FF Saranghae Hyung ... Chap 4
~oOo~
Cast :
Kim Heechul
Choi Siwon
Lee Hyuk Jae
Cho Kyuhyun
Yesung
~oOo~
Author :: - Miss Twinsball - ( ok nama gue emang frontal -_- )
~oOo~
SUPER JUNIOR milik ELF tentunya. dan KIM HEECHUL hanya milik SAYA !
iya iya gue salah, gue cuma pinjem namanya doank :(
~oOo~
- Happy Reading –
~oOo~
RnR please ~^^
##########################################################################
#paginya…
Heechul POV
"Kyuhyun, gomawo sudah mau mengantarku pulang," ucapku saat aku sudah sampai dirumah paginya.
"Hem…" ucap Kyuhyun sambil mengangguk pelan
Tetap saja wajah dinginnya tak berubah, tapi tak apa-apa, yang jelas sekarang Kyuhyun sudah mau berteman denganku.
"Kyuhyun, mianhae, aku sudah merepotkanmu, sampai-sampai kau tak masuk sekolah hari ini"
"Sudahlah, lagian bukan aku saja kan yang tak sekolah hari ini, ?" terang Kyuhyun
Oh Iya aku lupa…benar kata Kyuhyun, Eunhyuk juga tak sekolah hari ini.
"Yah sudah, aku pulang " pamit Kyuhyun
"Iya, bye"
Aku membuka pintu gerbang, dan aku melihat ada mobil diparkir didepan garasi.
Itu kan mobil Pengacara Kim, ada urusan apa yah dia kesini?...Gumamku
Aku masuk kedalam rumah, setibanya aku di ruang tengah…..
"Heechul, kemana saja kau? Semalaman tidak pulang? " Tanya Pengacara Kim yang tadi duduk sekarang langsung menghampiriku
"Eh?...aku, aku menginap di rumah Eunhyuk.." jelasku
Pengacara Kim diam, dia tak bertanya lagi, Pengacara Kim tahu benar siapa Eunhyuk, jelaslah Eunhyuk adalah sahabatku dari umurku 5 tahun. Dan dia juga dekat dengan Pengacara Kim. Aku melihat tidak hanya Pengacara Kim yang duduk diruang tengah Siwon hyung juga.
"Pengacara Kim, ada apa ya? Kau datang kesini bukan hanya karena mengkhawatirkan aku kan?" Tanya ku
"Tentu saja, aku punya surat yang dituliskan ayahmu sebelum dia meninggal kecelakaan.." terang Pengacara Kim
Mataku membulat, aku langsung melihat kearah Siwon hyung.
"Heechul, silahkan duduk disebelah Siwon, " Ucap Pengacara Kim sambil menunjuk kearah sebelah Siwon.
Akupun duduk disebelah Siwon Hyung, "Suratnya? Apa isi suratnya?" tanyaku
Pengacara Kim lalu membuka amplop yang berisi selembar kertas, lalu dia membacakannya dihadapan kami berdua.
"Mulai hari ini, semua asset perusahaan beserta fasilitasnya jatuh ketangan anak kedua-ku, yaitu Kim Heechul, jadi beserta dengan surat ini, apapun yang ingin dilakukan oleh anak pertama-ku, yaitu Choi Siwon, harus sepengetahuan dan seijin anak kedua-ku, yaitu Kim Heechul atau pengacara kepercayaan-ku, yaitu Pengacara Kim.
Sekian isi dari surat ini, semua ini kubuat tanpa adanya paksaan dari siapapun."
Pengacara Kim lalu kembali memasukkan kertas itu keamplop-nya.
Aku menoleh kearah Siwon hyung, sepertinya Siwon hyung tak perduli, tapi aku melihat jelas ekspresi kaget dari wajahnya.
"Pengacara Kim, kenapa diberikan padaku, bukankah harusnya jatuh ketangan Siwon hyung, kan dia anak pertama.?" Tanyaku
"Heechul, ini semua yang membuat bukan aku, tapi ayahmu, jadi itu semua diluar kuasaku," jelas Pengacara Kim. "Yah sudah, karena tugasku sudah selesai, aku permisi," lanjutnya
Aku beranjak dari dudukku dan mengantar Pengacara Kim sampai depan rumah.
