Will You Remember Me Again
Summary :
Perasaannya semakin meluap, kini Inuyasha benar-benar yakin akan perasaannya. Tapi di pertengahan jalan ada seseorang laki-laki yang menyimpang di antara hubungan ini. RnR!
Chapter 4
Enemy-Part 1
Kagome POV
Semerjuk angin semeriwing menghembus langit nan cerah, tampak seorang laki-laki berambut perak lebat dengan seorang perempuan berambut hitam pekat sedang berbaring di tengah rerumputan yang rindang. Mereka menatap langit yang berwarna biru cerah itu bersama sambil bergandeng tangan ( Sungguh pemandangan yang romantic ).
"Inuyasha..!" kata perempuan itu kepada laki-laki di sebelahnya.
"Nani?" balasnya agak malas.
"Um..ano…kau mau berjanji tidak?"
"Berjanji?"
"Um…kau berjanji akan selalu berasa di sampingku apapun yang terjadi!"
"Untuk apa berjanji?"
"Ya…aku hanya ingin Inuyasha selalu berada di sampingku saja."
"…"
"Apakah kau mau berjanji denganku…di sini."
"…Uh…heh…baiklah…lagi pula bukankah aku memang harus terus berada bersamamu karena aku ini kan…"
"Aku ini?"
"Aku ini kan…pangeranmu!" katanya sambil tersipu-sipu.
Uuuh…ugh…haaaah…apa itu tadi? Kenapa ada Inuyasha di dalam mimpiku, dan kenapa di berkata hal semacam itu seperti 'Aku kan pengeranmu!'…DEG DEG…haah ada apa ini, perasaan yang sama lagi semenjak kejadian waktu saat aku dan Inuyasha di halaman belakang sekolah.
PLOOK
Berhenti memikirkan hal-hal memalukan seperti itu Kagome…focus, seperti biasa bertindaklah biasa di hadapan Inuyasha…jangan bertindak mencurigakan dan tetap…senyum, ya..itulah yang paling penting.
End Kagome POV
XxX
Pagi itu Kagome terlihat lebih sibuk dari biasanya, ia sibuk dengan kertas-kertas yang ia bawa dari ruang guru. Ia kini telah menjadi anak emas Naraku, guru IPA nya. Ia disuruh membagikan tugas yang diberikan Naraku kepada teman-teman sekelasnya.
"Hosh..hosh…haah…haah..capek sekali aku. Pak Naraku sama sekali tidak memerhatikan fisik murid-muridnya ya. Jahat sekali dia sudah tahu aku sama sekali tidak bagus untuk hal ini kenapa malah aku yang disuruh?" keluh Kagome sambil berjalan menelusuri lorong sekolah.
"Sudahlah jangan banyak mengeluh kerjakan saja apa yang disuruh!" kata seseorang dari belakang Kagome dan ternyata dia Inuyasha.
"Inuyasha!"
"Yo..Kagome sedang mengalami masa sulit ya?" katanya setengah ngejek.
"Bakka Inuyasha! Bukannya membantu malah.."
"Malah?"
"…Ukh..sudahlah kalau kau sama sekali tidak punya niat untuk membantuku lebih baik urusin saja urusanmu sendiri!" balas Kagome sambil berjalan menjauhinya. Ia masih kaget dengan apa yang ia lihat dalam mimpinya tadi malam, sehingga tidak dapat melihat langsung wajah Inuyasha apa lagi menatap matanya.
"Ya..ya..baiklah..sini kubantu!"
"He..hei!"
"Intinya memberikan tugas ini kepada teman-teman kan? Akan kubantu deh kali ini, jadi jangan cemberut begitu dong nanti jadi nenek lo!"
"Ukh…apaan sih kamu..hei..Inuyasha!" katanya. Inuyasha berlari menjauhi Kagome takut kena batunya "Dasar dia ini!" Kagome tersenyum dan berlari kecil mendekati Inuyasha yang tengah meninggalkannya. Mereka membagikan tugas-tugas pemberian Pak Naraku itu kepada teman-temannya sesuai dengan perintahnya.
