Forgiven you

Author : Song Dong Hee

Genre : Romance

Rating : T

Cast : Super Junior

Pairing : Sibum , Haebum

Warning : GS , EYD berantakan , bahasa yang aneh

DONT LIKE GO AWAY

Here they are

Chapter 4

#np Suzy – too much tears

Author POV

Setelah keluar dari rumah sakit, Kibum memutuskan untuk tetap ke makam eomma nya. Setelah sampai, dia pun menata arak beras, buah-buahan – yang dibelinya setelah dari rumah sakit- dan bunga azalea putih. Semua itu adalah barang kesukaan eomma nya semasa hidup.

Setelah menata, Kibum pun melakukan ritual sembayang, menghormati makam eomma nya. Dia pun duduk di bersimpuh di depan makam itu, membelai lembut batu nisan eomma nya, seolah-olah itu adalah wajah eomma nya.

"Eomma, mian aku datang sendiri. Aku membawa barang-barang kesukaan eomma" Kibum menghela nafas sejenak, dan menahan air mata yang ingin melesak keluar. Tidak, Kibum sudah tidak pernah menangis sejak kejadian itu, namun kecelakaan tadi membuat dia mengeluarkan liquid bening itu. Dia ingin menjadi orang yang tegar, seperti eomma nya. "Eomma, apa kau tahu? Bagaimana rasa nya dicintai dan mencintai seseorang? Apa aku benar-benar tidak akan mendapatkan cinta itu? Aku mohon jawab aku eomma.." Kibum berkata lirih dan berhenti mengusap nisan itu, berganti dengan menggenggam mantel hangat nya kuat. Tidak tahan, akhirnya air mata itu keluar dan mengalir deras di pipi nya yang chubby. Terus mengalir sampai membasahi tangan dan mantelnya. "Eottokae? Eottokae?" Kibum pun berteriak lirih, menangisi hidup nya, menangisi segalanya..

0

0

Siwon POV

Dimana aku?

Kenapa kepalaku pusing sekali? Bau ini, rumah sakit eoh? Kenapa aku bisa disini? Oh ya, Kibum! Aku harus menemuinya, semoga dia baik-baik saja. Aku pun membuka selimut yang menutupi tubuhku dan melepas infus yang ada di tangan kiri ku. Tidak ku pedulikan rasa sakit yang kurasakan saat ini. Hanya satu yang harus aku temui, Kim Kibum!

Aku membuka pintu kasar dan langkahku terhenti saat melihat hyungdeul dan dongsaengdul di depan mataku.

"Hyung, kau sudah sadar?" Kyuhyun langsung memeluk ku erat –sangat erat—sampai aku meringis karena lukaku yang belum sembuh.

"Kyu, hentikan. Kau bisa melukai Siwon" Sungmin melepaskan pelukan Kyuhyun dari ku. Kulihat dia memanyunkan bibirnya. Haha, lucu sekali, aku hanya bisa tersenyum melihat mereka.

"Kau harus kembali istirahat Siwon, luka mu belum sembuh" Zhoumi hyung hendak membawaku kembali ke kamar itu. Namun aku menepis tangannya pelan.

"Anni hyung, aku harus menemui seseorang. Aku khawatir padanya"

"Jangan bilang kau mau menemui Kibum. Jawab hyung!" Kyuhyun berteriak padaku, dengan wajah memerah menahan amarah. Tapi aku benar-benar harus menemui yeoja itu. "Ne, kyu. Aku harus menemui Kim Kibum"

"Andwae! Aku tidak mengijinkanmu! Kau sakit seperti ini gara-gara yeoja gila itu! Berhentilah bersikap seperti ini hyung!"

"Cho Kyuhyun!" Aku berteriak emosi, Kyuhyun kali ini benar-benar keterlaluan.

"Bahkan kau juga membelanya! Donghae hyung dan kau sama saja! Kau tidak mengkhawatirkan kami yang sudah menunggu mu selama 3 hari ha?"

