Disclaimer: I DON'T OWN ANYTHING

Author : Namikaze007

Genre: Advantur,romance(side),humor(maybe),Friendship.

Rating : M(buat jaga-jaga

Warning : abal2, gaje ,bahasa mungkin gak baku,typo,semi ooc naruto,dll.

Pairing : Naruto x (entar aja)

"…"talk

'…'thing

(…)diskription

italic for flashback

Story Start

...

...

Hari ini begitu indah ,namun itu sepertinya tidak berlaku untuk pemuda pirang yang satu ini. Pemuda bernama Naruto ini keadaannya begitu kacau. Muka pucat , kantung mata yang begitu jelas dan jangan lupa sebuah tisu yang mulai memerah yang menyumpal lubang hidung sebelah kiri miliknya. Sejak kejadian 'surga dunia' dua hari lalu yang membuatnya pingsan,ia selalu bangun pagi dengan hidung mengeluarkan darah sejak hari itu. Karena apa ? Karena setiap pagi ia selalu menemukan Raynare tidur bersamanya dalam keadaan telanjang. Bagaimanapun siapa yang bisa menahan mimisan kalau kau merasakan 'surga dunia' tersebut tepat di mukamu? Mungkin yang bisa tahan adalah orang yang memiliki kemesuman tingkat dewa.

Mengambil sesuatu dari saku celananya,ia mengambil setu pack obat penambah darah lalu mengunyah satu pil. Entah sampai kapan ia bisa bertahan hidup dekat dengan perempuan malaikat jatuh yang saat ini tengah mengelayut manja sambil menempelkan kedua aset miliknya ketangan Naruto. 'Kami-sama... Kenapa cobaanmu senikmat ini?Siapapun tolong aku!' pikir Naruto saat merasakan sensasi kenyal di lengannya.

Saat ini Naruto dan Raynare sedang berjalan di lorong sekolah. Keadaan lorong begitu sepi karena memang kelas sudah dimulai, dan salahkan insiden pagi hari mereka untuk keterlambatan mereka. Saat mereka sampai di depan pintu kelas,Naruto menyuruh Raynare untuk melepaskan tangannya. Dengan helaan panjang,Naruto mengetuk pintu kelas.

"Silahkan masuk"

Setelah mendengar perintah tersebut ,mereka berdua segera masuk. Semua pasang mata tertuju kearah dua mahluk berbeda gender tersebut. Terlihat raut muka iri dari para pria(kecuali Issei) tak lupa pandangan membunuh dari para siswi yang seperti berartikan 'menyingkir dari Natutoku'. Naruto sendiri hanya sweatdrop melihatnya,sedangkan Raynare hanya memasang senyum penuh makna.

"Sumimasen Hiromi-Sensei, kami datang terlambat." ucap Naruto sedikit membungkuk

Guru di depannya cuma mengangguk sambil berkata " Tak masalah,asal jangan di buat kebiasaan. Kalian silahkan duduk ketempat duduk kalian!"

"Arigato Sensei"

Mereka lalu duduk di kursi mereka masing-masing,setelah itu Hiromi -Sensei melanjutkan pelajarannya.

**Scene Break**

Jam istirahat telah tiba,waktu yang begitu di tunggu-tunggu oleh Naruto untuk menikmati istirahatnya(baca :tidur) di kelasnya. Namun sepertinya yang namanya istirahat tak ada dalam kamus pemuda bersurai pirang ini. Karena tiba-tiba ia di tarik oleh Issei ke luar kelas bersama dengan Raynare. Naruto cuma mengerutu sebelum akhirnya menghela nafas panjang.

"Jadi Issei... Kenapa kau menariku keluar kelas? Aku akhir-akhir ini kurang istirahat kau tahu!" ucap Naruto.

"Maaf Naruto-san, aku cuma ingin minta bantuan mu san dia(menunjuk Raynare dengan tatapan dingin) untuk menolong temanku yang di bawa sekelompok Da-tenshin kemarin saat aku sedang bertugas mendatangi seorang clien. Jadi aku mohon bantuanmu ,tolong." jelas Issei

"Bukannya ada Rias dan yang lainnya?" tanya Naruto

"Buchou tak mengijinkanku,jadi aku mohon bantuanmu." pinta Issei

'Ya jelaslah Rias tak mendukung,kalau kau pergi sendiri itu namanya kau bunuh diri.'pikir Naruto sweatdrop

"Baiklah aku akan membantu,kau juga Raynare. Hitung-hitung untuk menebus kesalahanmu terhadap Issei." kata Naruto

"Hai',tapi aku bisa menta sesuatu. Aku ingin kau tak membunuh Kalawarner dan mittlet. Mereka sudah aku anggap keluargaku."pinta Raynare

"Hah... Baiklah" ucap Naruto

"Nanti aku jelaskan ciri-ciri mereka."lanjut Raynare.

