Cast : EXO Couple
Genre : Comedy, Romance
Rating : T+
Disclaimer : EXO is belong to SM Entertaintment, but THE STORY IS BELONG TO ME! No plagiat!
Summary : Para Uke hamil! Bagaimana nasib para seme? Apa saja ulah para uke yang sedang hamil hamil? [Ganti Summary] [TOO HOT Side Story] WARNING! YAOI! MPREG! HUNHAN! KAISOO! CHANBAEK! CHENMIN! KRISHO! KRISTAO! KRISLAY!
WARNING! TYPOS BERTEBARAN! YAOI! BOY X BOY!
GET AWAY IF U DON'T LIKE IT! YOU'VE BEEN WARNED!
NO BASH! NO FLAME!
THE COUPLE IS MADE BY AUTHOR, SO DON'T BASH THE COUPLE!
ALL POV IS AUTHOR POV!
CHECK IT OUT!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
ENJOY!
.
.
.
.
[BABIES EVERYWHERE]
.
.
.
.
.
[HOSPITAL]
CKLEK! Pintu ruang operasi terbuka. Kris segera menghampiri dokter Choi yang keluar dari sana.
"Bagaimana keadaan Suho dan bayiku uisanim?" tanya Kris cepat
"Suho-ssi baik-baik saja, ia sedang tertidur dalam pengaruh obat bius. Bayi laki-laki anda lahir tanpa gangguan apapun, namun beratnya hanya 2,3 kilogram. Bayi anda akan segera di bawa ke ruang bayi dan diletakkan di incubator. Mungkin bayi anda harus berada dalam incubator selama satu minggu sampai dia kuat. Saya permisi." Jawab dokter Choi dengan nada tenang
"Anakku namja…" gumam Kris—antara bahagia sekaligus sedih karena anaknya harus dimasukan ke dalam incubator
"Chukahae, hyung.." Chanyeol menepuk-nepuk pundak Kris
"Gomawo.." jawab Kris
Tak lama kemudian, keluarlah seorang suster dengan menggendong seorang bayi merah yang sangat mungil. Kris hampir menangis melihat betapa kecil anaknya.
"Tuan Wu? Anda bisa mengikuti saya ke ruang bayi kalau anda ingin bersama dengan anak anda." Ujar si suster dengan senyum ramah
"Ne.." sahut Kris cepat
Kris langsung mengikuti suster itu ke ruang bayi. Member lain hanya menunggu. Tak sampai 5 menit kemudian, Suho di pindahkan dari ruang operasi ke ruang inap.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
[SUHO'S ROOM]
Suho masih tertidur. Wajahnya pucat. Kris mengambil kursi dan duduk di samping tempat tidur Suho. Kris mengelus pelan wajah pucat Suho. Member lain hanya diam, tak ingin mengganggu Kris dan Suho. Tiba-tiba, Suho bergerak. Perlahan-lahan matanya terbuka.
"Nngghh.. Kris?" gumam Suho pelan
"Ne baby…" jawab Kris sambil menggenggam erat tangan Suho
"Kris, apa Yijun sudah lahir?" kini Suho sudah benar-benar membuka matanya
"Uri Yijun sudah lahir… Kau tahu? Yijun sangat tampan sepertiku." Kata Kris sambil terkekeh
"Aku juga tampan! Makanya anakku tampan…" Suho tertawa, namun langsung meringis karena luka jahitan di perutnya terasa sakit
"Hati-hati, baby… Jahitanmu masih basah." Kris membantu Suho untuk duduk
"Hyung! Chukhahaeyo! Anakmu sangat tampan." Kyungsoo mendekati Suho dan Kris
"Kamsahamnida…" ujar Suho sambil tersenyum
"Hyung, uri panda lucu sekali…. Aku ingin menggendongnya.." kata Tao
"Kau boleh menggendongnya sebanyak yang kau mau, Tao.." ujar Suho
Tak lama kemudian ruang inap Suho pun jadi gaduh karena member EXO berisik. Terang saja Kris langsung memarahi mereka semua. Dan akhirnya satu persatu dari mereka pulang ke villa. Karena member lain sudah pulang, Suho merasa kesepian. Meskipun ada Kris yang menemaninya, ia tetap merasa kesepian.
"Kris, aku ingin melihat Yijun…" pinta Suho
"Tunggu di sini ne? Aku akan meminjam kursi roda dulu…" kata Kris seraya mengusap rambut Suho
"Tidak perlu, Kris. Aku bisa berjalan. Geunyang, papah aku ya?" kata Suho dengan wajah memelas
"Arasseo, hati-hati…" Kris membantu Suho turun dari ranjangnya
Keduanya segera menuju ke ruang bayi. Setelah sampai di depan ruang bayi, Kris dan Suho berhenti sejenak.
