:::109:::
Kedua orang dewasa itu duduk bersebrangan, saling diam sambil menatap satu sama lain. Sepasang mata menatap sepasang mata lainnya dengan dalam seolah-olah menyiratkan rasa rindu yang begitu mendalam, sedangkan sepasang mata lagi menatap mata disebrangnya dengan sangat tajam seolah-olah menyalurkan kekecewaan dan kesedihan yang begitu terasa.
"Untuk apa kau kemari?"tanya seorang yang memandang dengan tatapan tajam.
"Kenapa kau melarang Donghye berdekatan denganku?"tanya seorang lagi.
"Kenapa Donghye harus berdekatan denganmu?"
"Karena aku tahu kalau Donghye adalah anakku.."
"Mwo? Kenapa kau begitu yakin kalau Donghye adalah anakmu?"
"Karena aku bisa merasakannya, Donghae."
"Ck! Merasakannya? Bukankah kau sendiri yang dulu tidak mengakuinya, Tuan Choi Siwon."ujar Donghae si mata tajam dengan penuh penekanan.
"Aku tahu aku salah, aku minta maaf. Tapi aku mohon jangan jauhkan aku dengan anak kandungku.."
"Minta maaf begitu gampang, Siwon.."ujar Donghae.
"Lalu aku harus melakukan apa? Aku mohon jangan siksa aku seperti ini."
"Tersiksa? Tahu apa kau tentang tersiksa? Aku lebih tersiksa darimu, Siwon. Kau tidak tahu kan? Aku jauh lebih tersiksa dan menderita. Bertahun-tahun aku hidup sendirian bersama Donghye. Mengurusi Donghye sendirian.. Hikss.."Donghae mulai menitikkan air matanya, miris.
"D-Donghae.."
"Kau tau, hikss..? Aku diusir dari rumahku sendiri. Hikss.. Aku diusir oleh ayahku. Kau tahu? Rasanya sangat sakit Siwon, sakit.. Hikss.. Hikss.."
"D-Donghae, a-aku.."
"Aku harus berjalan sendiri dengan perut yang sudah membesar.. Hikss.. Aku bekerja keras untuk menghidupi Donghye.. Hiks.."
"..."Siwon pun ikut menitikkan air mata..
"Dan sekarang dengan mudahnya kau bilang kau tersiksa?"Donghae menghapus air matanya kasar.
"Maafkan aku, Donghae.. Aku menyesal.. Pada saat itu ego ku lebih besar dari pada cintaku padamu."sesal Siwon.
"Aku bahkan tidak yakin kau mencintaiku."
"Aku sangat mencintaimu, Hae.. Sungguh."Jawab Siwon cepat.
"Ck.."
"Tolong maafkan aku, Hae.."pinta Siwon.
Donghae terdiam seraya menatap Donghye yang sedang bermain dengan teman-teman sebayanya tidak jauh dari tempatnya dan Siwon sekarang.
Dia tersenyum melihat Donghye yang terlihat sanagt ceria.
"Baiklah.."Donghae kembali menatap Siwon. "Aku akan memaafkanmu."Siwon langsung menunjukkan senyuman bahagianya, sampai Donghae berkata, "Asal kau jangan ganggu aku dan Donghye lagi." menghancurkan senyumannya seketika.
"Donghae."
"Jangan ganggu aku dan Donghye lagi." "Hae, aku mohon jangan seperti itu. Jangan pisahkan ayah dengan anaknya." "Kami tidak membutuhkanmu, Siwon." "Tapi Donghye membutuhkan seorang ayah." "Donghye tidak membutuhkan ayah sepertimu Siwon. Karena aku yang akan menjadi ibu sekaligus ayah untuknya."Donghae berdiri dari duduknya. Begitupun dengan Siwon. "Hae, aku mohon." "Tolong jangan ganggu kami lagi, Tuan Choi."tegas Donghae. Dia langsung pergi meninggalkan Siwon dan berjalan mendekati Donghye.
"Sayang, ayo kita pulang."panggil Donghae seraya mengelus rambut panjang Donghye.
"Eomma.."Donghye langsung bergelayut manja pada ibunya.
"Ayo kita pulang, sudah sore.."ujar Donghae lembut.
"Ne, kkaja.."Donghye menggandeng tangan besar Donghae. "Teman-teman, Donghye pulang dulu yah.. Bye-bye.."pamit Donghye pada teman-teman mainnya.
"Kkaja.."Donghae dan Donghye meninggalkan taman hiburan itu dengan diiringi tatapan sedih dari seorang namja tampan, Siwon.
"Donghae.."ucapnya lirih.
