IT'S TIME TO BE HAPPY
.
MAIN CAST : KIM MINSEOK (XIUMIN) (GS)& XI LUHAN
OTHER CAST: KIM JOONMYEON, BYUN BAEKHYUN(GS), HWANG ZITAO(GS), DO KYUNGSOO(GS) dan akan bermunculan seiring berjalannya cerita
.
RATE : M
.
GENRE: HURT/COMFORT& FAMILY
.
CHAPTER 3
.
HAPPY READING
.
.
.
Mereka hanya tau apa yang ingin mereka tau, biarkan saja seperti itu, mereka hanya melihat apa yang ingin mereka lihat, biarkan saja seperti itu, biarkan mereka mendengar apa yang ingin mereka dengar, biarkan dan terakhir biarkan mereka bicara apa yang mereka ingin bicarakan, biarkan karena mereka hanya mengetahui, melihat , mendegar dan berbicara tentang sebuah kepalsuan. Karena kebenaran sebenarnya tak akan pernah terungkap
.
.
.
Hari kedua sekolah, seperti hari sebelumnya, sama sekali ikera semangat di mata Minseok. Minseok berjalan menuju kelasnya, namun langkahnya terhenti saat ada orang yang menyapanya
"hai" sapa Jongdae hangat
Minseok tak menjawabnya, hanya menatap Jongdae sekali lalu berjalan lagi meninggalkan Jongdae yang tenatap Minseok kaget
"selamat pagi Minseok" Jongdae masih belum menyerah dengan menyapa Minseok
kini Minseok memberikan tatapan mematikannya pada Jongdae "ada apa?" jawab Minseok dengan dingin
"aku hanya ingin menyapamu, apa tak boleh?" kata Jongdae dengan senyuman yang semangat yang terpasang di wajahnya
Minseok tak menjawab, dia kemudian berjalan kembali tak menghiraukan Jongdae yang kesal karena perlakuuan Minseok yang terus saja meninggalkannya
"ya! Kim Minseok, kenapa kau senang sekali meninggalkanku, setidaknya sapa balik aku" ucap Jongdae kesal sambil mengejar Minseok
Minseok langsung berhenti secara mendadak membuat Jongdae yang mengejar dibelakangnya menjadi kaget, lalu menatap Jongdae dengan dingin
"apakah aku pernah memintamu untuk menyapaku?" Minseok berucap dengan dingin dan wajah yang datar
"ti..tidak" Jongdae menjawab dengan ragu dan sedikit gugup
"jadi jangan pernah menyapaku lagi" Minseok kembali berbicara "jangan kau iker karena kau tau rahasiaku maka kau bisa berteman denganku, ingat kalau sampai kau membocorkan rahasiaku maka kau dan keluargamu itu akan tamat" ucap Minseok dingin namun mampu membuat Jongdae lagsung bergerak mundur
"baik kalau begitu sampai jumpa lagi" ucap Jongdae sambil menjauhi Minseok
"bagus satu sudah menghilang" ucap Minseok sambil meneruskan langkahnya mrnuju kelas
namun tanpa Minseok sadari ada mata lain yang juga menyaksikan berbincangan mereka
.
.
.
separuh jam pelajaran hari ini berjalan dengan membosankan, hanya ada guru yang bergantian masuk dan juga tugas yang diberikan. Dan kinj waktunya istirahat
Minseok berjalan sendiri menuju kantin, sepertinya ancamannya terhadap Jongdae berdampak pada Jongdae yang tak mengikuti Minseok lagi. Minseok bersyukur setidaknya rahasianya akan aman dari ancaman para siswa dan siswi yang kecentilan dan juga gila harta itu.