"Suho-ya, lihat itu. Itu Yijun.." Kris menunjuk seorang bayi yang sangat mungil di dalam incubator
"Hiks… Yijun kecil sekali…" Suho langsung menitikkan airmatanya
"Gwaenhanha, baby… Meski begitu dia sangat tampan dan sehat." Kris merangkul Suho erat
"Mianhae Kris, aku yang membuatnya jadi seperti itu… Aku menyesal tidak pernah memikirkan gizi untuknya…" Suho terisak
"Jangan diingat lagi… Sekarang kau harus bersiap menjadi eomma yang baik untuk Yijun. Ayo masuk. Kau ingin menyentuhnya kan?" ujar Kris sambil menuntun Suho untuk masuk ke dalam ruang bayi
Air mata Suho tak berhenti mengalir saat Kris menuntun jarinya untuk menyentuh Yijun di dalam incubator. Suho dapat merasakannya. Merasakan betapa tipis dan rapuh kulit Yijun di tangannya. Tiba-tiba tangan Yijun bergerak menggenggam ibu jari Suho. Suho tertawa sambil menangis. Ia benar-benar bahagia. Yijun menyadari kalau yang sednag menyentuhnya saat ini adalah orang yang sudah mengandungnya selama 7 bulan ini. Kris hanya tersenyum melihat moment hangat antara Yijun dan Suho. Dalam hatinya, Kris berjanji untuk menjaga mereka sepenuh hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
#SKIP A WEEK LATER
Yijun merupakan bayi yang kuat. Setidaknya itulah yang membuat Yijun bisa cepat-cepat di bawa pulang. Selama satu minggu, bayi itu minum dengan sangat lahap. Beratnya langsung naik drastis dan dokter pun memperbolehkan Yijun di bawa pulang. Member EXO menyambut kedatangan Suho dan Kris dengan bahagia.
"Omo, kenapa Yijun bisa sebesar ini? Hyung! Kalian tidak salah mengambil bayi kan? Terakhir kali aku melihatnya, Yijun sangat kecil seperti anak anjing!" kata Kai histeris
"Jangan menyamakan anakku dengan anak anjing, Kai!" Kris menatap tajam Kai, sedangkan Kai hanya terkekeh
"Aigoo… Yijunnie… Tampan sekali… Ia mirip dengan Suho hyung!" Kyungsoo menatap Yijun dengan berbinar-binar
"Tapi Yijun juga mirip dengan Kris hyung!" ujar Baekhyun bersemangat
"Tentu saja, kan mereka orangtuanya." Celetuk Chen
Dan kepulangan Yijun menambah kebahagiaan member EXO. Mereka sangat senang karena Yijun sangat sehat dan lucu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#SKIP 2 MONTHS LATER
Kini usia kandungan Kyungsoo, Baekhyun dan Luhan sudah memasuki bulan terakhir. Perut mereka semakin besar saja, bahkan membuat ketiganya kesulitan berjalan. Dengan keadaan hamil tua seperti itu, mereka sangat ingin membantu Suho mengurus Yijun. Tentu saja seme mereka tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Mereka tidak ingin terjadi sesuatu pada uke mereka saat menggendong Yijun. Yijun juga masih terlalu kecil. Bagaimana kalau Yijun terjatuh saat digendong karena Kyungsoo atau Luhan atau Baekhyun mengalami kontraksi ringan? Tentu tidak ada yang menginginkan hal itu terjadi.
Seperti hari-hari biasa, Yijun menjadi rebutan member EXO. Mereka berebut menggendong Yijun. Yijun memang bukan bayi yang mudah rewel, sehingga mereka tidak kesulitan menjaganya. Namun kalau sudah menangis, Yijun akan sangat sulit didiamkan. Suho dan Kris sangat kepayahan kalau sudah seperti ini. Dan yang paling parah, Tao-lah yang paling sering membuat Yijun menangis.
"Tao, jagalah Yijun ne? Aku mau mandi sebentar." Suho menyerahkan Yijun yang sedang tidur ke pelukan Tao
"Hyung? Bagaimana kalau Yijun menangis?" Tao ragu
"Ayun-ayun dan tepuk pantatnya lembut. Nanti dia akan diam." Kata Suho yang sudah menghilang di balik pintu kamar mandi
"Ne…"
Tao menatap Yijun lekat. Wajah Yijun benar-benar kombinasi sempurna antara Kris dan Suho. Dalam hati, Tao sangat ingin menggendong bayi miliknya sendiri. Namun Kris tidak pernah menyinggung tentang punya bayi bersamanya. Tao sedih, namun ia menghargai apa yang diinginkan Kris. Ia yakin kalau apa yang dilakukan Kris adalah demi kebahagiannya, Lay, Suho dan juga Yijun. Tao mengecup dahi Yijun. Ia sangat menyayangi Yijun karena ia menganggap Yijun juga anaknya.
Tiba-tiba wajah Yijun mengerut jelek. Tak sampai 2 detik kemudian, Yijun langsung menangis kencang.
"Huwaa!" tangis Yijun kencang sambil meronta kecil di gendongan Tao
"Omo, eottheokke? Yijunnie… Uljimarayo.. Uljimaa…" Tao berusaha menenangkan Yijun
"HUWAA!" Yijun menangis semakin kencang
"HUWEE… YIJUNNIE ULJIMAYO! HIKS!" kini Tao malah ikut menangis
Kris yang baru saja jatuh tertidur, langsung terbangun mendengar tangis Tao dan Yijun. Ia segera menghampiri Tao yang sedang menangis sambil menggendong Yijun.
