Chapter 10
"Baek, Baekhie bangun Baby, kenapa tidur disini?" digoyangkannya tubuh putrinya yang tengah meringkuk di sofa ruang tamu.
"Emmng Daddy sudah pulang?" Baekhyun mengerjapkan matanya beberapa kali guna memfokuskan pandangannya, dan wajah Sehun lah yang pertama kali ia lihat saat pandangannya mulai terlihat jelas.
"Kenapa tidur disini henmm? ayo pindah," ucap Sehun seraya mengusap puncak kepala Baekhyun pelan.
"Gendong," rengek Baekhyun seraya menjuluskan tangannya kearah Sehun minta di gendong.
Sehun pun tersenyum geli melihat kemanjaan putrinya, tanpa menungfu lama, ia segera menuruti keinginan putrinya dan menggendongnya ala koala (di depan).
"Bayi besar Daddy manja sekali, padahal sudah punya pacar," goda Sehun seraya membawa putrinya menuju kekamarnya.
Sementara Baekhyun sendiri nampak malu-malu dan menyembunyikan wajahnya di dada Sehun.
Endus endus
'Kok wangi parfumnya tak asing ya? sepertinya aku pernah mencium wangi parfum seperti ini?,' gumam Baekhyun dalam hati seraya mengendus baju Sehun dan mengeryitkan alisnya mencoba mengingat-ingat siapa pemilik parfum yang tercium oleh indra penciumannya.
Sesampainya di kamar putrinya, Sehun segera menurunkannya di ranjang dan menyelimuti tubuh putrinya hingga sebatas dada.
"Selamat malam Baby," setealah mengecup kening Baekhyun, Sehun segera beranjak dari sana.
"Tunggu Daddy!" seru Baekhyun seraya menahan tangan Sehun hingga membuat pria tinggi itupun mengurungkan niatnya untuk pergi.
"Ada apa?" tanya Sehun seraya mendudukkan dirinya di ranjang Baekhyun dan menggenggam tangan mungil itu lembut.
"Boleh Baekhie tau Daddy dari mana? maaf Baekhie lancang, tapi tak biasanya Daddy pergi lama sekali," ucap Baekhyun seraya mempoutkan bibirnya.
"Daddy pergi dengan seseorang," terlihat sekali kegelisahan di wajah Sehun saat mengatakan itu.
"Bukan klien ya? apakah seorang wanita?" tanya Baekhyun menunjukan rasa ingin tahunya.
"Emmm, ya begitulah, apa Baby keberatan?" tanya Sehun harap-harap cemas memandang wajah putrinya.
Baekhyunpun segera menggelengkan kepalanya cepat, lalu tersenyum tipis menandakan bahwa dia tak keberatan. Tanpa sadar Sehun mendesah lega karenanya. Ia sempat takut kalau Baekhyun keberatan tentang itu.
"Apa dia cantik? apa dia baik? bukannya Baekhie takut punya Mommy tiri yang jahat, hanya saja Baekhie harap wanita pilihan Daddy adalah wanita yang bisa merawat Daddy dengan baik dan yang menyayangi Daddy dengan sepenuh hati," ucap Baekhyun seraya menundukan wajahnya.
"Dia cantik dan baik kurasa, aku yakin dia juga menyayangimu nanti," ucap Sehun tak yakin, masalah Luhan itu sebelas dua belas dengan putrinya.
"Baekhie jadi penasaran seperti apa orangnya, kapan Daddy akan mengenalkannya kepada Baekhie?" ucap Baekhyun antusias seraya menatap Sehun penuh harap.
Glek
Sehun nampak menelan ludahnya dengan susah payah. Tentu saja ia belum siap untuk memberi tahu Baekhyun kalau wanita yang ia maksud adalah Luhan sahabat Baekhyun sendiri.
"A-ah, Daddy rasa belum saatnya Baby, tunggu sebentar lagi ya, setelah Daddy yakin, Daddy akan mempertemukan mu dengannya," ucap Sehun seraya memijit tengkuknya.
"Baiklah, tapi janji ya Daddy, harus secepatnya," ucap Baekhyun seraya mengerucutkan bibirnya menunjukan raut wajah kecewanya.