"ya! anak miskin" seseorang berteriak pada Minseok
Minseok tak peduli dan meneruskan langkahnya menuju kantin sekolah
"ya! kau yang ada disana berhenti kau sekarang juga" orang itu kembali berteriak dengan keras membuat Minseok menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah orang yang berteriak tadi
"apa kau menaggilku?" tanya Minseok dengan wajah datarnya
"tentu saja aku memanggilmu, kau saja yang tuli" balas orang yang tadi berteriak memanggil Minseok
"kau tau, setiap orang memiliki nama, kau hanya perlu memanggil namanya maka orang yang kau panggil akan berbalik padamu, dan juga kau tak usah mengeluarkan suaramu yang cempreng itu, itu menyakitkan telinga jika kau tau" Minseok berbicara dengan datar " dan jika kau tak tau namaku, namaku adalah Kim Minseok, jadi kau hanya perlu memanggil Minseok saja, kau mengerti, Byun Baekhyun" Minseok melanjutkan perkataannya
Baekhyun hanya memandang Minseok dengan tatapan kesal, dan kedua orang disampingnya juga terbengong- bengong dengan apa yang dikatakan Minseok
"apa yang ingin kau katakan? Bukankah tadi kau memanggilku?" tanya Minseok pada Baekhyun
Baekhyun yang sudah kesal malah berbalik dan pergi meninggalkan Kyungsoo dan Zitao yang memandang Minseok dengan tatapan kesal
"apa ada yang ingin ditanyakan tuan putri?" tanya Minseok dengan wajah yang menyebalkan
"lihat saja nanti" Zitao berkata sambil berlari menuju arah Baekhyun pergi
"baik akan aku tunggu" jawab Minseok sambil melambaikan tangannya ke arah Zitao berlari
'kutunggu apa yang kalian padaku, aku sama sekali tak peduli, jika ada yang aku pedulikan, itu pasti bukan kalian , dan juga bukan diriku sendiri' Minseok melanjutkan langkahnya menuju kantin
.
.
.
Kini Minseok berada di kantin sekolah, masih tetap sendirian, dan Minseok sedang mengantri makanan untuk makan siangnya, dan sekelompok anak yang mengatakan mereka adalah anak kalangan atas pun datang dan langsung menyerobot barisan dengan sombong
"Minggir kalian semua" kata Chanyeol dengan sombong di susul langkah dua orang tampan dibelakangnya
Semua hanya diam, kecuali kalian juga tau Minseok
"kalian tidak bisa mengantri ya?" Minseok berkata dengan dingin, meskipun Minseok tergolong orang yang cuek dan dingin, namun jika itu mengenai keadilan maka Minseok akan tetap bicara
"aku dengar ada yang bicara, siapa orangnya?" Chanyeol yang pertama mendengar itu lalu berbalik dengan wajah marah
"siapa yang bicara, aku ingin melihatnya" ucap Chanyeol dengan marah sekali lagi
Minseok keluar dari barisan dan dengan dingin menantap mata Chanyeol
"jadi kau bocah miskin" Chanyeol tersenyum remeh "kau anak baru dan juga miskin, tapi lagakmu itu selangit, kau benar- benar tak tau siapa kami?" ucap Chanyeol sambil mendekati Minseok dengan langkah yang sombong
"aku tak tau dengan pasti siapa kalian, namun yang pasti, kami mengantri sejak tadi, jadi kau juga harus mengantri seperti kami jika kalian ingin makan, kami juga membayar disini" ucap Minseok lagi
"maka perkenalkanlah kami, aku Park Chanyeol, ini Wu Yifan dan ini ketua kami Xi Luhan, kami adalah pewaris utama dan Luhandan keluarganya adalah donatur kedua untuk sekolah ini, kemudian Yifan adalah donatur ke empat untuk sekolah ini, dan aku adalah donatur keenam, kau mengerti?" Chanyeol menjelaskan dengan panjang lebar
"lalu apakah itu penting untukku?" Minseok menjawab dengan singkat dan dingin membuat emosi Chanyeol makin tersulut
"berhenti Chanyeol, kita tidak bermain dengan perempuan" ucap Yifan yang maju menuju Chanyeol
"tapi anak ini benar- benar…" ucap Chanyeol dengan menanhan tinjunya untuk Minseok
Dan Minseok hanya terdiam dengan tatapan dingin
"kita pergi" ucap Luhan dengan tatapan yang tak kalah dingin sambil melangkah pergi dari kantin sekolah
"tapi Luhan, anak ini benar- benar…" ucap Chanyeol dengan sedikit merajuk
"kita pergi Chanyeol" ajak Yifan
"kau aman sekarang bocah tengik, lain kali kau akan habis ditanganku" ucap Chanyeol sambil pergi dengan wajah kesal dan menahan amarahnya pada Minseok
Kemudian keadaan kantin menjadi kembali hening, karena sedari tadi juga tak ada ayang berani membela Minseok, mereka hanya memangdangi Minseok dengan tatapan yang mengatakan ' kau akana habis sebentar lagi' karena mereka tau siapa Luhan dan juga teman- temannya itu, karena sekali berurusan dengan mereka, maka kalian tak akan pernah selamat, tapi sekali lagi Minseok tak peduli tentang itu.