"Tao? Omona… Sini serahkan Yijun padaku…" Kris langsung menggendong Yijun
"Hiks-hiks… Kenapa Yijun selalu menangis kalau aku menggendongnya? Hiks…" Tao terisak
"Sepertinya dia lapar, Tao… Bisa tolong buatkan susunya?" Kris menenangkan Yijun dengan memberikan jarinya untuk dihisap Yijun
"Ne.."
Tao segera berhenti menangis dan membuatkan susu untuk Yijun. Ia sudah terbiasa membuat susu untuk Yijun, jadi Tao bisa dengan cepat memberikannya pada Kris. Setelah itu Yijun langsung meminum susunya lahap dan tertidur lagi setelah susunya habis.
"Aku akan menidurkan Yijun di dalam boxnya. Dimana Suho?" tanya Kris
"Suho hyung sedang mandi…" jawab Tao lesu
"Jangan lesu begitu, eoh? Saranghae." CUP! Kris mengecup bibir Tao, lalu masuk ke kamar
Tao tersipu karena ciuman Kris barusan. Kini Tao malah senyum-senyum sendiri.
.
.
.
.
.
.
.
[KRISTAOLAYHO'S ROOM]
Kris baru saja selesai meletakkan Yijun dalam box bayi yang ada di kamarnya dan duduk di ranjang ketika Lay datang dan memanggil namanya.
"Krissshh…" Lay memanggil Kris dengan nada yang err—menggoda?
"Ada apa Lay?" Kris mulai deg-degan
Lay maju menghampiri Kris dengan gaya sexy, lalu langsung mendudukan dirinya di pangkuan Kris. Lay meraba dada bidang Kris dengan gerakan lambat nan nakal. Lay sedang 'ingin' ternyata. Sepertinya Lay sudah tak mampu menahan hasratnya lebih lama. Kris memang sudah lama tak menyentuhnya—semenjak Suho hamil. Lay mendorong Kris hingga Kris terbaring di ranjang. Sepertinya tak ada perlawanan dari Kris. Kris hanya diam menikmati Lay menggodanya.
"Kris… Apa kau tak ingin punya anak dariku?" Lay menggoyangkan buttnya hingga bergesekkan dengan 'pusaka' Kris yang masih terbungkus celana.
Lay merendahkan tubuhnya dan menyambar bibir Kris—melumatnya lembut dan menggigitinya kecil. Setelah cukup lama bertautan bibir, akhirnya Kris angkat bicara saat bibir mereka terpisah.
"Lay baby… Dui bu qi…" Kris mengangkat wajah Lay dan menatapnya lekat dengan posisi Lay menindih Kris
"Weishenme?" kini tatapan Lay berubah sendu
"Lay, bukannya aku tak ingin memiliki anak denganmu… Tapi aku tak ingin terjadi sesuatu denganmu saat mengandung nanti. Kau tahu? Kejadian Suho sangat membuatku terpukul. Aku benar-benar tak ingin kehilangan mereka—Suho dna Yijun. Kau hemophilia, baby. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kalau kau melahirkan nanti. Itu sangat membahayakanmu, honey. Aku tak ingin kehilangan dirimu. Maaf atas keegoisanku. Aku tahu kau terluka dengan hubungan kita. Aku tahu kau yang paling sering kuabaikan. Tapi ketahuilah, Lay… Aku mencintaimu. Aku mencintai kalian semua. Sungguh aku tak pernah membagi rasa cintaku untukmu, untuk Suho ataupun Tao. Aku mencintai kalian sepenuh hatiku. Untukmu, cinta yang penuh, begitu juga dengan Suho dan Tao. Wo ai ni, Lay… Wo hen ai ni…" Kris mengakhiri kalimatnya dengan kecupan lembut di dahi Lay
Lay langsung menangis dan memeluk Kris. Perasaannya campur aduk sekarang. Entah dia harus senang atau sedih saat ini. Ia baru sadar betapa Kris mencintanya dan tak ingin kehilangan dirinya. Kris bahkan sudah memikirkan semuanya. Kris benar, mungkin saja dia tidak akan selamat saat melahirkan anaknya nanti karena ia hemophilia. Lay semakin menangis. Tiba-tiba, pintu terbuka.
"O-ow.. Mian, aku tidak akan mengganggu." Suho yang ingin masuk ke kamar segera mengurungkan niatnya dan menutup pintunya cepat.
"Jangan menangis, baby… Ayo lakukan 'itu'… Bukankah kau sudah lama menunggunya?" Kris tersenyum dan menangkup wajah Lay dengan kedua tangannya
"Baiklah, aku akan mengunci pintu." Kata Lay sambil tersenyum
Lay segera mengunci pintu dan menghampiri Kris. Mereka pun berpagutan erat dan memulai sesi 'Make Out' mereka tanpa ingat bahwa ada bayi yang sedang tidur di dalam kamar mereka.
#poorYijun
.
.
.
.
.
.
.
