Hohohohohoho.. selamat membaca.. Maaf kalau ceritanya aneh dan makin lama makin gaje XD

Setela 5 menit, akhirnya Chie keluar dari sarangnya *digolok*

"WHAT THE?" Yosuke kaget setengah gila ngeliat penampilan Chie saat itu. Gimana kagak kaget, ini pertama kalinya ia melihat Chie menggunakan gaun dan wajahnya dimake up.. Lagi pula dia gak pernah dikasih tau kalo bajunya Chie akan sebagus ini.

"..." Kou cuma senyum penuh kemenangan saat melihat penampilan Chie. Ya, Chie menggunakan baju gaun putih yang menutupi kakinya, rambut sebelah kananya di jepit dengan penjepit rambut berbentuk hati yang bertatakan berlian, lalu sepatunya terbuat dari kaca. " Baiklah, Yosuke, sesuai perjanjian, sepertinya kau hanya bisa duduk diam disini.." Kou lalu berjalan menghampiri Chie sedangkan Yosuke merutuki dirinya dan perjanjian yang dibuatnya.

"Kou?" Chie kaget ngeliat Kou yang berdiri didepannya dengan tuxedo hitam yang membuat Kou terlihat.. ganteng.. "Aaaa.. Maksudku, Pangeran Kou." Chie langsung membungkuk hormat.

"..." Kou tersenyum.. (Ganteng! *plak*) lalu mengulurkan tangannya untuk mewakili perkataan 'mau berdansa' yang lalu diterima chie dengan senang hati.

Setelah mereka berdansa cukup lama, Kou lalu menarik Chie pergi seketika itu latar belakang panggung langsung diganti menjadi suasana ditaman belakang kerajaan.

"Kenapa kau membawaku kesini?" tanya Chie.

"Aku bosan dengan keramaian dan berdansa.. Menurutku berjalan2 dibawah sibar rembulan lebih menarik.. Bagaimana pendapatmu?" ucap Kou mantab dalam menyampaikan semua dialog yang dihafalnya.

"Ya.. Kau benar juga.. Aku juga sudah capek berdansa.. Kepalaku serasa mau pecah.." ucap Chie sedikit menukar dialognya.

Cukup lama keduanya berjalan2 ditaman, sampai tak terasa sudah waktunya untuk Kou kembali kekerajaannya.

"Sudah, larut. Aku harus pulan, para tamu juga sudah mulai pulang." ucap Kou mengintip kedalam ruangan lewat pintu yang terhubung langsung ke ruang dansa.

"Emm" terlihat sedikit raut kesedihan diwajah Chie, dia berusaha mati2an untuk menunjukkan ekspresi ini butuh waktu 2 minggu bagi Chie agar terbiasa dengan ekspresi ini.

"Besok aku datang lagi.. Baiklah supaya kamu bisa yakin dengan apa yang aku bilang, aku berikan kamu ini." melingkarkan kalung cantik keleher Chie lalu mencium kening Chie lalu berlari masuk keruang dansa dan segera pulang meninggalkan Chie yang ngeblushing beneran.

Beberapa hari setelah pesta dansa yang menurut Chie sangat laknat itu berlalu... Gimana kagak laknat.. Yukiko mabuk dan memulai lagi permainan King's game-nya.. untung aja berhasil disadarkan oleh Souji

"Permisi nona.." tiba2 nyembul kepala mangkok berbentuk jamur.. *diinjak2* dari balik pintu dan sempat mengagetkan Chie sampai berujung mati ditempat *ditendang* Ah maksudku kaget hingga memakai wajah horror.

"Adaapa, Souji-san? Kalo urusan keuangan negara.. Aku belum menyelesaikan dokumennya gara2 leptopku rusak (Semenjak kapan jaman kerajaan ada leptop ? -") Jadi aku belum menyelesaikannya." Ucap Chie jujur tapi terdengar ganjil ditelinga panonton.

"Bukan itu.. Itu si Yosuke.. Maksud saya pangeran *hoek* Yosuke menunggu anda di ruang tamu.." ucap Souji menghela nafas panjang

"Baiklah.. Aku turun sekarang." turun dari kasurnya lalu merapikan bajunya dan pergi ketempat yosuke menunggunya.