"Iya Baby, sekarang lebih baik kau tidur dulu, ini sudah malam," ucap Sehun seraya mengacak rambut putrinya pelan.
"Emm, Selamat malam Daddy," setelah mengangguka kepalanya, Baekhyun pun segera menunjukan senyum manisnya.
"Selamat malam," sekali lagi Sehun mengecup kening Baekhyun dan bergegas kembali ke kamarnya sendiri.
000
Sekarang Jongin mengerti apa yang dimaksud oleh Kyungsoo kemarin. Sejak ia menginjakan kaki di sekolah tadi pagi, ada beberapa siswi yang memberikan semangat padanya entah karena apa. Lalu saat jam istirahat tau lah ia apa yang sebenarnya terjadi. Seperti,
"Kai semangat!"
"Yang sabar ya Kai, masih ada aku kok, Kyaaa,"
"Jangan pedulikan wanita tak tau diri itu Kai, kau lebih cocok dengan Kristal,"
"Dia itu benar-benar tak tau diri, bisa-bisa nya menolak Uri Jongin,"
Ya begitukah kira-kira yang tangkap di indera pendengarannya saat ia berjalan dikoridor sekolah tadi pagi.
0
0
"Sabar ya kawan, kamu hanya kurang berusaha saja mungkin," ucap Chanyeol seraya menepuk punggung Jongin pelan.
"Jadi mereka pikir aku terlalu menyedihkan karena sudah ditolak dan harus diberi semangat? begitu?" ucap Jongin seraya menunjukan kekesalannya pada Chanyeol.
"Haha entahlah, tapi bagaimana dengan Kyungsoo sekarang, setelah semuanya tau bahwa dia sudah menolakmu, kau mengerti maksudku kan?" tanya Chanyeol seraya mengerlingkan matanya kearah Jongin.
"Ia aku tau, kurasa aku harus berbicara dengan Kyungsoo sekali lagi," putus Jongin seraya menunjukan ke khawatirannya.
Bukan jadi masalah sebenarnya, kalau saja Jongin hanyalah siswa biasa seperti yang lain, tapi Jongin itu siswa populer di jajaran kelas 2 bahkan pamornya sebagai pria keren dan seksi hampir semuanya tau. Selain itu ia jago dance dan basket membuatnya dielu-elukan dan memiliki banyak fans. Lalu apa jadinya kalau Kyungsoo yang terkesan siswi yang biasa saja dengan mudahnya menolak seorang sekeren Jongin. Tentu itu jadi masalah, Kyungsoo akan di cap sebagai wanita tak tahu diri, tak tau diuntung karena penolakannya.
"Minta maaflah pada Kyungsoo, aku dengar masalah ini tersebar gara-gara Kristal, kau tau orang seperti apa dia, tapi malah bercerita padanya," ucap Chanyeol seraya mendesah pelan.
"Aku tak tau kalau Kristal akan se ember itu, aku kira dia akan menyiman rahasiaku karena kami dekat," ucap Jongin seraya memijit pelipisnya.
"Harusnya kau iangat kalau dia sungguh luar biasa dan biangnya gosip," ucap Chanyeol seraya mendengu geli.
"Ais, kalau begitu, aku harus mencari Kristal dan menyeretnya di depan Kyungsoo," Setelah mengatakan itu jongin pun segera berjalan keluar kelas.
0
0
"Ais! kenapa kau menyeretku kemari?" protes kristal saat Jongin menyeretnya begitu saja hingga berada di hadapan Kyungsoo yang tampak menekuk wajahnya.
Bagaimana Kyungsoo tak menekuk wajahnya saat Jongin objek kekesalannya datang dengan menggandeng tangan Kristal. Ya begitulah yang tertangkap di indra penglihatan Kyungsoo.
"Kristal!" seru Jongin pelan dan penuh penekanan seraya menatap Kristal tajam.
"Chh, baiklah, aku minta maaf Kyungsoo-ssi, karenaku kau jadi bahan olok-olokan teman-teman," ucap Kristal dengan tak ikhlas. Ia bahkan memalingkan wajahnya saat mengatakan itu.
