REAL
.
.
.
.
.
CHANBAEK GS
1!1
Kyungsoo baru datang membawa makanan siap saji, diikuti Jongin –pacarnya- dibelakang. Kemarin Baekhyun baru saja siuman. Kyungsoo bersyukur untuk itu. setelah Chanyeol kemarin pamit pergi, Baekhyun jadi uring-uringan, selalu menanyakan dimana Chanyeol kepada Kyungsoo, sedangkan ia tidak tau dimana si brengsek Park Chanyeol itu berada.
Setelah menemani Baekhyun tidur pasca siuman, Kyungsoo buru-buru menyeret Chanyeol keluar. Percakapan serius terjadi diantara mereka. Mungkin Kyungsoo pikir akan gampang berbicara baik-baik dengan Park Chanyeol, sedangkan ia sama sekali tidak pernah melakukan percakapan penting dengan manusia ini. Kyungsoo terlanjur tidak mempercayainya sama sekali. Tapi, segala omongan manis Chanyeol tentang Baekhyun yang membuat Kyungsoo diam-diam merenggut sebal membuatnya lama-lama mulai paham, mungkin Baekhyun bisa bahagia dengan pria ini meski kadang membuat Kyungsoo dongkol dan tidak mempercayainya sama sekali.
Baekhyun melihat langit-langit kamarnya menghela nafas bosan. Dia sedang rindu pacarnya itu. "Soo-ya, Chanyeol kesini hari ini kan?" kyungsoo yang sedang duduk santai dengan Jongin menoleh sebentar lalu menghela nafas.
"molla.. kemarin aku menyuruhnya datang lagi untuk menjagamu Baek, hari ini aku tidak bisa menjagamu sampai malam, aku terlanjur ada janji dengan Jongin. Maaf" Kyungsoo berjalan pelan kearah Baekhyun lalu duduk disampingnya.
Baekhyun mendengus kasar. "eung..tidak apa-apa, aku sudah tidak merasa sakit apapun, hanya seikit perih saja. Kau boleh pergi dengan Jongin"
"sepertinya aku mulai berdamai dengan Chanyeol, kemarin kita mengobrol sebentar.."
Baekhyun mengerling. "Jinjja?! Ah terima kasih Soo-ya, kau memang sahabatku yang paling terbaik" baekhyun refleks bangun dan memeluk Kyungsoo erat. "aku tidak tega membuatmu sedih kau tau. Begitu menyedihkan setiap hari menunggu Chanyeol. kau benar-benar jatuh cinta padanya ya? Hati-hati Baekhyun-ah dia itu brengsek dan kau harus ingat, yang membuatmu seperti ini adalah Kang Seulgi, mantan pacar Chanyeol yang pshyco itu" lihat… Baekhyun mendengus keras. Tadi siapa yang sudah merestui hubunganku dengan Chanyeol, tapi sekarang kembali menceramahi nya lagi tentang kejelekan Park Chanyeol?
Baekhyun tersenyum masam, dibuat-buat. "kenapa secepat itu kau berubah pikiran? Lihat aku tidak apa-apa sekarang kan? Aku baik-baik saja" Baekhyun mencoba tersenyum lebar, merentangkan tangannya dengan semangat, membuktikan bahwa ia benar baik-baik saja.
Giliran Kyungsoo yang mendengus. "sekarang kau baik-baik saja? Tidak ada jaminan bahwa kau besok akan tidak apa-apa." Kyungsoo bersidekap. Baekhyun memang tidak bisa dikasih tau. Sampai sekarangpun, Kyungsoo merasa belum siap menerima Chanyeol sebagai pacar sahabatnya. Segala tabiat Chanyeol yang Kyungsoo yakini belum hilang, membuatnya was-was. Siapa sih yang rela sahabatnya disakiti? Apalagi selama ini, Chanyeol benar-benar terkenal suka bergonta-ganti pasangan, mengajak pacarnya ke hotel dan setelah itu dibuang. Kyungsoo benar-benar tidak habis pikir dengan Baekhyun. Dia disakiti seperti ini kenapa masih saja mencari si Park itu.
Tuhan, aku ingin sekali Baekhyun bahagia dengan pilihannya, tapi tolong jangan Park Chanyeol. kyungsoo bergumam. "Ah Baekhyun-ah aku hari ini harus pergi sebentar tapi rasanya aku tidak mau pergi dari sini. Jaga dirimu baik-baik. Maafkan aku" sesal Kyungsoo.