.
.
.
Jam pulang sekolah sekarang Minseok melangkah dengan malas menuju rumahnya, namun langkahnya langsung terhenti saat melihat pemandangan langka dihadapannya Joonmyeon ada dirumah, itu hal langka, karena biasanya dia sangat sibuk dengan acaranya sendiri, namun sepertinya dua hari ini dia selalu ada dirumah. Pada awalnya Minseok ingin masuk untuk menyapa Joonmyeon, namun langkahnya terhenti saat seseorang juga datang dari arah lain, dan Minseok memilih bersembunyi dan mendengarkan apa yang kedua orang itu bicarakan
"Hai jongin" sapa Jonmyeon dengan senyumannya yang tulus pada Jongin
'bahkan kepadaku dia tak pernah tersenyum dengan seperti itu, apalagi menyapaku, aku selalu menyapanya terlebih dulu'
"Hai tuan" jawab Jongin dengan canggung
"Tak perlu memanggilku tuan, panggil aku Hyung saja" Jonmyeon kini mengelus surai hitam Jongin
'bahkan saat aku memnggilnya Oppa, dia selalu mengatakan aku bukan adiknya,dan dia juga tak perna memenggangku sama sekali, kecuali saat dia sedang kesal padaku'
"Tapi tuan" Jongin ragu dalam berucap
"Jongin panggil aku Hyung saja, tak ada penolakan" kata Joonmyeon final
'dia selalu menolak, selalu menolak saat aku memngginya Oppa'
" baiklah Hyung" Jongin akhirnya mamanggil Joonmyeon dengan sebutan Hyung, namun Jongin nampak masih ragu
"apa kabarmu? Apakah kau makan dengah baik? bagaimana juga dengan sekolahmu? Apakah baik- baik saja?" tanya Joonnyeon
'dia tak pernah bertanya sekalipun padaku tentang kabarku, makanku, bagaimana sekolahku, bahkan saat hari pertama sekolahku'
"sekolahku baik- baik saja Hyung" jawab Jongin
"apakah jarak sekolahmu tak terlalu jauh? Sepertinya kau berangkat sangat pagi setiap hari" tanya Joonmyeon
'dia tak pernah bertanya padaku tentang bagaimana jarak sekolahku dan dia sama sekali tidak peduli seberapa pagi aku berangkat'
"tidak, aku baik- baik sajadengan jaraknya dan juga dengan seberapa pagi aku berangkat, hanya sekolah itu yang murah dan juga dekat dengan lokasi rumah ini" Jongin menjawab
"kenapa kau tak sekolah disekolah milikku saja, itu dekat dari tempat ini" Joomyeon memberikan saran pada Jongin dan Jongin hanya menatap kaget pada Joonmyeon
'apakah akau pernah ditawarkan aku ingin sekolah dimana?'
