Luhan baru saja selesai mencuci piring ketika tiba-tiba Kyungsoo datang.
"Hai Kyung, kau sudah pulang?" tanya Luhan perhatian.
"Iya Lu, aku sangat lelah. Rapat berjam-jam tapi tetap saja belum menemukan titik temu. Teman-teman juga banyak yang berdebat hanya karena masalah sepele,apalagi laki-laki yang bernama Kai itu. Sudah jelek,hitam,dekil,tak mau mengalah lagi! Dasar menyebalkan" Kyungsoo berceloteh sembari mengambil air dari lemari pendingin kemudian meminumnya dengan terburu-buru.
"Hey, pelan-pelan kalau minum. Jika tersedak tahu rasa kau" perintah Luhan yang hanya mendapat pelototan mata dari sahabatnya itu.
"Apa? Matamu itu sudah besar jadi tak usah kau tambahi dengan pelototan itu. Atau jangan-jangan kau sedang menyamakan rupa dengan sahabat jauhmu yag bisa memutar kepalanya hingga 180 derajat"ejek Luhan sambil tertawa.
"Terserah kau sajalah. Ingat, hari ini adalah jatahmu untuk membuat makan malam" perintah Kyungsoo yang kemudian hilang dibalik pintu kamar mandi.
"Baiklah" jawab Luhan lesu dan langsung bergegas menuju dapur.
Hanya butuh waktu 20 menit untuk seorang seorang Xi Luhan untuk menyelesaikan acara masaknya,ia tengah sibuk menata piring dan masakannya untuk dihidangkan diatas meja,Kyungsoo yang telah selesai dengan urusan mandi nya langsung bergegas menuju meja makan untuk memberi makan kepada cacing-cacing yang sedari tadi memukul genderang lapar dalam perutnya tentu saja setelah berdandan walau hanya menyisir rambut agar rapi, mereka makan sambil sesekali bertukar lelucon atau cerita.
"Kau jago juga dalam hal masak-memasak" puji Kyungsoo setelah menghabiskan makanan yang di buat Luhan.
"Dari mana saja kau? Dari dulu aku memang pintar dalam segala hal." ucap Luhan menyombongkan diri dan yang bisa Kyungsoo lakukan hanyalah memutar bola matanya malas untuk mereson tindakan sahabatnya.
"Ngomong-ngomong, tadi kau sempat marah-marah pada Kia? Ika? Aki? Ah ya BANGKAI" teriak Luhan lantang dan bangga."Kalau boleh tau Bangkai tadi berbuat apa padamu sampai kau terlihat sangat kesal padanya?" tanya Luhan yang masih belum merasa bersalah.
"Yak, namanya Kai saja bukan Bangkai! Dasar rusa jelek" rutuk Kyungsoo pada Luhan karena sahabatnya yang seenak jidatnya saja mengganti-ganti nama orang.
"Apalah itu Kyung. Dalam bahasa Indonesia Bang itu berarti Kakak laki-laki tau" srobot Luhan tak mau kalah.
"Sudahlah. Untuk apa kita mempermasalahkan si Kai yang tidak penting itu? Membuatku tambah pusing saja, lebih baik aku tidur agar aku cepat tumbuh tinggi- ehm maksudku aku mengantuk"balas Kyungsoo sambil berlalu meninggalkan Luhan.
Luhan hanya menatap Kyungsoo dengan cengo sebelum akhirnya tersadar dan-"YAK DO KYUNGSOO MAU KEMANA KAU? BERESKAN DULU SEMUA INI. ENAK SAJA KAU MAIN PERGI SETELAH MAKAN" teriak Luhan memperingatkan.
"AKU KAN DALAM MASA PERTUMBUHAN, JADI TAK BOLEH BEKERJA YANG BERAT DAN MELELAHKAN LEBIH BAIK KAU SAJA" teriak Kyungsoo dari dalam kamarnya.
"Kurang ajar. Awas kau Do Kyungsoo" umpat Luhan walau pada akhirnya tetap saja ia melangkah dan mencuci semua piring dan gelas kotor bekas makan malam mereka tadi.
-oOo-
06.15 am.
Luhan tengah berdiri didepan cerpin untuk merapikan penampilannya, namun dia merasakan ada sesuatu yang kurang tapi apa?
