Rating : T

Genre : Romance/Drama

Cast : Cho kyuhyun, Lee sungmin dan cast akan bertambah seiring bertambanhnya chapter.

Warning : fanfiction ini milik saya. Typo(s), garing, dan lain lain. Happy reading ^


.

.

.

.

.

Hanbonman ne mamul durojwo
every day every night I am missing you
ne gyothe obsodo ijen bol su obsodo
onjena ne mamen togathun noingol

Sambil bernyanyi kecil, namja berkaca mata tebal melewati koridor sekolah dengan santai, dengan wajah yang seperti biasa –ekhm– sangat dingin, dan tas ransel coklat dipunggungnya . Dan jangan lupakan buku sejarah yang ada ditangannya. Decitan sepatu hitam dengan sedikit warna putih itu menggema memenuhi koridor.

"Kyuhyun !"

Decitan sepatu terhenti seiring terhentinya langkah kyuhyun karna sebuah suara yang memanggilnya. Kyuhyun tahu suara siapa itu. Suara yeoja yang selama ini menjadi satu satunya teman di kelasnya (ia hanya punya sedikit teman karna penampilannya yang culun), yeoja yang menjadi alasan mino membullynya (mino mencintai yeoja itu), yeoja dengan paras cantik, kaki indah, hati lembut, dan mata yang cantik.

Dengan gerakan perlahan kyuhyun membalik tubuhnya menghadap yeoja yang memanggilnya tadi.

"ada apa?"

Dengan teman baiknya sekalipun, kyuhyun masih mempertahankan muka datarnya. Muka yang sedatar muka Patrick si bintang laut merah muda.

Yoona, si yeoja, sudah kebal dengan muka datar kyuhyun, kyuhyun memang seperti itu orangnya. Mengabaikan muka datar kyuhyun, alih alih yoona mengambil sesuatu di ransel ungunya. Sebatang coklat putih dengan kacang almond didalamnya. Dengan gerakan imut (tapi tidak seimut sungmin) yoona meraih telapak tangan kyuhyun dan meletakannya disana.

"ini untukmu."

"oo" dengan tidak berdosanya kyuhyun berjalan tanpa mengucapkan terima kasih dan tak memperdulikan yoona dibelakang. Yeoja itu tersentak saat kyuhyun berjalan meninggalkannya. Dengan segera dia menyusul kyuhyun dan menyamai langkah besar kyuhyun.

"kyuhyunnie~ nanti ada acara kah?"

"tidak, sepertinya."

Muka yoona sumringah mendengar jawaban kyuhyun "nah kalau begitu, nanti aku kerumahmu ya? Aku rindu cho ahjumma dan hankyung oppa, boleh kan?"

"boleh saja."

Mungkin orang lain akan berfikir kyuhyun memiliki sikap dingin dan mukanya tidak punya banyak ekspresi, tapi kyuhyun tak ambil pusing, dia merasa biasa saja karna memang seperti inilah sifat sebenarnya. Kyuhyun kurang suka bergaul dan membuang waktu dengan berkumpul dengan teman atau kegiatan lainnya. Dia lebih suka menghabiskan waktu dengan bermain game atau membaca buku di kamar kesayangannya. Atau mungkin juga bernyanyi dan bermain harmonica. Jarang orang yang tahu kalau kyuhyun memiliki suara yang merdu karna kyuhyun jarang menunjukkannya. Tapi jika kalian sudah mendengar suaranya, hati kalian akan bergetar dan seolah merasa di dunia ini hanya ada kalian, kyuhyun, dan suara nyanyian kyuhyun. oke ini berlebihan tapi itulah kenyataannya. Bahkan guru kesenian kyuhyun sewaktu SMP pernah menjadi fans fanatic kyuhyun saat ia menyanyikan lagu Missing You. Setiap hari guru kesenian itu selalu mengikuti kyuhyun (bahkan ke toilet juga diikuti) dan memintanya menyanyi. Sampai akhirnya kyuhyun pindah sekolah karna merasa risih dengan tingkah guru gila itu.

"yess ! baiklah nanti aku kerumahmu, tunggu aku–"

"Yuhuuu ! kyuhyun !"

Suara sungmin. Kyuhyun tahu itu. Langkahnya kembali terhenti yang juga membuat yoona berhenti.

"hey kyuhyun, pulang sekolah ikut aku, donghae, dan hyukkie ke mall ya? Oke? Tak ada penolakan !"

"YA! Memangnya kau siapa kyuhyun hingga memaksanya begitu eoh? Kyuhyun sudah terlanjur memiliki acara denganku." Sergah yoona sinis. Tangannya bernafsu ingin mencakar muka namja sok imut dihadapannya ini, memuakkan! Sok sok deket kyuhyunNYA. Yah kira kira begitulah pemikiran yoona.

