DISCLAMER NARUTO is MASASHI KISHIMOTO

NARU X HINA

Tadi nya Haru gak ada inspirasi sama sekali buat lanjutin fic ini. tapi pas dikamar mandi Haru tiba- tiba dapet inspirasi buat lanjutin cerita. jadi ya Haru lanjutin cerita tapi mandinya gak jadi.. hehehe GJ ya.

Orchideeumi : Makasih buat dukungan semangat nya ya. Hak asuh dimenangin sama Haruna.

The brown eyes ' 129 : NaruHina nya di chapter ini cuma sekeder kenalan tapi NaruHina full di chapter depan . kan di chapter sebelum nya cuma ngebahas kenapa Hinata nangis, kalo Tiba- tiba Hinata nangis gak tau penyebab nya gak seru dong..

: LEES AUB itu dalam bahasa belanda berarti silahkan membaca.

THANK BWT REVIEW NYA YA..

di chapter ini mungkin agak rumit. jadi kalo ada kesalahan maklumin aja ya.

LEES AUB


Hinata menangis mengingat kejadian itu. ingin sekali dia menampar wanita yang bersama ayah nya .

PUK

seseorang menepuk pundak nya dengan cukup keras itu membuat Hinata mendongkak kan kepala nya untuk melihat siapa yang menepuk pundak nya. dibelakang nya seorang anak laki- laki berambut pirang mencolok dan bermata saphire sedang melihat nya dengan tatapan khawatir.

" kau siapa..? " ujar Hinata pada nya. setelah laki- laki itu duduk di dekat Hinata.

" aku Naruto Uzumaki. siapa nama mu..? " tanya Naruto pada Hinata.

" aku Hinata Kanshin " jawab Hinata pelan, sebenar nya Hinata agak tidak suka dengan nama marga ya.

" kenapa kamu menangis..? " tanya naruto

" ayah dan ibu ku bercerai " ucap Hinata pelan pada Naruto.

" ayah dan ibuku juga bercerai ketika aku berumur Tiga tahun. " ucap Naruto dengan cengiran di wajah nya. Hinata tidak habis fikir kenapa Naruto masih bisa tersenyum setelah ibu dan ayah nya bercerai apalagi dia masih kecil dan membutuhkan kasih sayang kedua orang tua nya.

" apa kau merasa sedih..? " tanya Hinata kepada Naruto. air mata masih tampak mengalir di wajah nya.

" Tidak, untuk apa aku menangis toh aku masih bisa bertemu dengan ayah ku. " ujar Naruto dengan cengiran nya. Hinata mengerutkan kening nya tanda ia bingung.

" ano, kenapa kau Hanya mengatakan dapat bertemu dengan ayah mu, memang nya ibumu kemana..? " tanya Hinata penuh rasa keingin tahuan..

" ibu ku sudah bersama dengan kami- sama " ucap Naruto pelan. Hinata hanya menunduk.

" ah. kurasa aku harus pergi. pasti baa- san mencari ku. jaa ne Hinata. " ucap Naruto yang sedang bangkit berdiri sambil melambaikan tangan nya.

" NARUTO- SAN, BISAKAH KITA BERTEMU LAGI..? " tanya Hinata dengan berteriak pada Naruto. Naruto menghentikan langkah nya dan berbalik dengan cengiran nya.

" TENTU, BESOK PAGI KAU KESINI SAJA. DAN JANGAN MEMANGGIL KU DENGAN EMBEL- EMBEL 'SAN' " jawab Naruto juga berteriak kepada Hinata dari kejauhan.

" Na-naruto- k-kun " ucap Hinata tergagap dan merona.

' ah, Okaa- san pasti khawatir. lebih baik aku pulang. ' ucap nya dalam Hati sambil melangkah kan kaki nya.


dia sampai di depan rumah nya- mantan rumah nya -.

BRUKK

pelukan tiba- tiba di rasakan nya ketika ibunya menghampiri nya. ia dapat merasakan tubuh ibunya bergetar dan bahunya basah. ibunya menangis.

