^^Bad Marriage^^
Chapter 3 : Weeding's Day
Main Pair : WonKyu
Other Pair : Seiring berjalannya cerita
Genre : Romance and Humor
Rated : T
Dicslaimer : FF ini asli milik saya
Summary : Choi Siwon yang mengaku normal harus menikah karena perjodohan gila orang tuanya. Ia di jodohkan dengan Cho Kyuhyun, si namja cantik yang sedikit berandalan sekaligus teman sekelasnya. Bagaimana kehidupan setelah mereka menikah? Ternyata, ada satu rahasia yang tak pernah diketahui Kyuhyun tentang dirinya sendiri. apakah itu?
Warning : GaJe, Shounen-ai, Typos, Bahasa menyesuaikan, EYD berantakan.
.
.
.
^^BerryKyu^^
.
.
.
Presents
.
.
.
^^BerryKyu^^
"Hari Pernikahan…"
7.30 AM
Burung-burung di angkasa mulai berkicau menimbulkan suara berisik nan mengganggu. Cahaya mentari memasuki celah jendela kamar yangnbesarnya sudah seperti kamar-kamar para raja bangsawan.
Gorden yang masih tertutup tidak membuat kedua calon suami-istri yang sedang berpelukan dalam selimut ini terjaga.
Untung saja, hari ini adalah hari minggu, jadi mereka tidak perlu susah payah harus pergi ke sekolah. Tapi, tetap saja.
"Enghh" Lenguh Kyuhyun mulai terjaga dari tidurnya, bukannya malah bangun, dirinya malah semakin menyamankan diri di dalam dekapan si otak mesum itu.
Dahinya berkerut, mata bulatnya membulat besar saat menyadari bahwa posisi Siwon dan dirinya sangat intim, apalagi lengan besar Siwon memeluknya sangat erat.
"Hei, pemalas! Bangunlah! Lepaskan pelukanmu ini!" Omel Kyuhyun meronta-ronta dalam dekapan Siwon.
Siwon melihat ke bawahnya, di sana Kyuhyun sedang mencoba melepaskan pelukannya. Dia kembali menyeringai, lalu memeluk Kyuhyun tambah erat membuat wajah Kyuhyun menempel di dada bidangnya.
"Kau cerewet sekali, Choi Kyuhyun"
Oh, ternyata dia masih tetap ingin mengerjai lelaki cantik yang menurutnya sangat nakal dan cerewet ini.
"Oh! Shit! Jangan mengubah margaku seenakmu!" Umpat Kyuhyun kembali tersulut emosi. Tangan lentik itu mendorong dada Siwon secara brutal, namun tenaga Siwon dan tenaganya tentu saja berbeda.
"Kyunnie~ aku mau morning kiss~" Pinta Siwon manja, tentunya dia hanya bercanda. Ia memajukan kedua belah bibirnya, matanya tertutup.
Kyuhyun yang melihatnya menggeram kesal. Sekelabat ide pun melintas dalam otaknya. Tangannya bersiap-siap di depan mulut Siwon. Dan...
PLAK
"OUCH! SIALAN KAU, CHO KYUHYUN!"
Kyuhyun segera berlari keluar kamar dengan tawa yang mengiringinya. Ia puas, sangat puas.
"TERIMA KASIH SUDAH MENGEMBALIKAN MARGAKU, OTAK MESUM!"
"AWAS SAJA KAU, CHO KYUHYUN!"
^^BerryKyu^^
2.15 PM
Kyuhyun mengintip Siwon yang sedang sibuk menonton televisi di ruang tv. Lelaki cantik itu sedikit meringis, ia takut Siwon masih marah karena kejadian tadi pagi.
Yah, tamparan tangannya pada bibir Siwon memang 'sedikit' kuat membuat lelaki tampan yang mempunyai tinggi seperti tiang listrik itu mengambek padanya. Lihatlah, bahkan sejak kejadian tadi pagi, Siwon mendiaminya.
Ia menarik nafas semaunya, memenuhi kantung paru-parunya dengan oksigen, lalu menghembuskannya perlahan. Kemudian, ia berjalan ke arah Siwon, menduduki dirinya di samping Siwon
Siwon hanya mendeliknya tajam, tidak lama hanya berselang waktu beberapa detik dan setelah itu ia kembali ke layar televisi-nya yang menunjukan acara sepak bola.
Kyuhyun mendengus kesal, ia sama sekali tidak suka dengan yang namanya bola. Matanya bergerak, mencari remot televisi.
Dan, ia pun menemukan benda panjang berbentuk balok itu, dengan sigap, lelaki cantik itu mengambil remot TV yang tepat berada di sebelah paha Siwon. Kemudian, ia mengganti channel TV.