Diruang tamu

"Heh kebo! Lama amat! udah dari tadi aku nunggu ampe lumutan disini!" bentak Yosuke

"Heh! Gak perlu pake kuah juga kali! Lagian kau mau apa kesini? Mau adu mulut? Aku gak mood." ucap Chie yang mengelap wajahnya dengan handuk anti virus, racun, kuman, dll 100% yang diantarkan Yukiko untuknya, setelah selesai dengan acara mencuci wajah 5 menit, Chie segera beranjak pergi tapi ditahan Yosuke.

"Hah.. Aku tunggu kamu dikerajaanku jam 8 malam nanti.." ucap Yosuke santai, lalu ngibrit pergi ke WC baru setelah itu pamit pulang -"

"Apa2an dia? Dia pikir dia siapa? Datang tiba2 terus merintah2! Habis itu make WC orang baru pulang? Argh! Menyebalkan!" ucap Chie murka sambil nendang kursi asal eropa yang ada diekatnya

"Chi... Chie-chan.." ucap seseorang yang udah mati menggigil dibelakang Chie.

"Kou-san? Ahahahahahahaha.. Maaf.. yang tadi itu.. 'Aku yakin aku gak bakalan naik kelas setelah menghancurkan semua dialog ini.. –" Ahahahahahha.. Adaapa Kou kesini?" tanya Chie mengalihkan pembicaraan.

"Aku mau tanya soal dokumen yang..." langsung terputus gara2 Chie ngibrit lari kekamarnay terus balik lagi dengan 3 buah buku dokumen yang tebalnya nauzubile.

"Hah.. Hah.. Maaf aku lupa mengembalikannya.. Ini aku sudah selesai membacanya." Ucap Chie bohong 100%

"Lalu hasil dokumen darimu.." tanya kou yang kemudian terputus lagi

PLAK!

"Baka! Aku lupa" mukul jidatnya dengan tenaga yang agak berlebih "Ittai.." menyesali sendiri atas kebodohannya memukul jidatnya.

"Waa.. merah.. Sakit ya?" tanya Kou perhatia.

"Ahahahahaha.. Gak.. Gak terlalu sakit.." bohong lagi

"Sakit cepatlah hilang" ucap Kou membaca mantra di ujung jari telunjuk dan jari tengahnya lalu menempelkannya dijidat Chie "Bagimana? Apa masih sakit?" tanya Kou polos yang diam-diam juga sudah menghancurkan dialog.

"Ma.. Makasih.. Sakitnya udah hilang." jawab Chie gugup

"Jadi dokumennya.." ucap Kou kembali ketopik awal

"Ahahahaha.. Belum selasai." jawab Chie jujur

"Ayo aku bantu menyelesaikannya." narek tangan Chie pergi keruang kerjanya.

Sementara itu ternyata sudah banyak yang memperhatikan calon sumi-istri ini.

"Ternyata ada juga gunanya aku merusak leptop Chie-sama." ucap Yukiko tertawa setan sedang Souji hanya sweatdrop melihat tingkah istrinya ini yang dengan usilnya membanting leptop milik Chie kemarin malam.

"Khukhukhu.. Dengan ini aku yakin Yosuke akan kalah" Teddie ikut2an.

"Kenapa kamu ikut2an Teddie?" tanya Rise

"Penasaran aja" jawab Teddie gak nyambung

Malamnya jam 8 tepat sebuah mobil (?) datang dan menjemput Chie pergi kekerajaan milik Yosuke.

"Jadi ada masalah apa?" tanya Chie to the point begitu ngeliat Yosuke nyamperin dia ditman belakang kerajaannya.

"Dasar gak tau sopan santun! Belum aku ngomong kamu udah ngerocos aja." omel Yosuke berang

"Cerewet!" balas Chie yang urat2 kekesalan setebal 25 cm (WTH?) nyembut dipelipis kananya

"Bawel!" balas Yosuke gak mau kalah

"Bego! Jelek!" ucap Chie yang kemarahannya emang beneran kepancing "ARGH! Kalau mau perang ejek2an kayak gini mendingan aku pulang! Lagi pula hari ini Souji-san janji membuatkanku steak!" ucap Chie bersipa pergi

"Dasar gembul pendek!" ejek Yosuke bener2 demen ngebuat Chie marah

"THAT'S IT!" tereak Chie benaran ampe ada yang keliling gym buat jualan penutup telinga *digampar Chie* dan bersiap melayangkan tendangan mautnya kemuka Yosuke yang moga2 aja muka Yosuke yang jelek itu lepas *ditusuk2 pake pisau dapur*

Dibelakang panggung

"Loh, senpai? Buat apa kamera itu?" tanya Rise mengagetkan Souji ampe bertampang horor

"Dasar genit jelek! Jangan mengagetkanku seperti itu!" bentak Souji berang

"Go.. gomen" ucap Rise yang AKHIRNYA bisa diam juga.