"3 hari?" Aku terbelalak kaget. Aku tidak tahu kalau mereka menunggu ku sadar selama 3hari..

"Sudah Siwon, Kyuhyun. Kau lebih baik istirahat Siwon, kau bisa mencari yeoja itu kalau kau sudah sembuh total. Kami juga akan bergantian menjaga mu. Kami tidak apa-apa, kau tidak usah khawatir" Manager hyung berkata bijak sambil tersenyum. Dia memang hyung yang sangat baik. Aku pun menuruti perkataan nya, aku juga tidak enak pada member yang lain. Leader macam apa aku ini yang sudah berteriak dan memarahi saeng kesayangan ku ini? Aku hanya bisa berharap Kibum baik-baik saja..

Siwon POV end

0

0

Author POV

"Kyu, mianhae. Tadi aku membentak mu" Kini Siwon sudah kembali ke ranjangnya, ditemani Kyuhyun.

"Gwaenchana hyung, aku juga minta maaf. Aku hanya terlalu mengkhawatirkanmu" kata Kyuhyun sembari menunduk.

Siwon tersenyum melihat Kyuhyun dan memejamkan matanya, berniat tidur sejenak. Mengistirahatkan tubuhnya yang masih sakit.

0

0

5 hari kemudian Siwon keluar dari rumah sakit, semua wartawan telah menunggu mereka di luar. "Siwon-ssi, kenapa Anda bisa mauk rumah sakit? Apa penyebabnya?" tanya seorang wartawan kepada Siwon yang sedang duduk di kursi roda. "Aku dengar Anda ditabrak sebuah mobil karena menyelamatkan seorang gadis, apa benar?" Pertanyaan demi pertanyaan terlontar dari para wartawan. Lampu blitz kamera menyilaukan pandangan para member Suju M dan sang manager. Mereka pun bergegas masuk ke dalam mobil perusahaan dan segera meninggalkan tempat itu.

"Siwon, sebenarnya kenapa kau bisa kecelakaan? Coba ceritakan kepada kami" tanya Sungmin lembut.

"Sebenarnya begini hyung.."

Flashback on

Siwon dan para member Suju M lainnya sedang melakukan pembuatan video klip untuk lagu baru mereka di sebuah taman di Seoul. Saat sedang berlangsung, tiba-tiba ponsel Siwon berdering. Ternyata dari sang manager. Siwon meminta ijin untuk mengangkat telepon nya. Dia berlari keluar dari taman itu dan mengangkat telepon nya.

"Yeobuseyo hyung?"

"Ne, kami sedang melakukan pembuatan video klip, waeyo?"

Saat sedang bicara dengan sang manager, tidak sengaja Siwon melihat Kibum yang menyeberang tanpa melihat lampu pejalan kaki. Sontak dia memutuskan ponselnya dan berlari menuju Kibum.

Flashback off

"Begitulah hyung, ceritanya"

"Hah, aku tidak mengerti kenapa kau membahayakan nyawamu sendiri ketimbang yeoja itu Siwon.." Zhoumi menghela nafas frustrasi, dia tidak habis pikir dengan jalan pikiran dongsaeng nya itu.

"Molla hyung, mungkin karena aku menyukai nya" Siwon tersenyum, membuat lesung pipi nya terlihat.

DEG

Donghae melihat Siwon dengan pandangan yang sulit diartikan. Antara marah, cemburu, dan kesal. Dia tidak rela Kibum, gadis yang disukainya, direbut oleh Siwon. Possesive eoh?

"Kita sudah sampai di dorm, kalian istirahatlah. Besok kalian tidak ada jadwal" terang sang manager menunggu semua member turun dari mobil.

"Horeee!" duo Eunhae bersorak kegirangan, sementara yang lain hanya tersenyum dan menggelengkan kepala mereka melihat tingkah laku childish Eunhyuk dan Donghae.

"Sampai jumpa hyung, gomawo" ucap semua member bersamaan, mengucapkan terima kasih pada sang manager.