"Heechul, aku pulang." Ucap Pengacara Kim
"Iya, hati-hati, bye" aku melambaikan tanganku pada Pengacara Kim, Pengacara Kim membalas lambaian tanganku, lalu dia pergi melajukan mobilnya menjauh dari rumahku.
Aku kembali masuk kedalam rumah, dan kulihat Siwon hyung sudah tak ada diruang tengah, aku berniat masuk kekamarku, tapi…
Tapi, tiba-tiba Siwon hyung menarikku, Siwon hyung menyeretku masuk kedalam kamarnya, Siwon hyung tak perduli dengan ku yang kesakitan karena cengkraman tangannya. Dia lalu melemparku dan aku jatuh tersungkur kelantai.
"Hyung…"
"Kau senang Heechul? " bentak Siwon
"Ani..aku tak tahu apa maksud mu Hyung?" ucapku parau
"Jangan pura-pura tak tahu, kau senang kan karena semua harta dan asset jatuh ketanganmu dan bukan ketanganku,," jelas Siwon hyung yang masih dengan nada membentak
Aku menggeleng,
"Hyung….aku…"
PLAK ! Siwon hyung menamparku,
"Heechul, dari dulu kau memang penghalang buatku, aku senang saat omma dan appa pergi, kupikir saat omma dan appa pergi mereka akan mewariskannya kepadaku, tapi...mereka memilihmu ! " ucap Siwon mengamuk sambil menarik rambut pendekku.
Aku meringis kesakitan,
"Aku...aku tak menginginkan ini semua hyung, aku tak tahu apapun,"
Siwon hyung melepaskan cengkraman tangannya dirambutku, aku mencoba untuk berdiri. Namun….
CTASH ! Sebuah cambukan mengenai punggungku. Dengan sukses cepretan sabuk Siwon hyung itu membuatku meringis kesakitan.
"Aaaakkkhhh, "aku berteriak
"Sekarang, aku harus minta ijin padamu untuk melakukan apapun, bahkan aku juga harus minta ijin untuk masalah diperusahaan juga,"
CTASH ! cambukan kedua dilayangkan oleh Siwon hyung, dan kali ini lebih keras.
"Hyung, maafkan aku…." Aku menangis, sakit rasanya punggungku
CTASH ! Siwon hyung terus mengayunkan sabuknya kearahku, berkali-kali tanpa henti, Siwon hyung tak memperdulikan teriakan dan tangisan ku. Siwon hyung menghentikan cambukannya saat aku sudah lemas dan tak sanggup lagi untuk berteriak, aku hanya bisa menangis. Lalu Siwon hyung pergi dan meninggalkan aku yang meringis kesakitan akibat cambukannya tadi.
Jadi ini yang membuat selama ini Siwon hyung membenciku, Siwon hyung tak suka padaku karena dia takut harta ayah akan jatuh ketanganku. Aku tak menginginkan semua ini hyung. Yang aku inginkan cuma kasih sayang dari Hyung. karena aku tak punya siapa-siapa lagi selain hyung...ucapku dalam hati.
Aku mencoba berdiri dan berjalan ke ruang tengah, Siwon hyung tak ada. Kulihat mobilnya juga tak ada di garasi. Aku lalu duduk dan tak lama kemudian aku tertidur.
.
.
.
.
.
.
.
Siwon POV
"Brengsek !..." umpatku.
Yang kutakutkan selama ini ternyata terbukti, ayah memang lebih sayang dengan Heechul, sampai-sampai semua harta jatuh ketangannya, dan aku? Aku tak dapat bagian apapun. Aku ini anak sulung, kenapa tidak diberikan padaku saja.
Aku sangat kesal hari ini, suara musik yang kencang di bar ini pun tak bisa menenangkan suasana hatiku. Aku meneguk habis alcohol yang ada didepanku, aku menggenggam keras gelas yang kupegang, saking kerasnya gelas tersebut kubuat pecah.
