A/N: Sebenarnya fic ini adalah tantangan(karena saya lebih suka yaoi), tapi ternyata saya bisa melanjutkannya dan ngak jadi.. :'v dan satu fakta! Shoukaku dan Katsuragi adalah kapal mitos bagi saya tapi saya berani memasukkan mereka ke fic saya, bikin iri :"v #curhat.
Bagi yang sudah membaca fic saya, saya ucapkan terima kasih banyak.. m(_)m
Chapter 4
"Kaga-senpai, kau cemburu kan?!" ujar Zuikaku girang dan membuat Kaga salah tingkah.
"A-a-aku?! N-n-ngak lah!" tukas Kaga dengan sembruat merah dipipinya, Zuikaku menggaruk tengkuknya.
"Ya sudah.. Ternyata kau memang cemburu kepada kakakku.." ucapnya lalu memanyunkan bibirnya. Kaga mengerinyit alis, kok Zuikaku ngak nyambung sih?!
"Cemburu kepada Shoukaku?! Buat apa?!" ujar Kaga tidak gugup lagi, Zuikaku tercengang.
"Loh.. ngak ya?! Kukira kau cemburu karena Akagi-senpai terlihat akrab dengan Shoukaku-nee.." ujarnya lalu melipat tangan didada, Kaga mengerinyit alis.
"Bukan begok! Kalau Akagi dekat dengan siapa juga tak masalah.." Kaga ikut melipat tangan didada, ia menjadi lebih kesal karena Zuikaku tidak peka terhadap perasaannya. Zuikaku terdiam, ia menatap Kaga lekat, kok rasanya Kaga marah banget. Ia ingin tahu apa yang Kaga pikirkan saat ini.
"Ne.. Senpai, Apa yang-"
"Zuikaku-senpai!" Katsuragi berlarian menghampiri Zuikaku dengan perasaan cemas, sontak Kaga dan Zuikaku menoleh kearah gadis itu heran.
"Ada apa?!" tanya Zuikaku ikutan panik, Katsuragi menghela nafasnya dengan tergesa-gesa.
"Shoukaku-senpai.. Shoukaku-senpai keselek biji rambutan dan kini tengah pingsan karena tidak bisa bernafas!" ujarnya panik, Zuikaku terkaget dan lansung berlari menemui Shoukaku untuk menolongnya tanpa berkata-kata apapun.
Kaga hanya terdiam ditempat, matanya menatap tak suka kepada Katsuragi yang berusaha menyembunyikan senyumnya.
"Pembohong! Apa yang kau inginkan bocah?!" ujar Kaga sinis, akhirnya Katsuragi tidak lagi menahan dan tersenyum lebar dengan mata yang kosong.
"Tentu saja.. Tentu saja aku ingin memisahkan kalian berdua!" ujar Katsuragi lalu mengarahkan telunjuknya kearah Kaga yang manatapnya tajam.
"Aku.. dari dulu sangat mengagumi Zuikaku-senpai.. dia cantik, baik dan elegan.. Dan rasa kagumku pun berubah menjadi cinta, aku tidak bisa menahannya.." tutur Katsuragi kepada Kaga yang sedikit bergeming. Katsuragi menunjuk lagi kearah Kaga.
"Jadi kau! Jangan sentuh Zuikaku-senpai lagi.." hardiknya kurang ajar kepada seniornya. Ia tersenyum licik kepada Kaga yang tertegun sendiri, ia menatap kearah Kaga dengan mata kosong lalu mengibis surai hitamnya.
"Orang yang lebih mementingkan tata krama dari pada perasaannya adalah orang yang payah!" sambungnya dan membuat Kaga tersontak.
*Disisi lain*
"Eh! Katsuragi-chan telah menipuku! Jahat!" seru Zuikaku setelah melihat kenyataan kalau Shoukaku ternyata baik-baik saja, Zuikaku sempat kesal kepada Katsuragi yang telah menipunya itu. Kok tega banget sih, pikirnya.
"Ah.. kayaknya bakal jadi kisah cinta segitiga yang seru nih.." ujar Akagi sambil tertawa kecil dan dipanguti oleh Shoukaku, Zuikaku sontak kaget dengan sembruat merah dipipinya.
"A-apa yang kau katakan senpai?! Cinta segitiga?!" ujarnya panik dan gugup, Shoukaku dan Akagi jadi ingin mengerjai Zuikaku yang salah tingkah itu.
"Ne.. Zuikaku, menurutmu apakah Kaga-san berubah?!" tanya Akagi sambil mencolek-coleh lengan gadis itu, Zuikaku tambah panik.
"So.. Kaga-senpai sangat cemburu saat melihatmu bersama gadis lain.. bukankah itu aneh?! Kira-kira perasaan seperti apa yang dimilikinya padamu.." Shoukaku ikut menarik dagu Zuikaku gemes, Zuikaku jadi gugup sendiri seperti di sudutkan oleh tante-tante..