Lalu mereka mulai merancang rencana penyelamatan teman Issei yang bernama 'Asia Argento'. Mereka akan menyerang tempat persembunyian para Da-Tenshin tersebut nanti malam. Karena menurut informasi dari Raynare,mereka akan melakukan ritual untuk menggambil [Sacred Gear] milik Asia dan jika ritualnya berhasil maka semuanya akan jadi sia-sia.

**Scene Break**

Naruto dan Raynare saat ini sedang berada di aparterment mereka. Mereka saat ini sedang mempersiapkan perlengkapan untuk penyerbuan nanti malam,termasuk melatih Raynare dalam memanipulasi energi Holy miliknya. Mulai dari cara memperbesar ukuran [Light Spear] ,hingga membentuk energy Holy kebentuk lain selain tombak. Raynare cuma penasaran,Bagaimana bisa Naruto bisa mengetahui semua teknik itu? Dan juga bagaimana bisa ia dapat memanipulasi energy Holy ? Ia tak tau. Sempat terpikir olehnya untuk menanyakan hal ini pada Naruto, tapi ia langsung mengurungkan niatnya berfikir itu terlalu pribadi.

Disela-sela aktivitas yang saat ini mereka jalani,Raynare tiba-tiba angkat suara.

"Naruto..."panggil Raynare

"Hmm..apa?"tanya Naruto

"Apa kau benar-benar serius tentang tidak membunuh dua Da-Tenshin yang aku ajukan?" tanya Raynare

"Benar...memang kenapa? Kau tak percaya?"tanya Naruto balik

"Bu-bukan itu...hanya saja"

"Dengar Raynare aku sudah bilang aku akan membiarkan mereka hidup,maka itu yang akan terjadi. Karena aku adalah tipe orang yang tak suka bermain-main dengan ucapan yang telah terlontar dari mulutku."ucap Naruto

"Terima kasih... Aku benar-benar berterima kasih padamu... Naruto-kun" ucap Raynare

'Naruto-kun? Dari mana itu datangnya?'pikir Naruto

Raynare sendiri sedang memerah saat sadar akan apa yang ia ucapkan. 'Ada apa denganku hingga bisa mengucapkan 'Naruto -kun''? Kenapa hatiku menjadi hangat ketika mengucapkannya ?merasa itu benar. Apa aku... Tidak!tidak mungkin aku memiliki rasa itu pada Naruto-kun. Lagi pula mana mungkin ia merasakan rasa itu padaku?'pikir Raynare.

Sementara itu dengan Issei

Issei saat ini sedang menyiapkan mentalnya untuk nanti malam. Ia sudah bisa mengeluarkan [Sacred Gear]miliknya ,dengan begini ia paling tidak bisa berguna nanti. Sekarang yang di pikirannya cuma menyelamatkan gadis polos berambut pirang ia temui kemarin pagi saat akan berangkat sekolah.

Flashback

Terlihat seorang remaja bersurai coklat tengah mengerutu sepanjang perjalannya menuju Kuoh Gakuen. Pemuda bernama lengkap Hyoudo Issei ini tengah menggerutu karena mengingat kontrak absurbnya tadi malam. Acara menggerutunya harus ditunda dulu ketika ia mendengar pekikan seseorang terjatuh.

Bruk

"Ittai"

Dari pekikannya ,Issei tahu bahwa itu adalah perempuan. Menengok kearah suara ,ia melihat seorang perempuan bersurai pirang sepinggang tengah terjatuh sampai roknya terbuka menutupi muka si gadis sehingga memperlihatkan pakaian dalam berwarna putih polos. Tentu pemandangan langka ini tak Issei sia-siakan. 'Uwoo ini pemandangan terindah setelah kebiasaan tidur telanjang Buchou. Harus kusimpan di memori otakku!' pikir nista Issei

"Aduh kenapa aku selalu terjatuh."keluh perempuan itu

Issei yang sudah menyimpan insiden itu di otaknya ,segera menghampiri perempuan tersebut. Mungkin bisa sambil kenalan pikirnya waktu itu.

"Umm... Mau aku bantu." ucap Issei sambil mengulurkan tangan dengan memasang wajah sok tampan

"Arigato...emm."

