YUKI UTA
By Takamura Akashi
Naruto ©Masashi Kishimoto
AU, Typo, GORE, All warnings.
Romance/SuSPENSE/Tragedy
NaruHina
.
.
MasSAcRe WonDeRLanD
.
.
Normal POV
Semuanya begitu kelam hari ini, dari suasana langit yang gelap dengan badai salju yang membekukan di tambah sepinya ruang perawatan. Ya, sekarang gadis itu tengah terbaring lagi di rumah sakit jiwa. Tidak ada yang salah, namun saat ini jiwanya sedang terguncang. Sekali lagi ia sangat shock dan histeris dengan apa yang sudah ia lihat sebelumnya.
Di ruangan yang lebih mirip penjara halus itu, orang-orang silih berganti berdatangan untuk melihat keadaan gadis itu. Tetapi ia tetap tidak bergeming, hanya menatap kosong. Dan sesekali gemetaran dan menatap takut jika ada yang membawa kotak, padahal itu berisi makanan untuknya.
Sungguh malang nasib gadis itu, ia yang terlalu lemah dipaksa untuk melihat sisi lain kegelapan hidup. Kematian yang mengerikan, dan bagian tubuh yang dikirim itu bukanlah ide bagus untuk hadiah bagi seseorang lembut seperti dia. Sebenarnya siapa orang dibalik semua ini?
Bahkan polisi tidak tahu siapa yang membunuh kekasih gadis itu, karena pembunuhan nya begitu rapi tanpa memberikan petunjuk apapun. Hanya menyisakan tubuh tanpa kepala dan seutas senar panjang yang dihiasi noda darah. Bahkan kepala kekasih gadis itu tidak pernah ditemukan.
Itu adalah sesuatu kebenaran yang tidak diketahui oleh gadis itu, tidak akan pernah diberitahu dan mau tahu. Tetapi sepertinya pembunuh itu tidak mau gadis itu menutup mata dan telinga gadis itu begitu saja bukan? Dengan kiriman yang gadis itu dapat tadi malam sudah membuktikan kalau pembunuh itu ingin gadis itu menderita.
.
.
.
Pagi ini begitu cepat berlalu diganti malam kelam yang panjang, dan gadis itu masih terjaga. Ia terduduk sambil memeluk kakinya dan menenggelamkan wajah manisnya diantara kedua kakinya. Sepertinya gadis itu sedang berpikir, atau hanya melakukan itu tanpa berpikir apapun? Tidak bisa ditebak kali ini.
Tetapi malam ini begitu sepi, tak terdengar satupun hilir mudik perawat yang biasa berjaga ataupun bertugas. Padahal dulu saat gadis itu dirawat di sini, rumah sakit jiwa ini begitu ramai baik pagi maupun malam. Namun kali ini terasa lain, begitu mencekam.
Gadis itu juga sepertinya merasakannya, kali ini ia mengarahkan atensinya ke pintu yang sedari tadi tertutup. Sepertinya gadis itu mulai penasaran akan apa yang sebenarnya terjadi, karena sebelum ia duduk seperti sekarang ini, ia telah tertidur cukup lama sejak siang karena obat. Gadis itu perlahan mulai turun dari tempat tidurnya.
Ia lalu berjalan menuju pintu untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi. Tapi saat ia ingin membuka pintu, dilihatnya sepucuk kertas yang sepertinya sengaja diselipkan dari bawah pintu.
Untuk sang gadis,
Kau sudah bangun? Saatnya survival game cantik. Atau kau sudah menang ya?
Dari N.
Surat itu, lagi-lagi dari seseorang berinisial N. Gadis itu sepertinya semakin tidak berani untuk keluar. Setelahnya ia mulai mundur teratur, mencoba untuk bersembunyi. Sepertinya ia paham apa maksud dari surat itu. Gadis itu hanya memikirkan bagaimana ia akan bersembunyi, namun tak lama terdengar suara langkah kaki yang cepat seperti berlari.
Dan sepersekian detik setelahnya pintu terbuka, dan memperlihatkan seseorang yang mungkin gila dengan piama yang penuh darah dan pisau dapur di tangannya.
"AhAhaAhaA... kAu aKan kuHAbisi! KaU orANg TerAKHir! AhAhaAhaA," ujar orang tak dikenal itu dengan intonasi yang terdengar tidak waras.
"Tidak, tidak, TIDAK!" Teriak gadis itu sambil berlari mundur, mencoba bertahan di balik tempat tidur. Sepertinya ia berpikir untuk kabur lewat jendela.
Dor dor dor
Tiga tembakan itu cukup untuk membuat orang gila tadi ambruk tanpa bisa bangun lagi, namun ia tetap hidup. Kelihatannya polisi datang tepat pada waktunya. Dan gadis itu langsung terduduk lemas, masih shock dengan apa yang terjadi. Dan kemudian bagi gadis itu semuanya hitam.
.
.
Selamat malam, kami akan menyiarkan berita teraktual langsung dari rumah sakit jiwa terbesar di Tokyo. Silahkan Kurenai,
"Baik pemirsa, di sini saya telah berada di Rumah sakit terbesar di Tokyo. Dan telah terjadi pembantaian besar-besaran terhadap seluruh penghuni rumah sakit jiwa. Di sebutkan bahwa yang membunuh adalah orang-orang sakit jiwa yang di rawat di bangsal khusus. Meskipun yang tertangkap hanya satu, diperkirakan seluruh pasien bangsal khusus lah yang melakukannya sebelum akhirnya mereka saling membunuh. Diketahui seorang gadis selamat dari bencana pembunuhan masal ini. Dia terlihat sangat shock, dan sedang di rawat intensif oleh psikiater. Selain itu polisi tengah menelusuri rumah sakit jiwa tersebut guna penyelidikan lebih lanjut. Sepertinya polisi kewalahan untuk membereskan ratusan mayat yang berserakan di dalam rumah sakit jiwa tersebut, diperkirakan jumlah korban mencapai 600 orang lebih dengan 300 diantaranya adalah pasien bangsal khusus yang mengalami penyakit kejiwaan skizofrenia, psychopat, dan bipolar tingat akut. Sekian berita dari saya, bila ada informasi terbaru saya akan menyampaikannya langsung dari sini,"
Ya, terimakasih Kurenai. Sekian dari Headline News kali ini. Selamat malam.
"Hmm... sepertinya dia berhasil memenangkan survival game itu bukan?" Ujar seseorang sambil menyesap segelas wine yang ada di tangannya. Sepertinya orang itu amat menikmati berita tadi. Sebenarnya siapa orang ini?
.
.
-to be continue-
A/n: Taka sudah cukup berusaha untuk chapter kali ini, apakah menegangkan? :)
