"KRINGGG! KRINGGG!" tiba – tiba saja bell darurat kamar berbunyi dengan kerasnya, hal ini membangunkan aku dan Jin eonni.

"Ahh! Apa yang terjadi?!" Jin eonni berteriak lalu menarikku panik keluar dari kamar.

Di ruang tengah, ruang yang menjadi jalan penghubung untuk ke kamar murid – murid sudah ada seonsaengnim dan murid – murid mulai berdatangan keluar kamar dengan segala kepanikan mereka.

"Kai telah datang." Katanya.

.

.

.

.

.

CHAPTER 4: A Journey

No ones POV

"A-apa?!" tanya Jungkook tak percaya.

"Ia sudah dekat, kalian harus pergi dari sini secepatnya! Bawa segala peralatan yang ada di meja itu." Kata Leeteuk, sang guru sambil menunjuk meja yang penuh banyak perlengkapan dan beberapa tas punggung.

"Jangan sampai kalian terpisah! Jangan sampai ada satupun dari kalian yang tertangkap olehnya. Dan, kau Suga, kau memimpin mereka." Lanjut Leeteuk.

"Aku? Kenapa aku." Tanya Suga.

"Kau adalah murid tertua dan terbaik dalam pengendalian kekuatan. Aku percaya kau bisa melakukannya." Jawab Leeteuk.

"Tapi seonsaengnim, bagaimana denganmu?" tanya Jin.

"Aku akan menahannya sekuatku. Kalian, pergilah, berlatihlah hingga hari tempur kalian tiba. Aku percaya kalian bisa. Sudah banyak orang yang menderita akibat Kai, tak sedikit dari mereka yang kehilangan nyawanya, dan aku ingin kalian memperbaiki semua itu. Membunuh atau dibunuh. Jangan banyak tanya, berkemaslah lalu pergilah ke arah utara, larilah sejauh jauhnya. Hutan ini sangat luas, kalian bisa membangun tempat persembunyian sendiri." lanjut Leeteuk lagi.

"Satu lagi, jangan sampai salah satu dari kalian berurusan dengan ponsel atau alat – alat komunikasi lainnya yang berhubungan dengan internet. Keberadaan kalian bisa dilacak kalau kalian melakukannya." Teriak Leeteuk saat murid – muridnya hendak keluar.

Tak menunggu lagi, para murid mengambil segala yang bisa mereka ambil dari atas meja tadi. Ada banyak sekali peralatan. Mereka tidak memiliki cukup banyak waktu. Dan dengan segera mereka keluar dari markas mereka.

"Seonsaengnim, apa kita akan berjumpa lagi?" tanya Jungkook sebelum berlari keluar dari markas menyusul yang lain.

Tetapi hanya dibalas senyuman oleh sang guru dan malah memberi isyarat pada Jungkook untuk segera pergi meninggalkannya.

Tak lama setelah para murid pergi, mulai terdengar bunyi beberapa hentakan besar seperti sesuatu yang besar sedang berlari atau berjalan. Leeteuk sedari tadi menunggu disana untuk kehadiran Kai. Namun tiba – tiba pintu melayang ke arahnya begitu saja, dan nyaris mengenainya. Kalau saja ia tidak meloncat ke samping, pintu itu pasti sudah mengenainya. Ia pun segera menoleh ke sumber lemparan itu.

Didapatinya makhluk berbulu berukuran sangat besar yang mirip seperti serigala tetapi terlihat jauh lebih menyeramkan dibanding serigala biasa. Cakarnya yang panjang telihat sangat tajam bagaikan pisau, matanya hitam legam, gigi – giginya tajam mengkilap dan air liurnya yang menjijikan menetes keluar dari mulutnya. Namun tak berapa lama ia kembali dalam wujud manusia. Dan benar saja, ia adalah Kai, orang yang telah ditunggu kedatangannya oleh Leeteuk.

"Senang bertemu denganmu kawan lama." Kata Kai sambil menyeringai.

"Mau apa kau kesini? Mereka tidak ada disini." balas Leeteuk dingin.

"Benarkah? Pasukan! Segera geledah seluruh tempat ini." Perintah Kai pada pasukan perajuritnya yang ternyata berada dibelakangnya.

"Sudah kubilang mereka tidak ada disini keparat!" Leeteuk marah.

"Kurasa kau harus kuberi pelajaran ya Pak tua." Katanya lalu mengirimkan rasa sakit dari pikiraannya ke tubuh Leeteuk.

Leeteuk pun langsung terdiam dan mulai merasakan seluruh tubuhnya ngilu, seperti ditusuk tusuk oleh ribuan pedang.

