Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

Rated : T

Pair : GaaHina, GaaIno, SasuSaku

Warning : AU, OOC, OC, Typo, Ide pasaran, dll.

If you don't like? So don't read! Happy reading all

please RnR.

Naurovhy Present

Kediaman keluarga Sabaku ...

"Huhh ... membosankan" keluh Ino

"Kau kenapa Ino ?" Tanya matsuri

"Aku bosan, kau lihat Hyuuga itu tidak datang, semua rencanaku berantakan "

"Kudengar dia di rumah sakit ?" Tayuya menimpali

"Ya, aku harap dia tidak pernah keluar dari sana"

"Hahaha aku setuju"

Shion berlari menghampiri Ino, Matsuri dan Tayuya ..

"Ino, dia ada disana " katanya

"...?"

"Hyuuga Hinata"

!

"Sepertinya ini akan seru" kata Ino tersenyum

-flahsback-

"Hinata kau itu belum sehat" bujuk sakura

"Aku sudah tidak apa-apa saku-chan lagi pula ini kan ulang tahun gaara-kun, akuharus datang" hinata berusaha meyakinkannya

"Kau yakin?" Sasuke akhirnya buka suara

"Ya nii-san" kata hinata mantap

"Hn, baiklah kami akan menemanimu kesana"

! Sakura terbelalak

"A-arigato" sasuke mengusap kepala hinata

"Tapikan sasuke-kun, hinata belum pulih" sakura memberikan deathglare pada sasuke yang tentu saja tidak berpengaruh apapun pada sang bungsu Uchiha

"Kalau nanti ada apa-apa bagaimana hina-chan?" Sakura maaih mencoba membujuk hinata, dia sangat khawatir pada sahabatnya ini

"A-aku akan baik-baik saja saku-chan" kata hinata tersenyum

"Dia akan baik-baik saja sakura" sasuke menambahkan

"..."

"Kh, keras kepala, pantas saja kalian akrab" kata sakura mengerucutkan bibir mungilnya

Hinata tertawa mendengarnya, sedangkan sasuke menahan diri untuk tidak mengecup bibir itu, #ayam mesum #chidori

-end flahsback-

Huuh, sebenarnya gaara malas mengadakan acara ini, ingin sekali membatalkannya, mengingat gadisnya sedang terbaring lemah sedangkan dia menikmati pesta disini, hebat Sabaku Gaara sudah menjadi bajingan nomer 1di dunia,berkat sang sulung Sabaku yang sudah menyiapkan segalanya, gaara ta mungkin menghindar ... dia menatapi para undangan dengan tatapan bosan, hingga sebuah suara merdu menyapanya ..

"Ga-gaara-kun"

"Hinata? " jade itu melebar, hinata tersenyum manis

"Kenapa kau ada disini hinata?"

"Aku ingin memberikan i-ini gaara-kun" hinata menyodorkan bungkusan kecil pada gaara

Gaara menatapnya lalu tersenyum ...

"Harusnya kau tidak perlu datang kesini, lukamu belum pulih total" gaara mengusap lembut pipi hinata, di perlakukan seperti itu membuat hinata blushing berat

"A-aku baik-baik saja ga-gaara-kun"

"Baiklah lalu ..." ucapan gaara terpotong oleh kehadiran seseorang

"Well, well Hyuuga Hinata eh,?" Ino muncul di samping mereka

"I-ino-san"

"Kenapa hinata? Kau seperti melihat hantu, iya kan gaara-kun?" Ino merangkul lengan gaara, lavender hinata membulat seketika melihat kejadian itu, pandangan itu beralih pada sepasang jade, yang terpampang di sana hanya penyesalan, sesaat kemudian jade itu tertunduk ..

"Ups! aku lupa dia ini pacarmu ya ? -ino tersenyum sinis- atau ingin ku perjelas, " Ino tertawa dengan leluconnya sendiri

"Hentikan Ino" gaara akhirnya bersuara

"Kenapa gaara-kun? Bukankah memang ini yang kita rencanakan mempermalukan gadis miskin ini di perayaan ulang tahunmu?" Kata ino dengan nada manja yang dibuat-buat

"Ga-gaara-kun" hinata berbisik

"Kenapa Hyuuga? Kau kaget? Baiklah akan ku beritahukan semua padamu, aku dan gaara sudah berpacaran sejak 3bulan yang lalu, lalu kenapa dia berpacaran denganmu? ..."