Tanpa mereka sadari, selama ini ada orang yang terus memerhatikan hubungan mereka berdua. Meskipun kedekatan mereka tidak dibilang sebagai hubungan 'Pacaran' tapi kedekatan mereka sudah membuat orang lain salah mengerti bahwa mereka sama sekali tidak memiliki hubungan yang seperti itu.
TAP TAP TAP
Seseorang berlari menelusuri lorong yang ramai akan murid, terus berlari mendekati sepasang laki-laki dan perempuan itu, dan tiba-tiba-
BRUUUK
"Aaaw…!" ringis Kagome.
"Ukh..Kagome kau tidak apa-apa?"
"Haai..daijoubu desu!"
"Hah syukurlah..heii kau yang barusan berlari lihat-lihat dong kalau jalan!" bentak Inuyasha kepada laki-laki itu.
"Hah? Kok aku yang disalahkan? Seharusnya kau tuh yang liat-liat, jalan kok tidak pakai mata!"
"Heh..cari ribut ya? Sini biar ku beri pelajaran!"
"Oke sini kuhajar kau!"
"…" tak ada jawaban ia berpaling dari Inuyasha dan menatap lurus Kagome dengan tatapan aneh.
"Hei kau dengar ti-" belum sempat Inuyasha melanjutkan kata-katanya, laki-laki tersebut memotongnya.
"Hei kau Kagome kan? Ingat aku tidak? Ini aku Kouga"
"Eh?"
"Hei apa yang kau lakukan?" bentak Inuyasha lagi.
"Ah..diam kau manusia jelek!"
"Apa? Cari ribut ya?"
"Hah? Kan kau yang memulainya!"
"Haaaaah, diam kalian!" pinta Kagome melerai mereka, "Pagi-pagi sudah bertengkar dan seharusnya kau yang menabrak kami meminta maaf bukan malah sebaliknya!" Kagome tampanya kesal dan tidak menahan amarahnya. Inuyasha Juga merupakan yang pertama kalinya ia melihat Kagome begitu marah seperti ini. "Oh ya memangnya kau siapa?"
"Memangnya kau tidak mengenaliku? Aku ini Kouga teman semasa SMP mu!"
"Kouga maksudmu Kouga yang merupakan andalan di klub antletik?"
"Ya..ya kau masih ingat?" untuk sesaat wajah Kagome berubah menjadi wajah berbahagia dan tersenyum kepada laki-laki itu.
"Tentu saja kau adalah temanku yang tidak bisa kulupakan!" kata Kagome sambil tersenyum. Inuyasha yang melihat senyuman tulus dari wajah Kagome tampak tidak senang.
Mereka terus berbincang sampai lupa bahwa ada Inuyasha disana. Inuyasha yang merasa terkucilkan merasa jengkel dan menyela percakapan mereka.
"Hei kalian aku ada di sini tahu!"
"Aah..Inuyasha gomenne..oh ya perkenalkan ini Kouga temanku sewaktu aku masih SMP. Kouga ini Inuyasha teman pertamaku di sini. Kalian rukun-rukun ya!" pinta Kagome sambil tersenyum.
Kouga dan Inuyasha saling bertatapan tanda tidak suka. Kouga hanya tersenyum agar tidak memanaskan suasana. Inuyasha tampak tidak menyukai laki-laki yang ia temui saat ini. Ia terus menatapnya tajam dan setiap kali Kouga mendekati Kagome, Inuyasha manampakkan raut wajah tidak senang dan menyesak.
(_)
Sudah seminggu sejak kedatangan cowok yang mencurigakan itu. Inuyasha sama sekali tidak percaya bahwa dia adalah teman Kagome sewaktu SMP. Ia mulai berlaku menjengkelkan.