"AKKHH!" teriak Leeteuk saat tidak bisa menahan rasa sakit itu lagi

"Kau harus tahu siapa pemimpinmu disini. Dan oh, tenang saja, aku tidak akan membunuh murid – murid kesayanganmu itu. Aku hanya akan mengambil kekuatan mereka. Cukup baik bukan?" katanya sambil menyeringai jahat.

"Kai, apa aku akan mendapat kekuatan juga?" tanya seorang wanita yang tiba – tiba datang dari awang pintu.

"Tentu saja Krystal sayangku." Jawab Kai langsung.

"Tuan, kami tidak menemukan siapa pun." Kata salah seorang kepala prajurit.

Setelah mendapat laporan seperti itu, Kai langsung memerintahkaan seluruh prajurit untuk kembali ke kota dan membawa Leeteuk untuk ikut bersama mereka. Namun, Kai memiliki niatan untuk kembali ke hutan itu dalam waktu dekat terutama untuk mencari murid – murid Leeteuk.

.

.

.

.

.

.

.

Sementara itu…

.

.

"Suga eonni, aku lelah." Kata Jungkook yang terlihat mulai ngos – ngosan karena lelah berlari.

"Kita harus terus berjalan setidaknya." Kata Suga lalu memelankan langkah kakinya.

"Biar aku menggendongmu, Kookie." Kata Taehyung tiba – tiba lalu berjongkok dihadapan Jungkook.

Semua orang serentak menoleh kearah Taehyung dan Jungkook. Jimin menatap Taehyung dengan death glarenya. Tetapi Taehyung malah membalas death glare Jimin dengan cengiran kotaknya yang membuat Jimin terpaksa menahan mati – matian emosinya. Sewaktu itu, tidak satu orang pun yang mengetahui hubungan mereka kecuali guru mereka yang memang bisa membaca pikiran itu.

"Tapi kau kan membawa banyak barang, Tae. Yakin tidak akan kelelahan?" tanya Jungkook.

"Tidak akan." Jawab Taehyung santai.

Jungkook pun perlahan naik ke punggung Taehyung, lalu memeluk leher Taehyung. Taehyung lalu berdiri perlahan dan mulai berjalan dengan santai.

Semua orang disana termasuk Jimin bingung ada apa dengan Taehyung dan Jungkook, mereka sepertinya sangat dekat hari ini. Jimin disana hanya bisa diam sepanjang perjalanan melihat adegan nista dua orang dihadapannya.

.

.

.

Setelah berjalan cukup lama, Suga pemimpin rombongan memutuskan untuk beristirahat sejenak. Mereka tidak tahu mereka berada dimana sekarang, yang mereka lakukan hanyalah terus berjalan menjauh dari Kai. Ditengah hutan yang amat lebat, rawan hewan buas, ditambah lagi langit yang semakin gelap menandakan bahwa hari mulai malam. Mereka membangun tenda yang memang sudah mereka bawa, jumlahnya 3 tenda.

Inilah yang membuat mereka bingung, kalau ada 3 tenda, seharusnya setiap tenda diisi oleh 2 orang bukan? Apa lagi tenda yang ada juga tidak terlalu besar, kalau di isi untuk 3 orang pasti sangat sempit.

"Kau yakin kita hanya pakai dua tenda?" tanya Jin pada Suga.

"Lalu mau bagaimana lagi?" jawab Suga.

"Aku tidak mau tidur bersama dengan si keparat itu!" sela Jimin tiba – tiba sambil menunjuk ke arah Taehyung.

"Memangnya siapa yang mau setenda dengan orang bantet sepertimu." Balas Taehyung.

"DIAMM!" teriak Suga tiba – tiba, saking kesalnya beberapa Kilatan listrik keluar dari tangannya, membuat kedua pemuda dihadapannya terdiam seketika.

"Jimin, kau tidur dengan Jhope. Dan Kau, Taehyung, kau tidur sendirian di tenda satunya. Lalu para wanita akan tidur bersama di tenda terakhir." Lanjut Suga.

Jimin dan Taehyung pun mengangguk dengan takut - takut. Mereka semua lalu bergegas membangun ketiga tenda yang ada.

.

.

.

.

Setelah membangun tenda dan mengatur beberapa barang – barang, mereka pun bersantai sejenak.

.

.

"Noona, aku menyerah." Ujar Jimin yang tiba – tiba yang menghampiri Suga yang sibuk mendengarkan mp3 sambil duduk di depan pintu tendanya.

"Payah." Balas Suga singkat dengan dengan dingin.

"Noona jutek sekali. Cemburu ya?" kata Jimin dengan nada menggoda.