"Ino cukup" gaara sudah mulai terbakar emosi hinata hanya menatap gaara nanar, perlahan lavendernya berkaca mengungkapkan emosi yang bergejolak di hatinya

"Ck, biar aku memberitahu dia gaara-kun, sampai mana tadi? ... aa, kenapa dia berpacaran denganmu? Karna aku yang menyuruhan, percayalah hyuuga dia akan selalu menuruti keinginanku"

"Ke-ke-kenapa gaara-kun?" Hinata mulai terisak

"..." gaara bisu

"Karna kau yang sudah seenaknya menumpahkan jus menjijikan itu di pakaianku, kau membuatku malu hyuuga, dan kau -ino menusuk bahu hinata- harus membayarnya berkali lipat, lagi pula kau harusnya berfikir hyuuga, bagaimana mungkin gaara suka padamu? Kau terlalu menilai tinggi dirimu, berkacalah dahulu"

... diam semua pengunjung acara itu diam, menyaksikan pertunjukan yang disaksikan sang tunggal yamanaka, ada yang berbisik kasihan padanya, mengutuk kelakuan ino yang keterlaluan, namun tak sedikit yang tertawa, menggapkan kejadian tersebut adalah hal yang lucu, sementara hinata menunduk membiarkan airmatanya menganak sungai, dan gaara sendiri jadenya mulai memburam ..

"Dan untuk acara puncak -ino berseru- aku ingin memberimu ini" ino menumpahkan segelas minuman di kelapa hinata

"Woooo" semua bersorak dan untuk shion, matsu, dan tayuya merekan tertawa dan bertepuk tangan ... ino tersenyum melihat aksinya

"Ahhhh, apa yang kau lakukan?" Ino berbalik melihat siapa yang sudah menyiramnya juga

"Hanya memeriahkan suasana sama sepertimu" kata sakura dengan senyum manis

"Kau .. kau akan menerima akibatnya Haruno"

"Aku tidak takut padamu"

Sementara kedua gadis itu berdebat, sasuke mendekati hinata, memakaikan jasnya pada gadis itu "semua akan baik-baik saja" ucapnya di telinga hinata, mencoba menenangkan gadis itu, tapi hinata masih tetap bergetar dan sasuke membawanya keluar dari tempat itu

"Ayo sakura" ucapnya pada gadisnya dan mereka berjalan keluar

Seperti tersadar gaara berlari mengejarnya ta menghiraukan ino yang memanggilnya

"Hinata tunggu" kata gaara memegang pundak hinata

"Mau apa lagi kau sabaku? " kata sasuke dengan dethglare andalannya

-perang deathglare pun terjadi-

"Aku tidak bicara denganmu uchiha" gaara menatap sasuke

"Hinata aku mohon dengarkan dulu penjelasanku" gaara menyentuh pergelangan tangan hinata lembut, gadis itu mendongak memperlihatkan lavendernya yang basah ..

Deg! Demi kami-sama bagi gaara pemandangan itu lebih menyakitkan dari pada hinata memukulnya, gadis itu menagis karnanya, karna orang yang diselamatkannya, karna pria brengsek seperti dirinya ..

"Tidak ada yang perlu dibicarakan! Ayo pulang" sasuke menarik tangan hinata

"Ayo hina-chan" sakura menimpali

Hinata menatap mereka, tapi tangan kanannya masih dalam genggaman gaara, hinata berfikir sesaat kemudian melepaskan genggaman tangan gaara,

! Dunia gaara runtuh, hinata melepaskannya, meninggalkannya .. dia tertunduk tanpa terasa mutiara bening jatuh dari jadenya ...

"sasuke-nii, sakura-chan, a-aku akan menyusul kalian dimobil tunggulah disana" ucapnya sudah bisa mengendalikan isakannya

"Hinata ta usah, untuk apa kamu kesana lagi ?" Kata sakura mulai terisak

"A-aku harus bicara dengannya sakura"

"Tapi hinata kau lihat send ..."

"Saki" barithon sasuke mengahi perdebatan mereka

"Pergilah hinata kami tunggu d mobil" hinata mengangguk dan menghampiri gaara

"Sasuke-kun, hinata"

"Tidak apa, semua akan baik-baik saja" sasuke memeluk sakura menenangkannya

Gaara, bersandar pada tembok pagar rumahnya, dia terdiam, buakn lebih tepatnya ta mampu melakukan apapun, semua kejadian satu jam yang lalu terus berputar di kepalanya ..

"Gaara-kun" suara itu, bagaikan oasis di gurun bagi gaara

"Hinata, aku bisa ..."

"O-otanjoubi omedetou ga-gaara-kun" air mata hinata mengalir kembali

"Hinataaku bisa menjelaskan semuanya, yang di katakan ino itu tid ..."

"Ta apa gaara-kun -hinata memotong penjelasan gaara sekali lagi- aku mengerti, semua yang di katakan ino-san itu benar, aku memang bodoh, harusnya aku bisa berfikir jernih, tidak mungkin gaara-kun menyukaiku kan? Aku ..."

"Aku menyukaimu hinata! Tidakkah kau dapat melihatnya?"

Hinata diam, ingin rasanya dia mempercayainya ... tapi ..