"YA ! kau siapa huh? Kenal saja tidak tapi sudah membentakku. Lagipula apa apaan biacaramu tadi? Memangnya kau siapanya? Dasar squidward berambut"

"MWO ?! berani beraninya kau mengataiku squidward, aku teman kyuhyun ! mau apa hah?"

"bersyukurlah kau kupanggil squidward berambut, bagaimana kalau aku memanggilmu botak huh?. cih, kau baru jadi temannya saja bangga. Kau tak tahu aku? Aku adalah supermannya ! mau apa hah?"

Yoona melotot, sungmin melotot, kyuhyun melotot, squidward melotot, rumput mulai bergoyang. Oke ini ngawur.

"YA ! diamlah ! membuat malu saja." Kyuhyun mulai melanjutkan langkahnya yang tadi sempat tertunda.

"hey kyuhyun ! aku serius, kamu harus temani aku ke mall."

"tidak ! kyu kan aku mau kerumahmu~" manja yoona sambil bergelayut di lengan kyuhyun. jelas saja itu membuat sungmin bertransformasi menjadi ikan fugu.

'sial! Dasar yeoja genit ! kyuhyun is MINE! Dengan senang hati aku ingin sekali membenturkan kepala yeoja itu ke aspal, menjambak rambutnya, membelah kepalanya, mengeluarkan otaknya dan aku jadikan santapan makan malam haha.' Batin sungmin.

"kalian berisik! Yoona kau ke rumahku kapan kapan saja, aku ikut sungmin ke mall, aku sekalian ingin beli kaset anime."

"YEAAAAAAAAAAAAY ! ye ye kyuhyun ikut aku ! ye ye ye! Oke kyuhyun aku tunggu diparkiran nanti ya, dan yoona huft….." sungmin menghela nafas sok dramatis dan mukanya sok sedih, tangannya juga diletakkan dibahu yoona. "aku mengerti sobat, kau pasti kecewa karna kyuhyun menolakmu. Ayolah yoona, ini bukan akhir dari segalanya, aku yakin kau menemukan yang terbaik. Yang tabah, bung. Yang tabah."

"jangan sok dramatis ! menjijikan! Kyuhyun~ kau teg – eh? kyu? Kyuhyun?." yoona celingak celinguk mencari kyuhyun yang tiba tiba menghilang dari hadapannya. Kemana kyuhyun? seperti setan saja.

"pffffffftttt POOR YOU ARE ! ahahahaha."

"hentikan ketawa memuakanmu itu, sungmin ! oh oh oh rupanya kau mencintai kyuhyun eoh? Jangan harap kyuhyun akan membalasnya ! kyuhyun masih normal, tidak sepertimu."

Sungmin mulai menghentikan tawanya. "oh ya? Aku memang mencintai kyuhyun, lalu kenapa? Dan dari mana kau tahu kyuhyun masih menyukai yeoja? Siapa tahu saja dia sama sepertiku. Kau hanya memanas manasi aku agar aku menjauh dari kyuhyun kan? Kau mencintai kyuhyun kan?

"kalau iya kenapa? Merasa tersaingi?"

"aku? tersaingi? Tentu jawabannya tidak ! kau. Bukan. Apa. Apa. untukku." Jawab sungmin sambil menujuk-nunjukan jari telunjuknya tepat didepan muka yoona, setelah itu berlalu begitu saja dari hadapan yoona dengan senyum manis yang menurut yoona sangat meremehkan.

"kau baru saja menyatakan perang pada orang yang salah, sungmin. Lihat apa yang akan terjadi, kyuhyun hanya milikku. Bukan milik namja gay sepertimu." Gumam yoona bermonolog dengan seringai menakutkan di bibir pinknya.

.

.

.

Sudah hampir 4 jam 4 namja itu di mall. Mengitari seluruh sudut mall dan membeli apapun yang menurut mereka menarik. Jangan salah, jaman sekarang banyak namja yang hobi belanja seperti yeoja, tapi ya bedanya mungkin kalau yeoja setiap hari kalau namja hanya diwaktu tertentu saja. Sebenarnya yang sangat aktif berbelanja disini hanya manusia gusi atau bisa dipanggil hyuk jae. Manusia gusi itu terlihat asyik melihat lihat barang dengan kantung belanja yang menumpuk ditangannya. Sedangkan 3 namja lain hanya pasrah mengikuti arah hyukjae sambil membantu (dengan terpaksa) membawa barang bawaan namja gusi itu. Berdoalah setelah ini kaki mereka masih aman menempel ditubuh mereka. Bahkan donghae sudah siap siap memesan kaki palsu jika seandainya kakinya benar benar copot dari tempatnya.

"hyukie chagi~ aku lelah tahu." Rengek donghae.