"Hah.. Kamera ini buat motret momen2 yang indah (?) dan bagus.' ucap Souji menjelaskan kenapa ditangannya itu ada kamera SLR versi baru (ehem.. orang kaya.. ehemmm)

"Benar juga, ntar buat dibelakang fotonya, jam 12 tengah malam saat pementasan drama. Yosuke mendapatkan tato indah penuh warna dan gaya (?)" ucap Naoto yang akhirnya nongol juga

"Snrk.. Ta..to.. indah.. pe.. penuh warna " sementara Yukiko ngakak guling2 dan berakhir dengan mulut dibungkam apel (jadi kayak babi panggang -" *Di agilao Yukiko) oleh Kanji dibantu Naoto lalu diikat rantai 50 karat (mendingan untuk aku aja dah ntu emas 50 karat dari pada untuk ngikat orang gila *diinjak2 Yukiko fans)

"Merusak suasana saja." ucap Kanji garong diikuti anggukan kepala dari Naoto, sweatdrop dari Souji, Rise, dan Teddie

Kembali kepanggung, entah karna apa Shadow yang seharusnya muncul 5 menit lagi malah nongol sekarang tepat saat 0,999999999 cm lagi sepatu hak 5 cm Chie menghantam wajah Yosuke dan diikuti dengan nada kecewa dari Souji, Rise, Teddie, Kanji, Naoto, dan Yukiko yang ikatannya lepas setelah digigitnya (?)

"Lah? Kok muncul sekarang? Hoi! Kalian ini gimana sih? Harunya kalian itu muncul sekitar.. emmmm.. *ngeliat jam tangan* 5 menit lagi. 'tapi bagus juga nongol sekarang.. Jadinya wajahku yang indah ini gak jadi rusak' Hoi!" tereak Yosuke bego *digampar* yang dihadiahi sweatdrop dari semua orang tanpa menyadari Chie yang udah diserang duluan sama itu shadow.

"ARGH! LET.. ME.. GO!" entah dapat kekuatan dari mana Chie berhasil menumbangkan 2 shadow asli yang keluar dari myonaka TV itu.

"Sensei! Shadow itu asli 100%" kata Teddie yang ngeri ngeliat Chie nginjak2 ntu shadow ampe jadi lumpur hitam

"Teddie benar.. Tapi kayaknya kita gak perlu khawatir.. Chie-senpai udah membereskannya dengan sangat bersih." ucap Rise sembunyi dibelakang Souji karna ngeri ngeliat Chie.

Sementara itu..

"E.. Mitsuru-senpai." kata Fuuka swatdrop ngeliat Chie yang belum juga puas ngancurin ntu shadow.

"Ahahahahah.. Aku tau.. Tapi sepertinya kita gak perlu turun tangan." ucap Mitsuru diikuti anggukan kepala dari yang lainnya.

"Tapi aku yakin sepertinya para pemeran drama ini persona user seperti kita." kata Aigis santai.

"Lebih baik tanyakan dibelakang panggung nanti" kata Akihiko yang masih menikmati tontonan itu.

Kembali kepanggung, karna Chie terlalu emosi nginjak ntu shadow dianya malah kepleset dengan indahnya (?)

"Hoi! Awas!" Yosuke dengan gagah beraninya *hoek* menahan tubuh Chie agar tidak jatuh "Kamu gak apa2?" tanya Yosuke dengan tampang yang.. Snrk.. bwahahahahahahahaha Aku sampai gak bisa ngejelasin tampangnya saking menyedihkannya.