"Jangan berbohong lagi gaara-kun, sudahlah aku tidak menyalahkanmu" ucapnya tersenyum namun airmata itu tetap tidak berhenti

"..."

"..."

"Ak-aku harus pergi gaara-kun"

Hinata bersiap pergi berbalik meninggalkan gaara, belym ada 3 langkah hinata beranjak tiba-tiba punggungnya bertabrakan dengan sesuatu yang hangat dan isakan itu terdengar, bukan dari bibirnya melainkan dari seorang pria yang kini mendekapnya dengan erat, kepala merah itu tertanam di bahunya, terus menggeleng menandakan ketidaksetujuannya pada apapun yang dikatakan sang gadis

"Tidak hinata! Aku tidak mau"

"Ga-gaara-kun" sungai di pipinya semakin deras

"Jangan pergi, jangan tinggalkan aku" hinata merasakan pundaknya mulai basah

"Gomen" hanya itu yang terucap hinata melepaskan pelykan itu dan berlari menuju sasuke

Gaara menangis, seluruh tubuhnya bergetar, dada bidangnya naik turun menahan isakannya, jadenya terpejam namun air mata terus mengalur dari sana, bibirnya terus mengcapkan nama hinata, hinata dan hinata, hatinya marah! Kenapa gadis itu tidak mau mendengarkan penjelasannya? Kenapa dia pergi begitu saja? Kenapa dia tidak mempercayaiku? Aku mencintainya, haruskah aku berteriak seperti orang gila agar gadis itu percaya? Kenapa aku begitu bodoh sampai tidak mengetahui perasaanku lebih awal?

"Aaaarrrggghhhhh" gaara berteriak dia tertawa dan menangis di waktu yang bersamaan akal pikirannya sudah kacau

Semua orang di pesta itu berlari keluar mendengar triakan gaara, gaara masih saja beteriak dan memegangi kepalanya, Temari menangis melihat kondisi adiknya, lalu kankuro berjalan menghampiri gaara..

"Gaara jangan bseperti ini" kankuro mrncoba membangunkan gaara

"Hinata" gaara masih terisak

"Gaara! " kankuro membentak adiknya

"Hinata, -gaara memverontak dari rengkuhan kankuro- kenapa kau meninggalkanku? hahahaha kenapa hinata? Kau bilang kau menyukaiku kan?" Gaara sudah benar-benar kehilangan akalnya

Bughh! Kankuro memukul gaara

"Aaaa" para gadis memekik melihatnya, gaara terjatuh dan pingsan.

"Shika, banru aku membawanya" kankuro dan shikamaru membopong gaara dan menidurkannya di kamarnya

"Sebenarnya ada apa? " kata shikamaru pada duo sabaku

Kankuro mengangkat bahunya, lalu shika menatap kekasihnya

"Aku juga kurang paham, -temari membuka suara- tapi semua ini ada hubungannya dengan ino dan gadis yang bernama hinata" jelasnya

"Siapa hinata? " kini kankuro yang binggung

"Dia teman kampus gaara"

"Ouhh -kankuro ber'ohh' ria- aku tidak mau ikut campur urusan wanita" seringainya, dan sukses mendapatkan deathglare dari temari

"Aku akan mencari tau" kata temari

"Hh, mendokusai" kata shika

Keesokan harinya ...

Sinar matahari memaksa jadenya untuk terbuka, saat dia membuka mata bayangan gadis itu melintas dalam bayangannya ..

"Hinata" ucapnya lirih gaara beranjak menuju meja belajarnya menuju satu tas tenteng kecil pemberian gadisnya

Tas tenteng itu berisi kado, bungkusannya berwarna merah, sama seperti rambutnya, gaara tersenyum melihatnya dibukanya dengan sangat hati-hati, dan plukk! Saat melihat isinya jade indah miliknya kembali memburam, kado itu adalah replika dirinya boneka kecil dengan rambut merah, mata jade, dan ta lupa tato kanji-pun tercetak disana ...

Hancur sudah pertahanan sang sabaku bungsu, air mata itu kembali tumpah membuat aliran di pipi tirusnya, dia membawa benda kecil itu dan kembali ke ranjangnya, dia mencoba untuk tidur kembali tapi yg terjadi bukannya terlelap tapi bayangan sang hyuuga semakin kentara di benaknya, saat gadis itu tersenyum, teraipu, merona karnanya, saat gadia itu memaggil namanya dengan gugup, bayangan itu terus berputar dalam memorinya, gaara mengangkat tangan menutupi jadenya yang basah,

'Apakah ini penyesalan hinata? Apakah ini karma? Kenapa kau menghuku seperti ini? Kau boleh memukulku, menendangku, atau bahkan menusukku, tapi .. tapi aku mohon jangan tinggalkan aku hinata ...' jadenya mulai meredup dan perlahan tertutup

Fin or Tbc?