.
.
.
.
.
.
.
Heechul POV
Aku membuka mataku perlahan, aku merasakan punggungku perih, iya aku ingat, tadi Siwon hyung mencambukku, dan aku tertidur disini.
Aku melihat sekilas kedinding untuk melihat jam, jam 2.30 pagi, pasti Siwon Hyung sudah pulang. Aku mencoba berdiri dan berjalan menuju kamar Siwon hyung.
Benar… Siwon hyung sudah pulang, aku melihat Siwon hyung yang tidur terlelap, dan dia masih memakai pakaian lengkap dan sepatu. Aku tak tega melihatnya tidur seperti itu, aku berjalan mendekatinya, aku menunduk dan melepaskan sepatunya, sangat hati-hati, karena aku tak ingin mengganggu tidur Siwon hyung. Lalu aku memakaikan selimut padanya, agar dia tak kedinginan, aku mengusap lembut wajah Siwon hyung,
"Aku tahu,Siwon hyung tadi memukulku, karena Siwon hyung sedang kesal kan?" bisikku pelan
Aku hendak mencium keningnya, dan aku mencium bau alcohol dari nafasnya, aku tak perduli, aku mendekatkan wajahku dan….
CUP
aku mencium keningnya, "Saranghae Hyung…kau hyungku yang paling baik, aku mencintaimu hyung, didunia ini hanya kau yang aku punya, aku tak punya siapapun selain seorang kakak laki-laki," aku berbisik ditelinganya. Aku tahu dia tak mungkin mendengarnya.
Lalu aku kembali menuju kamarku dan merebahkan tubuhku dikasur, tapi saat aku merebahkan tubuhku punggungku terasa sakit & perih, aku terpaksa tidur dalam keadaan tengkurap.
.
.
.
.
.
.
.
#paginya….
Aku terbangun dan punggungku semakin terasa perih, aku beranjak menuju kamar mandi, saat aku membuka pakaianku, aku melihat kecermin, aku bisa melihat garis biru keunguan di punggung putihku yang dibuat oleh cambukan Siwon hyung tadi malam.
Dan aku terpaksa menggunakan jaket kesekolah nanti, aku ingin Eunhyuk tak curiga dan tak bertanya macam-macam padaku.
Aku hendak ke meja makan dan aku tak menemui Siwon hyung disana. Aku melihat kegarasi, tak ada mobil Siwon hyung, dia pasti sudah pergi kekantor, aku jadi jalan sendiri dech kesekolah…
Tiba-tiba…..
TIN…..TIN…..TIN…
Aku menoleh, Kyuhyun?
"Sedang apa kau Kyuhyun?" tanyaku
"Pertanyaan bodoh, yah tentu saja aku sedang menunggumu, ayo naik.." ucap Kyuhyun sambil memberi tanda padaku untuk naik ke motornya
"Kau mau mengantarku kesekolah Kyuhyun?"
"Mau naik atau tidak?"
Aku tersenyum senang, tentu aku mau, aku langsung naik dan Kyuhyun langsung melajukan motornya.
#Flashback…
Kyuhyun POV
"Mwo? Aku? Kenapa tidak kau saja?" Tanya ku setengah berteriak
"Hya Kyuhyun sekali ini saja, " ucap seseorang diseberang sana
"Baik, kali ini saja, awas kau Eunhyuk kalo bisa ada lain kali…"
"OK…"
Eunhyuk lalu menutup pembicaran kami. Apa-apaan coba, aku disuruh mengantar Heechul kesekolah, diakan ada Hyung yang mengantarnya, membosankan.
Aku melajukan motorku kerumah Heechul, setelah sampai aku melihat tak ada mobil yang biasa mengantar Heechul kesekolah, apa Hyung-nya tak mengantarnya?….pikirku
TIN…..TIN…..TIN…
Aku membunyikan klakson motorku saat aku melihat Heechul keluar rumah, dia menoleh..