:::109:::
Donghye melangkah riang menuju sekolahnya. Seperti biasa Donghae akan mengantar putri kecilnya ke sekolah. Donghae tersenyum senang saat mendengar Donghae bernyanyi-nyanyi kecil khas seorang anak kecil. Tak jarang dia terkekeh saat mendengar Donghye mengerang sebal karna dia lupa liriknya.
Donghae mengelus pucuk kepala Donghye lembut.
Tanpa mereka sadari, dari belakang mereka ada sebuah mobil yang melaju sangat cepat.
"AWAASSSS"seseorang berteriak memperingati mereka.
Donghae yang menyadarinya pun segera menengok kebelakang dan melihat mobil berwarna pink soft tengah melaju kearanya. Dia langsung menggendong Donghye dan membanting tubunya ketepi jalan.
"AKKHHH.."teriak Donghye ketakutan.
Donghae dan Donghye terpental kepinggir jalan.
"Kalian tidak apa-apa?"tanya orang yang tadi berteriak memperingati mereka.
"Ne, aku tidak apa-apa."jawab Donghae. Dia langsung menarik tubuh Donghye yang masih berada dipelukannya.
"Donghye tidak apa-apa? Apa ada yang sakit, eoh? Apa ada yang terluka?"tanya Donghae panik seraya memeriksa seluruh tubuh Donghye.
"Donghye tidak apa-apa eomma.."jawab Donghye
"Ya Tuhan, syukurlah.."Donghae langsung memeluk tubuh Donghye erat, seakan-akan takut Donghye-nya kenapa-napa.
"Syukurlah kalau kalian tidak apa-apa. Memang dasar orang kaya sombong. Dia pikir ini jalanan orang tuanya apa."ucap orang itu sebal.
"Tidak apa-apa ahjussi.. Mungkin kami jalannya terlalu ketengah."ujar Donghae seraya melepaskan pelukannya.
"Yasudah, lain kali hati-hati yah.. Saya permisi dulu. Annyeong.."pamit orang itu, lalu pergi meninggalkan Donghae dan Donghye.
Donghae segera bangkit dari posisinya. "Akhh.."erangnya saat merasakan sakit dipergelangan kakinya.
"Eomma, tidak apa-apa?"tanya Donghye.
" Tidak apa-apa sayang.."ujar Donghae menenangkan Donghye.
Mungkin karena saat dia terjatuh tadi kakinya terbentur aspal jadi sekarang kakinya sedikit terluka. Donghae memaksakan tetap berdiri, kakinya begitu sakit. Mungkin kakinya sedikiti terkilir.
"Kkaja."Donghae menggenggam tangan Donghye dan melanjutkan perjalanannya. Dia berjalan sedikit tertatih, namun sebisa mungkin dia berjalan seperti biasanya agar Donghye tidak khawatir padanya.
Setelah itu sampailah mereka didepan sekolah Donghye. Donghae berjongkok didepan Donghye.
"Sayang, belajar yang rajin, ne.. Jangan nakal, dan turuti semua perintah sonsaengnim, arra..?"pesan Donghae.
"Arraseo eomma.."Donghye mengecup kedua pipi Donghae.
"Yasudah.. Masuk sana.."
"Ne, bye eomma.."Donghye melambaikan tangannya sebelum dia masuk kedalam gedung sekolahnya.
Donghae kembali berdiri jongkoknya. Sesekali dia merintih karena sakit dikakinya. Saat dia ingin meneruskan jalannya, tanpa sengaja mata beningnya melihat sesuatu yang 'menarik'.
"Itukan mobil yang tadi."ujarnya saat melihat sebuah mobil berwarna pink yang sedang terparkir cantik diparkiran sekolah. Mobil yang tadi hampir saja menabraknya dan Donghye.
"Hahh.. Sudahlah.."seolah tidak pedulu akhirnya Donghae memutuskan untuk melanjutkan jalannya menuju tempat kerjanya.
.
Donghye berjalan lurus menuju kelasnya. Dia berjalan santai dengan membuat bibirnya maju, lucu. Sesekali dia menggerutu sebal.
"Donghye.."panggil seseorang dari arah belakang Donghye.
Donghye yang dipanggilpun segera memutar tubuhnya.
"Choi sonsaengnim, annyeong.."sapa Donghye seraya membungkukkan tubuhnya.
"Aigoo.. Donghye kenapa? Kenapa bajunya kotor seperti ini, eoh?"tanya Siwon perhatian seraya membersihkan baju Donghye yang penuh dengan debu dan tanah.
"Tadi Donghye dan eo_"
"Wonnie.."terdengarlah suara manja yang berhasil memotong ucapan Donghye.
Siwon dan Donghye pun menengok untuk melihat asal suara manja itu.
"Wonnie, kau sedang apa, eoh? Aku dari tadi mencarimu."
