Hayooo…minna…nakama-chan kembali lagi…anooo..maaf kelamaan untuk buat chappy ke-4 ini tapi gomen…gomennnn *nunduk* haduuh betapa jahatnya aku meninggalkan para readers ku *ditabok

Oke kita mulai chappy 4

LUCY P.O.V

"Memang aku berjanji kepadamu tentang apa?! Dan mengapa aku harus mengikuti perintahmu?!" aku menunjukkan tanganku kea rah mukanya yang menunduk sedikit.

"Apa kamu tidak ingat…INI!" dia menunjukkan ponsel canggihnya bersama dengan gambar lucu maid-ku. "E-eh? Aku luuupaaa." Mataku berbulat dengan hitam-hitam dipinggirnya.

"T-tapi,,,aku tidak mempunyai alasan yang tepat kenapa kamu ingin menjadikanku anak cowok…lagi pula besok tidak sekolah untuk apa aku mengubah diriku sebagai anak laki-laki?!" dia mulai me-nyengir tak jelas. "Mouu..apa yang kamu lakukan?" aku menyurutkan bibirku.

"Sebenarnya aku ingin mengajak kamu di perkemahan anak cowok…aku hanya ingin mengajakmu karena temanku yang lain tidak mau ikut denganku. Jadi aku akan merahasiakanmu untuk menjadi cowok untuk menemaniku disana. Lagi pula ini bukan rencana-ku." Di kepalaku terasa seperti pusing tujuh keliling

'Tidaaaaakkkk…..aku tidak mau pergi dengannya! Bagaimana jika aku mandi setelah itu keluar hanya memakai handuk dan bagaimana hal-hal yang memalukan lainnya!?' aku memutarkan arah mataku sambil melipat kedua tanganku.

"Jadi..bagaimana?" dia mengarahkan tangannya kearahku dengan perlahan.

"B-bagaimana jika aku berkata "Tidak"?" aku membuka satu mataku sambil menyampingkan tubuhku.

"Tak usah khawatir tentang hal-hal yang memalukan lainnya..aku tahu kamu memikirkannya. Tapi,tolonglah aku." Dia menunjukkan muka Puppynya.

Walaupun hanya dengan payung satu dan bersama-sama kita berbasahan tetap saja ia selalu mengubah topik.

"Kamu tidak sadar kita sedang di tengah hujan? Aku akan memikirkan tentang itu nanti sementara kamu pulang dulu saja." Aku menyuruhnya pulang sambil menyerahkan payungnya. "Ini. Pulanglah sana." Perintahku.

"Tapi aku tidak mau meninggalkanmu..kamu tahu itu kan?" dia memegang samping pundakku dengan erat.

"Iya,sih…tapi aku harus benar-benar kerja sekarang. Tak apa aku berhujanan, lagi pula café hanya beberapa jarak dari sini..jadi daijobu-desu."

Aku mulai menyerahkannya payung itu sementara aku basah kuyup.

"Oh,iya Luce…bajumu…" aku kembalikan arah mataku kepadanya. "Ada apa?" "Bajumu basah…" jawabnya secara pervert.

"Heeiii….h-hentaii! Jangan berbicara seperti itu. Atau aku tidak akan ikut." Aku mengancamnya dengan wajah lucuku.

"Hehe…gomen…" aku mulai berlari dengan hujan yang membasahiku.

"Ya,sudah aku pergi dulu! Jaa ne!" aku melambaikan tanganku kearahnya.

NATSU P.O.V

Sementara aku mengayunkan tanganku…beberapa saat kemudian…..

"Yesss…dia menerimanya." Aku bersemangat sambil berlari-lari ditengah hujan yang lebat.

Aku mulai berjalan pulang dengan perlahan sambil membawa payung kesayanganku.

"Aku pulang." Aku membuka pintu depan rumahku dengan sangat leganya.

"Wendy siapkan peralatanku!" aku memanggilnya sambil bertingkah seperti orang mabuk.

"P-peralatan apa?" dia melihat wajahku seperti orang kikuk. "Wendy kenapa kamu begitu?" "Aku tidak apa Natsu-san aku hanya kaget karena kamu datang.

"Baiklah…apa yang kamu sembunyikan?" aku mulai mencurigai penampilannya. Tiba-tiba Happy dan Charles mendekatiku dan Wendy.

"Happy." Sorakku menggendongnya. "Natsu..aku punya satu hal yang aku ingin beri tahu." "Apa itu?" aku mulai mengocok-ocok tubuhnya yang kecil.

"Wendy membawa temannya "Romeo"…" dengkurnya dengan santai.

Kepalan dari tanganku mulai membuat,nadiku terlihat seperti ingin putus.

"G-gomenasai…Natsu-san.." isak Wendy.

"Ah,tidak apa aku hanya ingin bertemu Romeo." Bohongku.

"Dia ada di kamarku.." dia menunjukkan dengan takutnya. Sambil membawa saruru (Charles) di genggamannya.

BAK

BAK

BAK

Aku menghentakkan kakiku sambil berjalan menuju ke kamar Wendy.

BASHHHH

"Dimana kamu Romeo! Beraninya kamu mendekati adikku,hah." Aku menemukannya sedang memakan coklat.

"Wow kamu memang kakak yang sangat protektif,,lagi pula aku kesini hanya ingin bertemu Wendy…dia sudah lama tidak masuk sekolah aku takut ada hal yang menimpanya. Makanya aku menjenguknya."