Kyuhyun?
"Sedang apa kau Kyuhyun?" Tanya Heechul
"Pertanyaan bodoh, yah tentu saja aku sedang menunggumu, ayo naik.." ucapku sambil memberi tanda padanya untuk naik ke motorku
"Kau mau mengantarku kesekolah Kyuhyun?"
"Mau naik atau tidak?"
Heechul tersenyum senang, dia langsung naik dan akupun langsung melajukan motorku.
.
.
.
.
.
.
.
#Disekolah…
Heechul POV
Dari kejauhan aku melihat Eunhyuk berdiri didepan gerbang sekolah. Kyuhyun pun memperlambat laju motornya dan berhenti tepat didepan Eunhyuk. Aku pun turun dan langsung menyapa Eunhyuk.
"Annyeong, kau sedang apa Eunhyuk? Menunggu ku ya?" tanyaku pede
"Tentu sajalah, aku takut nanti Kyuhyun malah membawamu ketempat yang aneh-aneh lagi…" asal Eunhyuk
"Eunhyuk, gomawo yah, aku tahu kau kan yang menyuruh Kyuhyun untuk mengantarku kesekolah, tadi Kyuhyun sudah menceritakannya padaku.." jelasku
"Heheheheh, iya memang aku, dan mulai hari ini sampai seterusnya, Kyuhyunlah yang akan mengantarmu kesekolah juga mengantarmu pulang kembali kerumah dengan selamat…" jelas Eunhyuk sambil tersenyum lebar . "Kau sakit Heechul? Kenapa kau pakai jaket?" lanjutnya
"Aniyo, Yah sudah, aku masuk kekelas duluan yah, sampai bertemu dikelas nanti, " aku pun masuk kedalam kelas.
.
.
.
Kyuhyun POV
MWO !
Akupun melotot pada Eunhyuk, ingin sekali kujitak dan kucincang dirinya.
"Aniyo, Yah sudah, aku masuk kekelas duluan yah, sampai bertemu dikelas nanti, " Heechul pun masuk kedalam kelas.
Akupun langsung menarik Eunhyuk.
"Hya, apa-apan kau, kau bilang tadi ditelpon hanya hari ini, kenapa jadi beruntun sampe besok, udah gitu seterusnya lagi, kau pikir aku supir apa?" ucapku kesal
"Aku tadi sudah mau bilang, tapi kau langsung menutupnya, ya sudah, itu berarti salahmu, bukan salahku, heheheh.." jelas Eunhyuk asal
"Hya ! Eunhyuk ..KAU !" aku ingin menjitak kepalanya tapi dengan helm. Kuurungkan niatku karena kulihat ekspresi Eunhyuk berubah jadi serius.
"Kau ingat kejadian kemarin, ? kau ingat apa yang kuceritakan tentang Hyung-nya, ?" ucap Eunhyuk serius
Aku tertegun
"Sekarang yang melindungi Heechul bukan hanya aku, tapi juga kau, kau sudah mau berteman dengannya, berarti kau juga harus mau untuk menjaganya, lindungi dia, kau jangan lupa itu, " lanjut Eunhyuk dan dia pun pergi meninggalkan ku yang masih terdiam.
Aku pun sadar dari lamunanku, lalu aku berjalan menuju kelas, dan kulihat Heechul sangat aneh hari ini, kulihat dia sangat hati-hati untuk duduk, seperti menahan rasa sakit, apa dia sakit? Dan benar kata Eunhyuk, kenapa dia memakai jaket hari ini?
.
.
.
Heechul POV
Aku melemparkan tasku dimeja, dan….
Aaakkhhh … aku meringis kesakitan..punggungku tak bisa diajak kerjasama pagi ini, aku benar-benar tak bisa duduk dengan nyaman, dan sekarang bukan hanya punggungku yang sakit, tapi seluruh badanku juga.
Tenang Heechul, kau harus bisa menahannya sampai pulang nanti, kalo tidak Eunhyuk akan curiga… gumamku
.
.