"Ah iya Kyungsoo, dimana dia? Sejak aku bangun tidur sampai aku tampan dan manly seperti ini aku belum melihatnya sama sekali. Hey Luhan yang tampan dan manly, apa kau tau dimana si burung hantu ah bukan si Kyungsoo berada?" tanya Luhan kebingungan dan idiot karena ia bertanya kepada bayangan dirinya sendiri dan kemudian menepuk jidatnya.
Luhan pun mencari-cari dari kamar,dapur,ruang tamu,kamar mandi,halaman belakang,teras,sampai ke got di depan kontrakannya pun tidak luput dari daerah pencarian. Namun tetap saja Luhan tidak melihat tanda-tanda keberadaan Kyungsoo di sana.
"Sebenarnya dimana dia? tanya Luhan sambil mengacak-acak rambutnya frustasi.
Akhirnya Luhan memutuskan untuk kembali masuk ke dalam berniat mengambil tas selempang miliknya sebelum pada akhirnya dia menemukan sebuah sticky-note tertempel di sampingnya.
Luhan mengambilnya dan kemudian membacanya :
Luhannie, hari ini kau berangkat sendiri ya?
Aku tidak tega membangunkanmu sepagi tadi
Aku harus segera pergi lebih awal
Karena ada tugas penting dari ketua osis
Salam sayang, Kyungsoo
"Ishh, dasar Kyungsoo. Kenapa dia tidak memberitahuku secara langsung saja? Tahu begitu aku tidak perlu mencarinya kesana kemari seperti orang idiot" rutuk Luhan sambil melangkahkan kakinya untuk berangkat ke sekolah.
.
.
Untuk mengusir rasa sepi yang melanda, Luhan pun memutuskan untuk menyanyikan sebuah lagu-
Touch my body urin jogeumssik ppareuge
Oh everybody pureun haneul boda nopi
Jigeum i rideumi joha tteugeoun taeyangarae neowana
My body body Touch ma body
Baby so good jigeum gibuneun paradise
Baby so nice uri dulmanui summer night
Jjogeumssik one step two step dalbit arae neowana
My body body Touch ma body~
Setelah menyelesaikan sebuah lagu tak lupa dengan gerakannya,Luhan menghentikan langkahnya. Ia menyibakkan rambutnya dan berkata-
"Xi Luhan tak kusangka kau semakin manly. Loh, bukannya ini tempat pembuangan sampah yang kujadikan tempat persembunyian dulu?" tanya Luhan yakin sembari mendekatkan diri ke tempat itu.
Tiba-tiba luhan mengingat sesuatu.
"Astaga aku hampir saja melupakan kalung peninggalan ibu. Ku rasa aku menghilangkannya di sini" ungkap Luhan sambil menepuk kasar jidatnya."Aku harus mencarinya lagi! Siapa tahu kalung itu masih berada di tempat ini"
Luhan melepas tas nya,kemudian mulai sibuk mengobrak-abrik tempat pembuangan sampah yang dapat di pastikan bau,sudut-kesudut ia jelajahi dengan teliti dan pada akhirnya ia menyerah.
"Aishh, kemana perginya kalung itu? Kenapa tidak ketemu-ketemu juga? Pasti ibu marah kalau tahu kalung pemberiannya itu aku hilangkan"ucap Luhan sedih karena belum juga berhasil menemukan kalung tersebut.
Kemudian Luhan melihat jam tangannya yang sekarang menunjukkan pukul 06.50.
"APA? JAM 7 KURANG 10 MENIT? Sial, aku harus segera sampai sebelum gerbang sekolah ditutup." ucap Luhan sembari mengambil tas yang di jatuhkannya tadi kemudian Kris ssaem yang tengah marah sembari mengacungkan rotan didepannya pun sudah terlintas dalam benaknya. Luhan pun bergidik ngeri, sebelum akhirnya menambah kecepatan larinya.
"Tunggu sebentar pak jangan ditutup" ucap Luhan setengah berteriak kepada satpam penjaga gerbang.
"Kau lagi. Kenapa kau selalu saja datang terlambat? Dan apalagi sekarang? Kau berniat untuk sekolah atau mengemis? Mengapa kau sangat compang-camping seperti itu?" omel satpam kepada Luhan seraya membukakan kembali pintu gerbang Kemerdekaan Republik Indo- stop, hanya pintu gerbang sekolah saja.