Sementara Kyungsoo sendiri hanya diam dan tak menanggapi apa-apa.
"Sudah kan? kalau begitu aku pergi," Setelah mengatakan itu Kristal pun pergi begitu saja seraya menghentak-hentakkan kakinya lucu.
"Ah, maafkan kelakuannya ya? dia memang seperti itu dari dulu," ucap Jongin seraya memijit tengkuknya saat melihat Kyungsoo yang hanya diam saja.
Saat ini mereka ada di kelas Kyungsoo, Kyungsoo sendirian di kelas karena sedang malas pergi kekantin. Tentu saja alasannya sudah jelas. Telinganya terlalu panas mendengar cemoohan teman-teman sekolahnya.
"Tolong katakan sesuatu, jangan diam saja seperti ini, mereka memang sudah keterlaluan karena sudah mengolokmu begitu, seharusnya mereka tau kalau kau punya hak untuk menolakku atau siapapun yang menyatakan perasaannya padamu bila kau tak suka, perasaan seseorang tak bisa dipaksakan bukan?" ucap Jongin seraya tersenyum kecut.
"Kau, pernyataan cintamu itu hanya main-main kan Jongin-ssi?" tanya Kyungsoo seraya melihat Jongin dari ekor matanya.
"Hah? tentu saja aku serius, kenapa kau menanyakan hal itu?" Jongin tampak mengeryitkan alisnya saat pertanyan yang tiba-tiba Kyungsoo lontarkan seperti meragukannya itu.
"Perasaan seseorang tak akan berubah semudah itu Jongin-ssi, kau menyatakan perasaanku semalam, lalu esok harinya kau sudah berangkat kesekolah dengan wanita lain, apa kau punya bakat menjadi playboy?" ucap Kyungsoo dengan penuh penekanan.
"Eh?" Jongin tampak mengeryitkan alisnya berusaha mencerna apa yang baru saja Kyungsoo lontarkan.
"Sudah ku duga, kau memang playboy," tuduh Kyungsoo dengan nada sarkastik.
"Tunggu-tunggu! aku rasa kita sedang membahas tentang kau yang jadi bahan pembicaraan teman-teman, lalu sekarang kau membahas itu tiba-tiba, kau tak sedang cemburu kan Kyungsoo-ssi?" Jongin pun memicingkan matanya guna mencari kebenaran dari anggapannya.
'Eh? benar juga, kenapa aku malah membahas itu, bodoh kau Kyungsoo,' rutuknya dalam hati saat menyadari kebodohannya. Bisa-bisanya dia keceplosan.
"A-apa? mana mungkin aku cemburu, k-kau bahkan bukan siapa-siapa ku!" Kyungsoo pun segera memalingkan wajahnya yang memerah. Dia benar-benar malu kalau mau tau.
"Hemm, benarkah? tapi yang ku lihat ada gurat kecemburuan di sana, mengaku saja Kyungie," goda Jongin seraya mengerlikan matanya kearah Kyungsoo. Ia tak menyangka reaksi Kyungsoo akan seperti itu. Bolehkah ia berharap sekali lagi dan melanggar prinsipnya? Ya prinsip Jongin ialah sekalinya ditolak ya sudah, tak perlu dikejar lagi, toh masih banyak yang lebih baik dan mau dengannya. Tapi kalau ia lakukan itu tentu saja Chanyeol akan mengoloknya dan mengira perasaannya terhadap Kyungsoo tak serius. Terlebih lagi Kyungsoo adalah sahabat Baekhyun yang merupakan kekasih Chanyeol. Pasti lelaki jangkung itu akan membela kekasihnya juga sahabat kekasihnya itu.
"S-sudah lah, bila tak ada lagi yang kau bicarakan sebaiknya kau pergi sekarang," Kyungsoo pun segera mendorong Jongin dan memintanya pergi.
"Hei hei! tunggu dulu, apa kau tak penasaran siapa Kristal bagiku?" tanya Jongin seraya menggenggam tangan Kyungsoo yang sempat mendorongnya tadi.