"Ne, annyeong" sang manager pun melajukan mobilnya meninggalkan para member Suju M.

"Hah, aku mau tidur langsung ah. Badanku capek sekali~" Henry masuk ke dalam kamarnya dan langsung tidur. Semua member pun masuk ke dalam kamarnya, kecuali Siwon dan Donghae.

Mereka terlihat canggung – lebih tepatnya Donghae yang merasakan—Siwon hanya diam sambil menonton tv. Donghae akhirnya masuk ke dalam kamarnya dan berniat mandi.

Sementara itu Siwon tampak melamun, acara tv yang menyiarkan performance mereka pun tidak dilihatnya. Pikirannya terus memikirkan Kibum. Tidak terasa sudah tengah malam, Siwon pun memutuskan untuk tidur. 'Besok saja aku mencari Kibum' pikirnya.

0

0

Kibum bangun pagi-pagi sekali dan memasak ramyun, karena hanya itu yang ada di lemari makannya. Saat dia hendak memakan ranyun nya, sang appa berteriak pada nya. "KENAPA KAU TIDAK MENGINGATKANKU KALAU SEMINGGU YANG LALU PERINGATAN KEMATIAN EOMMA MU?"

Kibum meletakkan sumpitnya dan memandang tajam sang appa. "Untuk apa aku meberitahu mu? Apa kau akan pergi kalau aku memberitahu mu? Tidak bukan? Kau tak pernah memperhatikan eomma ku! Yang kau pentingkan hanya yeoja jalang itu! Kalian yang menyebabkan eomma ku MATI!" Kibum berteriak melampiaskan seluruh kebencian dan emosi nya yang selama bertahun-tahun dipendam nya.

PLAKK

Kibum memegang pipinya yang barusan ditampar appanya. Dia hanya diam.

"Ki-kibum mianhae, a-aku tidak bermaksud menampar mu" sesal appa Kibum

Kibum langsung berjalan melewati appa nya dan mengambil mantelnya yang ada di sofa dan pergi keluar. Langkahnya gontai, tidak tahu harus kemana. Tak terasa dia sampai di sebuah taman, kakinya dilangkahkannya menuju sebuah ayunan dan duduk di ayunan itu. Matanya memandang ke sekelompok anak yang sedang bermain kejar-kejaran di depannya. 'Oppa, bogoshipo' lirih Kibum.

0

0

Donghae berjalan keluar dari dorm, berniat jogging di sekitar dorm. Tak lupa dia memakai penyamarannya, hoodie berwarna putih dengan kudung yang menutupi kepalanya, celana training warna biru tua, serta sneaker warna silver. Juga earphone yang dipasang di telinganya menambah ketampanan sang Lee Donghae. Kaki nya terus berlari kecil mengikuti track lari di taman dekat dorm. Tak sengaja matanya melihat sosok Kibum yang sedang duduk di ayunan, kakinya berhenti berlari dan sekarang dia berjalan perlahan ke arah Kibum yang menunduk. Merasa kehadirannya tidak disadari, dia pun mendudukan dirinya di bangku ayunan di sebelah kiri Kibum. Matanya tak lepas dari wajah cantik Kibum. Sadar diamati seseorang, dia mengangkat wajahnya dan menoleh ke kiri. Dia memandang datar Donghae dan hendak bangkit berdiri namun tangan Donghae menghentikannya.

"Duduklah, aku tidak akan mengganggu mu"kata Donghae lembut seraya tersenyum manis. Kibum pun kembali duduk dan pandangannya terfokus ke depan. Cukup lama mereka dalam keadaan diam. Tidak betah dengan suasana seperti itu, akhirnya Donghae memutuskan berbicara pada Kibum.

"Apa kau tidak mengenaliku?" tanya Donghae hati-hati, takut Kibum akan kembali pergi.

Kibum menoleh dan berusaha mengingat-ngingat wajah Donghae. "Bukankah kau Lee Donghae? Orang yang waktu itu membantuku?"