.
Eunhyuk POV
Loch, Kyuhyun kekantin, ngapain?
"Aduh ! Kyuhyun apa-apan sich, sakit nich? " seruku
Apa-apaan sich nich anak, datang-datang langsung menarik tanganku.
Setelah sampai didepan kelas Kyuhyun melepaskan pegangan tangannya, dan menyuruh ku melihat kedalam kelas.
"Aku mau tanya? Apa Heechul sakit? " Tanya Kyuhyun pada ku yang sedang memperhatikan Heechul
"Mana ku tahu, tapi kupikir dia sakit, dia tak pernah memakai jaket kalo kesekolah, dan baru ini kulihat dia memakainya…" terangku
Memang benar, dari dulu hingga sekarang Heechul tak pernah memakai jaket kesekolah. Dan sekarang dia memakainya. Itu aneh…
"Kau tak perhatikan cara duduknya, sepertinya dia menahan rasa sakit dipunggungnya ….mungkin…." jelas Kyuhyun
Aku pun memperhatikannya, dan benar aku melihat sesuatu yang ganjil pada Heechul, dia seperti tak merasa nyaman saat duduk, dan wajahnya juga seperti menahan rasa sakit.
Aku langsung menghampiri Heechul dikelas dan…
"Heechul, kau baik-baik saja, apa kau sakit Heechul?" tanyaku
"Aniyo, aku baik-baik saja, "jawab Heechul sambil mengusap-usap punggungnya
Aku melihat Kyuhyun masuk dan menarik tangan Heechul, aku langsung mengikuti Kyuhyun, ternyata Kyuhyun membawa Heechul kekamar mandi.
"Benar kau tak apa-apa?" Tanya Kyuhyun dingin
Heechul hanya mengangguk, kulihat sepertinya Heechul takut dengan Kyuhyun.
"Sudahlah Kyuhyun, Heechul tak apa-apa, jangan buat dia takut !" seruku
Kyuhyun membalikkan badan Heechul dan membuka paksa jaket & seragam sekolah Heechul.
Aku benar-benar terkejut dengan apa yang kulihat, saat Kyuhyun membuka seragam Heechul, aku melihat banyak garis biru keunguan di punggung Heechul. Aku merabanya dan kulihat Heechul bergeming sedikit.
"Itu yang kau bilang tak apa-apa? hah ?" ucap Kyuhyun
"Heechul, kenapa kau tidak bilang padaku? Apa ini perbuatan Siwon hyung?" tanyaku
Heechul menggeleng
"Heechul, kenapa kau selalu melindungi Siwon hyung, dia jahat Heechul, dia tak pantas jadi hyungmu" seruku
"Eunhyuk, aku menyayanginya, dia hanya sibuk dengan kerjaan jadi dia seperti ini padaku, jangan salahkan dia, aku saja yang manja, kumohon jangan salahkan dia, dia hyungku, dan sampai kapanpun dia tetap hyungku. Ku mohon kau mengerti itu..." jelas Heechul
Aku mencoba menahan amarahku, kutenangkan diriku, aku mengambil napas panjang.
"Baiklah, sekarang kita obati lukamu, jika kau diamkan itu bisa jadi luka serius Heechul !," tegasku
Aku dan Kyuhyun membawa Heechul ke ruang kesehatan. Aku mengoleskan obat penahan rasa sakit di punggung Heechul yang bersandar pada bahu Kyuhyun,( bc : bagi yg ga ngerti,,seperti orang berpelukan ). Sesekali kulihat Heechul menahan rasa sakitnya, aku tak pernah berpikir bahwa Siwon hyung bisa setega ini pada Heechul, apa yang ada dipikirannya sampai seperti ini.
"Kyuhyun, aku titip Heechul sebentar, aku ingin minta ijin pada wali kelas untuk tidak mengikuti pelajaran pertama."
Kyuhyun hanya mengangguk.
.
.
.
Kyuhyun POV
Aku terdiam, aku tak banyak bicara saat menemani Heechul di UKS. Tapi, tiba-tiba dia yang memulai pembicaraan.
