Will Death Do Us Apart

Cerita sebelumnya : Tepat di hari pernikahan mereka, Chrollo malah pergi meninggalkan Curapica. Mereka berpisah di pelabuhan saat Chrollo akan berangkat ke inggris bersama Natasha. Saat itu Curapica mengucapkan sumpah untuk mencintai Chrollo selamanya dan bersumpah agar Chrollo menanggung beban karena tak dapat membalas cintanya sampai ia terlahir kembali.

.

Will Death Do Us Apart

Chapter 3

And In Another Life

.

Inggris, Juli 2014

"Aku berayun disenja hari

Menatap sang surya menuju peraduannya

Aku tersenyum

Berangan akan masa depan

Menunggu mati

.

Terkisah sebuah cinta

Yang membuatku menangis

Seorang pemuda

Yang tak dapat kumiliki

.

Di tanah yang jauh nan sunyi

Dengan rerumputan yang menari

Aku berdiri terdiam sepi

Terdiam mengenang mimpi

.

Yang kunanti ialah mati

Meninggalkan hidup ini

Berkelana tanpa pasti

Menunggumu

Yang kan jadi milikku

Di kehidupan yang lain"

.

"WOW! Kau tau terkadang kemampuanmu membuat puisi membuatku iri… Padahal kau kan bukan lulusan fakultas sastra =_=…" kata seorang perempuan berambut ungu dan mata ungu yang selalu terlihat ceria, Yumi Amamiya.

"Hahaha… kau juga sama kan? Siapa bilang lulusan bidang kesehatan semacam kita tidak bisa membuat puisi? Lagipula puisi-puisi mu bagus kok…" bantah pemuda tampan bermata biru dengan rambut pirangnya, Kurapika Kuruta.

"Well, then, kapan kita akan ke rusia… Aku tak sabar untuk mempelajari tentang Alexander Pushkin lebih jauh lagi!" seru Yumi bersemangat.

"Santai Yumi Amamiya, sahabatku yang cantik dan cerewet…" ujar Kurapika sambil mencubit kedua pipi Yumi…

.

Muka Yumi cemberut tepat setelah Kurapika melepaskan cubitannya.

.

"Pfffttt… (w)" Kurapika menahan tawanya.

"Jangan ketawa lu!"

"Pffttt… hahahahahahahaha!"

Yumi : sweatdrop =_=|| "Whatever…"

.

Lalu Yumi mengambil buku puisinya yang tadi digunakan Kurapika untuk menulis puisi… Matanya berubah bingung…

.

"Tapi… kenapa kau memakai kata 'pemuda' bukan 'gadis'? Ini puisi untukmu sendiri atau kau membuatnya dari point of view seorang cewek…? Terlebih lagi lima puisimu yang lain juga dibuat dari point of view seorang cewek… =_="

.

Kurapika bingung.

.

"Entahlah =_= aku hanya membuat puisi… Tak pernah kupikirkan dari point of view cewek atau cowok…"

"O_O… Kurapika…?"

"Apa…?"

.

Yumi tiba-tiba memeluk Kurapika, Kurapika pun bingung.

.

"Kenapa kau memelukku…?' tanya Kurapika.

"Apa kau merasa deg-degan saat aku memelukmu?" tanya Yumi.

"Tidak…" jawab Kurapika singkat.

.

Yumi tiba-tiba lari mundur menjauh…

.

"Lu tuh kenapa sih? (OAO)" tanya Kurapika jengkel.

"Kurapika…"

"Apa?!"

"Kurapika…"

"Apa =_=||"

"Lu homo ya?!" tanya Yumi dengan nada terkejut.

Kurapika : sweatdrop =_= "Apa-apaan lu? Atas dasar apa lu berasumsi bahwa gue homo?" tanya Kurapika bete.

"Soalnya, 1 : Lu buat beberapa puisi dari point of view cewek. 2 : Lu juga gak pernah kasih tau gue kalo lu suka sama cewek dan 3 : Lu bahkan gak deg-degan pas gue peluk! Kan aneh…!" jelas Yumi panjang lebar.

.

Kurapika menepuk dahinya lalu menyeret telapak tangannya dari dahi ke dagu. Kemudian ia menyentil dahi Yumi.

..

"Heh bocah! Gue jawab ni ye, 1 : 'beberapa' itu kan bukan berarti dalam jumlah besar, lagipula terkadang itu ada 'beberapa' puisi yang harus ditulis dari point of view seorang cewek. 2 : Terus kalo sampai sekarang gue belum pernah cerita tentang cewek yang gue suka itu artinya gue homo? Gue emang belum pernah jatuh cinta tapi gue bukan homo tau! Lagian lu liat sendiri gue nyimpen majalah yang banyak Miyabinya! dan 3―― Kurapika mendekatkan wajahnya ke wajah Yumi ― "mungkin lu harus melakukan yang lebih dari pelukan, supaya gue deg-degan, kayak cium bibir gue gitu atau… ngajak gue ke temat sepi…" goda Kurapika.

.

Yumi langsung berlari mundur dengan ekspresi ketakutan sambil memegang erat kerah bajunya. Kurapika bingung.

.

"Dasar cowok mesum…!" teriak Yumi mengejek.

"WHAAATTT?! Kesannya gue jadi manusia gak beres banget sih?! Pertama lu bilang gue homo sekarang lu katain gue cowok mesum … =_=|| ada-ada aja!" teriak Kurapika.

.

Lalu Yumi malah ketawa melihat wajah Kurapika.

.

"Hahahaha… hobby gue banget tuh bikin lu kesel, hahahaha…"

"Sialan lu.. =_=||" kata Kurapika kesal.

.

Dua minggu kemudian…

Moscow, Rusia

.

"Hiks… hiks… T_T" isak yumi

Kurapika : sweatderop " aaa… =_=|| …."

.

to be continued …

.

.

Will Death Do Us Apart

Chapter 3

END

Author : yahh author mengerti puisinya gak bagus… Tapi anggep aja bagus ya :D hahaha. Okay let's go to the next chapter. Iku yo!

Chat Author dengan Kurapika

.

Author : O_O wuuiiihhh bacaannya majalah Miyabi.

Kurapika : =_=|| wajar kali! kalo gue ngumpulin majalahnya Justin Bieber baru gak wajar namanya!

Author : setuju sama Yumi-san, Kurapika mesum O_O

Kurapika : sumpah ekspresi lu bikin orang pengen nendang tau!

Author : O_O

Kurapika : =_= jangan berekspresi kayak gitu rese!

Author : O_O

Kurapika : sabar =_=||

.

Yosh ayo kita ke chapter selanjutnya sebelum ada kerusakan yang tidak diinginkan *Kurapika fighting with Author*