Siwon mengerutkan dahinya, bingung. Siapa yang mengganti channel favoritenya itu dan menggantinya dengan sebuah tayangan drama yang membuatnya muak.
Ia menatap lelaki cantik yang duduk tepat di sebelahnya itu, lelaki cantik itu sedang bersila di atas sofa dengan bantal sofa menjadi penyanggah kedua sikunya, sedangkan tangan kanannya memegang benda berbentuk seperti balok itu.
"Cho Kyuhyun" Tegur Siwon sedikit mendesis. Bulu pada tengkuk Kyuhyun seketika berdiri, namun ia segera menepis rasa itu dan tetap mempertahankan gengsinya itu.
"Yak! Bisakah kau tidak menganggu hidupku sehari saja?!" Kyuhyun menulikan pendengarannya membuat Siwon semakin kesal di buatnya.
"Hahaha itu hahaha lucu sekali hahaha" Siwon tetap menatap tajam lelaki cantik bermata bulat boneka itu. Yah, Kyuhyun hanya masa bodoh dengan lelaki tampan di sampingnya ini.
Tatapan tajam Siwon berubah menjadi heran saat Kyuhyun tetap tertawa, padahal drama yang di tayangkan menampilkan adegan perpisahan yang bisa saja membuat air mata meleleh. Otak Kyuhyun memang sedikit miring, harap maklum saja, oke?
"Hei! Orang gila! Apa yang sedang kau tertawakan, huh?!" Kyuhyun hanya mendelik tajam ke arahnya.
Oh, seorang Cho Kyuhyun yang memiliki wajah kelewat tampan errr koreksi maksudnya kelewat cantik ini di katai gila oleh calon suaminya sendiri? Itu tidak lucu!
Tunggu, sejak kapan dia mengakui kalau Siwon itu adalah calon suaminya.
'Itu kenyataan, bukan?' Kata suara batinnya, Kyuhyun meringis.
'Memang. Tapi, aku tidak mau mengakuinya!' Bantah pikiran logisnya dan di setujui oleh anggukan Kyuhyun. Siwon semakin heran dengan lelaki cantik ini.
'Kau tadi mengakuinya!' Goda si batin tak terbantahkan.
'Tadi. Sekarang tidak!' Sanggah si pikiran logis.
'Tetap saja, kau mengakuinya!'
'Kubilang tidak!'
'Iya'
'Tidak'
'Iya!'
'Tid-'
"STOP!" Teriak Kyuhyun seraya menutup kedua telinganya menggunakan tangannya. Siwon membulatkan matanya terkejut, mulutnya bergumam tak enak.
"Sepertinya aku benar-benar harus memanggil seorang pskiater kesini" Celetuk Siwon. Kyuhyun yang tidak tahan lagi pun mencekik leher Siwon, yah tidak benar-benar mencekik sih.
Siwon menahan pinggang ramping itu menggunakan kedua tangannya. Kyuhyun beranjak ke atas tubuh Siwon membuat dirinya berada di pangkuan Siwon dengan kedua tangan yang melekat di leher Siwon.
"Kau ingin akhhh membunuhku, Choi Kyuhyun?" Goda Siwon lagi.
'Shit! Pipiku panas! Sialan kau Siwon!'
Siwon menyeringai saat pipi chubby itu mulai merona karena ulahnya itu. Cekikan di lehernya melonggar, malah tidak terasa lagi.
Wajah cantik yang merona itu menunduk, Siwon semakin mengembangkan seringainya, dengan gesit, lelaki tampan itu membalikan posisinya, kini Kyuhyun yang berada di bawah kukungannya.
Kyuhyun mengerejapkan matanya beberapa kali, bibirnya mengerucut beberapa senti ke depan. Ah, dia terlihat sangat menggemaskan.
Di balik tembok yang menjadi pembatas antara ruang TV dan ruang keluarga terdapat dua orang sepasang kekasih yang berjenis kelamin sama
"WOW! Pemandangan yang bagus sekali, ya, Eunhyuk-ah?"
"Oh, Donghae, sampai kapan otakmu itu tidak di penuhi dengan hal berbau mesum, huh?!"
"Sampai ayam jantan bertelur hahaha"
"Bodoh!"
"Karenamu, Baby Monkey!"
"Oh Shit! Aku bukan monyet, Ikan!"
"Tetap saja kau adalah Baby Monkey-ku!"
"Sialan kau!"
Saking asiknya bersenda-gurau, pasangan aneh itu tidak menyadari kedatangan Siwon dan Kyuhyun yang kini memasang wajah terkejut mereka.
"DONGHAE! EUNHYUK! APA YANG SEDANG KALIAN LAKUKAN DI SINI?!"