"Apa peduliku, sudahlah, cepat pergi sana!" pintanya seraya berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Jongin, namun sayangnya Jongin mencengkramnya terlalu erat hingga membuat Kyungsoo kualahan.
"Kristal Sepupuku," ucap Jongin seraya tersenyum geli.
"Apa?"
"Aku bilang bahwa Kristal sepupuku, sopirnya tak bisa mengantarnya kesekolah, jadi dia memintaku menjemputnya kemarin," ucap Jongin seraya mengamati perubahan raut wajah yang terjadi pada Kyungsoo.
"O-oh begitu, t-tapi aku rasa itu tak ada hubungannya denganku, mengapa kau ceritakan hal itu padaku, jadi kumohon lepaskan tanganku sekarang! kau tak lihat? mereka memperhatikan kita," pinta Kyungsoo seraya menundukan kepalanya malu, karena ada beberapa teman sekelasnya yang mulai memasuki kelas, juga beberapa siswi yang memperhatikan mereka dari jendela luar kelas seraya berbisik-bisik.
"Biarkan saja mereka tau bahwa akulah yang mengejarmu, dan biarkan mereka menjadi saksinya bahwa perasaanku kini terbalaskan," ucap Jongin seraya menarik Kyungsoo kearahnya dan membenturkan bibirnya pada bibir hati milik Kyungsoo.
"Kyaaaa,"
Terdengar pekikan dari beberapa siswi yang melihat kejadian itu. Sementara Kyungsoo sendiri tampak melebarkan mata bulatnya saat merasakan benda lembut tengah melumat bibirnya di hadapan teman-temannya.
"Oh!/Ya ampun!"
Baekhyun dan Luhan yang baru datang membawa sekantung roti dan beberapa kotak susu itupun tampak terkejut seraya membekap mulutnya.
Setelah mendapatkan kesadarannya kembali, Kyungsoo segera mendorong dada Jongin dan segera menutupi bibirnya dengan punggung tangan seraya menatap Jongin horor.
"Apa? kami pacaran sekarang, kalian sudah melihat sendiri kan buktinya, benarkan Kyungie?" ucap Jongin seraya merangkul bahu Kyungsoo mesra.
"Hah? emm ya mungkin begitu, eh apa yang Oh, entahlah," ucap Kyungsoo panik lalu segera mendudukan dirinya di bangkunya dan segera menenggelamkan wajah merahnya di lipatan tangannya. Sebenarnya ia ingin sekali pergi dari sana, tapi ia teringat saat Kristal mendatanginya di toilet waktu itu dan beberapa gunjingan dari teman-temannya yang sempat ia dengar tadi pagi, membuatnya lebih memilih menyembunyikan wajahnya di litapan tangannya di atas meja.
"Oh lihat pacarku malu, apa yang kalian lihat? sudah bubar sekarang!" ucap Jongin seraya menatap tajam semua yang ada di sana.
"Ini kelas kami, jadi kau lah yang harusnya keluar Kai," ucap Luhan seraya memutar bola matanya malas dan berjalan menghambiri sahabatnya itu.
"Benar, hus hus! kau membuat sahabat kami malu saja," ucap Baekhyun seraya mengibaskan tangannya meminta Jongin untuk pergi.
"Oh si mungil pacar dobby kenapa ikut-ikytan mengusirku? baiklah, jaga kekasihku oke! aku kembali kekelasku dulu ya, Kyungie sayang," setelah mengatakan itu Jongin segera berlalu dengan wajah yang berseri-seri. Ia terlalu bahagia karena sudah berhasil mengikat Kyungsoo secara sepihak.
"Apa-apaan dia itu, Kau baik-baik saja kan Kyungie?" tanya Baekhyun seraya menepuk bahu Kyungsoo.
"Baekhie, huaaa aku malu," Kyungsoo pun segera berhambur kepelukan Baekhyun dan menenggelamkan wajahnya dibahu sempit Baekhyun.
000
"Kita makan eskrim dulu yuk," ajak Chanyeol saat keduanya berada dalam perjalanan pulang.
"Boleh," ucap Baekhyun seraya tersenyum manis.
