I Believe

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Genre: Angst, Family

Rate: T

Sumary: Hilang, ditemukan, hilang lagi, ditemukan kembali, dimiliki. Bingung? Langsung aja baca ceritanya

RnR

Chapter 4

Believe me please!

"Naruto apa kau tadi pulang sendiri atau ada yang mengantarmu?" Kushina mencoba memastikan bahwa perkiraannya salah.

"Tadi aku diantar oleh seorang pria bernama Minato Namikaze, tadi aku bertemunya saat disekolah, dan juga saat aku sedang di Ichiraku Ramen, dia mendesakku untuk mau diantar olehnya. Ya.. Jadi aku menurut."

''Minato, Namikaze?" Gumam Kushina lirih.


Chapter 4

"Apa tadi ibu mengatakan sesuatu?" Tanya Naruto yang mendengar ibunya mengucapkan sebuah kalimat meskipun samar-samar.

"Ti-tidak, ibu tidak bicara apa-apa. Mungkin itu hanya perasaanmu saja." Sang ibu pun mencoba memastikan.

#%#%#%#%

"Ah, kenyangnya." UJar NAruto kepada sang ibu, setelang menghabiskan dua porsi ramen kesukaanya.

"Naruto, sudah malam kau tidak belajar untuk besok?" Tanya Kushina lembut, ia mengelus puncak kepala anaknya.

"Hoooaaam, aku ingin tidur saja ibu." Kushina hanya terkekeh melihat anaknya yang tengah menatapnya dengan tatapan anak-anak.

"Tidak baik kalau habis makan sudah tidur, itu bisa merusak pencernaanmu." Naruto hanya mendengus kesal mendengar jawaban ibunya.

"Ya, aku akan belajar, paling tidak membuat aku mengantuk sepenuhnya." Naruto melangkahkan kakinya menuju kamranya yang terletak disebelah kiri ruang makan dan berhadapan dengan kamar ibunya.

"Minato, kau sudah melihatnya kan? Aku tidak berbohong. Dia itu memang anak kita, Naruto adalah anak kita berdua."

Flashback (Kushina PoV)

Hari itu aku berjalan pulang dengan hati bahagia dari klinik temanku, bagaimana tidak. Aku tengah hamil 2 bulan, didalam rahimku ada buah cintaku dengan Minato. Aku ingin segera pulang dan bertemu dengan Minato, dia pasti akan senang sekali.

Ku langkahkan kakiku memasuki sebuah rumah besar ba' istana raja, tiga orang pelayan menyambutku dengan senyum ramah mereka, rumah dengan arsitektur semi eropa ini terdiri dari 4 lantai. Lantai 1 untuk dapur, ruang tamu, ruang makan, tanpa ada kamar tidur. Lantai dua kamarku dan Minato juga kamar calon anak kami. Lantai 3 kamar para tamu juga para pelayan, lantai 4 hanya ada tempat aku dan Minato menatap langit bersama dan sebuah gudang dimana tersimpan barang-barang Minato saat dia masih kecil.

"Kushina, ayo ikut aku!" Seru Minato yang langsung menarik tanganku menuju mobilnya.

"Mau kemana?'' Tanyaku kebingungan

"Ketempat dimana kau pasti menyukainya, dan aku ingin bersenang-senang bersamamu hari ini." Minato terus saja menggenggam tanganku tanpa peduli wajahku yang sudah merah semerah kepiting rebus.

Saat itu mobil Minato memacu cepat melewati setiap mobil yang ada didepan kami, sampai akhirnya mobil Minato hilang kendali dan tidak bisa di rem. Aku khawatir terjadi sesuatu yang tidak-tidak, apa lagi aku belum memberitahu Minato bahwa aku sedang hamil muda, bagaimana ini?

"Kita akan baik-baik saja " Ujar Minato mencoba menenangkanku. Tapi percuma air muka Minato menggambarkan ke khawatirannya.

"Apa kau yakin?" Tanyaku ragu.

"Hm" Minato hanya tersenyum, tapi itu bukan senyum Minato.

Aku mencoba berpikir untuk menyelamatkan kami berdua, tidak-tidak maksudku kami bertiga juga anak yang ada didalam kandunganku juga harus selamat bersama kami. Minato membawa mobilnya kearah tepi dimana ada rerumputan juga tanaman bunga-bungaan, masih dengan kecepatan yang tak terkendali.

"Kushina maaf aku harus melakukan ini, aku mencintaimu." Ujar Minat membuka pintu penumpang yang ada disisi kiriku, apa Minato berniat menyelamatkanku juga anaknya tapi dia tidak selamat.

"Tunggu Minato, kau tidak tahu, aku ingin tetap bersamamu apapun yang terjadi. Dan juga bersama anak kita." Ku lihat raut wajar Minato berubah saat kukatakan anak kita, kaget. Ya kaget, itu tergambar jelas. Menahan pintu yang sudah setengah terbuka itu

"Maaf Kushina, ini demi kalian berdua, sampaikan maafku pada anak kita, gunakan saja nama keluargamu jika anak kita lahir tapi aku mati." Minato pun membuka pintu itu mendorongku hingga terjatuh di rerumputan, tak lama terdengar ledakkan yang cukup keras dan aku yakin itu berasal dari mobil Minato.

Aku hendak bangkit menolong suamiku, tapi kurasakan perutku sakit, cairan berwarna gelap keluar dari sela-sela kakiku. Darah, ya. Cairan itu darah, apa aku akan keguguran, dan Minato pergi meninggalkanku selamanya

Mataku gelap, tubuhku lemas seketika, apa aku juga akan pergi menyusul Minato? Kuharap.

"Kuharap kau segera bangun Kushina." Terdengar samar-samar suara seorang wanita, suara yang aku kenal. Itu artinya aku selamat? Lalu Minato?

Perlahan kubuka mataku, mencoba menyesuaikan dengan cahaya diruangan dimana aku berada. Terlihatlah oleh ku seorang perempuan berambut hitam lurus tengah berada didepanku, dia. Mikoto, temanku sejak SMP dia adalah salah satu dokter hebat, apa dia yang menolongku?

"Miko-chan?" Panggilku lirih, aku tak yakin suaraku dapat terdengar olehnya.

"Ya, Kushina?" Ternyata dia mendengar.

"Dimana aku, dimana Minato? Apa aku keguguran?" Kuhujani Mikoto dengan pertanyaan tanpa henti.

"Kau di rumah sakit, Minato hilang polisi sedang mencarinya, dan maaf Kushina. Kau mengandung bayi kembar, salah satu dari bayimu itu, meninggal akibat benturan hebat yang kau alami. Sedangkan bayi yang satu lagi selamat, dia masih ada dalam perutmu." Bayi kembar? Minato hilang?

2 bulan kemudian Mikoto mengajakku untuk tinggal dipedesaan yang terpencil diKonoha, dia sudah menyiapkan sebuah rumah untukku dan jabang bayiku kelak. Sesekali Mikoto mampir untuk mengawasi kondisiku.

End Flashback

"Setelah ku pikir kau mati kau kembali dan menemui anak kita, setelah bertahun kau pergi dan tak ada kabar kau kembali? Aku senang juga sedih, apa kau masih mencintaiku yang sudah tua ini Minato?

"Ya"

TBC

Jelek yaa... Maaaf makasih buat semua yang mau bales PM gk jelas dari Suna, maksih yang udah ngasih saran, juga makashi reveiewnya ^^