Ia selalu membawa Kagome menghindari laki-laki bernama Kouga itu. Kagome yang cukup mengerti arti tindakan menyebalkan Inuyasha itu hanya mendiaminya dan mengikuti apa yang dilakukan tuan pemarah itu, sampai di mana batas kesabaran Kagome menghadapi masalah ini. Ia memberanikan diri untuk berbicara padanya.
"Hei Inuyasha…mau sampai kapan kau berbuat seperti ini? Kau aneh deh" katanya memelas pura-pura bodoh.
"…" tidak ada jawaban. Inuyasha memalingkan wajahnya dari Kagome dan melepaskan genggaman tangannya, rasanya dingin tangan Kagome setelah Inuyasha melepaskan genggamannya.
"Hei Inuyasha..kau dengar tidak-"
"Ya..ya..terserah lah. Kau lakukan apa saja sesukamu lah. Aku melakukan ini karena aku merasa dia bukan lah orang yang baik!" kata Inuyasha membentak Kagome. Kagome membatu..tidak percaya bahwa Inuyasha akan membentaknya seperti ini.
"Akh…ukh…ke..kenapa kau membentakku, Kouga itu laki-laki yang baik dia selalu menolongku jika aku mengalami kesulitan dam aku kan hanya…menanyakan mengapa kau berbuat tidak seperti bia-" Kagome tidak melanjutkan kata-katanya, ia terpacu pada sesuatu yang ia lihat yaitu raut wajah Inuyasha yang sama sekali belum ia lihat, raut wajah Inuyasha yang sedang sedih sambil mengeluarkan air mata. Ini adalah yang pertama kalinya ia melihat hal itu, Inuyasha menagis.
"I..inuyasha, he..hei. A..ada a..apa denganmu? Hei Inuyasha!"
"Ukh..keh..sudahlah lakukan semuanya semaumu, sudah kunasehati jika sesuatu terjadi padamu aku tidak akan membantumu lagi!" katanya sambil pergi menjauhi Kagome tanpa memalingkan wajah.
"H..hei Inuyasha tunggu, apa maksudmu!" ia sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi pada Inuyasha, namun raut itu, menunjukkan bahwa luka di hatinya pasti sangat dalam. Ia masih bingung apa yang membuat Inuyasha seperti itu, ia menyalahkan dirinya sendiri. Sekarang dada Kagome terasa sakit, mengapa selalu sakit di saat Inuyasha mengeluarkan kata-kata pedas dari mulutnya, apa sebenarnya maksud dari semua yang ia alami.
XxX
Inuyasha POV
Ukh..dasar Kagome. Sudah kuperlakukan baik-baik malah berbuat seperti ini. Aku berbuat A dia berbuat B sama seperti orang yang bernama Kouga sudahlah jangan pikirkan dia lagi, lebih baik focus dengan apa yang akan kulakukan untuk menyingkirkan laki-laki itu.
Saat aku berjalan di lorong sekolahku, aku melihat Kagome sedang berbincang dengan Kouga. Tampaknya ia bahagia. Apa kulanjutkan rencanaku atau tidak…hal itu akan menjadi sangat sulit.
"Inuyasha!" teriak seseorang dari belakangku dan ternyata Kikyo. Raut wajah mereka mirip namun sikap mereka berbeda. Kikyo jauh lebih dewasa jika dibandingkan dengan Kagome.
Kikyo mengajakku untuk makan siang bersama dengan Sango dan Miroku. Hal ini cukup aneh sebab biasanya Kikyo tidak pernah mengajak siapapun untuk makan siang bersamanya.
Aku melihat Kagome suka mencuri pandang kearah ku dan Kikyo, namun aku menghiraukannya. Aku sudah tidak memiliki tempat untuk terus berada di sampingnya. Sebab sepertinya ia lebih memilih laki-laki itu jika dibandingkan denganku.