Tao dan Suho tertidur di sofa dengan lelapnya. Chanyeol dan Baekhyun yang sedang kelaparan sedikit terkejut melihat keduanya tidur di sofa.
"Yeollie, kenapa Tao dan Suho hyung tidur di sini?" tanya Baekhyun pada Chanyeol
"Mollayo, Baek… Kenapa mereka tidak tidur di kamar ya?" Chanyeol malah ikut-ikut bertanya
"Naddo molla, Yeol… Mungkin kamar mereka sedang dipakai Lay dan Kris…" kata Baekhyun pelan
"Dipakai untuk apa?" tanya Yeol bingung
"Aigoo, masa kau tidak bisa menebaknya? Itu… Yang sering kita lakukan di kamar.." Baekhyun tersenyum menggoda
"Ah? Ohh.." akhirnya Chanyeol mengerti apa maksud Baekhyun
"Uhh, Chanyeollie… Aku jadi 'ingin' juga… Ayo ke kamarhhh…" Baekhyun mendesah dan memonyong-monyongkan bibirnya sambil berjinjit—mencoba mencium Chanyeol
"Ani Baek! Ayo ke dapur dan tunggu aku selesai masak, lalu makan bersama. Arasseo?" Chanyeol hanya mengecup singkat bibir Baekhyun lalu menarik tangan Baekhyun menuju dapur
"Uh! Chanyeol tidak seru!" gerutu Baekhyun
Chanyeol hanya tersenyum kecil. Untung ia bisa mengalihkan horny Baekhyun kali ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
[NIGHT DAY]
Xiumin, Chen, Kyungsoo, Lay, Tao, Baekhyun, Luhan dan Chanyeol terlihat sedang asyik menonton film action yang diputar Xiumin beberapa saat lalu. Meski waktu sudah menunjukan pukul 23.15 KST, mereka tak berniat untuk kembali ke kamar dan tidur. Film yang mereka tonton terlalu seru untuk ditinggalkan. Member lainnya? Tentu saja mereka sudah tertidur.
Kyungsoo terlihat gelisah sejak tadi. Wajahnya mengerut seperti menahan sesuatu. Tao yang duduk di sebelahnya merasa terganggu.
"D.O-ya, wae geurae?" tanya Tao dengan nada kesal karena acara menontonnya terganggu oleh Kyungsoo yang tak bisa duduk diam
"A-amudeo aniya… Aku ingin tidur… AGHH!" tiba-tiba Kyungsoo berteriak kesakitan saat mencoba berdiri. Ia langsung duduk lagi dan memegangi perutnya yang terasa nyeri
"W-wae? Apa sudah waktunya?" Xiumin menatap Kyungsoo horror
"M-molla…" wajah Kyungsoo mengerut menahan sakit
"Jinjja? Aku akan membangunkan Kai…" Chanyeol segera beranjak dari duduknya, namun Baekhyun segera menahan tangannya
"Yeol… Enghh!" kini Baekhyun merunduk memeluk perut buncitnya yang mulas
"Mwo? Kau juga, Baek?" Chanyeol duduk lagi dan langsung membawa Baekhyun dalam pelukannya
"Ya sudah, aku saja yang membangunkan Kai dan yang lain."
Luhan langsung berdiri dan berjalan menuju kamar Kyungsoo dan Kai, namun tiba-tiba tubuhnya limbung karena kontraksi menghantam perutnya.
"ARGH!" Luhan berlutut sambil memegangi perutnya
"Omo! Luhan!" Xiumin segera menghampiri Luhan dan membawanya ke sofa lagi
Akhirnya Tao dan Lay-lah yang membangunkan member lainnya. Kris dan Suho langsung bangun karena Yijun ikut menangis mendengar suara gaduh di luar kamar. Chen mencoba sekuat tenaga untuk membangunkan Kai. Tentu saja itu karena Kai adalah tukang tidur parah yang sangat sulit dibangunkan. Ia mengguncang-guncang tubuh Kai kasar agar si tukang tidur itu segera bangun karena ukenya akan segera melahirkan.
"KAI! Ppalli ireona! Ireona, eoh!" Chen menarik-narik selimut Kai dan menepuk-nepuk pipi namja tan itu
"Eunghh…" Kai seolah tak peduli dan masih tetap tertidur
"KAI! PPALLI IREONA! D.O MELAHIRKAN!" teriak Chen nyaring
"MWO?! Dimana D.O hyung? Apa yang terjadi? Eottheokke? Anakku… Eottheokkhaji? Chen hyung! Eottheokharago? D.O hyung! Aku akan jadi appa! Ini jam berapa? Eomma! Noona!"
Kai langsung terbangun dengan meloncat dari tempat tidur mendengar ukenya akan melahirkan. Ia meracau cepat dengan nada panik sambil mondar-mandir tak jelas. Chen hanya mengeluarkan ekspresi (-_-!).
Lain Kai, lain pula Sehun. Berbeda dengan Kai yang langsung maracau panik tak jelas, Sehun hanya membuka matanya pelan dengan tatapan ngantuk, membuat Xiumin gemas dan memutuskan untuk menarik tangan Sehun agar anak itu segera bergerak.