^^BerryKyu^^
"Ah, itu... Kami... Engh... Yah, melihat hubungan kalian lebih jelas" Donghae menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba saja terasa gatal. Eunhyuk memandangnya penuh malas.
Siwon dan Kyuhyun saling berpandangan heran, lalu kembali memandang dua makhluk aneh di depan mereka. Si monyet hutan bersama kekasih ikannya ini.
"Kenapa adegan tadi tidak di lanjutkan saja?" Tanya Donghae setelahnya. Bunyi jangkrik pun terdengar di tengah-tengah mereka. Ada yang salah?
Donghae memasang wajah -sok- polosnya, sedangkan ketiga namja di dekatnya menatapnya dengan tatapan datar mereka membuat Donghae susah payah menelan salivanya.
"Ada yang salah dengan pertanyaanku?" Tanya Donghae takut-takut. Lelaki tampan yang mempunyai wajah kelewat tampan ini dapat melihat Siwon dan Kyuhyun menarik nafas mereka, dan...
"YAK! LEE DONGHAE!"
^^BerryKyu^^
"Yak! Donghae! Berhenti mengunyah kue-nya! Itu untuk calon pengantin! Yak! Yak!" Siwon memijit pangkal hidungnya, sedangkan Kyuhyun menyembunyikan wajahnya di balik lipat tangannya.
Sekedar info, saat ini mereka telah berada di ruang makan, Donghae dan Eunhyuk membawa buah tangan berupa kue beras. Namun, yang pertama kali memakan kue beras itu adalah Donghae sendiri.
"Maaf BabyHyukkie, Kue-nya terlalu lezat" Kekeh Donghae menunjukan cengiran khasnya. Eunhyuk menatap tajam lelaki yang sudah lama menjadi kekasihnya itu.
"Sekali lagi aku melihat kau memakan kue yang lain. Jangan harap aku aku memberi jatahmu!" Seketika itu, Donghae langsung saja mengunci bibirnya rapat-rapat. Ia tidak mau kehilangan 'jatah memakan' Eunhyuk. Upss
"Ini dia, kue untuk calon pengantin kita!" Seru Eunhyuk sambil mengantar piring yang di atasnya sudah diisi oleh kue beras buatan Eunhyuk ke atas meja makan atau lebih tepatnya di depan Siwon dan Kyuhyun.
"Apa ini?" Tanya Kyuhyun -pura-pura- tidak tahu. Jari-jari lentiknya mencuil sedikit kue tersebut. Eunhyuk mendengus kesal melihat lelaki cantik itu bersikap seperti itu lagi.
"Memangnya kau pikir itu apa?" Kyuhyun terkekeh geli. Ia sangat suka melihat si Monyet hutan ini kesal.
"Aku bercanda, Eunhyuk-ah. Kau ini memang tidak bisa di ajak bercanda" Keluh Kyuhyun sedikit meringis, sedangkan Eunhyuk memelototinya membuat kedua matanya terlihat besar.
"Saat pertama kali mendengar berita kalian akan menikah dari paman dan bibi rasanya aku ingin menjedukkan kepala Donghae ke tembok" Tutur Eunhyuk menerawang. Donghae langsung menatap horror sang kekasih.
"Tega sekali kau kepada kekasih tampanmu ini, Eunhyuk sayang~" Eunhyuk muak dengan wajah Donghae yang pura-pura sedih itu. Oh god, keinginannya untuk menjedukan kepala Donghae ke tembok menjadi semakin besar.
"Diamlah, Hitam!" Bentak si Monyet hutan. Sang kekasih ikannya menutup mulut menggunakan kedua tangannya.
"Annyeong~"
Keempat pemuda itu menorehkan kepala mereka kompak ke arah pembatas dapur. Di sana berdiri seorang lelaki cantik bersama seorang lelaki tampan berwajah oriental.
'Oh No... Setan berkumpul!'
'God... Selamatkan rumahku!'
^^BerryKyu^^
"YAK! LEE DONGHAE! BERHENTI MENCIUMKU!" Teriakan Eunhyuk menggema.
"OH GOD! TAN HANGENG! BERHENTI BERBUAT MESUM!" Di susul oleh teriakan Heechul yang tak kalah kerasnya.
"LEE DONGHAE! LAKUKANLAH HAL YANG BERGUNA!"
"HANGENG! STOP IT!"
Kyuhyun mengusap tengkuknya gusar, pasalnya kedua pasangan abnormal di depannya ini sungguh membuat masalah di rumahnya. Ia menatap Siwon, lelaki tampan itu menggidikan bahunya.