Memang sakit rasanya jika ditinggalkan. Tapi mau bagaimana lagi, demi kebahagiaannya, aku akan mendukungnya. Meskipun aku juga tidak yakin akan perasaannya.
"Hei..Inuyasha ayo nanti jam makan siang sudah mau selesai lo!" pinta Kikyo yang berdiri disampingku.
"Ah..ayo!"
Sudahlah biarkan saja, aku sudah tidak lagi peduli padanya. Mau apa lagi…aku sudah tidak akan….Ukh sial kenapa suasananya harus jadi seperti ini?
End Inuyasha POV
Selama perjalanan menuju kanyin, Inuyasha terus menunjukkan wajah yang tidak enak dipandang, teman-temannya yang dari tadi terus memperhatikan tingkah lakunya itu merasa tidak enak dan berusaha untuk membantunya tapi semakin mereka memperhatikan kelakuannya, semakin menjadi-jadi.
BLEETAK
"Hei..apa-apaan kau serigala bodoh!"
"Siapa yang kau maksudkan sebagai serigalan bodoh haa?" bentaknya kesal. "Sejak tadi kau itu selalu menunjukkan wajah suram tahu. Mengganggu pemandangan saja!" ia berkata dengan gaya yang..ya seperti seorang bos. Tapi tingkah ke-bos an nya hilang setelah melihat wajah menyedihkan Inuyasha itu. ( Seperti donggy yang )
"Huh…kau ini menyusahkan saja sih. Kau tahu tidak sejak tadi itu Kagome…"
"Hah? Kagome?" Tanya Kikyo.
'Ukh..gawat..kan aku dilarang untuk memberitahukan bahwa sebenarnya selama ini Kagome bersama denganku hanya karena ia menghawatirkan si anjing bodoh ini. Tapi..aku tidak bisa memberitahukan mereka. Bisa-bisa Kagome marah padaku!'
"Hei serigala bodoh Kagome kenapa?"
"Aaa..ti..tidak ada apa-apa. Ya sudah ya aku ingat ada sesuatu yang harus aku kerjakan dan Kagome memanggilku, Ja neee….!"
"He..hei kau. Mau kemana kau..heei!"
"Sudahlah Inuyasha..biarkan saja, kau ingat kan janjimu padaku?"
"Eh?"
'Kuminta untuk sekarang menjauhlah dari Kagome' "...ya aku ingat!"
"Baguslah ayo kita pergi!"
Mereka langsung menuju kantin dan memakan makan siangnya, sedang kan Kouga dimarahi Kagome karena hampir memberitahukan mereka tentang keadaannya.
Pukul 12 siang jam makan siang telah selesai, Inuyasha dan teman-temannya kembali ke kelas. Selama pelajaran 2 orang di kelas itu sama sekali tidak memperhatikan pelajaran. Siapa lagi kalau bukan Inuyasha dan Kagome. Kepala mereka dipenuhi oleh segala macam pikiran yang sangat sulit untuk dipecahkan.
Kagome memikirkan tentang segala macam pikian yang belakangan ini memenuhi pikirannya.
Inuyasha sangat pusing dengan kasetujuan Kikyo dengannya.
Tapi yang pastinya pikiran mereka penuh dengan kejenuhan tentang kerenggangan hubungan mereka. Inuyasha tidak dapat berbuat apa-apa sebab Kikyo menyuruhnya untuk menjauhinya. Ia sama sekali tidak ingin melakukannya tetapi ia terpaksa sebab, ia tidak ingin hubungan mereka renggang dan tidak ingin hubungan yang kembali setelah 5 tahun ini akan hilang kembali.
TENG..TENG
Bel tanda pulang telah berbunyi, Inuyasha berencana untuk langsung pulang karena kepalanya sakit. Saat ia hendak keluar kelas ia melihat Kouga berdiri di depan pintu menghalangi jalannya.
"Hei..menyingkir kau menghalangi jalan saja!"