"Hehe. Maaf pak, nanti saja saya jelaskan! Sekarang saya harus KABURRRR" teriak Luhan sambil berlari menjauh dari satpam tersebut.
"YAK XI LUHAN AWAS SAJA KALAU KAU TERLAMBAT LAGI AKAN AKU- aku apakan ya?" ucap pak satpam sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Hosh hosh hosh. Akhirnya sampai juga" ucap Luhan setelah berada di lobi sekolah dan masih dengan nafas berniat melanjutkan perjalanan menuju ke kelasnya 2-2, sebelum akhirnya-
"Luhan? Kenapa kau tergesa-gesa seperti itu?" tanya seseorang dari arah belakang.
Luhan pun menghentikan langkahnya dan menengok ke arah sumber kemudian ia tersenyum manis melihat siapa yang baru saja menyapanya itu."H-hai Sehun, aku tidak ada apa-apa kok"
Sehun pun berjalan mendekati Luhan, namun baru beberapa langkah ia pun berhenti karena mencium bau yang sangat aneh dari tubuh Luhan.
"Lu, apa kau tadi belum mandi? Kenapa kau bau sekali?" tanya Sehun sambil menutup hidungnya.
"Enak saja. Mana mungkin orang setampan dan sehar-!"decakan sebal Luhan pun terhenti ketika dia mengendus-endus tubuhnya berfikir sejenak'Dasar Luhan bodoh! Kau kan baru saja keluar dari tempat pembuangan sampah, pantasan saja dia mencium aroma tengil dari tubuhmu'
"Lu? Haloo?" ucap Sehun sembari melambaikan tangan didepan wajah Luhan.
Luhan langsung tersadar dari keterbengongan yang melandanya sebelum akhirnya menjawab-
"Ah sepertinya aku tadi terjatuh ke dalam got, makanya aku jadi bau seperti ini" jawab Luhan asal karena bisa saja dia di anggap seperti orang sinting apabila mengatakan kejadian yang sebenarnya.
"Hm. Ikut aku!" perintah sehun sembari menarik tangan luhan.
"Yak, mau kemana? KBM akan segera dimulai! Sehun,kau dengar aku? Aishh"
Ternyata Sehun membawa Luhan ke ruang ganti,mereka berdua menuju locker. Tak berlama-lama lagi Sehun membuka locker tersebut dan mengeluarkan seragam cadangan miliknya.
"Ini pakailah. Tidak mungkin kan kau akan masuk ke kelas dengan keadaan seperti ini" ungkap Sehun sembari menyodorkan seragam miliknya.
BLUSH
Tanpa bisa dicegah lagi pipi Luhan langsung memerah seperti tomat membuat Sehun mengenyit dan kembali bertanya pada Luhan.
"Lu, kau sakit? Kenapa wajahmu memerah begitu" tanya Sehun dan hendak menempelkan tangannya pada kening sebelum itu terjadi Luhan langsung memegang tangan Sehun atau bisa dibilang mencegahnya agar tidak menempel pada keningnya. Hell yang benar saja, dia tidak mau menambah rona merah pada pipinya.
"Ti-tidak Sehun, terimakasih atas seragamnya"
Tanpa berlama-lama lagi Luhan langsung mengganti bajunya, ia yang idiot atau memang Sehun yang kurang peka, Luhan tidak berpindah tempat karena ia berpikir mereka sesama laki-laki. Apa kabar Sehun? Sekarang ia hanya diam terpaku sambil meneguk paksa salivanya karena mendapat pemandangan yang amat sangat luar biasa indah yaitu badan putih mulus seorang Xi Luhan.
'Jangan Sehun jangan! Kau harus bersikap normal. Kenapa aku jadi tegang seperti ini' batin Sehun sambil mengalihkan pandangannya.
Mana mungkin Sehun kuat apabila terus menerus menatap Luhan dengan keadaan yang seperti ini.
"Nah sudah selesai, ayo Sehun kita masuk ke kelas. Bel masuk sudah berbunyi" perintah Luhan yang langung mendapat persetujuan dari Sehun.
Di tengah perjalanan menuju ke kelas,mereka berdua berpapasan dengan Kyungsoo yang sepertinya baru keluar dari ruang osis.