"Yak! Yak! Yak! Kalian diamlah! Jangan berbuat tidak senonoh rumah kami!" Omel Kyuhyun berkacak pinggang, mengomeli kedua pasangan yang sedang berbuat mesum di sofa panjang yang terletak di ruang tamu.
Seketika itu, kedua pasangan atau lebih tepatnya kedua seme yang tengah mencumbu uke mereka itu berhenti dari kegiatan mereka. Lalu, menatap Kyuhyun seolah-olah mereka tidak pernah salah.
Oh, Kyuhyun ingin sekali menggaruk wajah kedua pemuda tampan ini dengan kuku-kuku tajamnya.
"Ugh! Kau ini seperti baru mengenal kami, Kyunnie" Kedua pemuda dengan wajah yang sangat berbeda itu mengeluarkan cengiran mereka dan berusaha membujuk lelaki cantik yang mempunyai mata bak boneka itu.
"Mau apa kalian?!" Kyuhyun menatap horror kepada dua iblis yang kini bergelayut manja di lengan mungilnya.
"Kau tidak cantik lagi kalau marah-marah, Kyunnie." Seketika itu Kyuhyun merasa perutnya mual. Dia tampan, bukan cantik. Tolong sadarkan kedua lelaki abnormal ini.
"Ah, kalian sudah lima jam berada di rumah kami. Tidak kah kalian ingin pulang?" Seluruh mata langsung terfokus ke suara baritone itu. Sang empu hanya menatap mereka bingung.
"Kau mengusir kami?" Tanya Hangeng tak percaya.
"Itu kalimat pengusiran terhalus yang pernah aku dengar," Sengit Donghae sedikit memicingkan matanya.
"Kau benar, Siwon-ah! Kami sudah terlalu lama disini," Ucap Heechul tiba-tiba. Melompat berdiri, kemudian meraih lengan Hangeng. Mata indahnya mengisyaratkan Eunhyuk agar melakukan hal yang sama dengannya.
Eunhyuk yang mengerti pun, ikut-ikutan. "Donghae-ah, sebaiknya kita pulang saja ya? Ayo" Eunhyul segera menyeret Donghae, tanpa menunggu jawaban dari Donghae sendiri.
"Aku juga ya... selamat bersenang-senang!" Kemudian di susul dengan Heechul. Sebelum benar-benar beranjak dari sana, pasangan WonKyu bisa melihat kerlingan mata nakal dari Heechul.
Apa maksud dari lelaki cantik itu.
Selepas, kedua pasangan abnormal itu meninggalkan rumah besar mereka, Siwon dan Kyuhyun baru menyadari bahwa rumah mereka, kini sangat sangat sangat berantakan.
Kantong snack yang sudah kosong berserakan di lantai, bahkan dapur mereka lebih parah dari ruang tamu. Seperti, kapal pecah saja.
Kyuhyun menghela nafas beratnya, besok, saat ia menginjakan kaki di kelasnya, Kyuhyun bersumpah akan membuat kedua pasangan abnormal itu pelajaran. Siapapun, tolong ingatkan dirinya.
"Kyuhyun-ah" Panggil Siwon tampak frustasi melihat isi rumah mewahnya berantakan seperti ini.
Kyuhyun yang merasa di panggil kepalanya ke lelaki tampan di sampingnya ini. "Ne?" Tanya Kyuhyun lemah.
"Selamat bekerja!"
"Kau juga, Siwon" Balas Kyuhyun. Mereka pun berpencar, membagi pekerjaan satu sama lain. Jika kalian memandangnha sekilas, mereka tampak seperti suami-istri yang tengah dalam masa manisnya pernikahan.
Oh, Oh, lihat, lihat, bahkan si istri mengelap peluh di pelipis sang suami dengan sapu tangannya. Sepertinya, mereka mulai out of character, ya? Tapi, tentu saja ini tidak berlangsung lama.
Seakan menyadari perilaku anehnya itu, Kyuhyun menjauhkan dirinya dari Siwon yang masih terpaku di tempatnya.
"CEPAT LANJUTKAN PEKERJAANMU, CHOI SIWON" Siwon kembali tersadar dari lamunannya itu.
"BAIKLAH, CHOI KYUHYUN"
"KUPERINGATI SEKALI LAGI! JANGAN MERUBAH MARGA-KU!"
^^BerryKyu^^
"Ahh! Akhirnya selesai juga. Pinggangku terasa akan patah" Seru Kyuhyun sedikit mendesah. Ia langsung menjatuhkan dirinya di lantai yang sudah mengilap, membiarkan kain pel tergeletak di lantai begitu saja.
"Tsk... Dasar malas!" Siwon yang sudah selesai, dan kebetulan juga akan menaruh kain pel yang ia pegang pun mengambil kain pel Kyuhyun. Kemudian, menaruhnya di tempat semestinya.