"Issei. Hyodou Issei"

"Ahh ya sekali lagi terima kasih Issei-san. "ucap perempuan tersebut

"Tak masalah."balas Issei

"Ngomong-ngomong namamu siapa? Apa kau orang baru di sini? Karena aku tak pernah melihatmu di sekitar sini."tanya Issei

"Ah... Yah namaku Asia Argento dan ya aku memang baru di sini."balas Asia

"Oh iya apa Issei-san tau gereja di pinggir kota ini?" tanya Asia

"Ya aku tau ,apa kau ingin pergi kesana?" tanya Issei balik

"Ya."

"Kalau begitu ayo aku antar." ajak Issei

"Benarkah? Arigato... Semoga tuhan memberkatimu issei-san." ucap Asia senang

Issei sendiri saat ini sedang menahan sakit tiba-tiba di kepalanya saat mendapatkan doa dari gadis di depannya. 'Ugh.. Sakit sekali. Jadi ini efek negatif menjadi iblis? Tak aku sangka sesakit ini. ' pikir Issei.

Setelah itu mereka segera pergi ke gereja yang di maksud untuk mengantar Asia. Saat tiba di depan gereja,entah kenapa ia merasa di awasi dari suatu tempat, namun ia cuek karena merasa itu mungkin itu cupa halusinasi saja pikirnya. Setelah selesai ia segera menuju tujuan sesungguhnya yakni Kuoh Gakuen.

Flashback End

Menggingat itu ,tiba-tiba Issei mengeratkan telapak tangannya membentuk sebuah pukulan. 'Aku berjanji Asia ,aku akan menyelamatkanmyu.'pikir Issei

*** Skip Time***

Malam suyi dengan semilir angin yang menusuk kulit membuat orang-orang enggan untuk keluar dari rumah mereka. Namun itu tak berlaku untuk 3 remaja ini. Saat ini Naruto ,Raynare dan Issei sedang mengawasi keadaan gereja tempat persembunyian para Da-Tenshin juga tempat Asia di bawa. Mereka sedang mengawasi seberapa kuat penjagaan gereja tersebut sembari mengatur strategi.

"Baiklah... Menurut yang aku perhatikan ,keamanan di sini cukup renggang. Ini akan mempermudah kita untuk menyusup. Kau Raynare ,kau ikut aku menghadang para penjaga dan memberi jalan untuk Issei. Kau sendiri Issei sangat di butuhkan sebagai eksekutor,Jangan terpengaruh omongan musuh! Di sini kalian berdua mungkin akan di coba kesabaran kalian oleh mereka." ucap Naruto panjang lebar

Setelah mengatur strategi di buat,Naruto beserta Raynare dan Issei segera masuk ke dalam gereja. Sampai di dalam mereka di sambut suara tepuk tangan di sertai suara tawa gila yang dikenali Issei. Dari balik kegelapan keluar seorang berpakaian seperti seorang pastur dengan wajah gila terpampang di mukanya.

"Hahaha... Sudah kuduga kau akan menolong perempuan jalang itu, bagus-bagus. Dengan begitu aku dapat membunuhmu Devil-kun kukuku." kata pria tersebut.

"Freed..." ucap Issei dengan suara rendah

"Dimana Asia?!" teriak Issei selanjutnya

"Oh perempuan jalang itu ,hm... Mungkun sekarang sudah mati. Kau turun saja di pintu dibawah altar sana itupun kalau berhasil Devil-kun.". Ucap Freed

"Teme... Sacred Gear!KUBUNUH KAU!" teriak Issei sembari melesat ke arah Freed dengan [Sacred Gear]nya.

"Tunggu... Ck bakayaro! Raynare ikut aku membantu Issei!" kata Naruto sedikit emosi

" Hai' "balas Raynare sembari mengeluarkan 2 [ Light Spear ]

Dengan emosi bergejolak ,Issei menyerang Freed dengan membabi buta.

"[Boost]!"

Bergemanya suara mesin dari gauntlet merah di tangannya, Issei semakin gencar menyerang Freed. Tapi sebelum ia kembali menyerang Freed , sebuah tangan kekar menarik kerah bajunya kebelakang. Di sana berdiri Naruto dengan sebuah luncuran kepalan tangan menuju muka si pemuda bersurai coklat tersebut.