"Oh baru ingat, jadi Kai dan Kyungsoo benar-benar jadian?" tanya Chanyeol seraya memfokuskan laju mobilnya dan melirik Baekhyun sesekali.
"Entahlah, Kyungsoo bilang tak tau, Jongin seperti memaksakan kehendaknya dan Kyungsoo juga tak menolak sepertinya,"
"Huhh, hubungan yang tak jelas sekali," ucap Chanyeol seraya tersenyum geli.
000
Tanpa diketahui, Luhan yang pulang paling akhir tengah dijemput oleh pria tampan yang tak lain adalah Sehun.
"Menunggu lama?" tanya nya saat Luhan sudah berada di sampingnya.
"Emmm," gumam Luhan seraya menggelengkan kepalanya lalu memperlihatkan senyum manisnya pada Sehun.
"Baiklah sekarang Daddy akan mengantarmu untuk mengganti bajumu lalu kita makan siang bersama," ucap Sehun seraya melajukan mobilnya meninggalkan lingkungan sekolahan.
"Daddy benar tak sibuk kan?" tanya Luhan seraya melirik Sehun yang tengah fokus mengemudi.
"Tadi pagi iya, tapi sekarang tinggal memeriksa beberapa berkas dan menanda tanganinya saja, jadi tenang saja, Daddy bisa menangani mereka nanti malam," ucap Sehun seraya melirik tumbukan berkas yang ada di jok belakang.
"Banyak sekali," gumam Luhan seraya menekok ke tumpukan berkas-berkas itu.
"Tak apa Luhan, jangan khawatirkan itu," ucapnya seraya mengacak rambut Luhan pelan.
0
0
0
"Daddy bagaimana kalau kita makan siang di rumah Lulu saja, Lulu baru ingat kalau bibi Shin dan paman Shin sedang pulang kampung dan baru kembali nanti sore, hanya ada paman Nam satpam yang menjaga gerbang," ucap Luhan sekembalinya berganti baju.
Sehun nampak berpikir sejenak seraya mengeryitkan alisnya tak yakin.
"Tenang saja, paman Nam tak akan melaporkannya pada Umma, selain itu Lulu juga kangen sama masakan Daddy, ya Daddy ya please~," rengek Luhan seraya mengerjapkan mata rusanya imut.
"Emmm, baiklah," akhirnya Sehun memilih menuruti keinginan kekasih mungilnya itu.
"Yeeii! Daddy yang terbaik," ucapnya seraya bersorak senang.
"Paman Nam! tolong buka gerbangnya," seru Luhan seraya menghampiri pos satpam yang ada di sebelah kiri dalam gerbang.
"Siap nona muda," tak menunggu lama satpam itu pun segera membuka gerbangnya untuk Sehun agar dapat memasukan mobilnya.
"Paman jangan beri tahu Umma kalau aku membawa seseorang kemari," pinta Luhan seraya memandang satpam itu penuh harap.
Terlihat satpam itu sempat mengeryitkan alisnya, lalu segera menganggukan kepalanya.
"B-baiklah nona,"
"Terima kasih paman, ini ada uang rokok untuk paman," ucap Luhan seraya memberi beberapa lembar won pada satpam itu. Dan segera berjalan menghampiri Sehun yang sudah memarkirkan mobilnya di halaman Luhan.
"Wuah tampan sekali, apa itu pacar nona? tapi apa tak terlalu dewasa?" gumamnya saat melihat Sehun keluar dari mobil lalu berjalan memasuki rumah dengan Luhan yang bergelayutan di tangannya.
"Huhh, terserahlah, yang penting aku dapat uang rokok untuk seminggu," setelah mengantongi uang pemberian Luhan, dengan acuh satpam itu pun kembali ke pos tempat kerjanya.
0
0
"Emm masakan Daddy memang paling enak," ucap Luhan di sela-sela acara makannya.
"Waktu kecil Baekhie sedikit rewel, dia hanya mau makan masakan Daddy saja, jadi Daddy selalu masak tiap harinya, kalau sekarang sih hanya untuk sarapan saja, kalau makan siang atau malam biasanya bibi Ahn yang memasak," jawab Sehun seraya melanjutkan acara masaknya.