"Jangan terlalu banyak bermimpi, Jim." Balas Suga dengan wajah agak memerah, membuat Jimin bingung apa dia sedang marah atau sedang malu.

Jimin pun berpindah duduk di sebelah Suga. Dan mulai mengajak Suga berbicara.

"Noona, jangan marah. Aku kan hanya bercanda." Cengir Jimin.

"Aku tidak marah." Jawab Suga sambil menunduk.

"Noona, aku mau tanya, sebenarnya ada apa diantara Taehyung dan Jungkook? Mengapa mereka terlihat sangat dekat?" tanya Jimin dengan wajah murung.

"Mungkin karena Jungkook adalah orang pertama yang Taehyung temui." Jawab Suga.

"Ngomong – ngomong, apa kau pernah menyukai seseorang?" tanya Jimin keluar dari topik awal.

"Mmm… Tidak." Balas Suga lagi.

"Kau harus menemukannya, rasanya seperti melayang di awan – awan saat kau dapat melakukan hal – hal dengan orang yang kau suka." Balas Jimin lalu pergi ke tendanya.

Suga disana hanya bisa melamun menatap Jimin yang pergi begitu saja. Sejenak memikirkan perkataan Jimin lalu segera kembali melanjutkan aktivitasnya mendengarkan musik.

.

.

.

.

.

.

.

Hari sudah mulai gelap, mereka pun mulai membagi – bagi tugas.

"Aku akan membagi tugas untuk keperluan malam ini. Taehyung dan Jimin mencari kayu bakar, aku dan Jhope akan mencari tangkapan ikan di sungai itu. Sedangkan Jungkook dengan Jin eonni akan menjaga perkemahan kita dan beres – beres, setuju?" tanya Suga.

"Setuju!." Jawab Jin, Jhope, dan Jungkook serempak.

"Apa? Aku setim dengan si api? Aku tidak mau!" kata Jimin kesal.

"Aku juga tidak mau." Balas Taehyung.

"Tidak ada tapi – tapian. Kau dan Taehyung harus berdamai. Kita semua harus berteman, tidak ada yang bermusuhan. Kalau ada, kita akan mudah terpecah, apa kalian berdua tidak mengerti? Hah?" bentak Suga kesal.

Taehyung dan Jimin pun menunduk dan mereka semua lalu mulai menjalankan tugas mereka masing – masing.

.

.

.

Taehyung dan Jimin lalu berjalan dengan mulut membisu, keduanya sama sekali tidak mengeluarkan kata – kata sedikit pun dan berjalan berjauh – jauhan meninggalkan perkemahan. Sedangkan Suga dan Jhope berjalan beriringan dengan santainya ke sungai yang jaraknya tidak begitu jauh dari perkemahan.

Tinggalah Jin dan Jungkook di perkemahan mereka. Mereka tidak memiliki tugas yang spesifik, hanya menjaga perkemahan saja, maka yang mereka lakukan hanyalah ngobrol sambil duduk santai disana.

"Kook, apa kau punya hubungan khusus dengan Taehyung?" tanyanya penasaran.

"Tapi kau janji tidak akan bilang siapa – siapa ya, aku malu." Jawab Jungkook.

"Iya iya, aku janji."

"Aku dan Taehyung memang punya hubungan khusus." Lanjut Jungkook.

"MWO?! Kapan kalian memulainya?" tanya Jin kaget.

"Kemarin malam." Cengir Jungkook.

"Bagaimana itu bisa terjadi?"

"Ceritanya panjang, dan kurasa aku memang menyukainya semenjak tertama kali kami bertemu."jawab Jungkook lagi.

.

.

.

.

Tak terasa hari sudah benar – benar gelap, Suga dan Jhope sudah kembali ke perkemahan. Jimin dan Taehyung belum juga kembali, hal ini membuat Suga kesal. Sekarang sebagai penerangan, mereka hanya bisa menggunakan lampu listrik yang sinarnya terbatas, selain itu seharusnya mereka bisa makan sekarang, tapi harus menunggu karena tidak ada yang dapat digunakan untuk memanggang ikan – ikan hasil tangkapan. Untunglah dengan kekuatannya, Suga dengan mudah dapat mengisi penuh tenaga lampu lampu itu ketika mereka habis sehingga lampu – lampu itu bisa bertahan lama.

Karena menunggu terlalu lama, akhirnya Suga dan semua orang di perkemahan mereka menutuskan untuk segera tidur dan makan di pagi hari.

.

.

.

.

.

.

.

"Kau gila, Jim!" bentak Taehyung kesal saat berjalan kembali ke perkemahan dengan Jimin.

