"Hari ini harus selesai. Tanpa terkecuali." Kata Corporal dengan datar, kemudian ia melangkah ke mejanya, kau pun melakukan hal yang sama.

Kau mengambil posisi duduk yang nyaman agar dapat bekerja dengan enak, Corporal pun melakukan hal yang sama. Kau mulai mengambil selembar kertas dari tumpukan yang pertama dan membacanya.

Hanya mengisi gender para anggota? Ini sih mudah, sudah ada fotonya juga, pikirmu.

Kau mengambil pena, membubuhkan tinta, dan mulai menulis. Sedikit demi sedikit kertas di tumpukan pertama mulai berkurang. Kau mulai menikmati pekerjaan tulis-menulis itu.

Kau cukup bahagia karena mengisi gender sangatlah mudah, namun kau terdiam ketika hendak menulis gender di kertas yang menampilkan foto Hanji Zoe. Kau sempat ragu-ragu untuk menulis laki-laki atau perempuan.

"[nama]? Kenapa kau diam saja? Apa begitu saja kau sudah lelah?" Corporal Rivaille menekankan kata-katanya, agak sedikit mencibir.

Aih, ternyata dia juga memperhatikanmu bekerja. Kau berinisiatif untuk bertanya padanya.

"Sir... Maaf, tapi... Apakah yang harus saya isi di kolom gender Hanji-san? Saya... Tidak tahu..." kau memelankan suaramu, takut-takut salah bicara.

Corporal Rivaille terdiam mendengar pertanyaanmu, dia menatapmu lekat-lekat yang membuatmu merasa tidak nyaman. Dia menghela nafas.

"Kau beri saja tanda strip." Jawabnya, dan dia kembali ke tumpukan kertas miliknya. Begitu juga kau.

Kau mengikuti perintahnya, dan kembali mengisi gender anggota lain. Kalian berdua bekerja dalam diam, dalam waktu yang cukup lama kau bisa menyelesaikan tumpukan paper-mu yang pertama. Kau merasa cukup lega.

Kemudian kau melihat tumpukan paper yang kedua. Kau cukup terkejut karena kau disuruh untuk melakukan hitung-menghitung, salah satunya di tumpukan yang paling atas ada anggaran. Pupil matamu sedikit melebar. Punya firasat buruk, kau pun melirik tumpukan paper-mu yang ketiga. Alangkah terkejutnya dirimu, ketika mendapati paper itu harus kau isi dengan lengkap biodata setiap anggota, mulai dari yang masih hidup sampai yang sudah tiada, lengkap dengan keluarga, dan lain-lain. Kau menggigit bibirmu. Gila, ucapmu dalam hati.

Mau tidak mau kau harus mengerjakan semuanya, jadi kau hanya diam saja. Kau mulai teringat kata-katanya, Hari ini harus selesai tanpa terkecuali, sial betul. Kau sempat melirik jam tua di dinding yang menunjukkan pukul 9 malam. Berdoalah semoga sebelum pagi menjemput aku sudah menyelesaikan semua pekerjaan ini, batinmu sambil mulai menghitung anggaran.

Ketika kau sedang serius-seriusnya memasukkan angka-angka dan mulai menjumlah, mengurang dan membaginya, tiba-tiba Corporal berdiri dan menuju pintu.

"Aku pergi dulu, jangan coba-coba kabur dari pekerjaanmu. Hari ini harus selesai." Tekannya, dan ia pun membuka pintu dan menghilang begitu saja.

"Tentu, aku kan bertanggung jawab..." kau bergumam.


Kau hanya sendiri, ditemani suara detik-detik jam. Saat itu sudah pukul 12 malam dan kau masih mengerjakan setengah tumpukan paper-mu yang ketiga. Corporal belum kembali, entah apa yang sedang ia lakukan. Inspeksi ruangan-ruangan mungkin? Kau tidak tahu, kau hanya berusaha untuk fokus ke pekerjaanmu.

Kau berhasil menyelesaikan tiga tumpuk paper itu pada hari itu juga. Aku tepat janji juga, kau tersenyum sedikit. Kau berdiri dan meregangkan otot-ototmu. Jam menunjukan pukul dua malam, dan kau merasa sangat-sangat mengantuk. Kau mengalihkan tatapanmu ke arah pintu.

Corporal belum kembali, apa aku pergi saja?, kau berpikir. Namun kau tolak mentah-mentah pikiranmu itu, bagaimana nanti kalau ada yang iseng menyelinap masuk? Tapi itu tidak mungkin, kecuali orang itu ingin dicincang oleh Corporal. Akhirnya kau memilih untuk menunggu, karena menurutmu tidak sopan meninggalkan ruangan orang lain tanpa berpamitan.

Kau menunggu cukup lama dan mulai mengantuk. Tanpa sadar kepalamu terkulai dimeja, dan matamu tertutup rapat. Kau tertidur pulas, dan dalam tidurmu kau berharap akan memimpikannya, memimpikan Lawliet.


"Oi, sudah kau selesaikan belum pekerjaanmu? Hah..?" Corporal kembali keruangan pada pukul 4, dan agak terkejut melihatmu tidur. Tapi ia tidak terkejut lama-lama, ia berjalan ke mejamu dan mengecek ketiga tumpukan paper itu.

Hebat, dia benar-benar menyelesaikannya, kurasa ia lebih baik dari Petra... Corporal berkata dalam hatinya. Kemudian dia keluar ruangan lagi dan mengambil selimut. Diselimutinya dirimu, ia menarik kursi dan duduk tepat dihadapan mejamu.

Wajah Corporal menjadi lembut, dia mengulurkan tangannya ke kepalamu, dan tiba-tiba kau menggerakkan kepalamu. Corporal menarik tangannya, mengurungkan niatnya untuk mengelus rambutmu, dan menghela nafas.

Apa yang aku pikirkan, batinnya. Dia memerhatikanmu yang tertidur, wajahmu begitu damai, bagaikan anak kecil yang tidur lelap selesai bermain. Ia tersenyum, sebuah senyum yang nyaris tidak terlihat, dan beranjak ke kamarnya, meninggalkanmu yang tertidur lelap di ruangan itu sendirian.


TADINYA SAYA MAU HM... HM... LUPAKANLAH INI RATED TEEN...

REVIEW PLEASE :)