Buagh

"Bakayaro! Kau pikir dengan hanya menyerang pria gila itu(menunjuk Freed yang berteriak protes) akan menyelesaikan masalah hah! Sekarang tenangkan emosimu dan angkat bokongmu dan segera pergi selamatkan Asia!" teriak Naruto

Issei tertegun, ia baru sadar bahwa ia telah terbawa emosi dan melupakan tujuan utama mereka datang ke sini. Mencoba berdiri,ia kemudian berlari ke arah pintu di bawah altar sembari berteriak. " Aku serahkan padamu masalah disini Naruto -san" teriaknya

"Ck... Dasar,ayo Raynare kau bantu aku membersihkan sampah seperti dia disana" ucap Naruto

"Hai'"

Dengan cepat Naruto mengeluarkan dua bola api berwarna putih terang sedangkan Raynare mengeluarkan dua [Light Spear]. Mereka berdua mulai menembaki Freed dengan bopa api dan juga [Light Spear]. Freed sendiri mulai panik saat mendapat serangan bertubi-tubi oleh Naruto dan Raynare. Merasa terdesak ,Freed kemudian melempar sebuah benda bulat sebesar bola tenis ke tanah. Detik berikutnya terlihat cahaya yang begitu terang yang membuat silau mata. Setelah cahaya meredup Freed sudah tak ada di tempat.

"Kuso... Dia kabur,sebailnya ku susul Issei" gumam Naruto

"Ayo Raynare...!" lanjut Naruto sembari berlari ke arah pintu di bawah altar tanpa tau bahwa Raynare pergi ke arah lain.

Sementara itu dengan Issei

Issei saat ini sedang bertarung dengan sengit melawan seorang Da-Tenshin bernama Dohnaseek, yang telah memiliki [Sacred Gear ] milik Asia. Di belaknya terlihat dua figur lain yang tengah bertarung melawan segerombolan Excorcist liar. Figur pertama seorang pemuda berwajah cantik ,bersurai pirang. Lalu yang satunya seorang gadis loli bersurai putih keperakan. Mereka berdua adalah Kiba Yuuto dan Koneko Toujoe yang merupakan [Knight] dan [Rock] milik Rias Gremory. Ternyata selama ini Issei di ikuti oleh Kiba dan Koneko sampai ke sini untuk menjaga agar Issei tak melakukan hal nekat.

"KEMBALIKAN SACRED GEAR MILIK ASIA BEDEBAH." teriak Issei penuh amarah

Dirinya merasa gagal saat mengetahui ritualnya sudah selesai dan sekarang Asia sedang sekarat karena [Sacred Gear] miliknya(baca :Asia) telah di ambil.

"Hahaha... Tak akan iblis rendahan." kata Dohnaseek

"Kau harus membunuhku dulu bila kau mau benda ini. Tapi sebelum kau membunuhku aku yang aka- ARGG"

Ucapan Dohnaseek terpotong digantikan teriakan kesakitan saat dirinya merasakan panas pada mukanya saat ia dihantam bola api sebesar bola basket tepat di mukanya. Dari arah pintu keluar muncul Naruto dengan sebuah bola api lainnya di tanggannya.

"Cih... Mahluk sepertimulah yang aku benci, akan aku bunuh kau!" seru Naruto dengan mulai melempari Dohnaseek dengan belasan bola api.

Duar duar duar

Suara dentuman ledakan bola api milik Naruto yang bertabrakan dengan tubuh sang Da-Tenshin. Setelah asap dan debu menghilang, terlihat Dohnaseek dengan keadaan yang babak belur.

"Ke..kenapa... Benda ini...tak..berfungsi...?" gumam Dohnaseek lemah

"Karena itu bukan milikmu." ucap Naruto datar

"Sekarang matilah kau! Endan!" seru Naruto menyemburkan api putih dari mulutnya.

Dohnaseek tak berkutik,tak ada teriakan sama sekali. Ia langsung mati di tempat itu. Saat melihat objek cincin bersinar hijau yang mengambang,Naruto tau ini sudah berakhir. Mengambil benda tersebut,Naruto lalu menghampiri Issei yang tenggah memeluk tubuh tak bernyawa milik Asia. Naruto cuma menatap sedih melihat ini, inilah yang mendasari Naruto untuk membuat perdamaian di dunia ini.