"Mana perduliku! Mengangkat Jungkook dengan tas - tas tadi saja kuat, tidak mungkin mengangkat kayu itu kau tidak mampu." Omel Jimin lalu berjalan cepat meninggalkan Taehyung yang kesulitan membawa balok – balok kayu.

"HEY BANTET!" teriak Taehyung lagi.

"Yang penting tadi aku sudah potongkan kayunya. Setidaknya aku sudah membantu." Lanjut Jimin lalu menghilang dari pandangan Taehyung dikejauhan.

Taehyung akhirnya dengan setengah hati mengangkat balok – balok kayu itu ke perkemahan. Sesampainya di perkemahan, ia segera membuat api unggun.

"Bekerja sendiri, tidur sendiri lagi. Benar – benar si bantet itu." Umpat Taehyung yang duduk di pintu tendanya sambil memandangi api unggun buatannya.

"Taehyung?" Tanya seorang wanita yang dari tenda sebelah secara berbisik.

"Suga noona? Maaf aku tidak bermaksud menghina Jimin, aku hanya—"

"Sstt! Nanti kau membangunkan yang lain." Potong wanita itu saat akhirnya keluar dari dalam tenda.

"Kookie? Mengapa belum tidur?" tanya Taehyung.

"Aku tidak bisa tidur, aku ketakutan. Kalau aku bangunkan Suga eonni atau Jin eonni mereka pasti akan marah." Jawab Jungkook sedih.

"Sini Kook." Kata Taehyung sambil menepuk ruang kosong disebelahnya.

Jungkook lalu duduk disebelah Taehyung dan Taehyung langsung melingkarkan tangannya pada pinggang Jungkook. Mereka berdua memandangi api unggun itu. Tak berapa lama Jungkook menyenderkan kepalanya pada pundak Taehyung.

"Tae, kau tidak mengantuk?" tanyanya.

"Sedikit. Kookie, kau tau? Aku sudah menyukaimu semenjak pertama kali melihatmu, walau kuakui memang awalnya aku ingin membunuhmu karena aku mengira kau adalah pengikut Kai. Kau terlihat lucu sewaktu ketakutan. Emm, Kookie? Apa kau tau seperti apa rupa Kai itu?" balas Taehyung.

"Kookie?" lanjut Taehyung lagi.

Tetapi tidak ada jawaban dari Jungkook, dan saat Taehyung menengok, didapatinya Jungkook tengah tertidur dipundaknya. Taehyung tidak tahu apa yang harus ia lakukan tetapi akhirnya ia membaringkan Jungkook di dalam tendanya sendiri. Taehyung sendiri berbaring di sebelah Jungkook lalu memeluknya.

"Kookie, kau sangat cantik kalau sedang tertidur seperti ini." Kata Taehyung sambil memandangi dengan detail wajah Jungkook yang saat ini hanya berjerak beberapa senti dari wajahnya.

Taehyung pun mengecup singkat pipi Jungkook lalu ikut menyusul Jungkook kedunia mimpi. Dan tak berapa lama ia pun ikut terlelap.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

Maaf ya Jeon ngupdatenya telat ㅋㅋㅋ Sibuk banget sih abisan, Bagaimana pendapat kalian? Ada yang punya saran untuk kelanjutan ceritanya? Langsung review yaa~ Pasti Jeon balas semua kok! ^^ Belum kepikiran nih kelanjutannya akan seperti apa (kalau ada simbol garis miring, itu maksudnya titik ya)

.

.

Balasan review:

1. Kimiyukifernand: sudah diperpanjang nih. Semoga kali ini gak terlalu pendek ^^

2. Aiko Vallery: sudah! :D

3. Es anda: segera ya! ^^

4. Utsukushii02: updated~ ;)

5. Hantu just in: semoga chapter yang ini gak kalah serunya ;)

6. Nadea/maudi: gak ada hubungannya kok, tenang saja ㅋㅋㅋ :)

7. YM424: iya, nanti bakalan ada perangnya~ tapi nanti, sepertinya ceritanya akan panjang dan berchapter chapter :")

8. Akmy: sudah dilanjut!^^ Maklumin Taehyung yang gak bisa nunggu lama – lama ya, takut kukinya diambil Jimin ㅋㅋㅋ

9. Siscamistalove: ㅋㅋㅋNanti Chim pasti bakal lirik ke noona tercinta kok ;)

10. El Yienjin422: sudah diupdate nih, maaf ya jadi harus menunggu lama~

11. Misslah: sudah yaaa! :D

12. Emma: sudah dilanjut ya!^^ ada, tapi jujur aja jeon bingung sama settingan tempat buat NCnya ):