"Ne, kau mengingatku rupanya" Donghae tersenyum lega, karena Kibum masih mengingatnya.

"Sedang apa kau disini?" tanya Donghae lagi.

"Aku tidak sedang apa-apa" jawab Kibum pendek

"Oh" Donghae menggaruk tengkuknya canggung. Bingung apa lagi yang mau dibicarakan dengan Kibum. Dia melihat penjual es krim lewat di depannya. "Aku belikan kau es krim ya" tawar Donghae

"Shireo, aku benci benda itu" kata Kibum dingin. Ya, dia membenci es krim karena es krim lah yang membuat eomma nya meninggal, selain karena appa nya.

"Tapi es krim itu enak sekali. Aku akan tetap membelikanmu" Donghae pun berdiri dan menghampiri penjual es krim itu, menghiraukan tolakan Kibum. Tak lama kemudian dia kembali membawa 2 eskrim di tangannya. Dia berlari menghampiri Kibum. Karena langkahnya yang terburu-buru, tali sepatunya yang terlepas membuat dia jatuh dan seluruh wajahnya terkena es krim. Semua orang yang melihatnya tertawa terbahak-bahak, bahkan Kibum, yeoja yang tidak pernah tersenyum itu pun tertawa lepas melihat tingkah konyol Donghae. Sesaat Donghae terpana akan kecantikan Kibum di saat tertawa. Giginya yang putih dan senyum nya yang lebar membuat jantung Donghae berdetak dengan keras. Dia pun duduk di ayunan tadi dan tertunduk malu. Semua orang pun berhenti menertawakannya dan kembali melanjutkan aktivitas mereka masing-masing.

Kibum memasukkan tangannya ke dalam mantel, mencari-cari sapu tangan. Setelah ketemu, dia pun membersihkan wajah Donghae yang penuh dengan noda es krim dengan lembut. Tubuh Donghae membeku mendapat perlakuan seperti itu. Wajahnya memanas dan jantungnya berdetak sangat cepat dan keras.

"Kau ini lucu sekali" Kibum tersenyum lembut, menampilkan killer smile nya.

Donghae pun membalas senyuman Kibum. "Baru pertama kali aku melihatmu tertawa, sering-seringlah tersenyum. Kau cantik kalau tersenyum" Donghae memuji Kibum dan hanya ditanggapi senyuman oleh Kibum.

Tidak jauh dari tempat mereka, terlihat Siwon yang memperhatikan mereka sedari tadi. Hatinya terasa sesak melihat Kibum tersenyum pada orang lain. Dia menyentuh dada nya dan bergumam, 'Tidak bisakah kau hanya tersenyum padaku Kim Kibum?'

TBC ^^

Balasan review :

Guest 1:

Iya, tapi Siwon gak papa kok. Ni udah lanjut, keep review ne?

Guest 2:

Disini sudah jelas kan kenapa Kyu emosi sama Kibum? Gomawo udh suka sama ff ini ya ^^

Keep review ^^

Haha bisa aja nih chingu. Keep review ne?

Guest 3:

Iya kyu emang jahat *digetok sparkyu*

Siwon selamat kok . Keep review ne?

Guest 4 (RistaMbum)

Aku gak bisa bikin yang panjang-panjang ._. #plakk

Makasi udah bilang ff aku bagus ^^ *peluk rista*

Keep review ne?

Guest 5:

Haha, iya kasian u,u

Keep review ne?

zakurafrezee :

Iya Sibum sama2 miris *dibakar sibum*

Keep review ne?

Guest 6:

Ini sudah lanjut Keep review ne?

Guest 7:

Iya, ini udah lanjut. Keep review ne?

8R407 :

Mian aku gak bisa bikin yang panjang ._.v

Keep review ne?

Nah, ini dia chap 4 nya *tebar receh*

Masih kurang panjang ya? Entah kenapa saya tidak bisa membuat yang panjang-panjang (?)

Semoga ff ini tidak membosankan

So, review please ^^