"Eunjung? Sedang apa kau kemari?"tanya Siwon kepada seorang yeoja yang sudah ada disampingnya. Yeoja yang dipanggil Eunjung itu pun segera menggandeng tangan Siwon, manja.
"Aku mencarimu oppa.."jawab Eunjung.
"Tapi untuk apa kau kemari? Aku sedang bekerja."ujar Siwon sekaligus berusaha melepaskan tangan Eunjung yang sedang menggandengnya.
"Memangnya kenapa? Aku kan ingin menemui calon tunanganku."
"Jangan bicara yang aneh-aneh. Singkirkan tanganmu."Siwon masih berusaha menyingkirkan tangan itu.
"Tidak mauuu.."Eunjung semakin erat mengapit lengan kekar Siwon.
"Kau tidak malu apa pada anak-anak.."ujar Siwon seraya melirik Donghye.
"Biarkan saja. Apa peduli mereka."Eunjung menatap sinis pada Donghye.
"Eunjung, lepaskan.."
"Hey, anak kecil, pergi sana.."usir Eunjung pada Donghye. Donghye yang mendengar itu pun langsung pergi dari sana, takut.
"Donghye.."panggil Siwon.
"Biarkan saja oppa.."ujar Eunjung.
"HAM EUNJUNG, jaga sikapmu."Siwon melepaskan tangan Eunjung kasar.
Lalu pergi meninggalkan yeoja itu sendiri.
"Ishh.. Oppaaa.."sunggut Eunjung kesal.
.
Donghae memasuki cafe tempatnya bekerja. Dia langsung mendudukkan tubuhnya di bangku tamu, karena cafe belum buka jadi keadaan cafe masih belum ada pengunjung.
Donghae melepaskan sepatunya, lalu memijat kakinya pelan. "Aww.."rintihnya. Donghae lalu melirik kakinya. "Aishh.. Pantas saja.."gumamnya saat melihat ada lebam biru dipergelangan kakinya.
"Hae-ya, kau kenapa?"seorang yeoja chubby mendatangi Donghae.
"Gwaenchana, eonni.. Hanya sedikit terkilir."ujarnya.
"Coba kulihat.."yeoja itu memeriksa kaki Donghae. "Aigoo.. Kenapa bisa lebam seperti ini, eoh?"tanya yeoja itu.
"Gwaenchana, Sungmin eonni.. Tadi aku cuma terjatuh."jawab Donghae.
"Aishh.. Kau ini ceroboh sekali sih.. Kebiasaan.."
"Ada apa chagiya?"datanglah seorang namja tampan dari dalam dapur.
"Ini, kakinya Donghae lebam."jawab Sungmin.
"Lebam? Kenapa bisa?"namja itu menghampiri Sungmin dan Donghae.
"Aku terjatuh."jawab Donghae.
"Kau ini kebiasaan sekali sih.. Dasar.."ujar namja itu.
"Eunhyuk, tolong ambilkan es batu dan handuk."suruh Sungmin pada namja tampan bernama Eunhyuk itu.
"Siap, bunny.."Eunhyuk langsung pergi kearah dapur.
"Aishh.. Tidak usah eonni, aku bisa sendiri."Donghae menyingkikan tangan Sungmin dikakinya dengan lembut.
"Dasar bodoh! Kapan kau akan melakukannya? Nanti setelah kakimu semakin parah, eoh?"ucap Sungmin sebal.
"Kau berlebihan eonni.."ujar Donghae.
Tidak lama setelah itu Eunhyuk datang dengan membawa baskom yang berisikan es batu dan juga handuk kecil ditangannya.
"Ini chagiya.."Eunhyuk menyerahkan es dan handuk pada Sungmin.
"Ne, gomawo Hyukkie.."
Sungmin membungkus bongkahan-bongkahan es itu dengan handuk kecil, lalu menempelkannya pada kaki Donghae yang lebam.
"Appo eon.."keluh Donghae mempoutkan bibirnya, imut..
"Tahan dulu.. Kalau tidak dikompres nanti malah semakin parah."ujar Sungmin yang masih mengompres kaki Donghae.
"Chagiya, Hae, aku kembali bersih-bersih dulu yah.."ujar Eunhyuk.
"Ne.."jawab Sungmin dan Donghae kompak. Eunhyuk pun meninggalkan mereka.
"Lain kali hati-hati, Hae.."ujar Sungmin.
"Ne, eonni.. Arraseo.."jawab Donghae.
"Sudah.."Sungmin meletakkan handuk berisi es itu kedalam baskom lagi.
"Gomawo, boss.."ujar Donghae tulus kepada atasannya ini.
"Ne.. Hari ini kau jangan kerja terlalu keras, ne? Kakimu kan belum sembuh."pesan Sungmin.
"Tidak apa-apa eonni.. Lagi pula ini hanya luka kecil kok."canda Donghae.
