[A/N]
Listening To: He's A Pirate. Itu soundtracknya Pirates of Carribean sih, tapi keren. Apalagi kalo yang main David Garret OMAIGAT /pentingbanget /okesip
Disclaimer: Sherlock Holmes adalah milik Sir Arthur Conan Doyle dan Detektif Conan adalah milik Aoyama Gosho.
"Sherlock Holmes." kata Holmes memperkenalkan dirinya pada awak kapal yang menjaga Bottega. "Lalu, kau pikir dengan namamu itu kau bisa memasuki kapal penjelajahan ini seenaknya, begitu? Bah!" kata awak kapal itu dengan nada mengejek.
"Merendahkan seseorang itu tidak baik, Suarez. Biarkan kami masuk." kata Vespucci turun tangan. Suarez langsung gelagapan. "Ba... Baik Tuan." Suarez lalu membukakan gerbang menuju kapal. Holmes, Watson, Vespucci, Shinichi, dan Ran lalu memasuki Bottega.
Mereka sampai di dek kapal. Anehnya, meskipun mayat Aurelia masih tergeletak di dek, tidak tercium bau busuk.
"Hm! Aneh sekali! Tapi aku berterimakasih padamu, Vespucci, kau membiarkan mayat adikmu tetap seperti ini. Ayo kita mulai! Wah, bahkan aku sudah berkeringat!" kata Holmes bersemangat sambil mengelap dahinya yang mulai berkeringat.
Holmes lalu membalikkan tubuh Aurelia yang awalnya telentang menjadi telungkup. Holmes bisa melihat jelas bekas tembakan di punggung Aurelia.
"Tidak ada bekas perlawanan," kata Holmes, "Menandakan mungkin Ia sudah tahu siapa penyerangnya." Holmes lalu melihat-lihat lantai dek. Ia berputar-putar, lalu ia merangkak sambil bergumam pada dirinya sendiri―lupa kalau disitu masih ada empat orang lainnya.
Holmes lalu berdiri lagi sambil menyingkirkan debu dari jasnya. "Baiklah, aku sudah memesan 5 tiket kapal air untuk malam ini pukul setengah delapan. Mungkin kita akan duduk-duduk saja di pelabuhan ini." kata Holmes kemudian.
"Tapi, kenapa kapal air? Kenapa tidak pesawat?" tanya Shinichi. "Jika kita menggunakan pesawat, kalau Black Organization mengikuti kita, akan terjadi sabotase besar-besaran. Sebaliknya, tidak banyak orang yang memilih kapal ketika sudah ada pesawat dan kereta cepat, sehingga resiko sabotase lebih kecil." jelas Holmes.
Shinichi manggut-manggut dan melihat jam tangannya. "15 menit lagi. Mari kita berangkat!"
Ran merenung. Siapakah lawan yang akan kuhadapi? Kalau sampai seorang Sherlock Holmes meminta bantuan orang lain, berarti ada sesuatu yang serius. Ran menatap ke laut yang tak berujung dari jendela kapal. Apa yang Shinichi rahasiakan dariku? Aku tidak bisa menghadapi seseorang yang tidak kukenal.
"Hei." terdengar suara berat dari balik tengkuknya. Ran menengok. "Tuan Holmes? Ada perlu apa dengan saya?" tanya Ran. Melihat kepolosan Ran, Holmes lalu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. "Aku yang salah. Kalau aku meminta bantuanmu, harusnya berarti aku percaya padamu. Baiklah, aku akan memberi tahu siapa lawan kita."
"Black Organization. Organisasi yang mengejar kekuasaan dan harta. Belum ada yang mengetahui siapa pemimpinnya, namun biasanya pemimpin itu disebut Anokata. Anggota-anggotanya memakai nama minuman keras sebagai sandi. Anggota-anggota yang perlu kita waspadai adalah Gin, Vodka, dan Vermouth. Tetapi Vermouth sepertinya tidak ditugaskan dalam misi ini, jadi Gin dan Vodka. Dan harus kuingatkan lagi, mereka itu orang-orang yang tidak segan membunuh demi mencapai tujuan mereka." jelas Holmes. "... Tidak segan membunuh demi mencapai tujuan mereka." kata-kata itu membuat Ran merinding. "Aku mengerti." kata Ran.
"Bolehkah aku duduk di sini?" tanya Holmes sambil menunjuk kursi di sebelah Ran yang masih kosong. "Tentu." jawab Ran. Holmes lalu duduk.
"Oh, satu lagi," kata Holmes pada Ran tiba-tiba, "Apakah kau tidak takut mati?" Ran tersentak mendengar pertanyaan Holmes. "Kalau demi menegakkan kebenaran, aku tidak takut." kata Ran. "Bagus." jawab Holmes singkat seperti biasanya.
Pada pukul 3 pagi, mereka sampai di Pelabuhan Manaus, Amazon, Brasil.
"Hei! Shinichi! Bangun!" kata Ran mencoba membangunkan Shinichi. "Hm..." Shinichi mulai tersadar dari tidurnya.
"Ayo, kita sudah sampai." ajak Holmes. Shinichi segera terbangun. Mereka semua lalu turun dari kapal. "Kita akan sarapan dulu. Ingat, jangan terlalu sedikit ataupun terlalu banyak." kata Holmes. Semuanya mengangguk tanda mengerti.
"Menurut peta ini, kita akan menuju Itacoatiara terlebih dahulu. Lalu kita menuju Parintins. Kota Eldorado terletak di antara Parintins dan Oriximina." jelas Holmes sambil menunjuk peta buatan Aurelia. "Tunggu, bagaimana kau mengetahui rutenya sementara peta ini sobek?" tanya Shinichi kritis. "Pertanyaan yang bagus. Aku mencocokkannya dengan peta biasa." jawab Holmes. Shinichi lalu mengangguk.
"Ayo kita mulai."
[A/N] Hey! Sori lama gak update... Belakangan ini acara sekolah lagi padat banget, apalagi kemaren ada BIMENSI. Ya gue baru bisa buka laptop sekarang. Buat yang awalnya baca di blog, chapter 4 itu gue campur sama chapter 3 disini, jadi chapter 4 ini sebenernya chapter 5... Gue kasih bocoran ya, di chapter selanjutnya ada sedikit―sangat sedikit―angst. Bales review dulu ya~
skyesphantom:
Selamat! Anda adalah reviewer pertama saya! Anda berhak mendapatkan mangkuk cantik! /bukan Aku minta maaf ya, di chap kemaren aku lupa bales reviewmu, jadi baru sempet sekarang.
Soal chap kedua, oke itu sebuah kesalahan. Aku udah tahu kalo masukin chapter pendek dalam fic itu kurang bagus, eh masih kulakuin juga. Aku minta maaf ya, gak cuma buat skyesphantom, tapi buat semuanya.
Soal jeda itu, maksudnya horizontal line? Sekali lagi aku minta maaf, aku masih pemula banget di ffn (aku biasanya nulis di blog), aku baru tau cara masukin horizontal line, di chapter-chapter kemarin aku pake Word. Ha.
Satu lagi, boleh minta account twitter? Kalo gak mau juga gak apa-apa kok. Aku mau follow kamu~