"SEHUN-AH! Luhan akan melahirkan!" Xiumin segera menarik tangan Sehun agar segera duduk dan berdiri
"Ne.." Sehun menjawab sambil menahan kantuk
"Omo! Ppalli Sehun-ah!" Xiumin menarik-narik Sehun yang masih setengah sadar
Sementara itu keadaan villa sangat rusuh dan ribut. Suara 3 uke yang berteriak ketika kontraksi datang, suara tangis Yijun, suara member lain yang kebingungan menambah kebisingan tengah malam di villa itu.
"Arghh.. Yeollie! Apeo!" Baekhyun menjambak kasar rambut Chanyeol
"Kaihh! Huh huh huh.. Ahhh!" Kyungsoo menggigit pundak Kai yang tengah memeluknya
"AAW!" teriak Chanyeol dan Kai bersamaan ketika uke mereka menyalurkan rasa sakit pada mereka dengan jalur kekerasan—kalau menjambak dan menggigit dihitung sebagai kekerasan
"Hunnie.. Hiks-hiks…" Luhan tidak berteriak kesakitan, namun malah menangis
"Waeyo, Luhan hyung?" tanya Kai sambil meringis menahan rasa sakit saat Kyungsoo lagi-lagi menggigit pundaknya
"Hiks… Sehunnie tidak mencintaiku lagi… Hiks… Dia tidak sayang padaku dan aegya… Bahkan sekarang dia bisa-bisanya tertidur.. Padahal aku mau melahirkan…" Luhan menunjuk Sehun yang tertidur di sampingnya
"OMONA! SEHUN IREONA!" teriak ke-10 member lain
"Eh? NE!" Sehun segera bangun dan memeluk Luhan
Member yang lain tak habis pikir. Bagaimana mungkin Sehun masih sempat-sempatnya tertidur di saat genting seperti ini.
"Yijunnie, cup cup cup… Eomma yeogisseo… Uljima~.." Suho mencoba menenangkan Yijun yang terus menangis dalam pelukannya
"Chen, siapkan mobil. Kau dan aku akan menyetir sampai ke rumah sakit. Yang lainnya segera siapkan barang-barang yang diperlukan dan ayo berangkat." Ujar Kris cepat
"Ne!" mereka menjawab serempak
Mereka pun segera pergi ke rumah sakit.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
[HOSPITAL / 03.00 KST]
"Anakku, Kim Insoo.."
"…"
"Akhirnya Uri Chanhyun lahir juga… Nae aegi, Park Chanhyun…"
Ketiga seme yang berbahagia itu kini sedang menggendong bayi mereka dengan bangga. Kai memberi nama bayi perempuannya dengan nama Kim Insoo. Insoo lahir dengan berat 3,5 kg. Insoo lahir lebih dulu dari bayi lainnya. Kai tak henti-hentinya menciumi bayi montok di gendongannya.
Chanyeol memberi nama bayi laki-lakinya dengan nama Park Chanhyun yang lahir dengan berat 3,4 kg. Chanhyun memiliki pipi yang montok. Hidung dan bibirnya menuruni Chanyeol. Chanyeol tersenyum idiot sambil sesekali mengecup bayinya.
Sehun sedari tadi diam sambil terus tersenyum memandang bayi dalam gendongannya. Ia sibuk mengagumi bagaimana wajah bayi perempuannya itu bisa mewarisi wajahnya dengan sempurna. Bibir, hidung dan dagunya yang lancip sangat persis dengan milik Sehun. Namun Sehun berharap saat anaknya itu membuka mata, matanya akan persis dengan milik Luhan yang bening dan cantik.
"Sehun-ah, siapa nama anakmu? Kenapa diam saja eoh?" tanya Tao
"Namanya Oh Sehan. Lihat, Tao… Anakku mirip denganku kan?" Sehun memamerkan Sehan pada Tao
"Ne… Mirip sekali denganmu… Chanhyun juga mirip sekali dengan Chanyeol." Kata Tao sambil melirik Chanhyun dalam gendongan Chanyeol
Mereka langsung tertawa. Hari ini akan menjadi hari yang sangat bersejarah dalam hidup mereka dan juga karier EXO.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
[10 MONTHS LATER]
Masa hiatus EXO telah berlalu. Mereka kini sedang dalam masa comeback. Aktifitas mereka bertambah padat. Kadang mereka harus menitipkan bayi-bayi mereka di rumah orangtua mereka karena jadwal mereka yang begitu padat. Para fans dan netizen hanya tahu kalau EXO mengadopsi anak ketika EXO memperkenalkan bayi-bayi mereka kepada publik.
Sekarang bayi-bayi di EXO sudah mulai bisa berbicara. Mereka sudah bisa memanggil orangtua mereka, meski belum terlalu jelas. Bayi-bayi itu sangat ceria dan di umur mereka yang masih dini, sifat-sifat dasar mereka mulai terlihat.