"Tunggu sebentar! Aku tidak mengerti akan perkataan kalian, tapi.. Kenapa Kaga-senpai cemburu padaku?!" tanyanya lalu mengibaskan tangannya untuk menjauhkan para senpai itu, Shoukaku dan jadi Zuikaku terheran-heran dan saling pandang. Lama-lama mereka tertawa dengan elegan.
"Dasar Zuikaku-chan ngak peka, Kaga-san menyukaimu loh... kok ngak tahu sih.." ujar Akagi lalu menepuk-nepuk punggung Zuikaku akrap.
"Duh.. kayaknya kita telah menyampaikan perasaan Kaga-senpai secara tidak lansung.. apakah kita ini jahat?!" Shoukaku ikut menepuk kepala Zuikaku dan tertawa ringan.
Hening, Zuikaku tidak bergeming. Ia terpaku ditempat dengan sorot mata yang terbelalak, bahkan ia tidak bisa melihat dua sosok didepannya. Benarkah Kaga mencintainya?! Zuikaku sangat ingin percaya, tapi...
"Kalian berdua jangan bercanda, mana mungkin aku bisa menyukai Kaga-senpai." tukasnya lancang. Akagi dan Shoukaku terdiam, mereka tidak bisa tertawa lagi. Soalnya, Kaga sudah berada di dekat mereka.
'Loh?! Apa sih yang aku ucapkan?!' Zuikaku membungkam mulutnya sendiri, ia sama sekali tidak memikirkan kalimatnya sebelum bicara. Dan pada akhirnya, Kaga-senpai yang dicintainya.. kini telah menjadi jahat.
"Apa maksud kalian?! Aku cemburu?! Cinta?! Bodoh sangat! Aku tak mungkin mencintai bocah yang bahkan dadanya seperti kalkun.." ucap Kaga dengan kejam, ia segera meninggalkan cafe itu tanpa berkomentar apa lagi. Zuikaku terdiam dengan hati yang tersayat-sayat.
"Kau benar senpai, aku juga sangat benci dengan kapal devisi 1 sepertimu..." Zuikaku membalasnya dengan nada parau, lalu ia menendang kursi di cafe itu kesal.
Katsuragi tersenyum licik, ia segera menghampiri Zuikaku yang sangat kesal dan menghiburnya.
"Senpai!.. Apa kau baik-baik saja?! Kaga-senpai sudah keterlaluan, lupakan saja-" Katsuragi memutus kalimatnya saat melihat tetetasan air mata yang mengalir dari kolapak mata beriris emas itu, Zuikaku lagi-lagi ceroboh dan menyesali akan segala perbuatannya, padahal semua yang diucapkannya adalah sebuah kepalsuan.
Dia membencinya, itu bohong. Dia tidak suka dengan bentuk dadanya, itu bohong. Dia menyukai Kaga, itu adalah sebuah kebenaran yang disembunyikannya selama ini.
Tapi, semua sudah terlambat.. Penyesalan selalu datang di akhir, Kaga telah membencinya, Kaga tidak peduli kepadanya lagi dan berkata kejam seperti pedang yang menusuk hatinya. Zuikaku menyesal tidak mengakui perasaannya sendiri dan kini terpuruk kedalam jiwa yang penuh kepalsuan.
Kilas balik berputar dikepalanya, seakan membangkitkan semangatnya yang runtuh. Ia ingat bagaimana Kaga memberikannya kelinci dari handuk yang lucu, ia ingat bagaimana Kaga mengecup jidadnya lembut dan hangat, ia ingat bagaimana Kaga memperlakukannya dengan sangat baik walau mereka sering bertengkar.
Zuikaku menyeka air matanya dan segera bangkit dari keputus asaan. Katsuragi tertegun karena tidak dipedulikan lagi disini, dan itu membuatnya sangat kesal.
"Kenapa?! Kenapa kau harus menangisi orang yang membencimu senpai! Kau tahu? Aku selalu-" ujarnya marah terputus, Zuikaku menatapnya dengan senyuman yang bersinar di wajahnya hingga membuat gadis itu tak berkutik.
"Walau pun Kaga-senpai membenciku, tapi.. aku akan terus mencintainya.." ucapnya lembut dan membuat Katsuragi tercengang, ia bahkan tidak bisa menerima kenayataannya.
"Lalu.. apa yang akan kau lakukan?!" Katsuragi menundukkan kepalanya agar senpai yang dicintainya tidak melihat wajah sedihnya. Zuikaku mengepal kedua tangannya erat dan menyakinkan keyakinannya.
"Aku, akan terus mengejarnya!"
TBC