"Daddy pasti repot ya? harus mengurus Baekhie sejak bayi sendirian," gumam Luhan seraya memperhatikan Sehun yang tengah menyantap makanannya.
"Dulu ada Umma yang membantuku mengurus Baekhie, setelah usia Baekhie 5 tahun, Umma dan Appa pindah ke Jepang dan menetap disana," Jawab Sehun setelah menelan makanan yang ada di mulutnya.
"Emm," gumam Luhan mengunyah makanan dengan pipi yang menggembung Lucu.
"Nasi goreng kimci ini makanan favorit Baekhie yang Daddy buat, biasanya sebulan sekali Daddy akan membuatkannya,"
"Kenapa hanya sebulan sekali Daddy?" tanya Luhan seraya mengeryitkan alisnya.
"Biar Spesial," ucap Sehun seraya mengerlingkan matanya lalu kembali menyantap makanannya.
"Oh, tapi kenapa sekarang Daddy memasakan ini untuk Lulu ?" tanya Luhan penasaran.
"Karena Luhan spesial," ucapnya seraya mengedipkan sebelah matanya kearah Luhan.
Blush
"Oh," Luhanpun segera menundukan wajahnya agar Sehun tak dapat melihat rona merah di wajahnya.
"Kalau Lulu ingin menjadi Mommy nya Baekhie, Lulu harus bisa membuat ini agar bisa meluluhkan hatinya," ucap Sehun seraya mengerlingkan matanya kearah Luhan.
"Kalau begitu, kapan-kapan ajari Lulu ya Daddy," pintanya seraya memandang Sehun penuh harap.
"Tentu, kapanpun Luhan mau," ucap Sehun seraya mengusap puncak kepala Luhan.
"Kalau sekarang bagaimana Daddy?" tanya Luhan seraya meringis lucu.
"Sepertinya ada yang ingin menahan Daddy lebih lama disini?" ucap Sehun seraya mengelingkan matanya kearah Luhan.
Blush
Lagi-lagi wajah Luhan memerah hanya karena hal kecil.
"B-bagaimana kalau sekarang Daddy menemani Lulu nonton film di ruang tengah?" ucap Luhan seraya meletakkan sendoknya setelah ia menghabiskan 1 piring nasi goreng kimci buatan Sehun.
"Baiklah," ucap Sehun seraya mendengus geli.
"K-kalau begitu lulu akan memilih film nya terlebih dahulu," Setelah mengatakan itu Luhan segera berlalu meninggalkan Sehun terlebih dahulu.
"Setidaknya bantulah Daddy mencuci piring Luhan," ucap Sehun seraya menggelengkan kepalanya melihat keantusiasan Luhan. Namun sayangnya gadis belia itu sudah terlanjur menghilang di balik pintu dapur dan tak mendengar apa yang dikatakannya.
"Huhh! baiklah, mari bereskan ini terlebih dahulu," ucap Sehun seraya membereskan peralatan makan yang baru saja mereka gunakan.
Setelah membereskan dan mencuci piring, Sehun segera menyusul Luhan ke ruang tengah.
0
0
"Daddy, Lulu bingung harus melihat film apa, bagaimana kalau ini saja, Lulu baru mendapatkannya kemarin dari seorang teman," ucap Luhan seraya memegang DVD di tangannya.
"Oke," ucap Sehun seraya menganggukan kelalanya tanda setuju setelah melihat cover DVD itu sekilas.
Luhanpun segera menasukan DVD itu kedalam DVD players. Setelah itu dia segera mendudukan dirinya di samping Sehun dengan sedikit kikuk.
Awalnya film itu menceritakan kisah cinta yang manis dan romantis membuat Luhan sedikit tersipu malu melihatnya. Sehun sendiri hanya tersenyum geli melihat reaksi Luhan yang kelewat polos itu. Tapi saat sampai pertengahan tiba-tiba sepasang kekasih yang sedang berkencan di bangku taman itu tampak berciuman yang mana si pria tengah mencium gadisnya dengan begitu panas dan menuntut. Luhan yang melihat itu seketika melebarkan matanya dan tak mampu berkedip.
