Story in December
Chapter 4-Confession in December 2009
By: chii-nana
Pairings : Kristao, Chanbaek, Hunhan, Kaisoo
Rating : T
Genre(s) : Romance, Drama, Hurt/Comfort
Disclaimer : EXO milik SMent, keluarga masing-masing, dan EXO-L tentunya. Cerita ini milik Chii.
Warnings : BL, typo(s), AU, OOC, DLDR!
Enam tahun yang lalu, Desember 2009
" Menurut hyung, hadiah apa yang bagus untuk seorang pemain basket?" tanya Tao tanpa sadar pada Baekhyun yang sedang berkunjung.
" Haah?!" ucap Baekyun bingung karena tiba-tiba tetangganya ini menanyakan sesuatu yang sangat 'out-of-the-blue'.
Tao yang melihat reaksi Baekhyun justru memanyunkan bibirnya. " Lupakan..." geramnya kesal.
Baekhyun langsung menutup majalah fashion yang tadi ia baca. " Kau ingin membeli hadiah untuk Kris? Ketua klub basket Chanyeol?" tanya Baekhyun memastikan.
Seketika wajah Tao berubah menjadi merah layaknya kepiting rebus. " Tidak kok..." bantah Tao.
Baekhyun tertawa pelan dan kembali membuka majalah di tangannya. " Kenapa tidak jujur saja, Tao? Kau menyukai namja itu kan?" tanya Baekhyun lagi. Mendengar tidak ada jawaban dari namja panda itu, ia melirik Tao yang hanya diam memperhatikan tayangan televisi yang masih menyiarkan iklan komersial. " Mungkin wristband atau tempat minum bukan ide yang buruk..." ujar Baekhyun kemudian.
Seketika Tao langsung melesat pergi ke dalam kamarnya mendengar ucapan hyung-nya itu. Bergegas mengambil dompet dan jaketnya, ia segera menuju ke pintu depan rumahnya. " Baekhyun hyung! Tolong jaga rumah sebentar ya. Sebentar lagi Luhan gege akan pulang kok!" teriak Tao tanpa menoleh ke Baekhyun yang hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Tao.
From : Kris-gege
Apa kau punya waktu minggu ini?
Tao tersenyum kecil membaca pesan singkat itu. Ia segera membalasnya, tidak ingin membuat orang yang mengirimnya menunggu lama.
" Lihat, sekarang Tao menjadi sering tersenyum sendiri. Bagaimana ini Kai?" ujar Sehun mendramatisir keadaan.
" Sehun! Jangan mengagetkanku!" ujar Tao kesal karena namja itu suka muncul seenaknya dari belakang. Beruntung ia tidak me-wushu namja yang hanya tersenyum 5 jari itu.
" Jadi... Apa sekarang kau sudah jadian dengan namja itu?" ujar Kai santai sembari meminum susu kotak di tangannya.
" Aku tidak jadian dengan siapapun!" bantah Tao kesal.
" Tapi kau bahkan membelikannya hadiah! Kau tidak melupakan bagian kami kan Tao?" tanya Sehun dengan wajah sedih.
" Darimana kalian tau?" tanya Tao heran.
" Baekhyun-hyung!" jawab Kai dan Sehun bersamaan.
" Hua! Tentu saja Baekhyun-hyung pelakunya. Awas saja kalau ketemu!" ujar Tao kesal dan segera keluar dari kelas mencari namja hiperaktif yang menjadi pelaku pembeberan rahasianya.
" Jadi mereka beneran pacaran?" tanya Kai dan Sehun bersamaan.
Sehun mengangkat bahunya tidak mengerti. " Tapi yang jelas namja itu akan mendapat hadiah dari Tao..." ujarnya yang diikuti dengan anggukan kepala Kai.
" Tao, Kris sudah datang tuh..." ujar Luhan sembari menyembulkan kepalanya ke kamar Tao.
" Huaaa! Gege! Kenapa selalu tidak mengetuk pintu?" teriak Tao kaget melihat sebuah kepala yang ia kira penampakan selama beberapa detik.
Luhan hanya menampilkan senyum deer nan tak bersalah miliknya. " Kau akan kencan lagi dengan namja itu? Kapan kau akan mengenalkannya pada gege-mu ini Tao?" ucap Luhan dengan wajah sendu.
Tao segera mengambil handphone di atas meja sebelah tempat tidurnya dan menuju pintu tempat Luhan berdiri. " Aku tidak berkencan..." bantah Tao.
" Yah, terus saja kau membantahnya..." sendu di wajah Luhan berubah menjadi ekspresi kesal.
" Tapi memang begitu kenyataannya, gege. Kris-gege tidak mengatakan kalau selama ini kami berkencan. Hanya jalan bersama..." jawab Tao yang kini ikut berwajah sendu, membuat Luhan panik.
" Hei, hei! Kenapa malah kau yang sedih Tao? Kalau memang ia tidak pernah mengatakannya, kenapa kau tidak bertanya?" tanya Luhan bingung, yang hanya dijawab dengan kediaman Tao. " Jangan sedih, Tao-er. Apa aku perlu menendang atau melempar Kris dengan bola sepakku?" canda Luhan.