Yijun, bayi yang paling besar misalnya. Yijun sangat suka marah dan menangis. Namun ketika perhatiannya teralihkan, ia akan berhenti menangis. Wajahnya tegas karena matanya menuruni Kris yang memiliki mata tajam dan alis tinggi. Namun bibirnya menuruni Suho. Yijun adalah satu-satunya bayi yang sudah bisa berjalan. Bahkan kini sudah berlari-lari, meskipun masih sering terjatuh. Wajahnya sangat tampan, tapi Yijun paling galak. Ia akan berteriak ketika dikerjai atau ketika mainan kesayangannya diambil.
Namun entah kenapa, meskipun galak, Yijun hanya baik dan akur pada Sehan, anak pasangan Sehun dan Luhan. Padahal Sehan adalah bayi termanja dan tercengeng. Dengan ajaib, Yijun akan dengan murah hati meminjamkan mainannya untuk si mungil Sehan. Yijun tidak pernah marah kalau Sehan mengganggunya. Justru Yijun menunjukan kasih sayangnya dengan memeluk dan mencium Sehan. Berbeda kalau bayi lain yang datang kepadanya, Yijun akan marah dan membuat Chanhyun atau Insoo menangis.
[EXO'S DORM]
Seorang bayi perempuan cantik bermata indah sedang merangkak tak tentu arah. Rambut hitam nan tipisnya dikucir satu ke atas, membuat wajahnya terlihat semakin imut. Oh Sehan—nama bayi itu, menemukan sebuah objek yang menarik. Ia segera merangkak cepat menuju objek yang menarik perhatiannya.
"Jun! Jun!" Sehan dengan cepat merangkak mendekati Yijun yang sedang bermain bola secara solo
Yijun langsung berhenti menendang bolanya. Ia mendekati Sehan dan memberikan bolanya pada Sehan, namun Sehan menggeleng. Yijun ikut duduk di sebelah Sehan. Yijun mencubit pipi Sehan gemas, lalu memeluk dan mencium bibir Sehan. Sehan langsung tertawa senang.
"Hihihi!" tawa Sehan nyaring
"Suho hyuungg! Anakmu mencium anakku!" seru Luhan heboh ketika melihat Yijun mengecup bibir Sehan
"Bukankah sudah biasa?" ujar Suho sambil membuatkan susu untuk Sehan
"Semakin lama aku semakin yakin kalau saat mereka dewasa nanti, kita akan berbesan, hyung." Sehun mencoba menggendong Sehan yang sedang duduk di lantai bersama Yijun
"AAHHH!" teriak Yijun kencang dengan tatapan marah pada Sehun yang sudah mengambil Sehan
"Hiks… Jun! Jun!" Sehan meronta dalam gendongan Sehun
"Omo! Apa-apaan ini?" Sehun bingung karena Yijun kini memukuli kakinya
"Sepertinya mereka tak ingin dipisahkan…" Suho datang membawakan susu untuk Yijun, namun Yijun menepis susunya hingga botol dotnya terjatuh ke lantai
"Yijunnie! Kenapa dotnya dibuang? Sehun-ah, tolong turunkan Sehan. Yijun mengamuk." Suho menatap Sehun dengan memelas
Yijun tetap mengamuk dan berteriak kencang—tidak menangis. Meski Sehun sudah mengangkat Sehan tinggi-tinggi agar bayi itu senang, Sehan tak berhenti menangis dan tetap meronta di gendongan Sehun. Akhirnya Sehun menurunkan Sehan dan membiarkan putri mungilnya itu merangkak cepat untuk mendekati Yijun yang sedang duduk manis meminum susunya. Mereka berpelukan, lalu Yijun menawarkan susunya untuk Sehan, tapi Sehan menggeleng.
"Lihat, bahkan Yijun memberikan semuanya untuk Sehan… Ckckck… Mereka ini masih bayi tapi sudah bisa bermesraan…" Luhan menggeleng-gelengkan kepalanya heran
"Ne. Sudah, jangan ganggu dua bayi itu. Lebih baik kita makan malam." Suho mengajak Sehun dan Luhan makan malam
"Yang lain kemana?" tanya Luhan ketika menyadari hanya ada mereka bertiga bersama 2 bayi di dalam dorm
"Mereka main di luar. Mungkin sebentar lagi kembali." Kata Suho
Tak lama kemudian, member lain pulang. Terdengar suara tawa bayi dan tawa orang dewasa dari arah pintu masuk.
"Hahaha.." tawa khas Kai terdengar paling nyaring
"Hihihi.." kini giliran tawa bayi yang terdengar nyaring
Terlihat Kai sedang menggendong Kim Insoo, bayi perempuan yang memiliki wajah persis dengan Kyungsoo. Bahkan bayi montok itu tak memberi bagian sedikitpun di tubuhnya untuk gen Kai. Insoo tertawa lepas ketika Kai mengecup leher dan pipinya berulang-ulang. Insoo memang sangat dekat dengan Kai. Kyungsoo jadi sering merasa terabaikan apabila Insoo sudah berada di gendongan Kai.