"Arghhh! Aku bersumpah akan membuat mereka berempat menderita besok!" Teriak Kyuhyun frustasi. Giginya bergemelatuk, tangan terkepal, dan wajahnya menahan amarah.
"Hei! Bangunlah!" Siwon yang sudah kembali mentoel bokong Kyuhyun yang sedang berbaring telungkup dengan jempol kakinya.
Siwon menghembuskan nafas beratnya, terpaksa ia melakukan ini, yah dari pada lelaki cantik ini mengotori lantai dengan air liur, 'kan? Iuhhh itu jorok sekali.
"KYAAAAAA! CHOI SIWON! TURUNKAN AKU!" Histeris Kyuhyun. Siwon tidak memperdulikannya dan tetap menggendong Kyuhyun ala bridal style. Ia meletakkan tubuh yang sedikit berat itu di atas sofa.
"Sudah mau aku membantumu." Dengus Siwon. Dia tidak marah, malah sekarang ia tengah memijit kedua kaki Kyuhyun. Terbalik sekali yah?
"Y-yak! S-siwon! Apa yang sedang kau lakukan?!" Pekik Kyuhyun tertahan tenggorokannya. Seketika itu, ia langsung terduduk dan mencoba melepaskan kedua tangan Siwon dari kakinya.
"Kau terlihat lelah. Biarkan aku memijitmu, Kyu" Mata Siwon terfokus kepada kaki indah tanpa bulu itu. Ia tidak menyadari perubahan wajah Kyuhyun.
'Sial! Sial! Sial! Rona merah ini selalu mengangguku! Arghhh Tuhan, tolonglah aku ini'
"Apa kau lebih baik?" Tanya Siwon mendongakan kepalanya. Dahinya mengerinyit bingung saat melihat Kyuhyun hanya menunduk.
"Hei! Aku tanya, apakah kau lebih baik?" Ulang Siwon mengejutkan Kyuhyun.
"Huh?! N-ne aku merasa lebih baik sekarang. Terima kasih, Siwon" Kyuhyun tersenyum tulus. Siwon membalasnya tak kalah tulus.
"Sama-sama, Choi Kyuhyun, Istriku sayang" Goda Siwon seraya bermain di dagu Kyuhyun. Seketika itu, air muka Kyuhyun berubah masam.
"YAK! CHOI SIWON!"
BUGH
BUGH
BUGH
BUGH
"Arraseo! Arraseo! Ahh itu sakit. Yak! Yak! Berhenti!"
"Rasakan itu, Choi!"
^^BerryKyu^^
2 Days Later (Weeding Day)
"Aku terlihat aneh mengenakan gaun ini. Kenapa tidak tuxedo saja, Bibi?!" Protes Kyuhyun yang sedang mematut dirinya yang -menurutnya- terlihat aneh dengan gaun yang ia kenakan.
"Kau terlihat cantik, sayang. Ibumu bilang jika kau menikah dengan seorang pria, ia ingin melihatmu mengenakan gaun putih. Ibumu pasti senang di surga sana." Kyuhyun mau tak mau tersenyum saat bibinya itu kembali menerawang, mengenang kebersamaan bersama ibu kandung Kyuhyun.
"Apa ibu dan ayah akan senang di sana?" Tanya Kyuhyun antusias. Ia ingin melihat kedua orang tuanya tersenyum, ia ingin melihat kedua orang tuanya bangga kepadanya.
"Tentu saja mereka bangga dan senang kepadamu, Nak. Sangat." Kyuhyun segera memeluk sang bibi dengan erat. Air matanya jatuh, membiarkannya mengalir di pipi yang sudah dipolesi oleh bedak. Bibi Kyuhyun juga menangis.
"Sekarang ku harus membanggakan mereka, oke? Sekarang kau harus berjalan di atas karpet merah, biarkan pamanmu berjalan bersamamu," Ucap Bibi Kyuhyun. Sedangkan, sang paman sudah mempersiapkan lengannya.
'Tuhan, aku ingin kedua orang tuaku bahagia'
Dengan keyakinan yang besar, Kyuhyun melingkarkan tangannya pada lengan sang paman. Lalu, pamannya itu menuntunnya berjalan sampai ke atas atlar.
Di ujung sana, Kyuhyun bisa melihat dengan samar karena tudung putih yang menutupi seluruh wajahnya. Di sana, ia melihat Siwon dengan tuxedonya dan seorang pastur di belakang Siwon.
Entah mengapa, Siwon terlihat sangat tampan dan berkarisma di baluti tuxedo itu. Pipinya kembali memanas. Munafik, jika ia mengatakan Siwon jelek sekarang.