Baekhyun tersenyum menepuk pelan bahu sahabatnya. "tidak apa-apa, aku bisa sendiri disini. Tenang saja, nikmati harimu bersama Jongin"
1!1!1!1!1!1!1
Nyata nya apa yang baekhyun lakukan adalah masih sama. Masih tetap dengan kegiatan anehnya yang hanya menatap langit-langit kamar tanpa Chanyeol. pacarku benar-benar tidak akan datang ya? Pikir Baekhyun sedih. Sudah 3 hari Chanyeol tanpa kabar apapun. Handphone nya selalu mati dan seperti tidak ingin diganggu sama sekali. Baekhyun pikir Chanyeol sibuk. besok pagi ia pulang dari rumah sakit, tapi sampai sekarang Chanyeol sama sekali tidak menampakkan diri nya dihadapan Baekhyun. Tiba-tiba Baekhyun berfikir apakah yang dikatakan Kyungsoo semuanya benar, bahwa Chanyeol benar-benar akan membuang dirinya setelah bosan? Apa Chanyeol bosan kepadaku?. Baekhyun menggaruk poninya sebal.
Oh, Baekhyun menggeleng frustasi. Tidak mungkin Chanyeol seperti itu. Baekhyun berucap dalam hati. Tapi dia kembali bimbang, kenapa semua ucapan Kyungsoo dulu menjadi semakin nyata sekarang. Tidak ada Park Chanyeol yang selalu ada. Chanyeol hanya datang sekali. Kenapa kau ragu Byun Baekhyun? Kenapa kau ragu sekarang?. Baekhyun memukul kepalanya pelan.
Pintu berdecit pelan. Baekhyun was-was menanti siapa yang datang. Tolong Park Chanyeol kau harus datang, jangan membuatku ragu. Ucapnya dalam hati.
Dan…
Baekhyun benar-benar merasa kecewa. Kyungsoo datang dengan tas jinjing berisi baju ganti Baekhyun untuk besok dipakai pulang, sedangkan tangan yang lain memegang plastik berisi Udon dan susu strawberry kesukannya.
"eoh, wae? Kenapa kau melihatku seperti itu hah? Apa ada yang salah dari penampilanku?" kyungsoo melihat dirinya sendiri.
Baekhyun menggeleng malas. "Chanyeol benar-benar tidak akan datang ya? Handphone nya selalu tidak aktif saat aku telfon, tidak ada kabar. Aku merindukannya Kyungsoo-ya"
Kyungsoo mendengus malas. Lihat Park Chanyeol yang selalu kau banggakan itu. Benar-benar ya.
"aku sudah bilang dari awal Baekki-ya, jangan terlalu berharap kepadanya, harapanmu itu akan jadi sia-sia. Aku sudah mengatakan ini dari awal, jangan berharap apapun dengan Park Chanyeol, pria itu akan membuang pacarnya kalau sudah bosan. Lihat mantannya, kau saja yang beruntung belum diseret ke ranjangnya!..Yak jangan sampai kau memberikan tubuhmu dengan Cuma-Cuma kepada Chanyeol brengsek itu. Kau harus selalu sadar kalau dengan dia!"
Baekhyun menunduk sedih. Bungkam.
"aku sudah berkali-kali mengatakan ini Baekkie ya, jangan terlalu menggantungkan harapan terlalu besar kepada Chanyeol, kalau sudah seperti ini? Apa yang bisa kau lakukan? Kau sudah mencintainya kan? Menyedihkan." Kyungsoo menghempaskan tas baekhyun diatas kursi. "lihat apa yang telah Park Chanyeol lakukan kepada sahabatku ini.! Kau bilang dia berubah? Buktinya apa?"
Baekhyun hanya menatap Kyungsoo sedih.