"tapi aku masih mau membeli sepatu putih untuk dance clubku." Jawaban hyukjae berhasil membuat bibir donghae tambah maju.

"Yak gusi ! aku lelah tahu T^T, lihat kyuhyun ! mukanya sudah melas begitu, apa kau tidak kasihan?"

Semua mata tertuju pada kyuhyun. lihatlah betapa menderitanya wajah melas itu.

Merasa diperhatikan, kyuhyun segera membenahi wajah melasnya menjadi wajah dingin dan sok cool.

"hah…arraseo kita pulang. Donghae, apa selelah itu?" Tanya hyukjae khawatir saat melihat wajah lelah donghae. Tangannya terangkat untuk mengusap lembut wajah tampan kekasihnya. Donghae tak menjawab, mukanya terlihat sangat menikmati belaian lembut tangan hyukjae.

"kyuhyun, ada yang ingin kamu beli lagi? kalau tidak, ayo kita pulang."

"tidak ada."

"hey sungmin, kenapa kau memanggil kyuhyun dengan sebutan 'kamu', sedangkan memanggil kami dengan sebutan 'kau'?" celetuk hyukjae tiba-tiba

"hyukie chagi, kau seperti tidak tahu saja, sungmin kan hanya memanggil dengan sebutan 'kamu' pada orang yang dicintainya, satu-satunya orang yang dipanggil 'kamu' oleh sungmin itu hanya sungjin, dan sekarang kyuhyun."

"OMO ! apa itu berarti sungmin mencintai kyuhyun? begitukah hae?" Tanya hyukjae polos.

"yap, jawaban yang tepat."

"omo ! apa itu berarti sungmin tidak mencintai kita, hae? Hiks sungmin jahat sekali !" mata hyukjae mulai berkaca-kaca. Donghae yang melihatnya mulai panic dan berusaha menjelaskannya. Sedangkan kyumin? Entahlah, dari tadi mereka hanya diam tapi dapat dilihat wajah keduanya merona.

"he-hei sudahlah, ayo pulang. Hyukkie berhenti menangis ! cengeng sekali." Cetus sungmin menengahi.

Hyukjae mengerucutkan bibir mungilnya "yasudah ayo pulang."

"aku ke lantai 4 dulu, aku lupa membeli kamus jepang, kalian duluan ke parkiran saja." Kata kyuhyun tiba-tiba.

Sungmin tersenyum senang. Kesempatan untuk berdua dengan kyuhyunnya ada didepan mata kekeke. "kalau begitu aku ikut, aku juga ingin membeli buku kumpulan soal."

"yasudah kalian berdua pergilah sana, aku dan donghae tunggu di parkiran." Dan pasangan eunhae itu berlalu dari hadapan kyuhyun dan sungmin.

"nah ayo kita ke lantai 4 ^o^." Seru sungmin girang. Kyuhyun hanya menatapnya datar dan mereka mulai memasuki lift yang kosong.

Mereka tampak canggung saat berduaan di lift. Terkadang kelereng mata sungmin melirik kearah kyuhyun dengan hati-hati, dan kyuhyun yang memang dasarnya tidak peka ya cuek bebek aja. Hingga sebuah suara mengintrupsi. Liftnya seperti terlonjak kebawah dan tiba tiba diam begitu saja. Lampu dalam lift juga mulai nyala mati nyala mati. Membuat kyuhyun dan sungmin kalap seketika.

"ada apa? apa liftnya konslet?" tanya kyuhyun tanpa ada yang menjawab. Sungmin sibuk dengan kepanikannya.

"liftnya mati? Liftnya mati ! kyuhyun ! liftnya mati ! bagaimana ini? Tolong ! siapapun tolong kami ! kami terjebak." Sungmin mulai menggedor pintu lift. Gedorannya semakin brutal membuat kyuhyun khawatir.

"sungmin ada apa denganmu? kamu malah menyakiti tanganmu."

Sungmin menoleh kearah kyuhyun dan menggenggam bahu kyuhyun erat "TIDAK ! jangan seperti ini, ini tidak boleh terjadi, kita harus keluar."

DOR DOR DOR

"TOLONG ! TOLONG KAMI !" sungmin berteriak histeris dengan peluh membasahi tubuhnya. Kyuhyun semakin bingung dengan sikap sungmin. Kenapa sungmin begitu panik?

DOR DOR DOR DOR DOR DOR

"Yaaakkk ! keluarkan kami."

DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR

"hey tenanglah ! kita hubungi petugas mall saja." Kyuhyun mulai mengeluarkan ponsel disaku celana. Sial ! ponselnya mati disaat yang tidak tepat.

"ponselku mati, pakai ponselmu saja." Panik kyuhyun.

"tapi ponselku dibawa donghae." Jawab sungmin semakin ketakutan.