Siwon mengulurkan tangannya, Paman Kyuhyun memberikan tangan mungil Kyuhyun ke tangan Siwon, menerima uluran tangan Siwon.
Siwon menggenggam erat tangannya membuat rona merah itu tampak sangat jelas sekarang.
pastur itu mulai membacakan sesuatu yang tak lain adalah mantra-mantra sakral. Pemasangan cincin pun sudah mereka laksanakan.
Siwon dan Kyuhyun terdiam saat sang pastur menyuruh mereka berciuman untuk menyempurnakan pernikahan ini.
DEG
Detak jantung mereka yang berdugem ria itu membuat mereka sedikit canggung dan salah tingkah.
Di kursi paling depan itu terdapat kedua pasangan yang kemarin baru saja Siwon dan Kyuhyun hukum. Yah, dengan menjadikan kedua pasangan itu sebagai pelayan dadakan mereka berdua hahaha.
Hangeng, Heechul, Donghae, dan Eunhyuk. Mereka tersenyum melihat kedua mempelai di atas atlar. Mereka tidak menyangka, bahwa kedua lelaki berbeda paras, watak, dan tinggi badan itu bisa menikah. Tuhan memang selalu memberikan kejutan.
"Kapan kita bisa di atas sana, Heechullie?" Hangeng membayangkan bagaimana jika ia dan Heechul berada di posisi Siwon dan Kyuhyun. Ah, itu hal terindah untuknya.
"Suatu saat nanti, Hangeng-ah. Aku yakin itu," Heechul bergelut manja di lengan Hangeng seraya menyenderkan kepalanya di pundak Hangeng, Hangeng menjatuhkan kepalanya di atas kepala Heechul yang sedang bersandar di pundaknya.
"Aku iri pada mereka, Hyukkie," Donghae merangkul pundak Eunhyuk, sedangkan tangannya yang lain meremas jemari Eunhyuk erat. Eunhyuk sama sekali tidak menjawab, namun ada sebuah senyuman tipis yang terukir di sana.
'Aku juga, Hae-ah. Aku juga iri pada mereka. Aku ingin kita secepatnya berada di atas sana, tentu saja bersama-mu'
Siwon membuka tudung yang menutupi wajah lelaki cantik itu. Wajah cantik yang memerah itu tengah menunduk, menyembunyikan rona merah tomat yang dapat Siwon lihat dengan jelas.
Lelaki tampan itu menyentuh dagu Kyuhyun, menuntun mata Kyuhyun agar bertemu dengan matanya. Para tamu undangan merasa nafas mereka tercekat melihat pemandangan indah itu.
Perlahan namun pasti, bibir mereka telah bersatu, tidak ada nafsu di sana, tidak ada yang berani membuka mata, biarlah mereka menikmatinya dengan menutup mata mereka.
Siwon memiringkan kepalanya, mendalamkan ciumannya, Kyuhyun yang sudah merasa kehilangan nafasnya pun segera mendorong dada Siwon.
Riuh tepuk tangan terdengar di ruangan besar itu. Siwon dan Kyuhyun mengamati wajah para tamu undangan, ia tersenyum ketika menemukan sahabat-sahabat 'bodoh'-nya itu sedang melambai ke arahnya.
Kemudian, ia dapat melihat bibi dan pamannya sedang tersenyum ke arahnya, Kyuhyun juga melihat bibinya tengah menyeka air mata menggunakan jempol tangannya.
'Ibu, ayah, kalian senang, 'kan di surga sana?' Kyuhyun menyeka air matanya yang sudah berada di ujung sudut matanya.
Siwon merangkul pundak lelaki cantik yang kini sudah menjadi istrinya itu. Kyuhyun menatapnya bingung, merasa di tatap oleh lelaki cantik itu, Siwon mengalihkan pandangannya ke Kyuhyun. Ia tersenyum lebar, memperlihatkan lesung pipi yang sangat jarang di tampilkannya.
Tolong, bunuh Kyuhyun! Ia tidak mau terbunuh karena jantungnya ini tengah menganianya. Okay, ini memang lebai.
Tapi, di dalam hati mereka paling dalam ada sebuah rasa senang saat mereka sudah menyandang status suami-istri. Tidak mungkin, 'kan, suami-suami? Hahaha.
^^Berrykyu^^
Acara pun di lanjutkan dengan acara menjamu para tamu undangan untuk menikmati hidangan yang sudah di sediakan.
Siwon yang langsung turun tangan menjamu tamu undangan. Sedangkan, Kyuhyun hanya mengekorinya saja.
"Hey! Selamat atas pernikahan kalian, Kyu!" Hangeng memeluk Kyuhyun dengan tiba-tiba dengan pelukan yang erat, kemudian di susul oleh lelaki cantiknya dan pasangan mesum itu, HaeHyuk.