"kemarin tidak ada, sekarang tidak ada. Apa yang kau harapkan? Laki-laki kalau sudah diberikan segalanya akan pergi begitu saja, apalagi Chanyeol. pintar sekali memanfaatkan keadaan, saat sahabatku sudah mulai jatuh cinta kepadanya, membutuhkannya dia, sekarang tidak ada"
Baekhyun menghapus air matanya kasar. "kau benar, mungkin aku terlalu berharap kepada Chanyeol. Soo-ya, tolong aku…"
1!1!1!1!1!1!1!1
Beberapa hari ini, Baekhyun merasa sangat berbeda dari hari-hari sebelumnya. Semua terasa seperti ada yang hilang. Tidak ada lagi sapaan manis di handphone nya, menjemputnya jalan-jalan dihari libur, tidak ada yang mengucapkan selamat malam sebelum tidur. Semua ini terlalu mendadak, Baekhyun belum siap. Chanyeol benar-benar tidak ada. Dia pergi tanpa kabar apapun, tanpa kata membawa semuanya. Baekhyun rasa, ucapan Kyungsoo sangat benar dan mulai masuk akal. Park Chanyeol hanya memanfaatkan semua wanita untuk dia nikmati saja. Huh, Baekhyun pikir ia sangat sangat perlu bersyukur meski didalam lubuk hatinya ia merasa kehilangan. Secepatnya inikah hubungan manis yang ia bangun dengan Chanyeol kandas begitu saja? Baekhyun mungkin harus lebih sedikit bersabar lagi supaya bisa melupakan Chanyeol. iya mungkin Baekhyun mulai pelan-pelan belajar melupakan Chanyeol. Baekhyun memegang dada nya pelan, masih belum terlanjur jauh mencintai Chanyeol, sekarang belajar untuk menerima tanpa kehadiran dia mungkin tidak akan sulit. Baekhyun bergumam dalam hati.
Sudah berapa hari sih? Sekarang hari senin. Hampir 2 minggu tidak ada kabar. Wanita manapun akan kesal kepada pacarnya kalau tanpa kabar begini, tapi Baekhyun meahan kekesalannya. Kata Kyungsoo benar, jangan terlalu berharap. Jatuhnya akan sangat membuatku kecewa.
Baekhyun tersenyum masam menghela nafas. Hari ini benar-benar melelahkan. Tugas numpuk untuk diberikan kepada dosen karena seminggu yang lalu dia tidak masuk. Tapi tampaknya Baekhyun belum sepenuhnya melepas bayang-bayang Chanyeol. ketika hari sudah sore, Baekhyun menunggu sendirian di halte tempat biasa Chanyeol akan menjemputnya pulang, tapi sepertinya jalanan semakin sepi. Tidak ada Chanyeol yang akan menjemputnya.
Bis datang dan Baekhyun buru-buru naik. Bis hari ini lumayan sepi, hanya diisi beberapa ibu muda dan beberapa anak sekolah menengah yang baru pulang. Malam ini untuk kesekian kalinya –lagi- Baekhyun harus menahan rindu kepada Chanyeol. ia sandarkan kepalanya pada keca jendela. Tidak ada alasan untuk tidak mempercayai Kyungsoo, dia baik malah terlampau baik dengan memberi tahu segala nya tentang Chanyeol, meski dengan ke sok tahuan dia. Baekhyun selalu ragu. Tapi karena kejadian ini, Baekhyun pelan-pelan setuju dengan semua apa yang Kyungsoo katakan. Tuhan masih mengasihaniku rupanya. Kalau Kyungsoo tidak selalu mewanti-wanti Baekhyun, mungkin ia akan mudah memberikan segalanya kepada Chanyeol, semuanya, harga dirinya sebagai perempuan. Chanyeol dulu benar-benar pria yang buruk kelakuannya, berganti wanita, bermain dengan semua dan menyicipinya satu persatu lalu pergi begitu saja. Baekhyun begidik ngeri. Oh, kalau aku memberikan semuanya dan aku hamil, lalu datang mengemis cinta Chanyeol, apakah dia akan dengan suka rela bertanggung jawab?. Baekhyun menggeleng keras. Tidak mungkin!
"aku sakit karena dicelakai mantan pacarnya saja dia tidak datang, hmm kemana semua kalimat manisnya kalau sekarang fakta yang aku terima dia benar-benar tidak ada disampingku Ketika aku sakit. aku sangat ragu sekarang, Chanyeol mencintaiku atau tidak?" baekhyun bergumam lalu tertawa masam sendirian. Chanyeol sepertinya tidak mencintaiku ya. Dia mulai bosan kepadaku, lalu aku harus bagaimana? Kyungsoo-ya, aku berjanji tidak akan mencintainya lagi, aku akan berhenti.
Baekhyun mengaduk ramen buatannya sendiri yang masih mengepul panas lalu Kyungsoo datang dengan masih menggunakan bathrobe. "eoh, kau baru datang? Malam ini tidak kemana-mana kan?" tanya nya sambil menggosok rambut basahnya.