"Ishh.. Jangan menyepelekan luka kecil."
"Ne, arraseo.. Arraseo boss.. Aku ganti pakaian dulu, ne.."Donghae pergi menuju ruang ganti untuk mengganti pakaian kerjanya.
.
Waktu pulang kerja pun tiba. Donghae sedang bersiap-siap pulang kerumahnya.
"Donghae, kau yakin bisa pulang sendiri? Kalau kau tidak kuat jalan biar Hyukkie saja yang antar pulang."usul Sungmin
"Gwaenchana eonni.. Aku bisa kok.. Lagi pula kan Hyukkie harus mengantar eonni pulang."jawab Donghae yang sedang memakai jaket musim dinginnya.
"Aku kan bisa menunggu. Lagi pula Hyukkie tidak keberatan kok."ujar Sungmin yang diberi anggukkan oleh Eunhyuk.
"Tidak apa-apa.. Aku bisa sendiri kok.. Lagi pula aku juga harus menjemput Donghye ditoko Song ahjussi."jawab Donghae.
"Baiklah kalau begitu.. Kau hati-hati dijalan. Kalau ada apa-apa segera hubungi kami, arraseo.."ujar Sungmin.
"Siap boss..."ujar Donghae dengan gaya hormatnya. "Yasudah, aku pulang duluan, ne.. Annyeong.."donghae pamit pada Sungmin dan Eunhyuk.
Berterima kasihlah Donghae pada Sungmin. Berkat Sungmin yang mengompresnya kini kakinya sudah lebih baik. Walaupun masih sakit tapi ini lebih baik dari pada saat perama tadi.
Donghae melewati sekolah tempat Donghae belajar yang saat ini sudah terlihat sepi, itu artinya sudah tidak ada kegiatan belajar mengajar lagi.
Donghae terus berjalan hingga akhirnya dia sampai di toko roti Song ahjussi. Donghae memasukki toko roti yang cukup terkenal itu.
"Annyeong ahjussi.."sapa Donghae pada Song ahjussi yang sedang melayani pelanggan.
"Hai Donghae-ah.."sapa Song ahjussi.
"Eumm.. Aku ingin menjemput Donghye pulang."ujar Donghae.
"Donghye? Dia tidak kesini."jawab Song ahjussi membuat air muka Donghae berubah.
"Mwo? Donghye tidak kesini?"
"Iya, aku pikir dia sakit jadi tidak sekolah."ujar Song ahjussi khawatir.
"Aigoo.. Kemana Donghye?"ujar Donghae panik. "Yasudah, aku pulang dulu ahjussi, mungkin Donghye sudah ada dirumah."pamit Donghae yang langsung keluar dari toko Song ahjussi.
"Ya Tuhan.. Donghye.."gumam Donghae, panik..
Biasanya Donghye kalau pulang sekolah pasti dia akan langsung ke tokonya Song ahjussi atau kerumahnya Hwang halmeoni. Tapi saat ini Hwang halmeoni sedang berada dirumah anaknya di busan. Jadi tidak mungkin kalau Donghye kerumah Hwang halmeoni.
Donghae berlari lebih cepat agar segera sampai kerumahnya. Dia bahkan sudah tidak peduli lagi dengan sakit yang ada dikakinya. Pikirannya sudah pada sang buah hati sepenuhnya.
Donghae terus berlari kencang, melewati orang-orang disana. Bahkan dia mengabaikan sapaan orang-orang menyapanya. Hingga akhirnya sampailah Donghae didepan rumahnya.
Matanya menyipit saat menilihat sebuah mobil mewah terpakir dihalaman rumah kecilnya.
Tapi Donghae tidak peduli dan langsung memasuki rumahnya yang tidak terkunci.
"DONGHYEEEE.."teriaknya cepat. Donghae langsung memasuki ruang tengah.
Nafasnya memburu cepat..
"Sedang apa kau disini?"
T to the B to the C
:::
Haiii readerdeul..
#lambai-lambai
Udah lama nih FF lullu anggurin, akhirnya lullu lanjutin juga.. Ada kah yg masih ingin baca nih FF?
#gag ada?
#pergi
#gantung diri
Mianhae karna update.a lama..
#bow
Coz, saat ini lullu sedang ada di lingkaran dilema #apadehh#..
Lullu GALAAAAAAAUU..#bukan krna MuBank yah#
Hikss.. Hikss...
Adakah yg mau memeluk lullu?
Lullu butuh pelukan nihh..
Hikss.. Hikss!
#hug readerdeul
oKai.. Gomawo yg udah mau nungguin nih FF.. Lullu gag maksa kalian buat Review kok, dibaca aja lullu udah seneng..
Saranghae readerdul..
#sign love