"Y-yak! Se-sak! Lepash!" Kyuhyun meronta dari pelukan maut keempat sahabatnya.
"Kau terlihat sangat cantik hari ini, Kyunnie~" Seru Heechul dengan nada gemasnya seraya mencubit kedua pipi chubby Kyuhyun.
"Argh! Yak! Itu sakit, Heechul Hyung!" Kyuhyun mengerucutkan bibirnya beberapa senti ke depan. Heechul tertawa, baru kali ini Kyuhyun mau bersikap imut di depan umum. Kalian tahu? Itu sangat menggemaskan sekali.
"Aku ada membawa kamera digital-ku." Kata Donghae menginterupsi yang lainnya termasuk Siwon yang tadi masih sibuk berbincang-bincang dengan teman ayahnya atau teman-temannya.
"Untuk apa?" Tanya Siwon langsung masuk ke dalam pembicaraan lima manusia -menurut Siwon- aneh itu.
Donghae tidak menjawab. Ia menatap Hangeng yang juga menatapnya dengan tatapan yang menyiratkan suatu hal. Kemudian, mereka tersenyum ahh atau lebih tepatnya menyeringai.
Siwon dan Kyuhyun memandang horror kedua lelaki tampan mesum di depan mereka itu.
"LEE DONGHAE! TAN HANGENG!"
^^BerryKyu^^
9.45 PM
Siwon dan Kyuhyun berada dalam jalan pulang ke rumah mereka. Mereka sudah berganti baju di ruang ganti tadi.
Mobilnya berhenti saat lampu merah pada persimpangan jalan menyala. Siwon memandang Kyuhyun yang tepat berada di sampingnya. Lelaki cantik itu tertidur pulas di sana.
Senyuman terukir di bibir Siwon ketika melihat wajah Kyuhyun yang terlelap, terlihat sangat polos dan indah.
'Apa yang sedang kau pikirkan, Siwon!' Pikiran logis Siwon memperingati dirinya.
"Emnghh" Igau Kyuhyun. Dahinya mengerut, peluh menetes dari pelipisnya. Perlahan, Siwon mencondongkan badannya, lalu mencium kening Kyuhyun.
Dengan ajaib, Kyuhyun langsung berhenti mengigau dan kembali lagi dengan mimpi-mimpi indahnya.
"Sudah tidak mimpi buruk lagi, 'kan? Tidurlah~" Ucap Siwon sambil mengelus surai kelam nan halus milik Kyuhyun.
Lampu merah telah berganti menjadi lampu hijau, Siwon segera kembali menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.
^^BerryKyu^^
Siwon keluar dari mobilnya setelah memparkirkan mobilnya di bagasi. Ia mengitari mobilnya, lalu membuka pintu jok penumpang.
Ia melepaskan sabuk pengaman yang melilit tubuh Kyuhyun. Kemudian, menyelipkan kedua tangannya di antara tengkuk dan lutut belakang Kyuhyun dan langsung mengangkatnya.
Kaki panjangnya menutup pintu itu dengan susah payah tentunya.
KRIET
Pintu kamar berdecit, menandakan adanya seseorang yang masuk ke dalam kamar itu. Tentu saja, Siwon dan Kyuhyun yang sedang di gendongannya.
Dengan perlahan, Siwon meletakkan tubuh Kyuhyun di atas ranjang yang biasa di tiduri oleh Kyuhyun.
Tak lupa, melepaskan sepatu dan kaos kaki yang masih menempel
pada kaki Kyuhyun dan mengganti baju Kyuhyun dengan piyama yang sudah ia pilihkan.
"Sshh... Ini orang tidur mati atau tidur pingsan?" Monolog Siwon dengan nada suara yang terdengar heran. Tangannya masih sibuk membuka kancing kemeja yang melekat pada tubuh Kyuhyun.
Mata Siwon membesar saat melihat pemandangan indah di depannya. Oh, astaga, bahkan dada wanita yang besar bak bola kaki itu kalah indahnya dengan dada rata di depannya. Bagaimana bisa?
Siwon menggelengkan kepalanya, menyadarkan dirinya sendiri. Lalu, ia kembali melanjutkan acaranya yang berjudul 'Mari Kita Buka Pakaian Kyuhyun'
APA?! Judul macam apa itu?!
Setelah selesai mengemasi apa yang ada pada tubuh Kyuhyun. Siwon pun merebahkan dirinya di samping Kyuhyun, melupakan pakaian Kyuhyun yang berserakan di lantai.
Ia sangat berterima kasih kepada dua pasangan abstrak itu karena sudah mau memberikan keterangan izin kepada mereka berdua selama beberapa hari ke depan di absensi kelas.