"Kyuhyun.." panggil Heechul pelan
"Hem…" jawabku
"Boleh aku bertanya sesuatu padamu?"
"Tanya apa?"
"Apa aku merupakan beban?" Tanya Heechul
Aku kaget, aku tak mengerti kenapa Heechul bertanya seperti ini padaku?
"Apa aku merupakan sebuah penghalang? Apa aku menyusahkan?" lanjut Heechul
"Heechul.." aku tak sanggup melanjutkan kata-kataku.
Heechul menangis, aku tahu, karena aku merasakan bahu ku basah, tidak salah lagi Heechul menangis.
"Heechul…" aku memegang bahunya, menegakkan tubunhya dari sandaran bahuku. "Kau bukan beban, kau bukan penghalang, kau juga tidak menyusahkan. "lanjutku sambil menatap wajahnya
"Tapi, kenapa Siwon hyung tak pernah menyayangiku? Kenapa dia selalu menyakitiku, kenapa dia membenciku? Kenapa Kyuhyun? Aku tak pernah membencinya, aku sangat menyayanginya, karena aku tahu dia masih Hyung-ku, dia masih ada dihadapanku, aku tak mau kehilangannya, aku cuma punya dia, Kyuhyun" ucap Heechul sambil menangis
"Jangan menangis Heechul, lebih baik kau istirahat, karena itu akan membuatmu jauh lebih baik, araseo?" jelasku
Heechul hanya mengangguk, kurebahkan dia diranjang UKS, kubiarkan dia tidur, kutemani dia sampai dia benar-benar tertidur. Entah kenapa air mataku jatuh. Aku berfikir sejenak, lalu aku langsung mengambil jaketku yang tergeletak di bangku dan pegi keluar. Tapi langkahku tertahan karena Eunhyuk sudah kembali dan dia berdiri dihadapanku.
"Bagaimana keadaan Heechul?" Tanya Eunhyuk
"Dia baik-baik saja, sekarang dia sedang tidur. Lebih baik kau temani dia, " ucapku
"Memangnya kau mau kemana?"
"Aku ada urusan.."
"Kemana?" Tanya Eunhyuk lagi
"Pokoknya ada urusan.." tegasku
.
.
.
.
.
.
.
Aku mengendarai motorku menuju suatu tempat, tempat yang ingin kuketahui apa alasan dibalik semua ini. Aku berhenti di depan sebuah perusahaan besar. Aku masuk kedalam dan kutemukan Recepsionist didepannya.
"Pagi, ada yang bisa kubantu ?" Tanya recepsionist itu
"Aku ingin bertemu dengan Choi Siwon pemilik perusahaan ini." Jelasku
"Maaf, Pak Choi sedang ada Meeting dan tak bisa diganggu, apa kau sudah buat janji?"
"Aku ingin bertemu dengan Choi Siwon SEKARANG JUGA! " aku mulai kesal
Recepsionist itu sepertinya takut dengan gertakanku, dia lalu menelpon yang aku tak tahu siapa. Yang pasti aku ingin bertemu dengan Siwon sekarang juga.
"Kau bisa langsung naik keatas, lantai 15." Ucap Recepsionist itu
Aku langsung bergegas ke atas, ke lantai 15. Dan aku mencari dimana ruangannya, aku melihat sebuah papan "CHOI SIWON President Directur" .
Ini dia..gumamku
Tanpa mengetuk pintu, aku langsung masuk dan kulihat dia tengah memberes-bereskan file.
"Choi Siwon …" panggilku
Dia menoleh.
"Sama sekali tak tahu sopan santun, " sindirnya
"Tak perlu bersikap sopan santun terhadap orang seperti dirimu."
Dia menatapku tajam.
"Siapa kau, cowok yang tak tahu sopan santun, aku tak mengenalmu, dan ada urusan apa kau denganku? "tanyanya
"Kenapa kau berbuat seperti itu pada Heechul, dia kan adikmu. " aku tak menjawab pertanyaannya, malah aku yang bertanya padanya. Kulihat ekspresi kaget diwajahnya saat ku menyebut nama Heechul.