"Hee..." Chie ngango, sampai dia sadar.. "DASAR YOSUKE BEGO!" melayangkan tinjuannya sampai Yosuke tumbang dengan memilukan

"Sakit! Hoi! Udah untung diselamatin!" tereak Yosuke membahana

"Biarin!" Chie lalu berlalu pergi sambil menjulurkan lidahnya, sementara seorang janitor yang dipanggil oleh Souji membersihkan sisa2 kehidupan dari shadow tadi.

Diluar, lebih tepatnya didepan pintu mobil

"Loh, sudah mau pulang nona?" tanya salah seorang pemain bayaran yang berperan sebagai pelayan ditempat yosuke.

"BERISIK!" toa Chie berang

"Gak pake kuah juga kali non.." ngelap mukanya yang kena sembur Chie.

"DIAM!" dilempari sepatu sama Chie

Dikediaman Chie

"Wel..welcome home ma'am.." sapa para maid ketika Chie lewat sambil ngentak2in kakinya.

"Hn" jawab Chie sekedarnya.

"Chie besok kamu pilih salah satu diantara ca..." langsung dipotong Chie pake pisau.

"KOU! Aku pilih dia!" bentak Chie ngibrit kekamarnya.

"Tapi.." cegah Yukiko

"Berisik!" langsung ngebuat Yukiko naik darah.

"Udah biarin aja dulu." kata Souji menengahi.

Pada malam yang entah keberapa *ditampar* diadakan pesta dansa sekalian acara untuk memilih pasangan hidup nona Chie sipecinta olahraga ini.

"Nona.. Semua sudah datang dan menunggu" toa Yukiko dari balik pintu kamar Chie.

"Iyolah..." dengan malasnya bangkit dari kuburnya *ditendang* dan berjalan keruangan yang telah disiapkan.

Dibawah. Chie baru aja turun tangga dan langusng ngomong.

"To the point aja ya.. Aku milih..." *dicincang karna kelamaan*

Beberapa hari setelah festifal

"Untung saja kamu bisa menyelesaikan masalah dengan si kashiwagi." ucap Yukiko saat mereka ngumpul di atap sekolah seperti biasa.

"Kau hebat bisa membuatnya bungkam.." ucap Souji sweatdrop mengingat kejadiaan saat Chie menghancurkan dialog terakhir saat festifal.

"Yep.. dan intinya... KITA BISA PINDAH DARI SEKOLAH INI!" tereak Rise lebay.

"Tapi bukan karna drama.. tapi karna tugas tentang shadow kan.." kata Kanji mengingatkan

Flashback

"Aku milih..."

BRAK!

"CUKUP!" tereak beberapa orang yang langusng naek panggung dan menghancurkan semua panggung.

Setelah keributan yang sebenarnya ditimbulkan dari Ai dan Hanako yang entah kenapa mengamuk..

"Karna ada kesalahan jadi ceritanya selesai sampai disini.." usap sang narator

"Eh.. tunggu.. Aku mau menyatakan sesuatu... Aku rasa cinta bukan harus memaksakan diri untuk memilih... Lebih baik jalani dan tentukan sesuai dengan keinginan kita.. Baiklah.. Maafkan atas semua kekacauan yang ada didrama ini.." ucap Chie bungkuk hormat lalu berjalan kebelakang panggung.

"Aaaaaa..." narator mulai kebingungan..

PLOK PLOK PLOK!

Dibelakang panggung.

"Argh! Aku gak nyangka ngomong begitu!" jerit Chie histeris..

"Yang penting para penontong suka" ucap Kou senyum..

"Permisi.."

"Ah.. Kirijo-senpai.." ucap para penata panggung

Setelah menyatakan maksud kedatangannya dan menculik paksa para pemain minus Kou.

"Baiklah.. 3 hari lagi kalian akan dipindahkan sekolahnya kegekkokan. Ini bukan masalah drama.. Tapi masalah shadow..." ucap Mitsuru.

"Tapi bagaimana caranya kami ngomong keorang tua kami?" tanya Souji pinter

"Itu masalah gampang.. berikan nomer telpon orang ua kalian." ucap Mitsuru mulai memerintah.

"Ba.. baik.." memberikan nomer telpon rumah mereka dan gak sampai beberapa menit mereka sudah mendapatkan persetujuan dari orang tua mereka.

end of flashback

TBC dengan tidak elitnya

Hancor... tapi review yaaaa ^^