Matanya pun tertutup kala rasa kantuk tidak bisa lagi di tahan.
"Jalja, Kyu!" Lirihnya, dan ia pun menyusul Kyuhyun terbang ke alam-alam mimpi yang indah.
^^BerryKyu^^
7.45 AM
Mentari telah menyinari seluruh kota seoul. Burung-burung telah berkicau ria di atas langit yang menunjukan warna biru dengan awan putihnya.
Jendela kamar Siwon dan Kyuhyun yang terbuka membuat cahaya mentari yang sudah menyengat itu masuk ke dalambya dan menerangi wajah keduanya.
"Enghh" Lenguh Kyuhyun yang terganggu dengan sinar mentari itu. Kakinya menggaruk kaki yang lain. Tangannya tak sengaja menyentuh sesuatu yang di kiranya guling.
"Kenapa datar? Kenapa besar sekali?" Gumam Kyuhyun yang masih memejamkan matanya. Ia merapatkan diri pada 'gulingnya' itu.
Mata bonekanya mulai terbuka. Kemudian mengerejap-rejap imut, menyesuaikan cahaya yang masuk pada retina matanya.
Matanya membula besar, sangat besar,
"KYAAAAAAAAA!"
'Gulingnya' itu yang tak lain adalah Siwon yang sedang topless langsung terduduk karena ia terkejut dengan teriakan maut Kyuhyun.
"Kau kenapa, Bodoh! Jangan berteriak pagi-pagi!" Protes Siwon yang masih merasa matanya belum mau terbuka.
"Kau apakan aku tadi malam?!" Tanya Kyuhyun menuntut jawaban dari Siwon. Kedua tangannya bersilangan di dada.
Matanya tambah membesar tatkala melihat bajunya yang ia kenakan tadi malam berserakan di lantai.
"CHOI-SI-WON!"
"ADA APA?!" Balas Siwon tidak mau mengalah.
"KU-TANYA, APA YANG KAU LAKUKAN TADI MALAM, SIALAN!"
Mata Siwon yang sedari tadi tertutup pun terbuka dan menemukan Kyuhyun telah di ujung ranjang seraya menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.
Kesadarannya langsung pulih saat melihat bajunya dan baju Kyuhyun berserakan di lantai.
Ia langsung saja berlari keluar kamar, meninggalkan Kyuhyun di dalam kamar mereka yang masih memasang wajah kesalnya.
Kyuhyun kemudian menyusulnya berlari, mengejar Siwon tanpa henti.
"KAU BERMACAM-MACAM DENGANKU TADI MALAM, 'KAN?!"
"DEMI TUHAN, KYU. AKU SAMA SEKALI TIDAK MENYENTUHMU!"
"PEMBUAL! KENAPA BAJUKU BERSERAKAN DI LANTAI, HUH?!"
"KALA ITU AKU MALAS BERJALAN KE MESIN CUCI!"
"JADI, KAU MENGGANTI PAKAIAN KU?!"
"IYA! Astaga! Kenapa aku memberitahunya!" Bisik Siwon pelan namun Kyuhyun masih dapat mendengarkannya. Ia kembali mengejar Siwon yang sudah mendahuluinya.
"YAK! CHOI SIWON! AAAAHHHH TUBUHKU TAK PERAWAN LAGI!"
"AKU HANYA MELIHATNYA SEDIKIT! AKU TAK BERNAFSU PADA TUBUHMU!"
"APA?! SIALAN KAU, CHOI SIWON! HUWAAAA!"
Dan masih banyak lagi teriakan-teriakan tidak jelas saling bersahutan di seluruh penjuru rumah besar itu. Dengan Kyuhyun yang sudah seperti wanita yang kedapatan datang bulan dan Siwon sebagai tuduhan pemerkosaan.
Apa? Pemerkosaan? Siwon meminta bantuan untuk menenggelamkan author yang sudah memfinahnya ini ke dasar laut.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Hehehe annyeong! Nih dah update… maaf ya kalau masih ada nama siapapun dari ChanBaek Ver yang masih ngikut ke sini yahh hehehe padahal dah aku edit seteliti mungkin dan maaf untuk kependekan dari FF ini yah… semoga kalian gak bosan baca FF ini ya hahaha…
Kemungkinan, minggu depan lagi ngepublishnya, yah masih tergantung dengan moodnya sih. Berharap aja nih mood tetap stabil hahaha…
Maafkan aku karena belum ngelanjutin yang lain. Yang lain masih dalam masa proses pengetikan dan lagi-lagi tergantung denagn moodnya Berry hahaha..
Selamat membaca aja yaa
Makasih.