"Oh!" Sehun yang menyadari adegan tak senonoh itu segera menutup mata Luhan sementara tangan yang lain meraih remot yang ada di meja dan segera mengclose film itu dengan cepat. Setelah dipastikan mati, Sehun pun segera melepaskan tangannya yang sempat menutup mata Luhan.
"T-tadi itu ciuman ya Daddy?" tanya Luhan dengan wajah polos seraya mengerjapkan matanya lucu.
"Y-ya kurasa begitu, dari mana kau mendapatkan yang seperti itu Luhan?" tanya Sehun seraya memandang Luhan kikuk dan penuh selidik.
"Dari teman Daddy, tapi sungguh itu bukan film dewasa kok, katanya sih ceritanya manis, makanya Lulu penasaran," ucap Luhan seraya menggaruk pipinya yang bersemu merah.
"Adegan seperti itu, sekalipun tak ada adekan ranjang tetap saja itu film dewasa dan belum pantas untuk dilihat anak seusiamu Luhan, karena itu berjanjilah untuk tak menontonnya lagi," pinta Sehun seraya memandang Luhan lekat.
Bukanya menyanggupi permintaan Sehun, Luhan malah melontarkan pertanyaan yang diluar dugaan.
"Apa kalau kita berciuman nanti akan sebasah itu Daddy?" tanya Luhan dengan tampang polos.
Jleger
Sehun tampak membuka dan menutup mulutnya seperti ikan koi tak mampu berkata apa-apa.
'Dari mana dia mendapatkan bahasa seperti itu?' iner Sehun dalam hati.
"Lulu ingin cepat lulus agar bisa berciuman seperti itu dengan Daddy," ucap Luhan antusias tanpa tau apa yang dirasakan pria dewasa yang tengah bersamanya kini.
"Apa bibir Lulu akan membengkak seperti itu juga?" tanya Luhan lagi lebih kepada diri sendiri seraya memegang bibir bawahnya sendiri.
Secara refleks Sehun ikut melihat kearah bibir merah itu dan meneguk Luhannya dengan susah payah.
'Bibir yang merah dan segar, pasti akan terasa manis jika, Oh! apa yang ku pikirkan,' rutuk Sehun dalam hati seraya menggelengkan kepalanya pelan. Lalu saat ia melirik bibir itu sekali lagi tanpa di duga Luhan tengah memainkan bibirnya dengan mengigit bibir bawahnya sendiri dan segera melepasnya begitu saja.
Glek
Sekali lagi Sehun meneguk Ludahnya kasar. Kalau terus dibiarkan, gairah masa mudanya yang sudah lama ia pendam akan bangkit lagi.
"D-daddy rasa, Daddy harus segera pulang Luhan," ucap Sehun cepat dan segera berdiri lalu memalingkan wajahnya kearah lain.
"Eh? kenapa cepat sekali Daddy? kita kan bisa menonton film lain kalau Daddy memang tak mau melihat film itu?" ucap Luhan seraya bangkit dari duduknya.
"Lain kali saja ya Luhan, Baekhie pasti menunggu Daddy pulang sekarang," ucap Sehun cepat lalu bergegas pergi. Rasanya Sehun sudah gerah, ia ingin segera sampai rumah dan merendam kepalanya dengan air dingin agar pikirannya yang mulai kotor kembali jernih.
"Baiklah," ucap Luhan pasrah seraya memberengut kecewa.
"Daddy pulang dulu ya, Selamat sore," setelah itu Sehun bergegas pergi dari sana dan meninggalkan Luhan yang mempoutkan bibirnya imut.
TBC
Ada yang sedikit mengganjal, tapi apa ya? ya sudahlah, dari pada terlalu lama nggak di update, sedikit memaksa tapi biarlah, maaf ya reader sekalian.
Kuharap masih ada yang mau membaca ini, jangan lupa tinggalkan review ya. Terimakasih
Yakin mau di naikin rate nya jadi M? Tapi Lulu masih kecil kakak, hehe peace. Ini aja udah termasuk rate M ya bahasanya. Aku mah suka gitu orangnya, suka Khilaf :D
-Salam Damai Inchan88-