"Kyungsoo" sapa Luhan ramah.
"Hai , siapa dia? Sepertinya aku belum pernah melihatnya?" tanya Kyungsoo sembari menunjuk kearah Sehun.
"Hehe. Perkenalkan Kyung ini Sehun, dan Sehun perkenalkan dia Kyungsoo sahabat sekaligus keluargaku" ucap Luhan saling memperkenalkan kedua sahabatnya itu.
"Do Kyungsoo" ungkap Kyungsoo sembari menyodorkan tangannya pada Sehun.
"Sehun" jawab Sehun dingin kemudian menjabat tangan Kyungsoo.
"Ah kau pergilah ke kelasmu Sehun, aku akan ke ke kelas dengan Kyungsoo saja" perintah Luhan kepada Sehun.
"Hmm"
Sehun membalikkan badannya,namun belum dia melangkah
"Emm Sehun?" ucap Luhan sambil menarik tangan Sehun.
"Ya?" tanya Sehun sembari mengerutkan keningnya.
"Terimakasih atas segala bantuanmu" ucap Luhan sambil mengerlingkan sebelah matanya yang membuat dia semakin imut dan lucu.
Sehun pun tersenyum gemas kemudian mencubit hidung sahabat cantiknya itu.
"Ya sama-sama. Sudah sana masuk kelasmu" perintah Sehun sambil tertawa gemas.
"Siap bos" canda Luhan sambil menegapkan badannya dan dilengkapi dengan posisi hormat layaknya seorang tentara, dan kemudian berjalan mendekati kyungsoo.
"Ayo Kyung kita masuk" ajak Luhan yang langsung mendapat anggukan dari sahabatnya itu.
Tanpa sepengetahuan mereka berdua, Sehun berjalan menuju kelasnya dengan senyuman merekah yang masih setia hinggap diwajah tampannya.
.
.
.
.
Ding Dong Ding Dong~
"Lu, hari ini kau pulang sendiri ya? Soalnya aku masih ada rapat lagi" pinta Kyungsoo pada Luhan.
"Rapat lagi? Selalu saja rapat yang kau utamakan! Kapan kau punya waktu untuk sahabatmu ini Kyung?" protes Luhan sebal.
"Ku mohon izinkan aku Lu. Rapat kali ini sangatlah penting, kalau sampai aku tidak datang pasti aku akan kena hukum" ungkap Kyungsoo dengan muka memelas.
"Baiklah-baiklah, terserah kau saja. Kalau begitu aku pulang dulu" pamit Luhan sambil melangkah meninggalkan Kyungsoo.
"Terimakasih Lu, Aku Mencintaimu. Daah. Hati-hati di jalan ya!?" ucap Kyungsoo setengah berteriak sembari membuat love-sign dengan kedua tangannya dan kemudian melambaikan tangan kearah Luhan.
Luhan yang masih bisa mendengar hanya tersenyum tipis dan berkata dalam hati "Mana bisa aku marah pada sahabat sebaik dirimu Kyung"
-oOo-
Rapat osis
"Baiklah rapat sore hari ini kita mulai" ucap Kim Joonmyun atau biasa disapa Suho yang menjabat sebagai ketua osis di SM High School memulai rapat sore itu.
"Dalam lomba dance kali ini konsep apa saja yang telah kalian persiapkan?" tanyanya pada seluruh anggota rapat.
"Aku mempunyai ide, bagaimana kalau setiap peserta lomba di haruskan berpasangan saja biar lebih simple dan menarik"usul Kai dengan wajah yang di buat serius.
"Ah bagaimana kalau di buat grup saja, agar kesannya itu lebih elegant dan meriah" sanggah Kyungsoo dengan semangat.
"Hmm, mungkin ada yang mempunyai ide lain?" tanya Suho yang sepertinya masih ragu dengan usul kedua anggotanya tadi.
"Sepertinya sudah tidak ada" jawab ketua osis tersebut karena melihat semua anggotanya diam saja tanpa sedikitpun yang angkat bicara mengenai pertanyaannya tadi.
"Kalau begitu lebih baik kita adakan voting, siapa yang setuju dengan pendapat Kai?"
Sembilan dari lima belas anggota mengangkat tangannya menandakan kalau mereka setuju dengan pendapat Kai barusan.