"Aku sedang mencari seseorang"
"Terus apa hubungannya denganku?" 'Pasti Kagome! Sudahlah lebih baik cepat pulang dari pada menerima hal menyakitkan lagi'
"Aku punya urusan penting dengannya!"
"…" Inuyasha tidak menjawab, ia langsung pergi tanpa menghiraukan kata-kata Kouga.
"Hei orang yang kucari itu adalah kau!"
Inuyasha berhenti tanpa berbalik hanya kepalanya yang menghadap Kouga "Oh..begitu tidak menerima pernyataan cinta lagi pula aku lebih tertarik pada perempuan dari pada laki-laki!" Kouga merasa dilecehkan.
"Aku kesini bukan untuk itu bodoh"
"Siapa yang kau katakan bodoh hah?"
"Tentu saja kau lah anjing bodoh!"
"Kau cari ribut ya?"
"Sudahlah sulit berbicara baik padamu. Yang lebih penting lagi ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu"
"Hah?"
Inuyasha banyak berbancot ria sepanjang perjalanan, Kouga sama sekali tidak menghiraukannya. Sedangan Kagome sedang kesulitan mencari Kouga di sekolah.
Kagome POV
Huuh Kouga-kun kemana sih. Katanya ingin pulang bareng, tapi kemana dia. Oh ya dari tadi aku juga tidak melihat Inuyasha di kelas saat bel pulang kemana ya mereka berdua. Ya sudahlah aku pulang sendiri saja. Tapi…aku masih bingung dengan kelakuan Inuyasha akhir-akhir ini. Sekarang dia lebih sering bersama dengan Kikyo ne-san, apa Inuyasha benar-benar benci padaku ya? Atau sekarang ia jadi suka pada Kikyo ne-san. Kini aku sedang berjalan melewati taman. Taman itu bergitu indah dan sejuk.
Aaah..sepertinya aku akan duduk disini dulu menenangkan pikiranku, belakangan ini aku juga sudah banyak membuat orang lain khawatir padaku.
'Ahahahaha ayo kesini!'
Hah! Apa itu. Suara tawa seorang anak kecil.
'Inuyasha..Sessomaru ayo kesini!'
CKIT
Aaah kepalaku sakit. Apa yang sedang terjadi disini? Dan apa itu tadi Inuasha? Sessomaru? Kenapa ada mereka? Saat ini pikiranku benar-benar kacau suara canda tawa anak-anak bergema di telingaku. Ada yang memanggil nama Inuyasha dan..Sessomaru. Tapi siapa Sessomaru? Kulihat bunga Sakura terbang di hadapanku dan saat itu lah sesuatu terjadi.
"Ahahahaha…ayo kesini. Cepat bunga Sakuranya sedang bermekaran. Ayo kita lihat pasti indah!"
Anak itu tersenyum sambil memanggil nama mereka. Siapa dia? Kenapa dia sangat mirip denganku saat aku masih kecil?
"Dasar kau itu kan cuma bunga untuk apa dilihat?"
Kali ini seorang laki-laki berambut perak. Di..dia Inuyasha.
"Ya benar untuk apa mengulur-ulur waktu ku yang berharga saja"
Kemudian siapa laki-laki ini, kenapa ia mirip dengan Inuyasha? Atau jangan-jangan dia kakaknya Inuyasha?
"Sudahlah Kagome lebih baik kita pulang saja sudah mau malam nih!"
Kagome? Dia memanggil namaku. Jangan-jangan perempuan itu memang aku? Ukh kepalaku makin sakit. Ada apa ini, hal ini terus bereaksi. Saat aku hendak ambruk aku melihat dua laki-laki sedang berjalan sambil berbincang-bincang. Mereka adalah Inuyasha dan Kouga. Apa yang mereka lakukan disini.
Agar tidak terlihat dan menyusahkan mereka aku segera bersembunyi di semak-semak. Kudengar sejak tadi Inuyasha terus mengomel tetapi Kouga diam-diam saja.