"tidak usah Hyung lagi pula ibuku tak mampu membayar biayanya jika aku sekolah disana" Jongin menjawab lagi
"tak usah khawatirkan soal biaya, anggap aku ini Hyungmu, dan mulai minggu depan kau mulai bersekolah di sekolah barumu, aku akan mengurus kepindahanmu itu" Joonmyeon mengatakan dengan senyumannya tulusnya lagi
'apa?anggap aku Hyungmu saja, bahkan aku yang adiknya sendiri tak pernah dianggap adik olehnya, dan dia juga tak peduli seberapa keras aku belajar agar aku tak mengecewakannya selama aku disini dan senyuman itu lagi? Akiu ingin sekali saja dia tersenyum seperti itu padaku'
"tapi Hyung, sepertinya aku tak pantas sekolah disana" Jongin nampak ragu dalam berucap
"tak adatapi - tapian, semua orang pantas sekolas disana, sekarang beritahukan ibumu" Joonmyeon menyuruh pada Jongin
Minseok membalikan tubuhnya supaya tak menatap Oppanya dan juga Jongin
"baiklah, terima kasih Hyung" ucap Jongin sambil melangkah menuju dapur, tempat ibunya berada
Minseok hanya mengatakannya didalam hatinya sambil berusaha menahan air matanya, yang memang tak pernah bisa ia tahan jika itu menyangkut mengenai Oppanya, satu- satunya orang yang bisa ia lihat selama dua hari ini, orang yang setidaknya pulang kerumah untuk seminnggu sekali, orang yang Minseok harapkan menjadi tempatnya untuk mecurahkan isi hatinya, tapi apa daya orang itu tak pernah mau jadi tempatnya untuk mengeluhkan isi dunia yang kejam pada gadis kecil sepertinya, biar Minseok menahannya sendiri, jika itu membuat Oppanya bahagia dia akan tetap bertahan
.
.
.
Hari terus berganti, semakin Minseok rasa Baekhyun semakin berniat untuk mengganggunya, namun selalu ada alasan untuk Minseok membuat gadis itu dan juga kawanananya yang kecentilan itu untuk pergi dengan kesal, dan untuk beberapa hari ini Minseok hanya diberi tatapan yang mengancam dari Chanyeol, mungkin dia masih kesal dengan kejadian di kantin tempo hari, dan bagusnya kini Jongdae tak pernah menyapanya lagi, seperti ada yang kurang dalam paginya, namun itu lebih baik dari pada semakin banyak ornga yang curiga, karena Jongdae itu laki- laki yang sedikit cerewet jika kalian ingin tau.
.
.
.
Seperti biasa Minseok, selalu datang lebih pagi dari yang lainnya, karena dia tidak ingin orang lain tau tentang keberadaan orang tuanya yang kaya, dia sebenarnya ingin naik bus saja, namun supir suruhan ayahnya tak akan pernah membiarkannya untuk naik bus, dia akan selalu memaksa Minseok untuk naik mobil, itu alasan Minseok datang paling pagi, agar orang tak tau mengenai mobil yang ngomong- ngomong hanya ada satu di korea.
Namun pagi ini berbeda, karena ada seorang lagi yang datang bersamaan dengan Minseok, orang itu turun dari bus dengan wajah ayang sangat tegang. Minseok mengenal orang itu, sangat mengenal ong itu malahan
"Nona MInseok" Jongin mendekati Minseok dengan langkah yang besar
Minseok hanya menatap dengan bingung, namun dia ingat ini hari senin, dan Jongin akan pindah kesekolahnya minggu ini, sebuah ide terlintas di kepala Minseok
"Nona, sepertinya kita ada di kelas yang sama" Jongin kembali berbicara dengan senyuman lega karena setidaknya di sekolah barunya ini dia sudah megenal satu orang
"ikut denganku" perintah Minseok
"kemana?" Tanya Jongin sambil mengikuti langkah Minseok
Minseok terus melangkah dengan Jongin yang mengikuti dibelakangnya
.
.
.