Kyuhyun terduduk pasrah dilantai lift "yaisshh kita terjebak ! berdoalah mereka segera mengeluarkan kita dari sini."

"tidak ! aku tidak mau! Kyuhyun tolong aku, siapapun tolong aku, aku tidak mau disini, aku…aku tidak mau ! TIDAAAAAAAK!." Kepalanya menggeleng cepat dan perlahan tubuh mungil itu merosot membuat kyuhyun berjengkit kaget dan segera menangkap tubuh itu. Kyuhyun menyenderkan tubuh sungmin didinding lift.

Tubuh sungmin bergetar hebat, dan kyuhyun dengan bodohnya tidak tahu apa yang terjadi pada sungmin.

"sungmin kamu kenapa?"

"ssshhh…kyu-kyuhyun, aku ti-dak sshhh hosh hosh bisa berna-fas hah hah.."

"bertahan, sungmin. Apa kamu memiliki masalah pernapasan? Bernafaslah pelan pelan, jangan panik, ada aku bersamamu."

Sungmin menggeleng kepalanya pelan "ke-luarkan aku."

"sungmin…."

"tolong ! tolong keluarkan aku ! tolong aku ! aku tidak mau mati."

SLASH

Entah dari mana asalnya, percikan api mulai keluar dan membuat lampu lift yang tadinya kedap-kedip mulai mati seutuhnya. Jelas saja itu membuat sungmin seperti orang kesetanan.

"Kyaaaaaa ! hikss kyu-hyun ke-keluarkan hiks aku, kumohon."

"sungmin!"

"KELUARKAN AKU ! KELUARKAN AKU ! TOLONG ! TOLONG ! TOLONG AKU ! JANGAN BIARKAN AKU DISINI! TOLOONG !." jerit sungmin histeris.

Kyuhyun membawa tubuh basah sungmin kepelukannya. Namja berkacamata itu memeluk sungmin erat namun berusaha tidka membuat sungmin sesak nafas. Hanya pelukan menenangkan. "sshh sungmin, it's oke, I'm here."

Tubuh sungmin mulai berontak dipelukan kyuhyun dengan brutalnya, kepalanya digelengkan cepat, tangan dan kakinya mulai memukul tubuh kyuhyun. "TIDAK! TIDAK! TIDAK! TOLONG KELUARKAN AKU! Kumohon…hiks kumohon keluarkan aku, aku tidak mau mati ! kyuhyun kumohon tolong aku, aku tidak mau mati."

Tubuh sungmin mulai melemas dipelukan kyuhyun.

"hey, kenapa panik begitu? Ssstt aku akan melindungimu."

"a-aku tidak bisa bernafas hosh hosh hosh… kyu-kyuhyun kyu-yun hah hah aku akan mati, kyu..hyun ak-aku akan mati."

"sungmin tenanglah, semua akan baik baik saja, aku janji kamu akan keluar dengan selamat, jadi jangan takut." Kyuhyun mengecup puncak kepala sungmin dan membelai surai hitam itu dengan lembut.

"tapi aku akan mati hiks.."

"tidak, aku jamin kamu akan selamat, percaya padaku, kamu mengerti?"

Kyuhyun dapat merasakan anggukan kecil didadanya, tubuh sungmin masih bergetar namun sudah tidak berontak seperti tadi.

"hikss kakak…"lirih sungmin tanpa suara sebelum akhirnya kehilangan kesadaran karna pening yang melanda dan nafasnya yang sesak.

Hening

Kyuhyun merasakan tubuh sungmin melemas di pelukannya. Namja berkacamata itu menunduk dan melihat wajah sungmin yang…pucat? Astaga ! wajahnya pucat sekali. Dengan panic jari telunjuk kyuhyun mengarah kedepan lubang hidung sungmin. Namja itu menghembuskan nafas lega saat tahu sungmin hanya pingsan. Tangannya memeluk tubuh basah sungmin semakin erat, menekan kepala sungmin agar menyandar nyaman didada jantannya. Peluh sudah membasahi tubuh kyuhyun karna panik melihat sungmin yang begitu paniknya. Pikiran kyuhyun mulai melayang saat melihat reaksi sungmin yang seperti orang kesetanan. Kyuhyun tidak tahu apa yang membuat sungmin sebegitu takutnya. bahkan sungmin terus mengucapkan 'aku tidak mau mati' sejak tadi. Kyuhyun benar benar bingung sekarang.

Kepalanya tertunduk untuk melihat wajah damai sungmin yang masih dipelukannya. 'apa yang terjadi padamu sebenarnya?'

.

.

TBC


Mian baru update sekarang. Beki lagi banyak Kerja Kelompok sekolah. Chapter ini pendek banget ya? maaf banget T^T.

Terima kasih untuk semua readers. Maaf juga beki gak bales review kalian T^T.

Beki bener bener berterima kasih.

Love ya !