Tao tersenyum mendengar ucapan gege-nya itu. " Gege bisa masuk penjara karena melukai orang tidak bersalah secara berencana. Hukumannya bisa seumur hidup loh. Kalau gege tidak ada siapa yang mengurusku?" ujar Tao sembari memeluk tubuh Luhan yang lebih kecil darinya itu.
" Yah, tinggal bersama Baekhyun di sebelah juga bukan masalah besar..." jawab Luhan asal.
Tao melepaskan pelukkannya. " Tidak mau! Baekhyun-hyung kalau tidur sangat berisik!" ujarnya. " Aku berangkat gege!" tambah Tao sembari keluar dari apartemennya.
" Hati-hati!" ujar Luhan.
Sepanjang perjalanan dan makan malam bersama Kris, pikiran Tao terus dipenuhi kalimat dari Luhan. ' Kalau memang ia tidak pernah mengatakannya, kenapa kau tidak bertanya?'
Bukannya Tao tidak ingin menanyakan maksud Kris yang kembali mengajaknya pergi dan makan malam untuk kedua kalinya. Hanya saja hatinya tidak siap mendengar jawaban namja yang lebih tinggi darinya itu. Tak hanya sekali jantung Tao berdebar kencang karena perilaku dan kata-kata darinya. Namun belum tentu Kris juga menyukainya kan?
Kris yang menyadari perilaku diam Tao hanya mengerutkan dahinya. Apa lagi yang ia lakukan hingga Tao diam saja sedari perjalanan, makan malam, dan perjalanan ini? "Tao, kau sakit?" tanya Kris mencoba menyadarkan lamunan Tao.
Sontak Tao mengangkat wajahnya dan menatap Kris yang sedang menyupir di sampingnya. " Tidak..." jawabnya sembari tersenyum kecil, lalu menatap pertokoan dari jendela di sampingnya. Dan Kris hanya diam dan tidak kembali menarik perhatian namja di sampingnya itu.
Kris memberhentikan mobilnya di pinggir jalan depan taman. " Ayo turun, Tao..." ajaknya sembari turun dari mobil dan berjalan menuju taman.
Tao yang tidak mengerti maksud Kris, hanya diam dan mengikutinya turun. Hawa dingin langsung menusuk tubuhnya walau sudah berlapiskan jaket tebal. Tao mengikuti Kris berjalan menuju ke tengah taman yang terdapat air mancur dan kolam.
Tiba-tiba Kris berhenti dan membuat sebuah boneka salju di tangannya. Tao yang tidak mengerti maksud dan tujuan dari tindakan Kris hanya diam memperhatikannya. Ketika boneka salju yang terdiri dari dua bola salju putih itu selesai, Kris kembali berdiri dan menghadap ke arah Tao.
" Aku bukan orang yang pandai mengungkapkan hatiku. Tapi sungguh aku sudah tertarik padamu sejak bertemu di bis waktu itu..." ujar Kris perlahan, kemudia mengulurkan boneka salju di tangannya ke arah Tao. Nampak sebuah gelang putih berpendar tertimpa cahaya lampu taman di leher boneka itu. " Tao, maukah kau menjadi pacarku?" lanjut Kris.
" Uhm..." jawab Tao sembari menganggukkan kepalanya. Rona merah terlihat jelas di pipinya, entah karena malu atau hawa dingin.
Kris yang melihat Tao yang menganggukkan kepalanya hanya tersenyum. Tangannya bergerak mengulurkan tangan kanan Tao dan memakaikan gelang yang ia beli atas saran yang sedikit-ngawur-namun-cukup-berguna dari Chanyeol itu.
Tao tersenyum melihat gelang itu kini melingkar di pergelangan tangannya. Tiba-tiba ia teringat akan hadiah untuk Kris yang tersimpan rapi di saku kiri jaketnya. " Aku juga punya sesuatu untuk gege..." ucapnya sembari mengeluarkan bungkusan kecil berwarna biru berhias pita silver.
Kris mengambil bungkusan dari tangan Tao itu dan membukanya perlahan. Di dalamnya terdapat wrist-band berwarna merah. " Itu untuk gege kalau sedang bermain basket..." ujar Tao pelan.
" Terima kasih Tao..." ujar Kris sembari memeluk tubuh Tao yang mulai mendingin. "Tubuhnya sudah dingin, ayo pulang..." ajak Kris sembari menggenggam tangan Tao. Tao hanya mengikuti Kris sembari menyembunyikan wajahnya yang merah di syal yang ia kenakan.
Salju di bulan Desember 2009, saat itulah perjalanan cinta Tao dimulai...
TBC
Author note:
Maafkanlah Chii yang terkesan hilang dan mengabaikan ff ini. Banyak kejadian buruk menimpa Chii, mulai dari laptop yang rusak sampai sakit yang ga sembuh-sembuh. Tiba-tiba laptop Chii rusak, dan ternyata hardisknya harus diganti. Tapi ternyata harus nunggu hampir satu bulan hingga akhirnya sembuh kembali. Kabar buruknya semua data di laptop hilaaang! Hanya bisa nangis guling2 ga jelas meratapi nasib.
Maaf juga kalau chapter ini sangat pendek dan terkesan in-rush banget. Mood Chii nulis hilang bersama data di laptop. Chapter depan akan diusahakan lebih panjang kok.
Terima kasih buat yang udah read, review, fav, follow, dan nunggu cerita ini. Love you all 3