"Hei serigala bodoh apa yang mau kau bicarakan cepat, aku masih ada urusan lain nih!" tampaknya Inuyasha sudah marah besar.
"Baiklah..baiklah..begini sebenarnya Selama ini Kagome menghindarimu karena ia merasa…"
"…" sepertinya Kouga-kun berusaha membeberkan rahasia ku. Awas aku Kouga-kun kau akan terima balasannya.
"Ia berasa sangat bersalah karena sudah membuatmu merasa sangat kerepotan!"
"Membuatku kerepotan? Justru aku yang merepotkannya karena melibatkannya dengan kejadian dimasa laluku!" masa lalu? Apa maksudnya?
"Masa lalumu? memangnya ada apa dengannya?"
"Ya..begitulah sebenarnya…ada seorang gadis yang sangat kusukai!"
".ya jangan ceritakan masa lalumu karena aku tidak tertarik untuk mendengarkannya!"
"Ini penting dan ada hubungannya dengan masalah yang sedang kita bicarakan ini!"
"Terus apa hubungannya"
Hubungan? Memangnya aku ada hubungannya dengan masa lalu Inuyasha? Padahal aku sama sekali tidak mengenalnya di masa lalu.
"Sebenarnya Kagome adalah seseorang yang aku sukai di masa lalu tetapi juga merupakan seseorang yang melupakan ku di masa kini!" apa maksudnya dengan hal itu?
"Maksumu?"
"Ya bisa dikatakan bahwa Kagome mengenalku di masa lalu yang merupakan teman sekaligus orang yang kucintai semasa kecil, dan juga seseorang yang telah melupakan dan hanya mempunyai hubungan sebagai teman di masa sekarang!"
"Jadi bisa dikatakan bahwa Kagome adalah teman semasa kecilmu tetapi sekarang dia tidak mengenalimu? AAAAH aku sama sekai tidak mengerti!"
"Haaaah kau ini bodoh sekali. Ya sudahlah yang penting intinya Kagome itu mengalami amnesia atau bisa dibilang hilang ingatan!" hilang ingatan? Apa yang ia bicarakan? Aku kena amnesia, itu tidak mungkin kan? Aku sama sekali tidak mengetahui hal itu.
Uuh kepalaku sakit lagi, sepertinya aku sudah tidak bisa menahannya lagi
Hyuung BRUUK
Aku terjatuh dan pingsan, aku tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk sekarang ini.
End Kagome POV
GRUSAK
Terdengar suara sesuatu dibalik semak. Inuyasha yang dari tadi tengah berbincang dengan Kouga kaget.
"Hei suara apa itu?"
"Aku juga tidak tahu!"
Inuyasha dan Kouga mendekati sumber suara. Saat mereka melihat dibalik semak ternyata di sana terdapat Kagome yang terkapar pingsan tidak berdaya.
"Kagome!" teriak Kouga dan Inuyasha bersamaan.
'Ada apa ini? Kenapa ia bisa ada disini? Jangan-jangan ia mendengarkan pembicaraan kami? Kalau dia sampai tahu tentang kebenaran dibalik semua kelakuan ku padanya bisa gawat jadinya!' pikir Inuyasha dalam hati.
"Hei kau apa yang kau lamunka cepat bantu aku membawa Kagome!"
"I..iya!"
'Kagome! Bertahanlah'
…To be continued….
AAAAAAH Merry Chrismast and Happy New Year yaaa bagi pembaca yang membaca di Natal yang menyenangkan ini.
Hyuuga jadi mempunyai banyak inspirasi deh berkat natal ini.
Sebelum Hyuuga tutup kata-kata terakhir Hyuuga. Aku Cuma mau kasih ahu sekali lagi Merry Chrismast. Dukung terus ya "Will You Remember Me Again"
Ditunggu ya riviewnya see you on next chapter.