Sedangkan di sebelah Kai, Chanyeol sedang menggendong bayi lelaki yang tertidur pulas. Terlihat kalau bayinya kelelahan. Dari semua bayi, yang paling gemuk adalah Chanhyun. Baekhyun sering tidak kuat kalau menggendongnya lama-lama, jadilah Chanyeol yang paling sering menggndong anak mereka sehingga Chanyeol dekat dengan Chanhyun. Chanhyun begitu terlihat sangat gemuk dan sehat. Wajahnya persis dengan Chanyeol. Matanya bulat dan pipinya tembam.
"Kai, aku akan mengganti baju Insoo dan menidurkannya." Kyungsoo membuka tangannya meminta Kai memindahkan Insoo ke gendongannya.
"Biar aku saja hyung.." Kai menolak dan membawa Insoo ke dalam kamar mereka
"Si gendut sudah tidur kan, Yeol?" tanya Baekhyun
"Ne." jawab Chanyeol singkat
Chanyeol melepaskan topi yang dipakai Chanhyun dengan hati-hati. Baekhyun mengusap pelan dahi Chanhyun yang sedikit berkeringat, merapikan rambut-rambut halus yang sedikit berantakan disana. Mereka juga masuk ke kamar mereka. Kyungsoo terdiam. Ia melangkahkan kakinya menuju dapur, namun retinanya menangkap 2 bayi sedang bermesraan di tempat bermain mereka.
EXO memang sengaja membuatkan satu space khusus di dorm baru mereka sehingga bayi-bayi mereka memiliki tempat bermain. Space itu dipagari agar bayi-bayi mereka tidak merangkak terlalu jauh dan hilang dari pengawasan orangtua mereka. Di sana banyak sekali permainan untuk bayi. Boneka juga berserakan dimana-mana. Terlihat Sehan sedang bermain menyusun balok-balok kayu dengan sangat rapid an sempurna. Ah, sepertinya IQ tinggi milik Luhan menurun padanya. Sedangkan Yijun kini menyedot dotnya yang sudah hampir kosong. Sesekali ia memainkan rambut Sehan yang sedang diikat satu.
"Aigoo, dimana orangtua kalian, eoh?" tanya Kyungsoo pada dua bayi yang sedang bermesraan itu—jelas tak mungkin akan dijawab karena bayi-bayi itu tidak mengerti apa yang dikatakan Kyungsoo
"D.O? Kau sudah pulang?" Suho memanggilnya
"Ne hyung. Hyung, kenapa anakmu suka sekali dengan Sehan? Lihat itu, dia menciumi pipi Sehan terus." Kyungsoo menunjuk si tersangka cilik di dalam tempat bermainnya
"Naddo molla, D.O-ya. Mereka sudah seperti itu sejak 3 bulan yang lalu saat Yijun baru merangkak." Jawab Suho
.
.
.
.
.
.
#FLASHBACK ON
Sehan menangis kencang. Seperti mencari eommanya, namun Luhan sedang mandi. Sehan terus menangis dengan posisi tengkurap. Bayi-bayi yang lain juga sedang bermain. Berhubung mereka belum bisa apapun selain tengkurap, bayi-bayi itu hanya bermain sambil berbaring. Satu-satunya yang bisa merangkak hanya Yijun. Yijun sedang asyik bermain ketika Sehan menangis kencang. EXO sedang sibuk dengan urusan mereka sendiri. Sehun dan Kai yang mendapat tugas untuk mengawasi para bayi malah asyik bermain dengan handphone mereka. Sehun seolah tak begitu peduli dengan anaknya yang sedang menangis mencari Luhan.
"Sabar aegiya.. Eomma sedang mandi ne? Jadi kau harus sabar.." ujar Sehun pelan tanpa melepaskan pandangannya dari handphonenya
"HUWAA!" Sehan terus menangis
#PLAK!
"AW! YA! Kkamjong! Kenapa memukulku, eoh?" Sehun mengelus kepalanya yang baru saja dipukul Kai
"Kau bodoh atau apa sampai anakmu menangis dank au asyik bermain handphone? Cepat tenangkan Sehan!" Kai merebut handphone Sehun dan menyuruh Sehun menenangkan Sehan
"Ck! Arasseo!" Sehun masuk ke tempat bermain bayi-bayi dengan ogah-ogahan
Namun sebelum Sehun sampai di dekat Sehan, Yijun telah mendahuluinya. Sehun sangat takut kalau Yijun akan memukul Sehan karena Yijun akan selalu marah pada siapapun yang mengganggunya. Yijun pernah memukul Insoo karena Insoo mengemut mainan mobil kesayangannya. Sehun tak ingin anaknya kenapa-napa. Namun apa yang ia lihat sungguh ajaib. Yijun bukannya marah pada Sehan karena sudah berisik dengan tangisannya, namun Yijun malah mencium pipi Sehan. Sehan seketika berhenti menangis. Setelah itu Yijun malah memeluk Sehan yang sedang tengkurap seolah ingin menenangkan bayi cantik itu.