" kau kemana saja anak nakal hiks hiks. " ucap Haruna menangis terisak di pundak Hinata. Hinata tau ibunya bukan hanya menangis karena dia pergi secara tiba- tiba, ia tahu ibunya juga menangis karena ayah nya.

" a-aku d-dari taman tadi. " ucap Hinata terbata. baru kali ini dia melihat ibunya menanggis dengan terisak.

" baik lah ayo kita pergi " ucap Haruna sambil mengenggam tangan mungil Hinata. mata Hinata membulat mendengar nya.

" pamit lah kepada ayah mu. " ucap akeila sambil melepaskan tangan Haruna dari tangan Hinata. Haruna sontak saja menoleh dengan cepat kepada akeila dengan tatapan tidak percaya.

" Obaa- san " gumam Hinata, akeila hanya menjawab nya dengan langsung berlari ke dalam rumah nya - matan rumah nya -.

" kenapa..? " tanya Haruna kepada akeila, sedangkan akeila hanya tersenyum. Haruna lalu menghapus butiran air mata yang membanjiri pipinya. tidak mendapat jawaban dari ibunya, Haruna segera melangkah untuk pergi sebelum suara jawaban datang dari mulut akeila.

" aku tidak ingin cucuku pergi dengan kehampaan karena tidak berpamitan dengan ayah nya. " setelah jawaban itu akeila pergi meninggalkan Haruna yang masih mematung mendengar nya.


Hinata berlari dan akhir nya sampai di ruangan pribadi ayah nya.

" Otou- san " gumam Hinata saat melihat ayah nya yang sedang memandangi figura keluarga.

" kau belum pergi. " ucap Hiashi kepada putri nya. ia merendahkan posisi nya hingga sejajar dengan Hinata. dalam jarak dekat Hinata dapat melihat kantung mata yang ada di bawah mata ayah nya.

BRUKK

mereka berpelukan erat. entah kenapa air mata membanjiri mata Hinata, satu sisi Hinata membenci ayah nya karena menyakiti ibunya, satu sisi juga ia menyayangi ayah nya.

" pergilah, jangan buat Okaa- san mu menunggu. " ucap Hiashi pada putri nya setelah ia melepaskan pelukan nya. Hinata tau ayah nya masih sangat mencintai ibunya.

Hinata masih memandangi ayah nya dengan mata berkaca- kaca.

" ucap kan pada ibu mu aku minta maaf karena kemarin aku menampar nya. pergilah aku tau saat ini ibumu pasti menunggu mu. " ucap Hiashi lembut pada Hinata yang sudah menangis.


Hinata dengan langkah lunglai keluar dari ruangan ayah nya.

ia berjalan menuju gerbang yang akan membawa nya ke depan mobil ibu nya.

" Otou- san bilang ia minta maaf. " ucap Hinata memecah kesunyian, namun bukan adanya obrolan yang tercipta malah suasana makin cagung saat Haruna mengeluarkan air mata nya kembali.

akeila masih memperhatikan wajah Haruna. wajah nya pucat, mata nya berkantung dan bengkat, dan pandangan yang kosong. akeila menghela nafas lelah. kurang lebih akeila tau apa yang dirasakan oleh Haruna.

" Baa- san, kita akan kemana..? " ucap Hinata kepada akeila yang sedang mengutak- atik Android nya.

" Hotel syoran's Kanshin. " ucap akeila pada Hinata.

" apakah itu dekat dengan taman pusat tokyo..? " tanya Hinata pada akeila -lagi- .

" mungkin Hanya sekitar 10 meter dari Hotel itu. " balas akeila tanpa memandang wajah Hinata.

suasana di mobl Hening.

Haruna yang masih dengan fikiran nya sendiri, Hinata yang menikmati pemandangan dan akeila yang sedang bermain game di Android nya.


TBC

wahhhhh Haru tadinya pengen bikin yang panjangan tapi otak Haru tiba- tiba buntu, jadi gak bisa bikin yang lebih panjang deh # pansang muka cemberut #

nah nanti kalo udah baca yang ini kasih tau ya gimana pendapat nya.

oke all.

REVIEW NYA DITUNGGU SAMA HARU YA.