Baekhyun mengangguk. "Ne.. kau mau keluar?"
Kyungsoo menggeleng. "Ani.. aku tidak kemana-mana juga. Bagaimana harimu?" Kyungsoo berjalan mengambil sumpit lalu duduk dihadapan Baekhyun ikut memakan ramennya.
"sangat buruk tanpa Chanyeol" Baekhyun bergumam asal. Membuat Kyungsoo menghela nafas.
"Cepatlah moveon Byun Baekhyun. Jangan memikirkan dia saja. Bagaimana kalau kita merayakan kepulanganmu dari rumah sakit. haha meski keluarnya sudah seminggu yang lalu sih."
Baekhyun tertawa. "sudah lewat lama Soo-ya, kenapa bari dirayakan sekarang"
"supaya kau tidak sedih, cukup sedihnya ya, jangan membuat Chanyeol bangga sudah membuatmu sedih. Dia pasti ditempat lain sedang bersenang-senang dengan pacar nya yang baru. Jadi sekarang untuk sahabatku Byun Baekhyun, ayo kita rayakan kau putus dengan Chanyeol, kau harus bahagia dan kau harus secepatnya move on. Chanyeol benar-benar tidak baik" kyungsoo mengangkat gelas nya kearah Bekhyun dan Baekhyun menerima nya dengan senyuman dan terdengar bunyi ting. Mereka berdua tertawa.
Kyungsoo berdehem. "menurutmu mau sampai kapan dia bersembunyi, dia mungkin bosan denganmu dan dia tidak tau mau mengakhirinya seperti apa dan bagaimana, kalian berhubungan lumayan lama kan?" kyungsoo menarik alisnya berfikir.
"molla… mungkin dia malu bertemu denganku, hah biarkan saja Soo-ya, dia mau bahagia dengan siapapun juga aku tidak memiliki urusan lagi dengannya. Wanita mana yang mau diberi harapan palsu. Mulutnya benar-benar manis ya" Baekhyun tertawa. Kyungsoo juga tertawa.
"kalau tiba-tiba dia datang kepadamu lagi, ingat Baekki-ya berarti dia ada maunya. Hati-hati, jangan sampai kau memberika apapun kepadanya."
Baekhyun mengangguk mantap!. "iya, tenang saja. Aku tidak semudah itu untuk jatuh cinta lagi kepadanya. Dia brengsek, mau sampai kapanpun dan seadang bersama wanita manapun dia sekarang, dia akan tetap brengsek"
"untung kau tidak ditinggalkan dalam keadaan hamil Baekki-ya" Kyungsoo begidik ngeri. "aku bersyukur untuk itu Soo-ya, aku tidak bisa membayangkan ditinggalkan ketika hamil anak Park Chanyeol tetapi dia tidak mau bertanggung jawab dan pergi dengan wanita yang baru. Betapa terpuruknya aku sampai semua itu terjadi" baekhyun bangkit langsung mencuci sumpit nya dan kyungsoo.
"benar, tapi Baekhyun-ah… kau bisa saja mengerjainya dengan hal-hal seperti itu. Kalau dia datang lagi, kau bilang saja kalau kau hamil anaknya dan meminta tanggung jawab" Kyungsoo langsung tertawa terbahak-bahak.
"YAK!!.. bagaimana aku bisa hamil, Chanyeol saja tidak pernah berbuat macam-macam kepadaku sejauh ini. Yang ada aku akan ditanya 'Ya Byun Baekhyun siapa yang tega menghamilimu padahal kita tidak berbuat hal sejauh itu. Katakan itu anak siapa?' kau jangan macam-macam dengan rencana gila seperti itu Kyungsoo" Baekhyun tidak bisa tidak tertawa ketika mencoba menirukan suara berat Chanyeol. kyungsoo memegang perutnya sakit sambil tertawa terbahak-bahak.
"jinjja..Baekhyun, kau benar-benar secepat itu move on dari Chanyeol. akhirnya aku melihat sabahatku lagi. Akhirnya Baekhyun kembali"
"it's me…" Baekhyun mengelap tangannya.