"duduk" perintah Minseok lagi
"terima kasih Nona, dan ini dimana Nona, ini tak tampak seperti kelas bagiku" Jongin bertanya dengan wajah yang penasaran dengan tatapan yang mengitari seluruh ruangan ini
"ini adalah ruangan pribadiku, hanya pemilik sekolah ini,yang memiliki kunci ruangan ini, jadi hanya aku dan Oppaku yang menggunakan ruangan ini" kata Minseok dingin
Jongin hanya ber-ooh ria mendengar poenjelasan Minseok
"baiklah Jongin, dengarkan aku" Minseok kembali menatap Jongin dengan serius
"ada apa Nona?" Tanya Jongin yang juga fokus pada Minseok tapi sama sekali tak berani menatap mata Minseok
"jangan panggil aku Nona lagi jika berada disekolah" ucap Misneok
"apa Nona? Tapi itu tidak sopan" Jongin kaget dengan apa yang barusan dikatakan Minseok
"aku belum selesai dengan ucapanku Jongin jadi dengarkan Jongin" mInseok menarik nafsnya sejenak "dan aku kan memanggilmu Tuan jika disekolah, kau mengerti?"
"apa?!" kaget Jongin " itu sangat tidak sopan Nona, aku ini adalah anak pelayan dirumah Nona, bagaimana bisa aku jagi Tuan anda jika disekolah?" Tanya Jongin
"hanya disekolah, jadilah Tuanku" Minseok memohon namun raut wajah dan nada bicaranya tetap datar
"aku tidak mau Nona, itu tidak sopan, nanti Tuan Joonmyeon akan marah padaku" ucap Jongin
"tapi bukankah Kim Joonmyeon dan Kim Jongin lebih bagus, dari pada Kim Joonmyeon dan Kim Minseok?"
.
.
.
TBC
.
.
.
Luhan Pov
Aku tak tau apa yang ada didalam kepalaku sekarang. Ini membingungkan untukku, seorang gadis yang sangat pemberani yang menjadi siswi baru di sekolahku, mengingatkanku dengan pemilik mata itu, mata yang bersinar dengan air mata, mata yang membuatku tak bisa melupakan mata itu walau sudah satu tahun lamanya. Mata mereka nampak sama, namun itu tak mungkin, orang pemilik mata itu adalah orang kaya dan Kim Minseok hanya sisiwi dari level rendah disekolahku, tapi tunggu, sepertinya aku mengingat bahwa ada rahasia diantara Kim Minseok dan Kim Jongdae, rahasia seperti apa? Itu membuatku sangat penasaran.
"aku akan menyari tahunya, dan awas kau Kim Minseok, aku akan menangkapmu sebentar lagi"
.
.
.
Hai kembali lagi denga author abal- abal yang udh ngeharkosin sekian lama, maaf ya, muali sekarang aku akan update seminggu sekali, jadi karena aku punya tiga cerita yang semuanya belun End jadi setiap cerita akn diupdate seminggu sekali, maaf ga bisa kaya dulu yang semua cerita bisa diupdate seminngu sekali.
Oh ya buat yang THG 15, aku bakalan bikin sequelnya aja, karena kana da sekitar tiga sampai empat chapter disana, jadi ga mungkin aku jadiin epilog, tunggu minggu depan ya / kalau ada yang penasaran dan nunggu juga/ / di gampar reader/
Makasih buat yang udh nge fav, follow dan lebih makasih lagi buat yang udh ngeriview, walau aku ga bales satu2 tapi aku tetep bacakok review dari kalian, dan kalian tau kalau ada review itu aku kaya senenag banget dan kadang bacanya sambil senyum seyum sendiri / emang ada yang naya?/
Oh ya satu lagi, aku lagi suka sama Meanie couple, aku pingin bikin FF tentang mereka, gimana ada yang minat ga ya?
Makasih ya sekali lagi
MIND TO REVIEW?
ANG SEE YOU ON NEXT CHAPTER