"Kenapa Sehan berhenti menangis?" Kai menoleh dan menemukan Sehun terpaku melihat Yijun dan Sehan yang bertingkah lucu
"Kai! Yijun mencium anakku dan dia langsung berhenti menangis! Waa… Yijunnie, gomawo, ne?" Sehun langsung mendekati Yijun dan mencium pipinya
"AAA!" Yijun malah marah dan memukul Sehun
"Aw, Yijunnie… Jangan begitu pada ahjussi…" Sehun tersenyum bodoh sambil mengelus kepala Yijun
"Uh!" Yijun melengos tak suka dan menjauhi Sehan dan Sehun
"Apa-apaan ini? Eh? Sehan tidak menangis lagi? Sini eomma gendong… Sehun-ah, apa yang kau lakukan disitu?" Luhan yang sudah selesai mandi menggendong Sehan
"Ani, hyung…" Sehun hanya menoleh pada Luhan sambil tersenyum
"Hyung, tadi Yijun yang membuat Sehan berhenti menangis. Bahkan suami albinomu itu tidak berbuat apa-apa saat Sehan menangis." Lapor Kai pada Luhan
"Jjinjja? Hunnie, kenapa membiarkan Sehan begitu saja eoh? Kasihan dia… Untung ada Yijun.." Luhan mengecup gemas wajah Sehan
"Habisnya kalau aku menggendongnya, tak ada gunanya hyung. Dia hanya akan berhenti menangis kalau bersamamu, hyung…" jawab Sehun ringan
"Dasar kau ini! Biarkan saja ne, appamu memang nakal… Ayo bermain bersama eomma…" Luhan membawa Sehan yang tertawa di pelukannya
"Hah… Kapan kau akan menurut denganku, aegiya?" gumam Sehun sambil duduk lagi di sebelah Kai
"Haha… Nasibmu, Sehun-ah…" ejek Kai
"Dasar Kkamjong!" Sehun menghadiahi Kai pukulan dengan bantal
Tanpa mereka sadari, Chanhyun dan Insoo sedang berpegangan tangan erat sambil menggerakan kaki mereka riang. Mereka menatap langit-langit. Sesekali kekehan kecil keluar dari bibir dua bayi ini.
Chen dan Xiumin datang dan bergabung dengan Sehan dan Kai di sofa. Xiumin tersenyum melihat Insoo dan Chanhyun.
"Insoo-ie.." Xiumin masuk ke tempat bermain, lalu menggendong Insoo
Chen tersenyum melihat Xiumin saat menggendong Insoo seperti saat hatinya dia sangat ingin Xiumin menggendong anak mereka sendiri, namun sampai saat ini Xiumin dan Chen belum pernah membicarakan tentang bayi secara serius.
"Hyung… Apa kau sudah siap?" kata Chen dalam hati
#FLASHBACK OFF
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TO BE CONTINUE!
Hay hay semua!
Ini lanjutannya.
Maaf kalau kurang memuaskan.
BAYI-BAYINYA UDAH LAHIR SEMUA!
Oiya, BTW banyak yang begitu seneng kalau Suho jadi uke. Mian di chapter sebelumnya aku belum ngasih liat sifat ukenya Suho. Haha… Suho itu sebenarnya sifatnya sangat ke-uke-uke-an. Kalau gak percaya, nonton aja EXO first box episode 1. Disitu ada Krisho moment. Itu lho, pas Kris buka kopernya, terus ada makanan. Nah, yang disebelahnya kan Lay, tapi yang disuapin makanannya malah si Suho yang di sebelahnya Lay *Lay duduknya tengah KrisHo*. Kalau KrisTao kan momentnya dimana-mana ada. Hehe… Kris kan sayang banget sama Tao. Tao juga manja banget sama Kris. Suho itu suka caper sama Kris, tapi tetep aja Kris perhatiannya sama Tao dan jangan lupakan sama Lay juga. Kris itu deket banget sama Lay, lho! Tapi Kris sendiri bilang kalau dia suka couple KrisTao… Next chapter aku bakal jelasin kenapa Kris bisa punya 3 uke.
Nah, buat yang nanya ntar uke lain pada hamil atau nggak, udah jelas kan kalo Lay gak? Jadi nanti yang lainnya bisa liat sendiri di next chap.. Hehe..
*smirk*
JEONGMAL GOMAWO buat yang udah REVIEW, FOLLOW, FAVORITE & BACA ff ini.
Aku tahu FF ini banyak kekurangan. Makasih udah ngasih respon positif buat ff ini….
SPECIAL THANKS TO : SH, ia, ceekuchiki, Guest, Maple fujoshi2309, Initial D 0326, kkamjongie, suhokim, wereyeolves, Cho Minhyun 137, CheartB, 14nindyehet, Guest, Byun Nope, EXOTICARMYsasha, Vita Wiliona Venus, asroyasrii, FriederichOfficial, exindira, ditstysandra, rossadilla17, delimandriyani, , kim soo jong, PikaaChuu, luludeer2009, HyunRa.
Maaf nggak bisa bales reviewnya. Tapi udah aku baca semuanya. Makasih banyaaakkk sama reviewnya… Moga-moga chapter ini dan end chapter bisa menjawab semua pertanyaan reders yaa…
Jangan lupa review lagi…
SARANGHAEYO YEOREOBUN!
REVIEW JUSEYO!
XOXO
