Disclaimer: Masashi Kishimoto

.

.

Permintaan

.

.

.

Uchiha Sasuke ingat. Dulu ia selalu mencemoh segala obsesi yang terucap dari bibir sang kakak, Uchiha Itachi. Obsesi menjadi manusia adalah sebuah omong kosong. Khayalan tinggi khas makhluk bernama manusia. Makhluk bodoh, yang selama ini dimanfaatkan makhluk sepertinya untuk mempertahankan keturunannya. Begitu pula dengan ibunya yang mati karena cinta butanya pada sang ayahanda, begitu pun dengan ibunda kakaknya yang mendekam di neraka. Mereka mati karena cinta buta pada sang penguasa kerajaan vampir sekarang. Sebuah fakta yang selama ini ditutupi dari wanita yang mengandung keturunan makhluk sebangsanya. Mereka bagaikan alat untuk mempertahankan populasi vampir, alat yang harus direlakan menghilang dari kehidupan ini. Sejujurnya, ada kegembiraan sendiri ketika Sasuke tahu gadis yang selama ini ia inginkan adalah bangsanya sendiri. Dengan berbekal kemampuan unik Haruno Sakura, Sasuke yakin ia tak akan kehilangan Sakura untuk selamanya. Ia abadi. Ratu masa depannya nanti.

Namun, sebuah harapan kadang tak sesuai kenyataan. Haruno Sakura telah membunuh Uchiha Itachi, pewaris tahta sebenarnya. Dan itu cukup membuat keberadaan Sakura menjadi momok yang menakutkan di mata Sasuke. Ia menginginkan Sakura, dan tak membiarkan gadis vampir kesukaannya tersebut mati mengenaskan di tangan pengadilan kerajaan vampir. Oh, semua itu membuat Sasuke dilema. Kalau saja Sakura mau menuruti permintaannya, ia akan menjamin keselamatan vampir pink tersebut. Namun, naas, Haruno Sakura begitu sulit ditaklukkan, bahkan dengan kekerasan sekalipun. Semakin memaksa, ia semakin pula melawan. Uchiha Sasuke, kau harus mencari jalan lain.

Mungkin dengan mengancam gadis pink tersebut ia akan takluk padanya.

"Kau masih di sini juga, Uchiha?" suara sinis tersebut membuat Sasuke tersentak dari lamunannya. Menatap sosok Haruno Sakura yang telah keluar dari kamar mandi, telah berpakaian layak. Dan Sasuke memicingkan mata tak suka, mendapati luka yang ia torehkan pada tubuh gadis itu telah lenyap. Mulus. Siaaaallll... Padahal goresan kuku Sakura masih menghiasi lengan Sasuke yang terbuka.

Lagi. Ia mengikuti setiap langkah gadis itu. Tak ikut duduk ketika tubuh kecil tersebut terhempas pada empuknya sofa.

"Haruno Sakura," Sasuke berusaha menarik perhatian gadis vampir tersebut, "kau harus bertanggung jawab atas kematian Itachi padaku, atau..." Ia memajukan wajahnya untuk menatap mata hijau gadis itu, "Atau pengadilan vampir akan memusnahkanmu karena telah membunuh putra mahkota mereka," akhirnya sembari meniup kecil tengkuk Sakura yang tengah terbuka.

Menyeringai kemenangan mendapati tubuh gadis itu menegang tak percaya. Mengulum singkat cupang telinga Sakura, Sasuke semakin bertingkah berani. Menempelkan kedua kening mereka, sebelum menjilat bibir pucat Haruno Sakura.

"Kalau kau mau menjadi ibu anak-anakku, rahasiamu aman di tanganku." Sasuke semakin merasa menang ketika Sakura masih tak bereaksi untuk berontak dari sikap intimnya, "Kau akan menjadi Ratu kerajaan vampir, dan tak ada lagi yang mampu mengusikmu, Sakura. Kau aman di tanganku," pastinya.

Bola mata hijau tersebut menatapnya penuh, membuat senyum tipis menghiasi bibis Sasuke yang pucat. Merasa mendapat persetujuan Sakura, bibir tipis vampir perempuan itu ia raup. Membawanya dalam sebuah ciuman yang tak akan mau Sasuke hentikan meski Sakura melawan.

Ruang tamu tersebut kembali sunyi, hanya kecipak lumatan Sasuke pada bibir Sakura adalah keributan kecil yang mereka ciptakan. Dua sejoli yang melupakan insting meraka masing-masing. Insting yang membuat tek menyadari sosok lain di sekitar mereka.

"Ehem, jadi sekarang kau menyimpang lelaki lain di apartemenmu, sayang?"

.

Bersambung