"Oke, dan siapa yang setuju dengan pendapat Kyungsoo?" tanya Suho lagi.
Yang pasti sisa dari siswa yang telah setuju dengan pendapat Kai tadi mengangkat tangannya.
"Sepertinya lebih banyak yang setuju dengan pendapat Kai, kalau begitu kita gunakan ide dia dalam lomba dance kali ini" ungkap Suho menerangkan.
Kai yang merasa pendapatnya di terima tengah menyeringai kearah Kyungsoo, Kyungsoo yang jelas-jelas melihatnya tentu saja marah.
"Dasar kau manusia hitam,jelek,pesek. Awas saja, kau akan merasakan akibatnya karena telah berani membuat marah seorang Do Kyungsoo" kata Kyungsoo dalam hati sambil memasang wajah sebalnya mengingat Kai yang selalu saja berniat menggagalkan semua rencana yang telah dia buat.
"Baiklah, kita ke topik yang lain. Konsep apalagi yang ada pada kalian agar lomba kali ini terkesan mewah dan berbeda?" tanya Suho mencari pendapat.
Kini Xiumin yang angkat bicara "Bagaimana kalau kita mengolaborasikan murid kelas sepuluh dengan kelas sebelas? Karena jika kita menggunakan konsep ini pastinya akan lebih menarik dan berbeda dari lomba kita yang sebelumnya"
"Hmmm. Bagaimana apa kalian semua setuju?" Suho bertanya kembali.
Semua anggota osis saling pandang-memandang kemudian mengangguk-anggukkan kepala mereka.
"Kita semua setuju dengan ide Xiumin tadi. Kita bisa menunjukkan hal baru kepada semua siswa SM High School yang sebagian besar mempunyai sifat acuh dan mudah bosan" ucap Lay sambil tersenyum alhasil memperlihatkan dimplenya yang cute. Laki-laki berkulit putih itu juga terkenal ramah maka tak heran banyak siswa atau siswi yang mendekatinya. Tapi lebih baik kalian tidak usah terlalu berharap karena dia sudah taken oleh seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Kim Suho sang ketua osis.
Suho menatap Lay sebentar dan tersenyum"Baiklah semua konsep sudah kita rencanakan dengan matang, sekarang kuharap kalian semua bekerja dengan baik dan sungguh-sungguh sesuai porsi kalian. Aku tidak mau ada yang mengecewakan dalam lomba dance kali ini melihat kalian semua berani mengambil konsep yang berbeda dari lomba yang kurasa sudah cukup untuk rapat hari ini, apabila ada kurang lebihnya saya mohon maaf. Selamat sore" ungkap Suho mengakhiri rapatnya pada sore hari ini.
"Selamat sore" jawab seluruh anggota sembari membungkukkan badan mereka"
.
.
.
.
Kini kyungsoo tengah berjalan keluar, ekspresi yang di tunjukkannya sepertinya dia sedang marah.
"Sial sial sial. Dasar Kai sialan!" umpat Kyungsoo sambil menghentakan kakinya sebal."Awas saja kalau ketemu akan-" belum selesai Kyungsso berbicara tiba-tiba ada yang memotong ucapannya.
"Akan apa ha? Berani-beraninya manusia kerdil seperti kau mengumpatku" ucap Kai sambil yang berjalan santai dari belakang Kyungsoo.
Kyungsoo yang merasa tidak asing mendengar suara itu pun berhenti kemudian menengokkan kepalanya ke belakang sambil mengangakan mulutnya lebar.
"Memangnya kenapa kalau aku berkata seperti itu? Kau marah? Tidak terima? Kemari kau, kalau berani lawan aku!'' tantang Kyungsoo pada Kai.
Bukannya menjawab tantangan dari si mungil, Kai malah berjalan mendekat kearah Kyungsoo sembari menampilkan seringai, dan yang merasakan firasat buruk pun memilih untuk melangkah mundur.
"M-mau apa kau? Ah, kau mau melawanku? Ayo, maju kau kal-"
Cup
.
.
To Be Continue
2015.03.26
#HappyXiuminDay
.
A/N : Karena hari ini hari spesial makannya author putusin fast update :) Terimakasih untuk semua yang sudah menyempatkan diri membaca ff gila ini. kalau bisa akan saya usahakan terus fast update. Sekali lagi terimakasih. Ppyong~