Dia tersenyum sinis, "Huh, jadi dia punya sahabat baru, dan kau berusaha jadi pahlawan dihadapannya?"
Aku benar-benar sangat kesal, tanganku mengepal, aku ingin sekali meninjunya.
"Kau ingin tahu kenapa? Dia itu penghalang untukku, menyusahkanku, beban untukku, karena jika dia masih ada, kekayaan ayahku takkan jatuh ketanganku. Sudah paham sekarang.?" Jelas Siwon
Aku teringat pertanyaan Heechul tadi, tanpa pikir lagi aku langsung meninjunya, tepat diwajahnya,mengakibatkan dia jatuh dari duduknya, dan aku menarik kerah bajunya.
"Kau tahu, dia itu sangat menyayangimu, dia tak pernah membencimu sedikitpun, walau kau sudah berulang kali menyakitinya, dia takkan marah apalagi kesal, dia terus tersenyum karena dia tahu bahwa dia masih punya seorang hyung. KAU DENGAR ITU CHOI SIWON?" bentakku persis didepan mukanya "Kau…..kau tak pantas disebut sebagai hyung…" lanjutku
"Jangan buang tenagamu hanya untuk menghajarku, lebih baik kau pikirkan saja Heechul, pulang dan lihat apa terjadi sesuatu padanya?" ucap Siwon sambil tersenyum sinis
Aku tertegun, aku tak mengerti apa yang dikatakannya. Tapi yang pasti terjadi sesuatu dengan Heechul, pikiranku terfokus pada Heechul, aku beranjak meninggalkannya dan saat aku sampai di depan pintu, aku kembali menoleh padanya.
"Cho Kyuhyun, Namaku Cho Kyuhyun, dan kau harus ingat itu," tegasku padanya
Aku langsung keluar dari ruangan Siwon dan bergegas kembali ke sekolah untuk mengetahui keadaan Heechul sekarang.
.
.
.
Siwon POV
"Tentu, aku akan senantiasa mengingat namamu, Cho Kyuhyun. " gumamku sambil menghapus darah yang keluar dari sisi mulutku.
Aku bingung, kenapa mereka bersusah payah demi Heechul, apa bagusnya sich anak itu?
Tapi entah kenapa, hatiku sakit saat dia bilang kalo Heechul menyayangiku walau aku sudah berulang kali menjahatinya. Dia masih menganggapku hyung-nya, untuk sedetik aku sempat berpikir, kalo aku adalah hyung yang jahat, aku memang tak pantas disebut hyung.
Aku memejamkan mataku untuk membuat tenang diriku. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruanganku.
"Masuk .." suruhku
"Oh…kau rupanya, ada apa?"
"Bagaimana? Kau sudah dapat cara untuk menguasai perusahaan ini?" Tanya Yesung. Yesung adalah orang yang selama ini membantuku untuk menguasai kekayaan Ayahku.
Aku menggeleng. Aku melihat Yesung berfikir, dan dia tersenyum licik.
"Apa kelemahan adikmu?" Tanya Yesung
Aku berpikir sejenak, mengingat apa yang dia takutkan. Ah ! aku ingat
"Dia trauma dengan api, dia akan teriak ketakutan jika melihat api, " terangku
"Aku ada ide, kau gunakan saja ketakutan akan traumanya sebagai senjata kita, "
Aku mengerutkan alisku.
"Maksudmu?" tanyaku tak mengerti
"Dia kan trauma dengan api, kau buat dia terus merasakan trauma itu, buat dia terus melihat api, dan tak lama kemudian dia akan gila, tak mungkin kan orang yang kesehatannya terganggu mendapatkan seluruh kekayaan ini. "jelas Yesung
Aku diam sejenak, dan aku tersenyum, "Kau benar Yesung, kau memang cerdas, "
Yesung tersenyum puas.
.
.
.
.
.
.
.