Aku mulai dengan cengiranku.

"Apa jangan-jangan kamu menyukainya?" aku menggodanya dengan gayaku yang khas.

"A-APA?!" Bulu kuduknya berdiri. Dia kaget saat aku hendak mendekatinya.

"Menurutku. Seorang yang jatuh cinta akan melakukan apa saja demi bertemu dengan kekasihnya…." Jelasku seperti professor yang ada di ranking 1 (wkwkwk)

"B-bukan maksudku itu! Dia hanyalah sahabatku tak ada lagi!" jurusku mulai berfungsi kepadanya

"Tak Ada Lagi…hmmm….kata,yang pas…berarti kamu mencintainya lebih dari apa pun?" aku mulai menggerakkan tangan jahilku sambil memainkannya dengan mahir.

"Bukan itu maksudku…" sebelum dia menyeselaikan percakapannya aku menyambungnya.

"Haiihh….sudah..ngakk usah malu-malu kucing deh…aku tahu kamu menyukainya." Aku mulai berkarakter seperti orang jahat.

"Memangsih aku kakak yang protektif tapi jika kamu menyukainya aku akan membebaskanmu.." "Membebaskan dari apa?yang aku ketahui kamu membebaskan aku menjauhinya." Dia mulai kaget dengan utter shocknya.

SEMENTARA

WENDY P.O.V

Aku menghela nafasku. "Saruru…aku harap mereka baik saja." Aku mulai melegakan nafasku yang berat.

"Aku harap juga begitu." Dia menjawabnya dengan mulut penuh dengan biscuit yang barusan ia makan beserta secangkir the manis dengan gula kotak.

"Aku akan menyiapkan makan malam. Happy,saruru..kalian ikut." Aku membelakangi mereka sambil berjalan menuju dapur.

"Aku ikut!" mereka berdua bersontak dengan keras. Happy menempelkan dirinya dibahunya dan saruru digendongku menuju dapur.

"Ne,Wendy…kau akan memasak apa?" Tanya Happy dengan pulasnya.

"Mungkin sup ikan beserta onigiri dan teh hijau."

"Ha, apa ada teh?"

"Tentu saja." Jawabku kepada saruru.

"Yey…saruru bisa makan denganku." Senyum happy. "Siapa juga yang ingin makan denganmu?" jawabnya.

"Sudah-sudah…ayo siapkan makan malam." Aku mengantarkan mereka. Sesampainya didapur. Aku meletakkan mereka di meja disamping meja makan.

"Kalian disini dulu,ya."

"Aye" mereka berdua menjawab.

Aku mulai memotong wortel serta bahan-bahan lainnya untuk sup ikan. Serta aku membaluti nasi bulat yang agak berbentuk segitiga dengan rumput laut basah.

Aku mulai menuang air panas kedalam cangkir dengan perlahan. Serta memasukkan gula kotak kedalamnya. Dan akhirnya sentuha terakhir aku menaruh semua makanan itu pada meja makan. Happy dan saruru turun dari tempat duduknya dan segera menempati tempat duduk di meja makan yang disediakan tambahan buku untuk badan mereka yang kecil.

"Natsu-san,Romeo-kun…cepat turun makanan sudah jadi." Teriakku dari bawah. Aku tidak sabar untuk mereka menyoba masakanku akhirnya aku pergi untuk memeriksa mereka.

"H-hey apa yang kalian lakukan?" aku membuka pintu sambil kaget akan hal yang baru saja aku lihat. Mereka berdua masing-masing memiliki tonjokkan merah yang benar-benar merah.

"Apa kalian sama sekali tidak malu dengan tetangga? Nii-san juga…tolong jaga peraturan disini. Romeo-kun lebih baik kamu makan dulu sebelum belajar bersamaku. Natsu-san keluar dari kamarku dan bersihkan tubuhmu yang kotor. Kapanpun Natsu-san siap natsu-san boleh makan."

"B-baik." Aku menuntun romeo-kun untuk berjalan kebawah sambil aku obati.

"Ayo romeo-kun ikut aku kebawah. Dibawah ada sup ikan dan onigiri." Aku tersenyum kepadanya.

"T-terimakasih Wendy…" "Ngakk papa kok. Sudah ayo makan sambil aku mengobati lukamu." Aku perjelas ucapanku dengan perlahan.

TIME SKIP

"Wendy terimakasih,ya." Aku terus mengelap sedikit demi sedikit lukanya.

"Ouch…" dia seperti kesakitan sedikit. "M-maaf…tehee." Aku sedikit memukulkan kepalaku innocent-nya.

ROMEO P.O.V

'L-lucunya…'

"Romeo-kun…kenapa badanmu jadi memanas..a-apa kamu sakit…sini aku obati…"

"Tak u-usah…aku akan pulang…ja ne.." aku melambaikan tanganku kepadanya.

NATSU P.O.V

"Wendy aku tidak usah makan itu untuk besok ,disiapkan saja ya." Aku berteriak kepadanya dari lantai atas sambil mendengarkan music di telingaku.

"Iya Natsu-san…"

'Haa…aku tidak sabar untuk menemui Luce besok….semoga dia datang.'

Akhirnya aku tertidur lelap….

TBC (?)

.

.

.

OK ini chap terpanjang…tolong review ya…o ya salam sayang dari Nakama NaLu22

Ja neee!