara-gara buku light novel Mayuzumi senpai tidak sengaja ketumpahan kopi milikku, sekarang aku jadi berada di toko buku untuk mencari buku yang sama persis. Dan karena aku sebagai orang yang buta tentang light novel, jadi kami janjian bertemu di depan stasiun untuk membelinya bersama. Tapi kenapa di detik-detik terakhir, yang muncul malah Akashi dan aku mendapat pesan dari Mayuzumi kalau mendadak ada urusan.
"Lalu light novelnya gimana? Aku kan tidak tahu apa-apa, senpai."
"Tanya saja pada Akashi. Dia tahu kok bagaimana light novel yang kamu rusakkan itu."
Aku melirik Akashi yang tidak memasang ekspresi apapun. Dari semua orang yang diutus Mayuzumi senpai, kenapa harus Akashi?
"Baiklah senpai. Tapi jangan salahkan aku jika bukunya nanti salah ya."
"Iya." Dan mana aku tahu jika ada konspirasi tingkat tinggi dibalik hadirnya Akashi sekarang. Ini baru awalnya, karena kejadian di hari ini yang membuatku merubah pandangan tentang white day.
.
.
.
.
.
Karena white day bukan hanya tentang membalas kasih sayang pada orang yang mencintaimu, tapi juga memperlihatkan bagaimana sebenarnya sifat seseorang padamu.
.
.
Fourteen
Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi
School life, lil OOC, typos. Tidak mengambil keuntungan profit dalam pembuatan fanfic ini. Saya tidak sanggup memasangkan Akashi dengan chara perempuan di fandom ini karena saya cinta Akashi sepenuh hati #nak
Akashi Seijuuro x YOU (terserah bagaimana interpresentasi kalian dengan ini, yang jelas saya pakai first POV)
Fourteen © tsaforite
.
.
"Benar bukunya yang ini, Akashi-san?"
"Hm."
Aku menatap light novel yang berada di tanganku sekarang. Rasanya kemarin bukan ini cover light novel yang aku rusak. Tapi kata Akashi benar, ya sudahlah. Mungkin mataku kemarin salah lihat atau memori pengingatku yang salah.
Aku beranjak menuju bagian lain toko buku dan berharap menemukan sesuatu yang bisa aku baca. Mungkin aku memang tidak tahu tentang light novel, tapi aku suka membaca novel terutama novel terjemahan. Komik juga oke, doujin juga sih. Tapi sekarang ada Akashi dan aku tidak mau menjatuhkan imej perempuan baik yang tampak tidak tahu apa-apa tentang dunia perhumuan.
Lalu mataku menangkap pemandangan itu. Saat itu, rasanya waktu terasa berhenti dan aku sempat lupa bagaimana cara bernafas. Bukankah itu— bukankah itu pacarku? Lalu kenapa bersama sahabatku? Dan kenapa mereka bergandengan tangan?
Jadi kecurigaanku selama ini benar?
Aku segera berbalik dan menyerahkan buku-buku yang sejak tadi aku pegang dan mengarang alasan yang tepat agar Akashi tidak curiga. "Akashi-san, aku titip ini ya. Aku mau ke toilet."
Aku tidak mendengarkan apapun yang dia katakan selanjutnya karena aku sudah berlari keluar dari toko buku. Aku berlari, terus berlari mengejar pasangan pengkhianat itu. Langkahku terhenti saat menemukan mereka berdua. Namun aku tidak bisa melangkah kesana, seolah kakiku terpaku begitu saja dan memaksaku untuk melihat adegan itu.
Mereka berciuman.
Mataku memanas. Pandanganku buram. Pikiranku kacau. Otakku hanya bisa merancau 'Kenapa? Kenapa? Kenapa? Kenapa?'
"Menangislah." Suara itu masih milik orang yang sama. Suara itu masih sama, memerintah. Dan bodohnya aku menurutinya. Aku tidak bisa memikirkan kenapa Akashi berhasil menyusulku, kenapa aku bisa dipelukannya, kenapa aku bisa mendengar suara kedua pengkhianat itu sebelum akhirnya bungkam oleh perkataan Akashi, "Dia milikku. Ada masalah?"
"Akashi-san... Kenapa?" ucapku lirih, masih belum bisa menghentikan air mata yang terus keluar dari mataku.
Akashi tidak menjawab apapun. Aku tetap menangis dalam diam. Akashi tidak melepaskan pelukannya. Aku menulikan telingaku jika beberapa orang terang-terangan membicarakan kami dan mengira kami tengah mengalami masalah serius.
Dan kenapa aku mendengarkan detak jantung yang tidak karuan padahal kami berdua hanya berdiam diri?
Fourteen March : End
WHAIII IMM DOOO THIIIS?! *tutup paksa blacky* *eh jangan ding* #digamvar
Makin pendek? Jangan ditanya kenapa, karena saya sendiri juga gagal paham :") #lah #siapayangnuliswoii
Dan semoga saja kalian memaafkan saya di chapter selanjutnya karena saya sadar banget kalau ini chapter kependekan. Jadi tolong jangan shock kalau update dua chapter ya. Sekalian bayar hutangan :"D #lukiraoponak #digamvarmassa
Minat gamvar saya di kotak review? #heeh #digamvarbeneran
tsaforite
16/04/2014
P.S: Blacky itu nama laptop saya yang dikasih pas ultah ^^