"eoh, kenapa tidak kau membuat rencana seperti itu. Aku yakin, Kau pasti akan ditinggal detik itu juga oleh Chanyeol. Chanyeol adalah tipe laki-laki pengecut yang hanya memanfaatkan semua wanita untuk bersenang-senang saja, aku yakin dia tidak akan mau repot hanya karena satu wanita. aku bisa membuat rencana yang lebih bagus dari itu Byun, kau lihat saja nanti. Ketika Chanyeol pulang dan berani menemuimu lagi, jangan sebut namaku Kyungsoo si jenius" mereka berdua benar-benar tertawa lepas setelah sekian lama tidak merasa bebas seperti sekarang.
Byun Baekhyun merasa, keputusannya ini adalah hal yang terbaik sekarang. Tapi jujur Baekhyun ingin sekali bertemu dengan Chanyeol dan mengobrol baik-baik tentang hubungan mereka supaya jelas apa yang sama-sama mereka inginkan. Tidak seperti ini, pergi tanpa kabar.
1!1!1!1!1!1!1!1
Baekhyun berlari dari koridor kampus menuju Halte. Sudah jam 7 malam, Kyungsoo bilang sedang menunggunya untuk mengatakan sesuatu yang sangat penting. Baekhyun bergerak gelisah menunggu bus yang biasanya lewat. Tapi Baekhyun tidak yakin Bus langganannya akan datang mengingat sekarang sudah lewat jam biasanya dia pulang.
Dari arah berlawanan mobil silver metalic berhenti dihadapan Baekhyun. Ia merasa dejavu, sambil menggeleng kasar. Tidak mungkin Chanyeol tiba-tiba disini dan berdiri dihadapannya. Bukannya dia sudah bahagia dengan wanita lain yang lebih seksi dan cantik tentunya. Baekhyun tertawa masam, memikirkan Chanyeol sepertinya membuat otaknya sekarang tidak beres ya.
"Sweety kenapa kau tidak memelukku? Kau tidak merindukanku?"
Baekhyun langsung berdiri dan pergi begitu saja. "Ah otakku benar-benar tidak beres. Aku kelelahan sampai-sampai aku pikir Chanyeol ada dihadapanku sekarang" gumam nya sambil tertawa mengejek.
Tiba-tiba lengannya ditarik. Dan dia diam membelalak.
"Yak! Byun Baekhyun kenapa kau mengacuhkanku?"
Baekhyun menoleh lalu terdiam lama. Lihat Chanyeol sekarang, dengan jas kantor, dasi yang dikendorkan dan rambut yang acak-acakan. Baekhyun benar-benar sedang tidak bermimpi kan?
"Park Chanyeol??" Bakhyun bergumam pelan.
"yes. It's me" Chanyeol merengkuh Baekhyun kedalam pelukannya.
"Bogoshippo Baekhyun-ah, aku tidak tau kau akan ada dikampus sampai sekarang, aku pikir aku tidak bisa bertemu denganmu lagi semakin lama. Jeju membuatku muak" ucapnya.
Baekhyun masih berdiam diri, tidak membalas pelukan Chanyeol.
"kau baik-baik saja kan? Dahi mu sudah sembuhkan? Ah aku lupa bertanya kepada Kyungsoo. Handphone ku….." ucapan Chanyeol terhenti tiba-tiba karena Baekhyun melepas pelukan mereka kasar.
"apa yang kau lakukan? Memulukku cih!" Baekhyun membalik tubuhnya lalu beranjak pergi. Dia pikir siapa dia? Pergi tanpa memberitahuku dan tiba-tiba saja dihadapanku tanpa merasa bersalah.
"Chanyeol mengejar Baekhyun. "tunggu, apa maksud mu? Aku Park Chanyeol, kenapa kau mengajukan pertanyaan bodoh seperti itu" ucapnya tidak mengerti.
Pertanyaan bodoh katanya. Baekhyun mendengus kasar melanjutkan jalannya lagi. Dan lagi-lagi Chanyeol mencekal lengannya. "dengarkan aku dulu Baekhyun. Kita harus bicara!"
Baekhyun tidak bergeming. "tidak perlu. Semua sudah jelas…" ketus Baekhyun. Matanya berkaca-kaca sekarang. Kenapa sih Park Chanyeol segampang itu mempermainkan perasaan wanita, mempermainkan perasaanku seperti ini.
"aku di Jeju, aku bekerja Byun Baekhyun. Aku tidak ada waktu memberi kabar apapun kepada mu ataupun Kyungsoo. Maafkan aku"
Baekhyun bungkam. Lalu menangis dengan keras.
"kenapa kau meninggalkanku Park Chanyeol sialan!" tangisnya teredam dipelukan Chanyeol.
TBC
