"I want you to have this." — girl!hun;more platonic than romance
Sehun benci Kim Jongin. Sangat benci, sampai dia ingin memukul matanya dengan pipa, jika ia bisa.
Pasti kalian bertanya, "Sehun, kenapa kamu benci Jongin? Bukankah Jongin anak yang famous serta pintar?". Sehun benci Jongin karena Jongin mematahkan kacamata satu-satunya.
Begini ceritanya, si Jongin, yaitu seorang yang pernah mematahkan kacamata Sehun itu sedang jalan, dengan santainya. Lalu Sehun dan Minseok sedang duduk-duduk santai di bawah lantai, tepat disamping tempat Jongin ingin lewat.
Dan serius, secara tidak sengaja, Sehun sedang menaruh kacamatanya di lantai, Jongin pun lewat. Akhirnya, dia menginjak kacamata Sehun.
Dan bodohnya lagi, Jongin sama sekali tidak minta maaf, atau apapun yang membuat Sehun merasa lebih baik. Ia malah lewat dengan santainya, sambil tertawa dengan gerombolan temannya.
Sayangnya, sahabat Sehun adalah kakak Jongin, dia tahu kejadian yang terjadi antara Sehun dan adik semata wayangnya.
Tapi, ya, namanya Minseok, tak akan lah ia beritahu Jongin kalau memang dia belum sadar akan sikap Sehun yang tiap main ke rumah Kim pasti dingin dengannya, dasar pasif.
Tapi, pagi itu Sehun sendiri dirumah. Ibu dan Ayahnya pergi ke rumah Nenek Oh. Sehun pun dititipkan oleh orangtuanya untuk berangkat dengan keluarga Kim.
Sehun euphoric, tentu saja. Karena itu berarti ia akan berangkat dengan Minseok, kakak kelas kesukaannya. Little did she know, Jongin akan berangkat dengan mereka juga.
Suara ketukkan pintu berbunyi di rumah Sehun. Sehun, yang sedang memakan sarapan paginya pun langsung bergegas membuka pintu.
Dia mendapati seorang perempuan petite, dan laki-laki jangkung sedang berdiri di luar rumahnya, "Halo, Hun!" sapa Minseok.
Sehun pun tersenyum ke Minseok, tapi dia memberi tatapan dingin ke Jongin, yang asik dengan handphone-nya, dan hanya mendongak untuk tersenyum singkat padanya.
Sehun pun tersenyum, bisa dibilang tidak ikhlas, sih. Tapi kan tetap saja, tersenyum. Jongin pun mendongak lagi, melihat dia dengan tatapan aneh (itu juga karena Sehun menatap seperti mengintimidasi dia, so sue him)
Singkat cerita, mereka sampai ke sekolah, "Jongin, Sehun, aku duluan ya! Ingin contek PR English Luhan, see ya!" kata Kak Minseok sambil jalan menjauh.
Akhirnya, mau tidak mau, Sehun berjalan bersama Jongin berdua. Dari sekian banyak tatapan menusuk orang-orang yang tertuju untuk Sehun, yang ditatap hanya berjalan malas ke kelas.
"Hun." kata Jongin.
"Apa?"
"Aku dengar kamu marah ya?" kata Jongin lagi.
"Marah?"
"Iya, marah denganku, it's because the glasses, isn't it?"
"Kak Minseok bilang ke kamu?"
"Of course she did, dan actually not 'bilang' lebih 'bentak' cause her favorite girl is grumpy."
"I'm sorry." kata Jongin sambil menunduk.
"Ya." jawab Sehun malas.
Jongin merongoh sesuatu dari tasnya, "Oh iya, I want you to have this, as a replacement karena aku rusakin kacamatamu." katanya sambil menyerahkan kacamata dengan frame berwarna hitam. "Aku tahu thickness lensamu dari Kak Minseok, jangan tanya."
Sehun pun mencoba menahan senyumannya. "Really, Jongin. Kamu kalo gak mau, jangan repot-repot." jawabnya sambil memutar mata.
"No no, seriously Hun, it's all yours." katanya sambil tersenyum. Sehun merasa pipinya memanas.
"Okay, then. See you, Jong." kata Sehun, mencuri quick peck on the cheek buat Jongin.
Jongin masih berdiri dumbstruck di lokasi tempatnya berdiri, sementara Sehun sudah jalan menjauh.
Sehun, yang sudah jauh didepan diam-diam melihat ke belakang lagi. Dia pun tertawa kecil melihat ekspresi Jongin.
.
.
.
Okay, sebenernya ada satu kata yang ngedeskripsiin fic ini: trashy.
Tapi well, halo! sorry belom update dari lama, soalnya i'm sooo busy with school (tapi diselingi marathon Supernatural 1-11, oops) dan gapunya waktu buat nulis!
Jadi gimana? Manis kah? Kurang gulali kah? Pahit kah? Please give your opinion on the review section!
Oh iya, btw, ada yang suka MCU (atau geeky stuff in general) juga? Kalo ada let's be friend karena basically I have no friends haha.
Dan shout out buat MinnieWW yang sudah request GS Kaihun, sorry kalau jelek!
Sudah lah, itu aja. Selamat ketemu di ficlet berikutnya!