"Kyaaa"

Sebuah teriakan mengalihkan pandangan semua orang termasuk Issei. Melempar objek tersebut ke Issei,Naruto berlari sekuat tenaga mencari asal suara tersebut. Hingga akhirnya ia sampai di sebuah ruangan yang cukup gelap,di sana ia melihat Raynare tengah duduk dengan tubuh gemetar menatap sebuah objek yang tengah tergeletak di lantai. Objek tersebut merupakan seorang wanita bersurai hitam berumur kisaran 30 puluhan dengan luka di sekujur tubuhnya. Wanita itu tengah sekarat. 'Kenapa dengan Raynare? Tu-tunggu dulu ciri-ciri wanita itu sama dengan Kalawarner, Da-Tenshin yang di mohon Raynare untuk tidak di bunuh. Jangan-jangan dia...'pikir Naruto mulai paham akan situasi

"Hiks... Kalawarner -nee.."panggil Raynare

"Aku...senang...melihatmu…lagi Raynare. Apa kau baik-baik saja? "Tanya Kalawarner dengan nada lemah

"H-hai'"

"Syukurlah… aku jadi lega..." ucap Kalawarner masih dengan nada lemah

"Dimana Mittlet-chan...?" tanya Raynare

"Dia kabur. Setelah mendengar kabar bahwa kau gagal aku dan Mittlet mulai membantah perintah Dohnaseek dan mencoba kembali ke Grigori. Namun Dohnaseek menangkap kami uhuk.. Dan menyekap kami serta mulai menyiksa kami karena kami membantah. Aku berhasil menbuat kekacauan uhuk... Untuk membuat Mittlet dapat kabur." jawab Kalawarner di sertai beberapa batuk darah

"Kalau begitu ayo pulang Nee-san hiks... Kita cari Muttlet dan mengobati lukamu" ucap Raynare dengan suara parau karena menangis

"Tidak... Aku tak mungkin bisa bertahan. Lukaku sangat parah... Kau...( menunujuk Naruto) kau...teman Raynare bukan? Bisa aku minta tolong?tolong kau...jaga dia...untukku aku mohon..." ucap Kalawarner

"Baiklah" balas Naruto

Kalawarner lalu mengalihkan pandangannya ke arah Raynare lagi.

"Raynare aku juga minta mohon padamu untuk menemukan Mittlet-chan...aku mohon. Ini permintaan terakhirku" kata Kalawarner

Mendengar kalimat terakhir,membuat Raynare mulai berlinang air mata.

"Apa yang kau bicarakan Nee-san hiks... Kau pasti bisa bertahan hiks... Kita akan bersama lagi. Kau,aku dan Mittlet akan bekumpul lagi hiks... Jadi aku mohon jangan tinggalkan aku." ucap Raynare tersendu-sendu

"Gomen... Raynare...sayonara.."ucap Kalawarner sebelum menghembuskan nafas terakhirnya dan setelah itu tubuh Kalawarner melebur menjadi butiran-butiran cahaya yang terbang kelangit malam di sertai bulu-bulu hitam yang berjatuhan ke tanah.

"NEE-SAN!" teriak Raynare sebelum menangis kembali

Greb sepasang tanggan kekar membalikkan tubuhnya lalu menariknya kedalam sebuah pelukan hangat. Raynare tau siapa yang memeluknya. Naruto ia lah yang memeluknya saat ini. Ia tahu bahwa Naruto mencoba menenangkannya dan dia suka itu. Ia kemudian menangis sejadi-jadinya di dada bidang si pemuda pirang itu. Mengeluarkan luapan emosi yang ia rasakan.

'Akan aku jaga dia Kalawarner-san,walau harus dengan nyawaku. Aku berjanji,dan juga akan mencari Mittlet untukmu Raynare.'pikir Naruto penuh keyakinan.

Beberapa saat kemudian Issei datang bersama Kiba,Koneko,Asia,Akeno dan Rias. Mereka sedikit terhenyak melihat moment ini. Merasa tak tau apa-apa, mereka memilih diam seribu kata. Sedangkan Issei yang tiba-tiba bisa paham cuma menundukkan kepalanya. Ia tau apa yang terjadi di sini, dan ia tau persus kenapa Raynare menangis. Raynare menangis karena kehilangan orang yang ia cintai. Saat akan menyerang gereja ini ,ia sempat di beritahukan untuk tak membunuh Da-Tenshin bernama Kalawarner dan Mittlet. Ia tak tau pasti siapa yang tewas,tapi ia tahu bahwa saat ini Raynare tengah hancur seperti ia yang tadi kehilangan Asia sebelum Asia di renkarnasi oleh Rias.

TBC

Hai minna, apa kabar nih? Jadi bagaimana ceritanya. Bagus,cukup bagus atau malah jelek. Maaf lama karena sejarang sibuk Real Life. Untuk yang nunggu The Frozen Dragon saya mohon maaf karena mungkin akan publish setelah fic ini lewat arc Riser. Tentu dengan alur cerita baru,pairing baru,dan juga tentu GAJE. Untuk akhir kata saya ucapkan terima kasih buat yabg udah review,favorite ama follow cerita ini.

Namikaze007 Out~

REVIEW