Eunhyuk POV
Heechul, maaf aku tak bisa memaafkan perbuatan Siwon hyung kali ini, gumamku
Aku menatap wajah Heechul yang tertidur, aku mengusap lembut wajahnya, dan itu membuatnya terbangun.
"Eunhyuk…" panggilnya
"Eh… Heechul, kau sudah merasa lebih baik? "tanyaku
Heechul mengangguk tersenyum. Dia lalu bangun dan mengambil seragamnya yang kuletakkan di samping ranjang.
"Kau mau apa Heechul?"
"Aku sudah baikan, kita kekelas yuk, aku tak mau kita tertinggal banyak pelajaran," jelas Heechul
"Tapi kau masih sakit Heechul, sudah kau istirahat saja,"pintaku
"Eunhyuk, jangan selalu memanjakan aku, " keluh Heechul.
"Kemana Kyuhyun?"
"Oh, Kyuhyun…..eh….Kyuhyun pergi katanya ada urusan, gitu dech, " jawabku bingung
Heechul mengembungkan pipinya, "Ya sudah, ayo kita kekelas, " ajak Heechul.
Aku pun menuruti maunya, kami pun pergi dari ruang UKS menuju kelas kami.
.
.
.
.
.
.
.
Kyuhyun POV
Aku harus cepat sampai disekolah, apa yang terjadi dengan Heechul, semoga dia baik-baik saja. Aku terus melajukan motorku, tak berapa lama aku tiba disekolah, aku langsung menuju ruang UKS, saat aku membuka pintu, Heechul dan Eunhyuk tak ada disana,
Tak mungkin, dimana Heechul? Apa yang terjadi dengannya, ucapku dalam hati
Aku berlari menuju kelas, dan saat ku buka pintu kelas,
MWO ! Heechul ?
Aku melihat Heechul sedang mengikuti pelajaran, dia dikelas, bersama Eunhyuk, dan semua siswa melihatku, tentu saja aku masih memakai jaket kulit motorku dan membawa helm.
"Kyuhyun, kau habis darimana?" Tanya Heechul polos
Aku lega karena tak terjadi apapun pada Heechul, aku lalu berjalan kemejaku, untung saja Songsaenim sedang tak dikelas. Jadi dia tak menghukumku.
"Kyuhyun, kau tak menjawab pertanyaanku"
"Eh…oh..dari mana saja boleh, " jawabku cuek
Aku melihat Heechul mengerucutkan bibirnya.. Lucu pikirku…tapi….
"Kyuhyun, kau mau tahu apa yang terjadi denganku tadi?" Tanya Heechul serius
Ekspresi mukanya sedih dan ketakutan. Pikiranku kacau dan langsung ke Siwon, apa ini ada hubungan dengannya.
"Apa?" tanyaku tegang
Heechul mendekatkan tubunhya kemejaku. Dan…
"Apa aja boleh…" jawab Heechul enteng
MWO ! dia mengerjaiku…sial…aku kena perkataanku sendiri…rese banget…
Aku melihat Heechul tertawa, Eunhyuk juga, aku tak marah, aku senang jika kau tertawa Heechul, kau juga Eunhyuk, entah kenapa aku mulai bisa menerima kalian jadi sahabatku. Dan aku harap takkan terjadi apa-apa lagi padamu Heechul.
.
.
.
.
.
.
.
TBC-
Mimiyeon :: ini ngasih makan kyucing, bentar lagi bakalan kasih makan kyura-kyura #AuthorMulaiGila
Aegyo Lov3 :: ehem raja setan ? #AsahGolok
stevanie7227 :: yah gitu dechh #AuthorMintaDitabok
yolyol :: NC WonKyu FULL, hahaha aku sudah buatkan tinggal publish #AuthorBerbahagia
Azi CloudYesungiElf :: maksudnya ? #
Mayahahaha :: kapan Siwon akan menyayangi Heechul ? hanya waktu yang bisa menjawabnya, biarkan itu terjadi seiring waktu berjalan #MataBerkacakaca #WajahDiSedihSedihkan
